(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECERDASAN PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN TUAH NEGERI KABUPATEN MUSI RAWAS Relationship Between Parenting and Intelligence Level in Elementary School Students in Tuah Negeri, Musi Rawas District Tari Puspita1, Rostika Flora2*, Mohammad Zulkarnain3, Yeni Anna Apulembang4 1,2, Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya 3, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya 4, Prodi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya *e-mail: rostikaflora@gmail.com Info artikel Diterima: Juli 2021 Direvisi: 15 November 2021 Disetujui: 15 Desember 2021 ABSTRAK Latar Belakang: Setiap anak berhak untuk mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak karena masa depan bangsa dan dunia ini tergantung kepada mereka. Akan tetapi banyak anak yang tidak mendapatkan hak dalam hal kasih sayang, gizi, perlindungan, keamanan serta kebutuhan untuk hidup dan berkembang. Sekitar 10 juta anak meninggal sebelum usia 10 tahun dan lebih dari 200 juta anak tidak berkembang sesuai potensi mereka, karena adanya kesalahan dalam pengasuhan yang merupakan kebutuhan dasar bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Pola asuh orang tua berperan besar terhadap perkembangan kecerdasan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan pada anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87anak yang diambil secara random dari anak sekolah dasar di SDN Lubuk Rumbai dan Simpang Semambang Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Data karekteristik anak dan orang tua diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data pola asuh diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Tingkat kecerdasan anak diukur dengan metode CFIT. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 97,2% siswa memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata sedangkan72% siswa yang mendapatkan pola asuh non otoriter, memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata (p=0,007.,OR=13,243). Siswa yang mendapat pola asuh otoriter 13.243 kali beresiko memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Simpulan: Terdapat hubungan yang siginifikan (p≤0,05) antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan siswa SD di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Perlu adanya edukasi terhadap orang tua dalam menerapkan pola asuh pada anak. Pola asuh yang baik akan menghasilkan anak yang cerdas. Anak yang cerdas merupakan investasi bagi orang tua, negara dan bangsa. 62 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 ABSTRACT Background: Every child has the right to get a decent life and education because the nation's future and the world depend on them. However, many children do not get the rights to affection, nutrition, protection, security and the needs to live and develop. Around 10 million children die before the age of 10 years, and more than 200 million children do not develop according to their potential due to lack of parenting which is a basic need for children to grow and develop optimally. Parenting patterns play a significant role in the development of children's intelligence. Objective: This study analyses the relationship between parenting styles and the level of intelligence in elementary school children in Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency. Methods: This research is an analytical observational study using a cross-sectional design with a sample of 87 children taken randomly from elementary school children at SDN Lubuk Rumbai and Simpang Semambang, Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency. Data on the characteristics of children and parents were obtained through questionnaires, while data on parenting patterns were obtained through questionnaires and interviews. Children's intelligence level is measured by the CFIT method. Data were analyzed using the chi-square test. Results: This study indicates that 97.2% of students have an intelligence level below the average, while 72% of students who receive non-authoritarian parenting have an intelligence level below the average (p=0.007., OR=13.243). Students who receive authoritarian parenting are 13,243 times at risk of having a below-average intelligence level. Conclusion: There is a significant relationship (p≤0.05) between parenting patterns and the level of intelligence of elementary school students in Tuah Negeri District, Musi Rawas Regency. There needs to be education for parents in implementing parenting patterns for children. Good parenting will produce intelligent children. Intelligent children are an investment for parents, country and nation. 