Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Doi: 10. 30868/ad. E-ISSN: 2614-8838 P-ISSN: 2356-1866 ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF HALAL LABELING AND DIGITAL SELLING ON PURCHASE INTENTION FOR HALAL COSMETICS ANALISIS PENGARUH LABELISASI HALAL DAN DIGITAL SELLING TERHADAP MINAT BELI KOSMETIK HALAL Novrita Dewi Yanti1. Darwanto2 1Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam Universitas Diponegoro Dosen Tetap Prodi Ekonomi Islam Universitas Diponegoro undip@gmail. ekis@gmail. ABSTRACT Today the awareness to use halal products continues to increase, including halal This is because the demand to consume halal products is also an absolute necessity for Muslim consumers, including the consumption of cosmetics. In addition, in consuming cosmetics, purchasing cosmetics is also an appreciation that must be done to support local entrepreneurs. This study aims to determine which variables influence consumer buying interest. The population in this study were Muslim students at Diponegoro University Semarang who had bought or used halal cosmetic products with a purposive sampling technique. The type of data used is primary data with online questionnaires via google form and secondary data with references from past The analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results of the analysis show that the variable brand, brand ambassador, digital selling has a partial influence on buying interest. However, product quality and halal labeling have no influence on consumer buying interest in cosmetics. Simultaneously, all independent variables have an influence on purchase intention. Keywords: brands, brand ambassador, digital selling, halal labeling, product quality, purchase intention of halal cosmetics customers. ABSTRAK Dewasa ini kesadaran untuk menggunakan produk halal terus meningkat, tidak terkecuali terhadap kosmetik halal. Hal ini dikarenakan tuntutan untuk mengkonsumsi produk halal juga merupakan hal yang mutlak bagi konsumen beragama Islam termasuk dalam pengkonsumsian kosmetik Selain itu, dalam mengkonsumsi kosmetik, melakukan pembelian terhadap kosmetik lokal juga merupakan sebuah apresiasi yang harus dilakukan untuk mendukung pengusaha lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel manakah yang menjadi pengaruh minat beli konsumen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi muslim Universitas Diponegoro Semarang yang pernah membeli maupun menggunakan produk kosmetik halal dengan teknik purposive Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner online melalui google form dan data sekunder dengan referensi peneliti masa lampau. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel merek, brand ambassador, digital selling memiliki pengaruh secara parsial terhadap minat beli. Namun kualitas produk dan labelisasi halal tidak memiliki pengaruh terhadap minat beli konsumen kosmetik. Secara simultan, seluruh variabel independen memiliki pengaruh terhadap minat beli. Kata kunci: brand ambassador, digital selling, kualitas produk, labelisasi halal, merek, minat beli pelanggan kosmetik halal A. PENDAHULUAN Nuraini industri kosmetik untuk terus meningkat Maftukhah dari tahun ketahun. Hal ini dipicu karena menyatakan bahwa kebutuhan terbagi atas kebutuhan primer dan sekunder, masyarakat terhadap produk kecantikan, namun tidak bisa dipungkiri bahwa saat ini kebutuhan untuk tampil cantik melalui kosmetik dapat berkembang pada pasar nasional maupun pada pasar dunia. Oleh karena itu produsen kosmetik dalam setelah makanan dan minuman. Disadari negeri dituntut dapat memenuhi selera atau tidak, dalam sehari-hari kehidupan konsumen jika tidak ingin kalah bersaing perempuan tidak bisa terlepas dari dengan produk impor. Produk perawatan tubuh ini Namun, pada kenyataannya produk perempuan mulai dari bangun tidur penurunan peminat yang menyebabkan sampai menjelang tidur, sebab sudah penyebaran kosmetik lokal di Indonesia timbul kesadaran untuk lebih peduli pada pada tahun 2020 terjadi penurunan. Pada Banyak perempuan yang tahun 2020 terdapat tingkat penyebaran kosmetik lokal berada pada angka penampilan harian tanpa polesan dari 56,23% lebih rendah dibanding tahun 2019 sebesar 64,36%. Tabel 1. Penyebaran Produk Kosmetik di Indonesia Tahun Jumlah Sumber: BPOM, 2020 Perkembangan Persentase 0,00% 12,70% 61,42% 64,36% 56,23% bermunculan merek kosmetik yang baru sehingga menimbulkan persaingan usaha yang semakin ketat dan memaksa para pelaku bisnis