https://doi. org/10. 56552/jisipol. Pengaruh Pesta Adat Towani Tolotang Terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Sidenreng Rappang Alif Alfian Nasir, . Herman Dema, . Abdul Jabbar, . Sandi Lubis . Ilmu Pemerintahan. FISIP. Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Sidenreng Rappang. Indonesia Email: 1alfiannasir1704@gmail. com, 2hermandema1010@gmail. nyonk1@gmail. com, 4sandi. lubis7@gmail. Abstrak The Towani Tolotang Traditional Ceremony, which is held annually in Tellu Limpoe District. Sidenreng Rappang Regency, not only serves as a cultural event but also acts as a driving force for the local economy. The presence of street vendors (PKL) during this cultural celebration creates significant economic opportunities. However, the lack of understanding of how the Towani Tolotang ceremony impacts the income of street vendors (PKL) in Tellu Limpoe District. Sidenreng Rappang Regency. This study aims to examine the effect of the Towani Tolotang traditional ceremony on the increase in PKL income. The method used is a quantitative approach with a survey technique through closed-ended questionnaires distributed to 35 PKL respondents. Data were analyzed using simple linear regression with the help of SPSS. The results show that the traditional ceremony has a positive and significant effect on increasing PKL income, with an average income increase of 82%. The regression analysis yielded an RA value of 166 and a significance of 0. 015 (< 0. , supporting the research hypothesis. The main factors driving the increase in income include high visitor enthusiasm . %), strategic location, product types, duration of the event, as well as the active role of the traditional committee and support from the local government. This traditional ceremony has proven to strengthen the economic circulation of the informal sector while also strengthening social relationships and the cultural identity of the community. In the future, better collaboration between the local government and the traditional organizers has the potential to optimize the role of the traditional ceremony as part of a strategy for developing a culture-based economy. Keywords: Traditional Ceremony. Towani Tolotang. Income. Street Vendors. Abstrak Pesta Adat Towani Tolotang yang rutin diselenggarakan setiap tahun di Kecamatan Tellu Limpoe. Kabupaten Sidenreng Rappang, berfungsi tidak hanya sebagai peristiwa budaya, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Kehadiran pedagang kaki lima (PKL) dalam pesta adat ini menciptakan peluang ekonomi yang signifikan. Namun, kurangnya pemahaman tentang bagaimana pesta adat Towani Tolotang dapat mempengaruhi pendapatan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kecamatan Tellu Limpoe. Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pesta adat Towani Tolotang terhadap peningkatan pendapatan PKL. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada 35 responden PKL. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesta adat memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan PKL, dengan rata-rata kenaikan pendapatan sebesar 82%. Analisis regresi menghasilkan RA sebesar 0,166 dan signifikansi 0,015 (< 0,. , yang mendukung hipotesis penelitian. Faktor-faktor utama 80 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) yang mendorong peningkatan pendapatan meliputi tingginya antusiasme pengunjung . %), lokasi strategis, jenis produk, durasi pesta, serta peran aktif panitia adat dan dukungan pemerintah daerah. Pesta adat ini terbukti memperkuat perputaran ekonomi sektor informal, sekaligus mempererat hubungan sosial dan identitas budaya masyarakat. Ke depan, kolaborasi yang lebih baik antara pemerintah daerah dan penyelenggara adat berpotensi mengoptimalkan peran pesta adat sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi berbasis budaya. Kata kunci: Pesta Adat. Towani Tolotang. Pendapatan. Pedagang Kaki Lima. PENDAHULUAN Indonesia dikenal sebagai suatu negara yang memiliki kekayaan dalam hal budaya, suku, bahasa, dan agama. Keanekaragaman ini bukan hanya menjadi identitas nasional, tetapi juga merupakan kekayaan sosial yang memperkuat karakter bangsa (Fatmawati, 2. Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan kebiasaan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai sumber hukum tidak tertulis yang mempengaruhi tatanan sosial masyarakat (Bachri et al. , 2. Sesuai dengan nilainilai yang ada dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hukum adat diakui sebagai elemen dari sistem hukum nasional yang memiliki dampak besar terhadap norma sosial dan budaya masyarakat. Budaya Indonesia memiliki kekayaan yang sangat beragam, termasuk pesta adat, yang merupakan ekspresi dari kearifan lokal dan nilai-nilai yang diwariskan (Ginting & Wartoyo, 2. Salah satu contoh dari kekayaan budaya tersebut adalah pesta adat Towani Tolotang yang diadakan setiap tahun di Kecamatan Tellu Limpoe. Kabupaten Sidenreng Rappang. Sulawesi Selatan. Pesta adat ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat Bugis yang menggabungkan nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya (Rachman, 2. komunitas Towani Tolotang, sekelompok etnis Bugis yang mengikuti sistem keyakinan yang diturunkan dari generasi ke generasi. Kepatuhan etnis Towani Tolotang terhadap peraturan Kerajaan Sidenreng Rappang juga menunjukkan pengakuan mereka sebagai bagian dari masyarakat kerajaan Sidenreng secara keseluruhan (Mustanir & Razak, 2. Keyakinan yang dipegang oleh Masyarakat Bugis Tolotang tidak dicatat dalam buku, melainkan disampaikan secara lisan dari generasi ke generasi. Setelah terhubung dengan agama Hindu, ajaran Tolotang melalui tradisi lisan berupaya untuk beradaptasi dengan ajaran Hindu yang berlandaskan kitab Weda, namun masyarakat Bugis Tolotang merasakan ada beberapa perbedaan antara agama Hindu Bali dan kepercayaan mereka. Penyebutan Tuhan yang Maha Esa sebagai Sang Pencipta (Nasruddin, 2. Pesta ini tidak hanya berfungsi sebagai momen untuk menghormati leluhur, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat identitas komunitas. Selain nilai-nilai simbolik dan keagamaan, pesta adat ini juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pedagang kaki lima (PKL) (Mayaputri & Naro, 2. Peningkatan jumlah pengunjung yang datang untuk menghadiri acara ini membuka peluang bagi PKL untuk meningkatkan pendapatan mereka, baik dari jumlah pelanggan yang lebih banyak maupun frekuensi transaksi yang meningkat. 81 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Fenomena ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya seperti pesta adat dapat berfungsi sebagai pendorong ekonomi yang kuat dalam sektor informal (Of et al. , 2. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami hubungan antara kegiatan budaya, seperti pesta adat Towani Tolotang, dengan peningkatan pendapatan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tellu Limpoe. Meskipun sektor informal, khususnya PKL, memainkan peran vital dalam perekonomian lokal, belum ada penelitian yang secara spesifik mengkaji dampak langsung dari tradisi budaya terhadap peningkatan pendapatan mereka. Penelitian ini sangat penting untuk memberikan wawasan baru yang dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan kebijakan yang mendukung pemberdayaan ekonomi lokal melalui kegiatan budaya, serta untuk mengoptimalkan potensi ekonomi yang ada di sekitar acara adat yang berlangsung. Dalam kajian peneliti terdahulu oleh (Latifah, 2. yang berjudul AuPengaruh Kunjungan Wisata Pujasera Lelaraja Terhadap Peningkatan Ekonomi Pedagang Kaki Lima di Kampung Pinang Sebatang Kecamatan Tualang Kabupaten SiakAy menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kunjungan wisata memiliki pengaruh sebesar 47,9% terhadap pertumbuhan pendapatan pedagang kaki lima, dengan tingkat keterkaitan yang tinggi. Penelitian ini menyoroti pentingnya sektor wisata dalam mendongkrak ekonomi informal. Sementara itu, (Nur Safira Rahmadani, 2. Dalam studi yang berjudul AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Pasar CiduAo Makassar Sulawesi SelatanAy, menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Penelitiannya menunjukkan bahwa modal, waktu kerja, dan dampak budaya luar secara substansial memengaruhi pendapatan PKL, terutama melalui tren gastronomi yang menarik minat konsumen. Selanjutnya, (Sugina et al. , 2. dalam studi berjudul AuDampak Lokasi Usaha. Modal, dan Pendapatan terhadap Kesejahteraan Individu Pedagang Kaki LimaAy, menerapkan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Studi ini mengindikasikan bahwa tempat usaha, modal, dan pendapatan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kesejahteraan pedagang dengan pengaruh simultan mencapai 18,66%. Penelitian terdahulu oleh (Muh. Taufik & Rahmawati Hariza, 2. yang berjudul "Tradisi Upacara Tahunan Bugis Towani Tolotang di AoPerrinyamengAo