Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 ANALISIS DAN PENERAPAN PEMODELAN PROSES BISNIS DI CAFE OKA DEARY MENGGUNAKAN BUSSINES PROCCES MODEL AND NOTATION (BPMN) Wahyu Rahmat Ilahi1. Hikmawati SafaAoah2. Marisa Tri Yolanda3. Resti Febrianti4. Rizka Az Zahra5. Abdul Zaki6. Muhammad Anggun Novembra7 1,2,3,4,5,. Program Studi Sistem Informasi. Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Program Studi Teknik Informatika. Universitas Islam Sumatera Barat Email: wahyurahmat561@gmail. com1, hikmawatisafaah@gmail. com2, marisatryyolanda@gmail. restifebrianti046@gmail. com4 , riskazahra1077@gmail. com5, abdulzki0608@gmail. mhdanggoen@uisb. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis dan merancang ulang proses bisnis Cafy Oka Deary, sebuah UMKM di sektor kuliner, demi peningkatan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Analisis awal menunjukkan adanya pemborosan signifikan seperti waktu tunggu (Waitin. , gerakan tak efisien (Motio. , dan pekerjaan berulang (Overprocessin. akibat proses manual. Secara kuantitatif. Flow Analysis mengungkap Cycle Time 21 menit dengan Cycle Time Efficiency (CTE) hanya 47,6%, menandakan banyak waktu nonproduktif. Untuk mengatasi ini. Business Process Model and Notation (BPMN) digunakan untuk merancang ulang alur kerja. Desain ulang mengusulkan digitalisasi pemesanan dan pembayaran, meliputi scan barcode menu, pemesanan via sistem, dan pembayaran m-banking yang terintegrasi langsung ke Redesain ini diharapkan mampu memangkas pemborosan, mempercepat siklus pelayanan, dan secara substansial meningkatkan efisiensi operasional serta kepuasan pelanggan di Cafy Oka Deary. Kata kunci : Proses Bisnis. Efisiensi Operasional. UMKM. Cafy Oka Deary. BPMN. Analisis Pemborosan. Cycle Time Efficiency. ABSTRACT This research analyzes and redesigns the business processes of Cafy Oka Deary, an MSME in the culinary sector, aiming to enhance operational efficiency and customer satisfaction. Initial analysis revealed significant waste such as waiting times (Waitin. , inefficient movements (Motio. , and redundant tasks (Overprocessin. due to manual processes. Quantitatively. Flow Analysis showed a 21-minute Cycle Time with a Cycle Time Efficiency (CTE) of only 47. 6%, indicating substantial non-value-added time. To address these issues. Business Process Model and Notation (BPMN) was employed to redesign the workflow. The redesigned process proposes comprehensive digitalization of ordering and payment, including QR code menu scanning, system-based ordering, and m-banking payments directly integrated with the kitchen. This redesign is anticipated to reduce waste, accelerate service cycle time, and substantially improve Cafy Oka Deary's operational efficiency and customer satisfaction. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Keyword : Business Process. Operational Efficiency. MSME. Cafy Oka Deary. BPMN. Waste Analysis. Cycle Time Efficiency. PENDAHULUAN Dalam era bisnis yang kompetitif saat ini, efisiensi operasional menjadi elemen kunci dalam menentukan keberhasilan suatu usaha, terutama di sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Cafy Oka Deary sebagai salah satu pelaku UMKM di bidang kuliner menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas layanan sambil mempertahankan efisiensi proses bisnis. Pengelolaan proses yang baik tidak hanya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mempercepat siklus layanan dan mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Menurut . peningkatan efisiensi proses bisnis melalui pendekatan Business Process Improvement dapat meningkatkan waktu siklus hingga 80,47%, menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap alur kerja yang ada. Selain itu, dalam sektor pariwisata yang juga melibatkan interaksi layanan langsung, ditemukan bahwa infrastruktur dan sistem operasional yang kurang memadai menjadi hambatan dalam pelayanan pelanggan . Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang terstruktur dalam pemodelan proses Pemanfaatan notasi BPMN menjadi pilihan tepat dalam memetakan dan menganalisis alur proses secara visual. menegaskan bahwa pemodelan BPMN mampu merepresentasikan proses bisnis secara lengkap dan fleksibel sesuai kondisi lembaga. Di sisi lain, risiko operasional yang tidak dikendalikan dengan baik dapat merugikan UMKM secara signifikan. menyarankan bahwa risiko-risiko tersebut perlu diantisipasi sejak tahap awal perancangan proses. Pemodelan proses bisnis secara digital memungkinkan integrasi antara analisis proses dan teknologi. membuktikan bahwa konversi otomatis dari simulasi ke BPMN dapat memangkas waktu dan sumber daya. menambahkan bahwa fitur-fitur khusus seperti return barang dalam sistem inventori penting untuk mendukung proses yang efisien. Hal serupa diperkuat oleh . yang menunjukkan bahwa BPMN merupakan alat yang sesuai untuk mendeskripsikan proses dengan alur sekuensial yang dapat diukur secara Dari sudut pandang sistem informasi, . menyoroti pentingnya laporan informatif dan mudah dipahami dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis sistem. Sedangkan (Khatib Sulaiman et al. , n. menekankan perlunya perbaikan proses pendaftaran pelanggan agar lebih efisien dari sisi personel dan Keterlibatan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence juga membawa transformasi pada Business Process Management. menjelaskan bahwa AI memungkinkan pengambilan keputusan cepat dengan biaya rendah dan skala data besar. Selain itu, penggunaan BPMN juga dinilai mampu meningkatkan kolaborasi antar tim dalam proyek-proyek kompleks . serta menjadikan proses bisnis lebih mudah dipahami oleh berbagai pihak, termasuk pengguna . Model BPMN juga efektif dalam mengidentifikasi potensi inefisiensi dan perbaikan pada setiap tahapan proses, sebagaimana dipaparkan oleh . ) dalam studi sistem perjalanan dinas. Dukungan visualisasi intuitif dalam BPMN dinyatakan mampu menyederhanakan proses kompleks menjadi lebih mudah dimengerti . dan hasil simulasi dalam proses pengembalian produk dapat menunjukkan peningkatan efisiensi proses secara signifikan . Penerapan rekayasa ulang proses (BPR) juga terbukti efektif dalam memperbaiki efisiensi siklus waktu, sebagaimana disampaikan oleh . ) yang mencatat efisiensi waktu hingga 65,1%. Tidak hanya efisiensi, aspek teknis seperti sistem QR Code pun diusulkan oleh . ) untuk meningkatkan akurasi sortir bahan baku. Dalam sektor UMKM, penggunaan BPMN juga berhasil meningkatkan efisiensi dalam berbagai tahapan proses katering . Kompleksitas proses bisnis sendiri dapat diukur menggunakan pendekatan seperti Control-Flow Complexity (CFC), yang telah diterapkan oleh . untuk membandingkan dua versi proses penerimaan mahasiswa baru berdasarkan logika XOR dan AND. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Sementara itu, pendekatan Business Process Management (BPM) dapat dirancang dalam enam tahapan terstruktur sebagaimana dijelaskan oleh . ), mulai dari identifikasi hingga kontrol dan evaluasi proses. Terakhir, pentingnya otomatisasi dan verifikasi data dalam pengembalian produk juga ditegaskan oleh . , yang menunjukkan bahwa pengurangan kesalahan manual melalui digitalisasi mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Berdasarkan latar belakang dan temuan-temuan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan melakukan redesain terhadap proses bisnis Cafy Oka Deary. Dengan menggunakan pendekatan BPMN serta analisis pemborosan dan efisiensi siklus waktu (CTE), penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi konkret untuk peningkatan performa operasional cafy tersebut. II. LANDASAN TEORI 1 Konsep Dasar Proses Bisnis dan Efisiensi Operasional