untuk bisa selalu servive. Indonesia merupakan salah satu Perusahaan yang bergerak pada industri pasar produk kosmetik yang cukup potensial dan menjanjikan bagi para meningkatkan inovasi pada produknya produsen yang ingin berkembang dalam agar kebutuhan akan kosmetik terpenuhi. Kemeterian Persaingan tidak hanya terjadi antara Perindustrian menargetkan pertumbuhan perusahaan kosmetik lokal saja, namun juga dan dikonsumsi oleh manusia sesuai perusahaan kosmetik luar. Badan Pusat menurut syariat dalam Islam. Halal Statistik merupakan suatu hal yang diizinkan atau perusahaan kosmetik lokal kalah saing yang tidak dilarang oleh syarak. Kata halal sendiripun mungkin tidak akan kosmetik impor. Tahun 2020 pada asing bagi kita terutama bagi umat triwulan pertama, nilai impor pada Namun, pada kebanyakan orang industri kosmetik menembus angka 4,44 beranggapan bahwa halal hanya bisa dikaitkan dengan produk makanan atau sebesar 15,2% dari tahun sebelumnya minuman saja. Menginjak era modern yang hanya sebesar 8,12% pada 21,9 pada saat ini, ternyata banyak istilah yang Tidak mengherankan bahwa mengaitkan dengan kata halal, seperti pariwisata, kosmetik, fasyen dan lain . berbondong-bondong untuk masuk ke sebagai gaya hidup halal atau halal Indonesia sebab jumlah segmen pasar yang juga tidak main-main banyaknya Saat dan menjadi daya tarik tersendiri bagi menjadi salah satu faktor penting dalam para industri kosmetik luar berbagai aspek kehidupan seperti gaya Badan Pusat Statistik Konsumsi mengeluarkan data penduduk Indonesia masyarakat terhadap kosmetik dapat beragama Islam mencapai 209,12 juta jiwa dengan persentase sebesar 87% dari industri kosmetik. Dalam memutuskan Hal Indonesia pembelian kosmetik, biasanya konsumen akan mempertimbangkan beberapa faktor kehidupan masyarakat Indonesia yang telah banyak dikenal dan diterapkan Berbagai cara dilakukan produsen dalam khususnya umat Islam serta mampu upaya pemilihan produk yang sesuai menjadi suatu solusi oleh perusahaan lokal dalam persaingan yang terjadi. konsumen tertarik dengan produk yang Halal diperuntukkan bagi segala diproduksi sehingga merasa butuh untuk sesuatu yang baik serta bersih dimakan kemudian mengkonsumsinya. Salah satu cara yang harus dilakukan waktu dan biaya dari sisi konsumen oleh banyak perusahaan agar produk maupun produsen. yang diproduksi dapat dikenal adalah dengan memperkenalkan produk ke LANDASAN TEORI khalayak umum. Hal ini ditujukan supaya Teori Perilaku Konsumen dapat menghasilkan pendapatan yang Dharmmesta pada tahun 2000 yang Melakukan suatu komunikasi dikutip oleh Nasir . menyatakan pemasaran dengan meminta dukungan para selebriti untuk menjadi brand individu yang secara langsung terlibat ambassador atau bisa disebut model dalam mendapatkan dan mempergunakan iklan produk adalah cara yang mumpuni. Stephani et al . mengatakan keputusan pada persiapan dan penentuan Dalam jembatan untuk mengenalkan produk dari suatu perusahaan kepada masyarakat luas pertimbangan yang berbeda dengan dan akan berdampak kepada terjadinya kebutuhan yang dibutuhkan, hal inilah peningkatan penjualan produk terkait. yang bisa disebut sebagai perilaku Apalagi jika para selebritis yang menjadi brand ambasador tersebut memiliki perusahaan perlu memahami perilaku image dan kredibilitas yang baik pasti dari konsumen sasaran terkait hal apasaja Sebagai masyarakat yang mengetahui promosi juga akan tertarik untuk mengetahui pembelian kepada suatu produk maupun produk tersebut lebih lanjut. Bahkan pada era modern sekarang, bukan hanya Subianto promosi yang bisa dilakukan pada media pemahaman terhadap perilaku konsumen sosial, tetapi transakti jual beli produk merupakan pekerjaan yang sulit dan juga bisa dilaksanakan dan dapat disebut variabel yang mempengaruhi perilaku menambah ketertarikan calon konsumen masing-masing terhadap produk dan mampu menghemat terhadap minat beli. Hal ini akan menjadi memproduksi barang dengan melakukan Hal ini bertujuan agar manfaat pertimbangan sesuai perilaku konsumen kosmetik tersebut bisa tercapai. Bukan yang berbeda-beda tersebut untuk meraih keuntungan dan mampu bersaing dengan ditimbulkan oleh kosmetik, namun harus memperhatikan keamaan yang sesuai kepuasan konsumen akan terbentuk. standar yang terlepas dari zat berbahaya. Memperhatikan perilaku konsumen Rahman et al. pada penelitian adalah suatu hal yang sangat penting menemukan hubungan positif antara pengetahuan dan sikap terhadap produk perusahaan yang memperhatikan iitu makanan