Jurnal Kesehatan Indonesia. Volume 16. Nomor 1. November 2025 Meta-Analisis: Pengaruh Waktu Tunggu Terhadap Kepuasan Pasien di Pelayanan Rawat Jalan di Fasilitas Kesehatan Meta-Analysis: The Influence Of Waiting Time On Patient Satisfaction At Outpatient In Health Center Tria Fora Delfita1*. Trioni Widyastuti2. Khairunnisa3 Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan. STIKes Husada Borneo Program Studi S1 Gizi. STIKes Husada Borneo Program Studi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan. STIKes Husada Borneo Korespondensi: foradelfita@gmail. Patient satisfaction is considered a key indicator of a healthcare facilityAos success. Optimizing patient waiting times is crucial to improving patient satisfaction. This study aims to analyze the effect of waiting time on the satisfaction of outpatients in hospitals. This research is a systematic review and meta-analysis study using the PRISMA diagram and PICO model. Population: outpatient patient. Intervention: short waiting time. Comparison: long waiting time. Outcome: patient satisfaction. Data were sourced from Google Scholar. PubMed. Science Direct, and Springer Link which were published from 2015-2025 using keywords waiting time AND patient AND satisfaction AND outpatient AND AOR. The result of this study from 9 primary studies were used to analyze waiting time and patient satisfaction with health services. Patient who experienced short waiting times 3,02 times more satisfied with health services compared with long waiting times . OR=3,02. CI 95%=2,22 to 4,10. P=0. Conclusion: Patients with shorter wait times reported 3. 02 times higher levels of satisfaction than those with longer wait times. This finding suggests that service efficiency, particularly in wait time management, is a critical component in improving patient experience and Keywords: outpatient, patient satisfaction, waiting time Pendahuluan Kepuasan gambaran kesesuaian antara pelayanan yang diterima pasien dengan harapan yang Kepuasan pasien mencerminkan seberapa baik sistem kesehatan menanggapi pasien, bukan hanya dari hasil klinis, tetapi juga dari cara pelayanan diberikan. Umpan balik atau pendapat dari pasien sangat penting untuk mengetahui permasalahan dalam layanan kesehatan yang kurang dan harus diperbaiki. Fasilitas kesehatan sering mengandalkan kepuasan pasien tersebut sebagai parameter keberhasilan layanan . Kepmenkes Nomor 129 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal rumah sakit menjelaskan bahwa indikator skor kepuasan pasien harus mencapai 90% atau Penerapan penjaminan mutu dan kualitas pelayanan berpengaruh terhadap terbentuknya persepsi positif masyarakat terhadap layanan yang diberikan. Pasien yang datang dan berobat ke fasilitas penyampai informasi yang membentuk citra positif bagi fasilitas kesehatan tersebut . Kepuasan pasien dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah fasilitas kesehatan. Penelitian . menemukan bahwa pasien yang memiliki tingkat kepuasan tinggi cenderung lebih patuh menjalani pengobatan, datang pada jadwal kontrol, dan terus menggunakan layanan kesehatan. Oleh karena itu, kepuasan pasien sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan . Berbagai mempengaruhi kepuasan pasien, baik faktor sosidemografi maupun faktor pelayanan. Faktor pelayanan seperti komunikasi tenaga kesehatan, ketersediaan obat, dan waktu meningkatkan kepuasan pasien. Salah satu aspek aksesibilitas pelayanan yaitu waktu Tria Fora Delfita, dkk. tunggu adalah yang paling sering dikeluhkan oleh pasien rawat jalan . Waktu tunggu menjadi indikator penting dalam pelayanan kesehatan karena berpengaruh terhadap kepuasan pasien, semakin cepat waktu