Efektifitas Penetapan Kampung Moderasi terhadap Toleransi Hidup Beragama di Kabupaten Kapuas Hulu Wilhelmus Sukur STAKat Negeri Pontianak monsynana@gmail. Abstrak Di tengah hadirnya ekstrim kiri yang melahirkan fanatisme dan ekstrim kanan yang menghadirkan radikalisme bahkan terorisme, moderasi agama adalah jalan Tengah untuk mencapai kata sepakat dalam menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dalam bingkai toleransi beragama. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang plural sangat diperlukan sebuah titik keseimbangan agar tidak terjadi konflik yang berlandaskan agama. Sebuah keniscayaan besar apabila wajah agama yang mulia dan agung yang menghadirkan kedamaian dan cinta kepada seluruh manusia malah terjerumus dalam pemaknaan bergama yang berwajah garang, kasar bahkan menakutkan. Kementerian agama sudah menetapkan 1000 kampung moderasi di seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya aksi kekerasan atas nama agama dan bahaya intolerasi yang mengancam eprsatuan dan kesatuan bangsa. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus membangun kesadaran Bersama akan pentingnya hidup Bersama tanpa harus memaksa sekaligus mengklaim ajaran agamanya sebagai satu-satunya yang benar. Yang dibangun adalah penghargaan bukan pengagungan bersebihan yang berujung fanatisme dan radikalis. Kabupaten Kapuas Hulu adalah sebuah wilayah yang keadaan masyarakatnya sangat majemuk. Di Tengah keadaan demikian. Kemenag Kabupaten Kapuas Hulu Bersama pemerintah meyambut baik program 1000 kampung moderasi di seluruh Indonesia. Kapuas Hulu menetapkan 2 (Du. desa sebagai kampung moderasi yaitu desa Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara dan desa Kedamin Darat Kecamatan Putussibau Selatan. Penetapan Kampung moderasi di wilayah Kapuas Hulu akan memberikan nilai edukatif sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesadaran hidup Bersama dalam perbedaan. Akan tetapi salah satu hal yang dikaji adalah perihal urgensi kebijakan kampung moderasi di tengah wilayah yang tidak memiliki catatan konflik agama dan munculnya fanatsime serta radikalisme. Namun sebagai bentuk pencegahan dini agar fanatisme dan radikalisme tidak meracuni kebersamaan dan persatuan Masyarakat di Kapuas Hulu. Kata kunci: Kampung Moderasi, fanatisme, radikalisme. Kapuas Hulu Abstract The presence of the extreme left which gives rise to fanaticism and the extreme right which brings radicalism and even terrorism, religious moderation is a middle way to reach an agreement in upholding the values of diversity within the framework of religious tolerance. The Indonesian nation as a plural nation really needs a balance point so that conflicts based on religion do not occur. It is a big inevitability if the face of a noble and great religion which brings peace and love to all humans is instead plunged into religious meanings which have a fierce, harsh and even frightening face. The Ministry of Religion has designated 1000 moderate villages throughout Indonesia. This policy is a form of concern about the increasing number of acts of violence in the name of religion and the danger of intolerance which threatens national unity and unity. This effort is carried out as a form of education as well as building collective awareness of the importance of living together without having to force and claim one's religious teachings as the only true one. What is built is appreciation, not excessive glorification which leads to fanaticism and radicalism. Kapuas Hulu Regency is an area where the community is very diverse. In the midst of this situation, the Ministry of Religion of Kapuas Hulu Regency together with the government welcomes the program of 1000 moderate villages throughout Indonesia. Kapuas Hulu designated 2 . villages as moderate villages, namely Sibau Hulu village. North Putussibau District and Kedamin Darat village. South Putussibau District. The establishment of a moderation village in the Kapuas Hulu