FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian KOMPARASI KEMAMPUAN PEMBELAJARAN TIM GENERASI Z: TINJAUAN ANTARA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN SWASTA DI INDONESIA Comparison of Generation Z Team Learning Capabilities: An Overview Between Public and Private Universities in Indonesia Rahmawati Lubis. Syifarani Putri. Safira Farsya. dan Shanty Komalasari. * Program Studi Psikologi. Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. UIN Antasari Banjarmasin Diterima 13 Agustus 2023 / Disetujui 20 Desember 2024 ABSTRACT Higher education in Indonesia plays an important role in preparing generation Z to face a dynamic future. One of the key aspects of this preparation is the team's learning capabilities. This research aims to compare team learning abilities between generation Z students at state and private universities in Indonesia. Quantitative methods are used using questionnaires as a data collection The results of the analysis show that the learning abilities of the two groups are not significantly different. However, differences in student characteristics may influence their participation in team learning. This can be seen from the analysis based on a comparison of descriptive results which shows differences in team learning abilities between the two groups, with the average generation z students at private universities . tending to be higher than at state universities . These findings suggest that we need to understand more deeply the components that influence these differences if we are to make good educational plans. Keywords: Team Learning Capability. Generation Z. State Universities. Private Universities ABSTRAK Pendidikan tinggi di Indonesia berperan penting dalam mempersiapkan generasi Z menghadapi masa depan yang dinamis. Salah satu aspek kunci dari persiapan ini adalah kemampuan belajar tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan belajar tim antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri Swasta di Indonesia. Metode kuantitatif digunakan dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan pembelajaran antara kedua kelompok. Namun, perbedaan karakteristik siswa dapat mempengaruhi partisipasi mereka dalam pembelajaran tim. Hal ini terlihat dari analisis berdasarkan perbandingan hasil deskriptif yang menunjukkan perbedaan kemampuan pembelajaran tim antara kedua kelompok, dengan rata-rata mahasiswa generasi z di Perguruan Tinggi Swasta . cenderung lebih tinggi dibandingkan di Perguruan Tinggi Negeri . Temuan ini menunjukkan bahwa kita perlu memahami lebih dalam komponen-komponen yang mempengaruhi perbedaan-perbedaan ini jika kita ingin membuat rencana pendidikan yang baik. Kata Kunci: : Kemampuan Pembelajaran Tim. Generasi Z. Perguruan Tinggi Negeri. Perguruan Tinggi Swasta. FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian tugas-tugas individual dibandingankan dengan tim. Kemampuan kerja sama tim di lingkungan pendidikan perguruan tinggi masih belum mendapatkan perhatian serius dan terstruktur. Padahal, kemampuan ini sangat utama dan diperlukan dari setiap generasi Z yang berada di Perguruan Tinggi agar terciptanya tujuan belajar dengan lebih mudah, efektif, dan optimal (Sartika & Nengsi, 2. Kolaborasi tim dapat diuraikan dengan beberapa tahap seperti masukan, kemudian proses, dan hasil. Pada tahap masukan, sifat anggita-anggota tim dan aspek lainnya memainkan peran penting. Kemudian, pada tahap proses, terjadi menghasilkan efektivitas tim. Pada tahap terakhir, hasil yang dicapai menjadi tolak ukur keberhasilan kerjasama tim (Suwarno. Kerjasama tim merupakan suatu proses yang memanfaatkan sumber daya tim untuk memperoleh output atau hasil yang Jadi, proses ini adalah usaha yang dilakukan oleh mengalihkan input . umber day. menjadi sebuah output . (Sartika & Nengsi. Di zaman modern ini, perubahan yang cepat terus menerjang berbagai aspek kehidupan generasi Z. Hal ini menegaskan menciptakan SDM . umber daya manusi. yang mampu bersaing dan beradaptasi di pasar kerja. Salah satu aspek kunci dalam sumber daya manusia tersebut adalah kemampuan pembelajaran tim . eam learning Kemampuan pembelajaran tim . eam learning capabilit. merupakan kemampuan individu saat berada dalam sebuah tim untuk berpikir dan bekerja sama secara bebas sebagai unit satu kesatuan. Pembelajaran tim ini mencakup interaksi antar anggota tim dengan mengemukakan pemikiran secara bebas