Amparita Kabupaten Sidrap" menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis, sosiologi, dan antropologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berfungsi sebagai ritual tahunan untuk mempersembahkan penghormatan kepada leluhur, dengan nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kekeluargaan, dan toleransi antar umat beragama. Penelitian selanjutnya, dilakukan oleh (HERIL, 2. dalam tesis berjudul "Perlindungan Hukum Terhadap Tanah Adat Towani Tolotang di Kabupaten Sidenreng Rappang. " Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris untuk mengeksplorasi eksistensi dan perlindungan hukum terhadap tanah adat masyarakat Bugis Tolotang di Sidenreng Rappang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) meskipun tanah adat ini telah beralih menjadi hak milik pribadi melalui sertifikasi, terdapat sebagian tanah adat yang digunakan bersama untuk kegiatan keagamaan dan adat. Namun, perlindungan hukum terhadap tanah adat ini masih belum optimal, dengan tantangan utama berupa ketidakadaan pendaftaran resmi atau peraturan daerah yang melindungi tanah adat tersebut secara formal. Penelitian-penelitian terdahulu telah banyak mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan pedagang kaki lima, seperti sektor pariwisata, modal, lokasi usaha, dan dampak budaya luar. Namun, belum ada penelitian yang menghubungkan langsung pesta adat seperti Towani Tolotang dengan peningkatan pendapatan pedagang kaki lima, yang menjadi area baru yang dapat diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengkaji pengaruh pesta adat Towani Tolotang terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima, sebuah pendekatan yang belum banyak dikaji sebelumnya. Gap dalam literatur ini adalah kurangnya penelitian yang mengintegrasikan tradisi budaya dengan aspek ekonomi, khususnya dalam konteks sektor informal seperti pedagang kaki lima. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan mempelajari bagaimana ritual budaya dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dengan melihat dampak langsung terhadap pendapatan pedagang yang beroperasi di sekitar acara adat Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis seberapa besar pesta adat Towani Tolotang dapat meningkatkan pendapatan PKL di Kecamatan Tellu Limpoe, serta untuk memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai peran budaya dalam mendukung perekonomian lokal. Selain itu. Penelitian ini sangat penting karena dapat memberikan wawasan kepada pemerintah daerah dan penyelenggara acara budaya untuk lebih mengoptimalkan potensi ekonomi dari kegiatan budaya tersebut. KAJIAN PUSTAKA Pesta adat merupakan perayaan atau upacara tradisional yang dilakukan oleh suatu komunitas untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya. Koentjaraningrat . menyatakan bahwa budaya adalah sistem nilai dan norma yang dijalankan secara turuntemurun oleh masyarakat. Dalam praktiknya, budaya tersebut terwujud melalui upacaraupacara adat, seperti pesta adat, yang bukan hanya bernilai simbolik, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan ekonomi. Keberadaan pesta adat mencerminkan dimensi utama budaya lokal, yaitu nilai budaya, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan leluhur. Partisipasi masyarakat terlihat dari tingginya antusiasme warga dalam pelaksanaan kegiatan adat, yang menjadi indikator penting dalam mendukung keberhasilan acara tersebut. Jumlah pengunjung yang hadir selama pesta adat juga menjadi gambaran antusiasme masyarakat luar dan pengaruh pesta terhadap ekonomi daerah. Selain itu, aktivitas ekonomi yang terbangun 83 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) melalui transaksi dagang yang meningkat selama acara menunjukkan bahwa pesta adat memiliki peran penting dalam mendongkrak perputaran ekonomi lokal, baik untuk pedagang maupun masyarakat secara keseluruhan (Permadi, 2. Definisi Pendapatan dan Peningkatannya adalah Pendapatan adalah jumlah tertinggi yang dapat digunakan oleh individu dalam suatu waktu dengan harapan kondisi tetap sama di akhir waktu seperti pada awalnya (Aprilyan Yusvita. Sasanti Elin Erlina, 2. Sadono Sukirno . menjelaskan bahwa pendapatan merupakan keseluruhan penerimaan dari kegiatan ekonomi dalam suatu waktu tertentu. Dalam situasi tertentu, seperti adanya pesta adat, pedagang kaki lima memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatannya secara signifikan. Peningkatan pendapatan ini dapat