Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI DARI EKSTRAK DAUN SALAM. LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP BUSUK BUAH RHIZOCTONIA (Rhizoctonia solani Kyhn ) PADA TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill. ) SECARA IN VITRO 1,2,3,4 Andi Suryadi1. Sofyan2. Sopialena3 dan Yustiana Catherine4 Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Email: andis1223@gmail. Submit: 06-06-2023 Revisi: 07-12-2023 Diterima: 18-12-2023 ABSTRAK Uji Efektivitas Pestisida Nabati Dari Ekstrak Daun Salam. Lengkuas dan Kunyit Terhadap Busuk Buah Rhizoctonia (Rhizoctonia solani Kyh. Pada Tomat (Lycopersicum esculentum Mill. Busuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena adanya serangan dari cendawan Rhizoctonia solani Kyhn yang menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup signifikan dan mempengaruhi tinggi permintaan pasar, sehingga membutuhkan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit. Secara teknis petani saat ini menggunakan pestisida sintetik untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif pengendalian dengan menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jamur penyebab penyakit, mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit terhadap jamur, serta menganalisis kombinasi terbaik ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit dengan konsentrasi 5% untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk buah Rhizoctonia pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman dari Januari hingga April 2023. Hasil percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan di uji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Penelitian ini menunjukan pemberian ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memberikan aktivitas penghambatan pada pertumbuhan koloni jamur. Pemberian perlakuan kombinasi ekstrak daun salam, lengkus dan kunyit memiliki efektifitas terbaik dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur uji dengan konsentrasi 5% ditunjukkan pada daya hambat sebesar 53,56%. Kata kunci : Tomat. Busuk Buah Rhizoctonia. Pestisida Nabati. Cendawan Rhizoctoni solani Kyhn. ABSTRACT Test the Effectiveness of Botanical Pesticides From Extracts of Bay Leaves. Galangal and Turmeric Against Rhizoctonia (Rhizoctonia solani Kyh. Fruit Rot on Tomato (Lycopersicum esculentum Mill. Rhizoctonia pod rot is a disease in tomatoes that occurs due to attack by the fungus Rhizoctonia solani Kyhn which causes a significant decrease in tomato fruit yields and affects high market demand, requiring efforts to control the fungus which can offset disease attack rates. Technically, the majority of farmers currently use synthetic pesticides to control diseases in cultivated plants which can have a negative impact on the environment, so an alternative control is needed by using vegetable pesticides. This research was conducted to identify the fungi that cause disease, to determine the effect of giving bay leaf, galangal and turmeric extracts to the mushrooms, and to analyze the best combination of bay leaf, galangal and turmeric extracts at a concentration of 5% to control the fungus that causes Rhizoctonia pod disease in tomato plants. This research was conducted at the Laboratory of Plant Pests and Diseases. Faculty of Agriculture. Mulawarman University from January to April 2023. The experimental results were arranged in a completely randomized design with 8 treatments and repeated 6 times. The data obtained were analyzed using variance (ANOVA) and further This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Uji Efektivitas Pestisida Nabati A Suryadi et al. tested using the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. This study showed that the administration of bay leaf, galangal and turmeric extracts provided inhibitory