The Influence Of Communication. Motivation. Work Environment On Employee Morale At Pt Indako Trading Coy Pengaruh Komunikasi. Motivasi. Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada Pt Indako Trading Coy Yoshua Andre T Solin . Annisa Sanny . 1,2,)Universitas Pembangunan Panca Budi Email: . yoshuasolin0211@gmail. com ,. annisasanny@pancabudi. ARTICLE HISTORY Received . April 2. Revised . May 2. Accepted . May 2. KEYWORDS Communication. Motivation. Work Environment On Work Enthusiasm. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Ketika meningkatkan kinerja karyawan, kompetensi yang optimal sangat diperlukan. Semangat kerja berperan dominan sebab biasanya Semangat kerja berhubungan langsung pada kemampuan dasar individu dalam menjalankan suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komunikasi, motivasi, lingkungan kerja terhadap semangat kerja karyawan pada PT Indako Trading Coy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pada penelitian ini, populasi sebanyak 37 karyawan PT Indako Trading Coy Cabang Makmur. Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,791 atau sebesar 79,1%. Dengan demikian nilai tersebut berarti bahwa variabel komunikasi, motivasi, lingkungan kerja memberikan kontribusi pengaruh sebesar 15,8% terhadap semangat kerja sedangkan sisanya yaitu sebesar 20,9% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. ABSTRACT When improving employee performance, optimal competence is essential. Work enthusiasm plays a dominant role because usually Work enthusiasm is directly related to the basic abilities of individuals in carrying out a job. This study aims to determine the effect of communication, motivation, work environment on employee work enthusiasm at PT Indako Trading Coy. This study uses a quantitative approach with a survey method. In this study, the population was 37 employees of PT Indako Trading Coy. Makmur Branch. Based on the results obtained above, it can be seen that the coefficient of determination (R. value is 0. 791 or 79. Thus, this value means that the variables of communication, motivation, work environment contribute an influence 8% on work enthusiasm while the remaining 20. 9% is influenced by other variables not discussed in this study. PENDAHULUAN Perusahaan yang ingin berkembang pesat tentu menuntut kompetensi yang semakin berkembang pula sehingga hal tersebut menjadi tanggung jawab baru bagi para karyawan tentunya harus ada semangat kerja untuk memberikan kualifikasi yang terbaik dalam diri karyawan. (Yusuf,2. Semangat kerja para karyawan di lokasi kerja pada beragam tingkatan memiliki beberapa tujuan diantaranya yaitu untuk mengidentifikasi tipe pengetahuan serta keterampilan apa yang dibutuhkan seseorang dalam menjalankan tugasnya sehingga mampu memenuhi standar kualitas profesionalisme dalam bekerja. Semangat kerja bisa membantu perusahaan agar mampu menyesuaikan diri terhadap segala transformasi yang berlangsung. Semangat kerja juga mempermudah penyelarasan kinerja beserta nilai organisasi yang ada. Ketika meningkatkan kinerja karyawan, kompetensi yang optimal sangat diperlukan. Semangat kerja berperan dominan sebab biasanya Semangat kerja berhubungan langsung pada kemampuan dasar individu dalam menjalankan suatu pekerjaan. Motivasi dalam bekerja sangat penting bagi karyawan karena berpengaruh terhadap kelancaran pelaksanaan tugas. Karyawan yang bekerja dengan antusias cenderung berupaya menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien. Menurut Priharti, et al. , semangat kerja mencerminkan kondisi mental atau sikap individu serta kelompok tenaga kerja yang menimbulkan rasa kepuasan mendalam, mendorong mereka untuk bekerja lebih giat dan konsisten dalam mencapai target yang ditetapkan Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi semangat kerja dan berperan dalam Menurut Ruhayu . , semangat kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor utama, seperti lingkungan kerja yang mendukung motivasi, nilai-nilai organisasi, komunikasi yang efektif, budaya positif, kompensasi yang adil, manfaat yang memadai, serta gaya kepemimpinan