dan terbuka untuk kepentingan tim mereka sendiri (Komalasari et al. , 2. Pembelajaran tim mewakili transisi dari pembelajaran individual menuju pembelajaran kolektif. Dalam konteks ini, kesempatan untuk mengakses berbagai sudut Ini PENDAHULUAN Perguruan tinggi di Indonesia telah menjadi fokus utama bagi banyak generasi, termasuk generasi Z. Baik perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia memainkan peran penting dalam menyiapkan generasi Z untuk menghadapi tantangan masa Generasi merupakan hasil dari dinamika sosial di mana individu-individu tergabung dalam suatu kelompok yang memiliki kesamaan dalam rentang usia serta pemahaman akan lingkungan sekitarnya. Generasi Z, yang juga dikenal dengan sebutan Generasi Net atau Generasi Digital, adalah kelompok individu yang lahir dalam rentang waktu antara tahun 1996 hingga 2010 (Komalasari et al. , 2. Pembelajaran tim tentu tidak lepas dari metode belajar yang diterapkan banyak Perguruan tinggi agar generasi Z mempunyai keunggulan dalam kemampuan kehidupan . ife skil. Menurut (Wiese & Burke, 2. , definisi pembelajaran tim adalah proses perilaku seseorang, menjadi proses dalam mengintergasikan informasi. Hal tersebut diharapkan dapat membantu generasi Z untuk mengembangkan kemampuan interpersonal mereka ketika berada dalam suatu tim. Tim adalah sekumpulan individu yang saling keterkaitan dan berkolaborasi untuk mencapai suatu tujuan. Individu yang sifatnya saling membutuhkan satu sama lain akan mendorong terciptanya kerjasama tim, di mana individu-individu saling membantu dan menjalin hubungan timbal balik. Interaksi sosial pun tercipta. Dengan membantu orang lain, akan membuka peluang untuk dibantu di lain waktu. Hubungan timbal balik ini akan terjadi secara langsung (Sartika & Nengsi. Pembelajaran tim sangat penting baik dalam dunia akademis maupun praktik karena berguna untuk meningkatkan efektivitas di seluruh kegiatan yang dilakukan (Wiese & Burke, 2. Namun, tidak semua generasi Z dapat beradaptasi dengan pembelajaran tim Sebagian generasi Z bisa saja merasa lebih efektif jika melakukan pekerjaan *Korespondensi Penulis: E-mail : shantykomalasari@uin-antasari. FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian mengembangkan wawasan, memperdalam pemahaman, memperluas pandangan, dan meningkatkan kesadaran diri. Selain itu, pembelajaran tim membantu pegawai dalam mengembangankan kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi. Mereka juga belajar untuk melihat anggota organisasi lain sebagai sumber daya pembelajaran (Jubaedah, 2. Pembelajaran tim mendorong individu untuk membandingkan jawaban, dan saling memberi umpan balik (Hamruni, 2. Keterampilan tim dalam beradaptasi dan belajar menjadi kunci utama membentuk suatu tim yang efesien dan efektif. Tim yang mampu beradaptasi dan belajar dengan mudah akan lebih siap menghadapi Keterampilan ini juga membantu tim untuk memaksimalkan kinerja mereka sehingga dapat mencapai tujuan bersama dengan lebih efisien (Zaky, 2. Penelitian ini dilakukan dengan mengeksplorasi kemampuan pembelajaran tim (Team Learning Capabilit. antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Penelitian ini akan memberikan wawasan mengenai kemampuan pembelajaran tim pada generasi Hal ini akan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan, karena dapat menjadi acuan dalam pengembangan program pendidik yang lebih efektif dan efisien. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan (Team Learning Capabilit. antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. tentang kemampuan pembelajaran tim (Team Learning Capabilit. pada generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, peneliti menggunakan survei sebagai metode Keunggulan menggunakan desain survei adalah kuesioner dapat disusun dengan cermat dalam lingkungan yang tenang, memungkinkan pertanyaan-pertanyaan yang terstruktur secara sistematis sesuai dengan fokus penelitian, dan memudahkan peneliti dalam mendapatkan data-data dari sejumlah responden pada waktu yang relatif singkat. (Kusumastuti et , 2. Kriteria sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i aktif di seluruh Indonesia yang termasuk dalam generasi Z, yaitu individu yang lahir antara tahun 1995 hingga 2006. Populasi mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia belum terdokumentasi secara pasti, sehingga metode snowball sampling diterapkan untuk pengambilan Snowball sampling