JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Sistem Informasi Pendukung Keputusan Seleksi Beasiswa Menggunakan Metode SAW Diterima: 9 Januari 2023 Revisi: 8 Februari 2023 Terbit: 15 Maret 2023 Noval Ahmad Khaliq. Ahmat Josi. Linda Fujiyanti Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung AbstrakAi Beasiswa merupakan bantuan keuangan yang diberikan kepada suatu individu untuk digunakan dalam kegiatan pendidikan. Untuk mendapatkan beasiswa di Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, mahasiswa harus melengkapi formulir yang telah disediakan dan mengumpulkan berkasberkas yang dibutuhkan. BAAKPK memilah dan menyeleksi mahasiswa yang akan menerima beasiswa. Adanya sistem pendukung keputusan seleksi penerimaan beasiswa di Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung ini dengan menggunakan metode SAW dimana dinilai dapat memudahkan proses penyeleksian penerima beasiswa. Keluaran dari penelitian ini adalah sebuah sistem pendukung keputusan dalam penyeleksian penerima beasiswa berbasis website yang dapat memudahkan BAAKPK dalam menyeleksi mahasiswa dan memudahkkan mahasiswa dalam memasukkan informasi data diri serta berkas yang diperlukan. Berdasarkan hasi pengujian, sistem pendukung keputusan ini mendapatkan persentase kelayakan mencapai 88,6%. Kata KunciAi Beasiswa. Sistem Informasi. Metode SAW AbstractAi A scholarship is a financial aid given to an individual for use in educational activities. To get a scholarship at the Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, students must complete the form provided and submit the required documents. BAAKPK sorts and selects students who will receive There is a decision support system for selecting scholarship recipients at the Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung using the SAW method which is considered to facilitate the process of selecting scholarship recipients. The output of this research is a decision support system in selecting scholarship recipients based on a website that can facilitate BAAKPK in selecting students and make it easier for students to enter personal information and the required files. Based on the test results, this decision support system has a feasibility percentage of 88. KeywordsAi Scholarships. Information Systems. SAW Method This is an open access article under the CC BY-SA License. Penulis Korespondensi: Noval Ahmad Khaliq. Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak. Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung. Email: novalahmad15@gmail. JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer | Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. PENDAHULUAN Perguruan tinggi merupakan penyelenggara pendidikan akademik bagi mahasiswa. Lima perguruan tinggi termasuk universitas, institut, sekolah menengah, perguruan tinggi teknik dan politeknik. Polman Negeri Bangka Belitung merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Bangka Belitung. Polman Babel menyediakan beasiswa kepada para mahasiswa dalam menunjang kemauan mahasiswa untuk terus belajar. Beasiswa merupakan bentuk bantuan keuangan kepada individu atau organisasi atas hasil dari pekerjaan yang dilakukan. Bantuan tersebut dapat berupa dukungan finansial untuk kegiatan pembelajaran dalam bentuk bantuan keuangan untuk kegiatan belajar. Di Polman Negeri Babel ini terdapat pilihan beasiswa sehingga pada proses penyeleksian tidak akan efektif jika menggunakan cara yang masih manual, untuk itu dalam mengatasi permasalahan ini diperlukan sistem yang berguna untuk membantu penyeleksian penerima beasiswa yang terdapat di Polman Negeri Bangka Belitung berupa sistem pendukung keputusan seleksi beasiswa. Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah sistem informasi interaktif yang dapat menyajikan informasi, memodelkan dan memanipulasi data yang berguna untuk memecahkan masalah terstruktur untuk membuat keputusan yang kompleks dan mendukung pengambilan keputusan. Dapat juga disebut sebagai sistem komputer yang memproses data menjadi informasi untuk membuat keputusan tentang masalah semi-struktural tertentu. Pada dasarnya, sistem pendukung keputusan merupakan pengembangan dari sistem manajemen terkomputerisasi yang dirancang untuk berinteraksi dengan pengguna. Pada pembuatan sistem pendukung keputusan dibutuhkannya framework untuk membantu dalam pembangunan sistem. CodeIgniter adalah framework aplikasi berbasis web yang dibangun dengan menggunakan konsep MVC (Model. View. Controlle. Framework PHP ini dapat mengembangkan website dengan lebih mudah karena menyediakan resource yang lengkap yang bekerja sebagai tool bagi web developer. Sistem yang dibangun didalamnya terdapat sebuah metode yang akan membantu dalam pemilihan keputusan, metode tersebut adalah Simple additive weighting (SAW). Simple additive weighting (SAW) memiliki konsep dasar yaitu dari nilai kinerja setiap alternatif di seluruh atribut akan dicari penjumlahan terbobotnya. , . Proses pemeringkatan dilakukan dalam beberapa langkah dengan cara menetapkan nilai kriteria, bobot, urutan pencocokan, normalisasi dan pemeringkatan dengan cara menghasilkan nilai untuk setiap kriteria. Berdasarkan latar belakang diatas, maka dari itu dengan memperhatikan masalah yang terjadi penulis tertarik dalam membuat AuSistem Pendukung Keputusan Seleksi Beasiswa Polman Negeri BabelAy yang diharapkan dapat memudahkan dalam proses pengumpulan dan pengurutan data dari JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Kompute. Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. calon penerima beasiswa agar dapat diseleksi. Juga dapat menjadi solusi dalam masalah efisiensi pada saat pengelolaan data dari calon penerima beasiswa. II. METODE Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam pembuatan sistem adalah metode kualitatif, metode kualitatif merupakan Metode yang mengandalkan pengamatan secara mendetail. Metode kualitatif digunakan agar mendapat data yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan Metode Pengembangan Sistem Metode waterfall pada gambar 1 merupakan metode pengembangan sistem informasi yang sistematis dan berurutan. , . Air terjun adalah proses pengembangan yang mengimplementasikan sistem komputer atau subsistem informasi. , . Gambar 1. Metode Waterfall Model pengembangan menggunakan waterfall ini dimulai dari tahap analisa, perancangan implementasi, verifikasi aplikasi, hingga tahap pengembangan. Langkah berikutnya tidak akan dilakukan jika langkah sebelumnya belum dikerjakan dan sebaliknya jika sudah masuk kedalam langkah berikutnya maka tidak bisa lembali ke langkah sebelumnya. Simple Additive Weighting Simple additive weighting (SAW) memiliki konsep dasar yaitu dari nilai kinerja setiap alternatif di seluruh atribut akan dicari penjumlahan terbobotnya. Metode SAW memerlukan proses untuk menormalkan matriks keputusan (X) ke dalam skala yang dapat dibandingkan dengan semua klasifikasi alternatif yang ada. , . , . JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer | Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Diberikan Persamaan sebagai berikut : ycuycnyc ycAycaycu ycuycnyc ycycnyc = { ycAycnycu ycuycnyc ycuycnyc rij = rating kinerja yang sudah ternormalisasi Nilai preferensi untuk setiap alternatif (V. ycOycn = Ocycuyc=1 ycOyc ycycnyc Vi = koefisien nilai alternatif n = banyaknya kriteria wj = bobot . rij = nilai rating kriteria yang sudah ternormalisasi Nilai Vi yang lebih besar daripada yang lainnya akan menjelaskan jika alternatif itu yang akan terpilih sebagai keputusan. Gambar 2. Diagram alur SAW Metode Simple Additive Weighting seperti pada gambar 2 merupakan metode yang digunakannya penjumlahan terbobot dari nilai kinerja setiap alternatif dalam mencari suatu hasil keputusan dari kriteria yang ada agar seseorang dapat mengambil keputusan secara tepat JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Kompute. Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Multiple Attribute Decision Making (MADM) Multi Attribute Decision Making (MADM) adalah suatu metode untuk mendapatkan alternatif optimal dari setiap alternatif dengan kriteria tertentu. Mengidentifikasi alternatif untuk diprioritaskan terlebih dahulu, oleh karena itu pengambil keputusan harus memprioritaskan atau mengurutkan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. , . MADM dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ketika terdapat lebih dari satu kriteria dalam menentukan alternatif keputusan yang terbaik. Metode Pengumpulan Data Terdapat dua metode pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu wawancara dan Analisis kebutuhan sistem Kebutuhan software Software yang dibutuhkan dalam perancangan sistem ini adalah xampp, sublime text 3, dan Kebutuhan pengguna sistem Admin, merupakan user yang memiliki hak akses sepenuhnya dalam pengoperasian sistem pendukung keputusan ini seperti menambah, mengedit, mengambil dan menghapus data untuk pengelolaan informasi. User, merupakan mahasiswa atau pengguna biasa yang hanya dapat menginput dan mengedit data pengajuan beasiswa. JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer | Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. HASIL DAN PEMBAHASAN Use Case Diagram Use case diagram pada gambar 3 merupakan deskripsi adegan dari interaksi yang terjadi antara pengguna dengan sistem. Gambar 3. Use Case Diagram Sistem User dapat melakukan login ke dalam sistem, memasukkan data yang akan masuk ke dalam database, mendaftar akun dan mengajukan beasiswa. Use case diagram admin dapat melakukan login, mengelola data pengguna atau mahasiswa, pendataan mahasiswa, menyeleksi data yang dimasukkan oleh mahasiswa dan dapat mengambil data daftar penerima beasiswa yang disajikan kedalam bentuk pdf Activity Diagram Activity diagram merupakan pemodelan yang menggambarkan sistem kerja suatu objek atau sistem, diagram aktivitas digambarkan dalam alur proses kerja terstruktur dari kasus penggunaan yang akan dicakup dari titik awal hingga titik akhir, setiap aktivitas dijelaskan dengan tanda yang sesuai fungsi. Activity diagram pada gambar 4 merupakan alur proses sistem ketika digunakan oleh user. JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Kompute. Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Gambar 4. Activity Diagram Mahasiswa Mahasiswa melakukan registrasi akun terlebih dahulu lalu sistem akan merekam data yang Mahasiswa masuk menggunakan akun yang sudah dibuat tadi. Mahasiswa dapat mengajukan beasiswa dan melengkapi dokumen yang diperlukan lalu sistem akan merekam seluruh data dan menyimpan dokumen yang dimasukkan. Data akan ditampilkan pada menu admin untuk diverifikasi. Setelah diverifikasi maka data akan diproses pada sistem untuk diseleksi. Data penerima lalu ditampilkan pada halaman mahasiswa. Gambar 5. Activity Diagram Admin Pada gambar 5 Admin akan masuk kedalam sistem lalu mengelola data mahasiswa. Data mahasiswa yang ada pada sistem akan dikirim kehalaman admin lalu diverifikasi. Data akan JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer | Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. dimasukkan kembali kedalam sistem untuk diseleksi oleh sistem. Data penerima beasiswa akan dikirim pada menu admin dan mahasiswa. Sequence Diagram Sequence Diagram pada gambar 6 merupakan diagram yang menjelaskan secara rinci urutan proses yang harus dilakukan dalam sistem untuk mencapai tujuan dari use case. Sequence diagram menyajikan gambaran pesan yang dikirim antar objek. Gambar 6. Sequence Diagram Mahasiswa Pada gambar 7 Mahasiswa mengirim data untuk masuk ke menu utama lalu edit data yang diteruskan kedalam database. Gambar 7. Sequence Diagram Admin Admin mengirim data untuk masuk ke menu utama lalu melihat data user dan edit data user yang berada pada database. Menu expor pdf akan meminta database untuk mengumpulkan data penerima beasiswa lalu ditampilkan dengan menggunakan format pdf. JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Kompute. Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Penentuan kriteria Kriteria Ae kriteria yang digunakan didapatkan dari aturan yang sudah didapat seperti IPK, penghasilan dan prestasi. Penentuan bobot pada kriteria Pemberian bobot pada tabel 1 setiap kriteria sudah ditentukan nilai bobot sebagai contoh nilai bobot pada metode ini dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Penentuan Bobot Kriteria Bobot IPK 2 : 6 = 0. Penghasilan 1 : 6 = 0. Prestasi 3 : 6 = 0. Penentuan bobot pada tabel 1 didapat hasil untuk ipk, penghasilan dan prestasi secara berurutan adalah 0. 3333, 0. 