JPN Vol 1 No. 3 Juli 2024 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 11 - 15 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/gkzkhc78 TAMAN BERMAIN HIJAU: STRATEGI PEMBARUAN FASILITAS BERMAIN ANAK MENUJU LINGKUNGAN YANG RAMAH DAN KREATIF DI RPTRA PETUKANGAN BERSERI Widi Wahyudia. Aris Wahyu Kuncorob*. Hasan Ipmawanc. Koen Hendrawand. Pambuko Naryotoe. Marinif Universitas Budi Luhur. Jakarta Selatan. DKI Jakarta wahyukuncoro@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta Selatan. DKI Jakarta Korespondensi ABSTRACT The Community Engagement in the Green Playground initiative aims to revitalize children's play facilities in RPTRA Petukangan Berseri with an emphasis on creating a friendly and creative environment. The strategy employed integrates the Green Playground concept, encompassing the use of eco-friendly materials, inclusive facility designs, and the expansion of green open spaces. With active participation from the local community, this program has yielded significant positive impacts. A crucial aspect of this initiative is the physical renovation of children's play facilities at RPTRA Petukangan Berseri. Through the Green Playground concept, these facilities are refurbished with more inviting and safe designs, fostering an engaging and secure play environment for children. Emphasizing the use of eco-friendly materials also provides long-term benefits to the surrounding environment, reducing carbon footprints and enhancing ecological sustainability. The implementation of the Green Playground concept offers opportunities for children and parents to learn about the importance of environmental conservation and practice sustainable Consequently, this program not only delivers tangible physical benefits but also enhances awareness and environmental responsibility at the local level. The success of the Community Engagement in the Green Playground initiative at RPTRA Petukangan Berseri serves as an inspirational example for sustainable development efforts in various cities and regions. Moreover, it makes a significant positive contribution to the well-being of children and their living environment. Keywords : Green Playground, playground renovation, child-friendly environment, creativity. RPTRA Petukangan Berseri Abstrak Pengabdian Kepada Masyarakat di Taman Bermain Hijau merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memperbarui fasilitas bermain anak di RPTRA Petukangan Berseri dengan pendekatan yang mengutamakan lingkungan yang ramah dan kreatif. Strategi yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah mengintegrasikan konsep Taman Bermain Hijau, yang mencakup penggunaan material yang ramah lingkungan, desain fasilitas yang inklusif, dan peningkatan area terbuka hijau. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat sekitar, program ini berhasil menghasilkan dampak positif yang signifikan. Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah pembaruan fisik fasilitas bermain anak di RPTRA Petukangan Berseri. Melalui konsep Taman Bermain Hijau, fasilitas tersebut diperbaharui dengan desain yang lebih ramah dan kreatif, menciptakan lingkungan bermain yang menarik dan aman bagi anak-anak. Penekanan pada penggunaan material ramah lingkungan juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar, dengan mengurangi jejak karbon dan meningkatkan keberlanjutan ekologis. Penerapan konsep Taman Bermain Hijau memberikan kesempatan bagi anak-anak dan orang tua untuk belajar tentang pentingnya menjaga alam dan mempraktikkan gaya hidup Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di tingkat lokal. Kesuksesan Pengabdian Kepada Masyarakat di Taman Bermain Hijau di RPTRA Petukangan Berseri bukan hanya menjadi contoh inspiratif bagi upaya pembangunan berkelanjutan di berbagai kota dan wilayah, tetapi juga memberikan kontribusi positif yang nyata bagi kesejahteraan anak-anak dan lingkungan hidup mereka. Received Juni 8, 2024. Revised Juni 12, 2024. Accepted Juli 20, 2024. Published Juli 23, 2024 Widi Wahyudi dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 11 Ae 15 Kata kunci: Taman Bermain Hijau, pembaruan fasilitas bermain, lingkungan ramah anak, kreativitas. RPTRA Petukangan Berseri. PENDAHULUAN Taman Bermain Hijau (TBH) memegang peran penting dalam perkembangan anak-anak, tidak hanya sebagai tempat bermain tetapi juga sebagai lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka secara fisik, mental, dan emosional. Kualitas fasilitas