P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 3 No. Page:20-27 Jurnal Language education and literature Pengaruh Model Pembelajarn Demopalabatin Terhadap Kemampuan Menceritakan Kembali Isi Teks Narasi Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau Iis Agustiani1. Tri Astuti2. Dian Ramadan Lazuardi3 Universitas PGRI Silampari Lubuklinggau Email: iislinggau39@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Demopalabatin terhadap kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimen murni. Dengan desain yang digunakan control group pretes dan postes. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau yang berjumlah 35 siswa, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik simple random sampling, maka didapat kelas VII. terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas VII. 2 terpilih sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Demopalabatin sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes berbentuk uraian. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata pretes adalah 62,80 dan postes 83,60 sedangkan pada kelas kontrol nilai rata-rata pretes adalah 61,60 dan postes 72,20. Berdasarkan uji-tAytesAy untuk postes pada taraf signifikan = 0,05 didapat thitung 4,13 dan ttabel = 2,03. Karena thitung > ttabel, maka diperoleh simpulan bahwa model pembelajaran Demopalabatin berpengaruh terhadap kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau. Kata Kunci: model pembelajaran Demopalabatin, menceritakan, teks narasi. ABSTRACT This study aims to determine the influence of the Demopalabatin learning model on the ability to retell the content of the narrative texts of class VII students of madrasah Tsanawiyah Mazro'illah Lubuklinggau. The research method used in this study used pure With the design used control group pretes and postes. The population in this study was class VII VII Madrasah Tsanawiyah Mazro'illah Lubuklinggau which amounted to 35 students, sampling was carried out using a simple random sampling technique, then class VII. 1 was selected as an experimental class and class VII. 2 was selected as a control The experimental class uses the Demopalabatin learning model while the control class uses conventional learning. The data collection technique used is a test technique in the form of a description. In the experimental class the average score of pretests was 62. and postes was 83. 60 while in the control class the average value of pretests was 61. 60 and postes was 72. Based on the t-test "test" for postes at a significant level of = 0. obtained tcount 4. 13 and ttable = 2. Because tcount > ttable, it was concluded that the Demopalabatin learning model affects the ability to retell the content of the narrative text of class VII students of madrasah Tsanawiyah Mazro'illah Lubuklinggau. Keywords: Demopalabatin learning model, telling, narration text. hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:20-27 PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki tujuan untuk menciptakan kemampuan mengembangkan pikiran dan perasaan dengan menggunakan bahasa yang baik, salah satunya menceritakan kembali isi teks narasi . erita fantas. Guru dituntut mampu memotivasi siswa agar dapat meningkatkan minat dan keberanian dalam menceritakan kembali isi teks narasi . erita fantas. Pembelajaran ini digunakan untuk menceritakan kembali isi teks narasi . erita fantas. diinginkan dapat menambah pengetahuan, meningkatkan karakter percaya diri dengan menyampaikan informasi kepada orang lain. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis di Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau dengan melakukan wawancara terhadap guru bahasa Indonesia yang mengajar pada kelas VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau, yaitu Ibu Dita Purnama Sari. Pd. beliau mengatakan bahwa kemampuan menceritakan kembali isi teks narasi (Cerita Fantas. masih di bawah KKM yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Dari jumlah siswa 185 siswa hanya 50 siswa yang nilainya di atas KKM atau hanya 27,02% saja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa kurang berkonsentrasi dan tidak termotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan. Penyebab kurang berhasilnya siswa dalam menguasai materi, dikarenakan antara lain media pembelajaran yang belum mendukung, kemampuan siswa dalam memahami materi yang berbeda-beda, dan penggunaan model pembelajaran kurang Selain itu penggunaan model pembelajaran yang digunakan oleh guru terkadang tidak sesuai dengan materi. Sarana pembelajaran yang