63 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 PENDAHULUAN Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh Pola asuh orang tua adalah pola perilaku hubungan antara orang tua dan anak. Pola asuh yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif orang tua sangat penting untuk perkembangan konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini anak kedepannya, termasuk juga untuk kesehatan dapat dirasakan oleh anak dan bisa memberi efek mentalnya, gaya hidup terkait kesehatannya, negatif maupun positif. Sejalan dengan hasil kesehatan fisik, hubungan sosial dan pencapaian penelitian yang dilakukan olah Nurhayati yang pendidikan anak.1 Pola asuh terbukti memiliki menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengaruh terhadap kendali diri anak, empati, pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan mengungkapkan emosional pada anak usia prasekolah di TK ABA dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, Candi.4,5 kemampuan Banyak hal yang mempengaruhi pola asuh memecahkan masalah antar pribadi, ketekunan, orang tua, diantaranya adalah lingkungan tempat kesetiakawanan, keramahan dan sikap hormat. tinggal. Pola asuh orang tua berpengaruh terhadap perkembangan anak, maka tidak mustahil jika kecerdasan lingkungan juga ikut serta mewarnai pola-pola anak baik kecerdasan intelektual maupun kecerdasan emosional dan spiritual. Llingkungan banyak mempengaruhi pengasuhan yang diberikan orang tua terhadap 2 Secara umum terdapat tiga pola asuh yang anaknya. Anak yang berada dalam pengasuhan biasanya dimiliki oleh orang tua, yaitu pola asuh orang tua yang berada di kota dipengaruhi oleh otoriter, demokratis dan permisif. Pola asuh kultur yang lebih modern dengan orientasi tersebut didasarkan pada dua dimensi yaitu kehidupan individualistik. Sebaliknya anak yang dan berada dalam pengasuhan orangtua yang tinggal demandingness/control (kontrol). Masing-masing di desa cenderung dipengaruhi oleh kultur pola asuh mempunyai dampak berbeda-beda bagi pedesaan yang relatif tradisional dengan orientasi perkembangan anak. Orang tua dengan tipe pola kehidupan lebih mementingkan kebersamaan dan asuh demokratis, anak mereka cenderung mandiri, kesetaraan. Selain lingkungan tempat tinggal, punya hubungan positif dengan teman sebayanya pendidikan orang tua juga berpengaruh terhadap dan percaya diri, sedangkan anak dari orang tua pola pengasuhan orang tua terhadap anak.6 responsiveness/warmth (kehangatan) otoriter biasanya menjadi pemalu, takut dan tidak Kecamatan Tuah Negeri merupakan salah mandiri. Anak dengan pola asuh permisif biasanya satu kecamatan di Kabupaten Musi Rawas. manja, menuntut, kurang percaya diri dan Sebagian besar masyarakat di Kecamatan Tuah gampang frustasi.3 Negeri mempunyai taraf ekonomi menengah ke bawah dan disertai dengan pendidikan yang 64 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 rendah. Lingkungan pedesaan, kemiskinan pendidikan, pekerjaan, status ekonomi dan dan pendidikan orang tua yang rendah tentunya pola asuh orang tua. Tingkat kecerdasan anak akan berpengaruh terhadap pola asuh orang tua diukur dengan metode CFIT. Data dianalisis terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, menggunakan SPSS 22.0 for windows dengan termasuk tingkat kecerdasan anak. Penelitian ini menggunakan uji chi-square. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola asuh telah mendapat persetujuan etik dari Komisi orang tua dengan tingkat kecerdasan anak sekolah Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan dasar di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Masyarakat Rawas.7 157/UN9.1.10/TU.KKE/2020. BAHAN DAN METODE HASIL Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020 di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas. Sampel berjumlah 87 orang siswa Sekolah Dasar yang diambil secara random dari 2 SD, yaitu SDN Lubuk Rumbai dan SDN Simpang Semambang. Data karekteristik anak dan orang tua diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data pola asuh diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Data karekteristik anak meliputi umur, jenis kelamin dan tingkat kecerdasan. Data karakteristik orang tua meliputi tingkat Universitas Sriwijaya No. Data karakteristik siswa menunjukkan bahwa, kelompok usia siswa yang terbanyak adalah kelompok usia 10 tahun, yaitu 44,8%, sebagian besar anak (56,5%) berjenis kelamin laki-laki dan 82,8% mempunyai tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Data karakteristik orang tua menunjukkan bahwa sebagian besar ayah (65,5%) dan ibu (67,8%) berpendidikan rendah dan bekerja sebagai petani. Status sosial ekonomi menunjukkan bahwa, sebagian besar (64,4%) orang tua berpenghasilan rendah dan 41,4% orang tua mempunyai pola asuh otoriter (Tabel 1). 