region will provide educational value while increasing awareness of the importance of living together in diversity. However, one of the things being studied is the urgency of a moderate village policy in the middle of a region that has no record of religious conflict and the emergence of fanaticism and radicalism. However, as a form of early prevention so that fanaticism and radicalism do not poison the togetherness and unity of the community in Kapuas Hulu. Keywords: Village of Moderation, fanaticism, radicalism. Kapuas Hulu PENDAHULUAN Akhir-akhir ini isu yang sangat besar seputar kesatuan bangsa Indonesia adalah adanya upaya kaum atau golongan tertentu untuk membawa bangs aini pada perpecahan. Perpecahan itu disulut dengan hadirnya kelompok radikalis dan kaum intoleran. Mereka berupaya agar bangsa ini dikomandoi dengan satu semangat yang sama yaitu syariat islam. Pergerakan kelompok ini akan berhasil jika kita tidak mampu mengantisipasinya. Moderasi beragama adalah salah satu upaya untuk mewujudkan kesatuan bangsa dan landasan untuk menciptakan agen-agen moderat di setiap lapisan masyarakat. Upaya pemerintah dalam bentuk moderasi beragama adalah sebuah respon positif atas kenyataan kekerasan atas nama agama dan Upaya memecah belah persatuan bangsa. Selain isu perpecahan, secara faktual bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk baik dari segi suku, budaya, ras dan agama. Dari segi agama. Indonesia mengakui hadirnya 6 . agama yaitu Islam. Protestan. Katolik. Hindu. Budha dan Konghuchu. selain enam agama besar, terdapat juga beberapa agama minoritas dan aliran kepercayaan yang keberadaanya dijunjung tinggi dan dihargai. Kemajemukan itu sebagai fakta yang tak terbantahkan sekaligus perlu disyukuri. Akan tetapi kemajemukan bisa membawa hal positif tetapi juga memiliki nilai negatif yang membangkitkan rasa iri dan dengki serta peperangan. Perlu adanya penghargaan terhadap kenyataan kemajemukan tersebut agar tidak membangkitkan malapetaka tetapi menjadi oase yang menyejukan. Konflik agama juga kerap terjadi di negeri ini yang menyebabkan orang memahami agama sebagai neraka besar bukan pembawa sukacita dan kebahagiaan. Konflik terjadi karena sikap fanatisme agama yang berlebihan dan klaim kebenaran mutlak serta menutup mata terhadap keyakinan dan kebenaran agama yang lain. Masih membekas dalam ingatan kita perihal beberapa konflik agama yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia misalnya konflik di Poso, konflik sunni dan syiah di Jawa Timur, kasus pembataian pengikut aliran Ahmadiyah Cekeusik Banten dan pembakaran masjid Ahmadiyah di Kabupaten Sintang. Konflik-konflik ini pertanda masih begitu memprihatinkan penghayatan beragama bangsa ini dan sangat dibutuhkan sebuah gerakan baru yang membawa perubahan sekaligus kesadaran untuk beriman secara otentik dan benar. Kementerian agama Republik Indonesia melalui peraturan Menteri no. 92 tahun 2022 meletakan dasar hukum dibentuknya gagasan moderasi agama. Melalui peraturan Menteri tersebut dijelaskan tujuan gagasan moderasi agama bagi Pegawai Negeri Sipil dan masyarakat umum sebagai panduan dalam hal penguatan moderasi agama agar dapat diselenggarakan secara terarah, sistematis, komprehensif dan Ditetapkan juga sebuah kurikulum khusus tentang penguatan moderasi agama (PMB) termasuk dikonkritisasikan melalui terbentuknya 1000 kampung moderasi di wilayah Indonesia. Setiap wilayah kementerian agama menetapkan paling sedikit 2 . kampung moderasi di setiap Kabupaten. Penguatan moderasi beragama yang digagas kementrian agama dilakukan dengan tiga strategi utama, yakni: pertama, sosialisasi gagasan, pengetahuan, dan pemahaman tentang moderasi beragama kepada seluruh lapisan masyarakat. kedua pelembagaan moderasi beragama ke dalam program dan kebijakan yang mengikat. dan ketiga, integrasi rumusan moderasi beragama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional. Ketiga strategi ini dijabarkan berdasarkan konteks masyarakatnya. Ada 3 . prinsip dasar yang memungkinkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang moderat. Prinsip-prinsip tersebut adalah: pertama,bangsa Indonesia bukanlah bangsa sekuler. kedua,negara memberikan jaminan dan perlindungan serta kebeasan untuk beragama kepada setiap warganya. Ketiga,negara melindungan kebhinekaan dan keberagamaan mayarakat sehingga Tindakan yang mengancam kebhinekan dan keberagaman akan ditindak oleh negara. Kemenag Kapuas Hulu bersama pemerintah sudah mengadakan kegiatan lounching kampung moderasi beragama sekitar bulan Oktober 2023. Dua kampung yang dipilih adalah desa Sibau Hulu Kecamatan Putussibau Utara dan desa Kedamin Hulu Kecamatan Putussibau Selatan. Penetapan kampung moderasi ini menjadi landasan yang positif bagi terbentuknya tolerasi hidup beragama di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Kabupaten Kapuas Hulu adalah daerah yang sangat majemuk. Terdapat aneka ragam budaya, suku dan agama. Untuk kehidupan beragama, daerah Kapuas Hulu sangat majemuk dengan 3 . agama mayoritas yaitu Islam. Katolik dan Konghuchu. Keberagaman ini perlu diikat dengan sikap tolerasi yang Akan tetapi apakah program kampung moderasi ini membawa manfaat yang positif bagi toleransi hidup beragama di Kapuas Hulu atau tanpa program inipun toleransi hidup beragama sudah lama terjaga. Kemungkinan besar yang mencabik nilai toleransi agama di Kapuas Hulu adalah masuknya aliran atau paham lain yang sifatnya radikal. Kemungkinan-kemungkinan ini akan terjawab melalui penelitian ini. Penelitian ini penting mengingat wilayah Kapuas Hulu berbatasan dengan negara tetangga yaitu Malaysia. Tentu saja menjaga kerukunan yang bersifat internal harus diperkuat sebelum kita mengantisipasi munculnya gangguan yang bersifat eksternal. Selain itu, keberadaan Masyarakat yang majemuk menjadi landasan utama penelitian ini. Yang perlu dikaji sebenarnya peran moderasi beragama tatkala masyarakatnya tidak memiliki indikasi terlibat konflik akrena perbedaan agama. Dengan kata lain, penelitian ini semakin akan menemukan kesulitan apabila tidak ditemukanya pengalaman bahwa masyarakat Kapuas Hulu pernah mengalami konflik akibat intolerasi dan radikalisme. Salah satu tantangan terbesar penulis dalam merampungkan penelitian ini adalah bahwasanya objek penelitian ini relatif masih baru. Program kampung moderasi yang ditetapkan oleh Kementerian agama baru diluncurkan tahun 2022. Untuk wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, program kampung moderasi ini diluncurkan bulan oktober 2023. Efektifitas berkaitan dengan hasil dari program kampung moderasi. Hasil itu belum terlihat karena prosesnya baru dimulai. Akan tetapi kita perlu mengetahui sepenting apakah program ini di Kabupaten Kapuas Hulu dan sebesar apa manfaatnya bagi terjaganya kerukunan dan budaya toleransi Bergama di wilayah ini. Kabupaten Kapuas Hulu masyarakatnya terdiri atas aneka suku. Mayoritas mayarakatnya adalah suku Dayak dan Melayu. Terdapat juga suku-suku lain yang jumlah masyarakatnya cukup banyak seperti Tionghoa. Akan tetapi hidup juga masyarkat yang berasal dari suku-suku pendatang seperti Jawa. Flores. Madura. Padang, batak dan suku lainya yang jika diakumulasikan menjadi satu jumlahnya sangat Dalam tataran moderasi beragama level dunia, seluruh bangsa hendaknya menjadikan piagam Madinah sebagai rujukan untuk memelihara perdamaian dan meningkatkan toleransi beragama. Piagam Sejarah merupakan bukti Sejarah yang sangat otentik dalam hal membina hubungan dan nteraksi sosial msyarakat Madinah pada zaman itu. Isi piagam ini sebagai cetusan atas Upaya untuk hidup Bersama yang dilandasi rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Piagam ini masih sangat kontekstual untuk kehidupan beragama dewasa ini. Kita tahu dengan baik begitu banyak konflik yang terjadi di masyarakat berlatarkan agama. Agus Ahmadi . menganalisis moderasi beragama dalam hubungannya dengan keragaman di Indonesia. Dalam tulisannya beliau menegaskan bahwa moderasi