Jurnal Keislaman p-ISSN : 2089-7413 and e-ISSN : 2722-7804 Published by Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya Jl. Kalirungkut Mejoyo I No. Kec. Rungkut. Kota Surabaya. Jawa Timur 60293 Email: jurnalkeislaman@staitaruna. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Rokim1 Universitas Islam Lamongan. Indonesia1 rohimunisla@unisla. Abdul Manan2 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia2 Abdul. manan@uinsa. Muhammad Saifudin3 Universitas Islam Lamongan. Indonesia3 S41fudinmuh4mmad123@gmail. https://doi. org/10. 54298/jk. Abstract This research is entitled the implementation of learning the book of ta'lim muta'allim in shaping the adab of students at the Al-Khoiriyah Islamic Boarding School in Meluwur Village. Glagah Lamongan. This research is motivated by the fact that what is happening in education today is the decline in the adab and ethics of The existence of learning the Ta'lim Muta'allim book is a solution so that the adab of students can This research aims to find out the learning of the Ta'lim Muta'allim book, to find out the supporting factors and inhibiting factors for the implementation of learning the Ta'lim Muta'allim book, and to find out the implementation of learning the Ta'lim Muta'allim book in shaping the students' manners at the AlKhoiriyah Islamic Boarding School in Meluwur Village. Glagah Lamongan. This research uses qualitative research and a qualitative descriptive approach with data collection using observation, interview, and documentation techniques. The results of this study are in the learning of the ta'lim muta'allim book to carry out three steps, namely planning, implementation, and evaluation. Planning and implementation went well but there were shortcomings in the evaluation. The implication of learning the book of ta'lim muta'allim in shaping santri adab is the increase in santri adab and can position themselves as knowledge seekers. However, in its implementation there are also several factors, both supporting factors and inhibiting factors. The supporting factors are educators who are experts in their fields, adequate facilities, and the number of students who can read the book because most of the students come from boarding schools. While the inhibiting factor is that there are some students who are late in learning due to several factors. Keywords: Implementation, ta'lim muta'allim book, forming. Abstrak Penelitian ini berjudul implementasi pembelajaran kitab taAolim mutaAoallim dalam membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa fakta yang terjadi di pendidikan saat ini yakni turunnya adab dan etika santri. Adanya pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim ini menjadi solusi agar adab santri bisa meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran kitab taAolim mutaAoallim, untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi pembelajaran kitab taAolim mutaAoallim, serta untuk mengetahui implementasi pembelajaran kitab taAolim mutaAoallim dalam membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani Desa Meluwur Glagah Lamongan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif serta pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan Hasil penelitian ini adalah pada pembelajaran kitab taAolim mutaAoallim melakukan tiga langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dan pelaksanaan berjalan dengan baik akan tetapi terdapat kekurangan dalam evaluasinya. Implikasi dari pembelajaran kitab taAolim mutaAoallim dalam membentuk adab santri yakni meningkatnya adab santri serta bisa memposisikan dirinya sebagai pencari Meskipun demikian, dalam pelaksanaannya juga terdapat beberapa faktor, baik faktor pendukung maupun faktor penghambat. Faktor pendukungnya yakni pendidik yang sudah ahli di bidangnya, fasilitas yang memadai, serta banyaknya santri yang sudah bisa membaca kitab karena sebagian besar santri berasal dari pondok pesantren. Sedangkan faktor penghambatnya yakni ada beberapa siswa yang telat dalam pembelajaran karena ada beberapa faktor. Kata Kunci: Implementasi, kitab taAolim mutaAoallim, adab Pendahuluan Kebutuhan manusia akan pendidikan mutlak dalam kehidupan, manusia tak bisa dipisahkan dengan kegiatan pendidikan. Menurut John Dewey menyatakan bahwasannya pendidikan ialah proses pembentukan kecakapan kecakapan fundamental secra intelektul dan emosional ke arah alam dan sesama manusia. 