Dalam era bisnis yang kompetitif saat ini, efisiensi operasional merupakan elemen kunci dalam menentukan keberhasilan suatu usaha, terutama di sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Pengelolaan proses yang baik tidak hanya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, tetapi juga mempercepat siklus layanan dan mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Peningkatan efisiensi proses bisnis melalui pendekatan Business Process Improvement dapat meningkatkan waktu siklus secara signifikan (. Pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap alur kerja yang ada ditekankan pula dalam sektor pariwisata, di mana infrastruktur dan sistem operasional yang kurang memadai menjadi hambatan dalam pelayanan pelanggan (. 2 Pemodelan Proses Bisnis (BPMN) Pendekatan yang terstruktur dalam pemodelan proses bisnis sangat dibutuhkan. Pemanfaatan notasi BPMN (Business Process Model and Notatio. menjadi pilihan tepat dalam memetakan dan menganalisis alur proses secara visual. BPMN mampu merepresentasikan proses bisnis secara lengkap dan fleksibel sesuai kondisi lembaga (. Dukungan visualisasi intuitif dalam BPMN dinyatakan mampu menyederhanakan proses kompleks menjadi lebih mudah dimengerti (. ) dan efektif dalam mengidentifikasi potensi inefisiensi dan perbaikan pada setiap tahapan proses (. Selain itu, penggunaan BPMN juga dinilai mampu meningkatkan kolaborasi antar tim dalam proyek-proyek kompleks (. ) serta menjadikan proses bisnis lebih mudah dipahami oleh berbagai pihak, termasuk pengguna (. 1 Notasi Dasar BPMN BPMN menyediakan seperangkat notasi grafis standar untuk memodelkan proses bisnis. Elemen-elemen dasar dalam BPMN yang sering digunakan meliputi: Flow Objects: Merepresentasikan perilaku utama dari suatu proses. A Event: Menggambarkan kejadian yang memicu, memodifikasi, atau mengakhiri suatu proses. Dalam diagram. Events direpresentasikan dengan bentuk lingkaran. Jenisnya meliputi Start Event . ingkaran tipi. Intermediate Event . ingkaran gand. , dan End Event . ingkaran teba. Activity: Merepresentasikan pekerjaan yang dilakukan dalam proses. Dalam diagram. Activity direpresentasikan dengan bentuk persegi panjang dengan sudut membulat. Aktivitas dapat berupa Tasks . ugas tungga. atau Sub-processes . umpulan tugas yang lebih komplek. Gateway: Menggambarkan titik keputusan atau percabangan dalam alur proses. Dalam diagram. Gateway direpresentasikan dengan bentuk diamond. Contohnya adalah Exclusive Gateway . ntuk pilihan salah satu dari beberapa jalu. dan Parallel Gateway . ntuk eksekusi jalur secara bersamaa. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Connecting Objects: Menghubungkan elemen-elemen flow objects untuk menciptakan alur proses. A Sequence Flow: Menunjukkan urutan eksekusi aktivitas. Direpresentasikan dengan panah solid. A Message Flow: Menggambarkan pertukaran pesan antar Pools atau peserta yang berbeda. Direpresentasikan dengan garis putus-putus dengan lingkaran di awal dan panah di akhir. A Association: Menghubungkan teks atau artefak dengan elemen lain. Swimlanes: Membagi proses menjadi segmen visual untuk mengorganisir dan mengidentifikasi peserta A Pool: Merepresentasikan peserta utama dalam suatu proses, seperti organisasi atau departemen. Sebuah Pool seringkali berisi satu atau lebih Lane. A Lane: Memisahkan peran atau fungsi di dalam sebuah Pool. Contohnya adalah Pelanggan. Sistem. Koki, dan Pelayan dalam konteks diagram proses. Artifacts: Memberikan informasi tambahan tentang proses. A Data Object: Merepresentasikan data yang digunakan atau dihasilkan oleh aktivitas. A Group: Mengelompokkan elemen grafis untuk tujuan dokumentasi atau analisis. A Text Annotation: Memberikan komentar atau penjelasan tambahan pada diagram. 