yang inklusif. Dalam penelitian ini, variabel yang dikaji meliputi komunikasi, motivasi, dan lingkungan kerja. Faktor pertama yang mempengaruhi semangat kerja adalah komunikasi. Komunikasi dalam organisasi sangat dibutuhkan agar dalam organisasi dapat mencapai tujuan yang diinginkan oleh setiap Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 251 Ae 262 | 251 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 anggota dalam organisasi. Setiap interaksi dalam organisasi umumnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi informasi dan memahami kebutuhan serta kekurangan yang ada dalam organisasi. Komunikasi dalam organisasi dapat dilihat dari berbagai perspektif, yaitu pertama, antara atasan dan kedua, antara sesama karyawan. dan ketiga, antara karyawan dan atasan. Komunikasi yang diterapkan untuk mencapai tujuan organisasi berfungsi sebagai proses yang memungkinkan anggota organisasi bertukar informasi, di mana individu menyampaikan stimulus verbal untuk mempengaruhi perilaku orang lain, terutama dalam mendukung tugas dan pekerjaan guna mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi. (Artarini et al. , 2. Efektivitas komunikasi organisasi dapat diukur melalui kualitas pelayanan yang diberikan oleh karyawan, yang tercermin dari respons pelanggan atau pengunjung. Mengingat pentingnya komunikasi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, setiap atasan perlu membangun komunikasi yang efektif. Faktor lain yang berperan dalam meningkatkan semangat kerja adalah motivasi. Motivasi kerja dapat diartikan sebagai pendorong atau penggerak yang menumbuhkan semangat serta mampu mengarahkan perilaku individu menuju perubahan yang lebih positif. Dalam konteks pekerjaan, motivasi mencakup berbagai upaya untuk memberikan dorongan dan semangat kepada karyawan dalam menjalankan tugasnya. (Adinda et al. , 2. Sumber motivasi kerja karyawan bisa berasal dari dalam diri individu, yang sering disebut dengan motivasi internal dan motivasi eksternal yang timbul karena adanya pengaruh-pengaruh dari luar untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Motivasi kerja mencerminkan kedisiplinan dalam melaksanakan tugas, mendorong karyawan untuk lebih tekun, teliti, serta bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya. Dengan adanya motivasi ini, karyawan diharapkan dapat menyelesaikan tugas sesuai dengan program kerja yang telah ditetapkan serta mematuhi aturan yang berlaku. Hal tersebut pada akhirnya menghasilkan output kerja dengan kualitas dan kuantitas yang memuaskan. Salah satu faktor yang memengaruhi semangat kerja adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang kondusif akan menciptakan rasa aman dan mendukung karyawan untuk bekerja secara optimal. Faktor ini berpengaruh terhadap emosi karyawan, di mana jika mereka merasa nyaman dengan lingkungan kerja, mereka akan lebih termotivasi dalam menjalankan tugasnya. Pemanfaatan waktu kerja yang baik dan sikap optimis akan berdampak positif terhadap pencapaian kinerja karyawan. Lingkungan kerja mencakup hubungan antar karyawan, baik dengan sesama rekan kerja maupun antara atasan dan bawahan, serta aspek fisik dan nonfisik. Lingkungan fisik yang mendukung dapat meningkatkan semangat kerja, sehingga karyawan dapat bekerja dengan perasaan senang dan penuh semangat, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kinerja. LANDASAN TEORI Semangat Kerja Menurut Rosita et al . , semangat kerja adalah kecocokan seseorang yang mendorong individu bersikap positif tentang pekerjaan mereka dan yang mereka capai. Kemudian, menurut Seto et al . , semangat kerja adalah unsur penting guna mencapai produktivitas yang memperhatikan dimensi penting seperti gaji yang sesuai dengan pekerjaan karyawan, kebutuhan karyawan, dan penempatan karyawan pada posisi yang tepat. Selanjutnya, menurut Nitiseto dalam Simangunsong et al . , indikasi-indikasi menurunnya semangat kerja karyawan tersebut antara lain sebagai berikut: Rendahnya produktivitas kerja Tingkat absensi yang naik dan tinggi. Labour turn over atau tingkat perpindahan karyawan yang tinggi. Tingkat