Leadership: Jurnal mahasiswa manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 DOI : http://dx. org/10. 32478/leadership. Article Type : Review Articles MANAJEMEN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK Khisna Azizah,*1. Ainur Rofiqoh,*2. Ifatu Romdhoni,*3 STAI MaAohad Aly Al Hikam Malang. SMPN 1 Kepung Kediri. IAIFA Kediri Corresponding author: Email: khisnaz@staima-alhikam. Submission Track: Submisson : 30-06-2023 Accept Submission : 08-07-2023 Avaliable Online : 08-07-2023 Copyright @ 2023 Author This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Abstract. This study aims to determine family education management, develop children's independence and the role of education management in the family in order to develop children's independence. The research method used is library research, namely by combining data from several literary sources that discuss the subject matter, including books, journals, proceedings of national seminars, and scientific articles related to the management of family education in developing children's independence through the perspective of a sociological approach. The results of this study indicate that family education management consists of planning, organizing, implementing and monitoring or evaluating within the family, then developing children's independence through the stages of individual development in the form of physical development, psychomotor behavior development, language development, cognitive development, social behavior development, morality development, religious development, conative development, and emotional development. By understanding these stages of development, education and learning in terms of character and independence will be well formed. Through the implementation of a series of educational management functions, synchronized with an understanding of the stages of child development physically and psychologically. can be understood that the role of parents in developing children's independence is very important, parents as early madrassas in educating, guiding, shaping and directing how children act, behave and do work according to the stages of psychological development. Keywords. Management. Education. Family. Independence Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pendidikan keluarga, mengembangkan kemandirian anak dan peran manajemen pendidikan dalam keluarga guna mengembangkan kemandirian anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka . ibrary researc. , yakni dengan cara memadukan data dari beberapa sumber literatur yang membahas tentang pokok permasalahan, meliputi buku-buku, jurnal, prosiding seminar nasional, dan artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan manajeman pendidikan keluarga dalam mengembangkan kemandirian anak melalui perspektif pendekatan sosiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan manajemen pendidikan keluarga terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan atau evaluasi dalam keluarga, selanjutnya mengembangkan kemandirian anak melalui tahapan perkembangan individu berupa perkembangan fisik, perkembangan perilaku psikomotorik, perkembangan bahasa, perkembangan kognitif, perkembangan perilaku sosial, perkembangan moralitas, perkembangan bidang keagamaan, perkembangan konatif, dan perkembangan emosional. Dengan memahami tahapan perkembangan tersebut, pendidikan dan pembelajaran secara karakter dan kemandirian akan terbentuk dengan baik. Melalui penerapan rangkaian fungsi manajemen pendidikan, disinkronkan dengan pemahaman tahap perkembangan anak secara fisik dan Dapat dipahami bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kemandirian anak sangat penting, orang tua sebagai madrasah awal dalam mendidik, membimbing, membentuk dan mengarahkan bagaimana anak bertindak, bersikap dan melakukan pekerjaan sesuai dengan tahapan perkembangan secara psikologis. Kata kunci. Manajemen. Pendidikan. Keluarga. Kemandirian PENDAHULUAN Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, yang