tunggu maka semakin tinggi kepuasan pasien . Dengan demikian, optimalisasi waktu tunggu pasien merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepuasan pasien. Hubungan antara waktu tunggu dan kepuasan pasien dapat dijelaskan melalui teori disconfirmation of expectations yang dikembangkan oleh . yang menyatakan perbandingan antara harapan awal pasien dan pengalaman yang diterimanya. Dalam pelayanan rawat jalan, pasien umumnya memiliki harapan terhadap kecepatan dan ketepatan pelayanan. Apabila waktu tunggu yang dialami lebih singkat atau sesuai confirmation yang menghasilkan kepuasan. Sebaliknya, apabila pasien mengalami waktu tunggu yang lama atau tidak sesuai harapan, maka terjadi negative confirmation yang berpotensi menimbulkan ketidakpuasan. Dengan demikian, waktu tunggu bukan sekedar durasi waktu yang dihabiskan pasien sebelum menerima pelayanan, namun pelayanan kesehatan yang berpengaruh terhadap mutu pelayanan. Pelayanan kesehatan yang bermutu harus diberikan secara tepat waktu dan berorientasi pada pasien . Waktu tunggu didefinisikan sebagai lamanya waktu yang dibutuhkan pasien dari pendaftaran hingga memperoleh pelayanan medis dari tenaga kesehatan . Lamanya waktu tunggu pasien masih menjadi tantangan bagi sebagian besar negara yang berupaya mencapai akses dan cakupan layanan . niversal health car. bagi seluruh pasien karena hingga saat ini pasien yang memperoleh akses ke pelayanan Kesehatan masih banyak . Hubungan waktu tunggu dan kepuasan pasien rawat jalan telah menjadi fokus banyak penelitian secara luas. Namun hasil Beberapa studi melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara waktu tunggu yang lebih singkat dengan tingkat kepuasan pasien. Studi . misalnya, memperoleh pelayanan dalam waktu O 30 menit memiliki kemungkinan 3,16 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan pasien yang mengalami waktu tunggu lebih dari 60 menit AOR=3. 95% Cl: . Namun penelitian lain menunjukkan sebaliknya yaitu meskipun waktu tunggu yang sesuai memiliki kecenderungan hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik AOR=0. 95% CI: . 198Ae3. Inkonsistensi dipengaruhi oleh ukuran sampel serta perbedaan konteks pelayanan kesehatan. Maka dari itu, meta-analisis dipilih sebagai metodologi dalam penelitian ini. Di samping inkonsistensi hasil yang masih ditemukan, penelitian-penelitian observasional dengan ukuran sampel dan konteks yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan meta-analisis untuk mengintegrasikan temuan-temuan tersebut secara kuantitatif guna memperoleh estimasi efek gabungan yang lebih presisi dan Pada penelitian ini juga tidak membatasi pencarian pada artikel berbahasa inggris saja, sehingga bukti yang diperoleh lebih representatif dan inklusif. Berdasarkan belakang di atas, penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review dan metaanalisis, dimana systematic review dilakukan untuk menelusuri dan menyeleksi studi secara sistematis, sedangkan meta-analisis digunakan untuk menggabungkan hasil kuantitatif dari studi yang memenuhi kriteria inklusi mengenai pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan di rumah sakit . Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi meta-analisis. Tinjauan akan di analisis secara sistematis menggunakan pedoman meta yaitu Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta Analysis (PRISMA). Penelitian ini dilakukan dengan mencari dan menyeleksi berbagai macam data dari hasil penelitian yang telah ada sebelumnya dan data dari hasil uji kliniks yang dilakukan di seluruh etnis, ras,dan juga lokasi di dunia. Tria Fora Delfita, dkk. Proses pencarian artikel dengan database jurnal meliputi Google scholar. PubMed. Science Direct, dan Springer Link dengan rentang waktu penelitian 2015-2025. Pembatasan tahun publikasi dilakukan untuk memastikan bahwa studi yang di sertakan merefleksikan konteks pelayanan kesehatan terkini, karena sistem pelayanan kesehatan terus berkembang termasuk implementasi Rekam Medis Elektronik (RME). Sistem Informasi Manajamen Rumah Sakit (SIMRS), serta digitalisasi alur pelayanan pasien. WHO menyatakan bahwa dalam dekade terakhir terjadi akselerasi adopsi teknologi digital dalam sistem Kesehatan, termasuk electronic health records dan telemedicine. Di Indonesia, transformasi digital kesehatan ini juga diperkuat dengan ditetapkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 tahun 2022 tentang kewajiban penyelenggaraan rekam medis elektronik. Perubahan sistem pelayanan berbasis teknologi ini berdampak pada efisiensi alur pelayanan, termasuk pengelolaan waktu tunggu pasien. Selain itu, harapan dan ekspektasi pasien terhadap kecepatan dan perubahan dibandingkan 15-25 tahun sebelumnya, seiring meningkatnya literasi digital dan akses terhadap informasi Perbedaan ekspektasi pasien pada periode yang lebih lama ini berpotensi menimbulkan bias temporal serta meningkatkan heteroginitas Oleh karena itu, pembatasan periode 10 tahun terakhir bertujuan untuk menjaga meningkatkan relevansi temuan terhadap praktik pelayanan Kesehatan terkini, serta meminimalkan bias akibat perubahan kebijakan dan transformasi sistem pelayanan rumah sakit dari waktu ke waktu Kata kunci yang digunakan adalah waiting time AND patient AND satisfaction AND outpatient AND AOR. Meta-analisis dilakukan melalui 5 langkah yaitu . Merumuskan pernyataan penelitian dalam PICO (Population. Intervention. Comparisons. Outcom. , . Mencari artikel studi primer melalui online database, . Menilai kualitas penelitian menggunakan critical appraisal, . Mengekstrak data dari studi primer dan mensintesis estimasi efek menggunakan aplikasi Revman 5. 3, . Menarik kesimpulan. Kriteria inklusi penelitian ini adalah artikel full text, artikel menggunakan desain studi cross-sectional, dan ukuran hubungan yang digunakan adalah aOR. Adapun kriteria ekslusinya adalah desain penelitian menggunakan randomized control trial, artikel dipublikasikan sebelum tahun 2015, ukuran hubungan penelitian tidak lengkap atau tidak menggambarkan hasil dengan jelas. Definisi operasional variabel penelitian ini adalah waktu tunggu yaitu waktu yang dibutuhkan pasien sejak mendaftar hingga memperoleh pelayanan medis oleh tenaga Namun demikian, berdasarkan karakteristik studi primer yang diikutsertakan, terdapat variasi dalam cara pengukuran waktu tunggu. Sebagian studi mengukut waktu tunggu secara objektif dalam satuan menit dan mengelompokkannya berdasarkan batas waktu tertentu yaitu <60 menit dan >60 Sementara itu salah satu studi menggunakan pendekatan subjektif yaitu persepsi pasien terhadap lamanya waktu tunggu sebelum bertemu dokter, yang dikategorikan sebagai short dan long tanpa cut-off waktu yang eksplisit. Perbedaan kategori paparan waktu tunggu antar studi ini interpretasi terhadap besarnya efek yang Kepuasan pasien adalah tingkat membandingkan harapan dengan pelayanan yang diterima. Penelitian ini menggunakan panduan systematic review yaitu PRISMA flow diagram serta menerapkan Critical Appraisal Skills Program Crosectional Checklist (CASP for Crosectiona. untuk menilai kualitas artikel penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan merupakan temuan dari hasil studi Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak RevMan 5. untuk menghitung ukuran efek dan heterogenitas (IA) dan menentukan model penelitian gabungan serta bentuk hasil akhir dari