Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pengaruh Penggunaan Media Alat Peraga Roda Berputar terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 26 Dompu Mulya Yusnarti, 2Dedi Kusnadi, 3Titi Pujiarti, 4Trisno, 5Dita Aprilia, 6Mariati Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu. Dompu. NTB mulyayusnarti@gmail. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Borneo Tarakan. Kaltara Guru SMPN 1 Manggelewa. Dompu NTB Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu. Dompu. NTB Submitted: 05-12-2. Reviewed: 06-12-2023 | Accepted: 08-12-2023 ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya efektifitas penerapan media pelajaran pada proses pembelajaran sehingga siswa kurang efektif dalam memahami materi, dilihat dari hasil evaluasi pembelajaran pada tema 7 sub tema 1 pembelajaran 1, peneliti menawarkan media alat peraga roda berputar yang sesuai dengan tahap operasional konkret agar memberikan pengaruh langsung pada Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Hal ini dapat dilihat dari uji t yang menunjukkan signifikan sebesar 0,001<0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang Selanjutnya terdapat dari nilai hasil belajar siswa yang diperoleh setelah penerapan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Kata Kunci: Hasil Belajar. Media Alat Peraga Roda Berputar. ABSTRACT This research is motivated by yhe lack of effectiveness of applying instructional media in the learning precess so that students are less effetive in understanding the material, seen from the results of the evaluation of learning on theme 7 sub-theme 1 learning 1, the researcher offers a rotating wheel teaching aid that is in accordance with the concrate operational stage so that it gives effect directly to students. The purpose of this study was to find out the effect of using a rotating wheel teaching aid on the science learning outcomes of fifth grade students at elementary school 26 Dompu. This research is a type of quantitative research with experimental methods. Data collection techniques in this research are observation, testing, and documentation. Data anality tests, homogeneity ty tests and hypothesis testing. The results showed that based on the results of the researct and discussion, it was concluded that there was an effect of using the rotating wheel teaching aid on the science learning outcomes of fifth grade students at elementary school 26 Dompu. This can be seen from the t test whitch shows a sognificant value of 0. 001 <0. 05, which means there is a significant effect. Furthermore, there is the value of student learning outcomes obtained after the application of the rotating wheel teaching aid to the scinence learning outcome of fifth grade students at elementary school 26 Dompu. Keywords: Learning outcomes. Rotating wheel props media JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan satu fenomena manusia yang sangat kompleks. Karena sifatnya yang kompleks itu maka pendidikan dapat dilihat dan dijelaskan dari berbagai sudut pandang, seperti dari sudut pandang psikologi, sosiologi, dan antropologi, ekonomi, politik, komunikasi dan sebagainya. Oleh sebab itu pula, definisi yang dikemukakan oleh para ahli sangat beragam sehingga cukup sulit menemukan definisi yang representatif, dapat diterima oleh seluruh pihak. Definisi yang dikemukakan oleh para ahli memiliki tekanan dan orientasi yang berbeda-beda karena landasan falsafah yang digunakannya berbeda-beda pula. Salah satu pengertian yang sangat umum dikemukakan oleh (Christiana, 2. yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani harus diwujudkan di dalam seluruh proses atau upaya pendidikan (Daliyawati, 2. Berdasarkan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, dalam pasal 3 menyatakan bahwa AuPendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy Harahap. (Hidayat et al. , 2. (Rahman et al. , 2. mengemukakan pengertian pendidikan dalam rumusan yang cukup sederhana tetapi penuh makna, yaitu pendidikan adalah proses membawa manusia dari apa adanya kepada bagaimana seharusnya. Dalam proses pendidikan terjadi proses Pendidikan adalah proses membantu peserta didik agar berkembang secara yaitu berkembang setinggi mungkin, sesuai dengan potensi dan sistem nilai yang dianutnya dalam masyarakat (Hamengkubuwono, 2. Menurut (Hurit, 2. , pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses, yaitu proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada di sekitar peserta didik sehingga dapat menumbuhkan dan mendorong peserta didik melakukan proses belajar. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran merupakan sebuah proses interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan sumber belajar yang digunakan. Menurut (Suhirman, 2. , mengatakan bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Kedudukan IPA semakin penting dalam dunia pendidikan, baik aspek terapan maupun penalarannya. IPA juga merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap abstrak dalam konsepnya sehingga pembelajaran IPA perlu alat bantu dalam pembelajaran yaitu berupa media yang mendukung materi pembelajaran yang disampaikan sehingga siswa dapat memahami konsep IPA dengan baik. (Yusnarti et al. , 2. Pentingnya ilmu pengetahuan alam dalam dunia pendidikan perlu dilakukan usaha untuk menguasai pengetahuan IPA. Siswa diharapkan memiliki motivasi yang tinggi sehingga dapat menguasai pembelajaran IPA dengan baik. Berdasarkan hasil observasi di SDN 26 Dompu kelas V Tahun ajaran 2022/2023 dan wawancara awal yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 14 November 2022 di SDN 26 Dompu diperoleh informasi bahwa salah satu penyebab kurangnya pemahaman siswa terhadap pembelajaran IPA di sebabkan kurangnya penggunaan media pembelajaran. Ketika mengamati guru yang sedang mengajar, guru hanya menggunakan alat peraga pembelajaran yang tidak kreatif, guru hanya menggunakan buku, spidol, dan papan tulis. Kemudian dalam wawancara dengan siswa, mereka mengatakan bahwa guru tidak pernah menggunakan alat peraga pembelajaran yang lain sehingga membosankan. Hal inilah yang mempengaruhi hasil belajar siswa kurang maksimal. Dapat dilihat dari hasil ulangan tengah semester ganjil pada mata pelajaran IPA di kelas V, jumlah siswa yang memperoleh nilai pada mata pelajaran IPA masih dibawah KKM yaitu . Dari jumlah siswa 20 terdapat 8 siswa yang tuntas rata-rata mendapatkan . , . dan siswa yang belum tuntas sebanyak 12 siswa rata-rata mendapatkan . , . Beberapa masalah yang dipaparkan di atas terlihat siswa cenderung masih kesulitan dalam memahami materi IPA yang disampaikan oleh pendidik karena dalam menyampaikan materi pendidik jarang menggunakan media-media yang sesuai dengan materi ajar agar siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran secara aktif dan dengan mudah mampu memahami materi yang disampaikan oleh pendidik. Berdasarkan masalah tersebut dianggap perlu untuk mencari solusi penyelesaian masalah, salah satu solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menggunakan media alat peraga pembelajaran roda berputar untuk memudahkan siswa dalam memahami materi sekaligus menarik perhatian siswa dalam belajar. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Penelitian yang dilakukan oleh Ardiansyah, dengan judul Aupengembangan media permainan roda putar materi pokok ekosistem dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan alam bagi siswa kelas V Sekolah DasarAy. Dari hasil penelitian Ardiansyah bahwa media yang telah diproduksi dinyatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan sangat layak untuk diterapkan pada proses pembelajaran. Media roda putar dapat memberikan pengalaman belajar yang berkesan kepada siswa dan juga dapat membantu siswa dalam menguasai materi. Perbedaan penelitian yang saya teliti dengan Ardiansyah yaitu pada jenis penelitiannya. Ardiansyah menggunakan jenis penelitian R&D sedangkan saya menggunakan jenis penelitian eksperimen, tapi persamaan penelitian ini adalah sama-sama menggunakan media roda berputar. Penelitian yang dilakukan oleh Indun Riyani, dengan judul Aupengaruh penggunaan alat peraga roda putar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 56 Kota BengkuluAy. Dari hasil penelitian Indun Riyani bahwa alat peraga roda putar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan juga dapat membuat siswa lebih antusias, fokus dan lebih mudah memahami konsep materi yang diajarkan. Kelas yang diajarkan dengan alat peraga roda putar menunjukan perasaan yang gembira dan senang pada mata pelajaran matematika, karena siswa dapat melihat bentuk-bentuk bangun datar berwarna dan lainnya sehingga siswa tidak merasa bosan. Perbedaan penelitian yang saya teliti dengan Indun Riyani yaitu pada mata pelajaranya. Indun Riyani menggunakan mata pelajaran matematika sedangkan saya menggunakan mata pelajaran IPA, tapi persamaan penelitian ini yaitu samasama menggunakan alat peraga roda berputar. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti ingin mengetahui pengaruh penggunaan media alat peraga roda berputar. Alat peraga roda berputar adalah suatu inovasi baru sebagai alat peraga pembelajaran IPA karena alat peraga roda berputar dapat membantu guru dalam menyampaikan materi kepada siswa sehingga tujuan dapat tercapai. Disamping itu juga dengan adanya alat peraga pembelajaran roda berputar dapat membantu guru untuk meningkatkan dan mengarahkan perhatian siswa pada saat pembelajaran berlangsung. Dengan alat peraga pembelajaran roda berputar ini siswa dapat memahami mata pelajaran IPA dengan senang, karena belajar sambil bermain, dan mendapatkan hasil belajar yang memuaskan pada mata pelajaran IPA. Diharapkan selain mampu menjadi alat peraga pembelajaran IPA yang menyenangkan, roda berputar juga mampu membantu siswa dalam JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 memahami mata pelajaran IPA. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini mengangkat judul Aupengaruh penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 DompuAy. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis penelitan ini adalah penelitian eksperimen. Dengan cara ini peneliti sengaja membangkitkan timbulnya suatu kejadian atau keadaan, kemudian diteliti bagaimana Dengan kata lain, eksperimen adalah suatu cara untuk mencari hubungan sebab akibat . ubungan kausa. antara dua faktor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengan mengeliminasi atau mengurangi atau menyisikan faktor-faktor lain yang mengganggu. Eksperimen selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat suatu perlakuan. Senada dengan itu, (Erwinsyah, 2. berpendapat bahwa penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasi adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desainnya. Metode ini disebut sebagai metode ilmiah . karena metode ini telah memenuhi kaidahkaidah ilmiah yaitu konkret, empiris, objektif, terukur, rasional, dan sistematis (Samiasih et al. , 2. Variabel Penelitian Penelitian ini terdiri atas dua variabel: Variabel X : Media alat peraga roda berputar. Variabel Y : Hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Populasi dan Sampel Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas satu sampai kelas enam SDN 26 Dompu dengan jumlah 160 orang. Populasi adalah jumlah keseluruhan dari satuan-satuan atau individu-individu yang karakteristiknya hendak diteliti. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 26 Dompu yang berjumlah 20 siswa, 9 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Observasi (Amalia Adhandayani. Psi. , 2. Orang seringkali mengartikan observasi sebagai suatu aktivitas yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Di dalam pengertian psikologi, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra. Observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses belajar mengajar berlangsung melalui observasi, observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk melihat keterlaksanaan alat peraga roda berputar dalam kegiatan belajar mengajar. Tes Menurut (Amalia Adhandayani. Psi. , 2. tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar kognitif Tes dilakukan terhadap semua siswa yang menjadi sampel. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan tes dengan bentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 Nomor Tes penelitian ini berupa pretest dan posttest. Pretest merupakan tes yang diberikan sebelum pembelajaran dimulai atau sebelum siswa diberikan perlakuan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan awal siswa. Postest merupakan tes yang diberikan di akhir pembelajaran untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerima pelajaran yang dipelajari atau setelah siswa diberikan perlakuan dengan tujuan untuk mengukur hasil akhir siswa. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Dokumentasi Untuk mengetahui kondisi dari siswa dan guru di dalam kelas saat Dokumentasi sebagai alat bukti dan data-data hasil belajar siswa. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu foto dokumentasi, profil sekolah, data guru, data siswa, sarana dan prasarana SDN 26 Dompu. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti untuk melakukan kegiatannya untuk mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal pilihan ganda dengan jumlah 20 soal untuk melihat pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Hasil tes tersebut dijadikan sebagai acuan dalam mengetahui hasil belajar siswa. Selain dari soal, instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu RPP, instrumen observasi guru dan instrumen observasi siswa. Teknik Analisis Data Analisis data merupakan proses paling vital dalam sebuah penelitian. Hal ini berdasarkan argumentasi bahwa dalam analisis inilah data yang diperoleh peneliti bisa diterjemahkan menjadi hasil yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Teknik analisis data yang digunakan yaitu inferensial. Secara garis besar jenis analisis ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama untuk jenis penelitian korelasional dan kedua untuk komparasi atau eksperimen. Teknik analisis dengan statistic inferensial adalah teknik pengolahan data yang memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan, berdasarkan hasil penelitiannya pada sejumlah sampel, terhadap suatu populasi sampel yang lebih besar. Kesimpulan yang diharapkan dapat dibuat biasanya dinyatakan dalam suatu Oleh karena itu, anylisis statistik inferensial juga bisa disebut sebagai analisis uji hipotesis. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan sebagai prasyarat untuk melakukan analisis data. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui data baik dan layak untuk membuktikan data JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 tersebut berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilihat dari nilai data hasil pretest dan posttest. Uji normalitas hasil data pretest dan posttest dalam penelitian ini menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov berdasarkan pada besaran nilai signifikan dengan menggunakan software Statistical Package For Social Sciences V 27 (SPSS) data dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansi > 0,05. Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah siswa di kelas mempunyai variansi yang homogen atau tidak. Pengujian ini dilakukan karena telah diketahui bahwa data berdistribusi normal berdasarkan pengujian normalitas yang sudah dilaksanakan. Uji homogenitas terhadap hasil data pretest dan posttest menggunakan uji levene statistic dengan software statistical package for social science 27 (SPSS). Jika nilai signifikansinya > 0,05 berarti data tersebut homogen. Uji Hipotesis Uji hipotesis ini dilakukan setelah pengujian normalitas dan homogenitas dengan distribusi normal dan homogen. Arikunto . 3: . mengatakan untuk menganalisis, hasil eksperimen yang menggunakan pre-test dan post-test one group design . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian merupakan uraian dari kumpulan data yang didapat ketika melakukan Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data yang terkumpul dari tes yang diberikan kepada siswa kelas V SDN 26 Dompu Berupa Pretest dan Posttest. Pretest diberikan sebelum perlakuan dilakukan. Pretest ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal Sedangkan Posttest diberikan setelah perlakuan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam memahami materi pembelajaran. Adapun instrumen yang digunakan adalah tes yang digunakan pada Pretest dan Posttest dalam penelitian ini meliputi data hasil belajar siswa melalui tes kognitif sebanyak 20 butir soal pilihan ganda. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Analisis Data Hasil Belajar (Pretest dan Posttes. Analisis Deskriptif Data hasil belajar dalam penelitian ini adalah data hasil belajar Pretest dan Posttest. Pretest adalah tes yang dilakukan sebelum diterapkan media alat peraga roda berputar untuk mengetahui kemampuan awal siswa, sedangkan Posttest bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diterapkan media alat peraga roda Data diperoleh dengan alat ukur tes yang terdiri dari 20 soal pada materi perubahan wujud benda dengan sampel sebanyak 20 siswa. Berdasarkan hasil dari tabel pretest ada 9 siswa yang mendapatkan nilai tinggi dan ada 11 siswa yang mendapatkan nilai rendah dengan jumlah nilai keseluruhan dari pretest sebanyak 1285 dan nilai rata-rata sebanyak . Sedangkan dari hasil posttest rata-rata mendapatkan nilai yang tinggi yaitu dengan jumlah nilai keseluruhan dari posttest sebanyak 1625 dan nilai rata-rata sebanyak . Berdasarkan hasil dari tabel Descriptive Statistics diperoleh skor rata-rata Pretest yaitu 64,25<81,25 skor rata-rata Posttest. Analisis Inferensial Uji yang dilakukan terlebih dahulu sebelum uji analisis data adalah uji prasyarat analisis berupa uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan bertujuan untuk menilai sebaran data pada sebuah kelompok data atau variabel, apakah sebaran data tersebut bersifat normal atau Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah kolmogorovsmirnov dengan menggunakan SPSS 27 berdasarkan besaran nilai signifikansi, data bernilai normal jika mempunyai nilai signifikan >0,05. Berdasarkan hasil uji nilai normalitas yang diketahui signifikansi 0,700>0,005 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi nilai . Uji Homogenitas Uji homogenitas bertujuan untuk dapat mengetahui sebaran data apakah mempunyai varians yang sama atau tidak. Telah diketahui bahwa data berdistribusi JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 normal berdasarkan pengujian normalitas. Data dikatakan homogen jika mempunyai nilai signifikansi >0,05. Berdasarkan Hasil dari uji homogenitas, diperoleh nilai variansi sebesar 172>0. 