activity on the growth of fungal Treatment with a combination of bay leaf, galangal and turmeric extracts had the best effectiveness in inhibiting the growth of the tested mushroom colonies with a concentration of 5% which was shown to have an inhibition of 53. Keywords : Tomato. Rhizoctonia Fruit Rot. Vegetable Pesticides. Fungus Rhizoctoni solani Kyhn. PENDAHULUAN Tomat (Lycopersicum esculentum Mill. ) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang cukup digemari masyarakat Indonesia karena mempunyai rasa yang unik, yakni perpaduan antara rasa manis dan asam. Sehingga multiguna yang dapat digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, dan obat-obatan. Produksi tanaman tomat di Indonesia tahun 2021 mengalami peningkatan dari 08 juta ton pada tahun 2020 menjadi 11 juta ton pada tahun 2021 (BPS. Di Kalimantan Timur produksi tanaman tomat pada tahun 2020 yaitu 8. ribu ton dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 menjadi 9. 1 ribu ton (BPS Kaltim, 2. Jumlah konsumsi tomat di Indonesia selama periode 2017-2021 rata-rata 5,32 juta ton dan diperkirakan akan meningkat sebesar 4,14 % per tahun, dengan meningkatnya konsumsi tomat maka permintaan kebutuhan pasar akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk (PDSIP, 2. Produksi tomat di Indonesia hingga saat ini masih rendah dan belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Penyebab rendahnya produksi tomat akibat serangan hama dan patogen penyebab penyakit Bahkan hampir 99% kualitas dan kuantitas produksi pada tomat disebabkan oleh jamur (Sila, 2. Busuk buah rhizoctonia adalah salah satu penyakit pada tomat yang terjadi karena Rhizoctonia solani Kyhn. Gejala yang ditimbulkan berupa bercak cekung berwarna coklat pada kulit buah, membentuk lingkaran berpusat yang pada bagian tengah terdapat bercak berwarna coklat tua kehitaman (Semangun, 2. Fluktuasi perkembangan kumulatif luas tambah serangan penyakit busuk buah disebabkan oleh jamur pada produksi tanaman tomat sejak 2017-2021 di Kota Samarinda sekitar 0,40% dengan luas lahan 15 ha (PTPH, 2. Hal ini menyebabkan penurunan hasil buah tomat yang cukup permintaan pasar, sehingga membutuh kan upaya pengendalian jamur yang dapat mengimbangi angka serangan penyakit pada tanaman tomat. Secara teknis mayoritas petani saat ini menggunakan pestisida kimiawi untuk pengendalian penyakit pada tanaman budidaya yang dilakukan secara terus-menerus dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Untuk itu dibutuhkan suatu pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan aman, agar lingkungan tidak tercemar oleh bahan-bahan kimia. Penggunaan pestisida nabati dalam mengendalikan serangan penyakit merupakan salah satu alternatif yang tepat karena tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan dan lingkungan sekitar, karena bersifat biodegradable . udah terura. (Sopialena, 2. Pestisida pestisida yang bahan aktifnya berasal dari Penggunaan pestisida nabati di Indonesia memiliki prospek yang cerah. Jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati melimpah di alam, serta proses pembuatannya tidak memerlukan teknik yang canggih, cukup dengan keterampilan dan pengetahuan saja (Sopialena, 2. Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai pestisida nabati adalah daun work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. salam, lengkuas dan kunyit. Daun salam diketahui mengandung alkaloid, saponin, tanin, steroid, terpenoid, minyak atsiri . ,05%), sitral, dan eugenol yang berpotensi sebagai zat antibakteri (Rahmita, dkk, 2. Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1% minyak essensial terdiri atas metil-sinamat 48%, sineol 20-30%, kamfer 1%, seskuiterpen, pinen, galangin, galanganol dan beberapa senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai anti fungi . Kurkuminoid merupakan senyawa aktif utama dalam rimpang kunyit yang berpotensi sebagai anti fungi maupun anti mikroba. Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti pengaruh aplikasi pestisida nabati dari ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit Rhizoctonia solani Kyhn yang ada pada tanaman tomat. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian di Laboratorium IHPT (Ilmu Hama Penyakit Tumbuha. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman. Samarinda pada bulan Januari hingga April 2023, mulai dari pengambilan data terakhir. Bahan dan Alat Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah tomat dengan gejala busuk coklat kehitaman atau ciri-ciri busuk Rhizoctonia yang diperoleh dari lahan petani Muang Dalam Lempake, daun salam segar, rimpang lengkuas, kunyit, alkohol 90%, aquades, methylene blue, spiritus, bahan pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA) seperti kentang, bubuk agar, gula halus dan kapsul Chloramphenicol. Sedangkan ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 alat yang digunakan yaitu laminar air flow, mikroskop, cawan petri, erlenmeyer, jarum ose, gelas ukur, lampu bunsen, autoclave, kompor, opti lab, kapas, alumunium foil, tisu, pinset, cutter, blender, kertas pembungkus, plastic wrap, saringan, alat pengaduk, lemari pendingin, corong, botol kaca 250 ml, object glass dan cover glass, spatula, timbangan digital, wadah, pipet ukur, kertas label, spidol, penggaris, sedotan, buku panduan OPT dan Rancangan Penelitian Penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 8 perlakuan dan 6 ulangan dengan konsentrasi 5% , yang terdiri dari : P0 = Kontrol P1 = Ekstrak Daun Salam P2 = Ekstrak Lengkuas P3 = Ekstrak Kunyit P4 = Ekstrak Daun Salam Lengkuas P5 = Ekstrak Daun Salam Kunyit P6 = Ekstrak Lengkuas Kunyit P7 = Ektrak Daun Salam Lengkuas Kunyit Prosedur Pelaksanaan Penelitian . Kegiatan di Lapangan Pengambilan sampel buah tomat yang terdapat bercak atau busuk coklat ciri-ciri Rhizoctonia. Kemudian simpan di dalam kantong plastik dan dibawah ke laboratorium untuk diinokulasi. Lokasi pengambilan sampel buah tomat bertempat di kebun petani Muang Dalam Lempake Kecamataan Samarinda Utara. Kota Samarinda. Kalimantan Timur . Kegiatan di Laboratorium This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Uji Efektivitas Pestisida Nabati A Suryadi et al. Sterilisasi Alat dan Bahan Sebelum sterilisasi dilakukan, alat-alat seperti cawan pertri, tabung reaksi dan erlenmeyer dicuci hingga bersih dan keringkan, kemudian bungkus dengan kertas pembungkus, lalu sterilkan dalam oven pada temperatur 121AC selama kurang lebih 15-20 menit. Sedangkan jarum ose dan pinset disterilkan dengan cara dibakar atau bunsen sebelum digunakan. Adapun laminar air flow disterilkan dengan cara menyemprotkan alkohol 90% ke seluruh ruangan. Pembuatan Ekstrak Pestisida Nabati Siapkan daun salam, lengkuas dan kunyit masing-masing sebanyak 350 gram dan 1. 000 ml aquades. Cuci hingga bersih semua bahan dan potongpotong menjadi kecil, kemudian haluskan semua bahan secara terpisah menambahkan aquades 1. 000 ml pada masing-masing bahan. Selanjutnya, simpan dalam wadah tertutup selama 1x24 jam sebelum ekstraknya diambil. Ambil ekstrak daun salam dengan cara disaring menggunakan saringan, guna memisahkan ekstrak dan ampas, lalu simpan ekstrak yang sudah jadi didalam lemari atau ruangan tertutup sebagai larutan stok. Pembuatan media PDA Kentang sebanyak 200 gram, dikupas, dicuci dan dipotong kecil, kemudian kentang direbus dengan 1. 