Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 2 TAWALI Ahmadin. ,*. Desy Ningsih Komalasar. Zulkifli . STKIP Taman Siswa Bima, *Correspondence autor: bimaahmadin13@gmail. [Naskah Masuk : 25 Oktober, diterima untuk diterbitkan : 03 Desember 2. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang implementasi kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 02 Tawali-Wera serta hambatan dalam Subjek pada penelitian ini adalah guru IPAS kelas V dan siswa kelas V SDN 02 Tawali. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan sesuai dengan pendapat dengan menganalisis data. Hasil dari penelitian ini adalah SD Negeri 02 Tawali telah menerapkan Kurikulum Merdeka terutama pada pembelajaran IPAS. Dalam praktiknya, implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS di kelas V melibatkan beberapa perubahan yang signifikan, seperti penerapan pendekatan integratif. Guru mulai menggunakan berbagai metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti proyek berbasis masalah dan diskusi kelompok, namun dalam pengimplementasiannya masih ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya, kesulitan guru dalam menyesuaikan media pembelajaran, kurangnya kemampuan guru dalam mengkondisikan kelas, media pembelajaran tidak dimanfaatkan secara optimal, kurang banyaknya penilaian yang dilakukan, waktu yang singkat untuk menilai Kata Kunci: Kurikulum Merdeka. IPAS. Sekolah Dasar Abstract: This study was conducted to examine the implementation of the Merdeka Curriculum in IPAS learning at SD Negeri 02 TawaliAeWera, as well as the obstacles encountered in its The subjects of this research were the fifth-grade IPAS teacher and fifth-grade students at SDN 02 Tawali. The research employed a descriptive qualitative method using interview and observation techniques. The data analysis technique used followed the common procedures for analyzing qualitative data. The results of the study show that SD Negeri 02 Tawali has implemented the Merdeka Curriculum, particularly in IPAS learning. In practice, the implementation of the Merdeka Curriculum in fifth-grade IPAS lessons involves several significant changes, such as the application of an integrative approach. Teachers have begun to use various interactive learning methods, such as problem-based projects and group discussions. However, several obstacles were Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma identified in its implementation, including limited resources, difficulties faced by teachers in adjusting learning media, the lack of teachersAo ability to manage the classroom effectively, suboptimal use of learning media, insufficient assessments conducted, and limited time available for Keywords: The Merdeka Curriculum. IPAS. Elementary School PENDAHULUAN Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru, serta sekolah leluasa memastikan pembelajaran yang Kurikulum merdeka berfokus kepada kebebasan serta pemikiran kreatif. Salah satu program yang diluncurkan oleh Kemendikbud dalam peluncuran Merdeka belajar yakni dimulainya program sekolah penggerak untuk menunjang kesiapan sekolah dalam menghasilkan generasi yang berkepribadian sebagai pelajar Pancasila(Rahman and Fuad 2. Kurikulum Merdeka merupakan perubahan kurikulum yang menjawab tantangan pendidikan di era saat ini. Teknologi yang semakin berkembang cepat menjadikan ancaman bagi setiap individu untuk mampu mengimbangi perkembangan teknologi yang terjadi sehingga hal tersebut juga mempengaruhi terhadap dunia pendidikan(Putra and Widiari 2. Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang makhluk hidup dan benda mati di alam semesta serta interaksinya, dan mengkaji kehidupan manusia sebagai individu sekaligus sebagai makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. Pada pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan rasa keingintahuannya untuk mengkaji fenomena yang ada di sekitar hidup mereka. Dapat berperan aktif pula dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan sumber daya yang ada di sekitarnya dengan baik, atau dengan kata lain dapat mengembangkan keterampilan inkuiri untuk mengindentifikasi dan merumuskan suatu masalah melalui aksi nyata. (Tabuk and Banjar 2. Salah satu dampak dari diberlakukannya kurikulum merdeka di Sekolah Dasar (SD)/MI ialah digabungnya mata pelajaran IPA dan IPS menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Hal ini