Cara Mengutip (Gaya APA): Oka Titin Pratiwi, dan Retno Winarni. Penggunaan Media Literacy Cloud untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas VA Sekolah Dasar. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 567-573. : https://doi. org/10. 20961/ddi. Penggunaan Media Literacy Cloud untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Peserta Didik Kelas VA Sekolah Dasar Oka Titin Pratiwi1,dan Retno Winarni2 PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: okatitinpratiwi01@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: Literacy Cloud. elementary school DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak This study aims to explain the use of Literacy Cloud media to improve the reading comprehension skills of fifth-grade students at SDN Dukuhan Kerten Surakarta. This study uses classroom action research (CAR) based on the Kemmis and Mc Taggart model with the following stages: . planning, . implementation of actions, . observation, . This classroom action research was conducted by the teacher in two cycles, each consisting of two meetings, to address learning issues in the The research subjects were 24 students in class VA. Data collection techniques in this study included interviews, observations, and The research data were analyzed qualitatively and quantitatively The results of this study indicate an increase in reading comprehension skills among students after using the Literacy Cloud The results obtained were seen from the percentage of student achievement, which increased from 41. 66% to 79. The challenges identified include some students who tend to work independently during lessons, students who lack confidence, and students who are less engaged in group discussions. The solutions implemented include teachers advising students, providing motivation, a nd assigning each student a specific role in group discussions. Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Manusia membutuhkan interaksi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penggunaan bahasa sangat esensial dalam berkomunikasi. Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk berpikir dan mengutarakan suatu perasaan (Rabrusun & Lopulalan, 2. Keterampilan berbahasa yang diajarkan pada sekolah dasar terdapat empat jenis yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis (Pratiwi et al. , 2. Pendidikan dasar menuntut peserta didik untuk menguasai empat keterampilan berbahasa, salah satunya keterampilan membaca yang menjadi standar kemampuan berbahasa (Chasanah et al. , 2. Membaca bermanfaat untuk mendapatkan pengalaman serta pengetahuan yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan keberhasilan belajar peserta didik (Wulandari et al. , 2. Kemampuan membaca memiliki peran penting yang harus dimiliki oleh setiap anak. kegiatan membaca membantu peserta didik dalam meningkatkan 4C keterampilan abad 21 seperti berpikir secara kreatif, berpikir secara kritis, kolaborasi, dan komunikasi (Saputro et al. , 2. Masalah Penelitian Level kemampuan membaca pemahaman peserta didik berdasarkan hasil di lapangan masih tergolong rendah, seperti pada peserta didik kelas VA SDN Dukuhan Kerten Surakarta. Guru kelas VA menyatakan bahwa peserta didik masih kesulitan dalam menentukan unsur-unsur intrinsik maupun ekstrinsik pada sebuah cerita serta masih kesulitan dalam membuat simpulan isi cerita dengan bahasanya sendiri. Hasil di lapangan menunjukkan beberapa aspek kemampuan membaca pemahaman mendapatkan nilai rata-rata keseluruhan dalam kategori kurang dengan persentase sebesar 50,00%. Aspek literal diperoleh rata-rata sebesar 68,06%, aspek reorganization sebesar 39,04%, aspek inferensial sebesar 47,22%, dan aspek evaluatif sebesar 63,39%. Kenyataan di lapangan masih banyak peserta didik yang menghadapi tantangan memahami isi bacaan akibat kurangnya literasi dan kemampuan membaca (Ambarita et al. , 2. Keadaan Terkini Penelitian Salah satu media yang dinilai sesuai untuk mendukung kegiatan pembelajaran kemampuan berbahasa yaitu Literacy Cloud. Literacy Cloud ialah media daring yang didesain seperti perpustakaan cerita anak berbasis digital yang menyediakan berbagai buku dari berbagai jenjang membaca (Budianti et al. , 2. Penelitian yang dilakukan oleh Nugraha . mendapatkan hasil peningkatan keterampilan membaca pemahaman yang signifikan dengan nilai t hitung 2,177 > t tabel 1,675. Penelitian sejenis yang dilakukan oleh Islami et al. menyatakan bahwa penggunaan media Literacy Cloud berdampak positif terhadap perkembangan pemahaman bacaan dan minat baca peserta didik. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Penggunaan media yang sesuai dapat menentukan efisiensi dan efektivitas pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan dan motivasi membaca. Kemampuan membaca berkontribusi dalam menumbuhkan keterampilan ilmiah berpikir kreatif dan berpikir kritis (Sigit & Githa, 2. Berdasarkan permasalahan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi di atas, peneliti berupaya melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan media Literacy Cloud untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas VA SDN Dukuhan Kerten Surakarta. Penelitian ini mengisi celah pada kajian yang secara spesifik menerapkan Literacy Cloud dalam siklus PTK untuk meningkatkan aspek-aspek membaca pemahaman secara menyeluruh pada jenjang sekolah dasar. METODE Penelitian ini menggunakan metode PTK (Penelitian Tindakan Kela. dengan tujuan untuk mengoptimalkan mutu proses kegiatan pembelajaran dan hasil belajar melalui serangkaian siklus yang melibatkan fase perencanaan, fase pelaksanaan, fase pengamatan, dan fase refleks (Arikunto et al. , 2. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VA yang berjumlah 24 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes kemampuan membaca pemahaman serta dokumentasi. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data penelitian ini berpedoman pada Miles dan Huberman yaitu pemilihan data, pengorganisasian data data, penarikan simpulan dan verifikasi. Indikator pencapaian sebesar 75% jumlah keseluruhan peserta didik HASIL Penelitian dengan penggunaan media Literacy Cloud yang dilaksanakan pada peserta didik kelas VA SDN Dukuhan Kerten tahun pelajaran 2024/2025. Peneliti sebelumnya melakukan kegiatan pratindakan yang bertujuan untuk mengetahui kondisi awal dari kemampuan membaca pemahaman peserta didik. Hasil tes yang diperoleh hanya terdapat 6 peserta didik tuntas dari 24 peserta didik. Hasil wawancara menyatakan bahwa kondisi yang menyebabkan rendahnya kemampuan membaca pemahaman terjadi karena sejumlah faktor seperti eksternal dan internal. Menurut Sampe et al. , . , beberapa faktor penyebabnya meliputi kurangnya minat baca, perbedaan perkembangan kognitif, ketersediaan bahan bacaan yang kurang lengkap dan bahan bacaan yang kurang menarik perhatian peserta didik. Menurut Khaerawati et al. , . , tahun 2018 Indonesia menduduki peringkat rendah yaitu 74 jauh di bawah negara Thailand. Malaysia dan Singapura. Hasil pratindakan menunjukkan terdapat 25 % peserta didik tuntas dalam kemampuan pemahaman bacaan, peserta didik kelas VA tergolong rendah sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui tindakan selanjutnya. Table 1 Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Peserta Didik Sumber Data Guru Peserta Didik 78,75 Persentase (%) Persentase (%) Siklus 83,75 86,25 Rata-rata 83,12 Tabel 1 tersebut menggambarkan bahwa pelaksanaan observasi siklus I ke siklus II mengalami peningkatan. Siklus I pada observasi guru sebesar 78,75% meningkat menjadi 83,75 %. Siklus II observasi guru memperoleh rata-rata sebesar 82,2 %. Observasi aktivitas peserta didik mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi dengan persentase 80% pada siklus I dan 86% pada siklus II. Nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 83. Table 2 Perbandingan Data Hasil Nilai Kemampuan Membaca Pemahaman Siklus I Interval Frekuensi Median . Persentase (%) 8,33 8,33 12,50 16,67 27,17 Jumlah Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 68,25 Ketuntasan Klasikal 41, 66 Ketidaktuntasan 58,33 Tabel 2 mengindikasikan bahwa kemampuan membaca pemahaman pada siklus I mengalami peningkatkan setelah menggunakan media Literacy Cloud dengan ketuntasan klasikal yang lebih tinggi daripada pratindakan. Siklus I meningkat dengan ketuntasan klasikal sebesar 41,66 %. Nilai tertinggi siklus I sebesar 82 dan nilai terendah sebesar 42. Table 3 Perbandingan Data Hasil Nilai Tes Kemampuan Membaca Pemahaman Siklus II Interval 56 Ae 62 63 Ae 69 70 Ae 76 77 Ae 83 84 Ae 90 91 Ae 97 Jumlah Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata Ketuntasan Klasikal Ketidaktuntasan Frekuensi Median . 