65 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 Tabel 1. Karekteristik Siswa dan Orang Tua di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas Variabel Umur Siswa Jenis Kelamin Pendidikan Ayah Pendidikan Ibu Pekerjaan Ayah Pekerjaan Ibu Penghasilan/Status Ekonomi Orang Tua Pola Asuh Orang Tua Kategori (n) (%) 10 Tahun 39 44,8 11 Tahun 36 41,4 12 Tahun 12 13,8 Total 87 100 Laki-Laki 49 56,3 Perempuan 38 43,7 Total 87 100 Rendah 57 65,5 Tinggi 30 34,5 Total 87 100 Rendah 59 67,8 Tinggi 28 32,2 Total 87 100 Petani 44 50,6 Bukan Petani 43 49,4 Total 87 100 Petani 23 26,4 Bukan Petani 64 73,6 Total 87 100 Rendah 56 64,4 Tinggi 31 35,6 Total 87 100 Otoriter 36 41,4 Non Otoriter 51 58,6 Total 87 100 66 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 Tingkat Kecerdasasan Siswa SD Di Bawah Rata-Rata 72 82,8 Rata-Rata Ke atas 15 17,2 Total 87 100 Data hasil uji bivariat (Tabel 2) menunjukkan hubungan yang signifikan(p=0,007; OR=13,243) bahwa, 97,2% siswa yang mempunyai pola asuh antara pola asuh orang tua dengan tingkat otoriter memiliki tingkat kecerdasan di bawah kecerdasan siswa. Siswa yang mendapat pola asuh rata-rata sedangkan pada siswa yang mempunyai otoriter 13.243 kali beresiko memiliki tingkat pola asuh non otoriter, 72% siswa memiliki kecerdasan di bawah rata-rata. tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. Terdapat Tabel 2. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Tingkat Kecerdasan Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten Musi Rawas Tingkat Kecerdasan Siswa DiBawah Rata-Rata Total Pola Asuh Orang Tua Rata-Rata keAtas N % N % N % Otoriter 35 97,2 1 2,8 36 100 Non Otoriter 37 72,5 14 27,5 51 100 Total 72 82,8 15 17,2 87 100 PEMBAHASAN P OR CI 95% (Min-Maks) 0,007 13,243 1,653-106,082 pekerjaan serta upaya mereka. Sikap otoriter orang faktor tua akan berpengaruh pada profil perilaku anak. pendukung terpenting bagi kecerdasan anak. Anak dari orang tua otoriter sering tidak bahagia, Orang tua mempunyai tanggung jawab yang takut dan ingin membandingkan dirinya dengan penting terhadap perkembangan anak. Jenis pola orang lain, gagal untuk memulai aktivitas dan asuh yang diterapkan orang tua terhadap anak akan memiliki komunikasi yang lemah dan berperilaku menentukan agresif.8, 9 Lingkungan keluarga tumbuh merupakan kembang dan tingkat kecerdasan anak kedepannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 41,4% siswa diasuh dengan pola asuh otoriter. Menurut Santrock, pola asuh otoriter adalah gaya membatasi dan menghukum ketika orang tua memaksa anak-anak untuk mengikuti arahan mereka dan menghormati Banyak faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak, diantaranya adalah pendidikan, pekerjaan dan status ekonomi keluarga. Data karakteristik orang tua pada penelitian ini menunjukkan bahwa, sebagian besar 67 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 ayah (65,5%) dan ibu (67,8%) berpendidikan anak. Begitu pula hasil penelitian Kholifah rendah dan bekerja sebagai petani. Data status menyebutkan bahwa, bagaimanapun bentuk gaya sosial ekonomi menunjukkan bahwa, sebagian menjadi orang tua atau pola asuh orang tua akan besar (64,4%) orang tua berpenghasilan rendah. berpengaruh terhadap kecerdasan emosi anak usia Orang tua dini.11,12,13,14 yang berpendidkan tinggi diyakini mempunyai pengetahuan yang baik sehingga lebih mengerti bagaimana mengasuh anak, demikian sebaliknya. Dari aspek pendapatan dijelaskan pada keluarga yang mempunyai pendapatan tinggi cenderung lebih memanjakan anaknya dengan berbagai fasilitas, hal ini berbeda jauh dengan pengasuhan yang diterapkan oleh keluarga dengan pendapatan rendah.10 Orang tua yang memberikan stimulus yang tepat pada anak akan memberikan motivasi yang positif pada anak. Pola asuh dapat membentuk perkembangan yang baik untuk anak. Taraf intelegensi ditentukan oleh pengalaman dan pengetahuan yang diperolehnya dari lingkungan hidupnya, sedangkan lingkungan yang paling dekat adalah lingkungan keluarga dan orangtua Pola asuh merupakan hal yang fundamental merupakan faktor penentu keluarga. Oleh karena dalam pembentukan karakter anak. Orang tua yang itu disebutkan bahwa pola asuh orang tua sangat memberikan pola asuh otoriter dapat