kerusakan yang meningkat. Kegelisahan dimana-mana. Tuntutan yang sering terjadi Pemogokan Komunikasi Menurut Roskina et al. , komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator . kepada komunikan . melalui berbagai saluran, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan menghasilkan dampak tertentu sesuai keinginan komunikator. Sementara itu. Qosidah et al. mendefinisikan komunikasi sebagai proses di mana individu, kelompok, organisasi, atau masyarakat menciptakan dan memanfaatkan informasi untuk berinteraksi dengan lingkungan serta orang lain. Selain itu. Morissan . mengemukakan bahwa komunikasi berperan sebagai sarana penyampaian informasi, metode yang digunakan anggota kelompok untuk mengidentifikasi serta memperbaiki kesalahan, dan sebagai alat persuasi. 252 | Yoshua Andre T Solin. Annisa Sanny. The Influence Of Communication. MotivationA Kemudian menurut Suryanata & Laksemana dalam Mansyur, et al . indikator komunikasi organisasi terdiri dari : . Kepercayaan . Pembuatan keputusan bersama, . Kejujuran, . Keterbukaan terhadap komunikasi ke bawah , . Mendengarkan dalam komunikasi ke atas, . Perhatian pada tujuantujuan berkinerja tinggi. Motivasi Menurut Stanford dalam Sehuddin et al. , motivasi merupakan keadaan yang mendorong manusia menuju suatu tujuan tertentu. Sementara menurut McCormick dalam Febriyanti . Motivasi kerja dapat diartikan sebagai suatu kondisi yang memengaruhi individu dalam membangkitkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku yang berkaitan dengan lingkungan kerja. Menurut Robbins . alam Kambey & Manengkey, 2. , motivasi kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya yang berkontribusi pada kepuasan kerja. Kemudian. Christian. , & Kurniawan. juga menguraikan indikator-indikator motivasi kerja sebagai berikut : Fisiologis atau kebutuhan fisik Keamanan Sosial Penghargaan Aktualisasi diri Lingkungan Kerja Lingkungan kerja merupakan elemen yang mengelilingi pekerja dan berpengaruh terhadap kinerja mereka, termasuk suhu, tingkat kelembapan, sirkulasi udara, pencahayaan, tingkat kebisingan, kebersihan area kerja, serta kelengkapan fasilitas kerja Jufri dan Zikriati Mahyani . Menurut Simanjuntak dalam Mustika et al. Lingkungan kerja merujuk pada seluruh sarana, peralatan, serta kondisi di sekitar tempat bekerja, termasuk metode kerja dan dampaknya terhadap individu maupun kelompok dalam menjalankan tugasnya. Menurut Majid & Faizah . , lingkungan kerja merupakan lokasi di mana karyawan melaksanakan aktivitas kerja mereka sehari-hari. Menurut Yuliantini. , & Santoso. , indikator lingkungan kerja fisik mencakup pencahayaan, sirkulasi udara, tingkat kebisingan, pemilihan warna, kelembaban udara, serta ketersediaan fasilitas. Sementara itu, indikator lingkungan kerja nonfisik meliputi perhatian dan dukungan dari pimpinan, kerja sama antar kelompok, serta kelancaran komunikasi. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Untuk uji analisis instrumen penelitian digunakan uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik, sedangkan untuk uji analisis statistik dan analisis hubungan dan pengaruh digunakan korelasi pearson product moment, koefisien determinasi, regresi linear berganda, dan uji hipotesis yang diolah dengan menggunakan SPSS versi 27. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik responden yang pertama kali dihitung adalah jenis kelamin responden. Data responden terkait jenis kelaminnya ditunjukkan pada Tabel 1. Berikut Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah . Laki-laki Perempuan Berdasarkan tabel di atas, hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah responden berjenis kelamin laki-laki lebih dominan daripada responden berjenis kelamin perempuan. Hasil analisis terkait jenis kelamin responden juga dapat dilihat lebih jelas pada diagram pie di bawah ini. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 251 Ae 262 | 253 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Gambar 1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Data yang diperoleh berdasarkan diagram pie di atas menunjukkan bahwa dari 37 responden yang dianalisis, di antaranya terdapat 46% perempuan dari jumlah keseluruhan responden. Sedangkan jumlah responden laki-laki adalah 54% orang dari jumlah keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT Indako Trading Coy dominan laki-laki. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Karakteristik responden selanjutnya yang dihitung adalah pendidikan terakhir responden. Data responden terkait pendidikan terakhir ditunjukkan pada Tabel Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tingkat Pendidikan Jumlah . SMA S-1 Berdasarkan tabel di atas, hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah responden dengan tamatan SMA lebih dominan daripada responden tamatan S1. Hasil analisis terkait pendidikan terakhir responden juga dapat dilihat lebih jelas pada diagram pie di bawah ini. Gambar 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Data yang diperoleh berdasarkan diagram pie di atas menunjukkan bahwa dari 37 responden yang dianalisis, di antaranya terdapat 49% tamatan S1 dari jumlah keseluruhan responden. Sedangkan 51% 254 | Yoshua Andre T Solin. Annisa Sanny. The Influence Of Communication. MotivationA tamatan SMA dari jumlah keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT Indako Trading Coy dominan tamatan SMA. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Karakteristik responden yang pertama kali dihitung adalah usia responden. Data responden terkait usia ditunjukkan pada Tabel. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia 18-25 tahun 26-33 tahun >33 tahun Jumlah . Berdasarkan tabel di atas, hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah responden usia 18-25 tahun lebih dominan daripada responden yang berusia diatas 25 tahun dan diatas 33 tahun. Hasil analisis terkait usia responden juga dapat dilihat lebih jelas pada diagram pie di bawah ini. Gambar 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Data yang diperoleh berdasarkan diagram pie di atas menunjukkan bahwa dari 37 responden yang dianalisis, di antaranya terdapat 54% berusia 18-25 tahun dari jumlah keseluruhan responden, 30% berusia 26-33 tahun dan 16% berusia >33 tahun. Maka dapat disimpulkan bahwa karyawan PT Indako Trading Coy dominan berusia 18-25 tahun. Uji Normalitas Untuk megetahui apakah suatu data terdistribusi secara normal atau tidak, dapat dilakukan dengan pengujian normalitas menggunakan one sample kolmogorov-smirnov test pada residual persamaan dengan kriteria pengujian jika probability value > 0,05 maka data terdistrbusi normal dan jika probability value <0,05 maka data terdistribusi tidak normal. Tabel 4. Uji Normalitas Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 251 Ae 262 | 255 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Berdasarkan tabel diatas, besarnya nilai asymp. sig adalah 0,200 dan signifikansi pada 0,000. Karena hasil signifikansi sebesar 0,200 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa distribusi data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Kemudian, untuk melihat apakah data dan model yang digunakan berdistribusi normal atau tidak dapat dilihat dengan menganalisis grafik p-plot dari variabel penelitian. Untuk melakukan uji normalitas ini dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 27. Gambar 4 Uji Normalitas Pada gambar di atas menunjukkan bahwa titik-titik menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data yang diperoleh berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat hubungan antara variabel bebas dalam penelitian. Model regresi yang baik adalah ketika tidak terjadi korelasi antar variabel bebas yaitu ketika Tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF lebih kecil dari 0. Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS 27. 0, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 5. Uji Multikolinearitas Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Tolerance untuk X1,X2,X3 adalah 0. 492, 0. 222 >0,1 dan serta nilai VIF 2. 033, 3. 434, 4. 496 <10. Hal ini berarti bahwa variabel X1,X2,X3 tidak saling memiliki hubungan. 