e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman 155-162 Pemberian Kombinasi Jus Nanas dan Madu Terhadap Dismenorhoe pada Remaja Putri The Giving A Combination Of Pineapple Juice And Honey For Dysmenorhe In Female Student Mila Syari1. Ivansri Marsaulina2 & Novy Ramini Harahap3 S1 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan. Institut Kesehatan Helvetia Medan. Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding author: ilafahila01@gmail. Abstrak Prevalensi rasa sakit saat menstruasi di Indonesia mencapai 64,25%, terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 69,36% dismenore sekunder. Di Provinsi Sumatera Utara, angka kejadian nyeri menstruasi ditemukan berkisar antara 30%-45% pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh pemberian jus nanas dan madu terhadap dismenore pada remaja putri di Yayasan Perguruan Islam Cendekia. Kecamatan Medan Helvetia, tahun 2024. Penelitian ini menerapkan metode desain Quasi Eksperimen dengan pendekatan Satu Grup Pre Tes dan Post Tes. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswi kelas VII di Yayasan Perguruan Islam Cendekia yang terletak di Kecamatan Medan Helvetia. Kota Medan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan total 14 siswa. Untuk analisis data, digunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Salah satu terapi non-medis yang dapat digunakan untuk mengatasi dismenore adalah pemberian jus nanas dan madu. Hasil pembagian skala rasa sakit sebelum mengonsumsi jus nanas dan madu pada remaja perempuan menunjukkan bahwa ada 8 responden . ,1%) yang merasakan nyeri sedang, dan 6 responden . ,8%) mengalami nyeri berat yang terkontrol. Setelah mengonsumsi jus nanas dan madu, jumlah responden dengan nyeri ringan menjadi 6 orang . ,8%), sementara mereka yang merasakan nyeri sedang tetap 6 orang . ,8%). Uji Paired T-Test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari konsumsi jus nanas dan madu dengan nilai p-value yang sama dengan 0,000Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi jus nanas dan madu memiliki dampak terhadap dismenore pada remaja perempuan di Yayasan Perguruan Islam Cendekia Kota Medan tahun 2024. Kata Kunci: Diemnenohoe. Jus Nanas dan Madu. Remaja Putri Abstract The prevalence of menstrual pain in Indonesia reaches 64. 25%, consisting of 54. 89% primary dysmenorrhea and 69. 36% secondary dysmenorrhea. In North Sumatra Province, the incidence of menstrual pain was found to range from 30% -45% in adolescents. This study aims to investigate the effect of giving pineapple juice and honey on dysmenorrhea in female adolescents at the Yayasan Perguruan Islam Cendekia. Medan Helvetia District, in 2024. This study applies a Quasi Experiment design method with a One Group Pre-Test and Post-Test approach. The research subjects consisted of 14 seventh grade female students at the Yayasan Perguruan Islam Cendekia located in Medan Helvetia District. Medan City. The sampling technique used was total sampling with a total of 14 students. For data analysis, univariate, bivariate, and multivariate analysis were used. One non-medical therapy that can be used to overcome dysmenorrhea is giving pineapple juice and honey. The results of the pain scale distribution before consuming pineapple juice and honey in female adolescents showed that there were 8 respondents . who felt moderate pain, and 6 respondents . 8%) experienced severe pain that was controlled. After consuming pineapple juice and honey, the number of respondents with mild pain became 6 people . 8%), while those who felt moderate pain remained 6 people . 