Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) Vol. No. Desember 2024, hlm. Akreditasi KEMENRISTEKDIKTI. No. 36/E/KPT/2019 DOI: 10. 25126/jtiik. p-ISSN: 2355-7699 e-ISSN: 2528-6579 PERANCANGAN USER EXPERIENCE APLIKASI PENGHEMAT LISTRIK MYECO DENGAN OTOMATISASI DAN MANAJEMEN LISTRIK UNTUK RUMAH TANGGA Maulana Derifato Achmad*1. Herman Tolle2. Buce Trias Hanggara3 1,2,3 Universitas Brawijaya. Malang Email: maulana. achmad@gmail. com, 2emang@ub. id, 3buce_trias@ub. Penulis Korespondensi (Naskah masuk: 22 November 2023, diterima untuk diterbitkan: 19 November 2. Abstrak Tingginya masalah pemborosan listrik di Indonesia yang menjadi budaya buruk masyarakat. Maka dapat dihadirkan suatu solusi yaitu aplikasi berbasis Internet of Things (IoT). Artificial Intelligence dan Machine Learning yang dapat menganalisis pemborosan dan memudahkan manajemen perangkat listrik. Dalam perancangan aplikasi myECO menggunakan metode Design Thinking dan Lean Startup yang setiap metodenya dibagi dalam beberapa tahapan diantaranya untuk metode Design Thinking untuk memahami kebutuhan pengguna, merangkum kebutuhan dari pengguna, dan untuk merancang ide solusi dari masalah. Selanjutnya untuk metode Lean Startup diantaranya terdapat Build Prototype dimana untuk membuat dan mengembangkan produk sederhana atau MVP (Minimum Viable Produc. Test and Measure untuk mengamati dan mengukur feedback yang diberikan oleh pengguna saat mencoba menggunakan MVP guna melakukan validasi solusi. Dalam mengembangkan aplikasi yang memiliki pengalaman pengguna yang baik dan desain yang sesuai dengan kebutuhan user maka aplikasi myECO melakukan pengujian menggunakan 2 metode yaitu usability test dan UEQ test. Dimana pada metode usability test menggunakan alat ukur maze design dengan hasil menunjukan bahwa pada 42 responden, terdapat 38 responden direct success dan 4 responden indirect success. Selanjutnya, untuk UEQ test dilakukan melalui metode open source dan tools excel yang disediakan pada website resmi UEQ dengan hasil menunjukan bahwa pada scale stimulasi dan kebaruan memiliki perbandingan tolok ukur good, pada scale daya tarik, kejelasan, dan ketepatan memiliki perbandingan tolok ukur above average, serta yang terakhir pada scale ketepatan memiliki perbandingan tolok ukur below average. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat menekan angka pemborosan penggunaan listrik dan tingginya biaya tanggungan listrik yang harus dibayarkan. Kata kunci: design thinking, lean startup, aplikasi mobile DESIGNING USER EXPERIENCE FOR ELECTRICITY SAVING APPLICATIONS OF MYECO WITH AUTOMATION AND ELECTRICITY MANAGEMENT FOR HOUSEHOLDS Abstract The high problem of wasting electricity in Indonesia has become a bad culture for society. Then a solution can be presented, namely an application based on the Internet of Things (IoT). Artificial Intelligence and Machine Learning that can analyze waste and facilitate the management of electrical devices. In designing the myECO application using the Design Thinking and Lean Startup methods, each method is divided into several stages including the Design Thinking method to understand user needs, summarize the needs of users, and to design ideas for solutions to problems. Furthermore, for the Lean Startup method, there is a Build Prototype where to create and develop a simple product or MVP (Minimum Viable Produc. Test and Measure to observe and measure the feedback given by users when trying to use MVP to validate solutions. In developing applications that have good user experience and designs that suit user needs, the myECO application tests using 2 methods, namely the usability test and the UEQ test. Where in the usability test method using a maze design measuring instrument with the results showing that of the 42 respondents there were 38 direct success respondents and 4 indirect success Furthermore, the UEQ test was carried out using the open source method and excel tools provided on the official UEQ website