Ekuivalensi J ur nal Eko no m i B isni s EFEKTIVITAS PENGENDALIAN BIAYA OPERASIONAL UNTUK MENINGKATKAN LABA PADA KOPERASI AGRO NIAGA INDONESIA (KANINDO) SYARIAH DAU KABUPATEN MALANG (Periode 2012 Ae 2. Petty Arisanti Dosen Manajemen Universitas Kahuripan Kediri E-mail: arisantipetty@gmail. Abstrak Efektivitas adalah kemampuan melaksanakan tugas, fungsi . perasi kegiatan program atau mis. daripada suatu organisasi atau sejenisnya yang tidak adanya tekanan atau ketegangan dalam pelaksanaannya. Pengendalian adalah adalah suatu upaya yang sistematis untuk menetapkan standar kerja sesuai visi dan misi perusahaan dengan membandingkan kinerja sesungguhnya dengan standar yang telah ditetapkan. Sedangkan laba dalam koperasi pada hakikatnya adalah pendapatan setelah dikurangi biaya-biaya. Semakin besar laba yang diperoleh, maka semakin besar pula manfaat yang diperoleh Fokus penelitian yang diambil yaitu bagaimana pengendalian terhadap biaya operasional yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen koperasi untuk meningkatkan laba. Tujuan pada penelitian ini berdasarkan fokus penelitian yaitu untuk menganalisis pengendalian biaya operasional yang dilakukan oleh pihak manajemen koperasi untuk meningkatkan laba di Kanindo Syariah Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif atau mix method. Subyek penelitian ini adalah Koperasi Agro Niaga Indonesia (KANINDO) Syariah Dau Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Petty Arisanti observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengendalian terhadap biaya operasional Kanindo Syariah Dau Kabupaten Malang terjadi pembengkakan pada tahun 2014, yaitu jumlah biaya gaji karyawan yang terealisasi mengalami Yang berakibat naiknya total biaya operasional pada tahun 2014. Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini sebaiknya mengevaluasi kinerja manajemen, dengan cara manajemen Kanindo syariah melakukan pengendalian yang lebih baik lagi terkait pembengkakan kompenen biaya operasional yaitu biaya gaji karyawan. Pada pengendalian ini pihak manajemen Kanindo syariah menerapkan kebijakan yang lebih baik lagi dalam penetapan gaji karyawan dengan disesuaikan dengan kondisi keuangan Kanindo itu sendiri agar biaya operasional tidak membengkak yang berakibat menurunnya SHU. Kata Kunci: Efektivitas. Pengendalian operasional. Meningkatkan laba Abstract Effectiveness is the ability to carry out tasks, functions . peration of program activities or mission. rather than an organization or the like that the absence of pressure or tension in its implementation. Control is is a systematic effort to establish working standards according to the vision and mission of the company by comparing the actual performance with established standards. While earnings in the cooperative is essentially income after deducting expenses. The greater the profits, the greater the benefits. The focus of research undertaken, namely how to control the operational costs that can be done by the management of cooperatives to increase profits. The purpose of this research is based on the focus of this study was to analyze the operational cost control is done by the management of cooperatives to improve return on Sharia Kanindo Dau Malang. This research is a qualitative and quantitative mix method. The subject of this study is a cooperative Agro Niaga Indonesia (KANINDO) Syariah Dau Malang. Data collection techniques are observation, documentation, and interviews. The results of this study demonstrate their control of the operational costs of Sharia Kanindo Dau Malang swelling of the year 2014, the number of payroll costs of employees who realized increased. Which resulted in the increase in total operating expenses in 2014. Advice can be given based on this research should evaluate the performance of 34 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . management, the management way Kanindo sharia perform better control swelling kompenen related operating costs is the cost of employee