dilihat melalui beberapa indikator, antara lain: pertama, kenaikan pendapatan dibandingkan dengan hari biasa, yang merupakan efek langsung dari meningkatnya permintaan selama acara. Kedua, jumlah pelanggan bertambah akibat keramaian yang terjadi selama pesta adat, memberikan kesempatan bagi pedagang untuk bertemu dengan konsumen baru. Ketiga, transaksi menjadi lebih sering, karena tingginya lalu lintas pembeli yang datang selama acara berlangsung. Keempat, keuntungan bersih meningkat setelah dikurangi dengan biaya modal dan operasional, yang menunjukkan bahwa pesta adat tidak hanya meningkatkan volume transaksi, tetapi juga menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi pedagang. Pemberdayaan pemerintah dalam hal kebijakan juga menjadi faktor pendukung yang penting dalam memperkuat ekonomi PKL. Kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM memberikan dasar hukum yang kuat untuk mendukung PKL dalam mengakses modal, pelatihan keterampilan, dan dukungan pasar. Namun, meskipun kebijakan ini ada, implementasi kebijakan di lapangan sering kali menghadapi kendala, seperti keterbatasan akses modal bagi PKL dan ketidakteraturan dalam pemberian izin usaha (Harahap & Simbolon, 2. Hal ini menunjukkan kesenjangan antara kebijakan dan pelaksanaannya, yang bisa menghambat pemanfaatan penuh dari peluang yang ada bagi PKL. METODE PENELITIAN Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian asosiatif. Metode ini dipilih untuk mengidentifikasi hubungan atau dampak antara dua variabel (Sugiyono, 2. , yaitu pesta adat Towani Tolotang . ariabel independen/X) terhadap peningkatan penghasilan pedagang kaki lima . ariabel dependen/Y). Populasi dalam studi ini mencakup semua pedagang kaki lima yang beroperasi selama acara adat Towani Tolotang di Kecamatan Tellu Limpoe. Metode pengambilan sampel yang diterapkan adalah total sampling, di mana semua anggota populasi yang terlibat dalam kegiatan itu dijadikan sampel penelitian (Maliah et al. , 2. Dengan demikian, total responden dalam penelitian ini adalah semua pedagang kaki lima yang berdagang pada waktu tersebut. 84 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner tertutup berskala Likert, yang disusun berdasarkan indikator variabel penelitian. Kuesioner ini terdiri dari sejumlah pernyataan yang mewakili aspek-aspek dari kedua variabel yang diteliti. Setiap pernyataan memiliki lima skala jawaban, mulai dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju (Bau & Setyanto, 2. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Uji ini bertujuan untuk mengetahui besaran pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Selain itu, dilakukan pula uji determinasi (RA) untuk memahami sejauh mana sumbangan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen, dan uji signifikansi . untuk menguji hipotesis penelitian. Langkah-langkah analisis data meliputi: . pengkodean data. uji validitas dan reliabilitas instrumen. analisis regresi linear sederhana. interpretasi hasil analisis dalam kaitannya dengan hipotesis dan tujuan penelitian. Hasil analisis ini kemudian menjadi dasar dalam menarik kesimpulan mengenai pengaruh pesta adat Towani Tolotang terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima di lokasi penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data yang diperoleh dari 35 pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tellu Limpoe, penelitian ini menunjukkan bahwa pesta adat Towani Tolotang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan PKL. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini meliputi nilai budaya, partisipasi masyarakat, antusiasme pengunjung, dan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai budaya mencapai 77%, menunjukkan bahwa masyarakat menghargai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pesta adat ini. Partisipasi masyarakat juga tercatat tinggi dengan ratarata skor 80%, yang menandakan tingginya keterlibatan warga dalam acara tersebut. Antusiasme pengunjung selama pesta adat tercatat mencapai 85%, yang menunjukkan banyaknya pengunjung yang datang untuk menghadiri acara ini. Sementara itu, aktivitas ekonomi, yang mengukur dampak ekonomi bagi PKL, tercatat 81%, menunjukkan adanya peningkatan transaksi dan perdagangan yang terjadi selama acara berlangsung. Terkait dengan pendapatan PKL, penelitian ini mencatat rata-rata kenaikan pendapatan dibandingkan dengan hari-hari biasa. Sebagian besar pedagang melaporkan bahwa omzet mereka meningkat dua hingga tiga kali lipat selama perayaan pesta adat, yang menunjukkan bahwa acara ini memiliki dampak ekonomi yang sangat positif bagi mereka. Meskipun demikian, meskipun pesta adat memberikan peluang ekonomi yang besar, perlu dicatat bahwa ketergantungan PKL pada keramaian ini dapat menjadi risiko jika mereka tidak memiliki Ketidakstabilan pendapatan PKL dapat terjadi apabila mereka hanya bergantung pada momen-momen keramaian seperti pesta adat tanpa adanya perencanaan usaha yang berkelanjutan. 