256 | Yoshua Andre T Solin. Annisa Sanny. The Influence Of Communication. MotivationA Uji Heteroskedastisitas Heteroskedastisitas menunjukkan terjadinya perbedaan varians . antara residual satu pengamatan dengan pengamatan lain. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas digunakan scatter plot antara ZPRED dan SRESID. Jika titik-titik pada scatter plot tidak membentuk pola tertentu, serta menyebar di atas dan di bawah angka nol sumbu Y, maka tidak ada heteroskedastisitas dalam model Berikut adalah scatter plot yang dihasilkan model regresi: Gambar 5 Heteroskedastisitas Gambar diatas menunjukkan bahwa titik-titik pada scatter plot tidak membentuk pola tertentu, serta menyebar di atas dan di bawah angka nol sumbu Y, sehingga disimpulkan tidak ada heteroskedastisitas dalam model regresi. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat. Model analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh komunikasi, motivasi, lingkungan kerja terhadap semangat kerja. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 27. sebagai berikut: Tabel 6. Uji Regresi Linear Berganda Dari hasil pengolahan data pada tabel di atas, maka model persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 e Y = 5. 557 0,256 X1 0,274 X2 0,545 A. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 251 Ae 262 | 257 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Nilai konstanta sebesar 5. 557 menyatakan bahwa apabila komunikasi, motivasi, lingkungan diasumsikan nol maka semangat kerja adalah 5. Koefisien regresi komunikasi . sebesar 0,256 menyatakan bahwa setiap penambahan atau peningkatan komunikasi sebesar 1% maka akan meningkatkan semangat kerja sebanyak 0,256. Namun sebaliknya, jika setiap nilai komunikasi turun 1% maka semangat kerja akan mengalami penurunan sebanyak 0,256 dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap. Selanjutnya, koefisien regresi motivasi . sebanyak 0,274 menyatakan bahwa setiap penambahan atau peningkatan motivasi sebesar 1% maka akan meningkatkan semangat kerja sebanyak 0,274. Namun sebaliknya, jika setiap nilai motivasi turun 1% maka semangat kerja akan mengalami penurunan sebanyak 0,274 dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap. Lalu, koefisien regresi lingkungan kerja . sebanyak 0,545 menyatakan bahwa setiap penambahan atau peningkatan lingkungan kerja sebesar 1% maka akan meningkatkan semangat kerja sebanyak 0,545. Namun sebaliknya, jika setiap nilai lingkungan kerja turun 1% maka semangat kerja akan mengalami penurunan sebanyak 0,545 dengan asumsi variabel bebas lainnya bernilai tetap. Uji Parsial (Uji . Uji hipotesis secara parsial . dilakukan untuk mengetahui pengaruh komunikasi, motivasi, lingkungan kerja terhadap semangat kerja secara parsial. Dengan kriteria jika thitung>ttabel dengan taraf sig < 0,05 maka hipotesis diterima, dan sebaliknya jika thitung0,05 maka hipotesis ditolak. Untuk mencari nilai ttabel digunakan rumus df = n Ae k dimana n = 37 dan k = 4, sehingga df = 37 Ae 4 = 33 pada taraf signifikan = 5%. Dari perhitungan ini maka ttabel sebesar 1,69. Adapun hasil analisis uji t dengan program SPSS 27. 0 diperoleh hasil pada tabel berikut: Tabel 7 Uji T Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji t untuk variabel komunikasi (X. menunjukkan nilai thitung sebesar 2,199 dan nilai signifikansi 0,03. Dengan demikian thitung>ttabel . ,199 >1. dan nilai signifikansi pada taraf = 5% adalah 0,03<0,05. Maka berdasarkan kriteria pengujian hipotesis secara parsial bahwa hipotesis pertama diterima yang berarti ada pengaruh positif dan signifikan antara komunikasi (X. terhadap semangat kerja karyawan PT Indako Trading Coy. Selanjutnya, hasil uji t untuk variabel motivasi (X. menunjukkan nilai thitung sebesar 2,596 dan nilai signifikansi 0,014. Dengan demikian thitung>ttabel . ,596 < 1. dan nilai signifikansi pada taraf = 5% adalah 0,014<0,05. Maka berdasarkan kriteria pengujian hipotesis secara parsial bahwa hipotesis kedua diterima yang berarti ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi (X. terhadap semangat kerja karyawan PT Indako Trading Coy. Lalu, hasil uji t untuk variabel lingkungan kerja (X. menunjukkan nilai thitung sebesar 2,067 dan nilai signifikansi 0,014. Dengan demikian thitung>ttabel . ,067< 1. dan nilai signifikansi pada taraf = 5% adalah 0,047<0,05. Maka berdasarkan kriteria pengujian hipotesis secara parsial bahwa hipotesis ketiga diterima yang berarti ada pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan kerja (X. terhadap semangat kerja karyawan PT Indako Trading Coy Uji Simultan (Uji F) Uji hipotesis secara simultan . ji F) dilakukan untuk mengetahui apakah variabel komunikasi, motivasi, lingkungan kerja terhadap semangat kerja. Pengujian hipotesis ini dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel dengan ketentuan jika Fhitung>Ftabel atau nilai sig<0,05 maka hipotesis keempat diterima dan sebaliknya jika Fhitung0,05 maka 258 | Yoshua Andre T Solin. Annisa Sanny. The Influence Of Communication. MotivationA hipotesis ditolak. Untuk mencari Ftabel digunakan rumus df . dan df . dengan ketentuan df . = K Ae 1 dan df . = n Ae K, sehingga df . = 3 dan df . = 37 Ae 4 = 33. Dari perhitungan ini maka dapat diketahui Ftabel dalam penelitian ini adalah sebesar 2,892. Adapun hasil analisis uji F dengan program SPSS 27. diperoleh hasil pada tabel berikut: Tabel 8 Uji F Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas diketahui bahwa hasil uji F menunjukkan nilai Fhitung 748 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dengan demikian, artinya Fhitung>Ftabel . 748 >2,. dan nilai signifikansi pada taraf = 5% adalah 0,000<0,05. Hal ini berarti bahwa hipotesis keempat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara komunikasi, motivasi, lingkungan kerja terhadap semangat kerja. Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan atau kontribusi pengaruh variabel komunikasi, motivasi, lingkungan kerja terhadap semangat kerja. Dengan menggunakan bantuan program SPSS 27. 0 untuk menghitung kontribusi pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap variabel Y dengan melihat besarnya nilai koefisien determinasi tersebut dapat dilihat pada tabel Tabel 9. Uji Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R . sebesar 0,791 atau sebesar 79,1%. Dengan demikian nilai tersebut berarti bahwa variabel komunikasi, motivasi, lingkungan kerja memberikan kontribusi pengaruh sebesar 15,8% terhadap semangat kerja sedangkan sisanya yaitu sebesar 20,9% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Komunikasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT Indako Trading Coy Komunikasi yang efektif memegang peranan penting dalam membentuk moral karyawan yang pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja individu. Penelitian oleh Nugroho. , & Wahjoedi. menegaskan bahwa komunikasi yang mengutamakan inklusi dan keberagaman dapat menciptakan moral kerja yang kuat. Komunikasi yang terbuka dan transparan antara manajemen dan karyawan, sebagaimana disorot oleh Nugroho. , & Wahjoedi. , dapat membangun rasa percaya dan keterlibatan yang tinggi. Nugroho. , & Wahjoedi. menyoroti bahwa komunikasi yang mendukung dan membangun hubungan interpersonal yang kuat dapat merangsang gairah dan kreativitas. Kesesuaian antara nilai-nilai organisasi dan komunikasi yang efektif juga diidentifikasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan moral kerja. Meningkatnya moral kerja kemudian bertindak sebagai mediator yang signifikan dalam menghubungkan komunikasi positif dengan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 May 2025 page: 251 Ae 262 | 259 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi terbuka antara manajemen dan karyawan dapat meningkatkan kepercayaan dan kesejahteraan di tempat kerja, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan semangat individu. Pengaruh Motivasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT Indako Trading Coy Motivasi kerja merupakan keseluruhan proses pemberian dorongan kepada karyawan agar bersedia bekerja dan menghasilkan output yang maksimal (Siskayanti & Sanica, 2. Organisasi akan berhasil mencapai tujuan utamanya apabila karyawannya melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan pekerjaan dan tanggung jawabnya masing-masin. Karyawan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Dorongan tersebut dibutuhkan dan diberikan secara langsung untuk mengembangkan potensi karyawan. Semangat kerja juga dapat timbul dengan adanya motivasi baik dari dalam diri sendiri maupun dari atasan untuk mendorong dan meningkatkan semangat kerja karyawan. Oleh karena setiap karyawan harus memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, maka mereka harus bekerja secara optimal. Dengan adanya motivasi kerja tersebut, maka karyawan dapat bekerja secara optimal. Motivasi sangat penting dalam organisasi karena apabila motivasi yang tinggi maka akan tinggi pula kinerja karyawan, begitu pula sebaliknya. Pimpinan perusahaan harus bersikap persuasif agar setiap karyawan dapat bekerja sama dan selalu bersemangat dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya sehingga tujuan dari perusahaan tempatnya bekerja dapat tercapai (Erita et al. , 2. Pemberian motivasi dari pimpinan kepada karyawan merupakan langkah penting untuk meningkatkan semangat kerja karyawan. Semakin banyak orang yang memiliki semangat kerja tinggi, maka perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain, dan pendapatan perusahaan akan meningkat, sehingga meningkatkan perekonomian Indonesia (Chien et al. , 2. Dengan hal tersebut, perusahaan dapat lebih memahami peran penting motivasi bagi karyawan agar dapat bekerja lebih optimal untuk menyelesaikan setiap pekerjaan meskipun karyawan bekerja dari rumah. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT Indako Trading Coy Menurut Zhenjing, et al . Karyawan menghabiskan banyak waktu di tempat kerja, dan lingkungan kerja mereka berdampak pada kinerja mereka secara terintegrasi. Karyawan yang puas dengan lingkungan kerja mereka lebih mungkin memiliki hasil kerja yang positif. Sebuah studi sebelumnya telah mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang membentuk lingkungan tempat kerja menunjukkan dampaknya pada kinerja karyawan. Mereka juga mengusulkan agar studi masa depan tentang hubungan semacam ini yang mengacu pada lingkungan tempat kerja dan evaluasi kinerja dapat Istilah Auiklim yang menarikAy atau Ausuasana yang mendukungAy mengacu pada situasi yang menarik orang dan memotivasi mereka untuk bekerja dengan memberi mereka kemungkinan untuk Pekerja lebih bersedia untuk mengintegrasikan penggunaan keterampilan, kemampuan, dan pengetahuan mereka yang luar biasa untuk mencapai kesuksesan di lingkungan tempat kerja yang ramah dan mendukung. Karyawan akan termotivasi karena sejumlah alasan untuk mencapai kinerja dan produktivitas yang optimal di dalam perusahaan. motivasi tersebut dapat bersifat endogen atau eksogen. Pengaruh Komunikasi. Motivasi. Lingkungan Kerja Terhadap Semangat Kerja Karyawan Pada PT Indako Trading Coy Karyawan yang bekerja dengan antusias cenderung berupaya menyelesaikan tugasnya secara efektif dan efisien. Menurut Priharti, et al. , semangat kerja mencerminkan kondisi mental atau sikap individu serta kelompok tenaga kerja yang menimbulkan rasa kepuasan mendalam, mendorong mereka untuk bekerja lebih giat dan konsisten dalam mencapai target yang ditetapkan perusahaan. Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi semangat kerja dan berperan dalam meningkatkannya. Menurut Ruhayu . , semangat kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor utama, seperti lingkungan kerja yang mendukung motivasi, nilai-nilai organisasi, komunikasi yang efektif, budaya positif, kompensasi yang adil, manfaat yang memadai, serta gaya kepemimpinan yang inklusif. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil yang diperoleh di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (R . sebesar 0,791 atau sebesar 79,1%. Dengan demikian nilai tersebut berarti bahwa variabel komunikasi, motivasi, lingkungan kerja memberikan kontribusi pengaruh sebesar 15,8% terhadap semangat kerja sedangkan sisanya yaitu sebesar 20,9% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. 260 | Yoshua Andre T Solin. Annisa Sanny. The Influence Of Communication. MotivationA DAFTAR PUSTAKA