salaries. control of the management of sharia Kanindo implement policies that better in the determination of employee salaries to be adjusted to the financial condition Kanindo itself so that operating costs do not swell the resulting decline in the SHU. Key word: Effectiveness. Operational control. Increase profit LATAR BELAKANG Meningkatkan laba dalam Koperasi itu sendiri tidaklah mudah. Sehingga yang menjadi pertanyaan adalah produk jasa apa yang akan kita jual sehingga menarik minat para konsumen untuk membelinya. Maka dari itu manajemen koperasi harus pandai dalam membaca potensi lingkungan sekitar, hal ini menjadi tantangan untuk mencapai target penjualan yang Dimana setiap manajemen Koperasi atau badan usaha berlombalomba memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh konsumennya, akan tetapi hal seperti ini tidak seharusnya menjadikan pihak pengelola koperasi terbawa arus persaingan dengan mengambil keputusan dan tindakan yang tidak rasional untuk memenuhi permintaan pasar Dalam hal ini diperlukan dasar dalam menganalisis suatu koperasi untuk menentukan bahwa koperasi tersebut memerlukan pengendalian operasional atau tidak. Adapun fakta dari laporan laba rugi Kanindo Syariah Dau Kabupaten Malang sebagai berikut. Laporan Laba Rugi Kanindo Syariah Periode yang Berakhir Per 31 Desember 2012 Ae 2014 (Dalam Ribua. Keterangan Pendapatan jasa Beban Usaha Biaya operasional Beban admin & umum Zakat SHU Sebelum Taksiran Pajak Penghasilan Taksiran pph pasal 25 SHU TAHUN BERJALAN Catatan 31 des 2012 31 des 2013 31 des 2014 . Sumber: Kanindo Syariah Dau Kabupaten Malang, 2015 VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti Melihat laporan laba rugi Kanindo Syariah diatas kita bisa menyimpulkan bahwa biaya operasional pada tahun 2012-2014 mengalami kenaikan rata-rata meningkat 30% pada tiap tahunnya, akan tetapi pada tahun 2014 jumlah SHU berjalan mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan tahun 2012 Peneliti memilih objek Kanindo Syariah Dau karena objek tersebut ideal untuk dilakukan pengendalian operasional dalam meningkatkan laba Di Kanindo Syariah Dau menawarkan beberapa penjualan jasa seperti pembiayaan mudharabah, yaitu kerjasama menyetorkan modal usaha dan hasil keuntungannya di bagi sesuai dengan kesepakatan bersama kedua belah pihak dalam persentase: 50%:50%, 60%:40%, 70%:30%, 80%:20% dari laba yang akan diperoleh. KAJIAN TEORITIS Pengendalian Internal Pengendalian Internal Mulyadi . mendefinsikan sebagai berikut: Sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Akuntansi Biaya Menurut Mulyadi . akuntansi biaya adalah akuntansi yang bertujuan menyediakan informasi biaya untuk kepentingan manajemen guna membantu mereka mengelola perusahaan atau sebagainya. Akuntansi biaya mempunyai tiga tujuan pokok, antara lain : Penentuan harga pokok produk Untuk memenuhi tujuan penentuan harga pokok produk, akuntansi biaya mencatat, menggolongkan dan meringkas biaya-biaya pembuatan produk atau penyerahan jasa. Pengendalian biaya Pengendalian biaya didahului dengan penentuan biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi satu satuan produk. Akuntansi biaya melakukan analisis terhadap penyimpangan biaya sesungguhnya dengan biaya seharusnya dan menyajikan informasi mengenai penyebab terjadinya selisih. Pengambilan Keputusan Khusus 36 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . Pengambilan keputusan khusus menyangkut masa yang akan Oleh karena itu, informasi yang relevan dengan pengambilan keputusan selalu berhubungan dengan informasi di masa yang akan Biaya Operasional Biaya operasional menurut Haruman . adalah biaya usaha pokok perusahaan selain harga pokok penjualan. Biaya usaha terdiri dari biaya penjualan, biaya administrasi dan umum. Laba Menurut Supriyono . , pengertian laba dari sudut pandang akuntansi keuangan adalah perubahan aktiva bersih selain dari perubahan investasi para pemilik yang dibuat dalam periode tertentu. METODE Jenis penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif atau mix method. Penelitian ini bertujuan untuk memecahkan masalah atau persoalan dengan memberikan pemecahan terhadap permasalahan tersebut dengan menggunakan data berupa laporan anggaran dan realisasi biaya periode 2012 - 2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara kepada ketua pengurus koperasi. Subyek penelitian ini adalah Koperasi Agro Niaga Indonesia (Kanind. Syariah Dau Kabupaten Malang. PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Tabel 4. Anggaran dan Realisasi Laba Kanindo Syariah Dau Periode 2012-2014(Dalam ribua. Tahun Laba Anggaran Realisasi Prosentase 101,64% 111,31% 71,48% Sumber: Kanindo Syariah Dau Kabupaten Malang, 2015 VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti Biaya Operasional Tabel 4. Rincian Realisasi Biaya Operasional Kanindo Syariah Dau Periode 2012-2014 (Dalam ribua. Tahun Biaya Operasional Listrik dan Telepon Gaji Karyawan Alat Tulis Kantor Transportasi Insentif dan THR Karyawan Asuransi Kebakaran Tanggungjawab Sosial Biaya Promosi Beban Penyusutan Tunjangan Telekomunikasi Pembinaan Kelompok Jumlah Total Sumber: Kanindo Syariah Dau Kabupaten Malang, 2015 Tabel 4. 3 Kanindo SyariAoah Analisa Indeks (%) pada Neraca Keterangan ASET LANCAR Kas Piutang Penyisihan Piutang Uang Muka INVESTASI JANGKA PANJANG ASET TETAP Beban Perolehan Akumulasi penyusutan ASET LAINNYA Total Aktiva Laporan Neraca Analisa indeks . 12,07 78,11 0,46 15,14 78,42 ( 3,. 1,31 4,16 2,01 10,60 ( 4,. 2,38 102,96 8,91 ( 2,. 38 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 99,79 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Simpanan Lain-lain Hutang pajak Dana pembagian SHU KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang bank EKUITAS Simpanan pokok Simpanan wajib Cadangan koperasi Cadangan resiko Cadangan khusus SHU tahun berjalan TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 50,55 1,74 0,74 0,91 1,09 1,45 12,51 13,34 4,06 41,33 0,64 1,05 1,16 1,11 2,63 3,97 7,16 1,40 Tabel 4. Kanindo SyariAoahAnalisa Indeks (%) pada Laporan Laba Rugi Tahun 2012-2014, dengan perbandingan th 2013 . ibuan rupia. Keterangan Laporan Laba Rugi Analisa indeks Pendapatan jasa 2012 2013 2014 100 138,6 Biaya operasional Beban admin & umum Zakat Pajak Penghasilan Taksiran pph pasal 25 . SHU TAHUN BERJALAN 158 526,8 Rasio Likuiditas Quick Ratio Tabel 4. Perhitungan Quick Ratio KANINDO SyariAoah Dau 2009-2011 . alam ribua. Keterangan Aktiva lancar Hutang lancar Quick ratio Sumber: Data primer diolah . VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti Pengukuran ini dilakukan untuk menunjukkan kemampuan koperasi untuk membayar kembali simpanan para deposannya dengan alat-alat likuid yang dipunyai oleh pihak koperasi. Standart umum tingkat quick ratio adalah 100%. Semakin tinggi rasio tersebut semakin baik karena semakin terjaminnya para anggota dan calon anggota. Dari tabel 4. 1 dapat dilihat bahwa nilai quick ratio pada tahun 2009 mencapai 165,3% dan pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 175,9%. Akan tetapi pada tahun 2014 juga mengalami kenaikan sebesar 211,9%. Berdasarkan data diatas, quick ratio pada Kanindo menunjukkan dalam keadaan yang baik. Ini disebabkan perusahaan dalam tahap pertumbuhan sehingga kewajiban yang dimiliki Assets to Loan Ratio Tabel 4. Perhitungan Assets to Loan Ratio KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Piutang Total asset Assets to loan ratio Sumber: Data primer diolah . Assets to loan ratio merupakan rasio untuk mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan jumlah harta yang dimiliki koperasi. Semakin tinggi tingkat resiko, menunjukkan tingkat likuiditas koperasi. Dari tabel 4. dapat dilihat bahwa nilai assets to loan ratio pada tahun 2012 mencapai 78,1% dan pada tahun 2013 mengalami penurun sebesar 77,2%. Akan tetapi pada tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 78,4%. Berdasarkan data diatas, assets to loan ratio pada Kanindo menunjukkan dalam keadaan yang baik. Ini disebabkan perusahaan dalam tahap pertumbuhan sehingga pinjaman yang diberikan oleh Kanindo dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. 