8%). The Paired T-Test showed a significant effect of consuming pineapple juice and honey with a p-value equal to 0. The conclusion of this study shows that consuming pineapple juice and honey has an impact on dysmenorrhea in female adolescents at the Yayasan Perguruan Islam Cendekia Kota Medan in 2024. Keywords: Dysmenorrhoea. Female Pineapple Juice and Honey. Students DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Syari. Marsaulina. I, & Harahap. NR. Pemberian Kombinasi Jus Nanas dan Madu Terhadap Dismenorhoe pada Remaja Putri . Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . : Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes yang mengalami dismenore primer, semuanya atau 100% dari 22 orang tersebut mengalami penurunan tingkat rasa sakit menjadi ringan setelah diberikan Aromaterapi kayu manis. (Nofiandi et al. Hasil studi yang dilakukan oleh Mery Krista Simamora. Endang Sihaloho, dan Selvia Yolanda Dalimunthe . menunjukkan bahwa ada penurunan yang berarti pada rata-rata tingkat nyeri dismenore setelah pemberian jus nanas dan madu jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pemberian jus nanas dan madu (Sholilah et al. , 2. Dalam madu terdapat unsur besi, kalium, mineral, kalsium, magnesium, tembaga, mangan, natrium, dan fosfor. Selain itu, ada juga barium, seng, belerang, klorin, vitamin C, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B5, vitamin B6, vitamin K, serta berbagai senyawa lainnya dalam madu, salah satunya flavonoid. Madu memiliki manfaat untuk menurunkan kadar prostaglandin dan leukotrien, yang dapat mengurangi atau menghilangkan nyeri saat menstruasi (Widyawati, 2. Berdasarkan perkembangan, masa remaja terbagi menjadi tiga fase, yaitu Remaja awal . arly adolescen. yang berlangsung dari usia 11 sampai 14 tahun. Pada fase ini, perubahan berlangsung sangat cepat, termasuk pertumbuhan fisik dan kemampuan Berikutnya, ada Remaja pertengahan . iddle adolescen. pada usia 15 hingga 18 tahun, di mana remaja mulai merasa lebih percaya diri secara memperluas interaksi dengan teman sebaya dan mulai menjalin persahabatan dan hubungan dengan lawan jenis. PENDAHULUAN Masa remaja merupakan suatu fase perubahan, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa orang dewasa ditandai dengan perubahan perkembangan fisik dan perubahan hubungan seksual sekunder yang salah satunya adalah proses menstruasi. Pada masa ini banyak terjadi perubahanperubahan baik seperti hormon, fisik. Banyak penelitian mengenai nyeri haid telah dilakukan di berbagai negara dimana prevalensi nyeri haid sangat tinggi di seluruh dunia (Anisa et al. , 2. Hasil studi yang dilakukan di India mengindikasikan bahwa angka kejadian mengalami dismenore parah mencapai 73,83%. Sebanyak 6,32% mengalami dismenore sedang . ,37%), dan sisanya merasakan dismenore ringan . ,29%). Di sisi lain, di Jepang, angka dismenore primer tercatat sebesar 46%, dengan 27,3% dari pasien mengalami dismenore primer saat berada di sekolah atau di tempat kerja pada hari pertama dismenore (Mulyani et al. , 2. Beberapa jenis tanaman obat juga digunakan untuk mengatasi rasa sakit saat menstruasi atau dismenore. Contohnya, sebuah penelitian menunjukkan bahwa pemberian jus wortel dapat membantu mengurangi nyeri menstruasi. Dalam penelitian tersebut, mahasiswa yang mengonsumsi jus wortel dua kali sehari mengalami penurunan pada berbagai tingkat nyeri menstruasi setelah diberikan air perasan wortel. Penelitian lain yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dari 22 individu dalam kelompok eksperimen e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Terakhir. Remaja akhir . ate adolescen. yang terjadi pada usia 18 sampai 22 tahun, di mana mereka mencapai kematangan dalam fisik dan emosi, serta lebih sadar akan lingkungan sosial mereka. Mereka juga mengembangkan identitas pribadi dalam hubungannya dengan orang lain, memahami peran sosial, nilai-nilai yang dipegang, serta tujuan hidup mereka (Hapsari, 2. Mekanisme yang menyebabkan dismenore primer adalah