merupakan teknik sampling atau pengambilan sampel yang dimulai dengan sejumlah kecil individu yang pertumbuhan bola salju yang bergulir dan (Sudaryana & Agusiady, 2. Kuesioner menggunakan platform Google Form dan disebarkan melalui berbagai media sosial. Proses penyebaran kuesioner dilakukan selama 8 hari, mulai dari tanggal 5 hingga 12 Maret 2024. Total responden yang berhasil dikumpulkan oleh peneliti adalah sebanyak 201 orang. Kuesioner yang disebarkan oleh peneliti terdiri dari data identitas responden, sebelas pertanyaan, dan memiliki empat opsi jawaban berdasarkan alat ukur Team Learning Capability yang telah diadaptasi oleh (Komalasari et al. , 2. METODE PENELITIAN Metode kuantitatif digunakan dalam Pendekatan kuantitatif menekankan pada kebutuhan akan jawaban yang pasti, jelas, dan tidak ambigu. Kuesioner merupakan alat yang berisi serangkaian pertanyaan tentang suatu subjek dalam domain tertentu (Kusumastuti et al. Untuk memperoleh pemahaman HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran berdasarkan hasil T-Test dengan hasil Dalam analisis ini, dilakukan uji independent samples t-test untuk membandingkan kemampuan belajar tim (Team Learning Capability ) antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Hasil FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian dari uji penelitian ini menyatakan bahwa nilai p yang diperoleh adalah 0,136. Namun, perlu diperhatikan bahwa nilai degrees of freedom (D. tidak tersedia dalam output yang Tidak adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan belajar tim antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Dapat dilihat dari nilai p yang lebih besar dari tingkat signifikansi yang umumnya digunakan . iasanya 0,. Oleh karena itu, tidak ada cukup bukti statistik yang mendukung adanya perbedaan yang signifikan dalam kemampuan belajar tim antara kedua kelompok tersebut berdasarkan hasil uji ini. Grup Mean Coffiesien Negara 34,93 0,466 0,132 Swasta 36,01 0,411 0,116 Dalam analisis ini, dilakukan perbandingan kemampuan belajar tim (Team Learning Capability ) antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Berikut adalah hasil deskriptif dari kedua kelompok: Perguruan Tinggi Negeri N : 98 Rata-rata : 34. SD : 4. Koefisien : 0. Standar error : 0. Pada analisis descriptive plots dan bar plots, terdapat perbedaan yang signifikan antara Perguruan Tinggi Negeri dan dan Perguruan Tinggi Swasta. Dari hasil yang diperoleh, terlihat bahwa dalam rentang nilai kemampuan belajar tim (Team Learning Capability ) antara 34 hingga 37 pada descriptive plots dan antara 30 hingga 40 pada bar plots, grafik menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan belajar tim mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri terlihat lebih rendah dibandingkan dengan mahasiswa di Perguruan Tinggi Swasta. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan dalam kemampuan belajar tim antara kedua kelompok dalam rentang nilai tersebut. Penelitian harus mempertimbangkan pola temporal perilaku pembelajaran tim jika mereka ingin memahami dinamikanya karena pembelajaran tim adalah fenomena sosial yang kompleks yang berkembang dan (LehmannWillenbrock, 2. Perbedaan dalam kemampuan pembelajaran tim antara mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta menandakan perlunya pemahaman yang lebih mendalam terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut, seperti lingkungan belajar, budaya Perguruan Tinggi Swasta N : 103 Rata-rata : 36. SD : 4. Koefisien : 0. Standar error : 0. Dari hasil deskriptif tersebut, terlihat bahwa rata-rata kemampuan belajar tim mahasiswa generasi Z di Perguruan Tinggi Swasta . sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri . Standar deviasi yang lebih rendah pada kelompok Swasta . juga menunjukkan bahwa data lebih terkonsentrasi di sekitar rata-rata, dibandingkan dengan kelompok Negeri yang memiliki standar deviasi yang lebih tinggi . FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian akademik, dan karakteristik mahasiswa di setiap institusi. (Marlina Wati et al. , 2. Perbedaan memengaruhi bagaimana mahasiswa melihat dan berpartisipasi dalam pembelajaran tim (French & Kottke, 2. Oleh karena itu, sesuai dengan fakta yang teramati di lapangan, dapat disimpulkan bahwa masih banyak mahasiswa generasi Z yang kurang serius dalam mengikuti perkuliahan (Ziliwu et al. , 2. Bahkan terkadang mengerjakan tugas dengan