EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENGGUNAAN PENDEKATAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEBERHASILAN BELAJAR MATERI OPERASI MATRIK SULAIMAN SMAN 1 Kebomas e-mail: sulaimanman551038@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk . meningkatkan keberhasilan belajar siswa . Respon terhadap penggunaan Pendekatan Kelompok . Adanya interaksi Pendekatan Kelompok terhadap materi Operasi Matrik . Prosedur Penelitian terdiri atas dua siklus ,setiap siklusnya terdiri dari 2 pertemuan dan 4 tahapan meliputi : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, dengan subyek siswa kelas XI MIPA 7 berjumlah 34 siswa terdiri 15 siswa laki Ae laki dan 19 siswa perempuan. Analisis data menggunakan teknik diskriptif komparatif dengan data kuantitatif ( prosentase ) dan teknik analisis kritis dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : . Keberhasilan belajar siswa meningkat ditunjukkan prasiklus dengan rerata 59,5 . siklus 1 rerata 74,8 . siklus 2 rerata 85,6 . Sehingga. penggunaan pendekatan kelompok dapat menjadi salah satu alternatif dalam melakukan pembelajaran di kelas. Kata Kunci : Keberhasilan Belajar . Pendekatan Kelompok. Operasi Matrik ABSTRACT This study aims to . improve student learning success . Responses to the use of the Group Approach . There is an interaction of the Group Approach to the material for Matrix Operations. The research procedure consisted of two cycles, each cycle consisting of 2 meetings and 4 stages including: planning, implementing, observing, and reflecting. The research was conducted at SMA Negeri 1 Kebomas Gresik, with 34 students in class XI MIPA 7 as subjects consisting of 15 male students and 19 female students. Data analysis uses descriptive comparative techniques with quantitative data . and critical analysis techniques with qualitative data. The results showed: . the success of student learning increased precycle with an average of 59. cycle 1 average 74. cycle 2 average 85. So that. the use of a group approach can be an alternative in conducting classroom learning. Keywords: Learning Success. Group Approach. Matrix Operations PENDAHULUAN Dalam proses belajar mengajar, interaksi aktif antara guru dengan siswa merupakan kegiatan yang bernilai edukatif . Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan adanya kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu yaitu mencapai keberhasilan belajar yang telah dirumuskan sebelum pengajaran dilakukan. Keberhasilan belajar akan maksimal,apabila guru pandai melihat dan membaca situasi dan kondisi siswa secara individual dan sosial. Salah satunya adalah pemilihan metode yang Keberhasilan belajar mempunyai banyak makna, dari berbagai kalangan filosofi, namun dapat diambil salah satu dari filosofi tentang pengertian prestasi belajar, menurut Poerwadarminta . dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, memberikan batasan tentang pengertian di atas, yaitu Au hasil yang dicapai, dikerjakan atau dilakukan Au . Dengan demikian, hasil belajar atau prestasi belajar dapat diartikan sebagai hasil yang diperoleh siswa melalui proses belajar mengajar. Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Keberhasilan belajar merupakan prestasi peserta didik yang dicapai dalam proses belajar Untuk mengatahui keberhasilan belajar tersebut terdapat beberapa indikator yang dapat dijasikan petunjuk bahwa proses belajar mengajar tersebut dianggap berhasil atau tidak. Syah Muhibbin . mengemukakan bahwa aspek-aspek prestasi belajar yang dapat dijadikan indikator untuk mengukur prestasi belajar di antaranya adalah sebagai berikut. Ranah Cipta Kognitif yaitu: pengamatan, ingatan, pemahaman, aplikasi/penerapan, analisis. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan penilaian . Ranah Afektif , yaitu : penerimaan, sambutan, apresiasi, internalisasi, karakterisasi. Lengkapnya, ranah afektif yaitu berkenaan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu menerima, menjawab atau reaksi, menilai, organisasi dan karakterisasi dengan suatu nilai atau kompleks nilai. Ranah Karsa ( Psikomoto. , yaitu : keterampilan bergerak dan bertindak, kecakapan ekspresi verbal dan non-verbal. Ranah psikomotor meliputi keterampilan motorik, manipulasi benda-benda, menghubungkan, mengamati. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor dan afektif juga harus menjadi bagian dari hasil penelitian dalam proses Sementara itu. Arifin . menyatakan bahwa indikator keberhasilan belajar dapat dilihat dari berbagai jenis perbuatan atau pembentukan tingkah laku peserta didik. Jenis tingkah laku itu di antaranya adalah: . kebiasaan, yaitu cara bertindak yang dimiliki peserta didik dan diperoleh melalui belajar, . keterampilan, yaitu perbuatan atau tingkah laku yang tampak sebagai akibat kegiatan otot dan digerakkan serta dikoordinasikan oleh sistem saraf, . akumulasi persepsi, yaitu berbagai persepsi yang diperoleh peserta didik melalui belajar, seperti pengenalan simbol, angka dan pengertian, . asosiasi dan hafalan, yaitu seperangkat ingatan mengenai seseuatu sebagai hasil dari penguatan melalui asosiasi, baik asosiasi yang disengaja atau wajar maupun asosiasi tiruan, . pemahaman dan konsep, yaitu jenis hasil belajar yang diperoleh melalui kegiatan belajar secara rasional, . sikap, yaitu pemahaman, perasaan, dan kecenderungan berperilaku peserta didik terhadap sesuatu, . nilai, yaitu tolak ukur untuk membedakan antara yang baik dengan yang kurang baik, serta . moral dan agama, moral merupakan penerapan nilai-nilai dalam kaitannya dengan kehidupan sesama manusia, sedangkan agama adalah penerapan nilai-nilai yang trasedental dan ghaib . onsep tuhan dan Dalam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah merupakan harapan setiap guru agar siswanya memperoleh hasil belajar yang sebaik mungkin. Apabila hasil belajar yang diperoleh siswa baik, maka guru tersebut dianggap berhasil dan sebaliknya jika hasil belajar siswa tidak baik, maka guru tersebut dianggap gagal dalam melaksanakan proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus pandai dalam memilih pendekatan atau strategi agar diperolah hasil belajar yang Kriteria keberhasilan dalam belajar ditandai dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri individu . yang sedang belajar ( Slameto , 2003 ) Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan terhadap penggunaan model pembelajaran Konvensional dengan pendekatan Behavioristik dalam proses pembelajaran matematika di kelas,terkesan bahwa . kurang antusias dalam mengikuti pelajaran . Tidak bersemangat dalam mengikuti pelajaran . Siswa tidak berani bertanya jika tidak memahami materi . Tidak memperhatikan materi yang disampaikan guru . Tidak membantu siswa dalam memahami materi . Kurang memotivasi siswa memiliki semangat belajar. Sulit memahami materi yang disampaikan guru. Kurang mampu meningkatkan keberhasilan belajar dalam Seiring dengan uraian di atas, hal tersebut juga terjadi di SMA Negeri 1 Kebomas. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan siswa , serta hasil evaluasi prasiklus pada Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 mata pelajaran Matematka di kelas XI MIPA 7 SMA Negeri 1 Kebomas semester ganjil tahun pelajaran 2021-2022 , ditemukan bahwa . 18 siswa antusias dalam mengikuti pelajaran . 8 siswa bersemangat dalam mengikuti pelajaran . 8 siswa berani bertanya jika tidak memahami materi . 5 siswa memperhatikan materi yang disampaikan guru . 16 siswa memahami materi . 20 siswa memiliki motivasi semangat belajar . 15 siswa memahami materi yang disampaikan guru . 15 siswa mampu meningkatkan keberhasilan belajar . Hasil penilaian prasiklus ditemukan 26 siswa . ,5% ) tidak tuntas, 8 siswa ( 23,5 % ) tuntas. Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 tidak terpenuhi. Menurut Syaiful Bahri Djamarah . Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuh kembangakan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing-masing, sehingga terbina sikap kesetiawanan sosial kelas. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, seperti ekosistem dalam mata rantai kehidupan semua makhluk hidup di dunia Dengan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuhkan rasa sosial yang tinggi pada setiap siswa. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada dalam diri mereka masing Aemasing, sehingga terbina sikap kesetia kawanan sosial dikelas. Tentu saja sikap ini pada hal Ae hal yang baik saja. Mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, seperti ekosistim dalam mata rantai kehidupan semua makluk hidup didunia. Tidak ada makluk hidup yang terterus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan makluk lain, langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak, makluk lain itu ikut ambil bagian dalam kehidupan makluk Dari sekilas uraian di atas dapat diartikan bahwa Pendekatan Kelompok adalah pendekatan yang dilakukan guru dengan tujuan membina dan mengembangkan sikap sosial dan sikap kesetiakawanan sosial. Penerapan pendekatan kelompok menuntut guru untuk dapat mengelompokan peserta didik secara arif dan proporsional. Pengelompokkan peserta didik dalam suatu kelompok dapat didasarkan pada: fasilitas yang tersedia. perbedaan individual dalam minat belajar dan kemampuan belajar. jenis pekerjaan yang diberikan. wilayah tempat tinggal peserta didik. memperbesar partisipasi peserta didik dalam kelompok. dan