bermain anak di taman tersebut memiliki dampak besar terhadap pengalaman dan pembelajaran anak-anak. Sebagai respons terhadap pentingnya ini, penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi strategi pembaruan fasilitas bermain anak di RPTRA Petukangan Berseri, dengan fokus pada penciptaan lingkungan yang ramah dan kreatif. Taman Bermain Hijau dihubungkan dengan Kota Jakarta merupakan sebuah konsep yang mengintegrasikan prinsip-prinsip desain taman bermain anak yang ramah lingkungan dengan kebutuhan dan konteks kota Jakarta. Dalam konteks ini. Taman Bermain Hijau tidak hanya menjadi tempat untuk anak-anak bermain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan, mempromosikan keberlanjutan, dan meningkatkan kualitas hidup penduduk. Di Jakarta, di mana lahan hijau semakin terbatas dan tingkat polusi udara serta kebisingan semakin tinggi, konsep Taman Bermain Hijau menjadi sangat relevan. Taman bermain hijau tidak hanya menyediakan ruang terbuka yang aman bagi anak-anak untuk bermain dan beraktivitas fisik, tetapi juga menyediakan area hijau yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas udara, pengurangan efek panas perkotaan, dan memperbaiki biodiversitas. Dalam konteks ini, konsep "Taman Bermain Hijau" menekankan pentingnya integrasi elemen alam dan kesadaran lingkungan dalam desain dan pengelolaan taman bermain anak. Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan, pembaruan fasilitas bermain anak harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, kekreatifan dalam desain dan penggunaan ruang harus dipertimbangkan untuk meningkatkan pengalaman bermain anak-anak dan mendorong imajinasi serta perkembangan kognitif mereka. Penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam perkembangan anak-anak (Chawla, 2. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki akses terhadap lingkungan alam yang beragam cenderung memiliki tingkat kreativitas dan keterlibatan yang lebih tinggi. Selain itu, beberapa penelitian juga menyoroti pentingnya desain inklusif dalam fasilitas bermain anak untuk memastikan bahwa semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, dapat menikmati pengalaman bermain dengan baik (King et al. , 2. Namun, meskipun ada kesadaran akan pentingnya ini, masih banyak taman bermain anak yang belum memenuhi standar keselamatan, kebersihan, dan kreativitas yang diinginkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pembaruan yang holistik untuk meningkatkan kualitas fasilitas bermain anak, dengan memperhatikan aspek lingkungan, keselamatan, kebersihan, kreativitas, dan inklusivitas. Dengan menggabungkan pemahaman akan kebutuhan anak-anak, prinsip-prinsip desain yang ramah lingkungan, dan inovasi dalam pengembangan fasilitas bermain anak, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembaruan yang dapat meningkatkan kualitas TBH di RPTRA Petukangan Berseri. Melalui pendekatan ini, diharapkan TBH dapat menjadi lingkungan bermain yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga mendukung perkembangan anak-anak secara holistik. Pemerintah Kota Jakarta telah mengadopsi konsep Taman Bermain Hijau dalam upaya mereka untuk memperbarui dan memperluas ruang terbuka hijau di kota. Dengan memasukkan elemen-elemen seperti tanaman hijau, area terbuka, fasilitas bermain ramah lingkungan, dan infrastruktur yang mendukung keberlanjutan, taman bermain di Jakarta menjadi lebih dari sekadar tempat bermain anak-anak. Mereka juga menjadi pusat komunitas yang mendukung gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan kesadaran lingkungan. Melalui konsep Taman Bermain Hijau. Jakarta berupaya untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih manusiawi, berkelanjutan, dan menyenangkan bagi semua penduduknya, terutama anak-anak. Dengan demikian, konsep ini mencerminkan visi Jakarta sebagai kota yang ramah anak, peduli lingkungan, dan inovatif dalam pengembangan ruang publik. JURNAL PADAMU NEGERI (JPN) Vol. No. Juli 2024, pp. 11 - 15 Widi Wahyudi dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 11 Ae 15 Gambar. 