1666 dan 0. Penggolongan kriteria menggunakan MADM melalui tahap jika suatu kriteria labih kecil lebih bagus maka kriteria tersebut termasuk kedalam cost dan jika suatu kriteria lebih besar lebih bagus maka kriteria termasuk kedalam benefit. Hasil dari penggologan kriteria sudah ditentukan dengan hasil IPK dan prestasi termasuk kedalam benefit dan prestasi masuk kedalam cost. Setelah semuanya sudah ditentukan, lalu langkah selanjutnya adalah menghitung nilai untuk dilakukannya perhitungan poin dengan metode SAW pada tabel 2. Tabel 2. Penerapan SAW Kriteria Rumus Sampel Mahasiswa A Mahasiswa B Mahasiswa C Mahasiswa D IPK ycnycyyco ycuycaycuycaycuycycayceycuyceyceycnyc ycnycyycoycoycaycu Penghasilan ycyyceycuyciEaycaycycnycoycaycuycoycnycu ycuycaycuycaycuycycaycuycyc ycyyceycuyciEaycaycycnycoycaycu Prestasi ycyycyceycycycaycycn ycuycaycuycaycuycycayceycuyceyceycnyc ycyycyceycycycaycycnycoycaycu Tabel 2 menunjukkan penggolongan kriteria yang sudah dihitung untuk setiap bobot. Pada kriteria dan prestasi masuk kedalam golongan benefit dan penghasilan masuk kedalam cost. Didapat hasil perhitungan yang ditunjukkan pada tabel diatas. JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer | Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Proses Perankingan Perankingan dilakukan dengan cara menjumlahkan seluruh poin IPK, penghasilan dan prestasi pada masing-masing mahasiswa. Penjumlahan mahasiswa A mendapat poin 0. mahasiswa B mendapat poin 0. 878258, mahasiswa C mendapat poin 0. 69716 dan mahasiswa D 47494 poin. User Interface Pada tahap user interface sistem pendukung keputusan beasiswa yang sudah diterapkan dapat dilihat pada gambar 8. Gambar 8. Halaman User Gambar 8 menunjukkan halaman beranda pada saat user masuk kedalam sistem yang menampilkan daftar data penerima beasiswa. Gambar 9 menunjukkan halaman untuk mengajukan beasiswa dengan memasukkan data mahasiswa dan dokumen yang diperlukan. Gambar 9. Halaman Daftar Beasiswa JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Kompute. Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Gambar 10. Halaman Proses Penerimaan Gambar 10 menunjukkan halaman informasi dari proses pengajuan beasiswa. Pengajuan ditolak, diterima atau sedang diproses akan dapat dilihat pada halaman ini. Gambar 11. Halaman Verifikasi Mahasiswa Gambar 11 halaman verifikasi data mahasiswa untuk melihat data dari dokumen mahasiswa apakah sudah sesuai data yang dimasukkan kedalam sistem atau belum. Gambar 12 menunjukkan halaman untuk memasukkan bobot pada kriteria. Gambar 12. Halaman Input Bobot JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer | Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Gambar 13. Halaman Penerimaan Beasiswa Gambar 13 menunjukkan menu utama sistem yang berguna dalam melakukan perhitungan poin untuk setiap mahasiswa sesuai dengan SAW. Hasil Pengujian Tabel 3. User Acceptance Test Pertanyaan Jumlah bobot Hasil penilaian disajikan pada tabel dalam bentuk persentase sebagai berikut : ycycycoycoycaEa ycaycuycaycuyc Hasil Penilaian (%) = ycycycoycoycaEa max ycaycuycaycuyc ycu 100 Hasil Penilaian (%) = 300 ycu 100 Hasil Penilaian (%) = 88,6% JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Kompute. Hal:94-108 JSITIK. Vol. 1 No. 2 Juni 2023 ISSN: 2986-0458 (Prin. / 2986-044X (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 53624/jsitik. Hasil dari User Acceptance Testing (UAT) yang diperoleh dari 10 pertanyaan kepada 6 responden dalam perhitungan persentase didapat hasil 88,6% sehingga pada Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Beasiswa di Polman Negeri Bangka Belitung ini layak untuk IV. KESIMPULAN Setelah malalui banyak tahap dalam pembuatan suatu sistem mulai dari proses pengumpulan data, analisis kebutuhan, desain, implementasi hingga pengujian sistem maka sistem sudah metode Simple Addittive Weightening. Sistem sudah layak digunakan untuk melakukan proses penyeleksian beasiswa. Sistem dapat berjalan pada web browser di PC maupun smartphone. sistem ini dapat dikembangkan dengan lebih baik bisa dengan menambahkan fitur seperti mengirim pesan melaui gmail atau pun menambahkan verifikasi e-mail sebelum akun dapat masuk ke dalam sistem serta halaman yang memiliki fungsi berhubungan dapat ditempatkan dalam satu halaman yang sama. DAFTAR PUSTAKA