ketika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan mengalami penyusutan yang berujung pada penurunan kadar progesteron. Penurunan ini menyebabkan labilisasi membran lisosom, yang membuatnya lebih rentan pecah dan melepaskan enzim fosfolipase A2 yang menghidrolisis senyawa fosfolipid yang terdapat pada membran sel endometrium. Akibatnya, ini Keberadaan asam arakhidonat, ditambah dengan kerusakan pada endometrium, akan memicu jalur kaskade asam prostaglandin (Agustin et al. , 2. Metode penanganan dismenore terdiri dari dua jenis terapi, yaitu terapi dengan obat-obatan dan terapi tanpa obat. Untuk mengatasi rasa sakit yang disebabkan oleh dismenore, bisa dilakukan terapi dengan obat-obatan, seperti analgetik yang mencakup aspirin, asam mefenamat, parasetamol, dan feminax. Sementara itu, untuk terapi tanpa obat, menggunakan kompres hangat, melakukan senam dismenore, teknik relaksasi, ayat-ayat Al-Qur'an, menggunakan ramuan tradisional yang terbuat dari jahe dan kunyit (Anandita et , 2. Nanas adalah tanaman yang memiliki kemampuan untuk mengurangi rasa sakit karena mengandung enzim Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa buah nanas memiliki efek untuk mengurangi nyeri karena adanya enzim bromelain. Bromelain adalah enzim pemecah protein yang berasal dari nanas (Ananas comosus L). Kandungan bromelain dan vitamin E dalam nanas dapat mengurangi intensitas nyeri menstruasi . dengan menghambat produksi prostaglandin yang berperan sebagai sinyal rasa sakit dalam tubuh, sehingga terjadi penurunan nyeri pada responden sebelum dan sesudah mengonsumsi jus nanas (Muqorobin. Madu memiliki kandungan air, glukosa, fruktosa, sukrosa, asam amoniak, dan asam lemak. Selain itu, madu juga mengandung mineral-mineral penting seperti kalsium, fosfor, potasium, sodium, besi, magnesium, serta tembaga. Jika tubuh manusia mengalami kekurangan zat-zat tersebut, hal ini dapat mengakibatkan seseorang mengalami anemia. Kandungan vitamin dalam madu dapat memicu tubuh untuk menghasilkan protein dan hormon, serta melindungi tubuh dari berbagai penyakit (SONIATI SIREGAR, 2. Nyeri adalah kejadian yang umum sehari-hari merupakan indikator adanya kerusakan pada jaringan tubuh. Ini juga dapat dipahami sebagai perasaan tidak nyaman yang muncul sebagai suatu bentuk penderitaan akibat persepsi yang nyata, ancaman, dan imajinasi tentang luka. Nyeri adalah pengalaman yang dirasakan oleh e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes tubuh atau suatu bagian dari tubuh yang memberikan suatu pengalaman yang menyentuh aspek fisik (WOLFF et al. Numeric Raiting Scaile adalah suatu alat ukur yang meminta pasien untuk menilai rata nyerinya sesuai dengan level intensitas nyerinya pada skala numeral dari 0-10 atau 0-100. Angka 0 berarti Auno painAy dan 10-100 berarti Ausevere painAy . yeri heba. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari Hasil penelitian yang dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 14 orang diperoleh data Tabel 1. Distribusi Kategori Skala Dismenorhoe Sebelum dan Sesudah Konsumsi Jus Nanas dan Madu Pada Remaja Puti Skala Pretest Post Nyeri Test Ringan Sedang Berat Berdasarkan tabel 1. Didapati hasil dari kategori skala dismenore sebelum mengkonsumsi jus nanas dan madu pada remaja perempuan di Yayasan Perguruan Islam Cendekia Kota Medan pada tahun 2024, yaitu nyeri ringan dengan jumlah 0 responden . %), nyeri sedang sebanyak 8 responden . ,1%), dan nyeri berat terkontrol sebanyak 6 responden . ,8%). Sementara itu, skala nyeri setelah mengkonsumsi jus nanas dan madu pada remaja putri di Yayasan Perguruan Islam Cendekia Kota Medan tahun 2024 menunjukkan nyeri ringan sebanyak 6 ,8%), sebanyak 6 responden . ,8%), dan nyeri berat terkontrol sebanyak 2 responden . ,2%). METODE PENELITIAN Desain yang digunakan adalah