MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Leadership. Motivation, and Work Environment: Pengaruhnya terhadap Kinerja Karyawan di PT Pos Indonesia Area Sukabumi Galih Raspati, 2Herni Herdiani, 3Fahrurrazi Fahrurrazi, 4Rizki Chrisulianti. 5Ade Munhiar 1,2,3,4,5 Prodi Manajemen. Universitas Sains Indonesia Email : g_raspati@yahoo. Abstrak Kepemimpinan yang efektif memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, diperlukan kepemimpinan yang tepat serta motivasi yang tinggi, yang didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik sensus pada populasi yang terdiri dari 72 karyawan, menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar responden . ata-rata 7290%) setuju terhadap pernyataan yang terkait dengan variabel kepemimpinan (X. , motivasi (X. , dan lingkungan kerja (X. Analisis korelasi Pearson mengungkapkan bahwa kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja memiliki hubungan positif dan kuat dengan kinerja karyawan, dengan nilai korelasi berturut-turut sebesar 0,615, 0,683, dan 0,623. Analisis simultan menunjukkan bahwa hubungan antara kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan memiliki korelasi sebesar 0,641, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan positif. Koefisien determinasi (RA) sebesar 41,0% menunjukkan bahwa ketiga variabel ini secara simultan memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja karyawan. Sisa pengaruh sebesar 59,0% dipengaruhi oleh faktor lain seperti budaya organisasi, kompensasi, disiplin kerja, dan pengalaman kerja. Uji F menunjukkan bahwa pengaruh simultan dari ketiga variabel terhadap kinerja karyawan signifikan, dengan nilai F hitung . lebih besar dari F tabel . , sehingga HCA ditolak dan HCA diterima. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan di PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi Kata Kunci: Leadership. Motivasi. Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan Abstrak This study explores the impact of leadership, motivation, and work environment on employee performance at PT Pos Indonesia. Sukabumi Branch. Using a survey method with a census approach, the study involved 72 employees, and data was collected through questionnaires. Descriptive analysis showed that most respondents . -90%) agreed with statements regarding leadership (X. , motivation (X. , and work environment (X. Pearson correlation analysis revealed strong positive relationships between these variables and employee performance, with correlation values of 0. 615, 0. 683, and 0. 623, respectively. Simultaneous analysis showed a strong positive correlation of 0. 641 between leadership, motivation, and work environment on performance. The coefficient of determination (RA) of 41. 0% indicates that these three factors collectively account for a significant portion of employee performance, while the remaining 59. 0% is influenced by other factors such as organizational culture, compensation, work discipline, and experience. The F-test confirmed the significance of the simultaneous effect of these variables on performance, with an F value . greater than the F table value . , leading to the rejection of HCA and acceptance of HCA. These findings highlight that effective leadership, motivation, and a supportive work environment significantly improve employee performance at PT Pos Indonesia. Sukabumi Branch. Keywords: Leadership. Motivation. Work Environment. Employee MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 PENDAHULUAN Menurut Rivaldo . , kinerja optimal karyawan dapat tercapai jika pemimpin mampu mengelola sumber daya manusia dengan efektif. Pemetaan bakat diperlukan untuk mengidentifikasi calon pemimpin yang kompeten dan sesuai dengan budaya perusahaan, sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan. Beberapa penelitian, keberhasilan UKM sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang efektif dan kemampuan manajerial proaktif, di mana kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan kinerja individu dan organisasi secara signifikan (Karami & Tang, 2019. Masa'deh et al. , 2018. Gao et , 2. (Qalati et al. Kinerja karyawan merujuk pada aktivitas kerja yang dipengaruhi oleh dukungan organisasi, kapasitas manajerial, dan kontribusi individu (Sonnentag & Frese, 2002. Simanjuntak, 2002. Abubakar et al. , 2. Kinerja organisasi . Netin & Askun, 2. (Qalati et al. PT. Pos Indonesia berusaha meningkatkan produktivitas perusahaan dengan merekrut karyawan yang memiliki kinerja unggul, guna menghadapi berbagai tantangan dan beban kerja yang semakin Hal ini bertujuan untuk memastikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan bagi masyarakat pengguna jasa pengiriman surat pos, paket, logistik, serta jasa keuangan. PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Sukabumi berkomitmen untuk memberikan pelayanan berkualitas yang dapat memenuhi harapan masyarakat terhadap jasa pengiriman surat pos, paket, dan logistik, di tengah persaingan yang ketat dengan perusahaan penyedia jasa serupa. Untuk mencapai hal tersebut, perusahaan membutuhkan kepemimpinan yang efektif, terbuka, dan kondusif, yang dapat mendorong peningkatan motivasi kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, sehingga karyawan dapat menghasilkan kinerja yang optimal dan berkontribusi pada pencapaian visi PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Sukabumi, yaitu menjadi pemimpin pasar dalam layanan surat pos, paket, logistik, serta jasa keuangan yang dapat dipercaya. Dalam konteks ini. PT. Pos Indonesia (Perser. di Kota Sukabumi perlu memastikan bahwa karyawan yang bekerja di perusahaan memiliki semangat dan motivasi tinggi, serta mampu menjalankan tugas mereka secara efektif dan efisien. Kondisi lingkungan kerja yang mendukung juga sangat penting untuk mendorong kinerja yang tinggi. Kinerja karyawan menjadi faktor kunci dalam pencapaian tujuan perusahaan. Sebagai penyedia jasa pengiriman surat pos, paket, logistik, dan layanan keuangan, perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kinerja yang Namun, fenomena yang terjadi di PT. Pos Indonesia Cabang Sukabumi menunjukkan bahwa kinerja karyawan belum mencapai standar yang diharapkan, sesuai dengan visi dan tujuan Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kepemimpinan yang belum optimal, tingkat kepuasan karyawan yang rendah, serta menurunnya motivasi kerja yang tercermin dalam lingkungan kerja yang kurang kondusif, yang berdampak pada rendahnya produktivitas karyawan. Hal ini terlihat jelas dalam data yang disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Laporan Kinerja Produktivitas Karyawan PT Pos Indonesia Area Kota Sukabumi Periode Januari-Desember 2023 Bulan Kepemimpinan Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Realisasi Kinerja (Tingkat Kehadira. Standar Realisasi Kehadiran (%) Meningkat Kondusif Menurun Tidak Kondusif Meningkat Kondusif Agustus Aspiratif dan Efektif Tidak Aspiratif dan Efektif Aspiratif dan Efektif Aspiratif dan Efektif Aspiratif Tidak Aspiratif dan Efektif Tidak Aspiratif dan Efektif Aspiratif Meningkat Kondusif September Aspiratif Meningkat Kondusif November Aspiratif Meningkat Kondusif Desember Aspiratif Meningkat Kondusif Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Meningkat Meningkat Tidak Kondusif Kondusif Menurun Tidak Kondusif Meningkat Kondusif (Sumber: PT Pos Indonesia Area Sukabumi Sukabumi 2. Berdasarkan Tabel 1. 