mengikuti contoh teman, kecenderungan untuk menyontek selama ujian, dan kesulitan menanggapi materi yang diberikan oleh guru karena memiliki minat yang rendah terhadap mata kuliah yang dipelajari (Zagoto et al. , 2. Oleh karena itu, berkaitan dengan hal ini. Hamlyn-Harris mengemukakan bahwa banyak mahasiswa merasa terpaksa untuk bekerja dengan orang lain dan kurang termotivasi berpartisipasi dalam kerja tim. (H. HamlynHarris et al. , 2. Dengan pemahaman yang lebih baik, institusi pendidikan dapat mengembangkan meningkatkan kemampuan pembelajaran tim mahasiswa di kedua jenis perguruan tinggi. peningkatan kualitas, individu dengan kemampuan belajar tim yang rendah akan menghadapi tantangan. Oleh karena itu, memahami cara meningkatkan kemampuan belajar tim menjadi penting untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan (Yang & Chen, 2. Dalam pandangan Zeitun, hasil menunjukkan bahwa kepuasan kerja tim memiliki korelasi dengan kemampuan kerja tim (Zeitun et al. , 2. Hasil kuantitatif dari penelitian yang dilakukan oleh wati, dkk menunjukkan bahwa kepuasan kerja tim mahasiswa rata-rata 3,85Ae3,93, dengan ratarata skor sekitar 4 yang menunjukkan bahwa siswa puas dengan pengalaman kerja tim mereka selama studi (Marlina Wati et al. Ini memperkuat penelitian yang dilakukan Rawden, dkk. Yang menemukan konsep kemampuan belajar tim dan mengungkapkan bahwa kemampuan belajar tim terdiri dari pembelajaran hubungan dalam tim, lingkungan kerja yang saling percaya dan komitmen (Batt-Rawden et al. , 2. Karena terkadang pembelajaran tim terkena dampak negatif ketika tim terdiri dari individuindividu yang memiliki tingkat agreeableness yang tinggi (Ellis et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Sarin dan McDermott C juga menunjukkan bahwa pembelajaran tim kepemimpinan demokratis, posisi pemimpin tim dalam organisasi, dan pembentukan struktur tujuan (Sarin & McDermott, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis perbedaan Team Learning Capability generasi Z di Universitas Negeri dan Swasta, dapat perbedaan signifikan dalam kemampuan belajar tim antara mahasiswa generasi Z di kedua jenis perguruan tinggi tersebut. Namun, terdapat perbedaan dalam rata-rata kemampuan belajar tim antara kedua kelompok, di mana mahasiswa di perguruan tinggi swasta cenderung menunjukkan ratarata yang sedikit lebih tinggi. Hal ini menandakan bahwa meskipun secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, namun terdapat variasi dalam kemampuan belajar tim di kalangan mahasiswa generasi Z yang berada di berbagai jenis institusi pendidikan tinggi. Pendidikan penting dalam kemajuan suatu negara karena memberikan dampak positif pada proses pembangunan (Shalsabila & Kadiyono. Seluruh proses pendidikan di Perguruan Tinggi, termasuk kegiatan perkuliahan, memiliki peran yang sangat kemampuan belajar tim mahasiswa generasi Z di Universitas, baik Negeri maupun Swasta (Safitri et al. , 2. Di Indonesia, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk penyediaan pengetahuan, tetapi juga untuk memperkuat keterampilan kolaboratif yang esensial dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam konteks ini, peningkatan Dalam situasi ini, peningkatan Team Learning Capability di kedua jenis perguruan tinggi menjadi faktor utama dalam memajukan kecerdasan generasi muda bangsa (Komalasari & Yuliani, 2. Oleh karena itu, pemahaman yang FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian komprehensif tentang variabel-variabel yang mempengaruhi kemampuan belajar bersama menjadi krusial dalam usaha meningkatkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia (Putri. Salah satu faktor yang terbukti berdampak pada kemampuan belajar bersama adalah tingkat kreativitas dan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran (Patekur, 2. Dengan demikian, upaya Team Learning Capability di universitas negeri dan swasta harus mempertimbangkan faktor-faktor ini secara holistik. Faktor-faktor seperti lingkungan belajar, budaya akademik, dan karakteristik mahasiswa memengaruhi perbedaan dalam kemampuan pembelajaran tim antara kedua Meskipun demikian, penelitian juga menyoroti bahwa masih banyak mahasiswa generasi Z yang mengalami pembelajaran tim, dengan beberapa bahkan merasa terpaksa untuk bekerja dengan orang Ini pengembangan strategi pendidikan yang lebih efisien untuk meningkatkan kemampuan belajar bersama mahasiswa di kedua jenis