https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat ISSN - (Onlin. & ISSN - (Prin. DOI: 10. 61510/sd. Received: 10/12/2023. Revised: 15/12/2023. Publish: 30/06/2025 This is an open access article under the CC BY-NC license Pelatihan ArcGIS sebagai Peningkatan Keterampilan Pemetaan Tingkat Dasar Viktor Suryan1. Virma Septiani2. Direstu Amalia3. Minulya Eska Nugraha4. Evandri Silitonga5. Adha Febriansyah6. Putu Wisnu Ardia7 Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: viktor@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, virmaseptiyani@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: direstu@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: minulya@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, evandri_tr01a@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: adha_tr01a@poltekbangplg. Politeknik Penerbangan Palembang. Palembang. Indonesia, email: putu_tr02@poltekbangplg. Corresponding Author: viktor@poltekbangplg. Abstract: Photogrammetric Mapping is mapping objects on the surface using overlapping aerial photographs as media, where interpretation and geometry processing are carried out to produce orthophoto maps and line maps. In creating orthophoto maps and line maps with the correct geometry and scale, the process of restitution of aerial photographs in single or rectification or stereo or orthophoto is carried out, where this process requires reference points with known coordinates. Processing aerial photo data is done using software with a Structure Form Metion or SFM-based algorithm, which is a method of forming objects based on points from moving photos. SFM-based software can process photos automatically according to the parameters inputted by the user. This community service activity is intended as an implementation of the field of airport engineering technology science and is expected to provide an increase in hard skills to meet the capabilities in the world of work for the trainees. This activity was held for one day, and the participants were given a pre-test and post-test to see the progress of knowledge and understanding of the material provided. Keyword: community service, arcgis training, mapping Abstrak: Pemetaan Fotogrametri merupakan proses pemetaan objek-objek di permukaan dengan menggunakan foto udara yang bertampalan atau overlap sebagai media, dimana proses interpretasi dan pengolahan geometri dilakukan untuk manghasilkan peta orthofoto dan peta Dalam pembuatan peta orthofoto dan peta garis dengan geometri dan skala yang benar maka dilakukan proses restitusi foto udara secara tunggal atau rektifikasi maupun secara stereo atau orthofoto, dimana proses ini memerlukan titik-titik referensi yang diketahui koordinatnya. Pengolahan data foto udara dilakukan menggunakan software dengan algoritma berbasis Structure Form Metion atau SFM yaitu metode pembentukan objek berdasarkan titik-titik dari foto yang bergerak. Software berbasis SFM dapat mengolah foto secara otomatis sesuai dengan parameter yang diinputkan oleh pengguna. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 sebagai implementasi bidang ilmu teknologi rekayasa bandar udara yang diharapkan memberi peningkatan hardskill untuk memenuhi kemampuan di dunia kerja bagi para peserta pelatihan. Kagiatan ini dilaksanakan selama satu hari dan para peserta diberikan pre-test dan post-test untuk melihat progress pengetahuan dan pemahaman terhadap materi yang diberikan. Kata Kunci: pengabdian kepada masyarakat, pelatihan arcgis, pemetaan PENDAHULUAN Drone merupakan suatu media terbang tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan komputer atau remote control (Hernina et al. , 2. Pemanfaatan teknologi drone hingga saat ini sangat beragam karena dapat membantu dan bahkan menggantikan pekerjaan manusia yang meiliki resiko tinggi (Fonna, 2. Beberapa pemanfaatan teknologi drone yaitu, pemantauan progres pembangunan, pemetaan wilayah dan koridor, pemodelan 3D dan inspeksi objek berbahaya (Negara et al. , 2. Drone membutuhkan aplikasi yang berguna untuk menyambungkan antara smartphone-remote control-aircraft. Fotogrametri merupakan ilmu, seni dan teknik untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu objek atau fenomena melalui proses pencatatan, pengukuran dan interpretasi foto udara (Marjuki et al. , 2. Sedangkan pemetaan fotogrametri merupakan proses pemetaan