1 di atas, terlihat adanya fluktuasi pada standar kinerja pegawai yang tidak sesuai dengan ekspektasi perusahaan, yang mengharapkan tingkat kehadiran pegawai mencapai Ketidaksesuaian ini tentu mempengaruhi produktivitas kinerja pegawai PT Pos Indonesia MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Area Kota Sukabumi. Faktor-faktor seperti kepemimpinan yang tidak aspiratif dan lingkungan kerja non-fisik yang tidak kondusif telah berkontribusi pada penurunan motivasi kerja Sebagai contoh, pada bulan Februari, tingkat kehadiran hanya mencapai 71%, jauh di bawah standar yang diharapkan perusahaan. Penurunan juga terlihat pada bulan April . %) dan Juli . %), yang menunjukkan adanya kendala dalam menjaga konsistensi kehadiran. Hal ini tentunya berdampak pada kualitas dan produktivitas kinerja kerja karyawan, yang tercermin dalam Tabel 2, yang menggambarkan laporan produktivitas penjualan produk PT Pos Indonesia Area Kota Sukabumi sepanjang tahun 2023. Mnenurut Rahman, 2018:. leadership dipahami sebagai kemampuan dan semangat yang mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Leadership yang efektif diyakini dapat meningkatkan motivasi dan kinerja individu, sehingga mereka mampu bekerja lebih optimal. Selain itu, kinerja karyawan dapat diukur dari hasil yang dicapai, baik dalam kualitas maupun kuantitas, yang tercermin dari seberapa baik seorang karyawan menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Kinerja ini mencerminkan sejauh mana seorang karyawan berhasil memenuhi harapan perusahaan dan (Anwar Prabu Mangkunegara, 2016:. Motivasi memiliki hubungan yang erat dengan kinerja karyawan, di mana semakin tinggi motivasi seseorang, semakin baik pula kinerjanya. Lingkungan kerja yang positif dan menyenangkan, baik secara fisik maupun non-fisik, dapat mendorong karyawan untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan mereka. (Fachreza1 2. Menurut Niskala et al. , motivasi, baik yang terkontrol maupun otonom, mempengaruhi kinerja seseorang. Namun, motivasi profesional dalam keperawatan sering dianalisis dalam konteks (Febrian Tan Jaya. Rokiah Kusumapradja, and Intan Silviana Mustikawati 2. Lingkungan kerja yang harmonis dan mendukung akan sangat mempengaruhi hasil kerja Selain itu, motivasi dianggap sebagai kekuatan yang ada dalam diri individu, yang bisa dikembangkan baik secara internal maupun melalui pengaruh eksternal. Imbalan baik dalam bentuk materi maupun non-materi dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja seseorang, baik secara positif maupun negatif. (Alawi. Mukdrik, 2019:. Oleh karena itu, motivasi memiliki hubungan yang erat dengan kinerja karyawan, dan peningkatan motivasi akan berdampak pada peningkatan kinerja pegawai, yang pada gilirannya mendukung keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Lingkungan kerja di PT. POS Indonesia (Perser. Area Kota Sukabumi mencakup fasilitas dan infrastruktur fisik yang mendukung pekerjaan, hubungan antara pimpinan dan bawahan, hubungan antar sesama bawahan, serta interaksi dengan organisasi atau instansi lain. Jika semua aspek tersebut memiliki kualitas yang baik, maka lingkungan kerja di PT. POS Indonesia Area Kota Sukabumi dapat memberikan dampak positif bagi karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka. Dengan terciptanya lingkungan kerja yang sesuai dengan harapan pegawai, mereka akan merasa lebih puas dan termotivasi dalam melaksanakan tugastugas mereka. Menurut Sedarmayanti lingkungan kerja dapat didefinisikan sebagai suatu tempat di mana terdapat kelompok-kelompok yang saling berinteraksi, dan di dalamnya tersedia fasilitas pendukung untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misi yang telah (Josephine and Harjanti 2. Menurut Sedarmayanti, lingkungan kerja adalah suatu tempat yang terdiri dari sejumlah kelompok yang didukung oleh berbagai fasilitas untuk mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan visi dan misinya (Fachreza1 2. Dalam hal ini, ditemukan bahwa motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan dan positif, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja Bank Aceh Syariah di Kota Banda Aceh (Fachreza1 2. sebagai faktor yang (Febrian Tan Jaya. Rokiah Kusumapradja, and Intan Silviana Mustikawati 2. Lingkungan kerja yang harmonis dan mendukung akan sangat mempengaruhi hasil kerja Selain itu, motivasi dianggap sebagai kekuatan yang ada dalam diri individu, yang bisa dikembangkan baik secara internal maupun melalui pengaruh eksternal. Imbalan baik dalam bentuk materi maupun non-materi dapat menjadi faktor MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Kinerja Karyawan utama yang mempengaruhi kinerja seseorang, baik secara positif maupun negatif. (Alawi. Mukdrik, 2019:. Jadi Motivasi sangat berkaitan dengan kinerja karyawan, maka dengan adanya motivasi seorang pegawai semakin meningkat kinerjanya. Motivasi selalu berhubungan erat dengan keberhasilan seseorang, organisasi, dan masyarakat dalam mencapai tujuannya. Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:: Kinerja karyawan merujuk pada hasil yang dicapai oleh seorang karyawan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan (Mangkunegara, 2. (Marnis & Priyono 2. Kinerja karyawan mencakup kualitas kerja, kepatuhan, hubungan antar rekan, serta tanggung jawab dalam melaksanakan tugas (A. Anwar Prabu Mangkunegara 2. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Kineja karyawan merupakan dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan mencakup hasil kerja yang dicapai baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta melibatkan kepatuhan, hubungan baik dengan rekan kerja, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas dengan sikap yang baik. Bagaimana kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja serta kinerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Area Kota Sukabumi. Bagaimana pengaruh Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Area Kota Sukabumi. Bagaimana pengaruh Motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Area Kota Sukabumi Bagaimana pengaruh Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Area Kota Sukabumi. Bagaimana pengaruh kepemimpinan, motivasi dan lingkungan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan pada PT. Pos Indonesia (Perser. di Area Kota Sukabumi. Leadership Leadership merupakan cara seorang pemimpin menjalankan fungsi kepemimpinan atau manajerial dalam memimpin bawahannya. Gaya kepemimpinan empengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi bawahan agar dapat menyelesaikan tugas dengan efektifgaya kepemimpinan adalah perilaku untuk mempengaruhi kinerja bawahannya. (Bahri and Nisa Menurut Stephen P. Robbins. Leadership adalah proses mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin menggunakan berbagai gaya untuk memotivasi dan mengarahkan bawahannya agar mencapai hasil yang (Robbins and Judge 2. Dari dua pendpat diatas dapat dismpulkan bahwa leadership mempengaruhi, mengarahkan, dan memotivasi bawahan untuk mencapai tujuan bersama secara efektif, menggunakan berbagai gaya untuk mempengaruhi kinerja dan hasil kerja METODE Sumber Daya Manusia Menurut