1 Dalam pandangan John Dewey pendidikan bukan hanya tentang menghafal fakta atau informasi, tetapi lebih kepada penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berpendapat bahwa sekolah harus menciptakan situasi belajar yang mencerminkan kehidupan nyata, di mana siswa dapat belajar melalui tindakan dan refleksi. Dewey menganggap bahwa pendidikan sebagai suatu proses yang tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan dari guru ke murid, tetapi lebih pada pengembangan potensi individu secara menyeluruh. Baginya, pendidikan seharusnya tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas melainkan harus terintegrasi dengan kehidupan sehari-hari. Ia percaya bahwa pendidikan seharusnya membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi, dan partisipasi aktif dalam masyarakat. Dewey juga menekankan konsep "learning by doing" atau belajar melalui Baginya, pengalaman adalah guru terbaik, dan siswa seharusnya terlibat dalam aktivitas praktis yang memberikan mereka kesempatan untuk memahami konsep-konsep Ini melibatkan kolaborasi, eksplorasi, dan pemecahan masalah, bukan hanya penerimaan informasi secara pasif. Pandangan Dewey terhadap kurikulum didasarkan pada ide bahwa materi pelajaran seharusnya relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Ia mendukung pendekatan interdisipliner di mana berbagai mata pelajaran diintegrasikan untuk menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh. Dewey percaya bahwa pendidikan harus membantu siswa mengembangkan keterampilan kritis, berpikir kreatif, dan kemampuan untuk Hasbullah. Pemikiran Kritis John Dewey tentang Pendidikan. Jurnal Ilmia Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah. UIN Antasari Banjarmasin. Volume 10 Nomor 1 Tahun 2020. https://jurnal. id/index. php/tiftk/article/view/3770 2 Erikson JP. Hutabarat dkk. Memahami Peran Pendidikan di Era Post Modern Melalui Pandangan John Dewey. Jurnal Kolaborasi Sains UNISMUH Palu. Volume Nomor Nofember https://jurnal. id/index. php/JKS/article/view/4403 Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 beradaptasi dengan perubahan. Selain itu. Dewey menekankan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran, bukan hanya sebagai pemberi informasi. Guru harus memahami kebutuhan dan minat siswa, membimbing mereka dalam mengeksplorasi dunia, dan memberikan pengalaman yang dapat meningkatkan perkembangan pribadi dan sosial mereka. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa pandangan John Dewey terhadap pendidikan menyoroti pentingnya pengalaman praktis, partisipasi aktif siswa, relevansi materi pelajaran, dan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang mempromosikan pemikiran kritis dan kreativitas. Pendidikan seharusnya tidak hanya menciptakan individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian yang demokratis. Sedangkan adab merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, baik individu ataupun berhubungan dengan sosial Adab yang baik akan memberikan pengaruh dalam kehidupan. Sehingga ada pepatah yang mengatakan Auadab lebih tinggi dari ilmuAy. Oleh karena itu nilai yang terkandung dalam agama perlu diketahui, dipahami, diyakini dan diamalkan oleh manusia Indonesia agar dapat menjadi dasar kepribadian sehingga dapat menjadi manusia yang utuh. Mengingat begitu pentingnya adab dalam kehidupan, sampai hal terkecil pun mempunyai aturan tersendiri. Adapun fakta yang terjadi di dunia pendidikan sekarang mencerminkan turunnya adab pelaku pendidikan, baik dari pimpinan, pendidik, maupun santri. Keadaan tersebut akan berdampak pada mutu pendidikan. Perilaku buruk seperti itu dapat membuat ilmu yang didapat sia-sia dan tidak bermanfaat. Etika, tata cara, dan adab menuntut ilmu harus ditegakkan kembali agar santri tidak semakin terjerumus pada hal-hal yang merusak dunia Ta'lim Al-Muta'allim merupakan kitab yang umum diajarkan di pondok pesantren. Nama kitab karya az-Zarnuji ini terkenal di kalangan kyai dan santri di seluruh pondok pesantren di Indonesia. Kitab ini banyak digunakan di lingkungan pesantren sebagai buku teks untuk mengajar jaksa pemula dasar-dasar hukum dan berbagai konsep dan masalah pendidikan yang terkait dengan lapangan. Hal ini sangat masuk akal, karena kitab tersebut menjabarkan sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh santri agar pendidikannya barokah. Sedangkan dalam kajian yang dilakukan oleh Mochtar Affandi yang berjudul The Method of Muslim Learning as Illustrated in al-Zarnuji's Ta'lim al-Muta'allim Tariq al-Ta'allum menunjukkan bahwa proses pembelajaran muslim intinya terletak pada masalah etika, 3 Ibid. 4 Ali Noer, dkk. AuKonsep Adab Peserta Didik dalam Pembelajaran Menurut Az-Zarnuji Dan Implikasinya terhadab Pendidikan Karakter di IndonesiaAy. Jurnal Al-Hikmah Jurnal Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau Pekanbaru. Vol. No. ISSN 1412-5382, (Oktober 2. : 181-182. https://journal. id/index. php/alhikmah/article/view/1028 5 Latifatul Khoiriyah. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolimul MutaAoallim dalam Pembentukan Akhlak Santri Kelas i A di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Desa Sidoharjo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal An-Nur: Kajian Pendidikan dan Ilmu Keislaman. Universitas An Nur Lampung. Vol. No. JuliDesember 2022. ISSN 2461-1158. https://journal. an-nur. id/index. php/annur/article/view/558/204 Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani disebutkan bahwa metode pembelajaran yang dimuat al-Zarnuji dalam kitabnya meliputi dua kategori, yakni metode yang sifatnya etik dan yang strategik. Dalam kitab tersebut dituangkan bahwa dalam proses belajar, peserta didik haruslah mampu memuliakan guru, mengagungkan ilmu. menghormati teman, bersifat asih, bersikap waraAo yakni menjauhkan diri dari hal yang mesti dijauhi, dan bersikap tawakal, serta menghadap ke arah kiblat ketika belajar. Bahkan dalam kitab tersebut juga diajarkan agar peserta didik untuk tidak duduk terlalu dekat dengan guru. 7 Peserta didik juga diharapkan untuk tidak berjalan di depannya, duduk di tempat guru, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal-hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti diluar hingga ia sendiri yang keluar dari 8 Pertanyaannya, apakah etika dan adab dalam proses belajar yang tertuang dalam kitab ini dapat diimplementasikan di dalam perguruan tinggi saat ini? Pertanyaan inilah yang memicu peneliti untuk mendeskripsikan bagaimana adab belajar yang selama ini terimplementasikan di perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Dari gambaran ini nantinya, terjawab pertanyaan selama ini apakah nilai-nilai yang tertuang dalam kitab TaAolim al MutaAoallim dapat dipergunakan dan masih relevan di perguruan tinggi Islam. Sebenarnya kajian mengenai kitab ini telah banyak dilakukan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Sodiman yang mencoba menggali nilai-nilai etos belajar yang terkandung dalam kitab TaAolym al-MutaAoallim Tharyq al-TaAoallum karya al Zarnuji. Sodiman menyimpulkan bahwa kitab TaAolym al-MutaAoallim Tharyq al-TaAoallum karya al-Zarnuji memiliki kandungan nilai-nilai etos belajar yang sangat mencerahkan umat Islam. Selain itu, nilai-nilai pendidikan akhlak yang terkandung dalam kitab TaAolym al-MutaAoallim sangatlah tepat bila diimplementasikan dalam dunia pendidikan formal di Indonesia, karena akan membentuk suatu karakter bangsa yang berbudi luhur. Objek penelitian ini berada di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan, karena peneliti tertarik dengan implementasi pembelajaran kitab tersebut. Berdasarkan wawancara yang dilakukan penulis kepada kepala pondok pesantren, tujuan dilakukannya pembiasaan ini yakni karena adanya kesesuaian dengan visi dan misi pondok Visi dari Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan, yaitu terwujudnya siswa yang berkompetensi tinggi, taqwa, dan berakhlaqul karimah melalui proses pembelajaran progresif. Sedangkan misi Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa 6 Ibid. 7 Samdani. Konsep TaAolym Al-MutaAoallim dalam Kultur Adab Perguruan Tinggi Islam di Kalimantan Selatan. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin. ISSN: 0215-837X . 2460-7606 . Volume 19. Nomor 1, 2021, pp. 127-144 DOI: 10. 18592/khazanah. 4559, https://jurnal. id/index. php/khazanah/article/view/4559/2571 8 Ibid. 9 Sodiman. AuEtos Belajar dalam Kitab TaAoliim al-MutaAoallimThaariq al-TaAoallum Karya Imam al-Zarnuji,Ay Al-TaAodib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan. Volume 6. Nomor 2, . 56Ae72, doi: https://ejournal. id/index. php/al-tadib/article/view/305 10 Ibid. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Meluwur Glagah Lamongan yang berkaitan dengan judul yakni meningkatkan kualitas personal yang religius, maju, mandiri, dan sejahtera. Karena pentingnya implementasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dalam meningkatkan adab santri, maka dari itu melakukan penelitian di Pondok Pesantren AlKhoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan karena disana melakukan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dalam pembetukan adab santri. Metode Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang saat ini digunakan di berbagai disiplin ilmu terutama pada ilmu sosial, humaniora, dan Metode kualitatif ini memungkinkan peneliti untuk mengali secara mencalam fenomena yang terjadi di tempat penelitian, menangkap nuansa dan pengalaman nyata dari subyek yang terlibat. 11 Dalam penelitian ini, penedekatan deskriptif dipilih guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai implentasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Pendekatan deskriptif ini bukan hanya menyuguhkan data mentah, akan tetapi juga mengungkapkan makna, dinamika, dan interaksi yang terjadi dibalik praktik sehari-hari, sehingga menghasilkan narasi yang kaya dan terperinci. Penelitian ini dilakukan secara langsung di tempat penelitian pada hari Rabu 16 Juli 2025 di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Pemilihan waktu dan lokasi dilakukan dengan harapan supaya data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi aktual di sekolah tersebut. Subyek penelitian utama adalah pengasuh dan santri Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan, yang merupakan figur kunci dalam implentasi pembelajaran kitab taAoalim mutaAoalim. Sehingga wawasan yang diperoleh memlalui wawancara dan observasi menjadi semakin kridibel dan Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan secara holistik yaitu pendekatan yang menekankan bahwa segala sesuatu harus dipahami secara keseluruhan, bukan hanya bagianbagiannya melalui kombinasi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara langsung dengan pihak yang terlibat untuk mengungkap pengalaman, tantangan, serta pandangan mereka mengenai penerapan metode kolaboratif. Proses wawancara ini membuka ruang diskusi yang fleksibel, yang mana setiap pernyataan dapat dieksplorasi lebih jauh untuk menemukan insight yang tersembunyi. Di samping itu, observasi yang dilakukan tak hanya sebatas pengamatan visual, melainkan juga melibatkan Cresswell. Qualitative Inquiry & Research Design: Choosingamong Five Approaches. cr,2. , https://repositorio. cr/bitstream/123456789/501/1/Qualitative inquiry & research design. design _ Choosing among five approaches. 12 Elizabeth J. Tisdell, . Sharan B. Merriam, and Heather L. Stuckey-Peyrot. Qualitative Research: A Guide to Design Implementation . com,2. , https://books. com/books?hl=en&lr=&id=tRpCEQAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR7&dq=qualitative research a guide to design and implementation 4th ed&ots=0Cx0M3QTPr&sig=afOXqScxTXfuxNCqFDurTdbjzP Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani seluruh panca indera untuk menangkap suasana, interaksi, dan emosi yang muncul di Teknik observasi yang bervariasi, mulai dari partisipatif hingga tidak terstruktur, memungkinkan peneliti untuk mendapatkan gambaran komprehensif mengenai dinamika Pada penelitian ini, dokumentasi berupa arsip, foto, dan catatan rapat juga turut memainkan peran penting sebagai sumber data tambahan. Data sekunder yang dikumpulkan melalui dokumentasi ini berfungsi sebagai verifikasi atas informasi yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Keseluruhan proses pengumpulan data dilakukan dengan cermat, agar setiap informasi yang terkumpul dapat direduksi, dikategorikan, dan ditampilkan secara Proses reduksi data membantu menyaring informasi yang benar-benar relevan, sedangkan display data berperan menata hasil pengumpulan data ke dalam kategori-kategori tematik yang jelas. Tahap akhir analisis melibatkan penarikan kesimpulan dan verifikasi, di mana seluruh informasi dianalisis untuk menemukan hubungan, persamaan, dan perbedaan yang ada. Hal ini memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya menggambarkan kondisi yang tampak, tetapi juga mengungkap makna di balik data tersebut. Secara keseluruhan, metode penelitian ini mencerminkan pendekatan yang konvensioanl terhadab dinamika pembelajaran di pondok pesantren yaitu