40 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . Cash Ratio Tabel 4. Perhitungan Cash Ratio KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Asset lancar Hutang lancar Cash ratio Sumber: Data primer diolah . Cash Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan koperasi melunasi kewajiban yang harus segera dibayar dengan harta likuid yang dimiliki koperasi tersebut. Dari tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa nilai Cash Ratio pada tahun 2009 mencapai 165,2% dan pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 175,8%. Pada tahun 2014 kembali mengalami kenaikan sebesar 211,9%. Berdasarkan data diatas, pada Cash Ratio Kanindo menunjukkan dalam keadaan yang baik. Ini disebabkan asset yang dimiliki Kanindo dari tahun ketahun mengalami peningkatan, sehingga koperasi mampu melunasi kewajiban yang harus segera dibayar. Loan to deposit ratio Tabel 4. Perhitungan LDR KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Piutang Hutang modal LDR Sumber: Data primer diolah . Pengukuran ini dilakukan untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri yang digunakan. Semakin tinggi rasionya maka semakin tingi Dari tabel 4. 9 dapat dilihat bahwa nilai loan to deposit ratio pada tahun 2012 mencapai 78,1% dan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 77,2%. Akan tetapi pada tahun 2014 mengalami kenaikan Menurut peraturan pemerintah batas aman dari LDR adalah VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti 110% (Kasmir, 2. Semakin tinggi LDR sampai dengan batas tertentu maka akan semakin banyak dana yang disalurkan dalam bentuk kredit maka akan meningkatkan pendapatan. LDR yang terlihat pada tabel di atas, terlihat dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi. Hal ini menunjukkan tingginya kemampuan likuiditas perusahaan dalam penyaluran pembiayaan para Sehingga diharapkan tahun selanjutnya Kanindo bisa mencapai batas aman. Rasio Solvabilitas Primary Ratio Tabel 4. 1 Perhitungan Primary Ratio Kanindo SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Modal Asset Primary ratio Sumber: Data primer diolah . Pengukuran ini dilakukan untuk mengukur apakah permodalan yang dimiliki sudah memadai atau sejauh mana penurunan yang terjadi dalam total asset masuk dapat ditutupi oleh Capital Equity (Kasmir, 293:2. Dari 1 dapat dilihat bahwa nilai Primary Ratio pada tahun 2012 mencapai 38,1% dan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 28,5%. Dan pada tahun 2011 juga mengalami penurunan sebesar 19,1%. Berdasarkan data diatas Primary Ratio mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan oleh lebih besarnya asset dari pada modal yang dimiliki oleh Kanindo. Capital Ratio Tabel 4. 2 Perhitungan Capital Ratio KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Modal-cadangan Piutang Capital ratio 7,79 7,88 Sumber: Data primer diolah . 42 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 6,01 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . Capital Ratio merupakan rasio untuk mengukur permodalan dan cadangan penghapusan dalam menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena bagi hasil tak tertagih. Dari tabel 4. 2 dapat dilihat bahwa nilai Cash Ratio pada tahun 2012 mencapai 7,79% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 7,88%. Pada tahun 2011 kembali mengalami penurunan sebesar 6,01%. Berdasarkan data diatas, pada Capital Ratio Kanindo menunjukkan dalam keadaan yang cukup baik. Ini disebabkan pinjaman yang diberikan oleh KANINDO dari tahun ketahun mengalami peningkatan, sehingga permodalan koperasi dan cadangan penghapusan dalam menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena bagi hasil tak tertagih semakin kecil. Risk Assets Ratio Tabel 4. 3 Perhitungan Risk Assets Ratio KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Modal (Asset-aset lanca. -pendapatan Risk assets ratio Sumber: Data primer diolah . Pengukuran ini dilakukan untuk mengukur kemungkinan penurunan risk assets (Kasmir, 2. Dari tabel 4. 