Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 49-57 Nilai Estetis Pada Puisi AuSawahAy Karya Sanusi Pane dengan Pendekatan Stilistika Sri Silfiani Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. IKIP Siliwangi Email: srisilfiani76@gmail. Abstract This study will discuss the analysis of aspects contained in the poem "Sawah" by Sanusi Pane using a stylistic approach. The analyzed aspects are language style, diction, figure of speech, and imagery to determine the aesthetic value and foster a national sense of the The method used in this study is a qualitative descriptive method with a stylistic The style of language, diction, figure of speech, and the imagery of a literary work are born from one's thoughts through the steps of contemplation and appreciation of something. In literary works, aesthetic value is a value based on the beauty that previous visitors have made with the work. In the poem "Sawah" by Sanusi Pane, the author uses a lot of language style and connotative meanings in his poetry which aims to assess the aesthetics or meaning contained in each line. Keywords: Stylistic. Aesthetics. Literature Work. ABSTRAK Penelitian ini akan membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane dengan menggunakan pendekatan Stilistika. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk mengetahui nilai estetis dan menumbuhkan rasa nasional pada kandungan puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Stilistika. Gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan sebuah karya sastra lahir dari pemikiran seseorang melalui langkah perenungan dan penghayatan terhadap sesuatu. Dalam Karya Sastra nilai estetis adalah nilai yang berdasar pada keindahan yang dapat membuat para pembaca takjub dengan karya tersebut. Dalam puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane ini, pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi dalam puisinya yang bertujuan untuk memperlihatkan nilai estetis atau makna yang terkandung dalam tiap lariknya. Kata kunci: Stilistika. Estetis. Karya Sastra. Received Oktober 28, 2022. Revised November 17, 2022. Desember 07, 2022 * Sri Silfiani, srisilfiani76@gmail. Nilai Estetis Pada Puisi AuSawahAy Karya Sanusi Pane dengan Pendekatan Stilistika PENDAHULUAN Karya sastra adalah suatu karya yang lahir dari hasil pemikiran seseorang. Dalam sebuah karya sastra tentu dapat menghasilkan suatu nilai estetis atau biasa disebut dengan keindahan yang akan membuat para pembaca takjub ketika membaca karya tersebut. Menurut ragamnya karya sastra terbagi menjadi tiga yaitu prosa, puisi, dan drama. Karya sastra juga pada dasarnya sering menceritakan tentang sebuah kisah atau pengalaman dalam suatu bentuk gambaran kehidupan yang dapat membangkitkan gairah dan pesona dengan alat bahasa lalu dilukiskan dalam bentuk tulisan. Dalam puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane ini pengarang banyak menggunakan gaya bahasa dan makna konotasi yang bertujuan untuk membuat para pembaca takjub serta penasaran terhadap makna yang terkandung dalam tiap lariknya. Puisi yakni ungkapan nyata melalui kata-kata indah yang muncul dari pikiran manusia (Samosir, 2. Selanjutnya ditambahkan oleh Pradopo . mengatakan bahwa puisi adalah rekaman dan interpretasi dari berbagai pengalaman manusia yang penting, diubah dalam bentuk atau wujud yang paling berkesan. Hal tersebut menunjukan bahwa sebuah pengalaman hidup manusia tentu akan menghasilkan sebuah ide yang dapat dicurahkan kedalam bentuk tulisan, karena dengan banyaknya pengalaman yang didapatkan akan semakin mudah untuk kita dalam menuangkan ide atau gagasan dalam membuat puisi. Dalam sebuah puisi terdapat beberapa unsur yaitu diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi. Waluyo . 2, hlm. , mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi rima dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias . Dalam sebuah karya sastra terutama puisi terdapat kaitan yang erat antara nilai estetis dan pemilihan kata-kata yang mengandung makna. Stilistika adalah ilmu yang mempelajari gaya bahasa, gaya bahasa merupakan bagian dari linguistik yang berfokus pada variasi-variasi penggunaan bahasa. Sudjiman . 