menyebabkan menentukan anaknya merasa tidak percaya diri, tertekan secara Kecerdasan anak bermula dari periode golden age, psikis dan di mana kapasitas kecerdasan anak mencapai 50% kecerdasan intelektualnya tidak dapat disalurkan. bahkan mencapai 80%. Untuk itu pada masa Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa golden age ini, anak harus distimulus dan diasuh terdapat 97,2% siswa yang mempunyai pola asuh dengan benar. Jika pada usia golden age ini, anak otoriter memiliki tingkat kecerdasan di bawah tidak mendapatkan stimulus dan pengasuhan rata-rata. Terdapat hubungan yang signifikan dengan benar maka jaringan sel otak akan rusak. (p=0,007; OR=13,243) antara pola asuh orang tua Kecerdasan anak pada masa golden age tidak dengan tingkat kecerdasan siswa. Siswa yang hanya kecerdasan kognitif saja yang berkembang, mendapat pola asuh otoriter 13,243 kali beresiko akan tetapi juga kecerdasan lainnya. Pengasuhan, memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata. pendidikan Hasil penelitian ini sejalan dengan Ashari yang mendorong perkembangan anak secara optimal.16 sehingga potensi kreativitasnya tingkat dan kecerdasan stimulus yang baik anak.15 akan menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan perkembangan kognitif. Hasil penelitian Khumaerah,dkk juga menyatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan kecerdasan intelektual SIMPULAN DAN SARAN Terdapat hubungan yang siginifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan siswa SD di Kecamatan Tuah Negeri Kabupaten 68 (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. 16, No. 2, Desember 2021, eISSN 2654-3427 DOI: 10.36086/jpp.v16i1.489 Musi Rawas. Perlu adanya edukasi terhadap orang tua dalam menerapkan pola asuh pada anak. Pola asuh yang baik akan menghasilkan anak yang cerdas. Anak yang cerdas merupakan investasi bagi orang tua, negara dan bangsa. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terimakasih atas didanainya penelitian ini dari hibah penelitian Kementrian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi skim Hibah Penelitian Dasar Tahun 2020, No 0125.07/UN/SB3.LP2M.PT/2020 dengan Dr. Rostika Flora sebagai Ketua Peneliti dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA 1. Khadijah. Interpersonal Intelligence of Students Through Thematic Learning in Raudhatul Athfal ( RA ) Zulhijjah Medan. Research & Method in Education (IOSRJRME). 2016 : 37– 4. 2. Safari T. Menagemen Emosi : Sebuah Panduan Kecerdasan Bagaimana Mengelola Emosi Positif Dalam Hidup Anda. Jakarta: Renika Cipta; 2016. 3. Papalia, Diane E, Sally W, Feldman, Ruth D. Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perkembangan Anak Pra-Sekolah. Jilid 1. Jakarta: Prenando Group: 2018. 4. Bahri, D.S . Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga ( sebuah presfektif Pendidikan islam). Jakarta: Renika Cipta; 2004. 5. Nurhayati, Asti, Utami, Siswi F. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Tingkat Kecerdasan Emosional Pada Anak Usia Prasekolah Di Tk Aba Candi Pakem Sleman. Yogyakarta: Universitas Aisyiyah: 2016. 6. Muslima. Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kecerdasan Finansial Anak. Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies. 2015 : 111– 4. 7. Beliti M. Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Rawas. 2018. 8. Oktavia, Sari N, Y Okta Yuniartri. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 47 Korong Gadang Kec. Kuranji Kota Padang. Jurnal Ipteks Terapan. 2014 : 74-2. 9. Santrock, J. W. Masa Perkembangan Anak. Jakarta: Salemba Humanika: 2011 10. Anwar. Pola Asuh Kebidanan. Yogyakarta : Pustaka Belajar ; 2008. 11. Sunain. Pengaruh Tingkat Pendidikan Orang Tua Terhadap Tingkat Kecerdasan dan Keaktifan Siswa dari Kelas Satu Sampai dengan Kelas Enam Pada Semester I. Jurnal Pendidikan Pedagogia. 2017: 160-6. 12. Ashari CD , Ngesti W, U Susmini. Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Kognitif Anak Usia 3-4 Tahun di PAUD Kecamatan Magelang Selatan. Volume 2 : 2017. 13. Khumaerah, Hasnah, R Syamsiah. Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Intelektual Anak. Journal Of Islamic Nursing : 2017: 214. 14. Kholifah. Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Kecerdasan Emosional Aud Tk Muslimat Nu 1 Tuban. Jurnal Pendidikan Anak : 2018: 61- 5. 15. Marpaung, Junierissa. Pengaruh Pola AsuhTerhadapKecerdasanMajemuk Anak (Influences Of Caring Parenting On Multiple Intelligence). Jurnal KOPASTA : Vol 4 : 2017: 7 – 5. 16. Hurlock, Elizabeth B. Perkembangan Anak. Jakarta: Penerbit Erlangga: 1993. 69