ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BALITA TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN DIARE DI PUSKESMAS BOTANIA KOTA BATAM Putra Hendra1. Syaiful Batubara2. Dianty Auliannisa3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, putrahendra@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara, saifulbatubara@gmail. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, diantyicha@gmail. ABSTRACT Background: At the Botania Public Health Center in 2019 there were 2,173 diarrhea sufferers, while in 2020 there were 3,009 cases of diarrhea in all age groups, this shows an increase in diarrhea sufferers from 2019, and for children with diarrhea in toddlers in 2020 there were 1,879 cases or 62% of all age groups. The high number of cases of diarrhea in children under five in the working area of the Botania Public Health Center in Batam City in 2020 compared to other Public Health Center in the Batam City area. Methods: This research is a quantitative research using research design with analytical descriptive method and cross sectional approach. This research was conducted at the Botania Public Health Center in Batam City in December 2021. The sample in this study was 54 respondents. The sampling technique is Accidental Sampling. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with Chi Square test. Results: The results of statistical tests using the Chisquare test obtained a value of p = 0. <0. which means H0 is rejected and Ha is accepted, so it shows that there is a significant relationship between the knowledge of mothers of children under five about diarrhea and diarrhea prevention behavior at the Botania Public Health Center City Batam. Conclusion:Based on the results of this study, it was found that good mother's knowledge had an effect on good diarrhea prevention behavior as well. Keywords: Knowledge. Behavior. Diarrhea ABSTRAK Latar Belakang:Di Puskesmas Botania Tahun 2019 penderita diare berjumlah 2. sedangkan pada tahun 2020 terdapat kasus diare pada semua kelompok umur berjumlah 009, ini menunjukkan terjadi peningkatan penderita diare dari tahun 2019, dan untuk penderita diare pada balita pada tahun 2020 berjumlah 1. 879 kasus atau 62% dari semua kelompok umur. Penemuan kasus diare pada balita di wilayahPuskesmas Botania Kota Batam tahun 2020 dibanding dengan Puskesmas lain di wilayah Kota Batam, serta terjadi peningkatan kasus penderita diare dari tahun sebelumya . di wilayah Puskesmas Botania Kota Batam. Metode Penelitian:Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian dengan metode deskriptif analitik dan pendekatan cross Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Botania Kota Batam pada bulan Desember Sampel dalam penelitian ini adalah 54 responden. Dengan Teknik pengambilan sampel adalah Accidental Sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square. Hasil:Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square diperoleh nilai p=0,027 . <0,. yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, jadi menunjukkan Universitas Batam Page 130 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu balita tentang diare dan perilaku pencegahan diare di Puskesmas Botania Kota Batam. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengetahuan ibu yang baik berpengaruh pada perilaku pencegahan diare yang baik pula. Kata kunci: Pengetahuan. Perilaku. Diare Universitas Batam Page 131 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 PENDAHULUAN Penyakit yang berhubungan dengan lingkungan masih menjadi sorotan masalah kesehatan di negara berkembang termasuk Indonesia. Penyakit tersebut dapat terjadi karena adanya kaitan erat antara manusia dan perilakunya serta lingkungan yang berpotensi menularkan Salah satu penyakit menular adalah diare. Penyakit diare dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pendidikan, lingkungan, gizi, perilaku masyarakat, kependudukan, pengetahuan dan keadaan sosial ekonomi (Dinas Kesehatan Kota Batam,Profil Kesehatan Kota Batam, 2. Diare adalah buang air besar dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair, dengan kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya yaitu lebih dari 200gram atau 200 ml/24 jam. Buang air besar cair tersebut dapat berisi atau tanpa disertai lendir dan darah. Diare dapat berupa air saja dan frekuensinya lebih sering . iasanya tiga kali atau lebi. dalam satu hari (Amin, 2. Diare dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya faktor pengetahuan ibu sangat berperan dalam kejadian diare pada balita. Ibu adalah orang yang paling dekat dengan balita. Jika balita terserang diare maka tindakantindakan yang dilakukan oleh ibu akan menentukan perjalanan penyakit diare. Tindakan tersebut dipengaruhi berbagai hal, salah satunya adalah pengetahuan pencegahan diare. Faktor langsung yang pengetahuan ibu, riwayat pemberian ASI Universitas Batam Ekslusif, sikap dan perilaku ibu, perilaku cuci tangan, dan hygiene sanitasi (Andhini. Pada tahun 2018 di Indonesia jumlah penderita diare pada balita yang dilayani di sarana kesehatan sebanyak 708 atau 40,90% dari perkiraan diare di sarana kesehatan. Target cakupan pelayanan penderita diare semua umur (SU) yang datang ke sarana kesehatan adalah 10% dari perkiraan jumlah penderita diare semua umur (Insidens Diare Semua Umur dikali jumlah penduduk di satu wilayah kerja dalam waktu satu tahu. Tahun 2017 jumlah penderita diare semua umur yang dilayani di sarana kesehatan sebanyak 4. penderita dan terjadi peningkatan pada 524penderita atau 62,93% dari perkiraan diare di sarana kesehatan. Insiden diare semua umur secara nasional adalah 270/1. 