meta-analisis. Fixed effect model merupakan model statistik yang digunakan untuk menggabungkan efek dari studi yang berbeda dalam meta-analisis, dengan asumsi bahwa efek dalam studi gabungan adalah Model ini akan digunakan jika indeks intuitif (IA) <50%. Sedangkan random Tria Fora Delfita, dkk. effect model yaitu model statistik yang digunakan dalam menggabungkan efek dari meta-analisis heterogenitas antar studi dimasukan ke dalam estimasi gabungan dengan cara memasukkan variasi antar studi. Model ini akan digunakan jika indeks intuitif (IA) >50%. Hasil analisis data yang disajikan dalam bentuk forest plot dan funnel plot. Artikel yang diambil kemudian dipilih dan ditinjau menggunakan diagram aliran PRISMA. Gambar 1 menunjukkan hasil pencarian awal, dimana 19. 800 artikel Setelah penghapusan artikel duplikat, total artikel berkurang menjadi 18. Pada tahap penyaringan judul, jenis studi, dan kelengkapan artikel, sebanyak 18. 355 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi, sehingga tersisa 180 artikel. Setelah dilakukan penelaahan teks lengkap terhadap 180 artikel, sebanyak 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan diikutsertakan dalam sintesis sistematis dan meta-analisis. Hasil Artikel yang dikeluarkan . =18. Judul tidak relevan = 17. Bukan studi primer = 935 Tidak full-text =70 Screening Artikel duplikasi . =1. Artikel terfilter . =18. Eglibility Artikel yang diidentifikasi dari database . =19. Artikel yang dianggap memenuhi syarat . Included Proses pencarian artikel dengan studi primer terkait pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat jalan melalui database Google scholar. PubMed. Science Direct, dan Springer Link dalam rentang tahun 2015 hingga 2025. Artikel yang dimasukan dalam penelitian meta-analisis . Artikel yang dikeluarkan . Bukan multivariat = 55 Variabel tidak relevan = 92 Tidak ada effect size = 24 Gambar 1 Diagram PRISMA Tria Fora Delfita, dkk. 1 Penelitian di Asia 7 Penelitian di Afrika 1 Penelitian di Australia Gambar 2. Peta wilayah penelitian pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien pada pelayanan rawat jalan di fasilitas kesehatan Gambar 2 menunjukkan peta wilayah distribusi penelitian terkait pengaruh waktu Berdasarkan 9 artikel penelitian yang diperoleh dari 3 benua, 1 studi diperoleh dari Benua Asia tepatnya di Indonesia, 1 studi tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan di fasilitas Kesehatan. diperoleh dari Benua Australia, dan 7 studi dari Benua Afrika yaitu Ethiophia Tabel 1. Critical appraisal dari studi cross-sectional pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan di fasilitas kesehatan Studi primer Kriteria Eshetie et al. , 2020 Mesfin et al. , 2019 Ayele et al. , 2022 Chandra et al. , 2018 Rad et al. , 2024 Marinda et al. , 2025 Geberu et al. , 2019 Hailie et al. , 2021 Hailu et al. , 2024 Deskripsi: 2= Ya. 1= Tidak jelas. 0= Tidak Total diteliti dalam studi primer sama dengan Perumusan pertanyaan penelitian dalam definisi yang dimaksudkan dalam metaakronim PICO Apakah populasi . dalam studi primer sama dengan populasi dalam PICO 2. Metode untuk memilih subjek penelitian Pada studi cross sectional analitik, apakah meta-analisis? peneliti memilik sampel dari populasi Apakah definisi operasional intervensi secara random . andom samplin. ? . , yakni status terpapar . dalam studi primer sama Sebagai alternatif, jika pada studi crossdengan definisi yang dimaksudkan dalam sectional analitik sampel tidak dipilih meta analisis? secara random, apakah peneliti memilih Apakah pembanding . , yaitu sampel berdasarkan status outcome status tidak terpapar . yang ataupun berdasarkan status intervention? digunakan studi primer