merupakan jalan tengah di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Moderasi menjadi jalan tengah antara fundamentalisme dan ekstremisme. Dalam konteks hidup beragama, munculah sebuah sebutan moderat untuk agama islam yang biasa disebut Islam moderat. Penelitian ini hendak meneliti urgensi program kampung moderasi bagi terciptanya toleransi hidup beragama di Kapuas Hulu. Seberapa pentingkah program ini hgarus diterapkan? Apakah ada manfaatnya bagi masyarakat untuk mencapai titik keseimbangan yang berlandaskan prinsip saling menghargai dan menghormati satu sama lain? Ide besar program ini adalah untuk menjadi penyeimbang gerakan radikalisme dan intoleransi. Peneliti akan melihat secara objektif penetapan dua desa sebagai kampung moderasi terutama dari segi efektifitasnya. Besar dugaan saya pelaksanaan program ini hanya meneruskan amanat kementerian agama berupa program 1000 kampung moderasi. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti menggunakan teknik wawancara dan survei untuk mendapatkan data penunjang penelitian. Peneliti akan mewawancarai inisiator program kampung moderasi terutama pemahaman dan keyakinan mereka terhadap program ini. Selanjutnya peneliti akan terjun ke lapangan untuk mensurvei proses pelaksanaan program ini. Sasaran penelitianya adalah dua desa yang ditetapkan sebagai kampung moderasi dan dalam skala yang lebih luas adalah pengaruhnya terhadap Upaya menjaga toleransi hidup beragama di Kapuas Hulu. Adapun subyek penelitiannya adalah kemenag putussibau yang membuat program kampung moderasi beragama dan masyarakat di desa Sibau Hulu dan Kedamin Darat Hulu sebagai lokasi program tersebut. Kemenag melalui pejabat yang memiliki kuasa anggaran dalam kegiatan ini diminta penjelasannya mengenai latar belakang, tujuan, manfaat dan sasaran program tersebut. Sedangkan mayarakat merupakan subjek yang mengalami dampak langsung program ini. Masyarakat diklarifikasi mengenai antusiame, pemahaman dan kemauan mereka menjalankan program ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Istilah moderasi masih terlalu asiong bagi Sebagian besar orang, apalagi disandingkan dengan kata Moderasi itu sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki dua pengertian yakni: 1. n pengurangan kekerasan, dan 2. n penghindaran keekstreman. Jika dikatakan. Auorang itu bersikap moderatAy, kalimat itu berarti bahwa orang itu bersikap wajar, biasa-biasa saja, dan tidak ekstrem. Dalam Bahasa latin, kita mengenal istilah moderytio, yang berarti ke-sedang-an . idak kelebihan dan tidak kekuranga. Kata itu juga berarti penguasaan diri . ari sikap sangat kelebihan dan kekuranga. Bahasa Inggris dari kata moderasi adalah moderation sering digunakan dalam pengertian average . , core . , standard . , atau non-aligned . idak berpiha. Pada umumnya, moderat berarti mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak, baik ketika memperlakukan orang lain sebagai individu, maupun ketika berhadapan dengan institusi negara. Terdapat sebuah analogi sederhana untuk memahami makna kata moderasi. Moderasi jika dianalogikan adalah ibarat gerak dari pinggir yang selalu cenderung menuju pusat atau sumbu . , sedangkan ekstremisme adalah gerak sebaliknya menjauhi pusat atau sumbu, menuju sisi terluar dan ekstrem . Moderasi juga ibarat bandul jam, ada gerak yang dinamis, tidak berhenti di satu sisi luar secara ekstrem, melainkan bergerak menuju ke tengah-tengah. Berdasarkan analogi ini, sikap moderat dapat dimengerti sebagai sikap yang berada di tengah-tengah atau tidak berat sebelah sekaligus tidak memihak pada yang lainnya atau netral. Tentu saja untuk mencapai titik tengah atau sikap moderat perlu ada ukuran yang objektif. Ukuran yang dipakai adalah sumber-sumber terpercaya dan sebagai pegangan umum seperti teks-teks kitab suci, konstitusi, kearifan local dan kesepakatan Bersama . Moderasi agama harus dipahami sebagai sikap menjaga keseimbangan untuk semakin militan dengan penghayatan agamanya sendiri . dan menaruh sikap hormat yang tinggi terhadap penghayatan agama orang lain . Jika penghayatan beragama sampai pada tahap ini, cita-cita bangsa untuk menjaga kerukunan dan toleransi beragama dengan mudah terwujud. Akan tetapi untuk menuju ke tahap sikap moderat demikian kita selalu dirong-rong oleh pengaruh-pengaruh luar yang masuk ke pendirian kita masing-masing bahkan menggoyahkan sikap moderat yang kita yakini. Kita masih mudah dihasut dan diadu domba oleh pemikiran-pemikiran yang dilatar belakangi oleh upaya untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Seiring perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan pengetahuan, kita dihadapkan dengan berbagai kemudahan sekaligus tantangan besar untuk menjaga dan memelihara sikap moderat dalam mengayati hidup beragama. Arus informasi yang kian masif dan kurangnya kepekaan untuk bersikap filtrasi agar menyaring informasi yang diterima menyeret kita pada pengaruh besar untuk menggoyahkan jati diri kita sebagai pribadi yang moderat. Begitu banyak media yang dengan mudah kita akses baik yang memberikan peneguhan sekaligus penguatan agar bersikap moderat maupun yang berisi agitasi atau hasutan agar menghayati iman tanpa harus menghormati penghayatan iman yang berbeda keyakinan dengan kita. Jika kita cermati berbagai channel youtube dan video tiktok ditemukan beberapa pandangan yang tidak menguatkan sikap moderat. Berhadapan dengan kemudahan akses informasi tersebut, kita adalah agen perubahan sekaligus penentu keputusan untuk memilih dan memilah. Sebuah studi di Universitas California menjelaskan bahwa tingkat intelektualitas seseorang mempengaruhi sikapnya terhadap arus informasi yang kian massif melalui media sosial seperti youtube, tiktok dan media lainya. Rata-rata mereka yang tingkat pendidikannya rendah rentan dengan sikap menelan secara mentah informasi tersebut tanpa harus diolah dan disaring. Sedangkan mereka yang memiliki tingkat intelektualitas tinggi rata-rata suka memilih informasi penting bagi hdiupnya karena dipakai untuk mendewasakan pemikiranya. Dalam konteks moderasi beragama di Kapuas Hulu, sangat diperlukan sikap moderat yang tinggi di tengah keberagaman yang dimiliki Masyarakat Kapuas Hulu. Meskipun tidak ada konflik yang besar atas nama agama, sikap waspada dan pencegahan melalui edukasi dan perlu dilakukan secara intens sambil memperhatikan prinsip dasar moderasi beragama yaitu adil dan berimbang. Adil dalam arti tidak berat sebelah melainkan berpihak pada kebenaran. Sedangkan seimbang atau bisa juga disebut keseimbangan adalah sebuah istilah yang dipakai untuk menjelaskan cara pandang, sikap, dan komitmen untuk selalu berpihak pada keadilan, kemanusiaan, dan persamaan. Kecenderungan untuk bersikap seimbang bukan berarti tidak punya pendapat. Mereka yang punya sikap seimbang berarti tegas, tetapi tidak keras karena selalu berpihak kepada keadilan, hanya saja keberpihakannya itu tidak sampai merampas hak orang lain sehingga merugikan. Keseimbangan dapat dianggap sebagai satu bentuk cara pandang untuk mengerjakan sesuatu secukupnya, tidak berlebihan dan juga tidak kurang, tidak konservatif dan juga tidak liberal. Arah kebijakan pemerintah adalah upaya prefentif bukan kuratif. Istilah preventif mengacu pada upaya untuk mencegah hal terburuk terjadi sedangkan kuratif adalah usaha untuk mengobati atau mencari Solusi atas kekacauan dan permasalahan yang telah terjadi. Oleh karena itu, program kampung moderasi perlu ditinjau ungentisitasnya apakah sebagai bentuk preventif atau kuratif? Pemerintah pusat melalui kementerian agama menaruh perhatian yang sangat besar terhadap keberagaman di Indonesia secara khusus keberagaman agama. Isu yang sangat besar adalah fundamentalisme dan ekstremisme bahkan dengan cabang-cabangnya yang menhasilkan Tindakan radikalisme dan terorisme. Perhatian yang besar tersebut dibuktikan melalui penetapan program 1000 kampung moderasi beragama. Program ini merupakan penjabaran konkret atas peraturan Menteri agama 92 tahun 2022 tentang penguatan program moderasi beragama. Program ini menjadi tonggak awal ditetapkannya kampung moderasi. Tentu saja penentapan kampung moderasi ini dianggap perlu untuk mengembalikan semangat persatuan dan toleransi hidup beragama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kapuas Hulu, jumlah penduduknya 609 jiwa. Penduduk Perempuan sebanyak 122. 