mempunyai peranan dan tanggungjawab penting dalam membentuk anggota keluarga agar menjadi generasi penerus bangsa yang mampu mengahadapi perubahan dan dapat Keluarga terdiri dari kepala keluarga, pengurus rumah tangga dan anak-anak sebagai anggota keluarga. Tanggung jawab utama dalam keluarga adalah orang tua, namun demikian karena kebutuhan masyarakat, bangsa akan tenaga profesional dalam berbagai bidang, maka mengharuskan orang tua mengalihkan sebagian tanggung jawab dan tugas mendidik anak-anak kepada lembaga pendidikan tertentu. Disini, tidak berarti tanggung jawab dan tugas mendidik tersebut terlepas sama sekali dari orang tua. Apabila lembaga pendidikan lebih pada aspek mengajarkan sejumlah pengetahuan untuk membentuk intelektual anak, maka orang tua atau keluarga mengajarkan tentang pendidikan agama, kemandirian, aspek sosial anak dalam Menurut George F. Terry manajemen adalah suatu proses yang nyata mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan dan menyelesaikan sasaran yang telah ditetapkan dengan menggunakan orang dan sumber-sumber daya lainnya. Noer Rohmah. Zaenal Fanani. Pengantar manajemen pendidikan, (Malang:Madani, 2. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Manajemen adalah suatu kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar di dalamnya mencakup pengaturan siswa dan fasilitas, yang dikerjakan mulai terjadinya kegiatan pembelajaran di dalam kelas sampai berakhirnya pembelajaran di dalaam Jadi, manajemen adalah suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan, dan pengaturan serta mempergunakan atau mengikutsertaan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efesien. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU RI NO. 20 Tahun 2003. Bab I. Pasal I), dalam Dictionary of Education menyebutkan bahwa pendidikan adalah . proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap, tingkah laku lainnya di dalam masyarakat tempat mereka hidup, . proses sosial yang terjadi pada orang yang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol, sehingga mereka memperoleh perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum. Hal ini berarti pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang sifatnya permanen dalam tingkah laku, pikiran, dan sikapnya. Pengertian keluarga berdasarkan asal-usul kata yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa keluarga berasal dari bahasa Jawa yang terbentuk dari dua kata yaitu kawula dan warga. Di dalam Bahasa Jawa kuno kawula berarti hamba dan warga artinya anggota. Secara bebas dapat diartikan bahwa keluarga adalah anggota hamba atau warga saya. Artinya setiap anggota dari kawula merasakan sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai bagian dari dirinya dan dirinya juga merupakan bagian dari warga yang lainnya secara keseluruhan. Keluarga adalah lingkungan dimana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah dan bersatu (Abu & Nur, 2. Perkembangan berasal dari terjemahan kata Development yang mengandung pengertian perubahan yang bersifat psikis/ mental yang berlangsung secara bertahap sepanjang manusia hidup untuk menyempurnakan fungsi psikologis yang diwujudkan dalam kematangan organ jasmani dari kemampuan yang sederhana menjadi kemampuan yang lebih kompleks, misalnya kecerdasan, sikap, dan tingkah laku (Susanto, 2011:. Menurut Poerwanti . Ayperkembangan merupakan proses perubahan kualitatif yang mengacu pada kualitas fungsi organ-organ jasmaniah, dan bukan pada organ jasmaniahnya, sehingga penekanan arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang termanifestasi pada kemampuan organ fisiologisAy. Alifatun Mardiyah. Manajemen Pendidikan Keorangtuaan Menuju Keluarga yang Ramah Anak di kelompok bermain. MMP Volume 3 no. 3 Februari 2021, h. Satrijo Budiwibowo dkk. Manajemen Pendidikan. (Cet. Yogyakarta: Penerbit Andi, 2. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Perkembangan berkaitan dengan perubahan kualitatif dan kuantitatif atau dapat didefinisikan sebagai deretan kemajuan dari perubahan yang teratur dan Kemajuan yang dimaksud disini adalah bahwa perubahan yang terjadi bersifat terarah untuk maju menjadi lebih baik, sedangkan teratur dan koheren menunjukkan bahwa setiap perubahan yang sedang terjadi dan yang akan terjadi atau telah terjadi saling berhubungan (Hurlock, 1978:. Menurut Reni Akbar Hawadi . alam Desmita, 2014:. perkembangan secara luas diartikan sebagai keseluruhan proses perubahan potensi yang dimiliki individu yang diwujudkan dalam bentuk kualitas kemampuan, sifat, ciri-ciri yang baru. Perkembangan juga mencakup konsep usia, yang dimulai saat terjadinya pembuahan dan akan berakhir dengan kematian. Berdasarkan pendapat para ahli diatas mengenai pengertian perkembangan dapat disimpulkan bahwa perkembangan anak adalah sebuah proses perubahan pada diri seorang anak menuju tahap pendewasaan/ kematangan fungsi fisik dan psikologis yang terjadi dalam periode waktu tertentu, perkembangan bersifat kualitatif atau tidak dapat dinyatakan dengan angka. Dalam keluarga, membangun manajemen pendidikan yang ideal guna mengembangkan kemandirian anak sangat diperlukan, kekompakan orang tua dalam pengasuhan anak menjadi tolok ukur keberhasilan dalam mendidik anak. Penelitian ini akan memaparkan pengertian manajemen pendidikan, pendidikan keluarga, dan kemandirian anak, sekaligus menjelaskan peran perencanaan pendidikan dalam keluarga guna mengembangkan kemandirian anak. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian adalah menggunakan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. , adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, penelitian yang menggunakan cara untuk mendapatkan data informasi dengan menempatkan fasilitas yang ada di perpustakaan, seperti buku, majalah, dokumen, catatan kisahkisah sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka . ibrary researc. , yakni dengan cara memadukan data dari beberapa sumber literatur yang membahas tentang pokok permasalahan, meliputi buku-buku, jurnal, prosiding seminar nasional, dan artikel-artikel ilmiah yang berhubungan dengan manajeman pendidikan keluarga dalam mengembangkan kemandirian anak melalui perspektif pendekatan sosiologis. Sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data dapat diperoleh peneliti. Kemudian, menganalisis serta mengkaji teori-teori yang Penulis menyajikan hasil temuan data secara objektif dan sistematis melalui teknik analisis deskriptif data. Dr. Evanirosa. MA. Metode penelitian kepustakaan, (Bandung:Ikapi, 2. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Pendidikan Keluarga Konsep manajemen pendidikan dalam keluarga adalah dengan menjalankan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pergerakan dan Perencanaan Perencanaan adalah suatu kegiatan menetapkan aktivitas yang berhubungan dengan 5W1H yaitu. yang dilakukan, mengapa . hal tersebut dilakukan, siapa . yang melakukannya, dimana . melakukannya, kapan . dilakukan, dan bagaimana . Perencanaan merupakan fungsi pertama dan bahkan yang utama dalam setiap aktivitas-aktivitas administrasi. Perencanaan adalah dasar, atau titik tolak dalam melaksanakan tindakan-tindakan administrative. Perencanaan secara formal didefinisikan sebagai suatu proses penetapan tujuan yang akan dicapai dan memutuskan strategi dan taktik untuk Di dalam perencanaan ilmiah dirumuskan dan ditetapkan seluruh aktivitas-aktivitas administrasi, sebab dalam perencanaa dirumuskan dan ditetapkan jawaban-jawaban dari pertanyaan tentang (Silalahi, 2009:. Apa yang harus dikerjakan . hat must be don. Mengapa harus dikerjakan . hy must be don. Di mana akan dikerjakan . here will be don. Kapan akan dikerjakan . hen will be don. Siapa yang akan mengerjakannya . ho will be don. Bagaimana hal tersebut akan dikerjakan . ow will it be don. 5 Dalam pendidikan keluarga, setiap pasangan akan melakukan perencanaan yang matang dan dan usaha yang serius dengan tujuan yang sama untuk menentukan arah kebaikan bersama dalam keluarga tersebut, mau dibawa kapal rumah tangga ini