79,83 Persentase (%) 12,50 4,17 20,83 20,83 20,83 20,83 79,16 20,83 Tabel 3 menunjukkan bahwa hasil nilai tes kemampuan membaca pemahaman diperoleh rata-rata keseluruhan sebesar 79,83. Siklus II mengalami peningkatan dan tercapainya target capaian indikator penelitian dengan ketuntasan klasikal sebesar Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi 79,19 % terdapat 19 peserta didik tuntas dalam mengerjakan tes kemampuan membaca pemahaman. Nilai tertinggi yang diperoleh sebesar 96 dan nilai terendahnya sebesar 56. Table 4 Perbandingan Data Aspek Kemampuan Membaca Pemhaman Siklus I dan Siklus II Aspek Kemampuan Membaca Pemahaman Literal (Harfia. Reorganization Inferensial Evaluatif Apresiasi Rata-rata Siklus (%) 79,58 73,75 68,33 55,42 64,17 68,25 Siklus II (%) 87,09 78,75 82,09 75,84 75,48 79,83 Tabel 4 menunjukkan bahwa siklus I hanya terdapat satu aspek kemampuan membaca pemahaman peserta didik yang sudah mencapai target capaian indikator penelitian yaitu aspek literal dengan persentase sebesar 79,58 melebihi target 75 %. Tingkat membaca pemahaman literal adalah tingkatan dasar yang penting untuk mempelajari membaca pemahaman secara keseluruhan (Rahmawati et al. , 2. Empat aspek lainnya pada siklus I perlu untuk ditingkatkan lagi pada siklus II. PEMBAHASAN Peran guru dalam pembelajaran sangat mempengaruhi peserta didik untuk menanggapi target tujuan pembelajaran salah satunya yaitu meningkatkan motivasi belajar (Pramesti et al. , 2. Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran menjadi salah satu upaya jitu untuk mengoptimalkan ketercapaian belajar peserta Menurut Zahran, . , media digital sangat penting untuk dilibatkan dalam proses pembelajaran, guna mendorong perkembangan kemampuan berpikir peserta didik serta memberikan pengalaman langsung dengan teknologi pada aktivitas Berdasarkan tabel menggambarkan bahwa siklus II ke lima aspek kemampuan membaca pemahaman sudah mencapai target capaian indikator penelitian, sehingga dapat ditarik simpulan bahwa penerapan media Literacy Cloud efektif dalam membantu mengoptimalkan kemampuan membaca peserta didik kelas VA SDN Dukuhan Kerten tahun ajaran 2024/2025. Penggunaan media visual berperan penting dalam meningkatkan mutu atau kualitas pembelajaran dan meningkatkan kompetensi peserta didik (Yolanda, 2. Menurut Ilhami, . , usia 7-12 tahun berada ditahap operasional konkret yang dikatakan oleh teori Piaget menunjukkan bahwa usia inin anak mulai dapat berpikir secara logis, namun masih bergantung pada hal-hal yang bersifat konkret. Literacy Cloud media digital yang menyajikan cerita bergambar, teks yang mudah dipahami dan visualisasinya yang sangat menarik sehingga sesuai dan mendukung proses berpikir pada peserta didik kelas VA. Penelitian tentang kemampuan membaca pemahaman oleh Firdaus Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi . menunjukan hasil yang diperoleh siklus I mendapatkan persentase sebesar 40% dan siklus II sebesar 85 %. Penelitian sejenis dilakukan oleh Rande dan Amaliyah . penerapan media digital pada pembelajaran terbukti efektif dan dapat mengoptimalkan pembelajaran kemampuan membaca pemahaman dengan hasil posttest peserta didik di atas KKM . serta ketuntasan klasikal lebih dari KESIMPULAN Penelitian yang dilaksanakan di SDN Dukuhan Kerten tentang penggunaan media Literacy Cloud dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dapat ditarik simpulan bahwa penerapan media Literacy Cloud dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas VA SDN Dukuhan kerten tahun ajaran 2024/2025. Kemajuan ini terlihat dari peningkatan nilai tes kemampuan membaca pemahaman dari pra tindakan, siklus I dan siklus II. Capaian pembelajaran meningkat dengan baik dan mencapai target indikator ketercapaian. Media Literacy Cloud sebagai media pembelajaran digital memberikan pengalaman membaca yang lebih menarik dan interaktif terhadap peserta didik, sehingga peserta didik menjadi lebih terdorong dan terlibat aktif dalam memahami isi bacaan. Literacy Cloud media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak dalam memahami isi bacaan. Media ini menjadi sarana efektif bagi guru dalam menyiapkan bahan bacaan untuk DAFTAR PUSTAKA