berdasarkan pada loter/ METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI MIPA 7 berjumlah 34 siswa dengan rincian 15 siswa laki Ae laki dan 19 siswa perempuan. Dipilihnya kelas XI MIPA 7 sebagai subyek Dengan alasan bahwa sebagian siswa kurang meningkat hasil belajarnya jika dibandingkan dengan kelas yang lain. Peneliti mengadakan Penelitian dengan Judul AyPenggunaan Pendekatan Kelompok untuk Meningkatkan Keberhasilan Belajar Materi Operasi MatriksAy Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kebomas Gresik pada semester Ganjil tahun pelajaran 2021 Ae 2022 Berlokasi di Jl DR Wahidin Sudiro Husodo Komplek Perumahan Alam Bukut Raya A 6 / 08 Kebomas Gresik. Pelaksanaan dilakukan selama dua siklus ,tiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan ,yaitu : Perencanaan. Pelaksanaan . Pengamatan, dan Refleksi. Pra siklus ( Juli 2021 ) dilakukan untuk memperoleh data awal, siklus 1 ( September 2021 ) dengan materi Operasi Matrik, dan siklus 2 ( Oktober 2021 ) dengan materi Operasi Matrik. Materi pembelajaran adalah materi lanjutan. Rancangan Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) atau Classroom Action Research . Menurut Suharsimi . Penelitian tindakan secara garis besar terdapat empat tahapan yang lazim dilalui , yaitu : . Perencanaan, . Pelaksanaan , . Pengamatan, dan . Refleksi. Pemilihan model tersebut Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 didasarkan bahwa, model desain sangat sederhana dan mudah dilaksanakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Matematika materi Operasi Matrik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menurut Suharsimi Arikunto adalah subyek dimana data diperoleh apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam perkumpulan datanya, maka sumber data disebut informan, yaitu orang yang memberikan invormasi atau menjawab pertanyaan Ae pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan Apabila peneliti menggunakan teknik observasi dalam pengumpulan datanya, maka sumber datanya bisa berubah benda, gerak atau proses tentang terjadinya sesuatu. Dan apabila peneliti menggunakan dokumentasi, maka dokumen atau catatanlah yang menjadi sumber datanya terkait dengan isi catatan subyek penelitian atau variabel penelitian tersebut. Selain alat pengumpulan data diatas masih ada satu lagi yang sistematis dan obyektif untuk memperoleh data yang diinginkan tentang keberhasilan belajar siswa adalah tes. Yang dimaksud tes disini adalah tes hasil belajar siswa yang berbentuk nilai. Bila data utama dalam penelitian adalah tes maka selebihnya adalah data pendukung atau tambahan. Berdasarkan uraian diatas untuk pengumpulan data yang akurat dalam menangkap semua fenomena obyek penelitian maka peneliti menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data, yaitu : Tes . ntuk mengetahui hasil kemampuan sisw. Angket . ntuk mengetahui respon positif siswa terhadap penggunaan pendekatan tutorial ), dan Dokumen ( data pendukun. Menurut Djamarah . Ocycu untuk menghitung rata Ae rata kelas menggunakan rumus sebagai berikut: M = ycA Keterangan : M = Nilai rata-rata. Oc ycU= Jumlah nilai siswa. N = Jumlah siswa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Untuk Pra siklus dapat dilihat ketuntasan belajar siswa sebagai berikut Nilai Jumlah Presentase Keterangan < 75 76,5% Tidak tuntas 23,5% Tuntas Ou 75 Total Berdasarkan tabel diatas, hasil belajar siswa pada prasiklus ditemukan 26 siswa . ,5% ) tidak tuntas, 8 siswa ( 23,5 % ) tuntas. Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 tidak terpenuhi. Untuk Siklus 1 dapat dilihat ketuntasan belajar siswa sebagai berikut Nilai Jumlah Presentase Keterangan < 75 29,4% Tidak tuntas 70,6% Tuntas Ou 75 Total Berdasarkan tabel diatas, hasil belajar siswa pada siklus 1 ditemukan 10 siswa . ,4% ) tidak tuntas, 24 siswa ( 70,6 % ) tuntas. Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 belum terpenuhi. Untuk Siklus 2 dapat dilihat ketuntasan belajar siswa sebagai berikut Nilai Jumlah Presentase Keterangan < 75 2,9 % Tidak tuntas 97,1 % Tuntas Ou 75 Total Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Berdasarkan tabel diatas, hasil belajar siswa pada siklus 2 ditemukan 1 siswa . ,9 % ) tidak tuntas, 33 siswa ( 97,1 % ) tuntas. Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 sudah terpenuhi. Hasil dapat disajikan Hasil pengamatan dalam penelitian ini adalah :Prasiklus sebagai data awal dengan penerapan pendekatan konvensional. Data hasil siklus I dan siklus 2 pembelajaran dengan penerapan pendekatan Kelompok pada pelajaran Matematka materi Operasi Matrik. Grafik hasil peningkatan belajar siswa yang diperoleh dari hasil tes siswa dari siklus 1 sampai siklus 2 , yaitu : Sebelum Siklus Siklus 1 Siklus 2 Pembahasan Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung . irect instructio. Pembelajaran dedukatif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif (Fadriati, 2. Menurut Suyono dan Hariyanto Pendekatan pembelajaran merupakan: Suatu himpunan asumsi yang saling berhubungan dan terkait dengan sifat pembelajaran. Suatu pendekatan bersifat aksiomatik dan menggambarkan sifat-sifat dan ciri khas suatu pokok bahasan yang diajarkan. Dalam pengertian pendekatan pembelajaran tergambar latar psikologis dan latar pedagogis dari pilihan metode pembelajaran yang akan digunakan dan diterapkan oleh guru bersama siswa. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudu pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umm, dalam mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Pendekatan kelompok adalah sebuah pendekatan yang didasarkan pada pandangan, bahwa pada setiap siswa terdapat perbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan antara yang satu dan lainnya. Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswin Zain . Pendekatan Kelompok memang suatu waktu diperlukan dan perlu digunakan untuk membina dan mengembangkan sikp sosial anak didik. Hal ini disadari bahwa siswa adalah sejenis makhluk homo socius , yakni makhluk yang berkecenderungan untuk hidup bersama. Tujuan dari pembelajaran dengan sistem pendekatan kelompok adalah pencapaian perkembangan secara optimal dari aspek pengetahuan . , sikap . , keterampilan . siswa, dengan kata lain tercapainya perubahan perilaku belajar termasuk di dalamnya peningkatan keberhasilan belajar. Copyright . 2023 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 3 No. 1 Februari 2023 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Pra Siklus , sebagai acuan pokok untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas . Hasil penilaian prasiklus ditemukan 26 siswa . ,5% ) tidak tuntas, 8 siswa ( 23,5 % ) tuntas. Ketuntasan rata-rata kelas 59,5 % . Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 tidak terpenuhi. Siklus-1. Perencanaan (Plannin. , menyiapkan. RPP PTK, soal test, kuesioner dan semua format yang diperlukan untuk membantu observer . Tindakan . yakni pembelajaran menggunakan pendekatan kelompok dengan didampingi kolaborator sekaligus dilakukan pengamatan . yaitu melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan respon kelas serta respon siswa dengan memakai instrumen yang telah Refleksi ( reflectin. ,pada tahap ini guru melakukan evaluasi untuk memperbaiki pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kelompok, berdasar hasil analisis pengamatan . aik proses maupun hasil pembelajaran. Diperoleh hasil sebagai berikut : hasil belajar siswa pada siklus 1 ditemukan 10 siswa . ,4% ) tidak tuntas, 24 siswa ( 70,6 % ) ketuntasan rata-rata kelas 74,8. % Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 belum terpenuhi. Siklus-2, pada siklus-2 dilakukan hal sama seperti pada siklus 1, yaitu Perencanaan (Plannin. , menyiapkan. RPP PTK, soal test, kuesioner dan semua format yang diperlukan untuk membantu observer. Tindakan . yakni pembelajaran menggunakan pendekatan kelompok dengan didampingi kolaborator sekaligus dilakukan pengamatan . yaitu melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan respon kelas serta respon siswa dengan memakai instrumen yang telah Refleksi ( reflectin. ,pada tahap ini guru melakukan evaluasi untuk memperbaiki pembelajaran dengan menerapkan pendekatan kelompok, berdasar hasil analisis pengamatan . aik proses maupun hasil pembelajaran. Diperoleh hasil sebagai berikut : hasil belajar siswa pada siklus 2 ditemukan 1 siswa . ,9 % ) tidak tuntas, 33 siswa ( 97,1 % ) tuntas. ketuntasan rata-rata kelas 85,6 % . Dengan demikian, indikator keberhasilan ketuntasan belajar siswa sebesar 75% atau nilai KKM sebesar 75 sudah terpenuhi. Prosentase rata-rata kelas yang melampaui KKM sebesar 85,6% sudah dapat dikatakan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kelompok dapat meningkatkan keberhaslan belajar siswa . seperti yang telah dijelaskan Trimantara. Wibowo . ,dalam jurnal yang berjudul Peningkatan Aktiitas dan hasil belajar siswa melalui Pendekatan Kelompok Kecil pada Mata Pelajaran IPS kelas V, bahwa pembelajaran menggunakan pendekatan kelompok kecil dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa ada Peningkatan Keberhasilan belajar siswa materi Operasi Matrik pada kelas XI MIPA 7 di SMA negeri 1 Kebomas Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021 Ae 2022 menggunakan Pendekatan Kelompok. Sehingga. penggunaan pendekatan kelompok dapat menjadi salah satu alternatif dalam melakukan pembelajaran di kelas. DAFTAR PUSTAKA