berlayar. Melakukan perencaan dengan menjawab pertanyaan diatas dan dijadikan sebagai patokan arah agar tidak tersesat dan tetap berjalan di arah yang tepat sesuai dengan tujuan pendidikan dalam keluarga. Apa yang harus dikerjakan . hat must be don. ? Pertanyaan mendasar bagi pasangan suami istri, yang harus mereka kerjakan dalam rumah tangga. yakni melakukan tugas pokok dan fungsi sesuai peran masing-masing. Suami dalam keluarga sebagai pemimpin rumah tangga yaitu sebagai pencari nafkah dan mendidik istri tentang perkara agama sekaligus membimbing isteri, istri juga mempunyai peran yang sangat Noer Rohmah. Zaenal Fanani. Pengantar manajemen pendidikan, (Malang:Madani, 2. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 penting, yaitu sebagai pendamping suami di setiap saat dan ibu yang siap menjaga dan membimbing anak-anaknya. Sama seperti suami, istri juga berperan sebagai mitra atau rekan yang baik dan menyenangkan bagi pasangan hidupnya. sebagai pendidik, pelindung, pengasuh, dan pemberi Selain peran yang harus dilakukan oleh orang untuk anak-anaknya , orang tua juga harus memahami tentang fungsi keluarga. Melaksanakan sesuai kesepaktan bersama, dikerjakan tanpa paksaan dan tekanan dari salah satu pihak. Dalam perencanaan ini kesepakatan suami istri saat melakukan komunikasi interpersonal dengan saling memahami satu sama Mengapa harus dikerjakan . hy must be don. ? pertanyaan ini mencoba untuk menggali lebih dalam tujuan utama pasangan suami istri dalam keluarga, mengerjakan karena sekedar tuntutan kewajiban dalam keluarga, ataukah karena dengan melaksanakan tugas dan kewajiban sesuai peran akan membawa kebaikan dalam kehidupan keluarga. Di mana akan dikerjakan . here will be don. ? Kegiatan ini menanyakan tempat dimana kegiatan ini berlangsung dan terjadi, pekerjaan atau kegiatan ini akan dikerjakan di dalam keluarga yang sebagian besar peran berlangsung adalah di rumah atau tempat tinggal bersama keluarga. Kapan akan dikerjakan . hen will be don. ? Kegiatan ini berlangsung selama 24 jam, dimulainya kegiatan awal bangun tidur sampai dengan tidur Siapa yang akan mengerjakannya . ho will be don. ? Siapa saja yang berperan dalam keluarga tersebut. Ayah, ibu, dan anak-anak, seluruh anggota keluarga. Semua berperan pada tugas nya masing-masing, sesuai dengan peran. Bagaimana hal tersebut akan dikerjakan . ow will it be don. menjawab pertanyaan ini adalah dengan membuat konsep perencanaan bersama dalam diskusi keluarga, ada kesepakatan yang diputuskan di dihormati serta dikerjakan dengan sukarela. Pengorganisasian Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan membagi tugas-tugas kepada orang yang terlibat dalam kerja sama sekolah. Salah satu prinsip pengorganisasian adalah terbaginya tugas dalam berbagai unsur organisasi, dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstrukturkan tugas-tugas ke dalam sub-sub atau komponen-komponen organisasi secara proposional. Terry . mengemukankan bahwa pengorganisasian adalah tindakan efektif mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antarindividu, sehingga mereka dapat bekerja sama secara efisien, dan Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 memperoleh kepuasan pribadi dalam melaksanakn tugas-tuganya dalam kondisi dan lingkungan tertentu guna mencapai tujuan dan sasaran yang Disini dijelaskan pembagian tugas dalam struktur organisasi dalam keluarga, ayah sebagai kepala keluarga yang meegang kendali sebagai manajer rumah tangga, ibu sebagai administrator dan HRD, anak-anak sebagai karyawan yang dia punya tugas masing-masing sesuai porsi usia dan tumbuh kembangnya yang dikuasai, sehingga selain membagi tugas sesuai tahapan oerkembangan, seorang manajer juga hrd mampu menyeleksi dan menempatkan anak atau karyawan dalam melakukan tugas dan Dari sini anak dibimbing untuk belajar mampu bertanggun jawab dan melaksanakan tugas sesuai tahap perkembangan fisik dan mental sehingga kemandirian akan terbentuk. Pelaksanaan Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan . merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi. Menggerakkan . menurut Terry berarti merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik. Pengawasan Controlling atau pengawasan merupakan salah satu aspek penting dalam dinamika sebuah organisasi, baik organisasi dalam bentuk perusahaan, pendidikan maupun yang lainnya. Selain sebagai bagian integral dari proses atau tahapan kinerja organisasi yang dimulai dari planning, organizing, actuating sampai controlling, dalam beberapa studi manajemen juga menunjukkan bahwa upaya pengawasan yang tereduksi dalam sebuah system kerja organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan (Anthony, 1998:. Menjelasakan peran orang tua dalam mendidik anak ataupun anggota keluarga, fungsi pengawasan sebagai bentuk control aktifitas keluarga dalam menjalankan tugas masing-masing, khususnya anak dalam masa bimbingan, dimana perintah untuk menjalankan kewajiban syariat agama selain mengajak secara lansung juga mengingatkan dikali orang tua tidak bersama dengan anak, wujud kemandirian anak bisa dikatakan Ibid. , h. Ibid,. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 berkembang manakala anak sudah mampu melaksanakan tugas tanpa diperintah atau diingatkan kembali, menjadi suatu kebutuhan dan juga bentuk tanggung jawab anak terhadap diri sendiri. Mengembangkan Kemandirian Anak Perkembangan manusia dapat dilihat dari multidimensi, baik fisik maupun Perkembangan itu umumnya berlangsung secara sistematis, progresif dan berkelanjutan. Dimensi-dimensi perkembangan individu disajikan sebagai berikut ini: Perkembangan fisik. Perkembangan fisik individu mencakup aspek-aspek anatomis dan fisiologis. Perkembangan anatomis berupa perubahan kuantitatif pada struktur tulang, tinggi dan berat badan. Perkembangan fisiologis ditandai dengan perubahan secara kuantitatif, kualitatif dan fungsional dari system kerja biologis. Misalnya, konstraksi otot-otot, peredaran darah dan pernafasan, persyarafan, sekresi kelenjar dan Perkembangan keduanya biasanya berjalan relatif seirama. Perkembangan perilaku psikomotorik. Perkembangan ini menuntut koordinasi fungsional antara system syaraf dan otot, serta fungsi-fungsi Fungsi psikis mencakup kognitif, afektif dan konatif. Perkembangan psikomotorik berlangsung dari yang sederhana kepada yang kompleks dan dari yang kasar kepada yang halus, spesifik, dan terkoordinasikan. Ketrampilan psikomotorik berkembang secara runtut sejak masih anakanak, selanjutnya mengalami AupenurunanAy ketika energy fisik makin berkurang, terutama ketika memasuki fase dewasa akhir. Perkembangan bahasa. Manusia memiliki potensi dasar berbahasa. Potensi ini tergantung pada dimana dia bermukim dan berinteraksi dengan masyarakat berbahasa apa. Kemampuan berbahasalah yang membedakan antara manusia dengan hewan. Kemampuan berbahasa itu pun berkembang secara sistematis, progresif dan berkelanjutan. Melalui bahasa, manusia mengkodifikasikan berbagai informais, baik dalam bentuk lisan, tulisan, gambar, dan lain-lain. Perkembangan kognitif. Perkembangan kognitif kata lainnya adalah perkembangan kapasitas nalar otak atau intelegensi. Perkembangan intelegensi berlangsung sangat pesat sampai masa remaja. Setelah itu cenderung stagnan atau berangsur menurun kepesatannya. Puncak perkembangan kognitif manusia pada umumnya tercapai di penghujung masa remaja akhir. Pendapat Piaget disajikan sebagai berikut ini. Sudarwan Danim dkk. Psikologi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Tabel A. 1 Perkembangan Kognitif Peaget Usia Periode Karakteristik 0-2 tahun Sensori-motor Bayi belajar untuk membedakan dirinya benda-benda lingkungannya, belajar perbedaan antara AusayaAy dan Aubukan sayaAy. 2-4 tahun Pra-operasional Anak masih sangat egosentris, tapi sekarang mengklasifikasikan objek dengan cara sederhana, terutama dengan fitur individu. 4-7 tahun Intuitif Anak mengklasifikasikan hal yang lebih umum, namun tidak menyadari bahwa dia menggunakan kelas bawah. 