940 jiwa sedangkan laki-laki sebanyak 669 jiwa. Sebaran jumlah penduduk menurut agama dapat dilihat melalui table berikut ini: Tabel 1. 1 Jumlah penduduk berdasarkan agama Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Kapuas Hulu masuk dalam kategori wilayah yang masyarakatnya beragam dari sudut agama dan kepercayaan dengan Islam sebagai agama mayoritas kemudian menyusul agama katolik dan protestan. Agama lain seperti Budha. Hindu dan Konghuchu masuk dalam kategori jumlah minoritas karena pengikutnya sangat sedikit. Akan semakin menarik jika kita menguraikan lebih lanjut sebaran pemeluk agama islam berdasarkan aliran-lirannya. Kita mengenal dua aliran islam terbesar yaitu Nadathul Ulama (NU) dan Muhamadyah. Di samping itu terdapat juga aliran lain yang pengaruhnya tidak dapat kita pandang sebelah mata. Aliran jumlahnya kecil bisa membawa dampak positif dan negatif tergantung intensitas dan sebaran kegiatannya. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah pemahaman-pemahamannya dalam mendukung budaya toleransi di Kapuas Hulu. Aliran NU dan Muhamadyah dalam konteks beragama di Indonesia memiliki jiwa moderat. Kenyataan lain yang perlu kita gali dalam penelitian ini adalah sebaran penduduk Kapuas Hulu berdasarkan suku. Sebaran ini perlu kita kaji karena situasi dan kondisi Kapuas Hulu berbeda. Pada prinsipnya Suku dan agama itu adalah hal yang berbeda. Logikanya adalah apapun agamanya tidak mengubah identitas suku seseorang apabila penetapan suku seseorang berdasarkan garis keturunan. Namun kenyataan yang terjadi sungguh berbeda dari prinsip umum yang yang kita ketahui Bersama. Bahwasannya terdapat begitu banyak masyarakat yang berubah sukunya seiring dengan perpindahan Misalnya, seseorang yang semula suku Dayak dan memeluk agama katolik kemudian berpindah agama ke Islam tidak lagi mengaku diri sebagai orang dayak. Kenyataan ini menjadi keprihatinan besar Masyarakat Kapuas Hulu seiring dengan semakin maraknya fenomena pindah agama yang disebabkan oleh perkawinan beda agama. Apakah ini sebuah kebetulan atau memang didesain sedemikian rupa, butuh pendalaman yang lebih untuk mengetahui akar permasalahan ini karena belum ada cukup data yang memberikan bukti bahwa ada semacam gerakan untuk mengubah keyakinan seseorang melalui jalur pernikahan. Akan tetapi sebagai hipotesa awal bisa saja anggapan ini benar jika ditelusuri mnelalui bukti-bukti otentik yang diberikan pelaku. Dalam tradisi yang terjadi di Kapuas Hulu, mereka yang sudah berpindah tersebut selalu mengaku diri bukan orang Dayak. Melalui wawancara dengan seorang tokoh agama hal itu dijelaskan bahwa perubahan suku tersebut erat kaitannya dengan prinsip halal dan haram. Dayak masih erat kaitanya dengan makanan khas daging babi sebagai makanan haram dalam ajaran agama Islam. Oleh karena itu, kepindahan agama turut mengubah identitas suku dan mereka menyebut diri sebagai AusengananAy. Apakah ada yang salah dengan kebiasaan tersebut? Tokoh agama yang sama menjelaskan bahwa sesungguhnya darah daging tidak dapat diubah oleh perpindahan agama. Identitas suku erat hubunganya dengan hubungan darah. Solusi bagi mereka yang bersuku Dayak tetapi beragama Islam adalah jalankanlah ajaran agama dengan sepenuh hati sesuai denga nisi Kitab Suci tanpa harus menolak identitas asli sebagai suku Dayak. Program kampung moderasi hendaknya memberikan edukasi positif untuk menempatkan agama pada posisi yang sebenarnya. Jika kita melihat data dan fakta keberagaman di Kapuas Hulu, program kampung moderasi memiliki Kepentingannya adalah upaya untuk menjaga toleransi hidup beragama