kurang memadai juga menjadi penyebab kurang berhasilnya belajar siswa. Salah satu alternatif untuk mengatasi kurang berhasilnya belajar siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang sesuai yaitu model Demopalabatin. Model Demopalabatin adalah model pembelajaran yang dikembang dari explicit instruction atau pengajaran langsung. Pengajaran dengan model ini dapat dilakukan untuk mengembangkan belajar siswa, baik untuk pengetahuan prosedural maupun pembelajaran pengetahuan dekralatif yang dapat hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:20-27 diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah (Suyitno, 2011:. Dengan efektifnya menerapkan model pembelajaran ini diharapkan siswa lebih aktif berlatih dan mempelajari keterampilan berpikir yang membutuhkan penyelesaian masalah yang efektif dalam kegiatan pembelajaran, agar materi yang disampaikan guru dapat mudah dipahami siswa. Salah satu cara untuk membuat siswa belajar secara aktif yaitu dengan membantu mereka belajar membandingkan dan membedakan berbagai macam solusi yang diberikan siswa terhadap Model pembelajaran Demopalabatin ini dapat memberikan stimulus siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ponidi Wibowo . , mahasiswa Universitas Sriwijaya dengan judul AyPenerapan model pembelajaran Demopalabatin Menceritakan Kembali Cerita Anak yang didengar Kelas VII SMP Negeri 34 PalembangAy. Dalam skripsi Ponidi Wibowo tersebut diketahui bahwa pembelajaran menceritakan kembali cerita anak yang didengar pada siswa kelas VII SMP Negeri 34 Palembang secara signifikan tuntas melalui penerapan model pembelajaran Demopalabatin. Hal ini dibuktikan dengan melihat nilai rata-rata pada pretes adalah 60 dan pada postes mengalami peningkatan sebesar 20,50 menjadi 80,50. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 34 Palembang dalam pembelajaran Menceritakan Kembali Cerita Anak yang didengar melalui penerapan model pembelajaran Demopalabatin mencapai ketuntasan Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Demopalabatin terhadap Kemampuan Menceritakan Kembali Isi Teks Narasi Siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah LubuklinggauAy. METODOLOGI Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian true atau eksperimen murni, dengan sampel dua kelas penelitian, satu kelas eksperimen murni dan satu lagi kelas kontrol. Di kelas eksperimen siswa diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Demopalabatin, kemudian kelas kontrol diajarkan dengan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 3 No. Page:20-27 Jurnal Language education and literature menggunakan model konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksprimen murni. Menurut Arikunto . metode eksperimen murni yaitu jenis-jenis eksprimen yang dianggap sudah baik karena memenuhi persyaratan yaitu adanya kelompok lain . dan ikut mendapat pengamatan. Dengan adanya kelompok kontrol dapat diketahui secara pasti karena dibandingkan dengan yang tidak mendapat perlakuan. Dalam penelitian ini model pembelajaran Demopalabatin digunakan pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan metode ceramah. Dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Demopalabatin. Pada akhir penelitian ini kelas eksprimen dan kelas kontrol diberi tes akhir untuk melihat modelpembelajaran yang digunakan berpengaruh atau tidak dalam Teknik pengumpulan data yaitu teknik tes. Dalam kegiatan ini, teknik tes menggunakan teks. Teknik tes termanifestasi dalam bentuk data utama berupa skor atau nilai yang diperoleh dari kegiatan pre-test dan pos-test. Selanjutnya setelah diketahui hasilnya maka akan dicari selisih antara hasil pre-test dan post-test. dalam peneliti ini menyediakan tes praktik. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menghasilkan pengerjaan tes awal . untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai memahami teks prosedur kompleks yang akan Setelah tes awal selesai dikerjakan, siswa diberi perlakuan berupa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Demopalabatin untuk kelas Demopalabatin untuk kelas kontrol. Penelitian kemudian diakhiri dengan pengerjaan tes akhir . , untuk mengetahui perbedaan hasil belajar isi teks narasi siswa antara kelas eksprimen dan kelas kontrol dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil perhitungan rata-rat tes awal dan tes akhir kedua kelas dapat dilihat pada tabel 4. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 3 No. Page:20-27 Jurnal Language education and literature Tabel 1. Skor Rata-rata Pretes dan Postes Kelas Eksprimen dan Kelas Kontrol Kelas Rata-rata Pretes Rata-rata Postes Eksprimen 62,80 83,60 Kontrol 61,60 72,20 Terlihat bahwa rata-rata skor postes kelompok eksprimen relatif lebih besar dari kelompok kontrol. Untuk memberikan gambaran lebih jelas skor ratarata kedua kelompok. Kemampuan awal diperoleh melalui tes, baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol pada materi menceritakan kembali isi teks narasi sebelum menggunakan model Demopalabatin. Pelaksanaan tes awal diikuti oleh 20 siswa pada kelas eksperimen dan 20 pada kelas kontrol. Tes awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa baik kelas eksprimen maupun kelas kontrol apakah kedua kelas tersebut memiliki kemampuan awal yang sama atau tidak sebelum dilakukan penerapan pembelajaran. Dari hasil perhitungan, diketahui bahwa nilai terendah yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen adalah 48 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 80, dengan nilai rata-ratanya adalah 62,80, sehingga kemampuan siswa kelas eksperimen sebelum diberi pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Demopalabatin belum mencapai ketuntasan. Sedangkan hasil perhitungan kelas kontrol nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 48 dan nilai tertinggi yang diperoleh adalah 80 dengan rata-rata adalah 61,60, sehingga kemampuan siswa kelas kontrol belum mencapai ketuntasan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1. 2 berikut ini: Tabel 1. Hasil Belajar Tes Awal (Prete. Kemampuan Menceritakan Kembali Teks Narasi Nilai Keterangan > 70 < 70 Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase Tuntas Tidak Tuntas 20 Orang 20 Orang 20 Orang Jumlah hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Jurnal Language education and literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 3 No. Page:20-27 PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama lebih kurang satu bulan, maka penggunaan model pembelajaran demopalabatin ini dapat dijadikan alternatif dalam proses belajar mengajar. Pada penelitian yang dilakukan, penulis mengajar dua kelas yakni kelas VII. 1 untuk kelas eksprimen dan kelas VII. 3 untuk kelas control. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel yang berjumlah 20 siswa, dari kelas VII. 1 berjumlah 20 siswa yang merupakan kelas eksprimen dan kelas VII. 3 berjumlah 20 siswa yang nerupakan kelas kontrol, kedua kelas tersebut berdistribusi normal dan berdasarkan hasil populasi yang Berdasarkan analisis data untuk pretes dari jumlah siswa (N) kelas eksperimen 20 siswa dan kelas kontrol 20, diperoleh rata-rata nilai kelas eksperimen adalah 62,80 dan rata-rata nilai kelas kontrol adalah 61,60. Untuk simpangan baku kelas eksperimen adalah 11,25 dan simpangan baku kelas kontrol adalah 11,21. Pada nilai pretes kelas eksperimen untuk Xmin adalah 48 dan Xmaks 80 dan kelompok kontrol Xmin adalah 48 dan Xmaks 80. Sedangkan untuk postes dari jumlah siswa (N) kelaseksperimen 20 siswa dan kelas kontrol 20, diperoleh nilai rata-rata eksperimen 83,60 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 72,20 dengan simpangan baku kelas eksperimen adalah 7,67 dan simpangan baku kelas kontrol adalah 9,67. Nilai postes kelas eksperimen untuk Xmin adalah 68 dan Xmaks adalah 92 dan nilai postes kelas kontrol untuk Xmin adalah 60 dan Xmaks 88. Terlihat bahwa rata-rata skor postes kelompok eksperimen relatif lebih besar dari kelompok Selisih skor rata-rata pretes kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 1,20. Hal ini menunjukkan bahwa skor rata-rata pretes kelas eksperimen tidak jauh berbeda dengan skor rata-rata pretes kelas kontrol. Sedangkan selisih skor ratarata postes antara kelas eksperimen dan kelas kontrol adalah 11,40. Hal ini menunjukkan bahwa skor rata-rata postes kelas eksperimen cukup jauh berbeda dengan skor rata-rata postes kelas kontrol. Hal ini terjadi karena pada kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran Demopalabatin. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 hed by LP3MKIL Yayasan Linggau Inda Pena Sumatera. Indonesia Vol. 3 No. Page:20-27 Jurnal Language education and literature SIMPULAN Berdasarkan pengujian hipotesis diperoleh thitung = 4,13 dan setelah dikonsultasikan dengan ttabel didapatkan thitung . > ttabel . untuk taraf signifikan 5% dengan dk= 38, hal ini berarti Ho ditolak dan Ha. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, bahwa Demopalabatin menceritakan kembali isi teks narasi siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah MazroAoillah Lubuklinggau. DAFTAR PUSTAKA