3 Analisis Proses Bisnis Analisis proses bisnis bertujuan untuk memetakan dan menganalisis aktivitas-aktivitas utama dalam suatu Dalam penelitian ini, analisis dilakukan dengan menggunakan dua metode: 1 Analisis Kualitatif (Analisis Pemborosa. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses bisnis berjalan di lapangan melalui pengamatan dan wawancara. Teknik analisis pemborosan . aste analysi. berfokus pada pencarian bagian-bagian proses yang tidak memberikan nilai tambah dan bisa menyebabkan keterlambatan, kelebihan kerja, maupun ketidakefisienan. Jenis-jenis pemborosan yang umum ditemukan dalam proses bisnis meliputi: A Waiting (Waktu Menunggu yang Tidak Perl. : Lamanya waktu tunggu yang tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan. A Motion (Gerakan Tidak Efisie. : Gerakan atau perpindahan yang tidak perlu dan menambah beban A Overprocessing (Pekerjaan Ganda atau Berulan. : Aktivitas yang berulang atau tidak efisien yang memakan waktu. 2 Analisis Kuantitatif (Flow Analysi. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menganalisis efisiensi proses dengan menggunakan Teknik Flow Analysis digunakan untuk menganalisis aliran proses dari awal hingga akhir, dan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui apakah proses tersebut berjalan dengan efisien atau Indikator utama yang digunakan dalam Flow Analysis adalah: A Cycle Time: Total waktu yang dibutuhkan dari awal proses sampai selesai. A Cycle Time Efficiency (CTE): Persentase waktu yang benar-benar digunakan untuk aktivitas yang memberi nilai langsung ke pelanggan. Waktu yang memberi nilai langsung ke pelanggan disebut juga sebagai Value-Added Time (VAT). Penerapan rekayasa ulang proses (Business Process Reengineering / BPR) juga terbukti efektif dalam memperbaiki efisiensi siklus waktu (. Hasil simulasi dalam proses dapat menunjukkan peningkatan efisiensi proses secara signifikan (. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 4 Peran Teknologi dan Sistem Informasi dalam Proses Bisnis Pemodelan proses bisnis secara digital memungkinkan integrasi antara analisis proses dan teknologi. Konversi otomatis dari simulasi ke BPMN dapat memangkas waktu dan sumber daya (. Fitur-fitur khusus seperti pengembalian barang dalam sistem inventori penting untuk mendukung proses yang efisien (. BPMN juga merupakan alat yang sesuai untuk mendeskripsikan proses dengan alur sekuensial yang dapat diukur secara fungsional (. Pentingnya laporan informatif dan mudah dipahami dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis sistem juga disoroti (. Selain itu, perlunya perbaikan proses pendaftaran pelanggan agar lebih efisien dari sisi personel dan pengerjaan juga ditekankan (. Keterlibatan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence (AI) juga membawa transformasi pada Business Process Management, memungkinkan pengambilan keputusan cepat dengan biaya rendah dan skala data besar (. Aspek teknis seperti sistem QR Code juga diusulkan untuk meningkatkan akurasi (. Otomatisasi dan verifikasi data dalam proses, seperti pengembalian produk, juga dapat mengurangi kesalahan manual melalui digitalisasi, yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan (. 5 Manajemen Risiko dan Kompleksitas Proses Bisnis Risiko operasional yang tidak dikendalikan dengan baik dapat merugikan UMKM secara signifikan dan perlu diantisipasi sejak tahap awal perancangan proses (. Kompleksitas proses bisnis sendiri dapat diukur menggunakan pendekatan seperti Control-Flow Complexity (CFC) (. Pendekatan Business Process Management (BPM) dapat dirancang dalam enam tahapan terstruktur (. ), mulai dari identifikasi hingga kontrol dan evaluasi proses. METODE PENELITIAN 1 Pendekatan Penelitian Untuk menganalisis proses bisnis yang berjalan di Cafy Oka Deary Penelitian ini kami menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif 2 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui proses