di Kapuas Hulu. Apakah cukup dua desa itu dijadikan acuan untuk menuntaskan program moderasi beragama di Kapuas Hulu? Meskipun hanya dipilih 2 . desa sebagai desa binaan kampung moderasi, yang perlu diperhatikan adalah program diseminasi atau pengimbasan positif ke desa atau wilayah lainya di Kapuas Hulu. Dua desa yang dibina melalui program ini perlu membagikan hal positif program ini ke wilayah lain agar penyebarannya semakin meluas. Dua desa yang dipilih adalah role model untuk menempatkan penghayatan agama pada posisinya di mana kita tidak perlu bersikap fundamentalis ataupun ekstrimis. Program kampung moderasi yang digaungkan oleh Kementerian agama dan ditindaklanjuti oleh kemenag Kapuas Hulu memilih dua desa di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Desa tersebut adalah desa Sibau Hulu dan desa Kedamin Darat Hilir. Pertimbangan kemenag Kapuas Hulu memilih kedua desa tersebut dilatarbelakangi oleh fakta keberagaman masyarakat di kedua desa tersebut dan kemudahan akses untuk memulai program, memonitoring serta proses pengevaluasiannya. Sekilas kita melihat gambaran umum tentang dua desa ini yang dijadikan sebagai protype kampung moderasi beragama. Kedua desa ini sama-sama berada tidak jauh dari daerah perkotaan sehingga aktifitas dan gaya hidup masyarakatnya masih lekat dengan gaya perkotaan. Demikian juga taraf hidup perekonomiannya bukan Masyarakat yang mayoritas miskin. Dalam konteks keberagamana, kedua desa ini dihuni oleh masyarakat yang beragam baik suku, agama maupun ras. Melihat rekam jejak kedua desa ini tidak ditemukan konflik yang terjadi akibat perbedaan suku maupun agama baik dalam skala kecil maupun besar. Lalu apa manfaatnya jika tidak ada konflik yang harus diselesaikan melalui program kampung moderasi beragama? Lalu bagaimana proses pelaksanaan program kampung moderasi beragama di Kapuas Hulu? Merujuk kepada Peraturan Kementerian Agama no. 93 tahun 2022 tentang penyelenggaraan penguatan moderasi beragama dijelaskan bahwa program kampung moderasi beragama dijalanakan dalam bentuk diseminasi atau pengimbasan. Penerapan program moderasi agama di desa merupakan bagian dari Diseminasi program moderasi agama merupakan sebuah upaya preventif. Secara umum istilah preventif berarti Tindakan pencegahan suatu hal negatif tidak terjadi. Dalam perspektif pengendalian sosial, preventif adalah tindakan untuk mencegah pelanggaran sosial. Dalam konteks kehidupan Bergama yang beragama agama upaya preventif adalah Tindakan untuk mencegah konflik yang disebakan oleh perbedaan pandangan dan ajaran agama. Program kampung moderasi fokusnya pada Tindakan preventif bukan kuratif. Upaya kuratif dilakukan apabila terdapat pengalaman hidup beragama yang ditandai dengan konflik. Moderasi agama hadir untuk meluruskan, mendamaikan bahkan menetralkan situasi. Dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan konflik atas nama agama. Masalah besar yang sering terjadi dalam perbedaan agama adalah toleransi. Secara etimologi, toleransi berasal dari kata Bahasa Latin yaitu tolerare yang memiliki arti sabar dan menahan diri. Secara terminologi toleransi merupakan sebuah sikap saling menghargai dan menghormati. Pada umunmya kita memahami toleransi sebagai bentuk prilaku manusia untuk menghormati dan menghargai perbedaan yang ada baik secara indvidu maupun kelompok. Tahun 2016 terdapat sebuah kasus di daerah Tanjung Balai yang menimpa ibu Meliana. Beliau dipenjara karena mengkritik suara volume azan di masjid yang terlalu keras. Atas kritikanya ini. Bu Meliana dilaporkan warga ke pihak berwajib. Tentu saja pihak berwajib sangat berhati-hati menangani kasus ini. Suara mayoritas yang bersifat paksaan membuat pihak berwajib memproses laporan warga dan Bu Meliana diadili hingga di penjara. Apa yang terjadi dengan Bu Meliana juga dialami oleh mantan Gubernur DKI Jakarta yang divonis bersalah dengan dakwaan penghinaan agama. Basuki Cayaha Purnama atau dikenal Ahok menjalankan hukuman tersebut hingga