85 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun pesta adat Towani Tolotang memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan PKL, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Ketergantungan pada acara besar, keterbatasan modal, dan kurangnya keberlanjutan dalam pengembangan usaha menjadi tantangan utama yang perlu Oleh karena itu, selain mendukung acara budaya, pemerintah dan lembaga terkait perlu menciptakan program pemberdayaan jangka panjang yang dapat membantu PKL memperkuat usaha mereka di luar momen acara besar. Hal ini akan membantu menciptakan pendapatan yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi PKL. Hasil Analisis perIndikator Dalam penelitian ini, teori budaya dari Koentjaraningrat . digunakan untuk memahami dimensi budaya yang tercermin dalam pesta adat. Indikator yang digunakan meliputi nilai budaya, partisipasi masyarakat, jumlah pengunjung, dan aktivitas ekonomi. Indikator tersebut membantu mengukur bagaimana pesta adat sebagai bagian dari budaya lokal dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Sementara itu, teori pendapatan menurut Sadono Sukirno . digunakan untuk menganalisis peningkatan pendapatan pedagang kaki lima selama pesta adat. Indikator yang dipakai meliputi kenaikan pendapatan, jumlah pelanggan, frekuensi transaksi, dan keuntungan bersih. Indikator ini menggambarkan bagaimana keramaian dan peluang bisnis dalam pesta adat berkontribusi pada peningkatan pendapatan pedagang Indikator Pesta Adat Towani Tolotang Nilai Budaya Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan positif terhadap nilai budaya dalam pesta adat Towani Tolotang di Kecamatan Tellu Limpoe yang berada dalam kategori AuBaikAy Rata-rata skor tanggapan yang dihitung sebesar 3,88 dengan persentase 77%, menunjukkan bahwa secara keseluruhan, nilai budaya dalam pesta adat Towani Tolotang mendapat penilaian yang cukup baik dari para pedagang kaki lima sebagai Hal ini menggambarkan bahwa pesta adat ini tidak hanya menjadi momen ekonomi tetapi juga memiliki makna kultural yang dihargai oleh masyarakat. Partisipasi Masyarakat Berdasarkan tanggapan responden terhadap partisipasi masyarakat selama pesta adat berlangsung di Kecamatan Tellu Limpoe menunjukkan penilaian rata-rata skor tanggapan sebesar 4,00 dengan persentase 80% menunjukkan bahwa secara keseluruhan, partisipasi masyarakat selama pesta adat ini berlangsung sangat baik. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat aktif terlibat dalam pesta adat Towani Tolotang, yang sekaligus menjadi faktor penting dalam keberhasilan acara dan peningkatan ekonomi para pedagang kaki lima. Antusiasme Pengunjung Berdasarkan menghadiri pesta adat menunjukkan penilaian Rata-rata skor tanggapan sebesar 4,25 dengan persentase 85% menunjukkan bahwa antusiasme pengunjung terhadap pesta adat ini sangat Tingginya antusiasme ini menjadi faktor penting yang turut mendukung keberhasilan 86 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) pesta adat serta meningkatkan peluang pendapatan bagi pedagang kaki lima. Antusiasme pengunjung yang besar menciptakan suasana pesta yang hidup dan ramai, sehingga memberikan peluang lebih luas bagi para pedagang untuk menjual produk mereka. Hal ini juga mengindikasikan bahwa pesta adat Towani Tolotang mampu menarik perhatian tidak hanya masyarakat lokal, tetapi juga pengunjung dari luar daerah, yang berkontribusi positif pada perekonomian lokal. Aktivitas Ekonomi Tanggapan responden mengenai dampak pesta adat Towani Tolotang terhadap aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara. Mayoritas responden memberikan penilaian positif, dengan 83% menilai bahwa pesta adat ini memberikan dampak yang baik hingga sangat baik bagi perekonomian lokal. Tingginya skor ini mengindikasikan bahwa pesta adat tersebut tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga menjadi momentum penting yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kegiatan jual beli yang meningkat selama acara berlangsung menciptakan peluang tambahan bagi para pedagang kaki lima dan pelaku usaha kecil lainnya untuk meningkatkan pendapatan mereka. Indikator peningkatan pendapatan pedagang kaki lima Kenaikan Pendapatan Tanggapan responden tentang kenaikan pendapatan selama pesta adat menunjukkan hasil penilaian Rata-rata skor tanggapan sebesar 4,11 dengan persentase 82% menegaskan bahwa pesta adat Towani Tolotang memberikan dampak positif yang cukup kuat terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima. Hal ini menunjukkan bahwa momen pesta adat menjadi kesempatan emas bagi pedagang untuk meningkatkan penghasilan mereka, baik secara langsung melalui peningkatan volume penjualan maupun melalui hadirnya lebih banyak pengunjung dan pembeli. Jumlah Pelanggang Tanggapan responden mengenai peningkatan pelanggan pada saat pesta adat dibandingkan hari biasa menunjukkan hasil penilaian Rata-rata skor tanggapan sebesar 3,88 dengan persentase 77% menunjukkan bahwa secara umum, pesta adat Towani Tolotang berdampak positif terhadap jumlah pelanggan pedagang kaki lima. Hal ini mengindikasikan bahwa pesta adat menjadi salah satu momen strategis yang mampu menarik lebih banyak pengunjung, sehingga memberikan peluang lebih besar bagi pedagang untuk mendapatkan pelanggan baru dan meningkatkan penjualan. Jumlah Transaksi Tanggapan responden mengenai peningkatan transaksi yang dilakukan saat pesta adat dibandingkan hari biasa menunjukkan hasil penilaian Rata-rata skor tanggapan sebesar 3,94 dengan persentase 78% mengindikasikan bahwa walaupun transaksi pada hari biasa tidak sebesar saat pesta adat, pedagang tetap memiliki tingkat aktivitas ekonomi yang cukup stabil. Ini juga menunjukkan bahwa pesta adat bukan satu-satunya momen bagi pedagang untuk bertransaksi, melainkan mereka tetap mampu menjalankan usaha secara rutin dengan baik. Keuntungan Bersih 87 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Tanggapan responden mengenai keuntungan bersih yang diperoleh setelah pesta adat selesai menunjukkan hasil penilaian Dengan rata-rata skor 3,94 dan rata-rata persentase 78%, dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden mengalami peningkatan keuntungan bersih yang cukup tinggi setelah berpartisipasi dalam aktivitas jual beli saat pesta adat berlangsung. Ini menandakan bahwa pesta adat Towani Tolotang tidak hanya berperan sebagai simbol budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi pedagang informal seperti pedagang kaki lima. Secara umum, temuan ini memperkuat dugaan bahwa pesta adat memiliki korelasi positif terhadap pendapatan bersih pedagang, dan menjadi peluang tahunan yang dinantikan untuk meningkatkan penghasilan secara signifikan. Uji validitas Tabel 1. Correlation variabel X Pearson correlation Sig. -taile. Pearson correlation Sig. -taile. Pearson correlation Sig. -taile. Pearson correlation Sig. -taile. total Pearson correlation Sig. -taile. ,560** ,000 ,109 ,534 -,050 ,777 ,631** ,000 ,560** ,000 ,109 ,534 ,415* ,013 ,415* ,013 ,324 ,058 ,856** ,00 ,358 ,035 ,639** ,000 -,050 ,777 ,324 ,058 ,358* ,038 ,594** ,000 Total ,631** ,000 ,856** ,000 ,639** ,000 ,594** ,000 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, untuk menguji validitas data, dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Rhitung dan Rtabel. Sebagai hasilnya, untuk X. 1 diperoleh 0,631 yang lebih tinggi dari 0,3338. 2 memperoleh 0,856 yang lebih tinggi dari 0,3338. memperoleh 0,639 yang lebih tinggi dari 0,3338, dan X. 4 memperoleh 0,594 yang lebih tinggi dari 0,3338. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keempat item pertanyaan tentang pesta adat dianggap AuValidAy. Tabel 2. Correlation variable Y Pearson correlation Sig. -taile. Pearson correlation Sig. -taile. Pearson correlation Sig. -taile. Pearson correlation Sig. -taile. ,452** ,006 ,574** ,000 -,443** ,008 ,452** ,006 ,475** ,000 ,119 ,497 ,574** ,000 ,475** ,004 ,312 ,068 ,443** ,008 ,119 ,497 ,312 ,068 88 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) Total ,834** ,000 ,685** ,000 ,790** ,000 ,648** ,000 total Pearson correlation Sig. -taile. ,834** ,000 ,685** ,00 ,790** ,000 ,648** ,000 Berdasarkan perhitungan di atas, pengujian tingkat validitas data dilakukan dengan membandingkan nilai Rhitung terhadap Rtabel. Diperoleh hasil, untuk Y. 1 nilai Rhitung mencapai 0,834 yang lebih tinggi dari 0,3338. 