halal, hasil ini menandakan akan dapat mempengaruhi konsumen bahwa konsumen lebih memperhatikan agar bersedia membeli barang atau jasa produk makanan halal daripada produk kosmetik halal. Namun. Shahid et. Dengan . menyatakan bahwa kosmetik juga Produk Kosmetik Halal Produk merupakan suatu barang atau jasa yang dibuat untuk menambah nilai guna bagi benda tersebut dan menjadi Kesimpulan nilai akhir dari suatu kegiatan produksi. pengaruh positif terhadap keputusan Sedangkan kosmetik merupakan suatu pembelian warga India yang menjadi bahan yang digunakan manusia terutama objek penelitiannya. Hal ini disebabkan bagi wanita untuk melindungi kesehatan dan mempercantik kulit yang digunakan mayoritas untuk mengkonsumsi apapun pada bagian tubuh bagian luar. Dapat kebutuhan berlabel halal. Oleh sebab itu, disimpulkan bahwa produk kosmetik perlu diketahui aspek apasajakah yang merupakan barang atau jasa yang dibuat dari bahan pilihan guna melindungi serta konsumen terhadap kosmetik. mempercantik penampilan kulit manusia yang digunakan pada tubuh bagian luar. Merek Kaswengi et. menyatakan Sebelum menggunakan kosmetik, didalamnya harus diperhatikan agar tidak menggunakan atau tidak menggunakan menimbulkan masalah kulit dikemudian produk tersebut. Konsep merek haruslah memiliki ekuitas yang tinggi karena jika merek tersebut mewakili konsep diri konsep ekuitas merek tinggi, akan yang dimiliki oleh konsumen. Sehingga mendapatkan pangsa pasar yang lebih merek dipercaya dapat mempengaruhi tinggi, manfaat dan nilai yang lebih minat beli konsumen. Oleh karena itu, banyak, serta harga bisa menjadi lebih peneliti mengembangkan satu hipotesis: Hipotesis 1: Diduga merek mampu mempengaruhi minat beli konsumen terhadap kosmetik secara parsial kualitas yang baik. Perusahaan industri kosmetik yang memiliki nilai ekuitas merek tinggi akan mampu bertahan lebih Kualitas produk merupakan sesuatu yang menjadi pertimbangan konsumen berkelanjutan dikarenakan banyaknya sebelum membeli produk. Anggraini minat beli pelanggan terhadap merek . berpendapat bahwa kualitas yang ditawarkan. Guthrie produk adalah suatu kondisi penilaian . dari sebuah barang sesuai dengan standar penelitiannya menyatakan bahwa merek ukur yang telah ditetapkan oleh badan merupakan suatu yang sangat penting pengawas obat dan makanan. Jika dalam industri kosmetik karena merek kualitas sesuai dengan standar yang merupakan simbol yang sangat berkaitan ditetapkan, maka produk tersebut akan langsung dengan pelanggan sehingga dinilai semakin baik dan dapat dipercaya dapat mempertahankan eksistensi dan kualitas pada produk. Wardana . Saputra berpendapat kualitas produk merupakan suatu hal yang penting bagi konsumen namun juga dapat dipengaruhi oleh faktor menyatakan minat beli konsumen tidak Kualitas Produk dalam menentukan pemilihan produk. Perusahaan menganalisa suatu produk melalui faktor- faktor eksternal yang mempengaruhinya salah satunya faktor merek tertentu. Perusahaan yang membuat merek pada Hal dikarenakan semakin puas konsumen produknya akan mengasosiasikan merek dalam mengkonsumsi suatu produk maka dengan kepribadian manusia. Tujuannya konsumen akan bertahan pada produk agar dapat menarik konsumen lebih tersebut dalam jangka waktu yang lama. banyak sebab konsumen beranggapan Dengan kata lain, perusahaan yang tersebut membuat Indonesia mampu memiliki produk tersebut dapat memiliki untuk melakukan konsep halal dalam mempertahankan usaha dari produk yang sewajarnya menempatkan produk halal produsen ciptakan. Kualitas produk sebagai suatu hal yang penting dalam Konsep halal dinilai bisa keputusan pembelian akan membawa meningkatkan minat beli konsumen dampak yang baik untuk perusahaan produk kosmetik. Hal ini dikarena produk dalam menarik minat beli konsumen. yang telah memiliki labelisasi halal Oleh dipercaya aman dan tidak dikhawatirkan mengembangkan satu hipotesis : menimbulkan masalah kulit dikemudian Hipotesis 2 : Diduga kualitas produk mampu mempengaruhi minat beli konsumen terhadap kosmetik secara dinilai Oleh karena itu, peneliti mengembangkan satu hipotesis : Hipotesis 3 : Diduga labelisasi halal mampu mempengaruhi minat beli konsumen terhadap kosmetik secara Labelisasi Halal Syahputra & Hamoraon adalah pencantuman pernyataan halal Brand Ambassador Septya menunjukkan produk yang dimaksud berstatus sebagai produk yang halal. memperkenalkan suatu produk agar dapat Label halal adalah suatu apresiasi yang dikenal kalangan luas melalui sosial diberikan