MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENUNGGAKAN PEMBAYARAN IURAN BPJS KESEHATAN MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI Factors Related To The Fee Payment Arrears BPJS Health Self Health Work In The City Abeli Kendari Abrizal Hasyim1. Muh. Idrus2. Sartini Rizky3 Program Studi Kesehatan Masyarakat Stikes Mandala Waluya Kendari . amanajoan@gmail. com, 082197795. ABSTRAK Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan menetapkan kewajiban membayar iuran yang harus di ikuti masyarakat guna mendapatkan jaminan kesehatan. Namun seiring berjalannya waktu banyak peserta BPJS yang menunggak membayar iuran BPJS-nya. Pada bulan juni 2018 terdapat 711 jiwa yang masih menunggak pembayaran iuran BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktorfaktor yang berhubungan dengan penunggakaan pembayaran iuran BPJS kesehatan Mandiri di Puskesmas Abeli Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional study. Populasi adalah seluruh peserta BPJS yang menunggak di Puskesmas Abeli Kota Kendari sebanyak Jumlah sampel sebanyak 88 responden. Penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil uji statistik pada tingkat signifikasi = 0,05, diperoleh hasil ada hubungan cukup kuat antara pengetahuan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS . -value = 0,. , ada hubungan cukup kuat antara pendapatan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS . -value = 0,. , ada hubungan cukup kuat antara presepsi dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS . -value = 0,. Kesimpulan menunjukkan bahwa penunggakan pembayaran iuran BPJS berhubungan dengan semua variabel penelitian. Olehnya itu disarankan perlu adanya sosialisasi dari pihak BPJS agar peserta lebih memahami tentang BPJS sehingga dalam pembayaran iuran peserta BPJS tidak Kata Kunci : Penunggakan Pembayaran Iuran BPJS. Pengetahuan. Pendapatan. Presepsi ABSTRACT Health Security Agency establishes the obligation to pay dues that must be followed in order to get health insurance society. But over time many participants BPJS is delinquent paying his dues BPJS. In June 2018 there were 711 souls who are still in arrears dues BPJS. This study aims to determine the factors associated with health BPJS arrears dues payments Independent in Puskesmas Abeli Kendari. This research is an analytic study with cross sectional study. The population is all participants are in arrears in the health center BPJS Abeli Kendari as 711. Total sample of 88 This study using Chi-square test. The results of statistical tests at the significance level = 0. 05, the result is no strong enough relationship between knowledge and dues payment arrears BPJS . -value = 0. , there is a strong enough correlation between income with payment arrears dues BPJS . Value-= 0. , there is a strong enough correlation between the perception of the arrears payment of dues BPJS . -value = The conclusion showed that the non-payment of dues BPJS in touch with all the variables. him that suggested need for socialization of the BPJS that participants understand more about BPJS resulting in the payment of contributions of participants BPJS not delinquent. Keywords : Patient services BPJS satisfaction. Service speed. Service attitude. Drug availability MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Secara nasional, jumlah peserta PENDAHULUAN BPJS Kesehatan Tahun 2016 adalah 163 juta sejahtera dari tubuh, jiwa serta social yang jiwa dari 255 juta jiwa penduduk Indonesia. sangat memungkinkan setiap individu hidup BPJS Kesehatan harus memahami kebutuhan produktif dengan cara social serta ekonomis. Dalam dilayaninya dalam menentukan cara yang Kesehatan paling efektif menyelenggarakan pelayanan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan jaminan kesehatan, dimana badan tersebut kesehatan berdasarkan UU terbagi dua yakni harus memberikan mutu pelayanan yang baik Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan agar dapat tercapainya kepuasan pelayanan untuk masyarakat yang miskin atau keluarga Di Indonesia telah didirikan suatu Badan Jaminan Penyelenggara Kesehatan Organisasi Peserta BPJS Jaminan Sosial Kesehatan Daerah yang telah terintegrasi ke Dunia dalam program BPJS Penerima Bantuan Iuran Kesehatan mengembangkan jaminan kesehatan untuk (PBI). Dalam aturan program BPJS untuk merupakan badan hukum yang dibentuk untuk pembayaran premi diwajibkan paling lambat menyelenggarakan program kesehatan. BPJS Kesehatan Terjadinya Kesehatan adalah hak asasi manusia tunggakan karena tidak adanya mental gotong dan unsur kesejahteraan yang harus di royong dalam hal iuran. Ini dikarenakan wujudkan sesuai cita-cita bangsa Indonesia kebanyakan peserta yang mendaftarkan diri di sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan BPJS Kesehatan adalah peserta dengan resiko Pembukaan UUD 1945. Untuk mewujudkan sakit didepan mata. Seperti peserta yanh butuh komitmen global setiap Negara mengemban Universal Health Converage (UHC) bagi Penyaki. dengan biaya mahal. Peserta seperti ini antusias dalam mendaftarkan kepesertaan BPJS (Riwayat bertanggung jawab atas pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Badan pengobatan kesehatan di lalui, peserta pun penyelenggara Jaminan Sosial telah diatur avuh terhadap kewajiban pembayaran iuran. dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun Menurut data dari Dinas Kesehatan 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2017 Sosial (BPJS). diketahui jumlah pengguna BPJS mandiri baru Selama mencapai 65%. Dan dari Dinas Kesehatan program JKN, belum seluruhnya masyarakat Provinsi Indonesia terlindungi JKN. Hal ini dapat menunjukkan Kota Kendari pencapaian target baru dapat 68%. Menurut hasil laporan dari BPJS Sulawesi Tenggara MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Dinas Kesehatan Kota Kendari salah satu di tahun 2017. Jumlah anggota BPJS Mandiri Kecamatan yang masih rendah peserta BPJS yang tercatat untuk Wilayah Kecamatan Abeli mandiri Kecamatan Abeli dari kuota yang tersedia jika dibandingkan dengan Kecamatan pembayaran iuran BPJS periode 3 bulan Lain terakhir adalah pada bulan April 2018 terdapat Kecamatan Kecamatan Nambo. Kemaraya Data 469 jiwa . ,4%) mengalami keterlambatan Berdasarkan hasil survey awal di pembayaran, pada bulan Mei terdapat 342 jiwa . ,4%), dan meningkat drastis bulan juni kepesertaan BPJS Mandiri adalah kepesertaan 2018 masih terdapat 711 jiwa . ,9%) yang yang sifatnya tergantung dari kemauan sendiri masih menunggak pembayaran. Ada beberapa dalam hal membayar iuran. Dalam hal ini faktor yang mempengaruhi keteraturan dalam membayar iuran jaminan kesehatan. Faktor Wilayah Puskesmas Abeli terhadap rasa ingin dan mau membayar peserta unuk terus dan patuh membayar iuran. Kondisi membayar iuran BPJS secara teratur dapat di ekonomi masyarakat yang semakin rendah Pengetahua, pendapatan, pengeluaran rata-rata kemampuan peserta untuk tidak membayar perbulan, kemampuan membayar iuran, serta iuran BPJS Mandiri. Sebaliknya, berdasarkan kemauan dalam membayar iuran. Dalam hasil wawancara dengan peserta BPJS Mandiri mengatakan bahwa mereka akan membayar kemampuan dalam membayar JKN tidak iuran ketika sudah mengalami sakit baru diteliti karena ketika telah telah menjadi mereka mengurus dan membayar iuran BPJS, peserta JKN maka seseorang telah mampu dan kemudian proses administrasi dan pembayaran mau untuk membayar iuran, maka peneliti ke Bank yang dirasa peserta sangat berbelit- belit, masalah selanjutnya yang dihadapi penelitian ini yaitu pengetahuan, pendapatan peserta mengenai masalah pembayaran iuran yang dirasa oleh peserta sangat memberatkan pembayaran iuran BPJS Mandiri di Wilayah bagi mereka. Kerja Puskesmas Abeli. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti maka di dapatkan data METODE PENELITIAN bahwa kunjungan pasien BPJS pada periode Jenis penelitian ini adalah penelitian April 2018 berjumlah 376 pasien, menurun analitik dengan rancangan cross sectional dari periode Februari jumlah pasien BPJS Januari berjumlah 477 pasien BPJS. Selain itu, dependen dan independen yakni hubungan cakupan BPJS mandiri tahun 2017 adalah antara Penunggakan Pembayaran Iuran BPJS 66,2% yang masih belum mencapai target 75% Mandiri dengan pengetahuan, pendapatan dan MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 persepsi dan penelitian yang dilakukan pada HASIL PENELITIAN Hasil penelitian Tabel 1 menunjukkan Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan bahwa dari 88 responden kelompok umur November Tahun 2018 yang bertempat di terbanyak yaitu kelompok umur terbanyak Wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari. pada kelompok umur > 40 tahun sebanyak 39 Populasi dalam Penelitian ini adalah seluruh responden . ,3%) dan terkecil kelompok seluruh peserta BPJS yang menunggak di umur 26 - 30 tahun yaitu 3 responden . ,4%). wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari Untuk berjumlah 711 jiwa, dan sampel dalam menunjukkan bahwa pendidikan terbanyak penelitian ini sebanyak 88 responden dengan yaitu SMA sebanyak 38 responden . ,2%) metode pengambilan sampel menggunakan dan terkecil SD yaitu 2 responden . ,3%). simple random sampling. Intrumen atau alat Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah yaitu Wiraswasta sebanyak 47 responden Uji e- ISSN: 2622-7762 menggunakan uji Chi squre. bahwa pekerjaan terbanyak . ,4%) dan terkecil wiraswasta dan ibu rumah tangga yaitu 8 responden . ,1%). Tabel 1. Karakteristis Responden Berdasarkan Umur. Pendidikan dan Pekerjaan di ,Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari Karakteristik Umur >40 Total Pendidikan SMP SMA Diploma Perguruan Tinggi Total Pekerjaan Wiraswasta Pedagang Nelayan/Pelaut Ibu Rumah Tangga Total Sumber : Data primer 2018 n . Hasil penelitian Tabel 2 menunjukkan bahwa responden, yang tidak menunggak sebanyak 8 dari 88 responden . %), responden yang . ,1%) responden dan menunggak sebanyak pengetahuan kurang sebanyak 48 . ,5%) 40 . ,5%). Sedangkan responden yang MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 pengetahuan cukup sebanyak 40 . ,5%) responden, yang menunggak sebanyak 46 responden, yang tidak menunggak 26 . ,6%) . ,3%) responden dan tidak menunggak . ,9%) sebanyak 12 . ,6%). Sedangkan responden Berdasarkan hasil uji statistik Chi- yang pendapatan cukup sebanyak 30 . ,1%) Square diperoleh nilai p value atau signifikan responden, yang menunggak sebanyak adalah 0,000 dan = 0,05. Nilai p lebih kecil . ,1%) dari ( p < 0,05 ), maka hipotesis yang . ,0%) responden. Berdasarkan hasil uji berarti bahwa H0 ditolak atau H1 di terima statistik Chi-Square diperoleh nilai p value atau signifikan adalah 0,000 dan = 0,05. penunggakan pembayaran iuran BPJS dengan Nilai p lebih kecil dari ( p < 0,05 ), maka pengetahuan responden di Puskesmas Abeli hipotesis yang berarti bahwa H0 ditolak atau Kota Kendari tahun 2018. H1 di terima yang berarti ada hubungan antara dan tidak menunggak sebanyak 22 Hasil penelitian Tabel 2 menunjukkan penunggakan pembayaran iuran BPJS dengan bahwa dari 88 responden . %), responden pendapatan responden di Puskesmas Abeli yang pendapatan kurang sebanyak 58 . ,9%) Kota Kendari tahun 2018. Tabel 2. Hubungan Penunggakan pembayaran iuran BPJS dengan pengetahuan, pendapatan, persepsi di Puskesmas Abeli Tahun 2018 Variabel Penunggakan Pembayaran Iuran BPJS Tidak Menunggak Total Menunggak (%) (%) (%) Pengetahuan Kurang Cukup Penghasilan Kurang Cukup Persepsi Cukup Kurang Sumber : Data Primer 2018 Uji Statistik = 0,05 p-Value = 0,000 = 0,05 p-Value = 0,000 = 0,05 p-Value = 0,000 Hasil penelitian Tabel 2 menunjukkan bahwa menunggak sebanyak 32 . ,4%) dan tidak dari 88 responden . %), responden yang menunggak sebanyak 6 . ,8%) presepsi baik sebanyak 50 . ,8%) responden. Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square . ,0%) diperoleh nilai p value atau signifikan adalah responden dan tidak menunggak sebanyak 28 0,000 dan = 0,05. Nilai p lebih kecil dari ( . ,8%). Sedangkan responden yang presepsi p < 0,05 ), maka hipotesis yang berarti kurang sebanyak 38 . ,2%) responden, yang H0 ditolak atau H1 di terima yang MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 berarti ada hubungan antara penunggakan pembayaran iuran BPJS dengan presepsi kesehatan yang layak, yang tidak menunggak responden di Puskesmas Abeli Kota Kendari sebanyak 26 responden . ,5%). Hal ini disebabkan karena responden mendapatkan dukungan dan motivasi dari tetangga untuk PEMBAHASAN rutin membayar iuran tepat waktu serta Pengetahuan pendapatan tergolong cukup. kekayaan mental secara langsung atau tidak Berdasarkan langsung turut memperkaya kehidupan kita, diperoleh hasil, p ( 0,000 ) lebih kecil dari ( p < 0,05 ), maka hipotesis yang berarti sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan. Menurut berarti ada hubungan antara penunggakan Notoatmodjo . , bahwa pengetahuan yang pembayaran iuran BPJS dengan pengetahuan cukup tentang JKN berpengaruh terhadap di Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2018. perilaku kepesertaan masyarakat dalam JKN. Apabila H0 ditolak atau H1 di terima yang Penelitian penelitian yang dilakukan oleh Nopiyani tentang JKN maka akan berdampak pada sikap . yang mengatakan bahwa terdapat masyarakat terhadap program tersebut. hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Hasil penelitian menunjukkan bahwa JKN dengan kepatuhan membayar, semakin tinggi pengetahuan JKN maka semakin besar pengetahuan Kurang sebanyak 48 responden kepatuhan dalam membayar iuran. 8 Namun, . ,5%), yang menunggak pembayaran iuran hasil penelitian ini tidak sejalan dengan sebanyak 40 responden . ,5%) hal ini penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi . yang menyebut bahwa responden memiliki responden yang masih kurang serta ada tingkat pengetahuan cukup namun tidak patuh responden yang mengatakan sering lupa membayar iuran BPJS mandiri dikarenakan membayar iuran, yang tidak menunggak faktor seperti masih banyak responden yang . %) . ,1%) BPJS Kesehatan, disebabkan karena responden sadar pentingnya kurangnya dukungan dari keluarga, dan dalam membayar iuran untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang layak. Sedangkan responden Kesehatan belum efektif. yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak BPJS Pendapatan adalah penghasilan yang 40 responden . ,5%), yang menunggak sebanyak 14 responden . ,9%) hal ini pendapatan perkapita daerah. Teori oleh Kertayasa membayar iuran BPJS, karena dengan rutin MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 Persepsi adalah bagian dari penilaian Semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin tinggi kesadaran masyarakat dalam kebutuhan yang memungkinkan untuk mencari berasuransi dan membayar iuran. pengobatan yang dapat terwujud di dalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 88 responden . %) kategori pendapatan cukup sebanyak 30 responden . ,1%), yang merupakan dasar dan stimulus langsung untuk menunggak pembayaran iuran sebanyak 8 menggunakan pelayanan kesehatan. Presepsi ,1%) adalah tindakan menyusun, mengenali, dan hal ini disebabkan karena karena Dengan lain kebutuhan pengetahuan responden yang masih kurang memahami fungsi jaminan kesehatan, serta ada responden yang mengatakan sering lupa tentang lingkungan. Persepsi meliputi semua membayar iuran, yang tidak menunggak sinyal dalam sistem saraf, yang merupakan hasil dari stimulasi fisik atau kimia dari organ 22 responden . ,0%) hal ini disebabkan karena responden sadar pentingnya membayar iuran untuk mendapatkan jaminan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan yang layak serta pendapatan yang dari 88 responden . %) kategori presepsi baik sebanyak 50 responden . ,8%), yang memiliki pendapatan kurang sebanyak 58 menunggak pembayaran