Perguruan Tinggi (Sari, 2. Keputusan untuk menghadiri kuliah sambil bekerja menuntut mahasiswa untuk mencapai keseimbangan antara tugas akademis dan Namun, ketidakmampuan mengelola keduanya secara efektif dapat menyebabkan konflik peran, yang mengharuskan mahasiswa untuk mengorbankan salah satu kegiatan. Situasi seperti ini seringkali menjadi pemicu stres yang signifikan bagi mahasiswa. (Desi Astuti et al. , 2. Sebagai seorang mahasiswa, terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi, seperti memahami materi kuliah, berpartisipasi aktif dalam sesi perkuliahan, dan menyelesaikan tugas sesuai deadline (Sari, 2. Dalam kerangka ini, pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan belajar secara berkelompok menjadi krusial dalam upaya meningkatkan sistem pendidikan tinggi di Indonesia. Peningkatan pembelajaran tim menjadi krusial dalam menghadapi tantangan masa depan, terutama dalam pasar kerja yang semakin kompetitif dan berubah-ubah, sehingga pemahaman mendalam tentang perbedaan dalam Team Learning Capability generasi Z di Universitas Negeri dan Swasta menjadi sangat penting. Memahami dinamika pembelajaran tim, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan kerja tim dan faktor-faktor yang berkorelasi dengan pembelajaran tim, kualitas pendidikan dengan SDM . umber daya manusi. yang kompetitif, terutama di konteks perbandingan antara institusi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Dalam konteks ini, hasil penelitian ini menyediakan wawasan yang berharga bagi pengembangan program pendidikan yang lebih efektif dan efisien, serta menyoroti perlunya perhatian yang lebih besar terhadap kemampuan pembelajaran tim dalam lingkungan pendidikan tinggi. Sebagai tambahan, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pemahaman yang lebih dalam terhadap pola perilaku dan faktor-faktor yang memengaruhi pembelajaran tim, sehingga mengimplementasikan strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pembelajaran tim mahasiswa untuk masa depan yang lebih baik. Belajar secara tim melibatkan adanya dialog antara anggota organisasi dan praktik mengemukakan ide secara terbuka demi kepentingan organisasi (Kabul. Penggunaan pembelajaran tim memiliki potensi untuk meningkatkan profesionalisme mahasiswa dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengasah keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja (Arbie et al. Setiap anggota tim perlu saling Oleh karena itu, keberhasilan pembelajaran ditentukan oleh kesuksesan tim (Hasanah & Himami, 2. Jadi secara keseluruhan, penelitian ini penelitian ini, meskipun tidak terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan belajar tim antara mahasiswa generasi Z di Universitas Negeri dan Swasta, tetapi terdapat variasi dalam rata-rata kemampuan belajar tim antara kedua kelompok. Ini menekankan pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan belajar tim FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 95 Ae 103. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian mahasiswa di kedua jenis Perguruan Tinggi, serta perlunya perhatian terhadap faktorfaktor yang memengaruhi pembelajaran tim. Hamlyn-Harris. Hurst. Von Baggo. , & J. Bayley. Predictors of Team Work Satisfaction. Journal of Information Technology Education: Research, 5, 299Ae315. https://doi. org/10. 28945/249 Hamruni. Strategi Pembelajaran. Insan Madani. Hasanah. , & Himami. Model Pembelajaran Kooperatif Dalam Menumbuhkan Keaktifan Belajar Siswa. Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswan, 1. , 1Ae13. https://doi. org/10. 54437/irsyaduna. Jubaedah. Analisis Konseptual Organisasi Pembelajaran ( Learning Organization Sebagai Teori Organisasi Kontemporer. Jurnal Ilmu Administrasi, 7. , 273Ae281. Kabul, . Organisasi Pembelajaran: Teori Dan Realita. Journal Ilmiah Rinjani, 3, 109Ae115. Komalasari. Handoyo. , & Herachwati, . Adaptasi Alat Ukur Team Learning Capability (TLC) pada Karyawan Generasi Z. Jurnal Studi Insania, 11. , 69Ae80. Komalasari. Hermina. Muhaimin. Alarabi. Apriliadi. Rabbani. , & Mokodompit. Prinsip Character of A Leader Generasi PHILANTHROPY: Journal Psychology, 6. , https://doi. org/10. 26623/philanthropy. Komalasari. , & Yuliani. Pengembangan Kepribadian Mahasiswa untuk Era 5. Prosiding Seminar Nasional 2020 Fakultas Psikologi Umby, 2014, 23Ae31. Kusumastuti. Khoiron. , & Achmadi. METODE PENELITIAN KUANTITATIF. Deepublish. DAFTAR PUSTAKA