Stephen P. Robbins, sumber daya manusia mencakup individu dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang mendukung tujuan (Qalati et al. Sumber daya manusia (SDM) memegang peran penting dalam kesuksesan perusahaan. Tanpa dukungan kinerja karyawan yang baik, meskipun ada sarana dan dana, kegiatan perusahaan tidak dapat berjalan dengan (Qalati et al. Dari pendapat diatas dapat dismpulkan bahwa sumber daya manusia adalah umber daya manusia (SDM) adalah individu dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang berperan penting dalam kesuksesan perusahaan, dimana kinerja karyawan yang baik sangat mempengaruhi kelancaran dan pencapaian tujuan Motivasi Kerja Motivasi kerja menurut Stephen P. Robbins adalah proses yang mengarahkan, mendorong, dan mempertahankan usaha individu untuk mencapai tujuan organisasi. (Robbins and Judge 2. Schaufeli dan Bakker . dalam Konsep work engagement menunjukkan bahwa Motivasi kerja dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan dan energi karyawan dalam pekerjaannya. Karyawan yang memiliki keterlibatan tinggi cenderung lebih MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 (Bakker et al. Teori SelfDetermination (SDT) menjelaskan bahwa motivasi kerja dipengaruhi oleh pemenuhan tiga kebutuhan dasar: otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Pemenuhan kebutuhan ini meningkatkan motivasi intrinsik, kinerja, dan kesejahteraan, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. (Ryan and Deci 2. Dari tiga pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja merupakan proses yang mengarahkan dan mempertahankan upaya individu untuk mencapai tujuan organisasi, dipengaruhi oleh keterlibatan karyawan, energi, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada Cv Kepemimpinan merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam suatu Hasil penelitian Karami & Tang, 2019. Masa'deh et al. , 2018. Gao et al. , 2020. Qalati et al. menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif dapat meningkatkan kinerja karyawan. Berdasarkan ilustrasi diatas maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Leadership berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hubungan Antara Motivasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian dari (Diamantidis and Chatzoglou berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Kurangnya dukungan manajemen, lingkungan organisasi, dan motivasi intrinsik dapat menurunkan kinerja karyawan melalui pengaruh negatif terhadap proaktivitas dan adaptabilitas mereka. hasil penelitian dari (Raza et al. menujukkan strategi motivasi meningkatkan kinerja karyawan dengan memenuhi kebutuhan otonomi, kompetisi, dan hubungan sosial, sehingga mendorong kontribusi karyawan dalam mencapai tujuan strategis organisasi. H2: Motivasi Kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja menurut Stephen P. Robbins mencakup faktor fisik dan psikologis yang memengaruhi karyawan, yang berdampak pada motivasi dan kinerja mereka(Robbins and Judge Lngkungan kerja meliputi alat, bahan, lingkungan fisik, metode, serta pengaturan kerja individu dan kelompok. Peningkatan kinerja karyawan memerlukan perhatian terhadap berbagai faktor, termasuk kinerja itu sendiriAnwar Prabu Mangkunegara 2. Menurut Sedarmayanti . , lingkungan kerja mencakup tempat di mana individu melakukan pekerjaannya, dilengkapi dengan fasilitas dan pengaturan yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan, baik secara fisik maupun non-fisik. (Dewi 2. Dari tiga . ndapat diatas dapat disimpulkan bahwa Lingkungan kerja merupakan mencakup faktor fisik, psikologis, fasilitas, dan pengaturan yang mempengaruhi motivasi dan kinerja karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Hubungan Antara Leadership dengan Kinerja Karyawan Leadership adalah standar perilaku yang digunakan seseorang ketika orang tersebut berusaha untuk mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang Dalam kepemimpinan yang tepat untuk menciptakan kinerja yang menyenangkan dan meningkatkan kinerja karyawan sehingga diharapkan dapat menghasilkan produktivitas yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh hasil penelitian (Khasanah and Nur 2. dengan judul penelitian Pengaruh Gaya Kepemimpinan. Motivasi Kerja Dan Lngkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Cv. Pola Prakarya yang diperoleh hasil bahwa terdapat Hubungan Antara Lingkungan Kinerja Karyawan Lingkungan kerja menurut Stephen P. Robbins mencakup faktor fisik dan psikologis yang memengaruhi karyawan, yang berdampak pada motivasi dan kinerja mereka(Robbins and Judge 2. Hal ini di buktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Josephine and Harjanti 2. adanya pengaruh positif dan singnifikan antar lingkungan kerja terhadap Kinerja karyawan pada Bagian Produksi melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada PT. Trio Corporate Plastic (Tricopl. H3 : Lingkungan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Hubungan secara simultan Leadership. Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian (Fanii Yuli Elisiana. Hari Susanta N 2. menujukkan bahwa adanya pengaruh secara simultan antara Leadership. Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja karyawan . MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 H4 : 2Hubungan secara simultan Leadership. Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non-probability Sampling dengan menggunakan sampling jenuh yang merupakan teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Maka sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) HASIL PEMBAHASAN Uji Validitas Instrumen Leadership (X. Hasil Uji validitas Leadership dilakukan dengan 9 indikator dan 72 responden menggunakan SPSS, dengan koefisien korelasi > 0,3. Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Leadership (Variabel X. Berdasarkan uji validitas, 15 butir pernyataan indikator motivasi yang valid, artinya 15 pernyataan tersebut dapat mengukur motivasi sesuai tujuan Uji Validitas Instrumen Lingkungan Kerja (X . Uji validitas lingkungan kerja dilakukan dengan 9 indikator dan 72 responden menggunakan SPSS, dengan koefisien korelasi > 0,3, menandakan butir valid. Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Lingkungan Kerja Karyawan (Variabel X. r Dengan Nilai Keterangan Rata-Rata Kritis Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) Pernyataan Pernyataan Uji Validitas Instrumen Motivasi (X. Hail Uji validitas motivasi dilakukan dengan 15 indikator dan 72 responden menggunakan SPSS, dengan koefisien korelasi > 0,3. r Dengan Rata-Rata Nilai Kritis Nilai Kritis Keterangan Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0 Berdasarkan hasil uji validitas, hanya 7 dari 9 butir pernyataan indikator lingkungan kerja yang valid, artinya 7 pernyataan tersebut dapat mengukur lingkungan kerja sesuai tujuan penelitian. Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Motivasi (Variabel X. Pernyataan r Dengan Rata-Rata Keterangan Uji Validitas Instrumen Kinerja Karyawan (Y) Uji validitas Kinerja Karyawan (Y) dilakukan terhadap 8 . indikator lingkungan kerja karyawan dengan data sampel . 