Quasi Eksperiment Design (Rancangan Eksperimen Sem. dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah One Group Pre Test and Post Test Design. One Group Pre Test and Post Test Design yaitu desain penelitian dimana peneliti memberikan intervensi yaitu dengan pemberian kombinasi jus nanas dan madu terhadap dismenore pada remaja putri di yayasan perguruan Islam cendekia kecamatan Medan Helvetia kota Medan tahun . Penelitian ini dilaksanakan di Yayasan Perguruan Islam Cendekia yang terletak di Kecamatan Medan Helvetia. Kota Medan, tepatnya di Jl Gatot Subroto KM. 6,5 No. Sei Sikambing C. Medan Helvetia. Kota Medan. Sumatra Utara. Populasi yang diteliti terdiri dari semua siswa perempuan kelas VII di Yayasan Perguruan Islam Cendekia Kecamatan Medan Helvetia sebanyak 14 orang. Sampel untuk penelitian ini mencakup 14 remaja perempuan yang mengalami Tabel 2. Uji Normalitas Data Kelompok Statistik Sig PreTest Post Test Berdasarkan tabel 2. diketahui df . erajat kebebasa. sebelum konsumsi dan setelah disajikan jus nanas dan madu adalah 14 partisipan, yang berarti jumlahnya kurang dari 50 partisipan, sehingga pendekatan untuk menguji normalitas yang diterapkan adalah Shapiro-Wilk. Berdasarkan pengujian e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes normalitas dengan metode Shapiro-Wilk, diperoleh hasil sig pre-test 0. 148 > 0. dan sig post-test 0. 209 > 0. 05, yang menunjukkan bahwa data terdistribusi Beberapa dari mereka mungkin juga merasakan gejala seperti nyeri pada paha, nyeri di area payudara, kelelahan, keseimbangan, kelalaian, dan gangguan Tabel 3. Konsumsi Jus Nanas dan Madu Sebelum tidur. Bahkan, beberapa perempuan dan Sesudah Pada Remaja Putri mengalami nyeri hebat saat haid yang Variabel Mean SD dikenal sebagai dismenorea. Dismenorea PreTest 425 0,000 adalah rasa sakit yang muncul di bagian Post Test bawah perut hingga panggul selama menstruasi, yang disebabkan oleh zat Berdasarkan tabel 3. dapat diketahui kimia yang disebut prostaglandin, yang bahwa dari hasil uji statistik didapatkan dapat meningkatkan nyeri saat haid atau nilai P-value < 0,000 < ( 0,. Artinya ada ketidakseimbangan hormon progesteron Pengaruh konsumsi jus nanas dan madu dalam tubuh yang menyebabkan sebelum dan sesudah pada remaja putri terjadinya rasa sakit (Ahmad et al. Skala Nyeri Sebelum Konsumsi Jus 2. Penelitian ini sejalan dengan studi Nanas Dan Madu Berdasarkan distribusi menurut yang dilakukan oleh Evan Suheri Harahap usia dari 14 responden, mayoritas remaja dan rekan-rekan . yang berjudul yang mengalami nyeri haid terlihat pada "Dampak Pemberian Jus Nanas dan Madu usia 14 tahun dengan jumlah 9 orang terhadap Pengurangan Nyeri Menstruasi . %), sedangkan pada usia 13 tahun pada Siswi di SMP YP Singosari Delitua terdapat 3 orang . %). Secara umum. Tahun 2020". Penelitian ini melibatkan 30 nyeri haid yang sering dijumpai pada masa responden yang berasal dari SMP Singosari Delitua. Dari data yang diperoleh, diketahui Dismenorea primer adalah rasa sakit yang bahwa terdapat 8 responden berusia 16 muncul sebelum atau selama siklus tahun . ,7%), 9 responden berusia 17 Kondisi ini tidak menyebabkan tahun . ,0%), dan 13 responden berusia masalah kesehatan yang serius. Umumnya, 18 tahun . ,3%) (Abdussamad et al. dismenorea tidak berbahaya dan tidak 2. menyebabkan komplikasi, meski keluhan ini dapat mengganggu aktivitas seperti Pengaruh Konsumsi Jus Nanas Dan belajar, bekerja, dan interaksi social Madu Terhadap Remaja Putri Berdasarkan tabel diatas terdapat (Idaningsih et al. , 2. Menstruasi umumnya dimulai ringkasan statistik dari dua kelompok pada usia remaja antara 9 hingga 12 Nilai rata-rata tingkat nyeri Namun, ada beberapa perempuan sebelum pengobatan adalah 6. yang baru mengalami haid pada usia Sementara itu, setelah mengonsumsi jus yang