Setiawan,dkk 122 FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN TENAGA KESEHATAN DALAM PELAKSANAAN PRIMARY SURVEY PADA PASIEN TRAUMA Setiawan1. Lela Aini2. Lenny Astuti3. Ayat Tulah Rapsanjani4 Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Siti Khadijah 1234 aini15@gmail. ABSTRACT An emergency can be defined as a situation that arises unexpectedly, potentially resulting in life-threatening consequences. Such situations necessitate prompt, precise, and careful Otherwise, the individual may face disability or death. The primary survey significantly influences the success of rescue efforts for patients with life-threatening conditions, the effectiveness of first aid in managing patient emergencies was profoundly reliant on the speed and accuracy of early detection. This study aimed to examine the relationship between the characteristics of healthcare workers and their knowledge regarding the implementation of the primary survey for trauma patients in the emergency room of Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang. This research employed a quantitative approach using a cross-sectional design. The sample for the study comprised 34 healthcare workers and it selected through total sampling. Data analysis was performed using univariate and bivariate This study identified a significant relationship between health workers' knowledge in conducting primary surveys and their tenure, as indicated by a p-value of 0. O 0. Furthermore, the analysis revealed a relationship concerning several variables, including age, which exhibited a p-value of 0. O 0. , while education level demonstrated a p-value of 25 . > 0. , indicating no significant relationship. Additionally, no significant relationship was found between gender and the variables under consideration, as evidenced by a p-value of 064 . > 0. It is recommended that the hospital enhance the knowledge of healthcare workers regarding the primary survey at Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang by providing additional training focused on the implementation of the primary survey. Keywords: Factors. Knowledge. Primary Survey ABSTRAK Gawat darurat merupakan situasi yang menimpa seseorang yang mengakibatkan mengancam jiwa dan membutuhkan pertolongan secara cepat, tepat dan cermat bila tidak maka seseorang mengalami kecacatan ataupun kematian. primary survey sangat mempengaruhi keberhasilan usaha pertolongan yang akan dilakukan pada pasien dengan kondisi yang mengancam jiwa dan keberhasilan pertolongan pertama dalam menangani kegawatdaruratan pasien sangat bergantung dari kecepatan dan ketepatan dalam deteksi awal pada kegawatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik tenaga kesehatan dengan pengetahuan dalam pelaksanaan Primary Survey pada pasien Trauma di ruang IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 34 orang tenaga kesehatan yang diambil secara total sampling. Dan Analisa data yang dipergunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada hubungan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan primary survey dengan Masa Kerja dengan nilai . Value = 0,040 O 0,. Sedangkan ada hubungan pada beberapa variabel antara lain yaitu Usia dengan nilai P-Value . = 0,039 O 0,. Tingkat pendidikan dengan nilai . = 0,25 O 0,. dan tidak ada hubungan yang bermakna antara Jenis Kelamin dengan nilai . = 0,064 > 0,. Saran untuk pihak Rumah Sakit lebih meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan terhadap Primary Survey di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang dengan cara mengadakan pelatihan yang lebih lanjut tentang Pelaksanaan Primary Survey. Kata kunci: Faktor. Pengetahuan. Primary Survey Jurnal Kesehatan Abdurahman Palembang Vol. 14 No. 2 September 2025 Setiawan, dkk 123 PENDAHULUAN Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 55 juta orang meninggal, dan sekitar dua pertiganya disebabkan oleh penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan penyakit paruparu kronis. Selebihnya disebabkan oleh penyakit seperti infeksi, maternal, perinatal, gizi dan kecelakaan lalu lintas. Di Indonesia, kasus trauma merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah jantung dan stroke, menurut data dari komisi trauma yang ada di instalasi bagian dan divisi jantung di beberapa kota besar. Data ini dikumpulkan dari beberapa kota besar seperti Jakarta. Bandung. Denpasar. Surabaya, dan Yogyakarta. Trauma menjadi salah satu penyebab kematian disebabkan oleh kecelakaan berlalu lintas. Menurut data angka kematian akibat trauma adalah 4,8 persen di seluruh dunia, 3,8% diantaranya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas (Datu et al. , 2. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian pada pasien trauma (Wijayantha et al. , 2. Data diseluruh dunia menunjukkan bahwa kecelakaan lalu lintas telah menewaskan hampir 1,2 juta jiwa dan menyebabkan cedera sekitar 6 juta orang setiap tahunnya (Ismurrizal, 2. Dari seluruh kasus kecelakaan yang ada, 90% di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan kerugian materil yang ditimbulkan mencapai sekitar 3% dari PDB (Pendapatan Domestik Brut. tiaptiap negara (Ismurrizal, 2. Kepolisian RI melalui pusat informasi Kriminal Nasional (Pusikna. Bareskrim melaporkan kasus kecelakakan lalu lintas yang terjadi sepanjang Januari-November 2023. Dalam Priode tersebut telah terjadi 134. kasus kecelakakan lalu lintas. Menurut data Dinas Perhubungan Sumatera Selatan jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2022 sebanyak 1943 kasus, sedangkan pada tahun 2023 jumlah kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 744 kasus kecelakaan yang terjadi di (Kapolda Sumatera Selatan,2. Kegawatdaruratan keperawatan yang komperhensif diberikan pada pasien dengan injuri akut atau mengancam kehidupan (Rizani et al. , 2. Sebagai penyedia layanan pertolongan 24 jam, perawat dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan cermat dengan tujuan mendapatkan kesembuhan tanpa kecacatan. Penilaian awal korban cedera kritis akibat cedera multiple merupakan tugas yang menantang, dan tiap menit bisa berarti hidup atau mati. Sistem pelayanan tanggap darurat ditujukan untuk mencegah kematian dini . karena trauma yang bisa terjadi dalam beberapa menit atau jam dari terjadinya Oleh karena itu, perawat perlu membekali dirinya dengan pengetahuan dan perlu meningkatkan keterampilan yang spesifik yang berhubungan dengan kasuskasus kegawatdaruratan (Marlisa, 2. Primary Survey merupakan pengkajian awal yang dilakukan pada menit pertama dalam menangani kegawat-daruratan pada pasien trauma yang sangat berat dan menentukan keselamatan pasien (Suharya et , 2. Primary survey yaitu tindakan untuk mengatasi masalah untuk keadaan gawat darurat yang mengancam nyawa yang harus diidentifikasi secara cepat menggunakan penilaian ABCDE (Airway. Breathing. Circulation. Disability, dan Exposur. (Datu et , 2. Pelayanan keperawatan yang cepat dan tepat terutama dalam pemberian pelayanan efektif merupakan satu langkah awal untuk meningkatkan probabilitas kelangsungan hidup seseorang. Pasien dengan kondisi kritis teridentifikasi dengan cepat dan tepat agar mampu memberikan tindakan sedini mungkin (Anggraeni & Pangestika, 2. Dikutip dalam National Pasient Safety AgencyAos (NPSA) terdapat 64 kematian dikarenakan perawat kurang mengenali perburukan kondisi fisiologis, dan terdapat 14 kasus kematian terjadi karena perawat tidak melakukan observasi pada perubahan pasien sebelum terjadi 30 kematian terjadi karena perawat hanya mencatat tanda-tanda vital saja. Namun perawat tidak mengenali perburukan kondisi pasien dan tidak melakukan tindakan apapun (Setiawan et al. , 2. Pada tahun 2021 jumlah pasien trauma di IGD RSI Siti Khadijah Palembang sebanyak 284 kasus, pada tahun 2022 jumlah kasus meningkat sebanyak 672 kasus, dan pada tahun 2023 jumlah kasus meningkat kembali sebanyak 942 kasus (Data Rekam Medik RSI Setiawan, dkk 124 Siti Khadijah Palemban. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Ruang IGD RSI Siti Khadijah Palembang peneliti melakukan wawancara terhadap 5 orang tenaga kesehatan bertujuan untuk mengetahui pengetahuan tentang pelaksanaa Primary Survey, ada 2 orang . %) tenaga kesehatan memiliki pengetahuan tentang Primary Survey dengan kriteria baik, dan ada 3 orang . %) tenaga kesehatan memiliki pengetahuan kurang baik tentang Primary Survey. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian AuFaktorFaktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan Primary Survey Pada Pasien Trauma di Ruang IGD RSI Siti Khadijah Palembang Tenaga kesehatan sebaiknya memiliki pengetahuan dan pemahaman jt erhadap pasien yang beresiko mengalami perburukan dapat membantu masalah masalah potensial yang akan Tenaga kesehatan professional juga untukpengetahuan dan rasa ingin tau untuk menangani perburukan kondisi pasien dengan cepat dan tepat. Pengetahuan dan pengalaman merupakan faktor yang sangat kesehatan dalam mengidentifikasi pasien yang mengalami perburukan kondisi secara cepat (Liaw et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Rizal Sandy dengan judul Analisis faktor yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam pelaksanaan Primary Survey di RSUD Anugrah Tomohon. Hasil penelitian bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan terhadap pelaksanaan primary survey dengan nilai . = 0,009 O 0,. Pelatihan . = 0,016 O 0,. , dan Pendidikan . = 0,028 O 0,. METODE PENELITIAN Sebelum melakukan Penelitian peneliti melakukan studi pendahuluan di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang dengan Tujuan untuk mengetahui data dan fenomena masalah yang terjadi yang berhubungan dengan pengetahuan tenaga kesehatan tentang penerapan Primary Survey di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Setelah ada Fenomena dan Justifikasi Masalah maka peneliti bersurat ke Kepala RS tersebut. Setelah Mendapat persetujuan untuk melakukan penelian. Selanjutnya peneliti melakuan pengumpulan sampel dan tehnik sampel yang dipergunakan yaitu total populasi, sehingga didapat sampel sebanyak 34 orang Responden Tenaga Kesehatan di Ruang Emergensi. Peneliti memperhatikan hak-hak responden dan untuk mendapatkan informasi tentang penelitian tersebut berupa ungkapan, menghormati harkat dan martabat responden. Maka peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subjek (Inform Concen. sebelum responden mengisi lembar kuestioner. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik menggunakan desain cross Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga kesehatan yang bekerja di IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Adapun pengambilan sampel yaitu sampling jenuh atau total sampling sebanyak 34 responden yang merupakan tenaga kesehatan di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Analisa mempergunakan Analisa Univariat dan Bivariat. Adapun penelitiannya adalah Variabel variabel Variabel independent meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan masa kerja sedangkan Variabel dependen adalah pengetahuan tenaga kesehatan dalam menerapkan Primary Survey di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. HASIL PENELITIAN Analisa Univariat Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif Dalam penelitian menggunakan desain Aucross sectionalAy. Yaitu jenis desain pengamatan yang hanya dilakukan satu kali sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh peneliti untuk melihat adanya faktor Ae faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Primay Survey pada pasien di Ruang Emergency RS Islam Siti Khadijah Palembang Penelitian ini mempergunakan dua variabel, yaitu Variabel Dependent dan Setiawan, dkk 125 Variabel independent. Variabel Dependent terdiri dari: usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja, dan pengetahuan. Sedangkan Variabel independent adalah pelaksanaan Primary Survey di Instalasi gawat No. darurat rumah sakit Islam Siti Khadijah Palembang Tabel 1 Distribusi frekuensi variabel penelitian . Variabel Tingkat Pendidikan Diploma Sarjana (S. Usia Dewasa Awal Dewasa Pertengahan Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Masa Kerja Baru (O 5 Tahu. Lama (> 5 Tahu. Pengetahuan Baik Kurang Jumlah Tabel 1 menjelaskan bahwa dari 34 orang responden sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan strata diploma sebanyak 20 orang responden . ,8 %). Kemudian lebih banyak responden berusia pada rentang Dewasa awal 24 orang responden . ,6%), memiliki masa kerja kategori baru (O 5 Tahu. sebanyak 19 orang responden . ,8 %), memiliki jenis kelamin perempuan yaitu 27 orang responden . ,4%), dan Memiliki pengetahuan tentang Primary Suvey dalam katagori Baik berjumlah 22 orang responden ,7 %) Analisa Bivariat Hubungan antara faktor, pengetahuan, jenis kelamin, usia, masa kerja dan Pendidikan dengan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Suvey diruang IGD Rumah sakit Islam Siti Khadijah Palembang diperoleh melalui uji chi square dengan tingkat kemaknaan () 0. dengan kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan jika p-value O . Dan Dapat dilihat ditabel 2. Tabel 2. Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Survey Pengetahuan Variabel Baik Pendidikan Kurang p value Total Setiawan, dkk 126 Diploma Sarjana Usia Dewasa Awal Dewasa Akhir Jenis Kelamin Laki laki Perempuan Masa Kerja Baru O 5 Th Lama > 5Th Setiawan, dkk 127 Tabel 2 menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifkan antara pendidikan dengan pengetahuan tentang Primary Survey tenaga kesehatan dengan Nilai P Value 0,025 O = 0,05. Hasil yang sama didapat pada Usia dengan pengetahuan pengetahuan tentang Primary Survey tenaga kesehatan di ruang IGD Rumah sakit Islam Siti Khadijah dengan Nilai P Value 0,039 O = 0,05 Berarti ada hubungan yang bermakna antara faktor usia dengan pengetahuan tenaga kesehatan tentang Primary Survey. Sedangkan pada variabel masa kerja terdapat hubungan yang bermakna dengan nilai P Value 0,040 O = 0,05. Sementara pada variabel Jenis Kelamin tidak terdapat hubungan yang bermakna oleh karena nilai p value 0,064 O > 0,05 PEMBAHASAN Hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Survey Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa dari 34 responden menunjukkan ratarata responden berlatar belakang tingkat pendidikan Diploma i yaitu sebanyak 20 responden . ,8%). Dan berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi- square yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan p= 0,025 dimana dikatakan jika . <0,. , yang artinya ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan tenaga kesehatan dengan pengetahuan tenaga kesehatan tentang Primary Survey Pendidikan merupakan usaha untuk menanamkan ilmu agar tumbuh pemahaman, sikap dan perilaku positif kepada individu untuk mengurangi perilaku dan sosial budaya (Manullang, (Notoatmodjo, 2. Seseorang dengan tingkat pendidikan yang tinggi biasanya lebih mudah untuk mendapatkan atau mencari informasi. Tingkat