2605 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA DAN EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI KELURAHAN KAMPUNG BUGIS Oleh Rahmadona1. Zainul Ikhwan2. Darwitri3. Kartika Sri Dewi Batubara4 1,2,3,4Poltekkes Kemenkes Tanjung Pinang E-mail: 1rahmadona@poltekkes-tanjungpinang. Article History: Received: 01-12-2025 Revised: 28-12-2025 Accepted: 01-01-2026 Keywords: Anemia. Edukasi. Reproduksi. Kelurahan Kampung Bugis Abstract: Anemia remaja seringkali disebabkan rendahnya asupan zat besi,kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan perilaku tidak sehat seperti merokok. Data WHO tahun 2020 30-40 remaja menderita anemia dan data SKI 2023 menyebutkan bahwa kelompok perokok terbanyak adalah usia 15-19 tahun. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan melalui edukasi anemia, kesehatan reproduksi dan perilaku merokok remaja. Media yang digunakan adalah Game Edukasi Monopoli Anemia (GEMA). Poster. Leaflet dan Buku Saku AuHidup Sehat Tanpa RokokAy. Kegiatan dilaksanakan dari Mei -November 2025 di SMP N 14 Madong. Kelurahan Kampung Bugis. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan tentang pencegahan anemia dari 65 . re tes. menjadi 89 . ost tes. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dari dan perilaku merokok remaja, dari 75 . re tes. menjadi 87 . ost tes. Deteksi anemia dari 16% anemia ringan setelah di edukasi dan diberi tablet Tambah Darah (TTD) menjadi 100% tidak anemia. PENDAHULUAN Remaja merupakan fase peralihan dari masa anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, hormon, serta adaptasi perilaku dan sosial. Pada fase ini, kebutuhan nutrisi mengalami peningkatan, terutama zat besi, untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan siklus menstruasi pada remaja putri. Namun, banyak remaja yang memiliki pola makan tidak teratur, konsumsi makanan kurang bergizi, atau kurang memahami kebutuhan gizi yang efisien untuk mendukung kondisi hematologi yang sehat. Kurangnya pemahaman juga meningkatkan risiko terjadinya anemia, yang berdampak pada kesehatan fisik, kognitif, dan performa akademik. Menurut WHO . , anemia pada remaja di negara berkembang mencapai 30Ae40%. Di Indonesia, masalah ini diperparah oleh rendahnya asupan zat besi, pola konsumsi yang tidak seimbang, dan kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Di sisi lain, perilaku merokok pada remaja menjadi tantangan kesehatan yang semakin Studi menunjukkan bahwa prevalensi merokok pada remaja laki-laki dan perempuan terus menunjukkan peningkatan, dengan proporsi yang jauh lebih tinggi pada remaja laki-laki dibandingkan perempuan. Berdasarkan survei nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018, prevalensi perokok di kalangan usia 10-18 tahun meningkat dari http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 7,2% pada Riskesdas 2013 menjadi 9,1% pada Riskesdas 2018, yang menunjukkan adanya tren peningkatan perilaku merokok di kelompok remaja. Lebih lanjut, data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak di antara usia remaja, dengan persentase mencapai 56,5%, diikuti kelompok usia 10-14 tahun sekitar 18,4%. Kelurahan Kampung Bugis, merupakan kelurahan yang terletak di kecamatan Tanjungpinang Kota. Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Kelurahan Kampung Bugis memiliki luas wilayah sekitar 2,4 km2 dimana wilayah ini didominasi oleh daerah dataran rendah dan sebagian pesisir pantai. Permasalahan kesehatan di Kelurahan kampung Bugis salah satunya kondisi remaja usia sekolah yang banyak terlibat kepada pernikahan dini dan pergaulan bebas. Banyaknya kasus perkawinan usia dini akibat perilaku seksual beresiko bisa terlihat dari meningkatnya permintaan dispensasi nikah di Pengadilan Agama Kota Tanjungpinan sepanjang Januari-September tahun 2024 yaitu sebanyak 52 permohonan, dan rata-rata usia pemohon antara 16-17 tahun. Dispensasi diberikan bagi perempuan di bawah 19 tahun dan laki-laki di bawah 19 tahun. Perilaku merokok remaja juga menjadi permasalahan di Kota Tanjungpinang. Data dari Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 menemukan bahwa 7,18% remaja usia 15-24 tahun di Kota Tanjungpinang adalah perokok. Perilaku merokok pada usia remaja berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang seperti penyakit paru, penyakit tidak menular, dan risiko kecanduan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan status hematologi. Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mencegah anemia remaja, peningkatan kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku merokok, namun perlu koordinasi semua pihak dan dilakukan berkelanjutan agar upaya tersebut tetap terlaksana secara optimal. Berdasarkan latar belakang di atas, perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dengan skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan topik AuUpaya pencegahan anemia dan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja di kelurahan Kampung BugisAy. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk deteteksi dini anemia remaja dan program edukasi upaya meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia, peningkatan kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku merokok di kalangan remaja. METODE Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Kelurahan Kampung Bugis wilayah kerja Puskesmas Kampung Bugis tepatnya di SMP Negeri 14 Madong. Subyek pengabdian adalah siswa siswi kelas IX SMP N 14 Madong berjumlah 30 orang. Pengabdian ini melibatkan Kepala Puskesmas 1 orang, bidan penyelia 1 orang, 4 orang kader posyandu, pihak kelurahan kampung bugis 2 orang serta pihak sekolah. Inovasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Game Edukasi Monopoli Anemia (GEMA), leaflet dan poster pencegahan anemia dan edukasi esehatan reproduksi serta buku saku hidup sehat tanpa rokok serta poster pencegahan perilaku merokok. Adapun tahapan kegiatan Adalah sebagi Persiapan Melakukan perizinan ke Kelurahan Kampung Bugis dan berkoordinasi ke Puskesmas Kampung Bugis serta pihak Sekolah SMP N 14 Madong. Melakukan Focus Group Discussion (FGD) tentang tujuan, jadwal . ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 waktu, ja. pelaksanaan kegiatan pengabdian Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan I Kegiatan pengabdian I berupa deteksi dini anemia remaja serta edukasi pencegahan anemia pada remaja. Kegiatan pre test untuk menilai pengetahuan awal remaja tentang anemia dan pencegahannya dengan menggunakan kuisioner untuk diisi oleh siswa. Mengukur kadar Haemoglobin (H. menggunakan alat cek Hb digital . Memberikan penyuluhan tentang pencegahan anemia pada remaja . Melaksanakan permainan menggunakan GEMA agar siswa lebih memahami anemia dan pencegahannya . Memberikan leaflet dan menempel poster pencegahan anemia di sekitar sekolah . Memberikan tablet tambah darah . Melaksanakan post test untuk mendapat gambaran pengetahuan remaja setelah serangkaian deteksi, penyuluhan, edukasi yang telah dilaksanakan Kegiatan II Kegiatan pengabdian II berupa edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku merokok pada . Melaksanakan pre-test untuk menggali pengetahuan awal remaja tentang Kesehatan reproduksi dan perilaku merokok remaja . Pemberian materi edukasi terkait Kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku merokok pada remaja . Membagikan buku saku AuHidup Sehat Tanpa RokokAy pada siswa siswi peserta kegiatan pengabdian masyarakat . Melaksanakan post test untuk mendapat gambaran peningkatan pengetahuan remaja tentang materi penyuluhan yang telah diberikan. Berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk penyebaran leaflet dan penempelan poster Kesehatan reproduksi remaja dan bahaya rokok pada remaja di Majalah Dinding (Mading Sekola. Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Monev kegiatan dilakukan 1 bulan setelah kegiatan. Pada kegiatan monev ini dilakukan penyerahan investasi mitra berupa set alat pemeriksaan Hb dan set permainan GEMA. Untuk memastikan keberlanjutan program evaluasi dilakukan terhadap : Kepatuhan siswa yang terdeteksi anemia dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD) dan koordinasi dengan pihak Puskesmas Kampung Bugis untuk tindak lanjut Komitmen pihak kelurahan dan sekolah SMP 14 Madong untuk meneruskan program edukasi pencegahan anemia dan kesehatan reproduksi remaja serta perubahan perilaku merokok siswa. HASIL Kegiatan Pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan dalam 3 kali kegiatan dengan hasil : Kegiatan deteksi anemia dan edukasi pencegahan anemia pada remaja Kegiatan deteksi dilaksanakan pada Jumat, tanggal 29 Agustus 2025 di SMP N 14 Madong Kelurahan Kampung Bugis. Peserta adalah siswa dan siswi kelas IX sebanyak 30 orang. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 Kegiatan diawali dengan pre test menggunakan kuisioner untuk mengetahui pengetahuan awal remaja mengenai anemia dan pencegahannya dan hasilnya adalah sebagai berikut : Tabel 1. Pengetahuan Remaja Tentang Anemia dan Pencegahannya Pengetahuan (Pre Tes. Minimu Maximu Mean Std. Deviation Berdasarkan tabel 1, diketahui rerata pengetahuan remaja tentang anemia dan pencegahannya sebelum diberikan edukasi adalah 65 dengan standar deviasi sebesar 10. Setelah pre test, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar Hb menggunakan alat cek Hb digital. Dari hasil deteksi dini anemia, dari 30 orang siswa ditemukan 5 orang . ,67%) dengan kadar Hb < 12 gr/dl dan status anemia ringan. Status Anemia Remaja tidak anemia anemia ringan Gambar 1. Status Anemia Remaja Gambar 2. Pemeriksaan Kadar Hb Remaja Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilanjutkan dengan edukasi pencegahan anemia remaja, kemudian seluruh peserta kegiatan juga diperkenalkan dan diajak bermain GEMA (Game ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 Edukasi Monopoli Anemi. agar remaja lebih memahami tentang anemia dan pencegahannya dengan cara yang menyenangkan. Gambar 3. Kegiatan Bermain GEMA Diakhir kegiatan, tim pengabmas membagikan leaflet dan menempelkan poster pencegahan anemia remaja di sekitar sekolah serta membagikan tablet tambah darah (TTD), kemudian dilakukan post test untuk menilai pemahaman remaja terhadap edukasi yang Hasil post test menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan rerata pengetahuan 89 dan standar deviasi 10. Tabel 2. Pengetahuan Tentang PencegahanAnemia Pada Remaja Pengetahuan (Post Tes. Minimu Maximu Mean Std. Deviation Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku merokok remaja Kegiatan pengabdian Masyarakat berupa edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku merokok remaja dilaksanakan pada Selasa tanggal 28 Oktober 2025 di SMP N 14 Madong Kelurahan Kampung Bugis dan diikuti 30 orang siswa siswi kelas IX. Kegiatan juga diawali dengan pre test menggunakan kuisioner tentang kesehatan reproduksi remaja dan perilaku merokok pada remaja dengan hasil sebagai berikut : Tabel 3. Pengetahuan Tentang Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Merokok Remaja Pengetahuan (Pre Tes. Minimu Maximu Mean Std. Deviation Tabel 3 menunjukksn bahwa rerata pengetahuan awal remaja tentang kesehatan reproduksi sudah cukup baik yaitu 75 dengan standar deviasi sebesar 12. Setelah pre test, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan perilaku merokok Materi ini diberikan untuk memberi pemahaman bagi siswa siswi akan pentingnya http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 menjaga kesehatan reproduksi sejak dini dan mengenal bahaya rokok bagi kesehatan termasuk kesehatan reproduksi. Pada kegiatan ini juga turut dibagikan buku saku Au Hidup Sehat Tanpa RokokAy sebagai media edukasi pencegahan perilaku merokok remaja. Gambar 4. Suasana Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Merokok Remaja Di akhir kegiatan edukasi, kembali dilakukan post test untuk memastikan peserta sudah memahami materi yang diberikan dengan mengisi kembali kuisioner yang hasilnya adalah sebagai berikut : Tabel 4. Pengetahuan Kesehatan Reproduksi dan Perilaku Merokok Remaja Pengetahuan (Pre Tes. Minimu Maximu Mean Std. Deviation Terjadi peningkatan pengetahuan setelah edukasi kesehatan reproduksi dan perilaku merokok pada remaja, dimana rerata pengetahuan remaja 87 dengan standar deviasi 9. Kegiatan ditutup dengan penyebaran leaflet dan penempelan poster bahaya rokok di MADING sekolah SMPN 14 Madong. Monitoring dan Evaluasi kegiatan dan keberlanjutan program Kegiatan monev dilaksanakan pada Jumat, 28 November 2025 di Kantor Kelurahan Kampung Bugis, dan dihadiri oleh pihak dari Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang. Kepala dan Bidan Penyelia Puskesmas Kampung Bugis serta pihak sekolah SMPN 14 Madong. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ke pihak mitra yaitu kelurahan kampung bugis antara lain, ada peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan anemia, kesehatan reproduksi dan perilaku merokok, dan 5 orang remaja yang terdeteksi anemia ringan . %), sudah tidak anemia lagi . %). Pada kegiatan ini pula diserahkan investasi mitra berupa 1 set alat periksa Hb digital, 1 set permainan GEMA beberapa poster tentang anemia, kesehatan reproduksi dan bahaya merokok pada remaja serat buku saku Au Hidup Sehat Tanpa RokokAy. Pada kegiatan ini juga disepakati dan dibentuk komitmen program berkelanjutan sebagai upaya pencegahan anemia dan melanjutkan program edukasi kesehatan reproduksi serta perubahan perilaku merokok pada remaja. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 8 Januari 2026 DISKUSI