7-11 tahun Operasi kongkret Anak dapat menggunakan operasi logika, seperti pembalikan, klasifikasi yang disengaja dan serialisasi. 11-15 tahun Operasi formal Anak menjadi lebih konseptual dan mampu berfikir dalam ide-ide abstrak. Perkembangan perilaku sosial. Manusia merupakan makhluk sosial. Ini bukanlah keunggulan manusia yang utama, karena singa pun sering dinilai memiliki spirit Ausosial yang tinggiAy dalam komunitasnya. Sejak manusia dilahirkan, dia memulai interaksi sosial. Karena memang, tanpa sentuhan sama sekali, bayi yang paling hebat sekali pun tidak akan bertahan hidup. Karena memang, ketika dilahirkan manusia itu tidak berdaya, meski unsurunsur fisiknya sudah lengkap. Awalnya, anak mempelajari segala yang terjadi dalam lingkungan keluarga, kemudian di lingkungan masyarakat sekitar, di lingkungan sekolah, atau masyarakat yang lebih luas. Ciri-ciri perkembangan perilaku sosial dikemukakan oleh Buhler seperti berikut. Tabel A. 2 Perkembangan Perilaku Buhler Usia Ciri-ciri 0-3 tahun Semua fenomena dilihat menurut pandangan sendiri 3-4 tahun Suka membantah, keras kepala 4-6 tahun Mulai bisa menyesuaikan diri dengan 6-12 tahun Membandingkan dengan aturan-aturan 12-13 tahun Perilaku coba-coba, serba salah, ingin Ibid. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 13-16 tahun 16-18 tahun Mulai menyadari kenyataan yang berbeda dengan sudut pandangnya Berperilaku sesuai dengan tuntutan masyarakat dan kemampuan dirinya Perkembangan moralitas. Tahap perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan penalaran moralnya. Teori ini dikemukakan oleh Lawrence Kohlberg. Teorinya didasarkan pada tahapan perkembangan konstruktif. Setiap tahapan dan tingkatan memberi tanggapan yang lebih kuat terhadap dilema-dilema moral dibanding tahap/ tingkat sebelumnya. Tahapan-tahapan perkembangan moral dimaksud disajikan sebagai berikut. Tingkat 1 (Prakonvensional, 0-9 tahu. Orientasi kepatuhan dan hukuman . Orientasi minat pribadi Tingkat 2 (Konvensional, 9-15 tahu. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas . ikap anak bai. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial . oralitas hukum dan Tingkat 3 (Pasca- Konvensional, di atas 15 tahu. Orientasi kontrak sosial10 Perkembangan bidang keagamaan. Manusia meyakini bahwa ada kekuatan yang AySerba MahaAy di luar dirinya. Inilah penghayatan di bidang keagamaan, apapun agama yang dianutnya. Melalui penghayatan keagamaan ini, manusia meyakini adanya kekuatan lebih darinya. Melalui Aykekuatan yang MahaAy itulah dia menumpukan harapan, ketika dia berharap menyertainya atau ketika dia merasa tidak ada yang bisa lagi Penghayatan keagamaan ini berbeda masing-masing orang, baik kapan memulai maupun intensitasnya. Abin Syamsuddin . menjelaskan tahapan perkembangan keagamaan sebagaimana tampak dalam table berikut. Ibid. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Tabel A. 3 Perkembangan Keagamaan Abin Syamsuddin Tahapan Ciri-ciri Sikap reseptif meskipun banyak bertanya. Pandangan ke-Tuhan-an yang dipersonifikasi. Masa Penghayatan secara ruhaniah yang belum mendalam. Kanak-Kanak Hal ke-Tuhan-an dipahamkan secara ideosyincritic . enurut khayalan pribadiny. Sikap reseptifyang disertai pengertian. Pandangan ke-Tuhan-an yang diterangkan secara Penghayatan secara ruhaniah semakin mandalam, ritual diterima sebagai keharusan moral. Sikap negatif disebabkan alam pikirannya yang kritis melihat realitas orang-orang beragama yang hipokrit . ura-pur. Pandangan ke-Tuhan-an menjadi kacau, karena beragamnya aliran faham yang saling bertentangan. Masa Sekolah Penghayatan rohaniahnya cenderung skeptic, sehingga banyak yang enggan melaksanak ritual yang selama ini dilakukan dengan penuh kepatuhan. Sikap kembali ke arah positif, bersamaan dengan kedewasaan intelektual bahkan akan agama menjadi pegangan hidupnya. Pandangan ke-Tuhan-an dipahamkannya dalam konteks agaman yang dianut dan dipilihnya. Penghayatan rohaniahnya kembali tenang setelah melalui proses identifikasi dan merindu puja, ia dapat membedakan antara agaman sebagai