discovery yang meliputi: Identifikasi Masalah & Tujuan Fokus utama dari discovery ini adalah mengetahui alur kerja saat ini di Cafy, mulai dari pelanggan datang sampai pembayaran. mengidentifikasi hambatan seperti antrean lama atau proses pembayaran yang kurang efisien. serta membuat rancangan proses baru yang lebih optimal agar pelanggan puas dan bisnis makin lancar. Pengumpulan Data dan Informasi Langkah ini melibatkan observasi dan wawancara dengan pihak yang terlibat, yaitu Pemilik Cafy (Ariand. untuk menentukan arah bisnis. Manajer Operasional untuk memastikan alur operasional berjalan lancar. Kepala Dapur untuk mengelola proses pembuatan makanan. Kasir untuk menangani pembayaran pelanggan, dan Pelayan yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Pemetaan Alur Proses Saat Ini (As-Is Proces. Alur bisnis Cafy Oka Deary digambarkan sebagai berikut: Pelanggan datang . elihat menu dan memilih Pelanggan memesan menu . ika tersedia, pesanan dibua. Proses pembuatan . -15 menit, makanan/minuman disiapkan oleh dapu. Pelanggan membayar . ua opsi: langsung atau QR Cod. Struk pembayaran diberikan . ransaksi selesa. Dari sisi penjual, prosesnya meliputi: Cek Ketersediaan Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Menu . ika ada, pesanan diterim. Konfirmasi Pesanan & Persiapan . ilakukan oleh dapu. Tentukan Jenis Layanan (Dine-In atau Take Awa. dan Proses Pembayaran oleh Pelanggan . truk diberikan sebagai bukti transaks. 3 Metode Analisis Data Analisis data dilakukan dengan dua metode utama: Analisis Kualitatif (Teknik: Analisis Pemborosa. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengetahui secara langsung bagaimana proses bisnis di Cafy Oka Deary berjalan, dengan melihat kenyataan di lapangan melalui pengamatan dan wawancara terhadap pihak-pihak yang terlibat, seperti pemilik cafy, pelayan, kasir, dan bagian dapur. Teknik yang digunakan dalam metode ini adalah analisis pemborosan . aste analysi. Teknik ini berfokus pada pencarian bagian-bagian proses yang tidak memberikan nilai tambah dan bisa menyebabkan keterlambatan, kelebihan kerja, maupun ketidakefisienan. Analisis Kuantitatif (Teknik: Flow Analysi. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur dan menganalisis efisiensi proses dengan menggunakan Teknik yang digunakan adalah Flow Analysis, yaitu analisis aliran proses dari awal hingga akhir, dan menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui apakah proses tersebut berjalan dengan efisien atau tidak. Teknik ini menggunakan dua indikator utama, yaitu: Cycle Time . aktu siklu. dan Cycle Time Efficiency (CTE). Cycle Time adalah total waktu yang dibutuhkan dari awal proses sampai selesai , sedangkan CTE adalah persentase waktu yang benar-benar digunakan untuk aktivitas yang memberi nilai langsung ke pelanggan. Value-Added Time (VAT) Value-Added Time adalah waktu yang benar-benar memberi nilai langsung ke pelanggan. IV. ANALISIS DAN HASIL PERANCANGAN 1 Analisis Proses Bisnis Saat Ini Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ditemukan beberapa temuan terkait proses bisnis Cafy Oka Deary: 1 Hasil Analisis Kualitatif (Analisis Pemborosa. Dalam proses bisnis yang ada di Cafy Oka Deary, ditemukan beberapa jenis pemborosan yang cukup dominan, yaitu: Waiting (Waktu Menunggu yang Tidak Perl. Salah satu pemborosan yang paling terlihat adalah lamanya waktu tunggu pelanggan dari saat memesan hingga pesanan diterima, yang berkisar antara 10 hingga 15 menit. Ini cukup lama bagi pelanggan yang hanya memesan makanan ringan atau minuman. Penyebab utamanya adalah proses pencatatan pesanan yang masih dilakukan secara manual oleh pelayan dan disampaikan ke dapur, yang membuat alur kerja menjadi lebih lambat. Selain itu, belum ada sistem antrean dapur yang rapi, sehingga pesanan yang datang bersamaan tidak dikerjakan secara teratur. Motion (Gerakan Tidak Efisie. Dalam proses pelayanan, pegawai cafy merangkap beberapa tugas sekaligus, seperti menjadi pelayan sekaligus kasir. Akibatnya, pegawai sering kali harus mondar-mandir dari meja pelanggan ke dapur, lalu ke kasir, yang menambah beban kerja dan memperlambat alur pelayanan. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Overprocessing (Pekerjaan Ganda atau Berulan. Setiap hari, pegawai cafy harus mencatat menu yang tersedia dan menu yang kosong secara manual di kertas, lalu menjelaskannya satu per satu kepada pelanggan. Hal ini menjadi proses yang mengulang dan memakan waktu, apalagi jika pelanggan harus bertanya ulang karena tidak ada informasi visual yang tersedia. 2 Hasil Analisis Kuantitatif (Flow Analysi. Berdasarkan data waktu proses pelayanan di Cafy Oka Deary, diperoleh rincian sebagai berikut: Langkah Proses Waktu . Pelanggan datang dan duduk Melihat dan memilih menu Memesan ke kasir Proses memasak/membuat minuman Penyajian ke meja pelanggan Pelanggan membayar ke kasir Total Waktu Siklus Tabel 1. Hasil Analisis Kuantitatif Dari tabel di atas, total waktu proses dari pelanggan datang hingga menyelesaikan pembayaran adalah 21 Namun, waktu yang benar-benar memberikan nilai kepada pelanggan hanyalah 10 menit, yaitu saat makanan/minuman disiapkan. Dengan demikian, perhitungan efisiensi waktunya adalah sebagai berikut: CTE=(Cycle TimeValueOeAdded Tim. y100% CTE=. y100%=47,6% Kesimpulan dari analisis kuantitatif ini adalah proses pelayanan di Cafy Oka Deary masih memiliki banyak waktu yang tidak termanfaatkan secara maksimal. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan efisiensi, seperti dengan sistem digital, pembagian tugas yang lebih baik, serta pengurangan proses manual yang Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 3 Pemetaan Proses Bisnis Saat Ini (As-Is Proces. dengan BPMN Gambar 1. Diagram BPMN Oka Deary sebelum redesign 2 Perancangan Ulang Proses Bisnis (Redesign BPMN) Berdasarkan hasil analisis efisiensi proses bisnis eksisting, dilakukan perancangan ulang proses bisnis menggunakan notasi BPMN untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. 1 Gambar Redesign BPMN Gambar 2. Diagram BPMN Oka Deary setelah redesign 2 Penjelasan Diagram BPMN Cafy Oka Deary Redesign Diagram ini memvisualisasikan alur proses pemesanan dan pembayaran di Cafy Oka Deary, dari sudut pandang Pelanggan. Sistem. Koki, dan Pelayan. Alur Awal (Pelanggan Memula. A Pelanggan: Memilih meja: Ini penanda dimulainya proses dari sisi pelanggan. Pelanggan datang ke kafe dan hal pertama yang mereka lakukan adalah mencari dan memilih meja untuk duduk. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Pelanggan: Scan barcode di meja: Setelah dapat meja, pelanggan akan scan kode QR yang ada di meja, biasanya untuk mengakses menu digital. Sistem: Menampilkan halaman web menu: Setelah pelanggan scan barcode, sistem . plikasi web atau website kaf. akan otomatis menampilkan halaman menu digital di perangkat pelanggan, sehingga pelanggan bisa langsung lihat-lihat menu. Proses Pemesanan (Pelanggan Berinteraksi dengan Siste. A Pelanggan: Mengisi data dan memilih menu: Di halaman menu yang ditampilkan sistem, pelanggan akan mengisi data yang diperlukan . ungkin nama atau nomor mej. dan mulai memilih menu-menu yang mereka inginkan. A Pelanggan: Melakukan pemesanan: Setelah selesai memilih, pelanggan mengklik tombol "Pesan" atau "Konfirmasi Pesanan" di sistem tersebut. Proses Pembayaran (Interaksi Pelanggan. Sistem, dan Ban. A Pelanggan: Membayar total pesanan via m-banking: Pelanggan kemudian melakukan pembayaran menggunakan mobile banking . -bankin. Kemungkinan besar ada informasi rekening atau kode QR merchant di sistem. A Sistem: Verifikasi pembayaran: Setelah pelanggan transfer, sistem akan memverifikasi apakah pembayaran sudah masuk dan sesuai dengan total