lebih tua, yaitu 13 hingga 15 tahun. nanas dan madu, nilainya turun menjadi Remaja menstruasi sering kali tidak emosional e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Hasil dari uji Paired T-Test juga menunjukkan nilai P-value. Jus nanas mengandung bromelain yang berfungsi untuk menurunkan Bromelain dalam mereduksi kadar bradikinin dan mengurangi prekallikrein dalam serum. Penurunan mengindikasikan penurunan pelepasan asam arakidonat serta penghambatan PGE2 (Maulidiyah, 2. Cara kerja enzim bromelain adalah sebagai antioksidan yang mampu arakidonat dengan menghalangi protein kinase C, sehingga memengaruhi aktivitas enzim fosfolipase A2. Akibatnya, ketika protein kinase C terhambat dan aktivitas enzim fosfolipase A2 tidak berlangsung, maka pembentukan asam arakidonat terhambat dan ini juga Nyeri akibat menstruasi dapat berdampak pada aktivitas, yang ketidakhadiran di sekolah atau tempat kerja, pembatasan dalam kehidupan sosial, penurunan performa akademis, serta pengaruh pada aktivitas olahraga (Emilia et al. , 2. Dalam studi ini, terungkap bahwa ada pengurangan rasa sakit saat konsumsi jus nanas. Penanganan rasa sakit saat menstruasi terbagi menjadi dua kelompok, yakni farmakologis dan non-farmakologis. Untuk penanganan nyeri secara farmakologis, terapi analgesik merupakan cara yang paling sering dipakai untuk meredakan rasa (Kuliah et al. , n. Menurut Dwienda Hormon endorfin diproduksi di dalam otak serta sistem saraf tulang penghilang stres alami yang dapat dihasilkan oleh otak. Hormon ini dapat memberikan perasaan nyaman dan menghasilkan efek analgesik jangka pendek yang tidak spesifik untuk mengurangi nyeri haid. Oleh karena itu, remaja yang melakukan aktivitas fisik dibandingkan dengan mereka yang berpartisipasi dalam aktivitas fisik yang lebih ringan. Metode penanganan nyeri non-farmakologis mencakup penggunaan kompres hangat, mengonsumsi cukup air, beristirahat, berolahraga secara rutin, mengkonsumsi makanan bergizi, melakukan kegiatan yang dapat meredakan nyeri seperti yoga, serta memanfaatkan bahan herbal yang dapat membantu meredakan rasa sakit akibat masalah menstruasi, salah satunya adalah jus nanas. (Hartati Bahar et al. , 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu oleh Agus and Widyawati . menunjukkan pada kelompok perlakuan yang diberikan jus nanas yang mengalami penurunan sebanyak 15 remaja putri . %) dan yang tidak mengalami penurunan nyeri menstruasi sebanyak 1 remaja putri . %) dan di peroleh hasil terdapat pengaruh pemberian jus nanas dengan p-value . ,001<0,. Penelitian ini juga sejalan e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes dengan penelitian yang dilakukan oleh Yana, dkk . dengan judul penelitan AuPengaruh Pemberian Jus Nanas dan Madu Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja PutriAy didapatkan nilai P-value 0,00 < 0,05. Terdapat pengaruh pemberian jus nanas dan madu terhadap dismenore pada remaja putri. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Safitri . dengan judul penelitian AuPembuatan JUNAS (Jus Nana. Pereda DismenoreAy. Hasil uji menunjukkan ada penurunan dismenorea yang signifikan (P=0,0000 < 0,. Artinya remaja putri merasakan ada ada pengaruh konsumsi dismenorea (Husna et al. , 2. Menurut hasil kajian yang dilakukan oleh peneliti, konsumsi jus nanas yang dicampur dengan madu terbukti efektif dalam mengurangi tingkat rasa sakit. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya penurunan dalam nilai pengukuran Hal ini disebabkan karena ketika seseorang mengonsumsi jus nanas dan madu, nanas kaya akan enzim bromelin yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit dan antiinflamasi. Enzim bromelin yang terdapat dalam nanas dapat menyebabkan nyeri. nanas dan madu terhadap penurunan nyeri dismenore terhadap remaja putri DAFTAR PUSTAKA