000 ml air hingga mendidih dan lunak. Saring larutan hingga didapat ekstrak kentang. Campurkan gula 20 gram, agar-agar 20 gram dan ekstrak kentang. Kemudian rebus kembali hingga mendidih sambil diaduk dan tambahkan 500 gram Larutan yang telah erlenmeyer lalu tutup dengan kapas dan alumunium foil. Selanjutnya sterilisasi menggunakan autoclave dengan 1,5 atm salama 15-20 menit. Simpan PDA yang sudah disterilkan ke dalam Isolasi Patogen Menyiapkan sampel terlebih dahulu yaitu buah tomat terserang penyakit busuk buah Rhizoctonia, cuci bersih dengan air mengalir, lalu potong sebesar 1 cm dengan setengah bagian sehat dan setengah bagian yang terserang penyakit. Selanjutnya rendam dalam NaOCl 1%, alkohol 70%, dan bilas kedalam aquades masing-masing selama kurang lebih 10 detik secara Setelah itu potongan buah dikeringkan dengan tisu dan siap di bawa ke ruang isolasi. Kemudian siapkan media PDA yang telah dituangkan ke dalam cawan petri dan biarkan hingga mengental. Tanam sampel tomat ke media PDA lalu warpping cawan dan beri kertas label pada petri. Simpan isolasi patogen diruang inkubator selama 3 hari sebelum di indentifikasi. Identifikasi Patogen Identifikasi patogen dilakukan dengan memindahkan isolat jamur dari cawan petri dengan menggunakan pinset dan diletakkan pada kaca objek. Kaca objek kemudian ditetesi methylene blue lalu ditutup kembali dengan menggunakan kaca penutup. Kaca objek kemudian diletakkan dibawah mikroskop dengan perbesaran 400 kali dilakukan identifikasi dengan melihat spora jamur dan hifa bersekat atau Pemurnian dan Perbanyakan Jamur Rhizoctonia solani Kyhn Kemudian perbanyakan dengan memanen jamur yang telah tumbuh pada saat pemurnian lalu memindahkan biakan ke media PDA baru untuk memperoleh isolat dalam jumlah banyak sesuai kebutuhan dan beri label pada petri. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Pencampuran Ekstrak Pestisida Nabati dan PDA Panaskan terlebih dahulu PDA dalam microwave selama 3 menit hingga cair. Setelah cair masukan PDA ke dalam 8 erlenmeyer dengan volume 250 ml, erlenmeyer 1 berisikan media PDA tanpa perlakuan . , erlenmeyer 2 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak daun salam 12,5 ml, erlenmeyer 3 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak lengkuas 12,5 ml, erlenmeyer 4 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak kunyit 12,5 ml, erlenmeyer 5 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak daun salam 6,25 ml dan lengkuas 6,25 ml, erlenmeyer 6 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak daun salam 6,25 ml dan kunyit 6,25 ml, erlenmeyer 7 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak lengkuas 6,25 ml dan kunyit 6,25 ml, erlenmeyer 8 berisikan media PDA dan ditambah ekstrak daun salam 4,16 ml, ekstrak lengkuas 4,16 ml dan ekstrak kunyit 4,16 ml, kemudian masing-masing erlenmeyer ditutup rapat menggunakan kapas dan alumunium foil. PDA ekstrak uji siap digunakan. Aplikasi Jamur Rhizoctonia solani Kyhn Pada Media PDA Ekstrak Uji Aplikasi pestisida nabati dengan cara memanaskan media PDA yang sebelumnya dalam microwave, media yang sudah dipanaskan dibawa ke dalam ruangan laminar air flow yang sudah di isolasi sebelumnya. Tuang setiap larutan ke dalam cawan petri ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 yang telah disiapkan dan ditempelkan label sesuai dengan perlakuan dan banyaknya ulangan. Setelah media PDA padat, inokulasi R. solani pada bagian tengah media PDA. Lakukan hal yang sama pada semua cawan petri yang ada, lalu tutup rapat cawan petri menggunakan plastic warp, simpan isolasi dalam ruangan tertutup dan amati perkembangan jamur setiap hari. Pengamatan Pada penelitian ini pengamatan yang dilakukan adalah melihat karakteristik morfologi jamur R. solani dari setiap perlakuan dibawah mikroskop pada perbesaran 400x pada hari ke sepuluh setelah pengamatan. Hasil pengamatan kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar beserta keterangan untuk morfologi jamur pada setiap perlakuan yang ada. Mengukur laju pertumbuhan jamur . dan menghitung presentase uji hambat (%) dimulai dari 3 hari setelah inokulasi jamur R. solani pada media PDA, lalu diamati setiap hari hingga hari ke-10 dengan mengukur pertumbuhan diameter R. Pengukuran dilakukan 3 hari setelah isolat diberikan perlakuan dengan mengukur garis vertikal dan horizontal yang berpotongan tepat pada titik tengah jamur pada cawan petri, dengan menggunakan rumus Marhaenis (Apriyani, 2. Rumus pengukuran . Keterangan : D = Diameter jamur Dv = Diameter vertikal koloni jamur Pada Media PDA h = Diameter horizontal koloni jamur Pada Media PDA Persentase daya hambat terhadap pertumbuhan jamur, sebagai berikut : This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Uji Efektivitas Pestisida Nabati A Suryadi et al. Daya hambat = AkOeAp x 100% Ak Keterangan : Ak = Diameter koloni pada media kontrol Ap = Diameter koloni pada media perlakuan Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam. Jika terdapat HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Hasil Identifikasi Karakter Morfologi JamurRhizoctonia solani Kyhn Berdasarkan menunjukan bahwa jamur penyebab penyakit busuk buah pada tanaman dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. tomat adalah jamur Rhizoctonia Kyhn, makroskopis dan mikroskopis di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Fakultas Pertanian. Universitas Mulawarman, diperoleh data yang dapat dilihat pada tabel dan gambar berikut. Gambar 1. Pengamatan pada cawan perlakuan dan kontrol. Tabel 1. Karakter Morfologi Jamur Uji. Karakteristik Morfologi Warna Arah Pertumbuhan Tekstur Koloni Spora Hifa Hasil Pengamatan Makroskopis Putih pada permukaan koloni saat masih muda dan berubah menjadi kecoklatan pada saat tua Kesamping hingga memenuhi cawan . dan ke atas Halus seperti kapas Mikroskopis Tidak memiliki spora Berwarna putih transparan, mempunyai sudut lancip pada titik percabangan sudut hampir tegak lurus dan bersekat, diameter hifa 6-8 Am. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Keterangan : Identifikasi menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400x . Gambar 2. Koloni R. solani diamati secara makroskopis 10 hsi: a. Kontrol. Perlakuan Gambar 3. Jamur Uji R. solani diamati secara mikroskopis : a. Percabangan Hifa . Hifa Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam. Lengkuas dan Kunyit Terhadap Pertumbuhan Koloni Jamur Rhizoctonia solani Kyhn Tabel 2. Rata-rata Laju Diameter Pertumbuhan Jamur Patogen R. solani 3-10 His. Hari Setelah Inokulasi (HSI) Perlakuan 3,59 e 2,41 d 2,28 cd 1,68 abc 2,07 cd 2,00 bcd 1,43 ab 1,27 a 4,74 d 3,31 c 3,15 bc 2,62 ab 3,05 bc 3,02 bc 2,13 a 2,02 a 5,48 d 4,30 c 4,20 bc 3,21 ab 4,02 bc 3,90 bc 2,77 a 2,56 a 6,86 d 5,63 c 5,27 bc 4,57 b 4,83 b 4,69 b 3,59 a 3,26 a 7,31 d 6,31 c 6,19 c 5,21 b 5,59 bc 5,32 b 3,91 a 3,55 a 7,72 d 6,81 c 6,69 c 5,70 b 6,16 bc 6,11 bc 4,38 a 4,00 a 8,18 e 7,38 de 7,11 cd 6,13 abc 6,57 bcd 6,35 bc 4,71 ab 4,32 a 8,49 c 8,00 c 7,62 bc 6,33 abc 7,08 abc 6,63 abc 5,00 ab 4,50 a BNT 0,68 1,07 0,71 0,76 6,34 2,79 Analisis Pengaruh Pemberian Ekstrak Terbaik Dalam Mengendalikan Pertumbuhan Koloni Jamur Rhizoctonia solani Kyhn This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Uji Efektivitas Pestisida Nabati A Suryadi et al. Tabel 3. Rata-rata Daya Hambat (%) Jamur R. solani Setelah Perlakuan Pemberian Ekstrak Pestisida Nabati Yang Telah Ditransformasi Arscin. Perlakuan BNT 21 ab 79 bcd 62 abc 73 abc 95 cd 10,88 Hari Setelah Inokulasi (HSI) 41 ab 80 ab 22. 02 bc 40. 01 abc 35. 67 ab 03 ab 09 ab 39 ab 34. 87 cd 69 bc 43. 