kepada produk yang telah media digital yang dimilikinya seperti memenuhi kriteria halal menurut ajaran instagram, facebook bahkan youtube. agama Islam. Perusahaan yang telah Brand ambassador merupakan salah satu mencantumkan label halal di kemasan faktor yang dapat menentukan minat beli produk mereka berarti telah melewati penggunaan brand ambassador pun tidak dilakukan oleh MUI. Oleh dapat sembarangan. Penduduk Indonesia beragama Islam Dalam menarik minat beli calon mencapai 209,12 juta jiwa dengan konsumen, perusahaan akan mencari brand ambassador yang dinilai memiliki populasi penduduk (BPS, 2. Data image yang baik, jika image yang dimiliki selebritis yang menjadi brand produk yang dapat disebut sebagai digital mempengaruhi minat beli para konsumen Hal penting yang harus dilakukan sebab tidak sukanya terhadap bintang sebelum jual beli produk pada media iklan produk yang bersangkutan. Oleh digital adalah menginput informasi yang karena itu, penelitian memiliki hipotesis: yang menarik serta lengkap sesuai Hipotesis 4 : Diduga brand ambassador mampu mempengaruhi minat beli konsumen kosmetik secara parsial dengan yang dibutuhkan konsumen. Tujuannya agar produk yang ditawarkan dapat dikenal oleh calon konsumen. Oleh Digital Selling Tresnawati Prasetyo karena itu jual beli secara digital dinilai . efektif dengan berbagai manfaat yang menyatakan bahwa pemasaran modern ditimbulkan oleh media digital. Salah satunya adalah produk yang dijual teknologi internet dapat disebut dengan melalui digital dapat dikenal lebih dalam digital marketing. Digital marketing industri atau pembisnis, diantaranya untuk promosi bisa lebih diminimalisir setelah mengetahui informasinya. Oleh mengakses segmen pasar yang lebih luas. sebab itu, peneliti memiliki hipotesis : Digital marketing dapat dikembangkan Hipotesis 5 : Diduga digital selling mampu mempengaruhi minat beli konsumen kosmetik secara parsial melalui sosial media marketing dan video Namun meningkatkan minat beli konsumen dan kegiatan melalui digital dapat terhadap produk serta semakin yakin berdampak pada biaya yang dikeluarkan perkembangan zaman sekarang, digital Minat Beli yang dapat mengakses lingkup sangat Minat luas akan disayangkan jika media digital tersebut hanya dimanfaatkan untuk media membeli produk atau jasa dari sebuah Dalam mengkonsumsi sesuatu, dimanfaatkan untuk hal yang lebih terlebih dahulu konsumen membuat keputusan mengenai produk yang akan Salah dimanfaatkan untuk media jual beli pembelian bahan konsumsi tersebut. Kusumawardani . Metode penelitian ini adalah purposive sampling bahwa minat beli konsumen timbul menggunakan 100 orang dengan kategori setelah merasa tertarik dan merasa cocok sesuai hingga akhirnya berujung kepada Universitas Diponegoro yang beragama Islam dan merupakan konsumen yang Pengambilan keputusan merupakan suatu pernah membeli maupun mengunakan pemecahan masalah karena konsumen memiliki target yang ingin dicapai dalam digunakan adalah data primer dengan pemenuhan kepuasannya. Berdasarkan penyebaran kuesioner melalui google hipotesis secara parsial, peneliti memiliki form serta data sekunder melaui studi hipotesis secara simultan : literatur jurnal terdahulu, internet, buku. Hipotesis 6 : Diduga merek, kualitas ambassador, digital selling mampu mempengaruhi minat beli konsumen secara simultan Penelitian Pengukuran Jenis skala interval likert 1-10 dengan teknik agree-disagree dan diuji menggunakan aplikasi SPSS statistics 23. Adapun METODE PENELITIAN tujuannya adalah untuk mempermudah Ridha . variabel penelitian responden dalam memilih rating yang merupakan suatu atribut, nilai atau sifat diinginkan dengan tepat sasaran dan lebih dari objek individu atau kegiatan yang Analisis data yang digunakan adalah antara satu variabel dengan lainnya yang uji intrumen data berupa uji validitas dan telah ditentukan oleh peneliti untuk uji reliabilitas. Uji asumsi klasik berupa dipelajari informasi dan bisa ditarik Variabel dependen yang Metode analisis data digunakan dalam penelitian ini yaitu yang digunakan untuk menguji hipotesis minat beli pelanggan kosmetik halal. adalah menggunakan metode analisis Sedangkan variabel independen pada regresi linear berganda, uji T dan uji F. penelitian ini adalah merek, kualitas Teknik analisanya sebagai berikut : Y = a 1. X1 2. X2 3. X3 4. ambassador, digital selling pada produk 5. X5 e kosmetik halal. 