bertujuan supaya siswa lebih holistik dalam memahami lingkungan sekitar (Kemendikbud, 2. Dengan demikian siswa mampu sekaligus mengelola lingkungan alam dan sosial. Jika sebelumnya pada Kurikulum 2013 pembelajaran IPA dibelajarkan terpisah dengan IPS maka kebijakan baru pada Kurikulum Merdeka yang menggabungkan IPA dengan IPS menjadi IPAS terntunya memberikan tantangan tersendiri bagi guru maupun siswa. (Tabuk and Banjar 2. Berdasarkan fenomena yang dilihat oleh Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma peneliti di lapangan, diketahui bahwa implementasi Kurikulum Merdeka belum berjalan dengan baik. Sebab para guru masih memiliki kendala dalam pengembangan modul ajar. Para guru masih belum paham betul teknik Menyusun dan mengembangkan modul ajar yang baik dan benar. Proses pembelajaran yang tidak merencanakan modul ajar dengan baik sudah dapat dipastikan penyampaian konten kepada siswa tidak sistematis, sehingga pembelajaran terjadi tidak seimbang antara guru dan siswa. (Irena et al. Kurikulum merdeka memberikan kebebasan serta berpusat pada siswa, guru serta sekolah leluasa memastikan pembelajaran yang cocok, kurikulum merdeka berfokus pada kebebasan serta pemikiran kreatif salah satu program yang diluncurkaan oleh Kemendikbud dalam peluncuran merdeka belajar yakni dimulainya program sekolah penggerak buat menunjang tiap sekolah untuk menghasilkan generasi selama hayat yang berkepribadian sebagai siswa pelajar Pancasila. Dalam kurikulum merdeka ini guru beserta peserta didik lebih bebas untuk eksplorasi, kurikulum merdeka lebih menekankan kepada guru untuk menuntun peserta didik. Seperti yang disampaikan oleh Kemendikbud (Rahmadayanti,(Sahid. Nurhamid, and Suryadi 2. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (Budi Teguh Harianto 2. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran (Gea and Romini 2. Kurikulum Merdeka merupakan perubahan kurikulum yang menjawab tantangan pendidikan di era saat Teknologi yang semakin berkembang cepat menjadikan ancaman bagi setiap individu untuk mampu mengimbangi perkembangan teknologi yang terjadi sehingga hal tersebut juga mempengaruhi terhadap dunia pendidikan (Amalia et al. Kurikulum Merdeka merupakan perubahan kurikulum yang menjawab tantangan pendidikan di era saat ini. Teknologi yang semakin berkembang cepat menjadikan ancaman bagi setiap individu untuk mampu mengimbangi perkembangan teknologi yang terjadi sehingga hal tersebut juga mempengaruhi terhadap dunia pendidikan(Aisyah Fadilah et al. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan metode deskriptif, yaitu menggambarkan subjek mengenai situasi dan data yang diperoleh selama observasi dan wawancara sehingga menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh para pembaca. Menurut Prasanti . alam Bhughe, 2. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang digunakan dalam meneliti objek yang alamiah dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci yang teknik pengumpulan datanya dilakukan secara gabungan, analisis data bersifat induktif dan hasil dari penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna dari pada generalisasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS adalah proses pembelajaran yang menggabungkan mata pelajaran IPA dan IPS menjadi IPAS. Tujuannya agar siswa dapat memahami lingkungan sekitar secara holistic Ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS: Pendekatan diferensiasi digunakan dalam proses pembelajaran. Guru dapat mengenali potensi murid lebih dalam untuk menciptakan pembelajaran yang relevan. Pembelajaran IPAS harus dilandasi dengan pendekatan kualitatif. Kegiatan pembelajaran IPAS bervariatif sehingga mudah dimengerti, tidak membosankan, dan menumbuhkan sikap kemandirian, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Pembelajaran IPAS berbasis Kurikulum Merdeka lebih menyenangkan bagi peserta didik. Guru melakukan asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan asesmen sumatif. Beberapa langkah dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah, yaitu: Menyusun Rencana Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran. Memanfaatkan Teknologi dalam Pembelajaran. Evaluasi Berkelanjutan. Pengembangan Profesional Guru. Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Penyusunan Rencana Pembelajaran Berbasis Kompetensi Langkah pertama dalam implementasi Kurikulum Merdeka adalah penyusunan rencana pembelajaran yang berbasis kompetensi. Guru-guru perlu memahami secara mendalam kompetensi yang harus siswa itu capai dan merancang pembelajaran yang dapat membantu mereka mencapai kompetensi Rencana pembelajaran harus mencakup berbagai metode pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa. Peningkatan Keterlibatan Siswa dalam Proses Pembelajaran Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung partisipasi aktif siswa. Metode pembelajaran yang kolaboratif dan interaktif harus ada untuk memastikan bahwa setiap siswa terlibat secara maksimal dalam pembelajaran. Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Teknologi memiliki peran yang sangat penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Guru-guru perlu memanfaatkan berbagai aplikasi dan platform digital untuk mendukung proses pembelajaran. Dengan memanfaatkan teknologi, pembelajaran dapat menjadi lebih menarik, interaktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Evaluasi Berkelanjutan Evaluasi merupakan bagian integral dari proses pembelajaran. Guru perlu melakukan evaluasi secara berkelanjutan untuk memantau kemajuan siswa dan mengidentifikasi area yang perlu perbaikan. Evaluasi dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari ujian tertulis hingga proyek berbasis keterampilan. Pengembangan Profesional Guru Untuk berhasil menerapkan Kurikulum Merdeka, pengembangan profesional guru menjadi sangat penting. Guru perlu terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya dalam mengajar sesuai dengan pendekatan Kurikulum Merdeka. Pelatihan dan workshop reguler harus diselenggarakan untuk memastikan bahwa guru selalu siap menghadapi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Manfaat Implementasi Kurikulum Merdeka Berikut adalah beberapa manfaat dari implementasi Kurikulum Merdeka di Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma Pengembangan Karakter: Membantu siswa dalam mengembangkan kepribadian yang kuat, termasuk keterampilan sosial, kepemimpinan, dan Peningkatan Keterampilan: Memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan, termasuk keterampilan akademik, berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan teknologi informasi. Persiapan untuk Dunia Kerja: Fokus pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja untuk membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Peningkatan Kualitas Pendidikan: Prioritas pada pengembangan karakter dan keterampilan membantu meningkatkan mutu pendidikan secara Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah bukan hanya sekadar sebuah inovasi, tetapi juga merupakan investasi dalam masa depan pendidikan Indonesia. Melalui langkah-langkah yang telah diuraikan, diharapkan pendidikan di Tanah Air dapat terus berkembang dan menghasilkan generasi yang unggul dan berdaya saing. IV. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan mengenai implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 02 tawali wera kabupaten bima maka dapat disimpilkan bahwa. Implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 02 Tawali-wera terdiri dari tahap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Pada perencanaan pembelajaran, guru tidak perlu merancang modul ajar sendiri, karena sekolah sudah menyediakan buku pegangan guru yang memuat Modul ajar. ATP. Program semester, maupun program tahunan. Guru hanya perlu merancang media Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru membentuk siswa dalam beberapa kelompok dan kemudian menjelaskan pelajaran dan mengajak siswa mengamati lingkungan sekitar. Pada tahap penutup, guru melakukan penilaian guru memberikan tes lisan kepada siswa terkait pembelajaran yang telah di pelajari, dan di akhir pembelajaran guru bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar dan melakukan refleksi. Kegiatan tindak lanjut yang dilakukan guru yaitu memberikan pekerjaan rumah. Terdapat 6 hambatan yang Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran (JUNDIKMA) Vol. No. Desember 2025 https://doi. org/10. 59584/jundikma ditemui dalam implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 02 Tawali-wera, yakni keterbatasan sumber daya, kesulitan guru dalam menyesuaikan media pembelajaran, kurangnya kemampuan guru dalam mengkondisikan kelas, media pembelajaran tidak dimanfaatkan secara optimal, kurang banyaknya penilaian yang dilakukan, waktu yang singkat untuk menilai. DAFTAR PUSTAKA