3: . stilistika adalah style, yaitu cara yang digunakan seorang pembicara atau penulis untuk menyatakan maksudnya dengan menggunakan bahasa sebagai sarana. Dengan demikian style dapat diterjemahkan sebagai gaya bahasa. Dalam stilistika ini akan menggunakan gaya bahasa untuk menyampaikan sesuatu dalam sebuah puisi. Lalu secara sederhana menurut Teeuw . alam Fananie, 2000: . stilistika merupakan sarana yang dipakai pengarang untuk mencapai suatu tujuan, karena stilistika merupakan cara untuk CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 49-57 mengungkapkan pikiran, jiwa, dan kepribadian pengarang dengan cara khasnya. Dengan demikian adanya pendekatan Stilistika dalam sebuah karya dapat mempermudah seorang pembaca dalam mengetahui gaya bahasa yang dipakai oleh pengarang. Nilai-nilai estetis adalah sifat-sifat yang mempunyai keindahan sebagai kemampuan yang terdapat pada suatu objek yaitu sebuah karya seni yang dihasilkan seorang seniman sehingga dapat menimbulkan pengalaman estetis pada orang yang mengamatinya sebagai pelaku seni, karena bernilai estetis untuk manusia sebgai subjek indra jiwa (Jazuli 2008: . Selain itu. Moris mendefinisikan bahwa yang dinamakan estetika adalah dikenakan pada objek yang memilki nilai indah atau tidak Selanjutnya ditambahkan oleh (Dra. Astini kusmiat. mendefinisikan bahwa estetika adalah kondisi yang berkaitan dengan sensasi keindahan yang dirasakan seseorang tetapi rasa keindahan tersebut baru akan dirasakan apabila terjalin perpaduan yang harmonis dari elemen elemen keindahan yang terkandung pada suatu objek. Keindahan adalah sesuatu hal yang dapat membuat seseorang puas secara batin, puas disini bermaksud takjub akan suatu karya. Pada kajian ini penulis akan menganalisis puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane dengan menggunakan pendekatan stilistika, aspek yang akan dikaji dalam puisi tersebut yaitu majas, citraan, gaya bahasa dan diksi. LANDASAN TEORETIS Penelitian ini dilakukan sebagai bahan analisis dan kajian yang tidak terlepas dari kajian terdahulu. Hasil-hasil penelitian yang akan dijadikan bahan analisis ini tidak terlepas dari topik penelitian yaitu menggunakan pendekatan stilistika dan nilai estetis dalam sebuah puisi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Anita Safitri Ardin. Dr. Gazali Lembah. Pd , dan Dr. Ulinsa. Hum . dalam penelitiannya yang berjudul AuGaya Bahasa Dalam Kumpulan Puisi Perahu Kertas Karya Sapardi Djoko Damono (Kajian Stilistik. Ay mengatakan bahwa Kajian Stilistika adalah Style atau gaya bahasa menjadi bagian dari diksi atau pilihan kata yang mempersoalkan cocok dan tidaknya pemakaian suatu kata, frase atau klausa. Persoalan gaya bahasa meliputi semua hirarki kebahasaan mulai dari pilihan kata secara individual, frase, klausa, dan kalimat, bahkan mencakup pula sebuah wacana secara keseluruhan. Nada yang tersirat dibalik sebuah wacana termasuk pula persoalan gaya bahasa. Argumen stilistika ini dapat diperkuat juga Nilai Estetis Pada Puisi AuSawahAy Karya Sanusi Pane dengan Pendekatan Stilistika oleh pernyataan Sance A. Lamusu yaitu AuTelaah Stilistika Puisi-Puisi Rendra dan Taufik IsmailAy mengatakan bahwa hubungan antara bahasa dengan bentuk wacana puisi yang berorientasi ke linguistik dengan menggunakan pendekatan stilistika melalui tanda-tanda kebahasaan khususnya bidang kewacanaan. Dalam kedua bahasan tersebut sama-sama membahas tentang stilistika yang berorientasi kedalam ilmu linguistik lalu nilai estetis yang terkandung dalam makna tiap larik puisi. METODE PENELITIAN Penelitian ini membahas tentang analisis aspek-aspek yang terdapat pada puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane menggunakan pendekatan Stilistika. Aspek yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan untuk memperlihatkan nilai estetis dan makna yang terkandung dalam puisi. Adapun metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara teliti dan menyeluruh mengenai bahan bahasan. Sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah puisi karya Sastrawan Indonesia yang digolongkan kedalam Angkatan Pujangga Baru yaitu Sanusi Pane yang berjudul AuSawahAy. Sedangkan data yang akan diperoleh yaitu melalui penafsiran dari peneliti terkait aspek-aspek yang akan dikaji. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut adalah puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane AuSawahAy Sawah di bawah emas padu Padi melambai, melalai terkulai Naik suara salung serunai. Sejuk didengar, mendamaikan kalbu. Sungai bersinar, menyilaukan mata. Menyemburkan buih warna pelangi. Anak mandi bersuka hati. Berkejar-kejaran, berseru gembira. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 49-57 Langit lazuardi bersih sungguh. Burung elang melayang-layang. Sebatang kara dalam udara. Desik berdesik daun buluh. Dibuai angin dengan sayang. Ayam berkokok sayup suara. Puisi adalah suatu karya sastra tertulis yang berisikan tentang pikiran, perasaan, serta pesan yang mengandung makna. Menurut (Herman J. Waluyo, 1987, hlm. bahwa arti dari sebuah puisi adalah bentuk karya sastra yang mengutarakan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi Sanusi Pane yang berjudul AuSawahAy ini merupakan salah satu karya sastra yang menceritakan tentang tradisi lama atau biasa disebut dengan kebudayaan. Terlihat dari bait pertama menggambarkan tentang padi yang tampak sama seperti emas ketika warna padi nya menguning. Menurut peneliti, puisi ini merupakan kisah lama yang diangkat kembali menjadi sebuah karya. Pada bait pertama pengarang mengibaratkan emas adalah warna kuning ketika padi mulai menguning, lalu ada kata melambai yang digunakan pada kata padi. Bait kedua menjelaskan tentang riuh atau berisik. Bait ketiga menjelaskan tentang langit biru yang bersih tanpa adanya petir atau badai. Lalu ada kata sebatang kara yaitu tentang makna yang tidak sebenarnya atau kata kiasan. Bait keempat menjelaskan tentang bunyi dedaunan yang saling bertubrukan. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah suatu cara mengungkapkan bahasa indah yang dituangkan melalui pemikiran, gaya bahasa juga merupakan salah satu aspek yang ada dalam suatu karya sastra agar terlihat nilai estetis atau keindahannya. Berkenaan dengan nilai estetis yang akan diteliti dalam penelitian, peneliti juga akan menggunakan pendekatan stilistika untuk menemukan gaya bahasa. Peneliti akan menganalisis sebuah puisi yang berjudul AuSawahAy karya Sanusi Pane menggunakan aspek gaya bahasa untuk menemukan diksi. Nilai Estetis Pada Puisi AuSawahAy Karya Sanusi Pane dengan Pendekatan Stilistika Gaya bahasa biasanya memperlihatkan jiwa atau kepribadian penulis, gaya bahasa dalam karya sastra adalah sebagai efek estetika yang dapat meningkatkan selera pembaca. Terdapat beberapa unsur, yaitu diksi, majas, dan citraan. Diksi adalah suatu pilihan kata yang digunakan untuk memberi makna yang sesuai dalam sebuah karya. Majas adalah gaya bahasa yang digunakan dalam sebuah karya agar menjadi semakin hidup. Citraan adalah salah satu sarana gambaran untuk memperkuat pikiran dan perasaan pembaca. Diksi Pengarang menggunakan diksi yang mudah dipahami dan istilah-istilah yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari seperti kata melambai, mandi, gembira, bersih, dan Pada bait pertama, pengarang menggunakan kata yang cukup sulit untuk dipahami karena dalam kata tersebut mengandung makna perumpamaan seperti emas padu, melalai, terkulai, serunai merupakan contoh penggunaan kata yang mengandung makna tersembunyi yaitu kaitan antara karya sastra lama lalu dituangkan dalam sebuah karya berjudul AuSawahAy agar dapat menumbuhkan rasa kesadaran dan kebudayaan nasional para Lalu pada bait kedua terdapat kata menyilaukan, buih, bersuka, dan berseru. Pengarang menggunakan kata yang mempunyai makna tersendiri agar memudahkan para pembaca dalam memahami isi puisi. Kemudian pada bait ketiga dan keempat terdapat kata lazuardi, sebatang kara, desik, berdesik, dibuai, dan sayup. Dilihat dari pemaknaan nya pengarang memang menggunakan makna tersembunyi yang membuat para pembaca akan berpikir tentang apa maksud dari kata itu. Majas Majas adalah suatu pemakaian gaya bahasa dalam sebuah karya untuk membuat kalimat menjadi semakin hidup. Terdapat beberapa jenis majas yaitu, majas metafora, majas hiperbola, majas litoses, dan majas personifikasi. Dalam puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane ini terdapat beberapa majas yang ditemukan yaitu majas metafora, majas hiperbola, dan majas personifikasi. Sawah di bawah emas padu . ajas metafor. karena