1 = Koefisien regresi merek 2 = Koefisien regresi kualitas produk 3 = Koefisien regresi labelisasi halal 4 = Koefisien regresi brand ambassador 5 = Koefisien regresi digital selling e = Standard Error Keterangan : Y = Minat beli a = Konstanta X1 = Variabel Merek X2 = Variabel Kualitas Produk X3 = Variabel Labelisasi Halal X4 = Variabel Brand Ambassador X5 = Variabel Digital Selling KERANGKA PEMIKIRAN Merek (X. (Marwati et al. ,merek, 2. (Tjahyadi, 2. Loyalitas merek Kesadaran Asosiasi merek. Marwati et. ,Tjahyadi . Kualitas Produk (X. Informasi bahan produk, 2. Daya tahan produk, (Asmara, 2. (Prabowo. Kesesuaian dengan spesifikasi. Estetika Asmara . Prabowo . Minat Beli (Y) Pengenalan masalah. Pencarian informasi. Keinginan mengkonsumsi,Keman (Syahnaz & tapan produk Arifuddin et. Syahnaz & Wahyuno . Labelisasi Halal (X. Pemahaman label halal. Kesadaran label, (Bulan, 2. (Syahputra & Hamoraon. Pertimbangan memilih produk Wahyuno. Keyakinan2. proses& bahan produk labelisasi halal Bulan . Syahputra & Hamoraon . Brand Ambassador (X. Popularitas selebritis. Keahlian promosi. Daya (Prasetyo, 2. (Septya, 2. Kekuatan dalam menarik konsumen Prasetyo . Septya . Digital Selling (X. (Arifuddin et al. , 2. (Liesander et al. , 2. Online communities. Interaksi. Sharing of contents. Accesibility Arifuddin et. Liesander et. al, . PEMBAHASAN Gambaran Penelitian Umum penting untuk perawatan wajah dan tubuh Objek oleh manusia terutama oleh perempuan. Pernyataan ini dibuktikan oleh data Kosmetik merupakan suatu barang yang dibuat dari bahan pilihan guna pada industri kosmetik di Indonesia. penampilan manusia pada tubuh bagian Kebutuhan . peningkatan sebesar 9,76% per tahunnya melindungi kulit dan mempercantik Berpengaruh secara parsial Berpengaruh Kenaikan ini mengindikasikan bahwa produk kosmetik merupakan barang yang mampu menjadi daya tarik konsumen dan kosmetik halal yang pernah digunakan atau dibeli, pendapatan atau uang saku perindustian Indonesia terkhusus pada perbulan responden dan pengeluaran industri kosmetik. responden untuk kosmetik perbulan. Saat ini produk kosmetik yang Analisis Indeks Jawaban beredarpun sudah mulai merangkup pada Analisis ini menggunakan analisis gaya hidup halal yang dapat disebut deskriptif indeks dengan pengukuran dengan kosmetik halal. Kosmetik halal menggunakan skala interval dengan adalah sesuatu yang telah memenuhi persyaratan halal dan bahan baku yang ukuran 1 . angat tidak setuj. hingga 10 baik serta aman menurut standar halal . angat setuj. untuk semua variabel Majelis Ulama Indonesia. Ferdinand . hasil hitung agree-disagree Dalam memenuhi kebutuhannya, rentang nilai, skor tertinggi yang akan seseorang akan memilih produk yang diperoleh berada pada angka 100% dan dapat memberikan kepuasan tertinggi skor terendah pada angka 10% dengan terhadap dirinya. Berbagai aspek dapat rentang 90%. Persentase skor ini muncul membeli kosmetik. Pertimbangan dapat berasal dari merek kosmetik, kualitas dikonvensi dalam bentuk persentase 10 maupun pertimbangan terhadap kosmetik hingga 100 persen. Penentuan interval halal dengan tidak. Bintang iklan produk kelas menggunakan kriteria tiga kotak dan cara pemasaran dan penjualan (Three Box Metho. , maka rentang 90 akan dibagi 3 dan menghasilkan rentang pertimbangan konsumen itu sendiri. 00 yang akan digunakan Gambaran Umum Responden sebagai dasar interpretasi nilai indeks Responden penelitian adalah 100 masing masing kelas dengan hasil sebagai berikut : Universitas 01,00 Ae 40,00 = Kategori rendah Diponegoro dengan kriteria penelitian 40,01 Ae 70,00 = Kategori sedang responden beragama Islam dan pernah 70,01 Ae 100,0 = Kategori tinggi membeli atau menggunakan kosmetik Identitas Hasil pengukuran indeks jawaban variabel penelitian yang ditunjukkan fakultas responden, usia responden, tabel 2 menghasilkan kesimpulan bahwa variabel Penelitian labelisasi halal, digital selling dan minat pengujian variabel dengan menggunakan beli berada pada kategori kelas tinggi, uji instrumen data berupa uji validitas dan sedangkan variabel brand ambassador reliabilitas serta uji asumsi klasik berupa berada pada kategori kelas sedang. uji normalitas. Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 2 berikut : Hasil Pengujian Penelitian Tabel 2. Hasil Uji Instrumen Data dan Asumsi Klasik Penelitian Variabel Indek Ratarata 87,70 87,55 Uji Validita R Hitung Merek Valid Kualitas Valid Labelisasi 89,90 Valid Brand 63,40 Valid Digital 88,43 Valid Minat beli 84,25 Valid Sumber : Data primer yang diolah, 2020 Tabel 2 dapat dilihat Uji Reliabilita CronbachAo s Alpha 0,672 0,600 Uji Multikolinearitas Uji Heteros Toleranc 0,716 0,561 VIF Sig 1,398 1,781 0,475 0,986 0,866 0,616 1,624 0,492 0,945 0,867 1,153 0,086 0,826 0,767 1,304 0,864 0,803 pada uji instrumen data dan uji asumsi klasik instrumen data bahwa seluruh indikator sehingga layak untuk diteliti. Analisis Regresi Linear Berganda penelitian valid dan reliabel. Sedangkan Bentuk persamaan regresi yang pada uji asumsi klasik menunjukkan data dapat ditulis dari hasil uji kedalam bentuk berdistribusi normal dan memenuhi Coefficients Beta sebagai berikut : disimpulkan seluruh variabel lolos uji Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model Constant Merek Kualitas Produk Labelisasi Halal Brand Ambassador Standardized Coefficients 0,232 0,014 0,131 0,368 Uji t (Parsia. Sig 0,400 3,467 0,001 0,180 0,858 1,813 0,073 6,066 0,000 Standardized Digital Selling 0,493 7,639 Sumber : Data Primer yang diolah, 2020 Y= 0,232 . X1 0,014 . X2 0,131 . 0,000 peningkatan, maka tingkat minat 0,368 . X4 0,493 . Keterangan : idak Y = Minat Beli X1 = Variabel Merek X2 = Variabel Kualitas Produk X3 = Variabel Labelisasi Halal X4 = Variabel Brand Ambassador X5 = Variabel Digital Selling Koefisien regresi pada variabel Persamaan koefisen regresi di atas yang artinya jika faktor brand (X. berpengaruh positif sebesar 0,368 ambassador terjadi peningkatan, dapat disimpulkan sebagai berikut : Koefisien regresi pada variabel maka tingkat minat beli kosmetik merek (X. berpengaruh positif halal akan meningkat, dengan sebesar 0,232 yang artinya jika asumsi variabel lain tetap . idak faktor merek terjadi peningkatan, maka tingkat minat beli kosmetik Koefisien regresi pada variabel halal akan meningkat, dengan digital selling (X. berpengaruh asumsi variabel lain tetap . idak positif sebesar 0,493 yang artinya jika faktor digital selling terjadi peningkatan, maka tingkat minat Koefisien regresi pada variabel kualitas produk (X. berpengaruh positif sebesar 0,014 yang artinya jika faktor kualitas produk terjadi peningkatan, maka tingkat minat . idak Tabel 4 secara parsial atau uji t . idak hipotesis yang diterima karena memiliki pengaruh positif dan signifikan yaitu Koefisien regresi pada variabel labelisasi halal (X. berpengaruh ambassador, variabel digital selling positif sebesar 0,131 yang artinya karena semua variabel memenuhi kriteria jika faktor labelisasi halal terjadi t hitung > t tabel . dan nilai sig < 0,05. Sedangkan terdapat dua variabel 30,0 % dapat dijelaskan dan dipengaruhi lainnya yang hipotesisnya ditolak karena oleh variabel lain diluar variabel yang tidak memiliki pengaruh dan tidak tidak diuji pada penelitian ini. signifikan yaitu variabel kualitas produk serta variabel labelisasi halal sebab t Merek hitung < t tabel serta sig > 0,05. minat beli dengan nilai t hitung 3,467 kesimpulan nilai F Hitung . > F lebih besar dari t tabel 1,985 dengan nilai tabel . dan sig . < . signifikannya 0,001. Oleh karena itu. Disimpulkan bahwa variabel independen pada hipotesis pertama (H. Ho ditolak (X) yang digunakan berupa merek, dan Ha diterima dengan kesimpulan kualitas produk, labelisasi halal, brand variabel merek memiliki pengaruh positif ambassador, digital selling berpengaruh terhadap minat beli mahasiswi muslim secara simultan atau berpengaruh secara Universitas yang dianggap paling penting dalam Uji Koefisien Determinan (R. produk kosmetik karena dinilai suatu Uji koefisien determinasi diperlukan simbol yang lebih dahulu berkaitan langsung dengan kontribusi pengaruh variabel independen agar mendapatkan pangsa pasar yang Hal ini disebabkan karna minat dilihat pada tabel olah data model beli konsumen tidak hanya berasal dari Hasil pengujian memberikan Merek haruslah memiliki ekuitas yang tinggi Hasil pengujian koefisien determinan dapat Merek merupakan sebuah atribut karena itu hipotesis 6 diterima. Diponegoro konsumen kosmetik halal. menjelaskan variabel dependen. Oleh memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel Uji simultan atau uji F menghasilkan bersama-sama Pengaruh Merek Terhadap Minat Beli kepribadian dan keinginan konsumen saja, namun dapat dipengaruhi oleh determinasi yang digunakan R Square keunggulan yang diberikan oleh produk model regresi sebesar 0,700. Hal ini dapat itu sendiri sehingga menarik perhatian menunjukkan bahwa 70,0 % minat beli calon konsumen yang mengetahuinya. dapat dijelaskan oleh variabel merek Salah satunya adalah merek, dipercaya (X. , kualitas produk (X. , labelisasi bahwa merek