7,09 13,91 6,55 7,73 2 Pembahasan Identifikasi Karakter Morfologi Jamur Rhizoctonia solani Kyhn Hasil penelitian dari identifikasi jamur secara makroskopis pada media PDA menunjukan koloni jamur R. solani memiliki koloni berbentuk bulat dengan tepian rata dan lebih tipis dibandingkan bagian tengah yang menggupal . , berwarna putih saat usia muda dan berubah warna menjadi kuning kecoklatan setelah tua, arah pertumbuhan ke permukaan cawan . dan ke atas, tekstur permukaan koloni halus (Gambar Sedangkan menunjukkan R. solani tidak menghasilkan spora, hifa transparan dengan ujung tumpul, percabangan hifa membentuk sudut lancip dengan hifa utama . C), memiliki sekat, pada titik percabangan terdapat lekukkan dan memiliki diameter hifa 6-8 Am ( Tabel 1 dan Gambar 2a, 2. Hal karakteristik R. solani secara makromorfologi dan mikromorfologi solani memiliki koloni yang 67 ab 15 ab 9,11 08 ab 33 ab 20 ab 16,66 30 ab 26 ab 05 ab 85 ab 22,85 berwarna putih hialin pada saat masih muda, kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningan setelah tua, arah pertumbuhan miselium kesamping dan keatas, struktur miselium halus seperti benang, hifa bercabang membentuk sudut hampir tegak lurus dengan hifa utama, pada titik percabangan terdapat lekukan dan sekat, warna hifa coklat transpan sel-sel berdiameter 8-12 m, pembentukan septum distal dari sebuah sel hifa, gumpalan yang bentukkan hampir seragam dengan berdinding tebal dan (Semangun, 2. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam. Lengkuas dan Kunyit Terhadap Pertumbuhan Koloni Jamur Rhizoctonia solani Kyhn Berdasarkan hasil analisis sidik pemberian ekstrak daun salam, kombinasinya berpengaruh dalam pertumbuhan koloni jamur R. work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. pada 3-10 hsi. Pemberian daun salam tidak berpengaruh nyata dalam menghambat pertumbuhan jamur R. solani, seperti pada (Tabel . yang menunjukkan bahwa P1(Daun sala. hanya mampu menghambat laju pertumbuhan koloni jamur 3-8 hsi. Hal ini disebabkan kandungan senyawa yang terdapat pada daun salam seperti minyak atsiri yang terdiri dari senyawa sitral dan eugenol tidak terlalu efektif dalam menekan Minyak atsiri merupakan senyawa perkembangan mikrobia . ntibakteri dan antifung. , euganol yang terkandung dalam minyak atsiri dapat merusak membran sitoplasa dan mengnonaktifkan serta menghambat ekstraseluler pada jamur (Fahmi. Pemberian ekstrak lengkuas dan kunyit pada R. solani berpengaruh pertumbuhan jamur, yaitu pada perlakuan P2. P4. P6 dan P7. Senyawa flavanoid yang terdapat pada rimpang lengkuas dapat menimbulkan kompleks protein membran sel jamur dengan cara mendenaturasi dan mengkoagulasi protein dari sel jamur. Pembentukan kompleks protein berdampak pada bocornya sel, alhasil organel sel akan keluar secara tak langsung, selain itu rimpang lengkuas kurang lebih 1% minyak essensial terdiri atas metil-sinamat 48%, sineol 20-30%, euganol, kamfer 1%, galanganol (Winarsi, 2. Hasil pengamatan menunjukkan perlakuan yang diberi ekstrak kunyit adalah yang sangat efektif dalam menekan laju pertumbuhan R. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Hal mengandung senyawa kurkuminoid desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin. Kurkuminoid yang terdapat pada rimpang kunyit merupakan senyawa aktif utama berpotensi sebagai anti fungi maupun anti mikroba (Apriliana, 2. Dapat dilihat pada (Tabel . laju diameter pertumbuhan koloni jamur solani 3Ae10 hsi berdasarkan analisis sidik ragam pada uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf menunjukan bahwa setiap perlakuan dengan pemberian ekstrak kunyit berpengaruh nyata dalam menekan laju pertumbuhan jamur. Seperti pada perlakuan kunyit tunggal (P. , kombinasi daun salam dan kunyit (P. , kombinasi lengkuas dan kunyit (P. , serta kombinasi daun salam, lengkuas dan kunyit (P. Analisis Kombinasi Terbaik Untuk Mengendalikan Jamur Rhizoctonia solani Kyhn Berdasarkan hasil analisis sidik ragam dengan data hasil rata-rata persentase daya hambat yang ditransformasi Arscin menunjukan adanya pengaruh nyata pada pemberian ekstrak lengkuas dan kunyit