000 penduduk. Terjadi 10 kali kejadian luar biasa (KLB) Diare pada tahun 2018 yang tersebar di 8 provinsi, 8 kabupaten/kota. Jumlah penderita 756 orang dan kematian 36 orang (Case Fatality Rate 4,76%). Angka kematian (Case Fatality Rat. saat Kejadian Luar Biasa Diare diharapkan 1%) kecuali pada tahun 2011 CFR pada saat KLB sebesar 0,40%, sedangkan tahun 2018 CFR diare saat KLB mengalami peningkatan di banding tahun 2017 yaitu menjadi 4,76%. Berdasarkan Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Batam diperoleh data penyakit diare sebagai berikut: tahun 2019 779 kasus, tahun 2020 113 kasus dan dari data Profil Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Page 132 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Batam untuk tahun 2020, penderita diare pada balita berjumlah 23. 175 atau 62% dari seluruh penderita diare . di Kota Batam pada tahun 2020 (Dinas Kesehatan Kota Batam,Profil Kesehatan Kota Batam, 2. Di Puskesmas Botania Tahun 2019 sedangkan pada tahun 2020 terdapat kasus diare pada semua kelompok umur 009, ini menunjukkan terjadi peningkatan penderita diare dari tahun 2019, dan untuk penderita diare pada balita pada tahun 2020 berjumlah 1. kasus atau 62% dari semua kelompok Tingginya penemuan kasus diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Botania Kota Batam tahun 2020 dibanding dengan Puskesmas lain di wilayah Kota Batam, serta terjadi peningkatan kasus penderita diare dari tahun sebelumya . di wilayah Puskesmas Botania Kota Batam (Dinas Kesehatan Kota Batam,Profil Kesehatan Kota Batam, 2. Dari studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Botania terhadap 10 orang responden didapatkan hasil sebagai berikut 1 orang sangat baik, 2 orang baik, 3 orang kurang, dan 4 orang sangat kurang. Oleh karena itu, ada tantangan tersendiri bagi peneliti serta merasa perlu dan tertarik untuk melakukan penelitian dengan tema hubungan pengetahuan ibu balita terhadap pencegahan diare di Puskesmas Botania Kota Batam Tahun2021. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan pengetahuan ibu balita terhadap perilaku pencegahan Universitas Batam METODE PENELITIAN Penelitianinipenelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dan dengan metode cross Dalam penelitian yang menjadi populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti dimulai dari 1 Desember 2021 sampai 7 Desember 2021. Sampel penelitian ini adalah 54 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Penelitian ini dilaksanakan di di wilayah kerja puskesmas Botania Kota Batam Desember Variabel bebasdalampenelitianiniad alahpengetahuantentang diare. Variabel terikat adalah perilaku pencegahan diare. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Analisis univariat berupa distribusi frekuensi pengetahuan tentang diare pencegahan diare. Hasil penelitian dapat dilihat sebagai berikut: istribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Balita tentang Diare Tabel 1 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Balita tentang Diare di Puskesmas Botania Kota Batam Pengetahuan Diare . = . f Baik Buruk Page 133 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 1. dapat dilihat distribusi frekuensi pengetahuan pencegahan diare di Puskesmas Botania Batam yaitu sebanyak . ,7%) memilikipengetahuan tentang diare baik dan 25 responden . ,3%) memiliki pengetahuan tentang diare buruk. Pengetahuan adanya pemasukan informasi pada seseorang setelah melakukan pengamatan terhadap suatu objek. Secara otomatis, proses pengamatan hingga menghasilkan pengetahuan dan ilmu dipengaruhi oleh terhadap suatu objek (Manoppo, 2. Sebagian besar pengetahuan seseorang didapat melalui indra penglihatan dan Pengetahuan mengambil keputusan dan menentukan tindakan dalam memecahkan masalah (Maryunani, 2. Kejadian diare dipengaruhi oleh beberapa faktor menurut segitiga epidemiologi seperti agent penyebab penyakit, host yang rentan, serta lingkungan yang berpengaruh dalam timbulnya kejadian diare. Salah satu yang dapat mempengaruhi terjadinya diare pada balita adalah pengetahuan ibu, pengetahuan ibu balita mempengaruhi sikap dan berpengaruh terhadap perilaku baik secara langsung atau tidak langsung melalui perantara sikap terhadap perilaku pencegahan diare. Pengetahuan ibu mengenai diare meliputi pengertian, penyebab, gejala klinis, pencegahan, dan cara penanganan yang tepat dari penyakit Universitas Batam diare pada balita. Pengetahuan