72 responden yang dapat dilihat dalam tabel perhitungan dengan menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistics Program Version 24. Kriteria validasi adalah jika koefisien korelasi bernilai > 0,3, maka butir dinyatakan valid, angka 0,3 merupakan nilai kritis validitas data dengan 5%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pearson correlate bivariate, maka uji validitas instrumennya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Kinerja Karyawan (Variabel Y) Pernyataan r Dengan Rata-Rata Nilai Kritis Keterangan Nilai reliabilitas variabel Kepemimpinan dari 9 item pernyataan, diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,796 artinya nilai berada di antara 0,600 < < 0,800 yang berarti instrument variabel Kepemimpinan cukup reliable artinya dapat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) Uji Reliabilitas Instrumen Motivasi (X. Berdasarkan hasil uji validitas instrumen kinerja karyawan tersebut, maka responden hanya dapat menjawab 7 butir pernyataan dari 8 butir Dimana hasilnya dari 8 butir pernyataan indikator dinyatakan valid sebanyak 7 . pernyataan indikator, artinya hanya 7 . pernyataan indikator yang dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur kinerja karyawan. Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 24. 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Kompensasi Non Finansial (Variabel X. Case Processing Summary Cases Uji Reliabilitas Instrumen Uji Reliabilitas Instrumen Kepemimpinan (X. Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 24. 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Kepemimpinan (Variabel X. Case Processing Summary Cases Valid Excluded Total Listwise deletion based on all variables in the procedure. Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Nilai reliabilitas variabel Motivasi dari 14 item pernyataan diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,881 artinya nilai reliabel dimana nila > 0,800 yang berarti instrument variabel motivasi sangat reliable artinya dapat sangat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam. Uji Reliabilitas Instrumen Lingkungan Kerja (X . MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 24. 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: reliable artinya sangat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Lingkungan Kerja Karyawan (Variabel X. Case Processing Summary Asumsi Klasik Normalitas Menurut Prof. Imam Ghozali . Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan nilai residual mengikuti distribusi normal, jika asumsi ini tidak terpenuhi maka uji hasil statistik menjadi tidak valid khususnya untuk sampel kecil. Ada dua kriteria yang dapat digunakan dalam Cases Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items uji normalitas yaitu: Nilai reliabilitas variabel Lingkungan Kerja Karyawan dari 7 item pernyataan diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,742 artinya nilai reliabel berada di antara 0. 600 < < 0. 800 yang berarti instrument variabel lingkungan kerja karyawan cukup reliable artinya cukup dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam. Analisis Grafik dan Kurva Probability plot (PPlo. Detek di uji normalitas dapat dilakukan dengan melihat penyebaran data . pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram Sedangkan kurva probability plot (PPlo. dapat digunakan untuk membandingkan distribusi normal dan distribusi kumulatif. Distribusi normal yang membentuk garis lurus diagonal dan ploting data residual dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data residual normal, maka data akan mengikuti garis diagonalnya. Model regresi berdistribusi normal dilihat dari penyebarannya pada sumbu diagonal dari grafik dengan dasar keputusan sebagai berikut: Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi normalitas. Analisis Statistik Kolmogorov-Simirnov (K-S). Analisis Statistik Kolmogorov-Simirnov (K-S), uji K-S dilakukan dengan menghitung residual data distribusi normal. Suatu data dikatakan normal jika besarnya nilai signifikan variabel Asymp sig > = 0,05 dan sebaliknya apabila nilai signifikan variabel < = 0,05 maka tidak memenuhi asumsu normalitas Multikolinearitas Uji Reliabilitas Instrumen Kinerja Karyawan (Y) Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 24. 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Kinerja Karyawan (Variabel Y) Case Processing Summary Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Cases Nilai reliabilitas variabel Kinerja Karyawan dari 7 item pernyataan diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,818 artinya nilai reliabel berada di antara < 0. 800 yang berarti instrument variabel kinerja karyawan sangat MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Menurut Prof. Imam Ghozali . multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antar variable Multikolinearitas dapat juga dilihat dari . nilai tolerance . variance inflation model (VIF). Kedua ukuran ini menunjukkan setiap variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi . arena VIF = 1/Toleranc. Nilai cut off yang umum multikolinearitas adalah nilai tolerance O 0. 10 atau sama dengan nilai VIF Ou 10. Heteroskedastisitas penyelidikan atau penelitian lebih lanjut dan . membuat keputusan-keputusan sederhana (Bambang Soedibjo, 2010:. Untuk mengetahui deskripsi kompensasi finansial dan non finansial serta kepuasan kerja karyawan adalah analisis deskriptif. Adapun perhitungan yang digunakan adalah analisis frekuensi skor jawaban, dimana jumlah skor dihitung : OcX = Oc(Fi x B) Dimana: Bobot/skor jawaban Banyaknya pernyataan/pertanyaan Variabel pertanyaan Penjelasan bobot nilai skor aktual dapat dilihat pada table berikut menurut Sugiyono . Menurut Ghozali . Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual atau pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisita. Kebanyakan data cross section mengandung situasi Heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran . ecil, sedang dan besa. Salah satu cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya Heteroskedastisitas adalah dengan melihat Grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat . yaitu ZPRED dengan residunya SRESID. Deteksi ada atau tidaknya dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi Ae Y yang telah di-studentized Tabel 3. Kriteria Presentase Tanggapan Responden Presentase Kategori Skor 20,00 Ae 35,99 Sangat Rendah/Tidak Setuju/Puas 36,00 Ae 51,99 Rendah/Kurang Setuju/Puas 52,00 Ae 67,99 Cukup Tinggi/Cukup Setuju/Puas 68,00 Ae 83,99 Tinggi/Setuju/Puas 84,00 Ae 100 Sangat Tinggi/Sangat Setuju/Puas Sumber: Sugiyono . Untuk itu, dalam penelitian ini penulis menggunakan kategori skor sangat setuju, setuju, cukup setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju untuk variabel Kepemimpinan (X1, variabel Motivasi (X. dan Variabel Lingkungan Kerja . (X. Sedangkan untuk variabel Kinerja kerja karyawan (Y) penulis menggunakan kategori skor sangat setujus, setuju, cukup setuju, tidak setujudan sangat tidak setuju. Analisis Statistik Deskriptif Dalam penelitian ini analisis statistik yang diambil adalah analisis deskriptif dan asosiatif. Kajian deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan variabel-variabel dari sebuah situasi atau Informasi yang dihasilkan oleh kajian deskriptif dapat membantu kita . memahami karakteristik suatu kelompok dalam kondisi tertentu, . berpikir sistematis mengenai berbagai aspek dari kondisi tertentu, . menawarkan ide untuk 3 Analisis Korelasi Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa: Aukorelasi product momment digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel atau lebih bila data kedua variabel atau lebih MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 berbentuk interval atau rasio. Dan sumber data dari dua KD = koefisien determinasi R = koefisein korelasi variabel atau lebih adalah samaAy. Koefisien korelasi pearson dirumuskan sebagai Analisis Regresi Linear Berganda (RLB) Untuk analisis regresi yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model regresi Menurut Sugiyono . 