005 sehingga kedua data tersebut homogen. Uji Hipotesis Setelah uji prasyarat terpenuhi maka akan dilakukan uji lanjutan, yaitu pengujian hipotesis. Uji hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisis uji t dengan taraf signifikan adalah 0,05. Uji t merupakan salah satu uji statistika parametrik sehingga mempunyai asumsi yang harus dipenuhi yaitu normalitas dan homogenitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar menggunakan SPSS 27 sehingga diperoleh data paired sample t test. Berdasarkan tabel paired sample t test, nilai signifikansi . -taile. 0,001<0,05 menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Ini menunjukan terdapat pengaruh media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu tahun ajaran 2022/2023. Analisis Data Hasil observasi Adapun data yang akan dianalisis adalah data tentang aktivitas guru mengelola pembelajaran, data aktivitas siswa dalam pembelajaran, dan hasil belajar IPA siswa. Data Aktivitas Guru dan Siswa Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati oleh peneliti dan guru kelas. Kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini dilaksanakan oleh guru kelas, peneliti bertugas sebagai observasi dan melakukan observasi sesuai dengan lembar observasi yang telah disediakan. Data aktivitas guru yang diobservasi adalah aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran sebelum diterapkan media alat peraga roda berputar dan setelah diterapkan media alat peraga roda berputar. Adapun observasi terhadap aktivitas guru dalam penelitian ini mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang terbagi menjadi 3 bagian yaitu pendahuluan, inti, dan penutup. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil observasi aktivitas guru sebagian besar aspek telah dilaksanakan dengan sangat baik. Lembar observasi aktivitas siswa merupakan instrumen yang digunakan untuk memperoleh data tentang aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung yang meliputi aspek-aspek yang terlihat pada tabel berikut: Berdasarkan tabel rekapitulasi hasil observasi aktivitas siswa keterlaksanaan seluruh indikator media alat peraga roda berputar yang dilaksanakan termasuk ke dalam kategori sangat baik. Pembahasan Hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang meliputi tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan dalam proses pembelajaran. Pengertian hasil belajar dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pelajaran tertentu. Penelitian ini dilakukan di SDN 26 Dompu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam metode eksperimen. Peneliti meneliti tentang penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Hasil belajar didapatkan dari hasil pretest dan dari hasil posttest. Alat peraga pembelajaran yang digunakan peneliti adalah alat peraga roda berputar, yang merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran dikarenakan dalam alat peraga ini siswa diajak bukan saja belajar secara konvensional yaitu menggunakan tulisan akan tetapi terdapat gambar, serta warna yang dapat merangsang berpikir siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Dengan konsep itu hasil belajar diharapkan lebih bermakna bagi siswa dan dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Dari proses belajar jika diamati siswa lebih antusias, fokus dan lebih mudah memahami konsep materi yang diajarkan. Kelas yang diajarkan dengan menggunakan media roda berputar menunjukan perasaan yang gembira dan senang pada mata pelajaran IPA, karena siswa dapat melihat gambar benda padat, cair, dan gas secara langsung di media roda berputar sehingga siswa tidak merasa bosan dalam menerima pembelajar karena seakan-akan mereka bermain namun bermain sambil belajar. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Berdasarkan data penelitian yang dianalisis, maka dapat diketahui bahwa peneliti berperan sebagai pengamat di kelas V pada materi perubahan wujud benda. Siswa kelas V sebagai objek yang berjumlah 20 orang siswa yang diberikan perlakuan berupa media alat peraga roda berputar. Sebelum dilakukan perlakuan diadakan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa akan materi yang diujikan. Dalam mengerjakan pretest ini siswa pada umumnya hanya mengerjakan soal sesuai dengan kemampuan seadanya. Setelah kemampuan pretest diperoleh, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pembelajaran dengan media alat peraga roda berputar pada kelas V. Sehingga diperoleh kemampuan dari hasil pretest ada 9 siswa yang mendapatkan nilai tinggi dan ada 11 siswa yang mendapatkan nilai rendah dengan jumlah nilai keseluruhan dari pretest sebanyak 1285, dan nilai rata-rata sebanyak . sedangkan dari hasil posttest ratarata mendapatkan nilai yang tinggi yaitu dengan jumlah nilai keseluruhan