with the results showing that on the stimulation and novelty scales it has a good comparison of benchmarks, on the scale of attractiveness, clarity and accuracy it has a comparison of the benchmarks above average, as well as the last on the precision scale having below average benchmark 1170 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Desember 2024, hlm. With this application, it is hoped that it can reduce the waste of electricity usage and the high responsibility for electricity costs which must be limited. Keywords: design thinking, lean startup, application mobile PENDAHULUAN Listrik menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting di era saat ini dan menjadi kebutuhan yang dicari serta diperhatikan keberadaannya oleh semua orang. Indonesia sendiri peringkat ke 17 dengan konsumsi energi listrik tertinggi di dunia. Daftar tersebut dikeluarkan oleh Organisasi riset internasional Statista . Pemakaian listrik terus terjadi peningkatan yang mencapai 4,45% dari tahun sebelumnya yang sebesar 1. 123 kWh di tahun 2021 173 kWh ditahun 2022 yang diungkapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia . Kebutuhan listrik telah menjadi hal yang penting. Namun masih banyak orang yang tidak peduli akan pemborosan listrik yang Energi yang di gunakan saat ini di indonesia yaitu menggunakan energi fosil dan non fosil, energi fosil yang di gunakan bisa habis dalam waktu cepat atau lambat sistem distlbusi listrik di Indonesia sekarang ini dan umumnya menggunakan sistem sentralisasi listrik (Jokanan, 2. Porsi konsumsi listrik dari air conditioner (AC) serta lampu tergolong besar yaitu di atas 45% dan 30% di perkantoran . Konsumsi energi listrik semakin hari terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan konsumsi energi listrik dari tahun 2012 sebesar 2,3-2,5% dan diperkirakan hingga akhir tahun 2030 kebutuhan energi listrik akan menjadi dua kali lebih besar berisar sekitar 16. TWh per tahunnya (Radhiah, 2. Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tahun 2011, bahwa masalah pemborosan energi listrik ini sebesar 80% disebabkan oleh faktor manusia dan 20%-nya disebabkan oleh faktor teknis. Faktor manusia sebesar 80% yang menjadi sumber pemborosan sehingga dibutuhkan inovasi teknologi yang dapat mengurangi persentase Di pasaran banyak beredar alat Aupenghemat listrikAy untuk cakupan rumah tangga yang ternyata setelah diteliti oleh PLN dan telah disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam Diskusi Energi MNC Trijaya berdasarkan hasil penelitiannya yang menunjukkan hasil bahwa tidak ada dampak langsung alat tersebut terhadap penurunan beban biaya listrik. Alat penghemat listrik yang telah banyak beredar di masyarakat adalah capacitor bank yang hanya penstabil daya semu dan terbukti tidak melakukan penghematan tagihan pemakaian listrik (Hutajulu, 2. Alat lainnya berupa AuKartu AjaibAy yang juga tidak berdampak. Berdasarkan masalah tersebut, maka dilakukan perancangan UI/UX aplikasi teknologi inovasi baru bernama myECO merupakan aplikasi untuk manajemen perangkat elektronik agar dapat mati dan nyala otomatis menurut kondisi ruangan menuju penghematan listrik. Tidak hanya mampu memonitor kondisi perangkat dan biaya listrik, tetapi juga dapat memanajemen perangkat listrik secara otomatis. Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan informasi yang diberikan pengguna serta algoritma yang dapat memproses data secara real-time dengan basis micromachine learning dan dibantu dengan IoT (Internet of Thing. myECO dapat dijadikan sebagai one stop solution dari permasalahan yang sering terjadi terkait penghematan listrik. Aplikasi ini mampu menganalisis kondisi setiap ruangan, memberikan rekomendasi produk dan hasil analisis yang relevan, serta dapat membantu untuk mengontrol perangkat elektronik secara mudah. Melalui bantuan rancangan User Interface dan User Experience (UI/UX) dalam merancang solusi aplikasi myECO agar sesuai permasalahan dan kebutuhan user. UI/UX yang dikerjakan, dihasilkan dari framework design thinking dengan pendekatan validasi ide, berdasarkan kebutuhan atau permasalahan user melalui pengujian prototyping design khususnya UI dan pengujian ide kepada calon Melalui 2 kombinasi metode untuk mendapat problem-solution fit dengan design thinking dan develop product fit dengan lean startup diharapkan setelah hadirnya myECO dari hasil validasi dan iterasi tidak ada kembali perangkat listrik yang menyala saat tidak. Sehingga dapat menekan pemborosan dan tingginya biaya tanggungan listrik. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode Choose Playing Field untuk awal perancangan dan dilanjutkan oleh metode gabungan dari Design Thinking Lean Startup yang dapat melakukan iterasi secara berkelanjutan dan tak terhingga untuk memvalidasi kebutuhan pengguna dan kecocokan antara masalah serta solusi hingga menjadi Product Problem-Solution Fit. Choose playing field akan digunakan untuk mencari segmen yang tepat untuk divalidasi. Sedangkan. Design thinking digunakan untuk menemukan masalah dan menghasilkan ide solusi dan Lean Startup digunakan untuk validasi dan iterasi pengembangan solusi atau Proses iterasi berkelanjutan akan memastikan setiap perkembangan dan perubahan produk selalu berdasar pada kebutuhan user. Achmad, dkk. Perancangan User ExperienceA 1171 terdiri dari 3 tema yaitu tema fungsionalitas, navigasi dan fitur. Ideate Pada fase ideate ini dimana merupakan tahapan penentuan solusi terhadap permasalahan yang didapat pada tahapan Lean Startup Gambar 1. Metode Siklus Tahap Pengembangan Tahapan ini diawali dengan metode Choose Playing Field dalam menentukan menentukan asumsi masalah dan solusi serta berfokus menemukan segmen yang akan dituju berupa niche market. Untuk menentukan segment matrix, dilakukan pengumpulan data mengenai hal-hal yang berkaitan dengan customer secara langsung guna mengetahui terkait tingkat Audepth of painAy, budget dari customer, market size yang ingin dijangkau, dan seberapa cepat customer dapat memperoleh solusi terhadap masalah yang dialami serta value yang akan mereka rasakan setelah menggunakannya. Selanjutnya dilakukan voting berdasar beberapa pertimbangan dan diperolehnya asumsi rumah tangga perkotaan yang sudah berkeluarga sebagai niche market atau beachhead market dari customer development yang telah dilakukan. Dikarenakan rumah tangga dengan banyak keperluan di rumah dan bekerja membuat kelupaan untuk mematikan listrik. Selanjutnya, akan masuk ke tahap interview untuk memvalidasi secara langsung ke customer. Design Thinking Gambar 3. Proses Lean Startup Gambar 2. Proses Design Thinking Empathize Fase empathize merupakan fase awal dalam metode design thinking. Pada tahapan ini, terdapat proses wawancara, observasi, tanya jawab dengan skenario yang sudah ditentukan ke niche market. Berdasarkan tahapan ini, masalah dan solusi yang didapatkan diantaranya yaitu pengguna membutuhkan penghematan biaya listrik dan memudahkan dalam manajemen listrik. Define Pada fase define akan menganalisis serta menentukan topik yang paling utama Menyusun How Might We Question yang Build Prototype Berdasarkan asumsi solusi yang telah didefinisikan pada tahap sebelumnya, selanjutnya dilakukan pembuatan user journey untuk mengetahui alur yang akan dilalui oleh user untuk mencapai Dilanjutkan dengan pembuatan produk desain yang diawali membuat low fidelity sketch. Selanjutnya, pada tahap iterasi lean startup, ketika solusi sudah dianggap fit, maka dilakukan pembuatan MVP (Minimum Viable Produc. berupa high fidelity design. Test and Measure Pada proses ini, dilakukan validasi sketch atau Minimum Viable Product yang sudah dibuat untuk mendapat feedback. Pada tahap ini juga dilakukan usability testing dengan metode wawancara untuk mendapatkan feedback dari pengguna secara langsung. Learn and Iterate Setelah melakukan usability testing terhadap prototype aplikasi, selanjutnya dilakukan review dan analisis hasil measurement dan validasi