selesai emskipun kita tahu bahwa putusan itu diberikan karena desan publik bukan karena delik hukum yangdengan cukup bukti yang membuktikan Ahok bersalah. Peristiwa yang menimpa Ibu Meliana dan Ahok bisa dialami juga oleh warga Kapuas Hulu jika tidak diantisipasi sejak dini tentang budaya toleransi. Toleransi tidak identik dengan pembiaran. Toleransi syarat akan keyakinan dan menjunjung tinggi penghargaan atas perbedaan. Pembiaran penuh dengan rasa acuh tak acuh. Tak mau tahu dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Dua desa yang menjadi subjek program kampung moderasi selalin berbeda agama juga berbeda Perbedaan suku tersebut berimplikasi pada perbedaan tradisi atau kebiasaan. Salah satu contoh konkret adalah mayarakat yang bersuku Dayak memiliki kebiasaan untuk memelihara babi karena babi dijadikan sebagai daging untuk konsumsi. Sedangkan suku melayu yang beragama Islam tidak memiliki kebiasaan memelihara babi. Problem sering terjadi antara meneruskan kebiasaan memelihara babi bagi suku Dayak atau tidak meneruskan kebiasaan itu demi sebuah toleransi beragama. Fakta kecil seperti ini dapat menjadi pemantik konflik yang besar jika tidak dikelola dengan bijaksana. Pada tahap ini, toleransi bukan tentang salah satu pihak harus mengalah dan pihak satunya harus diuntungkan. Perlu sebuah Solusi masalah dalam bentuk jalan tengah yaitu win win solution. Berdasarkan fakta yang didapatkan dari lokasi penelitian, tidak ditemukan sebuah konflik yang disebabkan oleh kritikan terhadap suara azan dari masjid. Di lain sisi, juga tidak pernah ada upaya untuk menghentikan kebiasaan memelihara ternak babi yang dianggap sebagai binatang haram oleh warga yang beragam islam. Kehidupan masyarakat berjalan normal. Masyarakat tetap menjadi Dayak yang sesungguhnya beserta dengan tradisi dan kebiasaan yang berlangsung turun temurun. Demikian juga masjid di sekitar rumah betang tetap mengumandangkan azan melalui pengeras suara seeprti biasanya. Akan tetapi waktu terus bergulir, langka antisipatif perlu dilakukan. Moderasi agama adalah salahs atu sarana yang tepat untuk mengantisipasi hal buruk terjadi akibat intoleransi dan radikalisme. KESIMPULAN Masyarakat Kapuas Hulu adalah Masyarakat yang beragam dari sudut agama, ras dan suku. Hingga kini belum ditemukan konflik baik dalam skala kecil maupun besar karena perbedaan agama. Rasa saling mencurigai selalu ada tetapi tidak sampai pada tahap pemaksaan kehendak dalam bentuk klaim kebenaran Sikap toleransi dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan didorong oleh kesadaran Bersama sebagai satu bangsa. Selain itu. Masyarakat Kapuas Hulu meskipun berbeda agama, secara suku dan agris keturunan sudah bercampur karena faktor perkawinan beda agama dan beda gereja. Program kampung moderasi yang diselenggarakan oleh Kementerian agama di Kapuas Hulu memabwa dampak positif untuk mencegah terjadinya tindakan radikalisme agama dan intoleransi. Kehadiran program ini turut mendukung terciptakanya suasana damai di Kapuas Hulu. Pelaksanaan program ini dalam bentuk diseminasi atau pengimbasan. Dua desa yang dibina akan mengimbaskan program ini ke wilayah lainnya agar semakin banyak wilayah yang dijangkau oleh program ini. Hasilnya adalah terciptanya prilaku moderat Masyarakat Kapuas Hulu. Meskipun berbeda keyakinan tetap menjaga persatuan dan persaudaraan. DAFTAR PUSTAKA Agama. Moderasi Islam. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAan Ahmadi. Agus . A Moderasi Beragama Dalam Keragaman IndonesiaA. Jurnal Diklat Keagamaan. Vol. 13, no. Fahrudin. Pentingnya Moderasi Beragama bagi Penyuluh Agama. Republika. Fahri. Mohamad . AModerasi Beragama di IndonesiaA. Intizar Vol. No. Kementerian Agama RI . Moderasi Beragama. Jakarta. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI Kemenag . Permenag no. 92 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Penguatan Moderasi Beragama. Jakarta. Indonesia. Options. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka