Mujahidin EFEKTIVITAS KOMPRES JAHE MERAH TERHADAP NYERI SENDI PENDERITA REUMATHOID ARTRITIS Mujahidin Program Studi Ilmu Keperawatan STIK Bina Husada Palembang Jl. Syech Abdul Somad No 28 Kel. 22 Ilir Palemban Email : mujahidin@binahusada. Abstrak Salah satu permasalahan kesehatan yang banyak terjadi di lingkungan masyarakat adalah penyakit reumathoid artritis atau penyakit rematik. Seseorang yang menderita penyakit ini akan merasakan sensasi rasa nyeri pada area sendi. Penggunaan jahe merah sebagai alternatif penanganan nyeri sudah mulai banyak dilakukan, seperti dilakukan pada nyeri asam urat, nyeri gout artritis, nyeri osteoarthritis dan nyeri nyeri sendi lain yang masih belum diketahui pasti penyebabnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari kompres jahe merah terhadap intensitas nyeri sendi penderita reumathoid artritis. Metode yang digunakan adalah one grup pre test post test design, sampel penelitian adalah penderita reumathoid artritis berjumlah 30 orang, analisis data menggunakan uji Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2023 bertempat di Desa wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hasil penelitian diketahui jika nilai p value 0. berdasarkan hasil ini maka disimpulkan bahwa terdapat efektivitas dari pemberian kompres jahe merah dengan berat 30 gram yang dilarutkan dalam 500 ml air dan dikompreskan selama 1 jam terhadap intensitas nyeri sendi penderita reumathoid artritis. Penggunaan kompres jahe merah ini dapat menjadi pertimbangan untuk disarankan kepada penderita sebagai tambahan alternatif terapi pelengkap untuk mengatasi permasalahan nyeri. Kata Kunci : Kompres Jahe Merah. Reumathoid Artritis ABSTRACT One of the health problems that often occur in the community is rheumatoid arthritis or rheumatic disease. A person suffering from this disease will feel a sensation of pain in the joint area. The use of red ginger as an alternative to pain management has begun to be widely practiced, such as for gout pain, gout arthritis pain, osteoarthritis pain and other joint pain whose cause is still unknown. The purpose of this study was to determine the effectiveness of red ginger compresses on the intensity of joint pain in patients with rheumatoid arthritis. The method used was one group pre test post test design, the research sample was 30 rheumatoid arthritis sufferers, data analysis used the Wilcoxone test. This research was carried out in April - May 2023 at the village of Jejawi District. Ogan Komering Ilir Regency. The results showed that the p value was 0. Based on these results, it was concluded that there was effectiveness of giving red ginger compresses weighing 30 grams dissolved in 500 ml of water and compressed for 1 hour on the intensity of joint pain in patients with rheumatoid arthritis. The use of red ginger compresses can be considered as a recommendation for sufferers as an alternative to complementary therapy to overcome pain problems. Keywords: Red Ginger Compress. Rheumatoid Arthritis Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin PENDAHULUAN Reumathoid Artritis merupakan salah satu penyakit gangguan pada sistem musculoskeletal yang saat ini kejadiannya cukup banyak ditemukan di lingkungan masyarakat baik di lingkungan perkotaan maupun di pedesaan. Penyakit ini paling banyak dijumpai pada usia 50 ke atas, . Hal ini sekaligus menguatkan asumsi bahwa penyakit ini memang berkaitan erat dengan proses degeneratif. Pada usia 50 tahun ke atas akan banyak terjadi perubahan perubahan seperti pada jaringan kolagen, elastin, komposisi dan kepadatan struktur tulang akan menurun, terjadi perubahan pada struktur otot serta kemampuan sendi dalam mempertahankan elastisitasnya pun juga akan berkurang, . Lebih dari 300 juta orang di dunia menderita penyakit ini, itu artinya dari 6 orang yang ada di dunia 1 orangnya menderita Reumathoid Artritis, . Dampak reumathoid artritis yang paling umum adalah adanya sensasi rasa nyeri yang mengganggu pada area persendian yang berakibat pada menurunnya kemampuan sendi untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Karakter nyeri sendi pada penyakit reumathoid artritis ini adalah rasa tidak nyaman ketika area sendi dipegang, tampak pula adanya pembengkakan, peradangan, kekakuan sendi dan terbatas dalam melakukan pergerakan . Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan nyeri yang terjadi akibat dari reumathoid artritis ini yaitu dengan cara farmakologis dan dengan cara non farmakologis. Secara farmakologis biasanya yang dilakukan adalah dengan menggunakan obat obatan seperti aspirin dan ibuprofen, namun menimbulkan keluhan tidak nyaman pada sistem pencernaan seperti rasa perih pada ulu hati. Selain obat obat oral ada juga golongan obat topical yang penggunaannya dilakukan dengan cara mengoleskan pada area yang mengalami nyeri. Kemudian penanganan nyeri juga dapat dilakukan secara non farmakologi, dalam keperawatan dikenal dua tehnik yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan tehnik distraksi ataupun menggunakan tehnik relaksasi, . Selain kedua cara tersebut, saat ini juga sudah mulai banyak ditemukan penggunaan kompres jahe merah untuk mengatasi permasalahan nyeri yang berkaitan dengan gangguan pada sistem musculoskeletal seperti nyeri pada gout artritis, osteoarthritis, asam urat dan permasalahan nyeri sendi lain yang belum begitu diketahui penyebabnya. Beberapa kajian penelitian tentang jahe merah ini pun sudah banyak ditemukan seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh . yang meneliti tentang pengaruh pemberian kompres bubuk jahe merah terhadap nyeri pada lansia dengan gout disebutkan bahwa kompres bubuk jahe merah dapat diberikan untuk menurunkan intensitas nyeri gout artritis pada lansia. Selain digunakan pada nyeri gout artritis, jahe merah juga pernah digunakan untuk mengatasi permasalah nyeri pada asam urat, . pernah melakukan kajian penelitian dengan judul penelitiannya pengaruh pemberian kompres larutan jahe Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian kompres larutan jahe terhadap nyeri asam urat di Posyandu Lansia Melati Desa Candisari. Kompres jahe merah juga digunakan sebagai alternatif terapi dalam mengatasi permasalahan nyeri sendi lain, seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh . yang meneliti tentang pengaruh kompres hangat air rebusan jahe merah terhadap pemberdayaan keluarga. Hasil penelitiannya menyebutkan bahwa penggunaan kompres hangat air rebusan jahe merah berpengaruh dan dapat mengurangi keluhan penyakit sendi pasien. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin Masih banyak lagi kajian kajian penelitian tentang jahe merah yang pernah dilakukan dan terbukti efektif dalam mengatasi permasalahan permasalahan nyeri yang terjadi akibat dari berbagai penyakit. Penggunaan kompres jahe untuk mengatasi permasalah nyeri reumathoid artritis sudah cukup banyak dilakukan dan dari hasil penelusuran kajian riset di berbagai artikel yang telah dipublikasi menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan dalam menurunkan intensitas Adanya kandungan analgesic dan anti inflamasi yang terdapat di dalam jahe diyakini dapat memberikan kontribusi positif untuk menurunkan permasalahan nyeri khususnya nyeri pada sendi. Namun masih ada beberapa hal yang masing ingin diungkap dari penggunaan kompres jahe merah ini agar benar benar dapat diyakini efektif dalam mengatasi permasalahan nyeri, seperti berapa lama durasi kompres yang dilakukan, berapa banyak kandungan jahenya dan bagaimana cara atau tehnik Hal inilah yang menjadi landasan peneliti untuk melakukan kajian penelitian terhadap penggunaan kompres jahe merah tersebut dan pengaruhnya terhadap intensitas nyeri pada penderita reumathoid artritis. TUJUAN PENELITIAN Tujuan Umum Diketahui