1 Lokasi Kegiatan PKM Lokasi kegiatan PKM di Kelurhan Petukangan Utara. Kecamatan Pesanggrahan. Jakarta Selatan. Jakarta. Indonesia. Kecamatan Pesanggrahan merupakan salah satu kota yang ada di Kota Jakarta Selatan. Secara geografis. Kecamatan Pesanggrahan terletak diantara 106A 44' 14" hingga 106A 46' 23" Bujur Timur dan 6A 13' 18" hingga 6A 17' 11" METODOLOGI PENELITIAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 di RPTRA Petukangan Berseri RT. 9/RW. Petukangan Utara. Kec. Pesanggrahan,Kota Jakarta Selatan Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sebagai berikut: Sosialisasi Kesehatan dan Manajemen Bencana Penghijauan dan Kerja Bakti Diskusi dan Tanya jawab. Adapun indikator keberhasilan kegiatan ini yaitu Peningkatan Pengunjung: Meningkatnya jumlah pengunjung taman bermain anak setelah dilakukan pembaruan fasilitas, yang menunjukkan daya tarik dan kualitas yang ditingkatkan. Tingkat Kepuasan Pengguna: Survei kepuasan pengguna taman bermain anak untuk menilai sejauh mana fasilitas yang diperbarui memenuhi harapan dan kebutuhan mereka. Keamanan Fasilitas: Menurunnya jumlah kecelakaan atau insiden di taman bermain anak setelah implementasi pembaruan, menunjukkan peningkatan keamanan fasilitas. Partisipasi Komunitas: Tingkat partisipasi dan keterlibatan komunitas seputar RPTRA dalam merencanakan, membangun, dan merawat fasilitas bermain Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau: Peningkatan luas ruang terbuka hijau di RPTRA setelah pembaruan, yang mencerminkan upaya meningkatkan kualitas lingkungan. Kreativitas Desain: Penilaian terhadap tingkat kreativitas dan inovasi dalam desain dan penggunaan ruang di taman bermain anak. Inklusivitas: Evaluasi terhadap sejauh mana fasilitas bermain anak dapat diakses dan dinikmati oleh semua anak, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Kesesuaian dengan Standar Lingkungan: Memastikan bahwa pembaruan fasilitas bermain anak mematuhi standar lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah, termasuk penggunaan material ramah lingkungan dan praktik pembangunan yang berkelanjutan. Peningkatan Kualitas Hidup: Memantau perubahan dalam kualitas hidup penduduk sekitar RPTRA setelah dilakukan pembaruan fasilitas bermain anak, seperti peningkatan kesehatan dan kesejahteraan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Kegiatan dari PKM Taman Bermain Hijau di RPTRA Petukangan Berseri menunjukkan kesuksesan dalam meningkatkan kualitas fasilitas bermain anak menuju lingkungan yang lebih ramah dan kreatif. Strategi pembaruan yang terencana dengan baik berhasil menghasilkan fasilitas bermain anak yang lebih menarik dan inklusif, dengan integrasi konsep Taman Bermain Hijau yang memperhatikan penggunaan material ramah lingkungan dan desain yang mengedepankan keamanan. Hasilnya adalah lingkungan bermain yang tidak Taman Bermain Hijau: Strategi Pembaruan Fasilitas Bermain Anak Menuju Lingkungan Yang Ramah Dan Kreatif di RPTRA Petukangan Berseri (Widi Wahyud. Widi Wahyudi dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 11 Ae 15 hanya memberikan pengalaman positif bagi anak-anak, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan sekitar dengan peningkatan area terbuka hijau dan keberagaman biodiversitas. Hasil PKM ini menggarisbawahi pentingnya peran strategi pembaruan yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan bermain yang ideal. Melalui pendekatan yang holistik, tidak hanya fasilitas bermain anak yang diperbaharui, tetapi juga terciptanya interaksi yang lebih aktif antara masyarakat sekitar RPTRA. Keterlibatan komunitas dalam proses pembaruan menjadi kunci dalam menjaga dan memelihara fasilitas, serta memperkuat keamanan dan kualitas lingkungan secara keseluruhan. PKM Taman Bermain Hijau ini mencakup peningkatan kesejahteraan anak-anak dan kesadaran lingkungan yang lebih baik di masyarakat sekitar. Fasilitas bermain anak yang lebih ramah dan kreatif tidak hanya memberikan ruang untuk bermain yang aman dan menyenangkan, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Sebagai hasilnya. PKM ini tidak hanya memberikan dampak positif lokal di RPTRA Petukangan Berseri, tetapi juga memberikan inspirasi dan model pembangunan berkelanjutan bagi kota-kota lain dalam pengembangan ruang terbuka hijau dan fasilitas bermain anak. 2 Pembahasan PKM Taman Bermain Hijau di RPTRA Petukangan Berseri, terungkap bahwa strategi pembaruan fasilitas bermain anak telah memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan kreatif bagi anak-anak. Integrasi konsep Taman Bermain Hijau menunjukkan keberhasilan dalam memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, dengan penggunaan material ramah lingkungan dan desain yang mengutamakan keamanan. Hal ini menghasilkan fasilitas bermain yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan pengalaman bermain yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Selain