pesanan. Ini adalah proses otomatis di backend A Gateway Eksklusif (X-ny. : Setelah verifikasi pembayaran, ada gateway berbentuk X yang menandakan decision point. Alur akan bercabang: jika verifikasi berhasil, akan lanjut ke alur notifikasi pembayaran. A Sistem: Notifikasi pembayaran berhasil: Jika pembayaran sukses diverifikasi, sistem akan mengirimkan notifikasi bahwa pembayaran sudah berhasil. Notifikasi ini bisa berupa notifikasi di aplikasi pelanggan, atau notifikasi ke kafe. A Intermediate Timer Event (Lingkaran dengan jam pasi. : Setelah notifikasi pembayaran berhasil, ada ikon jam pasir yang menandakan adanya penundaan atau waktu tunggu yang terkait dengan peristiwa ini, mungkin sistem akan menunggu konfirmasi lebih lanjut atau ada jeda sebelum meneruskan ke langkah berikutnya. A Intermediate Timer Event (Lingkaran dengan jam pasi. : Setelah notifikasi pembayaran berhasil, ada ikon jam pasir yang menandakan adanya penundaan atau waktu tunggu yang terkait dengan peristiwa ini, mungkin sistem akan menunggu konfirmasi lebih lanjut atau ada jeda sebelum meneruskan ke langkah berikutnya. A Sistem: Meneruskan laporan ke koki: Setelah notifikasi dan jeda, sistem akan meneruskan detail pesanan yang sudah dibayar ke bagian dapur atau koki. Ini bisa berupa print out tiket pesanan otomatis atau tampilan di layar dapur. Proses Pembuatan dan Penyiapan Pesanan (Cafy Oka Deary/Dapu. A Membuat pesanan: Berdasarkan laporan dari sistem, bagian dapur atau koki di Cafy Oka Deary akan mulai menyiapkan makanan dan minuman sesuai pesanan A Intermediate Timer Event (Lingkaran dengan jam pasi. : Ada lagi ikon jam pasir yang menunjukkan waktu tunggu atau durasi proses pembuatan pesanan, karena makanan/minuman butuh waktu untuk disiapkan. A Cafy Oka Deary: Koki menyerahkan pesanan pelayan: Setelah pesanan selesai dibuat, koki akan menyerahkan pesanan tersebut kepada pelayan. Proses Penyerahan Pesanan (Pelayan ke Pelangga. A Pelayan: Menerima pesanan: Pelayan menerima makanan dan minuman yang sudah jadi dari Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Pelayan: Mengantar pesanan ke pelanggan: Pelayan kemudian membawa pesanan tersebut dan mengantarkannya langsung ke meja pelanggan yang tadi memesan. Akhir Proses (Pesanan Diterim. A Pelanggan: Menerima pesanan: Ini penanda bahwa proses inti dari sisi pelanggan . enerima pesanan yang mereka mint. telah selesai. 3 Hasil Perbandingan Proses Bisnis: Sebelum dan Sesudah Redesign Untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perbedaan dan peningkatan maka diusulkan, perbandingan antara proses bisnis Cafy Oka Deary sebelum dan sesudah redesign Aspek Proses Bisnis Pemesanan Menu Pencatatan Pesanan Pembayaran Proses Dapur Sebelum Redesign (As-Is Proces. Pelanggan melihat menu fisik dan memilih meja. Pegawai mencatat menu yang tersedia/kosong secara manual di kertas dan menjelaskannya satu per satu kepada Pesanan dicatat secara manual oleh pelayan dan disampaikan secara lisan ke dapur. Sesudah Redesign (To-Be Proces. Pelanggan memilih meja, lalu scan barcode di meja untuk mengakses menu digital . alaman web men. melalui perangkat mereka. Pelanggan mengisi data dan memilih menu langsung di sistem, lalu melakukan pemesanan via sistem. Sistem meneruskan detail pesanan secara otomatis ke dapur. Pelanggan membayar Pelanggan membayar ke kasir . ua opsi: total pesanan via mlangsung atau QR Sistem akan Cod. Verifikasi secara otomatis pembayaran masih melibatkan interaksi pembayaran dan langsung atau manual. mengirimkan notifikasi Belum ada sistem Dapur (Kok. antrean dapur yang menerima laporan rapi, pesanan yang pesanan langsung dari datang bersamaan sistem secara otomatis. tidak dikerjakan secara Proses pembuatan Dapur pesanan masih menerima pesanan memiliki waktu tunggu lisan/manual. -15 meni. Dampak/Perbaikan scan barcode di meja untuk