menggambarkan sifat sawah yang sama dengan objek lain yaitu kata emas, diartikan sebagai hamparan padi yang menguning. Padi melambai melalai terkulai . ajas CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 49-57 personifikas. menggambarkan suatu hal yang dapat dilakukan oleh manusia saja seperti kata tangan dapat melambai, beitupun padi ketika tertiup oleh angin akan melambai seperti tangan manusia. Sejuk didengar mendamaikan kalbu . ajas personifikas. menggambarkan sesuatu menjadi seolah-olah hidup. Sungai bersinar menyilaukan mata . ajas hiperbol. menggambarkan bahwa sungai bersinar tetapi sungai tidak bisa bersinar tapi maksud dari sinar tersebut adalah pancaran sinar matahari yang membuat sungai terlihat jernih seolah-olah bersinar terang. Langit lazuardi bersih sungguh . ajas metafor. menggambarkan kondisi langit yang berwarna biru cerah tanpa adanya petir atau badai. Sebatang kara dalam udara . ajas metafor. menggambarkan kata yang tidak sebenarnya berdasarkan kata perbandingan untuk melengkapi gaya bahasa. Citraan Citraan adalah salah satu sarana gambaran untuk memperkuat pikiran dan perasaan pembaca, citraan juga digunakan untuk membuat sebuah kesan nilai estetis dalam sebuah karya. Dalam puisi AuSawahAy menggunakan citraan penglihatan dan citraan intelektual, sebagaimana penulis melihat pemandangan sawah yang indah lalu dikaji dalam sebuah karya guna menghidupkan imajinasi pembaca melalui pemikiran logika. Berikut bait pertama yang mengandung unsur citraan. AuSawah di bawah emas paduAy AuPadi melambai, melalang terkulaiAy AuNaik suara salung serunaiAy AuSejuk didengar, mendamaikan kalbu. Ay Pada bait diatas, penulis menggunakan panca indera nya untuk melihat sebuah sawah yang menguning diibaratkan seperti warna emas. Lalu hamparan padi yang melambai seperti lambaian tangan manusia, penulis juga sengaja mengimajinasikan salung serunai seperti suara hamparan padi yang tertiup angin padahal salung serunai adalah nama alat musik. Sejuk didengar, mendamaikan kalbu menggambarkan bahwa suara dari hamparan padi yang tertiup angin dapat membuat hati terasa tenang. Nilai Estetis Pada Puisi AuSawahAy Karya Sanusi Pane dengan Pendekatan Stilistika SIMPULAN Karya sastra adalah suatu karya yang lahir dari hasil pemikiran seseorang. Dalam sebuah karya sastra tentu dapat menghasilkan suatu nilai estetis atau biasa disebut dengan keindahan yang akan membuat para pembaca takjub ketika membaca karya tersebut. Dalam puisi AuSawahAy karya Sanusi Pane ini, pengarang banyak menggunakan berbagai makna seperti makna konotasi, perumpamaan, dan gaya bahasa yang bertujuan untuk memunculkan nilai estetis atau keindahan dalam puisi. Puisi adalah suatu karya sastra tertulis yang berisikan tentan pikiran, pesan, serta imajinatif penyair. Larik yang dituangkan dalam sebuah puisi berisi tentang makna dan Dalam sebuah puisi terdapat beberapa unsur yaitu diksi, imaji, kata konkret, gaya bahasa, rima, dan topografi. Penelitian ini dilakukan sebagai bahan analisis dan kajian yang tidak terlepas dari kajian terdahulu. Hasil-hasil penelitian yang akan dijadikan bahan analisis ini tidak terlepas dari topik penelitian yaitu menggunakan pendekatan stilistika dan nilai estetis dalam sebuah puisi. Aspek yang dianalisis yaitu gaya bahasa, diksi, majas, dan citraan. Lalu metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan serta mendeskripsikan. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya ini masih jauh dari kata Namun berkat limpahan rahmat serta karunia dari Allah SWT dan bantuan dari berbagai pihak pada akhirnya penulis bisa mengatasi berbagai kendala yang ada. Pada kesempatan kali ini izinkan penulis untuk memberika ucapan terima kasih kepada pihak yang berperan penting dalam penyusunan karya ini yaitu Dr. Heri Isnaini. Hum. berkat bimbingan serta kesabarannya dalam memberi arahan serta nasehat. Akhir kata penulis berharap karya ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi atau acuan bagi para remaja diluar sana untuk terus berkarya dalam menumbuhkan rasa kesadaran dan kebudayaan nasional dalam diri. CONCEPT - VOLUME 1. NO. DESEMBER 2022 Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. No. 4 Desember 2022 e-ISSN: 2963-5527. p-ISSN: 2963-5071. Hal 49-57 DAFTAR PUSTAKA