doktrin atau ajaran agama. Perkembangan Konatif. Konatif merupakan perilaku yang berkaitan dengan motivasi atau faktor penggerak perilaku seseorang yang bersumber dari kebutuhan-kebutuhannya. Motivasi bisa bersumber dari dorongan internal atau eksternal. Faktor internal antara lain dapat berupa cita-cita, harapan, niat, penyaluran energy, seks, menghindari kejenuhan, rasa ingin tahu, menghindari ketertinggalan, dan sebagainya. Faktor eksternal, dapat berupa keinginan memperoleh hadiah, tekanan pesaing, gaji, ancaman dan Perkembangan Emosional. Perkembangan ini melibatkan banyak variable, seperti rangsangan yang menimbulkan emosi, perubahan fisiologis, suasana lingkungan, kondisi kesehatan, ketersedianan kebutuhan, iklim interaksi dengan lingkungan dan orang lain, dan sebagainya. Replikanya bisa beragam, seperti suka vs tidak suka, senang vs tidak senang, kuat vs lemah. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 dan sebagainya. Bridges berpendapat bahwa proses perkembangan dan diferensial emosional pada anak-anak seperti disajikan berikut ini. Tabel A. 4 Perkembangan Emosional Bridges Usia Ciri-ciri Pada saat kepekaan umum terhadap rangsangan-rangsangan tertentu, seperti suara, cahaya, temperature, dan 0-3 bulan Suasana emosional, seperti senang dan gembira mulai didefinisikan dari orang tuanya. 3-6 bulan Ketidaksenangan kemarahan, kebencian, dan ketakutan. 9-12 bulan Diferensiasi kegembiraan ke dalam kegairahan dan kasih saying 18 bulan Kecemburuan mulai berdiferensiasi kegairahan dan kasih sayang. 2 tahun Kenikmatan dan 5 tahun Diferensiasi ketidaksenangan di dalam rasa malu, cemas dan kecewa, sedangkan kesenangan berdiferensiasi ke dalam harapan dan kasih sayang. Penerapan Manajemen Pendidikan Keluarga dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Seperti yang dikatakan oleh Ki Hajar Dewantara, bahwa pendidikan keluarga merupakan pendidikan yang sempurna bagi pendidikan kecerdasan dan budi pekerti, dibanding dengan pendidikan-pendidikan yang lain . elain Orang tua merupakan pendidik pemula bagi anak dan tempat mengadu segala persoalan yang menyangkut diri anak. Oleh sebab itu ketika muncul pertanyaan, siapakah yang bertanggung jawab atas kepribadian anak, orang tua menjadi sasaran pertama, baru setelah itu sekolah dan masyarakat. Orang tua harus menyadari akan pentingnya bimbingan dan asuhan bagi anak. Adapun sekolah merupakan lembaga yang diserahi tugas untuk membimbing dan mendidik dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang sebagai lembaga Ibid. , h. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 Peran orang tua adalah menuntun dan mengembangkan kepribadian, seperti melakukan komunikasi dan cara bergaul. Oleh sebab itu harmonisasi hubungan keluarga perlu dijaga agar anak merasa tenteram dan damai dalam lingkungan keluarga tersebut. Sebaliknya, jika terjadi disharmonisasi dalam keluaga, maka akan mempengaruhi jiwa anak dan menimbulkan keresahan Demikian juga, mengenai tugas keseharian orang tua dan tingkat pendidikannya juga memiliki pengaruh terhadap diri anak. Begitu pentingnya peran keluarga. Ki Hajar Dewantara mengatakan, bahwa keluarga merupakan eksponen dari kebudayaan masyarakat dan sebaik-baik pendidikan sosial. Orang tua harus betul-betul memperhatikan kondisi anaknya baik dalam masalah kesehatan jasmani maupun kesehatan rohaninya. Orang tua memikul tanggung jawab besar terhadap berlangsungnya pendidikan anak. Islam memberi perhatian khusus terhadap ilmu dan pendidikan, sehingga pahala ilmu dan belajar sangat besar tanpa tandingan. Dan hak anak terhadap orang tuanya, mereka harus mengajarkan tiga ilmu, yakni. akhlak, ilmu fikih, dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Selanjutnya penerapan manajemen pendidikan keluarga dalam mengembangkan kemandirian anak bisa diwujudkan melalui tindakan seharihari yang sebelumnya sudah melalui proses kesepakatan dalam keluarga, aplikasi dari keilmuan yang sudah diperoleh dan diwujudkan dalam kehidupan rumah tangga. Perencanaan atau