yang dikenal bagus dan halal (X. , brand ambassador (X. , dan digital selling (X. Sedangkan sisanya penasaran dengan nilai signifikannya 0,858. Oleh mencobanya bahkan memutuskan untuk karena itu, pada hipotesis kedua (Ha. membeli merek produk yang serupa Ho diterima dan Ha ditolak dengan kesimpulan variabel kualitas produk memiliki kepercayaan terhadap merek tidak memiliki pengaruh positif terhadap Pernyataan ini terbukti benar minat beli mahasiswi muslim Universitas dalam penelitian ini bahwa merek Diponegoro sebagai konsumen kosmetik merupakan salah satu aspek yang dapat menarik perhatian para calon konsumen Kualitas produk merupakan salah Hal ini disebabkan besarnya satu aspek penting yang harus dimiliki pengaruh responden pada pertanyaan oleh produk kosmetik. Kualitas produk dinilai salah satu hal yang harus bersedia untuk mengkonsumsi kembali merek kosmetik yang sama secara terus mendapatkan kepuasan dalam pemakaian sehigga bisa memilih produk yang sama digunakan habis. secara terus menerus. Namun pada Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian ini kualitas tidak memiliki penelitian terdahulu Indika & Lainufar pengaruh terhadap minat beli. Hal ini . dan Tjahyadi . yang juga disebabkan karena pernyataan responden menghasilkan kesimpulan yang sama yang menjadi subjek penelitian menyukai terjadi pengaruh merek terhadap minat pemilihan kosmetik tidak berdasarkan Hal ini disebabkan karena merek kualitas produknya. Bahkan responden dipercaya menjadi sumber informasi penelitian tidak yakin akan kualitas pertama yang lebih dahulu dikenali produk yang digunakan sekarang aman konsumen sebelum konsumen itu sendiri atau tidak. Oleh sebab itu, variabel minat melakukan pencarian informasi lanjutan terkait merek produk tersebut. muslim Universitas Diponegoro dalam Pengaruh Kualitas Terhadap Minat Beli Produk minat beli terhadap kosmetik. Hasil Kualitas produk tidak memiliki penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Pardede & Haryadi signifikan terhadap variabel minat beli dengan nilai t hitung 0,180 < t tabel 1,985 mempengaruhi konsumen dalam minat beli karena dalam pembelian produk dewasa ini banyak para produsen kreatif menggabungkan konsep halal ke jenis melakukan uji coba terhadap merek industri lainnya salah satunya adalah kosmetik yang sedang familiar sehingga pada industri kosmetik. Namun pada kurang dalam mencari informasi terkait penelitian ini, labelisasi halal yang tertera ketidaktahuan akan kualitas yang dimiliki memiliki pengaruh terhadap minat beli. produk yang dipilih. Hal ini terjadi karena masih kurangnya Pengaruh Labelisasi Terhadap Minat Beli Halal kesadaran responden terhadap konsumsi produk yang memiliki labelisasi halal. Labelisasi halal pada penelitian ini Responden penelitian menyatakan bahwa tidak memiliki pengaruh secara positif tidak menjadikan produk kosmetik halal dan tidak signifikan terhadap variabel minat beli dengan nilai t hitung 1,813 < t berlabel halal. Oleh sebab itu, ada atau ketiga (Ha. Ho diterima dan Ha ditolak tidaknya labelisasi halal yang tertera pada dengan kesimpulan variabel labelisasi produk tidak akan mengubah pilihan halal tidak memiliki pengaruh positif konsumen dalam mengkonsumsi produk terhadap minat beli mahasiswi muslim Hasil penelitian ini didukung oleh konsumen kosmetik halal. Konsumen penelitian terdahulu Intansari . Indonesia bahwa responden yang menjadi objek dikatakan mampu menjadi pangsa pasar penelitiannya tidak menjadikan labelisasi mayoritas penduduknya sebanyak 87% oleh karena itu konsep halal dinilai bisa produk kosmetik karena respondennya penduduknya merupakan perempuan. adalah muslim dan ditambah lagi 134,27 susahnya untuk mendapatkan produk 0,073. Oleh karena itu, pada hipotesis Diponegoro memilih produk kosmetik karena dinilai tabel 1,985 dengan nilai signifikannya Universitas mendapatkan voucher promo diskon saya Konsep halal sering dikaitkan dengan dan tidak menjadi pilihan utama dalam produk yang dikonsumsi secara langsung kepribadiannya untuk memilih produk seperti makanan dan minuman. Namun Kemudian oleh Rahman et al. juga menghasilkan penelitian produk yang ditawarkan akan banyak memperhatikan produk makanan halal Brand ambassador merupakan dibandingkan produk kosmetik halal. Hal seseorang bintang iklan produk yang ini karena sikap konsumen yang menjadi dibeli jasanya oleh perusahaan industri objek penelitian rela mengkonsumsi kosmetik untuk mempromosikan produk yang dimilikinya. memiliki dampak langsung