juga mempengaruhi tindakan ibu tentang pencegahan suatu penyakit terutama diare (Kayrus & Latifah, 2. Distribusi Frekuensi Pencegahan Diare Perilaku Tabel 2 Distribusi FrekuensiPerilaku Pencegahan Diare di Puskesmas Botania Kota Batam Perilaku Pencegahan . = f Baik Buruk Berdasarkan hasil penelitianpada Tabel 2. dapat dilihat distribusi frekuensi perilaku pencegahan diare yaitu sebanyak 31 responden . ,4%) memiliki perilaku yang baik tentang pencegahan diare dan 23 responden . ,6%) memiliki perilaku yang buruk tentang pencegahan diare. Pengetahuan adanya pemasukan informasi pada seseorang setelah melakukan pengamatan terhadap suatu objek. Secara otomatis, proses pengamatan hingga menghasilkan pengetahuan dan ilmu dipengaruhi oleh persepsi dan intensitas perhatian terhadap suatu objek (Maryunani, 2. Sebagian besar pengetahuan seseorang didapat melalui indra penglihatan dan indra pendengaran (Kayrus & Latifah, 2. Pengetahuan memengaruhi seseorang menentukan tindakan dalam memecahkan Faktor-faktor yang mempengaruhi Page 134 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 2 MEI 2022 mengadopsi perilaku baru, ia harus tahu terlebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau Pengetahuan tersebut antara lain pengetahuan tentang sakit dan penyakit, pengetahuan tenanga cara pemeliharaan kesehatan dan cara hidup kesehatan lingkungan (Christy, 2. Analisis Bivariat Untuk engankejadian DBD di Puskesmas Batu Aji Batam,dapat dilakukan dengan uji Chisquare. Hasilpenelitiandapatdilihat Tabel 3 Hubungan PengetahuanIbu Balita terhadap Perilaku Pencegahan Diare di Puskesmas Botania Kota Batam tahun 2021 Pengetahuan Perilaku Value Baik Buruk Baik 0,027 Buruk Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 3 di ketahui bahwa responden yang berpengetahuan baik dan berperilaku baik sebanyak 21 responden . ,9%) dan yang mempunyai berpengetahuan baik dan responden. ,8%). Sebanyak responden . ,5%)berpengetahuan buruk responden yangberpengetahuan buruk dan berperilaku buruk pula sebanyak 15 responden . ,8%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square diperoleh nilai p=0,027 . <0,. yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, jadi menunjukkan terdapat pengetahuan ibu balita tentang diare dan perilaku pencegahan diare di Puskesmas Botania Kota Batam. Universitas Batam Pengetahuan merupakan faktor predisposisi dari perilaku. Sebelum . erperilaku bar. terlebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau keluarganya. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang . vert behaviou. (Kirana, 2. Penerimaan perilaku baru atau pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif, maka perilaku tersebut akan . ong Sebaliknya, apabila perilaku itu tidak kesadaran akan tidak berlangsung lama (Sangadah, 2. Pengetahuan menjadi dasar dalam Page 135 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 NO. 1 FEBRUARI 2022 merubah perilaku sehingga perilaku itu Pengetahuan parameter keadaan sosial dapat sangat menentukan kesehatan masyarakat. Masyarakat dapat terhindar dari penyakit asalkan pengetahuan tentang kesehatan dapat ditingkatkan, sehingga sikap dan perilaku menjadi sehat (Sangadah, 2. Pada balita yang belum dapat menjaga kebersihan dan menyiapkan makanan sendiri, kualitas makanan dan minuman tergantung pada ibu sebagai pengasuh Perilaku ibu dalam menjaga kebersihan dan mengolah makanan sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang cara pengolahan dan penyiapan makanan yang sehat dan bersih. Sehingga dengan pengetahuan ibu yang baik diharapkan dapat mengurangi angka kejadian diare pada anak balitanya. Selain pencegahan terjadinya diare, ibu balita juga perlu mempunyai kemampuan untuk melakukan penanganan awal diare pada balita (Wasliah et al. , 2. Hasil penelitian Rahma menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang diare dengan penanganan awal diare (Wasliah et al. , 2. Untuk penanganan awal diare diperlukan peran memberikan penyuluhan. Pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan mampu meningkatkan dan mengubah perilaku ibu balita dalam pencegahan dan penanggulangan diare (Safa & Riyanti, 2. Universitas Batam KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan di Puskesmas Botania Kota Batam pada 54 responden, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai Sebagian besar responden di wilayah Puskesmas Botania Kota Batam yaitu sebanyak 53,7% memiliki pengetahuan baik tentang diare. Sebagian besar responden di wilayah Puskesmas Botania Kota Batam yaitu sebanyak 57,4% memiliki pencegahan diare. Sebagian responden memiliki pengetahuan baik dan berperilaku baik sebanyak 38,9%. Sebagian responden memiliki pengetahuan baik dan berperilaku buruk sebanyak 14,8%. Sebagian berperilakubaik sebanyak18,5%. Sebagian responden memiliki pengetahuan buruk dan berperilaku buruk pula sebanyak 27,8%. Terdapat signifikan antara pengetahuan ibu balita terhadap perilaku pencegahan diare di Puskesmas Botania Kota Batam tahun 2021 dengan nilai p value sebesar 0,027. SARAN