2 sebesar 0,685 yang lebih tinggi dari 0,3338. mencapai 0,790 yang lebih tinggi dari 0,3338, dan Y. 4 sebesar 0,684 yang lebih tinggi dari 0,3338. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keempat pertanyaan mengenai pendapatan pedagang kaki lima dinyatakan AuValidAy. Uji relibilitas Tabel 3. Reliability statistic X CronbachAos Alpha N of items ,607 Output tersebut adalah hasil analisis keandalan yang dilakukan dengan metode Cronbach Alpha. Diketahui bahwa nilai Cronbach Alpha mencapai 0,607 untuk empat butir pertanyaan yang berkaitan dengan variabel upacara adat. Menurut kaidah pengambilan keputusan, jika nilai Cronbach Alpha lebih tinggi dari nilai Rtabel, maka data dianggap dapat Karena hasil yang didapatkan adalah 0,607 > 0,3338, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut "Reliable". Tabel 4. Realibily statistics Y. CronbachAos Alpha N of items ,720 Output tersebut adalah hasil dari analisis keandalan dengan menggunakan Cronbach Alpha. Diketahui nilai Cronbach Alpha mencapai 0,720 untuk 4 item pertanyaan berkaitan dengan variabel pendapatan pedagang kaki lima. Menurut prinsip pengambilan keputusan, jika nilai Cronbach Alpha melebihi nilai Rtabel, maka data dapat dianggap sebagai data yang Karena nilai yang diperoleh adalah 0,720 > 0,3338, maka dapat disimpulkan bahwa data tersebut "Reliable". Analisis regresi linear sederhana Tabel 5. Variables entered/remofed Model Variables Entered Variables Removed Methode Enter Output ini membahas mengenai variabel-variabel yang diterapkan dalam model regresi. Diketahui bahwa variabel bebas yang dimaksud adalah pesta adat, sedangkan variabel terikat adalah penghasilan pedagang kaki lima. Tidak ada variabel yang dihilangkan dalam analisis Metode regresi yang diterapkan adalah Enter. Tabel 6. Model summary Model R Square Adjusted R Std. Error of the 89 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) ,407a Square ,140 ,166 Estimate Hasil dari tabel Model Summary menunjukkan nilai R sebesar 0,407 dan koefisien Determinasi R square atau (RA) sebesar 0,166 . ibulatkan menjadi 0,17 dan merupakan kuadrat dari koefisien korelasi yaitu 0,17 y 100% = 17%), sementara sisanya adalah . % - 17% = 83%). Ini menunjukkan pemahaman bahwa untuk mengetahui besar dampak dari pesta adat Towani Tolotang (X) terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima (Y), nilai yang dicari adalah 83%. Koefisien Regresi X terhadap Y Tabel 7. Coefficient Unstandardized Coefficients Model . Standardized Coefficients Std. Error 8,415 ,461 Beta 2,957 ,180 ,407 Sig. ,008 ,015 Merujuk pada tabel 4. 29 yang menunjukkan koefisien hasil analisis data, model regresi yang diterapkan dalam penelitian ini untuk mengevaluasi dampak pesta adat towani tolotang terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima di kecamatan Tellu Limpoe. Kabupaten Sidenreng Rappang dapat dianalisis berdasar koefisien-koefisien berikut: Y1=8. 415 461*X Dari fungsi regresi tersebut, bisa dijelaskan bahwa jika variabel pesta adat (X) mengalami perubahan, maka pendapatan pedagang kaki lima (Y) akan terpengaruh. Tanda positif menandakan adanya perubahan yang sejalan. Apabila acara adat towani tolotang berjalan dengan lancar, pendapatan pedagang kaki lima pun akan meningkat dengan koefisien regresi sebesar 461. Sebaliknya, jika penghasilan pedagang kaki lima tidak baik, maka pendapatan mereka juga akan rendah dengan koefisien regresi yang serupa, yaitu 461. Nilai konstanta menunjukkan bahwa saat semua variabel konstan, dampak pesta adat towani tolotang terhadap pendapatan pedagang kaki lima tetap positif. Uji Hipotesis (Ada Pengaruh X dan Y) Tabel 8. Anova Model Sum of Squares Regression Residual Total Mean Square Sig. 90 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) ,015b Hasil ANOVA pada bagian ini menunjukkan nilai F = 6. 546 dengan tingkat signifikansi 015 karena probabilitas . lebih kecil dari 0,5, maka model regresi dapat diterapkan untuk memprediksi pesta adat. Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji F untuk menentukan adanya pengaruh/signifikan yang dapat dilihat pada level signifikansi = 0,05. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,5 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan analisis data pada tabel ANOVA. Fhitung yang didapatkan adalah 6. 