sama dengan Metode untuk mengukur paparan definisi yang dimaksudkan dalam meta. dan variabel hasil . Apakah variabel hasil . yang Apakah paparan maupun variabel hasil Tria Fora Delfita, dkk. diukur dengan instrumen . lat uku. yang sama pada semua studi primer? Jika variabel diukur dalam skala kategorikal, apakah cutoff atau kategori yang digunakan sama antar studi primer? Bias terkait desain Jika sampel tidak dipilih secara random, apakah peneliti telah melakukan upaya untuk mencegah bias di dalam memilih subjek penelitian. Misalnya, dalam memilih subjek berdasarkan status outcome tidak . , atau dalam memilih subjek berdasarkan status paparan . tidak terpengaruh oleh status outcome. Metode untuk mengontrol kerancuan . Apakah peneliti studi primer telah melakukan upaya untuk mengendalikan . isalnya, melakukan analisis multivariat untuk mengontrol pengaruh sejumlah faktor Metode analisis statistik Apakah peneliti menganalisis data pada studi primer ini dengan model analisis multivariat . isalnya, analisis regresi linier ganda, analisis regresi logistik gand. Apakah studi primer melaporkan ukuran efek atau hubungan hasil analisis multivariat tersebut . isalnya, adjusted OR, adjusted regression coefficien. Konflik kepentingan Apakah tidak terdapat kemungkinan konflik kepentingan . onflict of interes. dengan pihak sponsor penelitian, yang menyebabkan bias dalam menyimpulkan hasil penelitian? Tabel 2. Deskripsi dari studi primer pada pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan di fasilitas kesehatan . =3. Penulis Negara Sampel Eshetie et al. , 2020 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Mesfin et al. , 2019 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Ayele et al. , 2022 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Chandra et al. Australia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Rad et al. , 2024 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Marinda et al. , 2025 Indonesia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Geberu et al. , 2019 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Hailie et al. , 2021 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan <1jam >1jam Hailu et al. , 2024 Ethiopia Pasien di Waktu Waktu Kepuasan rawat jalan Berdasarkan tabel 2 gambaran penelitian primer tentang pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di rawat jalan, yang dilakukan meta-analisis sebanyak 9 artikel dengan lokasi penelitian yakni di Ethiopia. Australia, dan Indonesia. Pada penelitian tersebut memiliki beberapa persamaan yaitu desain penelitian menggunakan cross-sectional dengan ukuran hubungan aOR (Adjuted Odds Rati. Tria Fora Delfita, dkk. Tabel 3. adjusted odds ratio . OR) pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan di rumah sakit . =3. Penulis . CI 95% Ambang bawah Ambang atas Eshetie et al. , 2020 Mesfin et al. , 2019 Ayele et al. , 2022 Chandra et al. , 2018 Rad et al. , 2024 Marinda et al. , 2025 Geberu et al. , 2019 Hailie et al. , 2021 Hailu et al. , 2024 yang terendah yaitu 1. 78 CI 95% dengan rentang terbesar yaitu 1. 32 hingga 17. sedangkan terkecil yaitu 1. 16 hingga 4. Tabel 3 menunjukkan bahwa pada hasil studi primer dengan aOR tertinggi yaitu 4. 