iuran sebanyak 22 responden . ,0%) hal ini disebabkan karena sebanyak 46 responden . ,3%) hal karena karena pengetahuan responden yang masih responden menyatakan karena pendapatan kurang memahami fungsi jaminan kesehatan, yang tidak menunggak sebanyak 28 responden keterlambatan membayar iuran BPJS, yang . ,8%) hal ini disebabkan karena responden tidak menunggak sebanyak 12 responden sadar pentingnya membayar iuran untuk . ,6%) responden. Hal ini disebabkan karena mendapatkan jaminan kesehatan yang layak Sedangkan . ,9%), pas-pasan motivasi dari anggota keluarga yang paham mengenai jaminan kesehatan, serta pendapatan yang mencukupi. Sedangkan responden yang Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil, p ( 0,000 ) lebih kecil dari ( p < 0,05 ), maka hipotesis yang berarti sebanyak 32 responden . ,4%) hal karena H0 ditolak atau H1 di terima yang presepsi responden yang beranggapan tetap berarti ada hubungan antara penunggakan bisa mendapat jaminan kesehatan dari badan pembayaran iuran BPJS dengan pendapatan di Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2018. membayar tunggakan, yang tidak menunggak . ,2%), . ,8%). Hal MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 disebabkan karena responden mendapatkan Kendari. Ada hubungan cukup kuat antara dukungan dan motivasi dari anggota keluarga presepsi dengan Penunggakan pembayaran yang paham mengenai aturan mendapatkan iuran BPJS di wilayah kerja Puskesmas Abeli jaminan kesehatan serta pendapatan yang Kota Kendari. Berdasarkan kesimpulan dari hasil Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada beberapa saran diperoleh hasil, p ( 0,000 ) lebih kecil dari ( dalam penelitian ini yakni. Untuk pihak BPJS p < 0,05 ), maka hipotesis yang berarti kesehatan untuk memberikan sosialisasi atau H0 ditolak atau H1 di terima yang informasi kepada peserta BPJS agar peserta berarti ada hubungan antara penunggakan memahami tentang program BPJS serta aturan pembayaran iuran BPJS dengan presepsi di dan kewajiban peserta BPJS. Untuk pihak Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2018. Puskesmas Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian pelayanan dan melayani tanpa membedakan yang dilakukan oleh Rismawati . yang pasien BPJS dan Non-BPJS. Untuk penelitian menunjukkan bahwa persepsi mempunyai hubungan yang bermakna dengan kepatuhan penelitian lanjut terkait dengan masalah membayar iuran BPJS mandiri di wilayah penunggakan pembayaran iuran BPJS dengan kerja Puskesmas Batalaiworu. Namun tidak menggunakan variabel lain. Peneliti sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi . yang dilihat dari hasil uji Chi UCAPAN TERIMA KASIH Square menunjukkan tidak ada hubungan yang Penulis menyampaikan dengan penuh rasa signifikan antara persepsi dengan kepatuhan hormat, mengucapkan terima kasih yang tidak membayar iuran BPJS mandiri. Ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya penulis sampaikan pula pada pihak Yayasan KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan pada penelitian tentang faktorfaktor yang berhubungan dengan penunggakan pembayaran iuran BPJS kesehatan mandiri di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari, maka dapat disimpulkan Ada hubungan cukup kuat antara pengetahuan dengan Penunggakan pembayaran iuran BPJS di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari. Ada Mandala Waluya memberikan kesempatan kepada kami dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggu khususnya dibidang pendidikan. Pihak yang terkait hal ini masyarakat peserta BPJS Mandiri yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari terima kasih atas ketersediaan waktu dan lokasi selama penelitian, dan seluruh pihak atas motivasi dan hubungan cukup kuat antara pendepatan dengan Penunggakan pembayaran iuran BPJS di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota MIRACLE Journal of Public Health. Vol 2. No. 1 Juni 2019 e- ISSN: 2622-7762 DAFTAR PUSTAKA