4: . menjelaskan bahwa regresi ganda adalah sebagai berikut: AuAnalisis regresi ganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen . , bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi . inaik-turunkan nilainy. Ay Sedangkan menurut Tony Wijaya . sebagai berikut: AuRegresi linier berganda digunakan untuk menguji pengaruh lebih dari satu independent variable terhadap dependent variable. Ay Analisis regresi linear berganda digunakan peneliti dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kompensasi finansial dan kompensasi non finansial terhadap kepuasan kerja karyawan. Menurut Sugiyono . bentuk persamaan dari regresi linier berganda ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui keeratan atau derajat asosiasi hubungan antara variabel X1 dan X2 dan variabel Y seperti diungkapkan oleh Sugiyono . , dapat ditunjukkan dalam tabel berikut: Tabel 3. Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,000 - 0,199 Sangat Rendah 0,200 - 0,399 Rendah 0,400 - 0,599 Sedang 0,600 - 0,799 Kuat 0,800 - 1,000 Sangat Kuat Keterangan : = Kepuasan Kerja Karyawan = Koefisien konstanta = Koefisien regresi = Kompensasi Finansial Sumber: Sugiyono . = Kompensasi Non Finansial Korelasi dapat menghasilkan angka angka positif ( ) atau negatif (-). Jika korelasi menghasilkan angka positif ( ), hubungan kedua variabel atau lebih bersifat searah. Jika korelasi menghasilkan angka negatif (-) hubungan kedua variabel atau lebih bersifat tidak searah. Angka korelasi berkisar antara 0 = Error, variabel gangguan Analisis Koefisien Determinasi (KD) Digunakan untuk mengetahui berapa besar kontribusi atau peranan variabel X1 dan X2 dan X3 terhadap Y maka digunakan rumus koefisien determinan, dengan rumus sebagai berikut : Keterangan : KD = R2 x 100 MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 HASIL PENELITIAN Uji Validitas Uji Validitas adalah untuk mengukur suatu instrument apakah mencerminkan arti yang sebenarnya dari konsep yang diteliti, atau untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Pengujian validitas instrument penelitian ini dengan menggunakan rumus korelasi person . earson correlation bivariat. , yaitu: Uji Validitas Instrumen Kepemimpinan (X. Uji validitas Kepemimpinan (X. dilakukan terhadap 9 . indikator kepemimpinan dengan data sampel . 72 responden yang dapat dilihat dalam tabel perhitungan dengan menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistics Program Version 24. Kriteria validasi adalah jika koefisien korelasi bernilai > 0,3, maka butir dinyatakan valid, angka 0,3 merupakan nilai kritis validitas data dengan 5%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pearson correlate bivariate, maka uji validitas instrumennya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Pernyataan dinyatakan valid, angka 0,3 merupakan nilai kritis validitas data dengan = 5%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pearson correlate bivariate, maka uji validitas instrumennya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Motivasi (Variabel X. Pernyataan Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Kepemimpinan (Variabel X. r Dengan Nilai Keterangan Rata-Rata Kritis Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid r Dengan Rata-Rata Nilai Kritis Keterangan Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) Berdasarkan hasil uji validitas instrumen motivasi tersebut, maka responden hanya dapat menjawab 14 butir pernyataa dari 15 . ima bela. butir pernyataan indikator yang dinyatakan valid, artinya ke- 14 . mpat bela. pernyataan tersebut dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur motivasi. Uji Validitas Instrumen Lingkungan Kerja (X. Uji validitas Lingkungan Kerja (X. dilakukan terhadap 9 . indikator lingkungan kerja karyawan dengan data sampel . 72 responden yang dapat dilihat dalam tabel perhitungan dengan menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistics Program Version 24. Kriteria validasi adalah jika koefisien korelasi bernilai > 0,3, maka butir dinyatakan valid, angka 0,3 merupakan nilai kritis validitas data dengan 5%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pearson instrumennya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) Berdasarkan hasil uji validitas instrumen kepemimpinan tersebut, maka responden dapat menjawab semua butir pernyataan. Dimana hasilnya dari 9 pernyataan indikator dinyatakan valid sebanyak 9 item pernyataan, artinya hanya 9 pernyataan tersebut yang dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur Uji Validitas Instrumen Motivasi (X. Uji validitas Motivasi (X. dilakukan terhadap 15 . ima bela. indikator motivasi dengan data sampel . 72 responden yang dapat dilihat dalam tabel perhitungan dengan menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistics Program Version 24. Kriteria validasi adalah jika koefisien korelasi bernilai > 0,3, maka butir MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Lingkungan Kerja Karyawan (Variabel X. r Dengan Nilai Pernyataan Keterangan Rata-Rata Kritis Tidak Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) Valid Tidak Valid Valid Nilai kritis . di ambil dari tabel kritis 0,3 pada n = 72 dan 0,05 . %) Berdasarkan hasil uji validitas instrumen kinerja karyawan tersebut, maka responden hanya dapat menjawab 7 butir pernyataan dari 8 butir Dimana hasilnya dari 8 pernyataan indikator dinyatakan valid sebanyak 7 . pernyataan indikator, artinya hanya 7 . pernyataan indikator yang dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur kinerja karyawan. Uji Reliabilitas Instrumen Berdasarkan hasil uji validitas instrumen lingkungan kerja karyawan tersebut, maka responden dapat menjawab 7 butir pernyataan dari 9 peryataan. Dimana hasilnya dari 9 pernyataan indikator dinyatakan valid sebanyak tujuh . pernyataan indikator, artinya hanya 7 . pernyataan indikator yang dapat mengukur apa yang hendak di ukur yaitu mengukur lingkungan kerja karyawan. Uji Reliabilitas Instrumen Kepemimpinan (X. Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Kepemimpinan (Variabel X. Case Processing Summary Cases Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the Uji Validitas Instrumen Kinerja Karyawan (Y) Uji validitas Kinerja Karyawan (Y) dilakukan terhadap 8 . indikator lingkungan kerja karyawan dengan data sampel . 