efektivitas kompres jahe merah terhadap intensitas nyeri sendi penderita artritis reumathoid bagi warga Desa di wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan Tujuan Khusus Diketahui intensitas nyeri sendi sendi penderita artritis reumathoid warga Desa di wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan sebelum diberikan kompres jahe merah. Diketahui intensitas nyeri sendi sendi penderita artritis reumathoid bagi warga Desa di wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan sesudah diberikan kompres jahe merah Diketahui kompres jahe merah dengan berat 30 gram yang dilarutkan dalam 500 ml air dan dikompreskan selama 1 jam terhadap intensitas nyeri sendi penderita artritis reumathoid warga Desa di wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan pre eksperimental one grup pre test post test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2023 bertempat di Desa wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita rheumatoid artritis yang terdapat di wilayah Kecamatan Jejawi dan sampel dalam penelitian ini adalah penderita artritis rheumatoid berjumlah 30 orang yang dipilih dengan tehnik purposive sampling serta memenuhi kriteria yang telah reumatoid, jenis kelamin laki laki, bersedia mengalami permasalahan nyeri akibat dari artritis rheumatoid. Alat dan bahan yang digunakan terdiri dari jahe merah dengan berat 30 gram untuk masing masing sampel, timbangan digital, parutan untuk memarut jahe, 500 ml air bersih dan kuas dan formulir pengkuran intensitas nyeri. Pada proses pelaksanaan penelitian berpartisipasi dalam proses penelitian yang akan dilakukan. Setelah dihubungi dan dipastikan bahwa memenuhi kriteria sampel, langsung untuk pelaksanaan pengukuran intensitas nyeri dan dilanjutkan dengan pelaksanaan pemberian kompres jahe merah. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin Kegiatan pelaksanaan dilakukan secara Tahap pertama dilakukan pada sebanyak 5 orang sampel dalam sehari agar pelaksanaan penelitian dapat lebih efektif dan dapat lebih maksimal. Setelah semua sampel dilakukan pengukuran intensitas nyeri dan dilakukan pemberian kompres jahe merah selanjutnya dilakukan kembali pengukuran terhadap intensitas nyeri setelah diberikan kompres jahe tersebut. Setelah semua rangkaian tersebut selesai selanjutnya dilakukan tahapan pengolahan dan analisis data hasil penelitian. Rangkaian pengolahan data ini diawali dengan mengentry data dan selanjutnya diolah dengan menggunakan program SPSS versi 26. Langkah pertama dilakukan prosedur penilaian sebaran data, apakah yang dimiliki tersebut berdistribusi normal atau tidak dikarenakan uji hipotesis yang akan digunakan pada data ini adalah uji T Berpasangan yang mensyaratkan sebaran data harus berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas diketahui jika sebaran data tidak berdistribusi normal sehingga uji hipotesis yang digunakan dalam menganalisis adalah uji alternatif dari uji T Berpasangan yaitu uji Wilcoxone. yang berpatisipasi, umur yang paling banyak yaitu umur 60 tahun sebanyak 5 orang sampel . 7%), umur 61 tahun sebanyak 5 orang sampel . 7%), umur 62 tahun sebanyak 5 orang sampel . 7%). Umur 56, 57 dan 63 tahun masing masing sebanyak 3 orang sampel . 0%), umur 59 tahun sebanyak 1 orang sampel . 7%) dan sisanya yaitu umur 50, 54, 65 dan 66 masing masing sebanyak 1 orang sampel . 3%). Jenis Kelamin Sampel Penelitian Tabel 2 Jenis Kelamin Sampel Penelitian Jenis Kelamin Frekuensi Laki Laki Total Pada tabel 2 jenis kelamin sampel penelitian terdapat sebanyak 30 orang sampel . 0%) yang berjenis kelamin laki Hal ini sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan dalam penelitian yaitu sampel penelitian semua yang dipilih adalah berjenis kelamin laki laki. Nyeri Sebelum Tabel HASIL PENELITIAN Analisa univariat Umur Sampel Tabel 1 Umur Sampel Penelitian Umur Frekuensi Total Pada tabel 1 umur sampel penelitian diatas dapat dilihat bahwa dari 30 sampel Nyeri Sebelum Diberikan Kompres Jahe Merah Nyeri Sebelum Frekuensi Intensitas Nyeri 4 Intensitas Nyeri 5 Intensitas Nyeri 6 Intensitas Nyeri 7 Intensitas Nyeri 8 Total Pada tabel 3 di atas dapat dilihat bahwa nyeri sebelum diberikan kompres jahe merah intensitas nyeri yang paling banyak yaitu intensitas nyeri 5 . yeri sedan. sebanyak 13 orang sampel yang mengalami . 3%), kemudian intensitas nyeri 6 . yeri sedan. sebanyak 9 orang . 0%) dan intensitas nyeri 4 . yeri sedan. sebanyak 6 orang . 0%) dan intensitas nyeri 7, 8 masing masing 1 orang sampel . Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin Nyeri sesudah Tabel 4 Nyeri Sesudah Diberikan Kompres Jahe Merah Nyeri Sebelum Frekuensi Intensitas Nyeri 2 Intensitas Nyeri 3 Intensitas Nyeri 4 Intensitas Nyeri 5 Intensitas Nyeri 6 Intensitas Nyeri 7 Intensitas Nyeri 8 Total Pada tabel 4 di atas dapat dilihat nyeri sesudah diberikan kompres jahe Paling banyak sebanyak 8 orang sampel . 6%) dengan intensitas nyeri 3 . yeri ringa. , 7 orang sampel . dengan intensitas nyeri 6 . yeri sedan. , 5 orang sampel . 7%) dengan intensitas nyeri 5 . yeri sedan. , 4 orang sampel . 3%) dengan intensitas nyeri 2 . yeri ringa. , 3 orang sampel . 0%) dengan intensitas nyeri 4 . yeri sedan. , 2 orang sampel . 7%) dengan intensitas nyeri 8 . yeri bera. dan 1 orang sampel . dengan intensitas nyeri 1 . yeri ringa. Hasil Uji Wilcoxone Tabel 5 Uji Wilcoxon Uji Wilcoxon Sebelum Ae Sesudah Range of Motion -4,902 0,004 Pada tabel 5 di atas uji dapat dilihat hasil analisis dengan menggunakan uji wilcoxone nilai p value 0,004. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat efektivitas dari pemberian kompres jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri sendi pada penderita rheumatoid artritis. PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2023 bertempat di Desa wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Dipilihnya lokasi ini menjadi tempat penelitian dikarnakan berdasarkan data yang didapat oleh peneliti bahwa di wilayah ini cukup banyak warga yang mengalami permasalahan yang berkaitan dengan system musculoskeletal yaitu nyeri sendi yang terjadi akibat dari berbgai macam penyakit seperti gout artritis, asam urat, osteoarthritis dan reumathoid artritis. Ada banyak faktor yang dicurigai menjadi penyebab dari permasalahan ini, salah satunya adalah faktor usia. Dalam penelitian ini terdapat 30 orang sampel yang berpartisipasi dalam proses penelitian, proses pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik memungkinkan peneliti untuk menetapkan beberapa kriteria tertentu terhadap sampel yang akan berpartisipasi. Beberapa kriteria yang diambil yaitu penderita yang pernah didiagnosis reumathoid artritis yang diketahui dari informasi yang diberikan langsung oleh sampel tersebut. Hal ini penting dilakukan untuk benar benar memastikan bahwa nyeri yang dirasakan sampel adalah benar nyeri sendi yang tejadi akibat dari reumathoid artritis. Kriteria yang kedua yaitu umur sampel yang diambil adalah yang berusia 50 sampai dengan 70 tahun, hal ini didasari karna pada usia ini sudah terjadi proses degenerative dari berbagai system tubuh, khususnya system musculoskeletal yang berkaiatan dengan permasalahan reumathoid artritis ini, dan yang ketiga adalah jenis kelamin yang dipilih adalah jenis kelamin laki laki, hal ini dimaksudkan untuk lebih meminimalisir faktor bias penelitian. Persepsi terhadap nyeri antara jenis kelamin laki laki dan perempuan kemungkinan besar akan berbeda sehingga perlu untuk dilakukan upaya pemilahan jenis kelamin yang akan dipilih untuk menjadi sampel penelitian. Hasil menggunakan uji wilcoxone didapat nilai p 004 yang berarti bahwa terdapat Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin efektivitas dari pemberian kompres jahe merah dengan berat 30 mg yang dilarutkan dalam 500 ml