itu, menyoroti peran penting keterlibatan komunitas dalam proses pembaruan fasilitas bermain anak. Melalui partisipasi aktif dari masyarakat sekitar RPTRA, tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga fasilitas dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, pembaharuan fasilitas bermain anak tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat kohesi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan di tingkat lokal. Terakhir, menggaris bawahi bahwa PKM Taman Bermain Hijau ini tidak hanya memberikan dampak secara lokal di RPTRA Petukangan Berseri, tetapi juga menjadi contoh bagi pembangunan berkelanjutan di kotakota lain. Melalui konsep yang diimplementasikan. PKM ini memberikan inspirasi dan model bagi pemerintah daerah serta komunitas lain untuk mengembangkan ruang terbuka hijau dan fasilitas bermain anak yang ramah lingkungan dan inklusif. Dengan demikian, pembahasan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan para ahli dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dan menyenangkan bagi anak-anak. Dampak Dampak dari PKM Taman Bermain Hijau di RPTRA Petukangan Berseri mencakup perubahan positif yang signifikan dalam kualitas lingkungan dan kesejahteraan anak-anak. Melalui strategi pembaruan fasilitas bermain anak yang mengintegrasikan konsep Taman Bermain Hijau, tercipta lingkungan yang lebih ramah dan kreatif bagi anak-anak untuk beraktivitas. Hal ini tidak hanya meningkatkan pengalaman bermain mereka, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan sekitar dengan adanya peningkatan area terbuka hijau dan keberagaman biodiversitas. Gambar 2 Kegiatan penanaman rumput untuk penghijauan tanaman Selain itu. PKM ini juga membawa dampak dalam meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat sekitar RPTRA Petukangan Berseri. Melalui pengalaman bermain yang lebih interaktif dan edukatif, anak-anak dan orang tua menjadi lebih peduli akan pentingnya menjaga lingkungan dan keberlanjutan. Ini membantu JURNAL PADAMU NEGERI (JPN) Vol. No. Juli 2024, pp. 11 - 15 Widi Wahyudi dkk / Jurnal Padamu Negeri (JPN) Vol 1 No. 11 Ae 15 membangun kesadaran kolektif akan perlunya tindakan untuk melindungi dan melestarikan lingkungan hidup demi masa depan yang lebih baik. Gambar 3 Kegiatan Sosialisasi tentang manajemen bencana Dampak terakhir dari PKM Taman Bermain Hijau adalah menjadi contoh dan inspirasi bagi pembangunan berkelanjutan di kota-kota lain. Model yang diimplementasikan dalam PKM ini dapat diadopsi oleh pemerintah daerah dan komunitas lain untuk mengembangkan ruang terbuka hijau dan fasilitas bermain anak yang ramah lingkungan. Dengan demikian. PKM ini tidak hanya memberikan dampak lokal yang positif, tetapi juga berpotensi untuk merangsang perubahan yang lebih luas dalam cara kita memandang dan memanfaatkan ruang publik untuk kepentingan generasi mendatang/ Gambar. 4 Sosialisasi tentang edukasi kesehatan gigi KESIMPULAN DAN SARAN PKM Taman Bermain Hijau di RPTRA Petukangan Berseri telah membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pembaruan fasilitas bermain anak dapat menjadi pendorong penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan kreatif bagi anak-anak. Integrasi konsep Taman Bermain Hijau tidak hanya meningkatkan pengalaman bermain anak-anak, tetapi juga memberikan manfaat yang signifikan bagi kesadaran lingkungan di komunitas sekitar. Dengan demikian. PKM ini menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, kesuksesan PKM ini juga memberikan inspirasi bagi upaya pembangunan berkelanjutan di berbagai kota dan wilayah. Model yang diimplementasikan dalam PKM Taman Bermain Hijau di RPTRA Petukangan Berseri menunjukkan bahwa pembaharuan fasilitas bermain anak dapat menjadi titik awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan. Dengan memberikan perhatian yang serius terhadap aspek keberlanjutan lingkungan dan inklusi sosial. PKM ini memberikan contoh yang dapat diikuti oleh daerah lain dalam upaya menuju pembangunan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Maka dengan ini penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang terkait dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat : Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Budi Luhur Jakarta Direktur DRPM Universitas Budi Luhur Jakarta Kepala Kelurahan Petukangan Utara dan Pengurus Pengelola RPTRA Berseri Petukangan Utara TIM KKN-Tematik Kelompok N4 Tahun 2023-2024 Universitas Budi Luhur Jakarta DAFTAR PUSTAKA