dalam menekan . pertumbuhan koloni jamur R. yakni pada perlakuan P2. P3. P4. P5. P6, dan P7. Pada (Tabel . diatas terlihat bahwa pemberian ekstrak dengan kombinasi daun salam, lengkuas dan kunyit (P. memiliki daya hambat tertinggi sebesar 53,56% dalam menekan laju pertumbuhan R. solani pada hari ke-3 setelah inokulasi dibandingkan dengan perlakuan P1. P2. P3. P4. P5 dan P6 . Hal ini disebabkan kandungan kurkuminoid yang terdapat dalam ekstrak kunyit This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Uji Efektivitas Pestisida Nabati A Suryadi et al. sangat berperan dalam menekan pertumbuhan koloni jamur R. Pernyataan ini didukung oleh penelitian sebelumnya yaitu ekstrak rimpang kunyit berpengaruh nyata dan berpotensi tinggi dalam menekan solani pada hawar daun pelepah jangung dengan daya hambat 27% (Djaenuddin N, 2. Minyak atsiri pada daun salam antimikrobia yang merupakan suatu zat yang mampu mengganggu Adapun mekanisme kerja antimikrobia ialah dengan merusak dinding sel dan menghambat kerja enzim dalam sel (Fahmi, 2. Selain itu, flavanoid juga sangat pertumbuhan jamur (Afisa, dkk. Mekanisme anti jamur dari senyawa flavanoid dengan cara mendenaturasi dan mengkoagulasi protein dari sel jamur. Senyawa kompleks protein membran sel jamur. Pembentukan kompleks protein berdampak pada bocornya sel, alhasil organel sel akan keluar secara tak langsung, sehingga mengganggu Flavanoid juga menjadikan protein terkoagulasi sehingga lisis dan mengganggu permeabilitas membran ( Djaenuddin N, 2. Senyawa kurkuminoid yang desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin merupakan senyawa aktif yang berpotensi sebagai anti fungi maupun anti mikroba. Kurkumin mempunyai mekanisme antifungi melalui penghambatan enzim thiolase . nzim sulfidri. pada jamur sehingga ikatan disulfida tidak terbentuk, yang kemudian menyebabkan struktur mengganggu kelngsungan hidup jamur . istem kerja jamu. (Apriliana. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang menjelaskan bahwa ekstrak daun salam, lengkuas dan kunyit memiliki respon daya hambat yang baik, bila bahan aktif yang terkandung dari ketiga ekstrak berkerja secara sinergi dengan jenis senyawa yang berbeda dapat meningkatkan jumlah efektif ekstrak dan menjadikan senyawa aktifnya lebih beragam dibandingkan dengan satu jenis tumbuhan, sehingga campuran ketiga jenis ekstrak tersebut meningkat (Sari, 2. KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian adalah sebagai berikut: karakteristik penyebab penyakit busuk buah pada tomat, secara makroskopis koloni berbentuk bulat dengan tepian rata dan lebih tipis dibandingkan bagian tengah, berwarna putih saat masih mudah dan berubah warna menjadi kuning kecoklatan saat tua, tekstur permukaan koloni halus Sedangkan mikroskopis menunjukkan tidak terdapat spora, hifa transparan dengan ujung tumpul, percabangan hifa membentuk sudut dengan hifa utama . C), memiliki sekat, pada titik percabangan terdapat lekukkan dan memiliki diameter hifa 6-8 Am. Ciri-ciri morfologi menunjukan hasil identifikasi jamur dengan spesies Rhizoctonia solani Kyhn Pemberian ekstrak daun tunggal tidak cukup efektif dalam menghambat pertumbuhan koloni jamur solani, sedangkan perlakuan dengan work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 23 No. 1 (Maret 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. pemberian ekstrak lengkuas dan kunyit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan koloni jamur R. solani penyebab penyakit busuk buah pada tanaman tomat secara invitro dengan menghambat laju pertumbuhan koloni jamur. Kombinasi daun salam, lengkuas dan kunyit (P. dengan konsentrasi 5% merupakan kombinasi terbaik yang memberikan pengaruh sangat nyata dalam menghambat laju pertumbuhan koloni jamur R. solani dengan daya hambat sebesar 53,56%. DAFTAR PUSTAKA