air dan dikompreskan selama 1 jam terhadap penurunan intensitas nyeri sendi pada penderita yang mengalami reumathoid artritis. Hasil ini juga diperkuat dari hasil hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang meneliti tentang kompres jahe merah dan kaitannya terhadap penurunan intensitas nyeri reumathoid Pada tahun 2020 Handayani pernah melakukan penelitian dengan judul pengaruh kompres parutan jahe merah terhadap nyeri sendi pada lansia penderita reumathoid Kecamatan Sendana, penelitiannya didapat nilai p value 0. Berdasarkan disimpulkan bahwa kompres jahe merah signifikan terhadap nyeri sendi, . Kemudian Noviyanti dan Azwar di tahun 2021 juga pernah meliti hal serupa dengan Handayani. Novianti dan Azwar meneliti tentang efektivitas kompres jahe terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia dengan reumathoid artritis, hasil penelitiannya juga di dapat nilai p value 0. 000 yang ini juga berarti penggunaan kompres jahe efektif dalam menurunkan intensitas nyeri sendi reumathoid artritis pada lansia, . Selain itu . juga pernah mempublikasikan artikel hasil penelitiannya yang berjudul khasiat kompres jahe dalam menurunkan intensitas nyeri pada penderita reumathoid artritis terhadap 40 orang sampel, hasilnya didapat nilai p value 0. 000 yang ini berarti terdapat pengaruh dari pemberian kompres jahe terhadap penurunan intensitas penderita reumathoid artritis. Kajian penelitian tentang kompres jahe dan pengaruhnya terhadap perubahan intensitas nyeri sendi reumathoid artritis pada lansia juga pernah dilakukan oleh Waryantini . , hasil penelitiannya pun juga selaras dengan beberapa penelitian yang telah diungkapkan sebelumnya yaitu terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kompres jahe terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita reumathoid artritis. Selain itu dari hasil penelusuran hasil hasil penelitian yang telah dipublikasikan didapatkan informasi jika kompres jahe juga terbukti efektif dalam mengatasi berbagai permasalahan nyeri yang berkaitan dengan penyakit penyakit lain seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Putri IG dkk . yang meneliti tentang pengaruh pemberian kompres bubuk jahe merah terhadap nyeri pada lansia dengan menyimpulkan bahwa pemberian kompres bubuk jahe dapat menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan gout artritis. Hal yang sama pernah dilakukan oleh Putri dkk . namun lansia yang diteliti berasal dari Kalimantan Selatan, penelitiannya pun diketahui jika pemberian kompres jahe dapat menurunkan intensitas nyeri pada lansia yang mengalami gout Kemudian Samsudin . juga pernah meneliti tentang jahe merah, namun Samsudin dan kawan kawan melakukan sesuatu yang sedikit berbeda yaitu dengan cara memarut jahe merah dan diberikan dalam suhu hangat, hasilnya juga terbukti signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri penderita gout artritis. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Rianti . dan penelitian yang dilakukan oleh Wilda . yang juga meneliti tentang jahe merah dan intensitas nyeri gout artritis, hasilnya pun diketahui memberikan menurunkan intensitas nyeri. Selain dapat mengatasi nyeri pada gout artritis, penggunaan kompres jahe merah juga diketahui dapat memberikan hasil yang osteoarthritis, hal ini dapat dilihat dari hasil hasil penelitian yang telah dipublikasikan, seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Farizal dkk . , adapula penelitian dari Puspita . dan juga penelitian yang pernah dilakukan oleh Rusmini dkk . Dari ketiga hasil penelitian tersebut diketahui jika penggunaan kompres jahe merah terbukti efektik dalam menurunkan Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin intensitas nyeri osteoartitris. Ada pula penelitian tentang kompres jahe yang digunakan untuk mengatasi permasalahan nyeri yang terjadi akibat dari asam urat, seperti yang pernah diteliti oleh Suryani dkk . yang meneliti tentang pengaruh pemberian kompres larutan jahe terhadap nyeri asam urat di Posyandu Lansia Melati Desa Candisari. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0. 001 yang ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian kompres larutan jahe terhadap nyeri asam urat. Kompres jahe juga digunakan untuk mengatasi permasalahan nyeri sendi yang belum diketahui pasti penyebabnya, seperti penelitian yang pernah dilakukan oleh Mukhlis . dan juga pernah dilakukan oleh Andi Saifah . Hasil penelitian mereka pun juga menunjukkan hasil yang signifikan dari penggunaan kompres jahe merah terhadap penurunan intensitas nyeri sendi. Kegunaan jahe merah bagi kesehatan memang sudah sejak lama diyakini dapat memberikan manfaat yang cukup banyak karna kandungan kandungan gizi dan senyawa kimia aktif yang terdapat di dalam jahe seperti kalori, karbohidrat, serat, magnesium, fosfor, zinc, folat, vitamin C, vitamin B6, vitamin A, riboflavin dan niacin, kemudian adapula kandungan minyak atsiri dengan kandungan zat aktif zingiberin, kamfena, lemonin, borneol, shogaol, sineol, fellandren, zingiberol, gingerol, dan zingeron. S . Menurut Sari dkk . rimpang jahe mengandung zat gizi, diantaranya energi . kkal/100 . , karbohidrat . ,86 g/100 . , serat . ,60 g/100 . , protein . ,57 g/100 . , sodium . mg/100 . , zat besi . ,15 g/100 . , potasium . mg/100 . , dan vitamin C . ,7 mg/100 . kemudian jahe juga mengandung senyawa-senyawa fitokimia, diantaranya alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpernoid, dan saponin. Banyaknya unsur unsur yang terkandung di dalam jahe semakin menguatkan fakta penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti bahwa memang penggunaan jahe dapat memberikan banyak Selain penggunaannya yang dapat dikonsumsi langsung, jahe juga bisa digunakan dengan cara dikompreskan atau dioleskan pada bagian tubuh. Di dalam jahe terdapat dua kandungan utama, yang pertama yaitu kandungan volatile dan yang kedua kandungan nonvolatile. Volatile terdiri dari oleoresin sekitar 4,0-7,5%, yang bertanggung jawab terhadap aroma jahe atau minyak atsiri dengan komponen terbanyak adalah zingiberen dan Minyak atsiri atau dikenal juga sebagai minyak eteris aetheric oil, minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik adalah kelompok minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri jahe berwarna bening sampai kuning tua dan memiliki nilai ekonomi tinggi karena banyak digunakan dalam industri parfum, kosmetik, essence, farmasi dan flavoring Kandungan non-volatile pada jahe yang memunculkan sensasi rasa pedas, salah satu diantaranya adalah gingerol. Gingerol memiliki rumus kimia 4-hidroksi-3methoksifenil-5-hidrokasi-alkan-3-ol dengan rantai samping yang bervariasi. Gingerol merupakan senyawa identitas untuk tanaman jahe dan berfungsi sebagai senyawa yang berkhasiat obat. Gingerol yang terkandung di dalam jahe memiliki efek sebagai antiinflamasi, antipiretik, gastroprotective, cardiotonic dan antihepatoksik, antioksidan, antikanker, antiangiogenesis dan antiartherosclerotic. Selain kandungan volatile dan non volatile, pada jahe juga terkandung beberapa nutrisi, seperti vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak yang juga bermanfaat untuk kesehatan. KESIMPULAN Terdapat efektivitas dari pemberian kompres jahe merah dengan berat 30 gram yang dilarutkan dalam air 500 ml dan dikompreskan dengan durasi 1 jam terhadap intensitas nyeri sendi penderita reumathoid Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2023 Mujahidin artritis di Desa wilayah Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan SARAN Kompres jahe merah dapat digunakan oleh warga Desa wilayah Kecamatan Jejawi sebagai salah satu alternatif terapi pelengkap untuk mengatasi permasalahan kesehatan permasalahan nyeri sendi yang terjadi akibat dari penyakit reumathoid artritis. DAFTAR PUSTAKA