72 responden yang dapat dilihat dalam tabel perhitungan dengan menggunakan alat bantu IBM SPSS Statistics Program Version 24. Kriteria validasi adalah jika koefisien korelasi bernilai > 0,3, maka butir dinyatakan valid, angka 0,3 merupakan nilai kritis validitas data dengan 5%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis pearson instrumennya dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Nilai reliabilitas variabel Kepemimpinan dari 9 item pernyataan, diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,796 artinya nilai berada di antara 0,600 < < 0,800 yang berarti instrument variabel Kepemimpinan cukup reliable artinya dapat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam. Tabel 4. Uji Validitas Instrumen Kinerja Karyawan (Variabel Y) r Dengan Nilai Pernyataan RataKeterangan Kritis Rata Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Uji Reliabilitas Instrumen Motivasi (X. Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 karyawan cukup reliable artinya cukup dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan seragam. Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Kompensasi Non Finansial (Variabel X. Uji Reliabilitas Instrumen Kinerja Karyawan (Y) Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Kinerja Karyawan (Variabel Y) Case Processing Summary Cases Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the Case Processing Summary Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Valid Excludeda Total Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Cases Nilai reliabilitas variabel Motivasi dari 14 item pernyataan diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,881 artinya nilai reliabel dimana nila > 0,800 yang berarti instrument variabel motivasi sangat reliable artinya dapat sangat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan Nilai reliabilitas variabel Kinerja Karyawan dari 7 item pernyataan diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,818 artinya nilai reliabel berada di antara < 0. 800 yang berarti instrument variabel kinerja karyawan sangat reliable artinya sangat dipercaya sebagai alat untuk mengumpulkan data atau jawaban responden yang konsisten dan Uji Reliabilitas Instrumen Lingkungan Kerja (X. Pengujian ini dapat di analisis melalui bantuan IBM SPSS Statistics Program Version 0, maka diperoleh nilai Alpha CorunbachAos sebagai berikut: Uji Asumsi klasik UjiNormalitas Uji normalitas perlu dilakukan untuk menentukan statistika yang akan digunakan dalam uji perbedaan. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data yang didapatkan mengikuti atau mendekati hukum sebaran normal (Nisfiannoor, 2013:. Apabila sebaran data normal, maka teknik analisis yang digunakan yaitu Independent-Sample T Test. Uji normalitas dalam penelitian ini penulis menggunakan Grafik Probability-Plot (P-Plo. dan uji Kolmogorov-Smirnov Test yang hasilnya ditampilkan pada tabel sebagai berikut berikut ini: Analisis Grafik dan Kurva Probability Plot (P-Plo. Tabel 4. Uji Reliabilitas Instrumen Lingkungan Kerja Karyawan (Variabel X. Case Processing Summary Valid Excluded Total Listwise deletion based on all variables in the Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Cases Nilai reliabilitas variabel Lingkungan Kerja Karyawan dari 7 item pernyataan diperoleh nilai Alpha CronbachAos () sebesar 0,742 artinya nilai reliabel berada di antara 0. 600 < < 0. 800 yang berarti instrument variabel lingkungan kerja MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 sample K-S dapat katakan bahwa untuk data yang digunakan berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas . ndependen variabl. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Gambar 4. Output Uji Normalitas dengan Kurva Probability plot (P-Plo. Unstandar Standard Coefficien Coeffici Collinearity Statistics Std. Erro Si Tolera VI Model Beta 1 (Constan. Kepemim . Motivasi . Lingkung . an Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Sumber : Data SPSS 25. 0, diolah Peneliti, 2. (Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti,2. Berdasarkan tampilan kurva atau grafik normal Plot di atas dapat disimpulkan bahwa grafik Histogram memberikan pola distribusi yang Sedangkan grafik normal P-P plot of regression standardized residual terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti garis diagonalnya. Maka dapat disimpulkan grafik ini menunjukan bahwa model regresi layak digunakan karena memenuhi asumsi normalitas. Analisis Statistik Kolmogorov-Simirnov (K-S). Berdasarkan Uji Multikolinieritas, nilai korelasi antar variabel independen lebih rendah dari 0,90, kemudian Kepemimpinan (X. = 0,338. Variabel Motivasi (X. = 0,251 dan Variabel X3 = 0,242 lebih besar dari 0,10 . olerance > 0,. , ini menunjukkan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat masalah dalam uji multikolinieritas. Demikian juga dengan nilai VIF variabel Kepemimpinan (X. = 2, 959, varaibel Motivasi (X. = 3,991 dan Variabel Lingkungan Kerja (X. = 4,132 lebih kecil dari 10,00 (VIF < 10,. , maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas antara variabel independen . ndependen variabl. dalam model regresi . egression mode. Tabel 4. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Hasil Perhitungan Uji Normalitas (Sumber : Data SPSS 24. 0, diolah Peneliti, 2. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dijelaskan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. diperoleh nilai signifikansi . sebesar 0,200 . ,200 > 0,. , maka berdasarkan NPar Test 1- MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda akan disebut heteroskedastisitas (Ghazali, 2015 :. Untuk menentukan heteroskedastisitas dapat menggunakan grafik scatterplot, titik-titik yang terbentuk harus menyebar secara acak, tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y, bila kondisi ini terpenuhi maka tidak terjadi heteroskedastisitas dan model regresi layak digunakan. Hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan grafik scattplot penulis tampilkan pada gambar sebagai berikut: Perhitungan yang dilakukan peneliti dengan menggunakan bantuan program IBM SPs Statistics for windows versi 24 adalah sebagai Tabel 4. Correlations Kepemimpinan Motivasi Kepemimpinan Pearson Correlation Sig. -taile. Motivasi Pearson Correlation Sig. -taile. Lingkungan Pearson Kerja Correlation Sig. -taile. Kinerja Pearson Karyawan Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Lingkungan Kinerja Kerja Karyawan Berdasarkan hasil analisa dengan uji Correlation PearsonAos seperti terlihat pada tabel di atas, maka: Dapat dilihat nilai korelasi . Kepemimpinan (X. dengan kinerjakerja karyawan (Y) sebesar R = 0. 615 yang berarti berada diantara nilai 0,600 Ae 0,799, yang artinya memiliki hubungan kuat dan Sifat hubungan positif yang artinya jika kepemimpinan meningkat maka kinerja aryawan akan semakin meningkat pula. Dapat dilihat nilai korelasi . Motivasi (X. dengan kinerja karyawan (Y) sebesar R = 0. 683 yang berarti berada diantara nilai 0,600 Ae 0,799, yang artinya memiliki hubungan kuat dan searah. Sifat hubungan positif yang artinya jika motivasi meningkat maka kinerja karyawan akan semakin bertambah baik atau meningkat Dapat dilihat nilai korelasi . Lingkungan Kerja (X. dengan kinerja karyawan (Y) sebesar R = 0. 