10 dapat dilihat bahwa nilai risk assets ratio pada tahun 2012 mencapai 50,6% dan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 37,8%. Dan pada tahun 2013 pun, juga mengalami penurunan sebesar 24,3%. Dari data risk assets ratio yang ada terjadi penurunan yang berarti penurunan risk assets ratio pada perusahaan dari tahun ke tahun semakin mengecil. Hal ini disebabkan semakin meningkatnya pendapatan yang di peroleh oleh KANINDO. Risk assets ratio yang semakin menurun maka semakin mengecil resiko piutang tak tertagih. VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti Capital Adequacy Ratio (CAR) Tabel 4. Perhitungan CAR KANINDO SyariAoah Dau 2009-2011 . alam ribua. Keterangan Modal Pembiayaan yang diberikan CAR Sumber: Data primer diolah . Pengukuran ini dilakukan untuk mencari rasio ini perlu terlebih dahulu mengetahui besarnya estimasi risiko yang akan terjadi dalam pemberian kredit dan risiko yang akan terjadi dalam perdagangan surat-surat berharga. Dari tabel 4. 4 dapat dilihat bahwa nilai CAR pada tahun 2012 mencapai 42,8% dan pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 33,3%. Dan pada tahun 2010 pun, juga mengalami penurunan sebesar 22,3%. Sebelumnya. Bank Indonesia telah melakukan kajian prakondisi dan implementasi standar itu pada perbankan syariah, selanjutnya pada tahun 2005 Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia mengenai ketentuan CAR bagi bank syariah sebagai antisipasi diberlakukannya ketentuan tersebut oleh IFSB. Berdasarkan standar IFSB, rasio CAR bank syariah ditetapkan sebesar 8%. Semakin besar CAR maka semakin besar kesempatan perusahaan dalam menghasilkan laba, karena dengan modal yang besar, manajemen perusahaan sangat leluasa dalam menempatkan dananya kedalam aktivitas investasi yang menguntungkan. Dari data diatas dapat dilihat adanya penurunan dari tahun ketahun. Hal ini disebabkan karena jumlah pembiayaan yang diberikan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sedangkan modal yang dimiliki relatif kecil. Akan tetapi tingkat CAR yang dimiliki oleh Kanindo sudah mencapai ketentuan standar IFSB dan Kanindo termasuk dalam kategori koperasi yang sehat dengan klasifikasi A, karena memiliki CAR lebih dari 8%. 44 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . Rasio Rentabilitas Net Profit Margin Tabel 4. Perhitungan Net Profit Margin Kanindo SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan SHU sebelum pajak Pendapatan NPM 7,91 Sumber: Data primer diolah . Pengukuran ini dilakukan untuk mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokoknya. Dari tabel 4. dapat dilihat bahwa nilai net profit margin pada tahun 2011 mencapai 18,1% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 3%. Akan tetapi pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 5,9%. Berdasarkan analisa data diatas, pada tiga tahun terakhir perusahaan ini mengalami fluktuasi. Akan tetapi dari tahun 2011 sampai tahun 2013 ini perusahaan tidak pernah dalam kondisi rugi. Hal ini disebabkan karena dari tahun ke tahun pendapatan perusahaan selalu meningkat. Return on Equity Capital (ROE) Tabel 4. 2 Perhitungan ROE KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Laba bersih setelah pajak Modal sendiri ROE 8,27 Sumber: Data primer diolah . Pengukuran ini dilakukan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelolah capital yang ada untuk mendapatkan net income. Dari tabel 4. 13 dapat dilihat bahwa nilai ROE pada tahun 2008 mencapai 8,9% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan menjadi 3,3%. Akan tetapi pada tahun 2013 juga mengalami kenaikan sebesar 0,9%. Dari data diatas VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti dapat dilihat bahwa ROE di KANINDO mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, karena return semakin besar. Dampak dari ROE yang terus meningkat adalah jumlah SHU yang diperoleh anggota dari tahun ke tahun semakin ROA Tabel 4. Perhitungan ROA KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Laba bersih Asset ROA 3,15 Sumber: Data primer diolah . Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen koperasi dalam memperoleh keuntungan . secara keseluruhan. Semakin besar ROA suatu koperasi, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai koperasi tersebut dan semakin baik pula posisi koperasi tersebut dari segi penggunaan aset (Sudarini, 2. Dari tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa nilai ROA pada tahun 2013 mencapai 3,9% dan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar 0,2%. Akan tetapi pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 0,7%. Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari tiga tahun terakhir ini mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan karena laba bersih yang diperoleh semakin meningkat akan tetapi tidak proporsional dengan tingginya peningkatan jumlah aktiva. Rate Return on Loans Tabel 4. Perhitungan rasio Rate Return on Loans KANINDO SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Pendapatan Piutang Rate return on loans Sumber: Data primer diolah . 46 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . Analisis ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengelolah perkreditannya. Dari tabel 4. 4 dapat dilihat bahwa nilai Rate return on loans pada tahun 2014 mencapai 31,7% dan pada tahun 2012 mengalami penurunan sebesar 4,2%. Akan tetapi pada tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 1,2%. Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari tiga tahun terakhir ini mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan karena pinjaman yang diberikan semakin meningkat sedangkan pendapatan yang diperoleh semakin meningkat pula, akan tetapi antara pendaptan dan pinjaman yang diberikan tidak seimbang yang diberikan. Interest Margin on Earning Aset Tabel 4. 5 Perhitungan Interest Margin on Earning Aset Kanindo SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Pendapatan-beban Asset lancer Interest margin on earning aset Sumber: Data primer diolah . Interest margin on earning assets merupakan rasio untuk mengukur kemampuan menajemen dalam mengendalikan biaya-biaya. Dari tabel 4. dapat dilihat bahwa nilai interest margin on loans pada tahun 2013 mencapai 3,2% dan pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,6%. pada tahun 2013 kembali mengalami kenaikan sebesar 1,2%. Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena pinjaman yang diberikan semakin meningkat sedangkan beban yang dikeluarkan kecil. Sehingga dalam hal ini perusahaan mampu mengendalikan beban-beban yang dikeluarkan. VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti Interest Margin on Loans Tabel 4. Perhitungan Interest Margin on Loans Kanindo SyariAoah Dau 2012-2014 . alam ribua. Keterangan Piutang Interest margin on loans Pendapatan-beban Sumber: Data primer diolah . Dari tabel 4. 6 dapat dilihat bahwa nilai interest margin on loans pada tahun 2011 mencapai 5,7% dan pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 0,1%. Akan tetapi pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar 1,4%. Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari tiga tahun terakhir ini mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan karena pinjaman yang diberikan semakin meningkat. Leverage Multiplier Tabel 4. Perhitungan Leverage Multiplier Kanindo SyariAoah Dau 2012-2013 . alam ribua. Keterangan Asset Modal Leverage Multiplier Sumber: Data primer diolah . Leverage multiplier merupakan alat untuk mengukur kemampuan manajemen dalam mengelola asetnya, karena adanya biaya yang harus dikeluarkan akibat penggunaan aktiva. Dari tabel 4. 7 dapat dilihat bahwa nilai leverage multiplier pada tahun 2013 mencapai 225,4% dan pada tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar 74%. pada tahun 2013 kembali mengalami kenaikan sebesar 90%. Dari data diatas dapat dilihat bahwa dari tiga tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena aset dan modal yang dimiliki semakin meningkat. 