77 dan Gambar 3. Forest plot terkait pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan Forest Gambar menunjukkan bahwa estimasi efek gabungan . berada di sisi kanan garis vertikal (OR=. , yang menunjukkan bahwa arah efek bersifat positif, yaitu waktu tunggu yang lebih singkat meningkatkan peluang kepuasan Selain itu, interval kepercayaan 95% pada diamond tidak melintasi angka 1, sehingga hasil tersebut signifikan secara Hasil meta-analisis bahwa pasien yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat memiliki kemungkinan 3,02 kali lebih tinggi untuk merasa puas dibandingkan pasien dengan waktu tunggu yang lebih lama . OR= 3. CI 95% =2,22 hingga 4,10. P<0. Rentang interval kepercayaan yang seluruhnya berada di atas angka 1 menunjukkan estimasi yang presisi dan konsistenn dalam arah efek. Dari sisi konsistensi antar studi, nilai heterogenitas menunjukkan IA= 0% dengan p = 0,86 . >0,. yang artinya tidak terdapat heteroginitas yang signifikan antar studi Dengan kata lain, variasi efek yang ditemukan lebih mungkin disebabkan oleh kesalahan acak . andom erro. dibandingkan karakteristik antar studi. Dengan demikian, perhitungan rata-rata estimasi efek dilakukan dengan pendekatan fixed effect model. Tria Fora Delfita, dkk. Gambar 4 funnel plot terkait pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan di fasilitas kesehatan rata estimasi efek dilakukan dengan pendekatan fixed effect model. Meskipun heterogenitas antar studi primer dalam meta-analisis ini tergolong rendah (IA= 0%), terdapat beberapa variasi heterogenitas. Salah satu sumber bias potensialnya adalah variasi definisi waktu Sebagian studi mendefinisikan waktu tunggu sebagai interval waktu sejak pasien melakukan pendaftaran hingga mendapatkan pelayanan medis oleh tenaga kesehatan, sementara studi lainnya mengukur waktu tunggu hingga pasien menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan rawat jalan. Variasi ketidakkonsistenan dalam estimasi efek serta meningkatkan risiko bias informasi. Selain itu, keragaman jenis fasilitas kesehatan yang diteliti, seperti individual health centers, primary hospitals, dan public berpotensi menjadi heterogenitas antar studi. Perbedaan tingkat pelayanan, kompleksitas alur layanan, serta beban pasien pada masing-masing fasilitas dapat memengaruhi durasi waktu tunggu dan persepsi kepuasan pasien. Disamping itu, dominasi studi yang berasal dari Ethiopia dalam meta-analisis ini berpotensi memengaruhi generalisasi hasil dan menjadi sumber bias potensial, khususnya bias geografis. Sebanyak 7 dari 9 studi dalam penelitian ini berasal dari Ethiopia, sehingga estimasi efek yang dihasilkan lebih banyak mempresentasikan konteks sistem kesehatan negara tersebut. Sistem pelayanan kesehatan di Ethiopia memiliki karakteristik tersendiri, seperti keterbatasan sumber daya, beban pasien yang tinggi, rasio tenaga kesehatan yang relatif rendah, serta sistem manajemen Funnel plot pada Gambar 4 digunakan untuk mengevaluasi potensi bias pubikasi serta small study effect dalam metaanalisis ini. Secara visual, sebagian besar studi terdistribusi di sisi kanan garis estimasi efek gabungan, yang konsisten dengan arah efek pada forest plot, yaitu menunjukkan indikasi positif antara waktu tunggu yang lebih singkat dengan peningkatan kepuasan Berdasarkan visual funnel plot di atas, tidak tampak asimetri yang sistematis yang mengarah pada bias publikasi. Namun demikian, mengingat jumlah studi yang relatif terbatas, kemungkinan bias publikasi tidak dapat sepenuhnya dikesampingkan. Pembahasan Hasil penelitian meta-analisis dari 9 studi primer yang berasal dari Benua Australia. Benua Asia, dan Benua Afrika ini menunjukkan adanya pengaruh waktu tunggu yang singkat dengan tingkat kepuasan pasien di pelayanan rawat jalan. Pasien yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi 3,02 kali dibandingkan pasien yang memiliki waktu tunggu lebih lama . OR= 3,02. CI 95% =2,22 hingga 4,10. P<0. Estimasi efek gabungan pada forest plot berada di sisi kanan garis netral yang menunjukkan arah efek positif. Forest menunjukkan heteroginitas estimasi efek yang rendah antar studi primer IA= 0% dengan p = 