sehingga dapat dihasilkan kesimpulan dalam mengambil langkah keputusan iterasi dan perbaikan di tahap selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Perancangan User Experience pada aplikasi myECO ini menggunakan website figma. Pada target pengguna ini yang akan kami tuju adalah rumah tangga produktif sesuai dengan hasil tahap Choose Playing field. Niche market tersebut merupakan alasan utama sebagai penggerak dari berkembangnya aplikasi ini dan kebutuhan yang akan disediakan pada aplikasi ini. Berdasarkan dari hasil wawancara maka dibuatlah sebuah empathy map untuk memetakan tanggapan dari hasil wawancara kepada rumah tangga Empathy map dibuat untuk mengetahui 1172 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Desember 2024, hlm. kebutuhan dari penggunanya. Berikut adalah empathy map yang dibuat berdasarkan wawancara. dilakukan dengan bantuan platform Marvelapp. Berikut hasil dari perancangan UI/UX pada aplikasi myECO: Design System Gambar 4. Hasil Empathy Map Selanjutnya dilakukan berdasarkan abstraksi dari wawancara dengan menyesuaikan kebutuhan yang terdapat pada Penulis membagi persona yang terdiri dari data diri persona, tujuan . , kesulitan . , dan fitur. Didapatkannya pain poin dan kebutuhan pokok dari aplikasi sehingga didapatkan Value Proposition sebagai berikut: Gambar 7. Tampilan Design System Font yang digunakan pada perancangan ini yakni free for personal & commercial use, tingkat keterbacaan . egibility & readabilit. yang baik, ukuran jarak antar karakter . yang baik, menggunakan konsep modern and friendly, menggunakan warna hijau sebagai warna utama, warna kuning sebagai warna yang berdekatan dengan warna utama, warna gradien antara warna hijau tua dan hijau muda serta penggunaan warna hitam pada desain aplikasi. Micro Interaction Gambar 5. Tampilan Value Proposition myECO Value Proposition menjadi tujuan fokus utama dalam pembentukan aplikasi yang alur dari salah satu fungsi manage berjalan dengan user journey sebagai Micro interaction adalah unsur atau detail kecil respon visual yang dilihat pengguna saat melakukan tindakan atau interaksi pada produk diluar tombol Ada banyak hal micro interaction yang disematkan pada UI/UX myECO, beberapa diantaranya adalah: Delete Slider and Progress Pie : delete dengan slide kiri dan ketahui progres capaian dengan pie chart dinamis. Gambar 8. Tampilan Delete Slide and Progress Pie Gambar 6. User Journey myECO Berdasarkan analisa yang telah dilakukan sebelumnya maka perlu dilakukan perancangan penghematan listrik berupa aplikasi myECO dengan berbagai fitur penghematan menggunakan bantuan platform figma, sedangkan clickable-prototype Timer countdown : animasi dinamis hitungan mundur pada fitur timer. Achmad, dkk. Perancangan User ExperienceA 1173 Tampilan Dashboard Aplikasi Gambar 9. Tampilan Timer Countdown Smart Pop Up . ounce and smoot. : pantulan saat mengeluarkan atau memasukkan sebuah . esudah dan sebelum di kli. Gambar 10. Smart Pop Up Gambar 13. Hasil Perancangan Tampilan Dashboard Done Task Animation : sebuah animasi perayaan menandakan pekerjaan telah selesai Pada halaman dashboard ini menampilkan berbagai menu dan fitur-fitur yang lebih lengkap terdiri profil pengguna, menu smart advisor, informasi pengingat, menu dari fitur-fitur yang ditawarkan, hasil monitoring perangkat listrik, menu utama aplikasi dan beberapa menu menarik lainnya. Tampilan Menu Kontrol IoT Automation Gambar 11. Done Task Animation Hasil Perancangan Adapun hasil perancangan aplikasi myECO terdiri dari beberapa fitur yang ditunjukkan pada gambar berikut: Gambar 14. Tampilan Control IoT Automation Gambar 12. Fitur dan Tampilan Hasil Aplikasi myECO hasil memberikan 3 layanan utama dan layanan tambahan lainnya antara lain Control. Manage. Monitor untuk menunjang penekanan penggunaan listrik. Berikut detail dari hasil perubahan pada perancangan UI/UX pada aplikasi myECO : Fitur kontrol merupakan fitur dimana user dapat melakukan kontrol dari jarak jauh nyala mati