546 dengan tingkat 015 (F <0,. , yang mengindikasikan bahwa variabel pesta adat Towani Tolotang (X) berpengaruh signifikan terhadap pendapatan Pedagang Kaki Lima (Y). Dengan hasil tersebut, ini berarti bahwa model regresi dapat digunakan untuk memprediksi peningkatan pendapatan di Kecamatan Tellu Limpoe. Kabupaten Sidenreng Rappang. Statistik t digunakan untuk menilai seberapa besar satu variabel independen secara individual dapat menjelaskan variasi pada variabel dependen. Berdasarkan tabel koefisien dari analisis data SPSS, diperoleh bahwa: Nilai thitung untuk variabel Pesta adat (X) adalah 461 dengan tingkat signifikansi 0,015. Hipotesis berdasarkan uji t dirumuskan secara statistik berikut: Ha : Pyx O 0 H0 : Pyx = 0 Hipotesis Bentuk Kalimat : Hipotesis Ha : Terdapat peningkatan signifikan dalam Pendapatan Pedagang Kaki Lima antara hari-hari biasa dan saat berlangsungnya Pesta Adat Towani Tolotang di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang. Kaidah Keputusan: Jika thitung Ou ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima, yang menunjukkan terdapat Koefisien tabel didapatkan dari thitung = 2. 558 melalui prosedur pencarian statistik tabel dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: Nilai signifikansi sebesar 0,000 O 0,05 . Df atau dk . erajat kebebasa. = Jumlah Data Ae 2 = 35 Ae 2 =33 . Sehingga didapat ttabel = 1. Keputusan: Nilai thitung lebih besar dari ttabel atau 2. 558 lebih besar dari 1. 692 sehingga Ha diterima, yang berarti signifikan. Jadi, pesta adat berpengaruh/signifikan terhadap Peningkatan Pendapatan Pedagang Kaki Lima di Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang. PENUTUP Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesta adat Towani Tolotang memberikan kontribusi yang nyata dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Tellu Limpoe. Kabupaten Sidenreng Rappang. Berdasarkan analisis regresi linear sederhana, diperoleh nilai RA sebesar 0,166, yang menunjukkan bahwa 16,6% variasi peningkatan pendapatan PKL dapat dijelaskan oleh keberadaan pesta adat. Nilai signifikansi 91 | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |Volume 7 | Nomor . Agustus 2025 | (Hal. Lisensi: Lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 Internasional (CC BY) 0,015 (<0,. menunjukkan bahwa pengaruh tersebut bersifat signifikan. Rata-rata kenaikan pendapatan PKL selama pesta adat tercatat sebesar 82%, dengan peningkatan jumlah pelanggan sebesar 77%, frekuensi transaksi sebesar 78%, dan peningkatan keuntungan bersih sebesar 78%. Faktor-faktor utama yang menentukan peningkatan pendapatan PKL meliputi tingginya jumlah pengunjung . ntusiasme pengunjung sebesar 85%), aksesibilitas lokasi yang strategis, jenis barang/jasa yang sesuai dengan kebutuhan pengunjung, durasi pesta adat yang berlangsung beberapa hari, serta dukungan dari panitia adat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan kegiatan. Tingginya partisipasi masyarakat . %) dan apresiasi terhadap nilai budaya . %) turut memperkuat daya tarik pesta adat bagi pengunjung luar daerah, sehingga memberikan peluang yang lebih besar bagi PKL. Secara keseluruhan, pesta adat Towani Tolotang memberikan manfaat ganda: secara ekonomi, perputaran pendapatan UMKM dan PKL meningkat, dan secara sosial-budaya, pesta adat ini mempererat interaksi antarwarga dan memperkuat identitas budaya lokal. Dengan demikian, kegiatan budaya ini berkontribusi positif dalam memperkuat kohesi sosial sekaligus mendorong aktivitas ekonomi berbasis komunitas. Saran Untuk meningkatkan dampak ekonomi dari pesta adat Towani Tolotang, disarankan agar panitia penyelenggara melakukan pengelolaan PKL yang lebih baik dengan penataan zona kuliner yang lebih terorganisir. Hal ini akan memudahkan pengunjung dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mereka. Selain itu, penguatan branding dan promosi melalui media digital sangat penting untuk meningkatkan visibilitas acara, baik untuk pengunjung lokal maupun dari luar daerah. Pemerintah daerah juga perlu memberikan dukungan infrastruktur yang memadai selama pelaksanaan acara, seperti fasilitas yang nyaman untuk Selanjutnya, mengintegrasikan pesta adat ini ke dalam agenda pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata budaya daerah, sehingga dampak ekonominya dapat terus berkembang dan Arah penelitian lanjutan yang disarankan adalah mengkaji dampak jangka panjang pesta adat terhadap kesejahteraan ekonomi PKL dan masyarakat sekitar, serta mengeksplorasi hubungan antara pesta adat dan pengembangan pariwisata berbasis budaya yang lebih sistematis. DAFTAR PUSTAKA