48 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . Tabel 4. Kanindo SyariAoah Dau 2012-2014 Analisa Common Size pada Neraca . ibuan rupia. Keterangan ASET LANCAR Kas Piutang Penyisihan Piutang Uang Muka INVESTASI JANGKA PANJANG ASET TETAP Beban Perolehan Akumulasi penyusutan ASET LAINNYA Total Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Simpanan Lain-lain Hutang pajak Dana pembagian SHU KEWAJIBAN JANGKA PANJANG Hutang bank EKUITAS Simpanan pokok Simpanan wajib Cadangan koperasi Cadangan resiko Cadangan khusus SHU tahun berjalan TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS Laporan Neraca Analisa common size . 12,08 78,11 0,46 16,02 77,23 3,61 0,53 15,14 78,42 3,68 1,31 4,16 3,12 2,01 4,83 2,39 109,65 9,68 8,91 2,32 50,56 1,75 0,74 47,86 1,61 1,79 0,64 1,05 23,04 0,90 1,09 1,45 12,51 4,06 1,28 1,42 2,18 6,22 3,36 1,16 1,11 2,63 3,97 7,16 1,40 VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti Tabel 4. Kanindo SyariAoah Analisa Common size pada Laporan Laba Rugi Tahun 2012-2014, . ibuan rupia. Keterangan Laporan laba rugi Analisa common size Pendapatan jasa 656,12 Biaya operasional Beban admin & umum Zakat 12,21 470,27 71,16 126,12 29,74 Pajak Penghasilan Taksiran pph pasal 25 SHU TAHUN BERJALAN 109,69 9,69 Tabel 4. Kanindo SyariAoah Dau 2012-2014 Analisa Common Size (%) pada Realisasi Biaya Operasional . ibuan rupia. Biaya Operasional Tahun Listrik dan Telepon Gaji Karyawan Alat Tulis Kantor Transportasi Insentif dan THR Karyawan Asuransi Kebakaran Tanggungjawab Sosial Biaya Promosi Resiko Persediaan/ Penyusutan Tunjangan Telekomunikasi Pembinaan Kelompok Jumlah Total 0,37 0,29 0,21 4,37 3,80 0,07 1,07 4,66 6,16 99,11 100,08 100,01 50 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dari efektifitas pengendalian operasional untuk meningkatkan laba pada Kanindo Syariah dau kabupaten malang pada periode 2012 Ae 2014, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pengendalian terhadap biaya operasional Kanindo Syariah dau kabupaten malang terjadi pembekakan pada tahun 2014, yaitu jumlah biaya gaji karyawan yang terealisasi mengalami kenaikan. Sehingga dengan membengkaknya biaya ini merupakan salah satu penyebab naiknya total biaya operasional pada tahun 2014. Kemudian ada kenaikan komponen biaya operasional yaitu biaya transportasi dan biaya insentif THR karyawan pada tahun 2014 yang signifikan. Pada tahun 2013 dan 2014 terdapat biaya tambahan yaitu tunjangan telekomunikasi dan pembinaan kelompok yang tidak ada pada Terlepas meningkatnya komponen biaya operasional diatas, secara umum ada banyak bembengkakan komponen biaya operasional kanindo syariah yang melebihi anggaran terutama pada tahun 2014. Saran Bedasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan saran sebagai berikut : Mengevaluasi kinerja manajemen, hendaknya manajemen Kanindo syariah melakukan pengendalian yang lebih baik lagi terkait pembengkakan kompenen biaya operasional yaitu biaya gaji Agar pemnafaatan tunjangan telekomunikasi dapat optimal, hendaknya pihak manajemen melakukan pengendalian dengan menganggarkan tunjangan telekomunikasi per bulan berupa pulsa handphone serta memberikan penjelasan mengenai fungsi tunjangan tersebut kepada karyawan, sehingga diharapkan agar tidak terjadi penyimpangan mengenai pemanfaatan tunjangan telekomunikasi bagi karyawan. Dilihat secara umum komponen biaya operasional mengalami kenaikan di dua tahun terakhir yaitu tahun 2013 dan 2014 salah VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Ekuivalensi Petty Arisanti satunya listrik dan telepon. Hal ini yang seharusnya menjadi evaluasi pihak manajemen kanindo Syariah untuk bekerja lebih baik lagi dengan melakukan pengendalian di setiap unit kerja. Untuk telepon kantor semestinya ada operatornya, sehingga pemakaian telepon kantor dapat di kontrol. 52 Ekuivalensi VOL. 3 NO. 1 APRIL 2017 Efektivitas Pengendalian Biaya Operasional Untuk Meningkatkan Laba Pada Koperasi . DAFTAR PUSTAKA