objek-objek di permukaan dengan menggunakan foto udara yang bertampalan atau overlap sebagai media. Pada proses intrepretasi dan pengolahan geometri inilah dapat menghasilkan peta orthofoto dan peta garis (Suryan et al. , 2. Dalam pembuatan peta orthofoto dan peta garis dengan geometri dan skala yang benar maka dilakukan proses restitusi foto udara secara tunggal atau rektifikasi maupun secara stereo atau orthofot (Praditya et al. , 2. Pemetaan dengan teknik ini efektif untuk daerah yang relatif luas. Pengolahan data foto udara dilakukan menggunakan software berbasis Structure Form Motion atau SFM yaitu metode pembentukan objeknya berdasarkan titik-titik dari foto yang bergerak (Sonar, 2. Ada beberapa contoh software yang dapat digunakan salah satunya Agisoft Metashape Pro. Proses pengolahan data foto udara membutuhkan spesifikasi laptop yang cukup tinggi, hal ini dikarenakan software harus mengekstrak jutaan titik/point clouds pada setiap foto yang akan diproses. Penerapan GIS (Geographic Information Syste. merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui geodatabase yang ada dalam suatu peta daerah dikarenakan GIS mempunyai kemampuan yang sangat luas, baik dalam proses pemetaan dan analisis sehingga teknologi tersebut sering dipakai dalam proses perencanaan tata ruang (Aslamsyah et al. , 2. Selain itu, pemanfaatan GIS dapat meningkatkan efisiensi waktu dan ketelitian . Berbagai penelitian menggunakan GIS telah banyak dilakukan diantaranya penggunaan GIS dalam menentukan tata guna lahan (Indrayani et al. , 2. , penggunaan GIS dalam penentuan dasar perencanaan jalan (Hasan. Herius. Mirza, et al. , 2. GIS juga digunakan dalam analisis aspek topografi (Hasan. Herius. Indrayani, et al. , 2. , dan penggunan GIS dalam menentukan sebaran jalan (Mirza et al. , 2. Pelatihan ArcGIS dapat membantu meningkatkan keterampilan pemetaan tingkat dasar dengan mengajarkan cara menggunakan software ArcGIS untuk memproses data spasial dan membuat peta (Praditya et al. , 2. Selain itu, pelatihan ArcGIS juga dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang koordinat, sistem koordinat, dan konsep-konsep dasar lainnya yang terkait dengan pemetaan. Dengan meningkatkan keterampilan pemetaan tingkat dasar melalui pelatihan ArcGIS, individu atau organisasi dapat menghasilkan peta yang lebih akurat, informatif, dan bermanfaat dalam berbagai bidang (Jiwa et al. , 2. Ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan lebih efisien dalam berbagai bidang, seperti perencanaan kota, pengelolaan lingkungan, dan pemantauan sumber daya alam. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Golongan utama yang merupakan agen pembangunan di masyarakat adalah pelajar, dimana mereka bertindak sebagai kaum intelektual yang memiliki kemampuan akademis, namun kemampuan akademis saja tidak cukup tanpa ditunjang skill dalam bidang desain grafis. Dalam berbagai bidang kemampuan, desain grafis sangat banyak dibutuhkan. Dewasa ini dibutuhkan kemampuan desain yang digunakan dalam akademik maupun industri (Harsanto. Peningkatan sumber daya manusia dapat ditentukan sejauh mana mahasiswa bisa berkonstribusi dalam mengaplikasikan ilmu teknik gambar bangun yang dikuasai dalam suatu struktur rancang bangun. Maka dari itu pengabdian ini ditujukan kepada mahasiswa yang menjadi bagian dari agen pembangunan yang ada di masyarakat sehingga dapat memberikan konstribusi nyata terhadap pembangunan itu sendiri lewat penguasaan, pengetahuan dan keterampilan ArcGIS (Fikriyah & Furoida, 2. Selain kemampuan akademis, untuk menunjang value dari seorang mahasiswa maka diperlukannya hardskill sebagai nilai tambah didalam industri yang bergerak dibidang pemetaan berbasis teknologi. Peningkatan sumber daya manusia dapat ditentukan sejauh mana masyarakat dapat berkontribusi dalam mengaplikasikan ilmu teknik survey dan pemetaan. Maka dari itu pengabdian ini ditunjukan kepada masyarakat yang nantinya bertindak sebagai agen pembangunan yang dapat memberikan konstribusi yang nyata lewat penguasaan keterampilan Arcgis. Sebagai program studi bidang rekayasa teknologm Studi TRBU menyiapkan para lulusan bisa menghadapi era industri serta dapat kontribusi ke masyarakat dan industri penerbangan dengan menyelenggarakan pelatihan dasar pemetaan. Untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang survey dan pemetaan sudah sewajarnya jika para pencari kerja memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam pengoalahan data foto udara, sehingga prodi DIV Teknologi Rekayasa Bandar Udara Memberikan Pelatihan ArcGIS Sebagai Peningkatan Keterampilan Pemetaan Tingkat Dasar. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatakan keterampilan peserta pelatihan dengan pengolahan data foto udara dengan mengekstrak juaatn titik/point clouds sehingga menghasilkan Peta Orthofoto dengan software Agisoft Metashape Pro, dan manfaat dari kegiatan ini diharapkan dapat menyalurkan keterampilan yang didapatkan nantinya kepada yang membutuhkan terutama para calon engineer dalam menyelesaikan pekerjaan yang berkaitan dengan survey dan pemetaan berbasis teknologi. METODE Kegiatan ini memfokuskan pada pelatihan ArcGIS sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan pemetaan tingkat dasar di antara anggota masyarakat terpilih. Desain kegiatan ini terdiri dari serangkaian langkah yang terencana secara sistematis untuk memastikan efektivitas pelatihan dan pencapaian tujuan yang diinginkan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi langkah-langkah sebagai berikut: Menyusun rencana pelaksanaan yang mencakup jadwal, lokasi, dan durasi pelatihan. Menentukan metode pembelajaran yang sesuai, seperti ceramah, diskusi, demonstrasi, dan latihan langsung menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Langkah pertama dalam merancang kegiatan pelatihan adalah mengidentifikasi sasaran yang spesifik dan relevan. Tim pelaksana akan mengidentifikasi kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keterampilan pemetaan tingkat dasar. Sasaran pelatihan ini akan terdiri dari individu atau kelompok-kelompok yang memiliki minat atau kebutuhan yang terkait dengan pemetaan dan penggunaan ArcGIS. Setelah mengidentifikasi sasaran, langkah selanjutnya adalah menyusun kurikulum pelatihan. Kurikulum ini akan disusun berdasarkan tingkat keahlian awal peserta dan tujuan akhir dari Kurikulum akan mencakup konsep dasar ArcGIS, pemahaman tentang pemetaan. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 penggunaan perangkat lunak, teknik pengumpulan data, analisis data spasial, serta aplikasi praktis dalam konteks nyata. Tim pelaksana akan menentukan lokasi yang tepat untuk pelaksanaan pelatihan. Lokasi ini harus mudah diakses oleh peserta dan dilengkapi dengan fasilitas yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pelatihan. Selain itu, jadwal pelatihan akan ditetapkan secara cermat, mempertimbangkan ketersediaan peserta dan faktor-faktor lain yang relevan. Adapun tim pelaksana kegiatan PkM pada Tabel 1. Nomor Tabel 1. Uraian Tugas dan Tim Pelaksana PkM Tugas Perencanaan Kegiatan: Membuat rencana kegiatan yang terperinci, termasuk jadwal acara, materi pelatihan, dan pembagian tugas kepada anggota panitia lainnya. Menentukan lokasi pelatihan yang sesuai dan memastikan tersedianya fasilitas yang diperlukan. Evaluasi Kegiatan: Menyusun kuesioner evaluasi untuk mengumpulkan umpan balik dari peserta dan narasumber. Menganalisis hasil evaluasi untuk menilai keberhasilan acara dan menyusun laporan evaluasi yang komprehensif. Pembuatan Materi Pelatihan: Mengembangkan materi pelatihan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Menyusun modul pelatihan yang komprehensif dan mudah dipahami oleh peserta dengan berbagai tingkat pemahaman. Koordinasi dengan Narasumber: Berkoordinasi dengan narasumber yang kompeten dalam bidang ArcGIS untuk menyusun materi pelatihan dan memastikan kehadiran mereka dalam acara pelatihan. Menjalin komunikasi yang efektif dengan narasumber untuk memastikan kesesuaian materi dengan tujuan pelatihan. Pengelolaan Acara: Mengawasi pelaksanaan acara mulai dari registrasi hingga penutupan acara. Menyusun jadwal pelatihan harian dan mengoordinasikan kegiatan secara Pengadaan Materi dan Perlengkapan: Mengidentifikasi materi pelatihan yang dibutuhkan dan mengkoordinasikan . Menyiapkan perlengkapan pelatihan, seperti perangkat lunak ArcGIS, komputer, dan perlengkapan presentasi lainnya. Promosi dan Registrasi Peserta: Membuat strategi promosi yang efektif untuk menarik peserta, termasuk pembuatan poster, distribusi selebaran, dan penggunaan media sosial. Mengelola proses registrasi peserta, termasuk pendaftaran, pengumpulan informasi, dan konfirmasi kehadiran. PIC Viktor Suryan (Ketu. Direstu Amalia (Anggot. Virma Septiani (Anggot. Minulya Eska Nugraha (Anggot. Evandri Silitonga (Anggot. Adha Febriansyah (Anggot. Putu Wisnu Ardia (Anggot. Dalam rangka mencapai efektivitas pelatihan, tim pelaksana akan menggunakan berbagai metode pengajaran yang efektif. Ini termasuk penggunaan presentasi multimedia, sesi demonstrasi, praktik langsung menggunakan perangkat lunak ArcGIS, studi kasus, diskusi kelompok, dan tugas-tugas praktis. Setelah pelatihan selesai, tim pelaksana akan melaksanakan evaluasi untuk menilai efektivitas kegiatan pelatihan. Evaluasi akan mencakup penilaian terhadap pemahaman peserta tentang materi pelatihan, kemampuan mereka dalam menggunakan ArcGIS, serta keberlanjutan dan penerapan keterampilan yang diperoleh dalam konteks kehidupan nyata. Umpan balik dari peserta juga akan dikumpulkan untuk memperbaiki kegiatan pelatihan di masa mendatang. Hasil dari kegiatan pelatihan ini akan didiseminasi kepada masyarakat luas melalui berbagai media, seperti publikasi ilmiah, seminar, dan Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Diseminasi ini bertujuan untuk memperluas dampak dari pelatihan, dengan harapan dapat memotivasi masyarakat lain untuk meningkatkan keterampilan pemetaan dan penggunaan teknologi ArcGIS. Desain Kegiatan Identifikasi Sasaran Penyusunan Kurikulum Penentuan Lokasi dan Jadwal Diseminasi Hasil Evaluasi dan Umpan Balik Penentuan Metode Pengajaran Gambar 1. Alur Metode Pelaksanaan PkM HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan ArcGIS bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemetaan tingkat dasar di kalangan peserta, memperkenalkan mereka dengan alat pemetaan modern, serta memberikan pemahaman yang kuat tentang pentingnya pemetaan dalam berbagai aspek kehidupan seharihari. Dalam pelatihan ini, terdapat total 16 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa dan anggota masyarakat lokal yang tertarik dengan teknologi pemetaan. Partisipasi peserta dalam kegiatan ini sangat aktif, dengan antusiasme yang tinggi untuk belajar dan memahami konsep-konsep dasar ArcGIS seperti terlihat pada Gambar 2. Gambar 2. Partisipasi Kegiatan PkM Dari evaluasi yang dilakukan sebelum dan setelah pelatihan, terlihat peningkatan signifikan dalam keterampilan pemetaan peserta. Peserta pelatihan mampu mengoperasikan perangkat lunak ArcGIS dengan lebih percaya diri, menerapkan prinsip-prinsip dasar pemetaan, dan menghasilkan peta sederhana dengan menggunakan data spasial yang relevan. Peserta pelatihan berhasil memperoleh pemahaman yang baik tentang konsep dasar pemetaan, termasuk prinsip-prinsip dasar SIG (Sistem Informasi Geografi. , jenis-jenis peta, dan teknik dasar dalam pengolahan data spasial. Mereka juga dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut dengan aplikasi praktis dalam lingkungan sekitar mereka. Pengujian hipotesis pada pengabdian masyarakat ini digunakan model regresi linear berganda sebagai alat analisa, maka terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik. Dimana pengujian asumsi klasik bertujuan untuk melihat apakah model yang digunakan dalam Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 menganalisa data dan pengujian hipotesis pada pengabdian masyarakat ini sudah layak atau Model yang baik adalah model yang memenuhi asumsi klasik (Mukminin et al. , 2. Adapun asumsi yang harus dipenuhi tersebut adalah data berdistribusi normal, tidak terjadi hubungan sempurna antar sesama variabel . ebas dari masalah multikolinerita. , tidak terjadi kasus autokolerasi serta varian data harus homogen . ebas dari masalah heterokedastisita. Hasil pengujian asumsi klasik masing-masing dapat dilihat sebagai berikut : Uji Normalitas data Pengujian ini bertujuan untuk melihat apakah data yang digunakan mengikuti pola distribusi normal atau tidak (Quraisy, 2. Kerena model yang baik data harus mengikuti pola distribusi normal. Pengujian menggunakan one-sample kolmogorov smirnov. Jika pada tabel menunjukkan nilai probabilitas lebih besar dari 0,05, berarti bahwa data tersebut terdistribusi normal sedangkan jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka ini berarti data tersebut tidak terdistribusi normal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini. Tabel 2. Hasil Pengujian Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Unstandardized Residual Dari hasil pengolahan data pada Tabel 1 diatas diketahui