Planning sama halnya dengan niat, niat bukan hanya lintasan yang ada dalam hati, akan tetapi dalam niat sudah mempunai gambaran walaupun hal itu mustahil, namun akan sungguh-sungguh untuk Tahapan yang kedua adalah mujahadah, dalam hal ini seseorang berusaha sungguh-sungguh untuk mewujudkan niat serta istiqomah atau konsisten dalam niat tersebut dan berusaha mewujudkannya sekuat tenaga, hal ini sama dengan organizing. Tahapan ketiga ini muhasabah, yaitu melakukan control atau evaluasi diri terhadap sesuatu yang telah dilakukan atau keberhasilan niat. Hal ini identic dengan controlling. Melalui penerapan rangkaian fungsi manajemen pendidikan, disinkronkan dengan pemahaman tahap perkembangan anak secara fisik dan Dapat dipahami bahwa peran orang tua dalam mengembangkan kemandirian anak sangat penting, orang tua sebagai madrasah awal dalam mendidik, membimbing, membentuk dan mengarahkan bagaimana anak bertindak, bersikap dan melakukan pekerjaan sesuai dengan tahapan perkembangan secara psikologis. Kemandirian anak akan terbentuk mana kala anak diberi tanggung jawab, ada reward dan punishment sebagai wujud Dr. HM. Zainuddin. MA. Pendidikan Keluarga Islami. Gema, id/r/131101/pendidikan-keluarga-islami. Husain Mazhahiri. Pendidikan Anak dalam Islam, (Jakarta: Lentera, 1. https://uin- Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 apresiasi yang sifatnya mendidik dan membangun. Meskipun awalnya, anak mempelajari segala yang terjadi dalam lingkungan keluarga, kemudian di lingkungan masyarakat sekitar, di lingkungan sekolah, atau masyarakat yang lebih luas, diari sini peran orang tua sebagai contoh yang baik bagi anak harus bisa memainkan peran yang mendidik. KESIMPULAN Manajemen pendidikan keluarga bisa dimulai dengan menerapkan fungsi manajemen pendidikan yakni dengan tahap perencanaan pendidikan mandiri bagi anak yang sudah disepakati oleh kedua orang tuan, dengan berbekal pengetahuan ilmu agama, dan ilmu lainnya. Kedua tahap pengorganisasian, secara umum dalam keluarga seorang ayah atau pemimpin dalam keluarga membagi tugas-tugas kepada orang yang terlibat dalam kerja sama terhadap tugas, pokok dan fungsi sesuai kesepakatan dan tahapan perkembangan anak. Ketiga pergerakan atau actuating yang berarti bagaimana peran kedua orang tua dalam merangsang anggota-anggota kelompok melaksanakan tugas-tugas dengan antusias dan kemauan yang baik. Yang keempat, pengawasan atau controlling merupakan evaluasi dari peran dan kegiatan yang sudah terlaksana, mengukur keberhasilan dan kekurangan yang belum tercapai dalam tahap perkembangan kemandirian anak dalam Dalam membentuk dan mengembangkan kemandirian anak dalam keluarga, orang tua harus dibekali pengetahuan tentang perkembangan fisik dan psikologis anak, usia anak akan menunjukkan tahap perkembangan psikologis yang bisa dilakukan. Hal ini meliputi beberapa tahap perkembangan antara lain. perkembangan fisik, perkembangan perilaku psikomotorik, perkembangan bahasa, perkembangan kognitif, perkembangan perilaku sosial, perkembangan moralitas, perkembangan bidang keagamaan, perkembangan konatif, dan perkembangan emosional. Dengan memahami tahapan perkembangan tersebut, pendidikan dan pembelajaran secara karakter dan kemandirian akan terbentuk dengan Peran manajemen pendidikan keluarga dalam mengembangkan kemandirian anak. Peran orang tua adalah menuntun dan mengembangkan kepribadian, seperti melakukan komunikasi dan cara bergaul. Oleh sebab itu harmonisasi hubungan keluarga perlu dijaga agar anak merasa tenteram dan damai dalam lingkungan keluarga tersebut. Melaksanakan niat awal dalam mendidik seluruh anggota keluarga, dengan saling mendukung, memberi contoh dan mengingatkan sesuai dengan porsi masing-masing. Harapan tercapainya pendidikan keluarga dalam mengembangan kemandirian anak seuai dengan tahapan dan berjalan dengan baik sesuai harapan akan terlaksana. Leadership: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam ISSN (P): 2721-7108. ISSN (E): 2715-0399 Vol. 4 No. 2 bulan Juni 2023 REFERENSI