perangkat yang terhubung dengan aplikasi dengan berbagai pilihan . anual/otomatis/ jadwal/time. Tampilan Menu Manage Gambar 15. Tampilan Menu Manage 1174 Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK). Vol. No. Desember 2024, hlm. Menu manage merupakan menu yang digunakan oleh user dalam melakukan manajemen perangkat listrik yang terdiri dari beberapa pilihan yaitu manage perangkat, manage ruangan, manage pengingat, manage payment dan manage sharing device. Tampilan Monitoring Layanan Gambar 18. Ringkasan Data Hasil Gambar 16. Tampilan Monitoring Layanan Pada tampilan monitoring layanan terdapat beberapa monitoring diantaranya monitoring forecast, monitoring biaya, monitoring kWH dan monitoring status. Fitur Menarik Lainnya Berdasarkan hasil dari dilakukanya maze design, dapat disimpulkan bahwa dalam 59 diperolehnya 40 responden dengan hasil direct succes dimana artinya responden langsung berhasil menyelesaikan skenario pengujian sesuai dengan tahapan dan ekspektasi yang telah Sedangkan untuk 19 responden lainnya memperoleh hasil indirect success dimana artinya responden menyelesaikan skenario pengujian belum seluruhnya sesuai dengan tahapan dan ekspektasi yang telah UEQ Test Gambar 19. Hasil UEQ Test Gambar 17. Tampilan Fitur-fitur Baru Adapun fitur-fitur menarik lainnya yang terdaapat pada aplikasi myECO berdasarkan hasil perancangan user experience diantaranya yaitu fitur smart advisor, fitur kalkulator listrik, fitur layanan challenge, fitur konsultasi, fitur pembayaran listrik PLN, fitur komunitas, fitur keranjang, dan fitur Untuk menciptakan aplikasi yang memiliki pengalaman pengguna yang baik dan desain yang sesuai dengan kebutuhan user maka, aplikasi myECO melakukan pengujian menggunakan 2 metode: Usability Test Digunakannya Usability Testing dengan bantuan maze design melalui beberapa pertanyaan untuk menggali kemudahan dari fitur yang telah dibuat. Lalu dilanjutkan UEQ Test melalui metode open source dan tools excel yang disediakan pada website resmi UEQ untuk menguji tingkat kesan terhadap 5 parameter yaitu daya tarik, kejelasan, ketepatan, stimulasi dan kebaruan. Dari uji yang telah dilakukan di hasilkan ringkasan sebagai berikut: Gambar 20. Tabel Tingkat Penilaian Parameter Sebanyak 40 responden menjawab semua item yang telah ditentukan dengan memberikan nilai di setiap item dengan skala 1-7. Berdasarkan hasil dari dilakukanya UEQ test, dapat disimpulkan bahwa pada scale stimulasi dan kebaruan menyatakan perbandingan tolok ukur adalah good, sedangkan pada scale daya tarik dan kejelasan menyatakan perbandingan tolok ukur above average, dan yang terakhir untuk scale efisiensi menyatakan tolok ukur perbandingannya adalah below average. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dari perancangan user experience aplikasi penghematan listrik berupa aplikasi myECO dengan menggunakan metode Design Thinking dan Lean Startup menawarkan berbagai fitur menarik sebagai upaya penghematan listrik berdasarkan kebutuhan dari pengguna dan didesain dengan tampilan yang memiliki kemudahan bagi pengguna dalam mengaksesnya. Fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi myECO yaitu fitur kontrol IoT Automation, fitur menu manage, fitur monitoring layanan, dan fitur-fitur menarik lainnya seperti fitur Achmad, dkk. Perancangan User ExperienceA 1175 smart advisor, fitur kalkulator listrik, fitur layanan challenge, fitur konsultasi, fitur pembayaran listrik PLN, fitur komunitas, fitur keranjang, dan fitur Dimana pada metode usability test menggunakan alat ukur maze design dengan hasil menunjukan bahwa pada 42 responden, terdapat 38 responden direct success dan 4 responden indirect Selanjutnya, untuk UEQ test menunjukan bahwa pada scale stimulasi dan kebaruan memiliki perbandingan tolok ukur good, pada scale daya tarik, kejelasan, dan ketepatan memiliki perbandingan tolok ukur above average, serta yang terakhir pada scale ketepatan memiliki perbandingan tolok ukur below average. DAFTAR PUSTAKA