623 yang berarti berada diantara nilai 0,600 Ae 0,799, yang artinya memiliki hubungan kuat dan Sifat hubungan positif yang artinya jika lingkungan kerja meningkat maka kinerja karyawan akan semakin bertambah baik atau meningkat pula. Kemudian untuk melihat . antara kepemimpinan. Moivasi dan Lingkungan Kerja secara bersamaan . terhadap kinerja karyawan, yaitu dengan melihat tabel model summary sebagai berikut : Berdasarkan grafik di atas, untuk melihat ada atau tidaknya heteroskedastisitas itu dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi dengan residualnya (Gujarati, 2013: . Adapun dasar untuk menganalisisnya, adalah: Jika ada pola tertentu . ergelombang, melebar, kemudian menyempi. maka mengindikasikan bahwa telah terjadi Jika tidak ada pola tertentu serta titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y maka tidak terjadi Berdasarkan gambar diatas, maka dapat dilihat sebaran titik-titik yang acak, baik di atas maupun dibawah angka 0 dari sumbu Y, dapat disimpulkan tidak terjadi heterokesdastisitas dalam model regresi ini. Analisis Korelasi Pearson Untuk mengetahui seberapa besar korelasi . Kepemimpinan. Motivasi dan Lingkungan Kerja dengan Kinerja Karyawan, data-data yang telah di peroleh selama penelitian akan di analisis dengan menggunakan metode analisis korelasi Pearson Product Moment. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Tabel 4. Output SPSS Korelasi Pearson (R) Variabel X1. X2 dan X3 dengan Variabel Y Model Summaryb Adjusted R Std. Error of R Square Square the Estimate Model Change Statistics R Square Change F Change Sig. Change DurbinWatson Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Kepemimpinan. Motivasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan yaitu RSquare nya sebesar 0,410 atau 41,0%. Hal ini meberikan mmakna bahwa kepemimpinan (X. Motivasi (X. , dan Lingkungan Kerja (X. secara simultan memberikan kontribusi pengaruh sebesar 41,0% terhadap Kinerja karyawan (Y), dan sisanya sebesar 59,0% dipengaruhi oleh variabel lain seperti Budaya Organisasi. Konpensasi. Disiplin Kerja, pengalaman kerja, , beban kerja, dan sebagainya. Berdasarkan tabel model summary dapat diketahui bahwa besarnya nilai korelasi . antara kepemimpinan (X. Motivasi (X. dan Lingkungan Kerja (X. secara bersama-sama atau simultan terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar R = 0. 641 yang berarti berada diantara nilai 0,600 Ae 0,799, yang artinya memiliki hubungan kuat dan searah. Sifat hubungan positif yang artinya jika kepemimpinan. Motivasi dan Lingkungan Kerja bertambah atau meningkat maka kinerja karyawan akan semakin bertambah atau meningkat pula. Analisis Regresi Linear Berganda (RLB) Analisis regresi linear berganda digunakan peneliti dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana pengaruh bahwa kepemimpinan (X. Motivasi (X. , dan Lingkungan Kerja (X. terhadap Kinerja karyawan (Y). maka analisis regresi linear berganda dapat di hitung dengan Analisis Koefisien Determinasi (KD) Selain Regresi Linear Berganda dan Korelasi Pearson, besarnya konstribusi pengaruh dari kepemimpinan (X. Motivasi (X. dan Lingkungan Kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan metode Koefisien Determinasi (KD). Nilai Koefisien Determinasi (KD) dengan RSquare (R. dapat dihitung dengan bantuan program IBM SPSS Statistics Version Berikut penulis sajikan tabel keofisen determinasi output SPSS program: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 a Keterangan: Tabel 4. Koefisien Determinasi (R. Model Model Summary R Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate = Kinerja Karyawan = Koefisien konstanta = Koefisien regresi = Kepemimpinan = Motivasi ( = Lingkungan Kerja = Error, variabel gangguan Berdasarkan data yang diperoleh peneliti pada penelitian ini mengenai pengaruh Kepemimpinan (X. Motivasi (X. dan Lingkungan kerja karyawan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) selanjutnya dilakukan pengujian dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program statistik IBM SPSS Statistics for windows versi 24 sebagai berikut: Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Kepemimpinan. Motivasi Dependent Variable: Kinerja Karyawan Berdasarkan output SPSS di atas, maka : KD = . 2 x 100 % KD = 0,410 x 100 % KD = 41,0 % Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat di ketahui besarnya angka koefisien determinasi (KD) Tabel 4. Analisis Regresi Linear Berganda (RLB) Variabel X1. X2. X3 dan Variabel Y MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Kepemimpinan Motivasi Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti, 2. positif, artinya jika variabel motivasi naik sebesar 1 point,- maka akan menyebabkan nilai kinerja karyawan naik sebesar 0,75 point. Ini menunjukan bahwa motivasi memiliki hubungan searah dengan kinerja karyawan. Nilai Koefisien regresi Lingkungan Kerja (X3 )adalah sebesar 0,351 dan bertanda positif, artinya jika variable lingkungan kerja karyawan naik sebeesar 1 point, maka akan menyebabkan nilai kinerja karyawan naik sebesar 0,351 point. Ini menunjukan bahwa lingkungan kerja Berdasarkan output SPSS di atas yaitu tabel coeffisientsa, diperoleh contanta . sedangkan nilai koefisien regresi kepemimpinan . sebesar 0,383 . Motivasi . dan Lingkungan Kerja . sebesar 0,351 sehingga dengan demikian persamaan regresinya dapat ditulis: Y = 22,503 0,383 X1 0,075 X2 0,351 X3 Y = 23,312 Berdasarkan persamaan regresi tersebut dapat Konstanta . memiliki nilai sebesar 22,503. Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Kepemimpinan Motivasi Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan kepemimpinan (X. Motivasi (X. Lingkungan Kerja (X. tidak ada kenaikan atau sama dengan nilai 0, maka besarnya nilai kiner karyawan (Y) sebesar 22,312. Nilai kepemimpinan (X. adalah sebmesar 0383 dan bertanda positif, artinya jika variabel kepemimpinan meningkat point,maka menyebabkan nilai kinerja karyawan meningkat sebesar 0, 383 point. Ini menunjukan bahwa kepemimpinan memiliki hubungan searah dengan kinerja karyawan. Nilai koefisien regresi motivasi (X. adalah sebesar 0, 75 dan bertanda Hasil Pembahasan Pengaruh Kepemimpinan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Variabel Y) Untuk mengetahui hasil uji t dapat dilihat pada tabel dibawah ini: (Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti, 2. Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui signifikansi 0,001 < 0,05 lebih kecil ( sig < ) dengan taraf signifikan 0,05, dan t hitung . -sta. 3,402. Nilai dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t, dengan demikian = MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 0,05, df = n-. sehingga diperoleh df = 71, kemudian untuk pengujian dua sisi . wo-taile. di peroleh nilai t tabel sebesar 1,994. Diketahui bahwa t hitung untuk X1 . > t tabel atau . hitung > t tabe. dan berada diluar t tabel (-1,994 dan 1,. , maka H0 ditolak (H1 diterim. dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Khasanah dan Nur . dengan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan di CV. Pola Prakarya. Kepemimpinan merupakan salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kinerja karyawan dalam suatu organisasi. Selain itu, hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Karami & Tang . Masa'deh et . Gao et al. , dan Qalati et . juga menunjukkan bahwa meningkatkan kinerja karyawan secara Untuk mengetahui hasil uji t dapat dilihat pada tabel dibawah ini: dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t, dengan demikian = 0,05, df = n-. sehingga diperoleh df = 71, kemudian untuk pengujian dua sisi . wo-taile. di peroleh nilai t tabel sebesar 1,994. Diketahui bahwa t hitung untuk X2 . > t tabel atau . hitung > t tabe. dan berada diluar t tabel (-1,994 dan 1,. , maka H0 ditolak (H2 diterim. Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sesuai dengan hasil penelitian terdahulu yang dilakukan Hasil penelitian dari (Diamantidis and Chatzoglou 2. menunjukan bahwa motivasi kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Kurangnya organisasi, dan motivasi intrinsik dapat menurunkan kinerja karyawan melalui pengaruh negatif terhadap proaktivitas dan adaptabilitas mereka. hasil penelitian dari (Raza et al. menujukkan strategi motivasi intrinsik yang diterapkan manajer dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan memenuhi kebutuhan otonomi, kompetisi, dan hubungan sosial, sehingga mendorong kontribusi karyawan dalam mencapai tujuan strategis organisasi. Tabel 4. Uji t Pengaruh Motivasi (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Uji Pengaruh Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan Variabel Y Untuk mengetahui hasil uji t dapat dilihat Uji Pengaruh Motivasi (X. Terhadap Kinerja Karyawan (VariabelY) Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Kepemimpinan Motivasi Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti, 2. Output uji analisis terlampir pada bagian lampiran pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Uji t Pengaruh Lingkungan (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa Motivasi memiliki signifikansi 0,000 < 0,05 lebih kecil ( sig < ) dengan taraf signifikan 0,05, dan t hitung . -sta. sebesar 2,502 Nilai t hitung ini MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Kepemimpinan Motivasi Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan (Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti, 2. Tabel 4. Uji F Pengaruh Kepemimpinan (X. Motivasi (X. dan Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kinderja Karyawan (Y) Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa Lingkungan Kerja memiliki signifikansi 0,000 < 0,05 lebih kecil ( sig < ) dengan taraf signifikan 0,05, dan t hitung . -sta. sebesar 2,770. Nilai t hitung ini dibandingkan dengan nilai t tabel pada tabel distribusi t, dengan demikian = 0,05, df = n-. sehingga diperoleh df = 71, kemudian untuk pengujian dua sisi . wo-taile. di peroleh nilai t tabel sebesar 1,994. Diketahui bahwa t hitung untuk X3 . ,770 > t tabel atau . hitung > t tabe. dan berada diluar t tabel (-1,994 dan 1,. , maka H0 ditolak (H3 diterim. Lingkungan Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Sesuai dengan pendapat Lingkungan kerja menurut Stephen P. Robbins mencakup faktor fisik dan psikologis yang memengaruhi karyawan, yang berdampak pada motivasi dan kinerja mereka(Robbins and Judge 2. Hal ini di buktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Josephine and Harjanti 2. adanya pengaruh positif dan singnifikan antar lingkungan kerja terhadap Kinerja karyawan pada Bagian Produksi melalui Motivasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada PT. Trio Corporate Plastic (Tricopl. Uji F (Uji Simulta. Pengujian ini bertujuan untuk menguji . epemimpinan, motivasi dan lingkungan kerj. secara simultan terhadap variabel dependen . inerja karyawa. Dari hasil output analisis regresi dapat diketahui nilai F seperti pada tabel berikut ini: ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Squar Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Kepemimpinan. Motivasi (Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti, 2. Output uji analisis terlampir pada bagian lampiran Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa signifikansi 0,000 < 0,05 dan F hitung (F-sta. sebesar 5,649. Nilai ini dibandingkan dengan nilai F tabel pada tabel distribusi F, dengan demikian = 0,05, df = n-. sehingga diperoleh df = 71, kemudian untuk pengujian dua sisi . wo-taile. di peroleh nilai F tabel sebesar 3,13. Diketahui bahwa F hitung . > F tabel . atau (F hitung > F tabe. , sehingga H0 ditolak (H1 diterim. Artinya terdapat pengaruh simultan yang signifikan dari Kepemimpinan (X. Motivasi (X. dan Lingkungan Kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y). ) sebesar 5,649 berada pada daerah penolakan H0, yang menujukkan bahwa Kepemimpinan. Motivasi dan Lingkungan Kerja simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Artinya. Kepemimpinan. Motivasi dan Lingkungan Kerja baik dirasakan karyawan, maka akan meningkatkan Kinerja kerja karyawannya. MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Pos Indonesia Cabang Sukabumi, disimpulkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Penilaian karyawan terhadap variabel kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja secara keseluruhan menunjukkan hasil yang baik, meskipun terdapat beberapa indikator yang masih perlu Di antaranya, kepercayaan pada pimpinan yang dinilai relatif rendah, pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi, serta kebisingan di lingkungan kerja. Hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh sebesar 61,5%, motivasi sebesar 68,3%, dan lingkungan kerja sebesar 62,3% terhadap kinerja karyawan, dengan kontribusi masing-masing sebesar Secara keseluruhan, ketiga variabel ini memberikan kontribusi sebesar 64,1% terhadap kinerja karyawan PT. Pos Indonesia Cabang Sukabumi. Uji normalitas perlu dilakukan untuk menentukan statistika yang akan digunakan dalam uji perbedaan. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data yang didapatkan mengikuti atau mendekati hukum sebaran normal (Nisfiannoor, 2013:. Apabila sebaran data normal, maka teknik analisis yang digunakan yaitu Independent-Sample T Test. Uji normalitas dalam penelitian ini penulis menggunakan Grafik Probability-Plot (P-Plo. dan uji Kolmogorov-Smirnov Test yang hasilnya ditampilkan pada tabel sebagai berikut berikut ini: Analisis Grafik dan Kurva Probability Plot (P-Plo. Rekomendasi: Berdasarkan rekomendasi yang dapat diajukan adalah sebagai berikut: pertama, untuk meningkatkan kepercayaan karyawan terhadap pimpinan, yang masih tergolong rendah, perusahaan perlu memperkuat transparansi kebijakan dan komunikasi antara pimpinan dan karyawan. Kedua, diharapkan dapat lebih memperhatikan pekerjaan yang berisiko tinggi dengan menyediakan sistem pengamanan yang memadai serta memberi kesempatan promosi yang lebih merata untuk semua karyawan. Ketiga, dalam hal lingkungan kerja, perusahaan perlu melakukan perbaikan terutama pada aspek kebisingan yang masih Dengan faktor-faktor diharapkan kinerja karyawan akan semakin meningkat, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan lebih optimal Gambar 4. Output Uji Normalitas dengan Kurva Probability plot (P-Plo. (Sumber : Data SPSS 24. 0 Diolah Peneliti,2. Berdasarkan tampilan kurva atau grafik normal Plot di atas dapat disimpulkan bahwa grafik Histogram memberikan pola distribusi yang normal. Sedangkan grafik normal P-P plot of regression standardized residual terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal serta penyebarannya mengikuti garis Maka dapat disimpulkan grafik ini menunjukan bahwa model regresi layak MBA Journal: Management. Business Administration, and Accounting Journal e- ISSN: x-x Vol. 1 No. Des 2024 Hal 38-60 Karyawan Dan Dampaknya Pada Kinerja Bank Aceh Syariah Di Kota Banda Aceh. Ay 2. : 115Ae22. DAFTAR PUSTAKA