nilai Asym-sig . -taile. untuk nilai probalitiasnya sebesar 0,200 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data tersebut terdistribusi normal. Hal ini berarti bahwa asumsi klasik pertama sudah terpenuhi dan model layak digunakan sebagai alat analisa data. Uji Heterokedastisitas Pengujian ini bertujuan untuk melihat varians data apakah mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Nahrisah & Imelda, 2. Data yang baik digunakan dalam Analisa linear berganda adalah data yang homoskesdastisitas atau tidak terjadi heteroskesdastitas. Hasil pengolahan data diperoleh pada Tabel 3 dibawah Tabel 3. Hasil Uji Heterokedastisitas Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Pre_Test Dependent Variable: abs_res Sig. Dari hasil pengolahan data diatas menunjukkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,390 > 005, maka tidak terjadi gejala heteroskedasitas. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Uji Linear Pengujian linear bertujuan untuk mengkonfirmasi apakah model memiliki hubungan linear antara dua variabel yang diidentifikasi secara teori sesuai atau tidak dengan hasil observasi yang ada (Daga & Pollii, 2. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Tabel 4. dibawah ini. Post_Test Pre_Test Table 4. Uji Linear ANOVA Table Sum of Squares Between (Combine. Groups Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Mean Square Sig. Dari hasil pengolahan data pada tabel diatas menunjukan hasil yang memiliki nilai signifikan 0,470 > 0,005, maka data bermodel linear. Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini terkait pre-test dan post-test terhadap pelatihan yang telah diberikan (Maskar et al. , 2. Hasil pengolahan data dapat dilihat pada Tabel 5 dibawah ini. Tabel 5. Uji Hipotesis Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta (Constan. Pre_Test Dependent Variable: Post_Test Sig. Ho : tidak dapat perbedan hasil pre tes terhadap post tes Ha : terdapat perbedaan hasil pre tes terhadap post tes Dari data diatas menunjukkan nilai signifikan 0,000 > 0,05 maka, hasil Ho ditolak dan Ha diterima. Maka dapat dismpulkan terdapat perbedaan hasil pre-test terhadap post test. Berdasarkan hasil pengujian asumsi klasik dengan uji normalitas nilai signifikan sebesar 0,200 > 0,005, maka data ini terdistribusi normal, sehingga dapat dikategorikan model yang baik. Pada Uji heteroskedastisitas memiliki nilai signifikan sebesar 0,390 > 0,05, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Dari hasil uji linear nilai signifikan 0,470 > 0,05, maka model memiliki hubungan linear antar dua variabel yang diidentifikasi. Dan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan perbedaan hasil pre-test dan post-test dari nilai signifikan sebesar 0,000 > 0,05. Sewagati Dharma: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat https://jurnalpoltekbangjayapura. id/index. php/sewagatidharma Vol. No. Juni 2025 Gambar 3. Evaluasi Kegiatan Pelatihan Arcgis KESIMPULAN Pelatihan ArcGIS memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta, terutama dalam hal meningkatkan keterampilan teknis yang relevan dengan pemetaan. Kemampuan baru ini memberi mereka keunggulan dalam memahami lingkungan sekitar, memetakan area pertanian, dan mengelola informasi geografis untuk keperluan pengambilan keputusan yang lebih baik. Dengan peningkatan keterampilan pemetaan di kalangan peserta, diharapkan akan ada dampak positif yang signifikan bagi masyarakat secara keseluruhan. Misalnya, petani dapat mengoptimalkan penanaman tanaman berdasarkan analisis peta, sementara lembaga pemerintah setempat dapat memanfaatkan data pemetaan untuk perencanaan pembangunan yang lebih efektif. Meskipun pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan pemetaan dasar, masih ada tantangan yang perlu diatasi, termasuk ketersediaan sumber daya terbatas dan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi penerapan pemetaan dalam sektor-sektor Namun demikian, pelatihan ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut, kolaborasi antar sektor, dan integrasi pemetaan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Melihat banyaknya minat dan manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, maka bisa menjadi pertimbangan untuk diadakan workshop yang berkelanjutan sehingga dapat memperdalam kemampuan pada bidang pengolahan data pemetaan berbasis aplikasi. REFERENSI