pada tubuh Dalam dibanding kosmetik halal yang tidak ambassador, perusahaan akan memilih menjadi pilihan utama karena masih orang Ae orang yang dipercaya dapat banyak kosmetik yang tidak berlabel memberikan pengaruh dalam menarik halal memberikan kualitas terbaik dan perhatian konsumen, sehingga konsumen aman juga. tertarik untuk ingin tau lebih lanjut dan Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Minat Beli minat untuk mencoba produk yang Brand Penelitian ini membuktikan pengaruh secara positif dan signifikan satu aspek yang mempengaruhi minat t hitung 6,066 > t tabel 1,985 dengan nilai beli konsumen kosmetik. Konsumen signifikannya 0,000. Oleh karena itu, pada hipotesis keempat (Ha. Ho ditolak Universitas Diponegoro merespon penelitian dengan dan Ha diterima dengan kesimpulan memberikan hasil bahwa variabel X4 ini variabel brand ambassador memiliki memiliki pengaruh terhadap minat beli. pengaruh positif terhadap minat beli brand ambassador bisa menjadi salah terhadap variabel minat beli dengan nilai Hal ini disebebkan karena cara brand Universitas ambassador mempromosikan produknya Diponegoro sebagai konsumen kosmetik Brand ambassador dinilai mampu menjadi solusi dalam promosi dan jual Utomo & Prabawani . pada beli produk kosmetik. Pemilihan brand ambassador yang memiliki citra yang menghasilkan kesimpulan bahwa brand bagus apalagi jika berasal dari kalangan ambassador memiliki pengaruh terkuat selebritis yang banyak diminati khalayak penggunaan brand ambassador mampu terhadap minat beli jika melakukan jual memberikan promosi dalam cangkupan beli pada media sosial karena alasan luas lebih cepat sehingga produk yang mengikuti perkembangan zaman dengan cangkupan penyebaran informasi terkait ambassador yang digunakan merupakan konsumen yang berada diluar wilayah selebritis yang memiliki citra yang baik perusahaan industri produk juga dapat dengan memiliki peminat yang banyak. melakukan pembelian. Media digital Larasari et. juga memberikan memiliki dampak yang sangat luas hasil penelitian serupa bahwa brand terhadap masyarakat dan budaya yang ambassador mampu menjadi peningkat ada pada era modern sekarang ini. Media minat beli konsumen dalam menawarkan digital merupakan sebuah format yang suatu produk karena jika citra yang dimiliki selebritis baik maka akan tersambung pada elektronik digital yang menarik konsumen untuk memahami dan berhubungan dengan internet. Contoh mencari tau tentang produk. media digital banyak ragamnya, salah Pengaruh Digital Selling Terhadap Minat Beli satunya adalah media sosial. Pada Digital yang dimanfaatkan secara kreatif oleh produsen sebagai tempat jual beli secara variabel yang memiliki pengaruh terkuat online melalui media sosial. Kesimpulan dengan nilai t hitung 7,639 > t tabel 1,985 yang dihasilkan penelitian ini adalah dengan nilai signifikannya 0,000. Oleh terdapat kebenaran dan pengaruh terkuat karena itu, pada hipotesis kelima (Ha. Ho ditolak dan Ha diterima dengan Universitas Alasannya karena melalui mediadia digital terutama melalui terhadap minat responden sering melakukan pembelian Diponegoro sebagai konsumen kosmetik Digital Hal ini disebabkan karena memiliki pengaruh positif terhadap minat pada berbagai platforms media digital terhadap variabel minat beli dan menjadi penelitian ini mengambil contoh digital pengaruh secara positif dan signifikan pembelian melalui kepada konsumen hingga konsumen tidak perlu ragu jika minat terhadap produk sebab bisa lebih leluasa mencari terhadap minat beli mahasiswi muslim informasi terkait produk terlebh dahulu. Universitas sehingga produk yang diminati tidak hipotesis 1, hipotesis 4 dan hipotesis 5 akan aman sesuai ekspektasi yang dapat diterima. Sedangkan pada variabel diinginkan konsumen. kualitas produk dan labelisasi halal tidak Diponegoro. Hasil penelitian ini juga didukung memiliki pengaruh positif dan tidak oleh Saputra & Ardani . bahwa jual signifikan terhadap minat beli mahasiswi beli digital dapat mempengaruhi minat muslim Universitas Diponegoro sehingga beli karena mempermudah konsumen hipotesis 2 dan hipotesis 3 ditolak. dalam mengakses informasi secara detail Secara simultan, merek, kualitas produk, dan bertahap. Penelitian Arifuddin et al . juga menghasilkan kesimpulan digital selling memiliki pengaruh secara bahwa jual beli yang dilakukan secara bersama-sama digital melalui media sosial akan dapat konsumen mahasiswi muslim Universitas meningkatkan penjualan dan menambah Diponegoro. DAFTAR PUSTAKA