0,86 . >0,. yang artinya tidak terdapat heteroginitas yang signifikan antar studi Dengan demikian, perhitungan rata41 Tria Fora Delfita, dkk. pelayanan yang berbeda dibandingkan negara dengan sistem kesehatan yang Kondisi tersebut dapat memengaruhi durasi waktu tunggu maupun persepsi kepuasan pasien. Dengan demikian, estimasi efek gabungan dalam meta-analisis ini kemungkinan lebih merefleksikan dinamika Ethiopia dibandingkan konteks global secara luas. Waktu tunggu adalah lamanya waktu yang dibutuhkan pasien dari mendaftar hingga mendapat pelayanan dari tenaga Secara objektif waktu tunggu mencerminkan kualitas pelayanan sesuai dengan harapan pasien. Harapan yang dimiliki pasien sebelum menerima layanan akan dibandingkan dengan pengalaman nyata yang dirasakan selama proses perbandingan tersebut membentuk kepuasan pasien . Salah ketidakpuasan pasien terhadap kualitas pelayanan Kesehatan adalah lamanya waktu tunggu pasien. Pengelolaan waktu tunggu yang baik merupakan salah satu strategi kunci dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pasien . Hasil penelitian ini sejalan dengan Chandra, . menunjukkan bahwa pasien dengan Waktu tunggu <1 jam 3,305 kali merasa lebih puas dengan pelayanan rawat jalan dibandingkan pasien dengan Waktu tunggu >1jam . OR= CI 95% = 1. 685 hingga 6. P=0. Studi lain juga menyimpulkan bahwa pasien yang memperoleh pelayanan dalam waktu kurang dari 30 menit memiliki kemungkinan 3,16 kali lebih besar untuk merasa puas dibandingkan pasien yang harus menunggu lebih dari 60 menit (AOR =3,16. 95% Cl: . ,19 - 8,. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan waktu tunggu merupakan komponen penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu yang panjang tidak hanya berdampak pada kepuasan pasien, tetapi juga berpotensi memengaruhi psikologis, kondisi, serta kepercayaan pasien terhadap fasilitas Implikasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan meliputi optimalisasi sistem pendaftaran dan penjadwalan pasien, penyelarasan jumlah tenaga kesehatan dengan beban pasienserta penerapan sistem manajemenn antrean berbasis teknologi dapat berpotensi meningkatkan efisiensi pengalaman pasien . Penelitian ini memiliki beberapa Pertama, jumlah studi yang relatif terbatas dan dominasi studi dari satu wilayah geografis membatasi generalisasi Kedua, variasi definisi waktu tunggu dapat memengaruhi konsistensi operasional Ketiga, potensi bias publikasi tidak Keempat, perbedaan kualitas metodologis antar studi primer dapat memengaruhi validitas estimasi efek gabungan. Kesimpulan Terdapat pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien rawat jalan di fasilitas kesehatan. Pasien yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi 3,02 kali dibandingkan pasien yang memiliki waktu tunggu lebih lama . OR= 3,02. CI 95% =2,22 hingga 4,10. P<0. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi pelayanan, khususnya dalam pengelolaan waktu tunggu, merupakan komponen penting dalam peningkatan pengalaman dan kepuasan Namun demikian, interpretasi hasil ini perlu mempertimbangkan konteks studi yang dianalisis, termasuk dominasi penelitian dari satu wilayah geografis serta variasi definisi operasional waktu tunggu. Faktor-faktor generalisasi temuan ke sistem pelayanan kesehatan dengan Meskipun demikian, pengelolaan waktu tunggu tetap perlu menjadi fokus utama pengelola layanan rawat jalan sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu Optimalisasi sistem antrean, pemanfaatan teknologi, dan penyesuaian jumlah dan distribusi sumber daya manusia pada jam puncak pelayanan dapat berkontribusi pada peningkatan kepuasan dan pengalaman pasien. Tria Fora Delfita, dkk. Daftar Pustaka