pendidikan perawat akan berpengaruh pada ilmu yang diperoleh guna diterapkan dalam memberikan asuhan keperawatan pada Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizal Sandy dengan Judul Faktor factor yang berhubungan dengan kemampuan perawat dalam pelaksanaan Primary Survey di RSUD Anugrah Tomohon Hasil pengujian statistic dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p-value dengan uji person chisquare sebesar 0,028 O 0,05 maka disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pendidikan terhadap pelaksanaan primary Hubungan usia dengan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Survey di Ruang IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Berdasarkan hasil penelitian bahwa dari 34 responden menunjukkan rata-rata responden berusia dewasa awal yaitu sebanyak 24 responden . ,6%). Dan berdasarkan hasil uji statistik menggunakan chi-square yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan p= 0,039 dimana dikatakan berhubungan jika . O 0,. , maka disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia tenaga kesehatan terhadap pelaksanaan primary survey di Ruang IGD Rumah sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Menurut Potter & Perry . tahapan usia dewasa . -40 tahu. merupakan tahap dimana individu aktif dalam berkarir dan tahap ini adalah fase yang peroduktif untuk melakukan pekerjaan. Seseorang yang telah berada di tahap usia dewasa tengah dan akhir umumnya mempunyai tanggung jawab dan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan usia dewasa muda. Asumsi peneliti bahwa pada tahapan usia dewasa . -40 tahu. merupakan tahap dimana individu aktif dalam berkarir dan tahap ini adalah fase yang peroduktif untuk melakukan Berarti sesorang yang mempunyai tanggung jawab dan ketelitian yang lebih baik dibandingkan dengan usia dewasa muda. Hubungan Jenis Kelamin pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Survey di IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Berdasarkan hasil hasil penelitian dengan chi-square didapatkan p Value = 0,064 . <0,. , yang artinya tidak ada hubungan bermakna antara jenis Kelamin dengan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan primary survey di Setiawan, dkk 128 IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Menurut (Akhlaq, 2014 dalam Risca Manullang, 2. menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat motivasi yang lebih tinggi untuk memasuki pendidikan kesehatan dibandingkan dengan laki- laki (Manullang, 2. dengan pengetahuan petugas kesehatan tentang Primary Survey di Ruang IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang dengan Nilai p= 0,040 . <0,. Hubungan masa kerja dengan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Survey di IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Saran . Bagi STIK Siti Khadijah Diharapkan pihak kampus khususnya (UPT) perpustakaan untuk dapat menambah lebih banyak buku-buku tentang. Primary Survey memudahkan mahasiswa dan peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian Berdasarkan hasil hasil penelitian dengan uji statistik menggunakan chi-square yang dilakukan oleh peneliti, didapatkan p= 0,040 dimana dikatakan berhubungan jika . O 0,. , maka disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara masa kerja tenaga kesehatan dengan pelaksanaan primary survey di Ruang IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Menurut Noto Admojo . dalam Risca Manulang . disampaikan bahwa Bila masa kerja perawat dengan masa kerja lama (> 5 Tahu. berbanding lurus dengan banyaknya pengalaman yang didapat seorang perawat dan tentu saja bertambah pengetahuan tentang proses keperawatan di Rumah Sakit. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut: Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan petugas kesehatan tentang penerapan Primary Survey di Ruang IGD Rs Bhayangkara Palembang dengan Nilai p= 0,025 . <0,. Ada hubungan usia dengan pengetahuan petugas kesehatan tentang penerapan Primary Survey di Ruang IGD Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang dengan Nilai p= 0,039 . <0,. , . Tidak Ada hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan pengetahuan petugas kesehatan tentang penerapan Primary Survey di Ruang IGD Rumah sakit Islam Siti Khadijah Palembang dengan Nilai p= 0,064 . > 0,. , . Ada hubungan yang bermakna antara masa Bagi Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang Diharapkan Rumah Sakit khususnya di Instalasi Gawat Darurat agar dapat melakukan upaya-upaya untuk lebih mendalami pengetahuan tentang Primary Survey terhadap tenaga sosialisasi dan pelatihan tentang Primary Survey untuk tenaga kesehatan. Bagi Peneliti Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi peneliti selanjutnya terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan tenaga kesehatan dalam pelaksanaan Primary Survey pada pasien trauma di IGD dan juga bisa menambahkan variabel lainnya atau bisa mengganti dengan metode penelitian lainnya. Daftar Pustaka