dari posttest sebanyak 1625, dan nilai rata-rata sebanyak . Berdasarkan hasil Pretest, nilai rata-rata hasil belajar murid dikategorikan sangat rendah karena masih dibawah kriteria ketuntasan. Melihat dari hasil persentase yang ada, dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan murid dalam memahami materi pelajaran ilmu pengetahuan alam sebelum diterapkan penggunaan media alat peraga roda berputar tergolong Sedangkan nilai rata-rata hasil postest menunjukan bahwa adanya peningkatan setelah diterapkan penggunaan media alat peraga roda berputar dapat dilihat dari hasil postest telah mencapai kriteria ketuntasan. Jadi, hasil belajar ilmu pengetahuan alam setelah diterapkan pengaruh media alat peraga roda berputar mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum diterapkan pengaruh media alat peraga roda berputar. Hasil penelitian dapat diketahui setelah dilakukan uji t yang menunjukan bahwa terdapat pengaruh secara signifikan penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji nilai normalitas yang diketahui signifikansi 0,700>0,005 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi nilai normal. Dari hasil uji homogenitas, diperoleh nilai variansi sebesar 172>0. 005 sehingga kedua data tersebut homogen. Sedangkan dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t dapat dilihat dari nilai signifikansinya . -taile. 0,001<0,05 JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Ini menunjukan terdapat pengaruh media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu tahun ajaran 2022/2023. Berdasarkan uraian di atas menunjukan bahwa pengaruh penggunaan media alat peraga roda berputar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari penerapan penggunaan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu tahun pelajaran 2022/2023. pelaksanaan kegiatan adalah peneliti. Peneliti menawarkan guru kelas bertindak sebagai pengajar agar dapat merasakan secara langsung pembelajaran menggunakan media alat peraga roda berputar sehingga dapat menjadikan tambahan pengetahuan guru tersebut mengenai media pembelajaran serta dapat menjadi salah satu alternatif dalam menentukan media pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran selanjutnya. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan bahwa terdapat pengaruh media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji t yang menunjukan signifikan sebesar 0,001<0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Selanjutnya terdapat dari nilai hasil belajar siswa yang diperoleh setelah penerapan media alat peraga roda berputar. Gambaran penerapan media alat peraga roda berputar terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 26 Dompu dikategorikan sangat baik, karena adanya peningkatan terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan sebelum menggunakan media alat peraga roda berputar. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, maka dapat diajukan saran-saran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA materi AuPerubahan Wujud BendaAy di kelas V, sebagai berikut: JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 47-61 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Bagi kepala sekolah SDN 26 Dompu diharapkan terus mendukung serta meningkatkan profesional para dewan guru dalam penggunaan berbagai media alat peraga pembelajaran diantaranya media alat peraga roda berputar sebagai variasi untuk membantu membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Bagi guru hendaknya selalu melakukan perbaikan-perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran dengan menggunakan media alat peraga dalam proses pembelajaran. Media alat peraga roda berputar dapat disebut sebagai media alat peraga alternatif guru supaya siswa lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sehingga siswa dapat mengetahui konsep dasar dari apa yang dipelajari. Bagi siswa hendaknya hendaknya selalu memperhatikan pembelajaran yang disampaikan guru dengan seksama dan mengembangkan kreativitas sehingga hasil belajar yang dicapai lebih baik. Bagi peneliti lain diharapkan agar dapat mengambil contoh dan mendapatkan pelajaran penting dari susunan skripsi ini. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih saya ucapkan dan sampaikan kepada semua rekan kerja saya yang sudah banyak sekali membantu saya dalam menyelesaikan tulisan ini, saya berharap apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat untuk banyak orang. Saya pribadi mengucapkan banyak terimakasih kepada mahasiswa dalam hal ini sudah bersedia bekerjasama dalam penulisan ini serta institusi saya yang juga selalu mendukung dan mensupport apa yang dilakukan oleh para pengajar dalam institusi ini. DAFTAR PUSTAKA