mengakses menu digital . alaman web men. melalui perangkat Mengurangi pemborosan. Overprocessing . ekerjaan berulan. dan Waiting . aktu menunggu ), karena pelanggan dapat langsung mengakses informasi menu yang up-to-date. Mempercepat alur kerja dan mengurangi kesalahan pencatatan Mengurangi pemborosan Waiting . kibat proses manua. dan Motion . erakan pelayan mondarmandi. Meningkatkan efisiensi dan akurasi proses pembayaran. Mengurangi antrean di kasir dan keterlibatan manual karyawan, sehingga Meningkatkan keteraturan dan efisiensi di dapur karena pesanan diterima secara terstruktur dari Mengurangi Waiting akibat komunikasi yang tidak efisien. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 Peran Karyawan Pegawai sering Motion tidak efisien. Peran karyawan lebih terfokus merangkap beberapa berkat otomatisasi sistem tugas . isal: pelayan . encatatan & verifikas. , sekaligus kasi. , yang mengurangi Motion, beban kerja, dan mempercepat layanan Efisiensi Waktu Cycle Time 21 menit. Dengan digitalisasi dan Meningkatkan efisiensi waktu total. Value-Added Time 10 otomatisasi, diharapkan mengurangi pemborosan, dan menit. CTE 47,6%. terjadi pengurangan mempercepat siklus layanan. Banyak waktu signifikan pada Cycle terbuang untuk Time total dan aktivitas non-nilai peningkatan Cycle Time Efficiency. Tabel 2. Hasil Perbandingan Proses Bisnis Setelah Redesign KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang ulang proses bisnis di Cafy Oka Deary menggunakan pendekatan Business Process Model and Notation (BPMN). Berdasarkan analisis kualitatif melalui teknik analisis pemborosan . aste analysi. , ditemukan bahwa proses bisnis Cafy Oka Deary saat ini memiliki beberapa jenis pemborosan yang signifikan, meliputi Waiting . aktu tunggu pelanggan akibat pencatatan manual dan antrean dapur yang belum teratu. Motion . erakan tidak efisien dari pegawai yang merangkap tuga. , dan Overprocessing . ekerjaan ganda seperti pencatatan menu manua. Analisis kuantitatif menggunakan Flow Analysis menunjukkan bahwa dari total Cycle Time 21 menit untuk proses pelayanan, hanya 10 menit yang merupakan Value-Added Time . aktu yang benar-benar memberikan nilai tambah kepada pelangga. Hal ini menghasilkan Cycle Time Efficiency (CTE) sebesar 47,6%, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar waktu dalam proses dihabiskan untuk aktivitas yang tidak efisien. Untuk mengatasi inefisiensi ini, dilakukan perancangan ulang proses bisnis . dengan memodelkan alur proses menggunakan BPMN. Perancangan ini mengusulkan digitalisasi proses pemesanan dan pembayaran, mulai dari pemesanan via scan barcode menu digital, pengisian data dan pemilihan menu melalui sistem, pembayaran via m-banking, hingga notifikasi pesanan otomatis ke dapur. Proses redesign ini diharapkan dapat mengurangi pemborosan, mempercepat waktu siklus, dan meningkatkan efisiensi operasional serta kepuasan pelanggan secara keseluruhan. 2 Saran Berdasarkan temuan dan perancangan ulang proses bisnis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, disarankan kepada Cafy Oka Deary untuk segera mengimplementasikan sistem pemesanan dan pembayaran digital yang telah dirancang. Penting bagi pihak Cafy untuk memastikan sistem tersebut berfungsi optimal melalui pengujian menyeluruh sebelum diterapkan sepenuhnya. Selain itu, pelatihan yang komprehensif dan berkala perlu diberikan kepada seluruh staf, termasuk pelayan, kasir, dan koki, agar mereka memahami dan mampu mengoperasikan sistem serta mengikuti alur proses yang baru dengan baik. Setelah implementasi. Cafy Oka Deary juga perlu secara rutin melakukan evaluasi kinerja proses yang telah di-redesign, memantau Cycle Time dan Cycle Time Efficiency untuk mengidentifikasi potensi perbaikan lanjutan. Jurnal Sistem Informasi dan Sains Teknologi Vol. 7 No. Agustus 2025 ISSN 2684-8260 DAFTAR PUSTAKA