menggunakan metode sorogan dan bandongan. Metode sorogan dilakukan dengan cara santri maju secara individu di hadapan ustadz untuk membacakan kitab kuning. Dengan begitu memudahkan santri untuk berdialog secara langsung karena bertatap muka dengan ustadz. Santri lebih cepat dan matang dalam mengkaji kitab-kitab kuning. Hal demikian dikarenakan pembelajaran kitab kuning dilakukan santri secara individu sehingga ustadz bisa mengetahui kemampuan setiap santri serta pembelajaran kitab kuning bisa berjalan dengan intensif. Santri lebih memahami dan mengenang kitab yang dipelajari dan bersikap aktif. Pada pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan santri dituntut aktif karena pembelajaran dilakukan secara individu bukan kelompok. Dengan begitu santri bisa memahami kitab kuning secara keseluruhan dengan mudah. Sedangkan metode bandongan adalah metode yang dilaksanakan saat kyai membacakan kitab kuning tertentu, sedangkan santri memberikan makna dikitabnya tentang materi yang sedang dibacakan kyai14 Meskipun terkesan klasik, teknik pengumpulan data yang dipadukan dengan analisis mendalam mampu menghasilkan peningkatan adab santri yang sesuai dengan ajaran Islam yang berdasarkan Al-Quryn dan Hadits. Robert K. Yin. Case Study Research and Applications: Design and Methods (Sage publications, 2. , https://books. id/books/about/Case_Study_Research_and_Applications. html?id=6DwmDwAAQBAJ &redir_esc=y Islachiyatul Asyrofiyah. Efektivitas Penerapan Metode Sorogan dan Bandongan dalam Pembelajaran Kitab Kuning di PP. Darul QurAoan Kota Mojokerto. Jurnal AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies. Asosiasi Dosen DPK UIN Sunan Gunung Jati Bandung. Volume 7 Nomor 3 Tahun 2024. https://alafkar. com/index. php/Afkar_Journal/article/view/1296/675 Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Hasil dan Pembahasan Pada bagian ini penulis coba terlebih dahulu menjabarkan beberapa teori yang relevan dan pemaknaan istilah yang berkenaan langsung dengan variabel penelitian. Pada bagian awal penulis akan menjabarkan konsep pembelajaran TaAolim MutaAoallim dan adab santri sebagai berikut: Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim Metode pembelajaran kitab kuning merupakan cara-cara yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pembelajaran kitab kuning. Metodemetode pembelajaran diharapkan agar sesuai dengan keadaan dan kondisi suatu lembaga pendidikan, kiyai, maupun santri itu sendiri. Berikut akan dijelaskan macam-macam metode pembelajaran kitab kuning yang biasa berlaku di pondok pesantren: Metode Bandongan Metode pembelajaran ini biasanya berlangsung satu jalur . , yakni kiyai membacakan, menerjemahkan, dan kadang-kadang memberi komentar, sedang santri atau anak didik mendengarkan penuh perhatian sambil mencatat makna harfiah . ah-saha. nya dan memberikan simbol-simbol IAorob . edudukan kata dalam struktur kalimatny. 15 Metode Sorogan Metode sorogan adalah bentuk pengajaran yang bersifat individual dimana para santri satu persatu datang menghadap kiayi atau para pembantunya dengan membawa kitab tertentu. Meode Diskusi Metode diskusi merupakan proses saling bertukar pikiran antara dua orang atau Melalui proses ini, kedua belah pihak akan saling berdialog dan mengemukakan pandangannya secara argumentatatif. Proses ini dilakukan dengan penuh keterbukaan dan persaudaraan. Tujuan utamanya adalah untuk mencari kebenaran. Metode ini akan mampu merespon daya intelektual peserta didik untuk melakukan analisis kritis dan menumbuhkan kepercayaan diri dalam membangun sebuah pemikiran yang dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan oleh seluruh umat manusia. Metode Hafalan 15 Abdul Abid. Metode Pembelajaran Kitab Kuning Di Pondok Pesantren. Jurnal Mubtadiin. Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan dan Keislaman IAI An Nur Lampung Selatan. Jilid 7 Nomor 01 Tahun 2021. https://journal. id/index. php/mubtadiin/article/view/73/63 16 Ahmad Izan. Pengaruh Penerapan Metode Sorogan Dan Wetonan Terhadap Kemampuan Berfikir Kritis Santri Di Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpawitan. Jurnal Masagi. STAI AL Musyayadah Garut. Velume 01 Nomor 01. Tahun 2022. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jm/article/view/118 17 Syahraini Tambak. Metode Diskusi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Al hikmah. Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru. Jilid 12 Nomor 1 Tahun 2015. https://journal. id/index. php/alhikmah/article/view/1444 Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani Metode hafalan atau metode mahfudhot adalah cara menyajikan materi pelajaran dengan menyuruh siswa untuk menghafal kalimat-kalimat berupa ayat-ayat Al-QurOIan, hadits, syair, cerita, kata-kata hikmah dan lain-lain yang menarik hati. Metode Klasikal Model pembelajaran klasikal adalah pola pembelajaran di mana dalam waktu yang sama, kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Model pembelajaranini merupakan model pembelajaran yang paling awal digunakan di TK, dengan sarana pembelajaran yang pada umumnya sangat terbatas, serta kurang memperhatikan minat individu anak. Metode Tanya Jawab Metode tanya jawab dapat pula diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan bahan pelajaran dalam bentuk pertanyaan dari guru yang harus dijawab oleh siswa. Metode Ceramah Metode ceramah adalah penyampaian materi secara lisan oleh guru kepada peserta didik, dengan fokus utama pada aktivitas berbicara dari guru dan mendengarkan dari peserta didik. Dalam metode ini, komunikasi bersifat satu arah, sehingga tanya jawab bukan bagian utama dari pelaksanaannya. Oleh karena itu, guru perlu menguasai teknik berbicara dan penggunaan suara secara efektif agar materi dapat disampaikan dengan baik dan dipahami oleh peserta didik. Metode Demonstrasi Metode Demonstrasi adalah merupakan salah satu strategi pembelajaran yang melibatkan pertukaran gagasan, pendapat, dan informasi antara peserta didik dengan pendidik atau antar peserta didik. 18 Muhamad Zaidi. Metode Pembelajaran Hafalan pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Risalah. Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Fakultas Agama Islam Universitas Wilarodra Indramayu Jawa Barat. Volume 9 Nomor 1 Tahun 2023. https://jurnal. id/index. php/Jurnal_Risalah/article/view/380/303 19 Septi Fitriana. Implementasi Model Pembelajaran Klasikal dalam Pendidikan Anak Usia Dini di TK PERTIWI 1 Kota Bengkulu Tahun 2022. Jurnal Seulangga : Jurnal pendidikan anak Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Lhokseumawe. Volum 4. Nomor 1 Tahun 2023, https://journal. id/index. php/seulanga/issue/view/93. 20 Abdul Gani. Penerapan Metode Tanya Jawab Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Terhadap Pembelajaran SKI Siswa Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Litersi Indonesia. Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021. https://jurnal. com/index. php/jurpendigu/article/view/285/325 Moh. Ickhamal Suryadinata. Metode Ceramah Dalam Pendidikan Islam (Keuntungan dan Keterbatasanny. Jurnal Kolaboratif Sains. Universitas Muhammadiyah Palu. Volume 8 No. Juni 2025, https://jurnal. id/index. php/JKS/article/view/7674/5547 22 Ujang Ruslandi. Peran Metode Pembelajaran Diskusi dalam Menciptakan Keaktifan Belajar Siswa di MAS Tarbiyatul Islamiyah. Jurnal Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika. Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen. Volume Nomor Tahun https://journal. id/index. php/Katalis/article/view/1203/1704 Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Kitab Ta'lim Muta'allim adalah salah satu kitab klasik yang penyusunnya adalah Syekh Az-Zarnuji kurang lebih pada abad ke-6 Hijriyah. 23 TaAolym al-MutaAoallim merupakan kitab yang populer dan sangat penting dalam dunia pesantren khususnya dan dunia pendidikan Islam secara general. Bahkan menurut Hafidzah pesantren salaf menjadikan kitab ini sebagai dasar dalam pelaksanaan proses belajar mengajar. Dalam kitab tersebut dituangkan bahwa dalam proses belajar, peserta didik haruslah mampu memuliakan guru, mengagungkan ilmu. menghormati teman, bersifat asih, bersikap waraAo yakni menjauhkan diri dari hal yang mesti dijauhi, dan bersikap tawakal, serta menghadap ke arah kiblat ketika belajar. Bahkan dalam kitab tersebut juga diajarkan agar peserta didik untuk tidak duduk terlalu dekat dengan Kitab ini membahas etika belajar yang selalu menomorsatukan adab demi tercapainya kemanfaatan ilmu, membahas kode etik bagi siswa baik ketika masih menuntut ilmu, maupun ketika mereka hidup bermasyarakat. Kitab ini keberadaannya sangat diakui. Kitab ini juga digunakan sebagai bahan penelitian dan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah, khusunya di lingkup pendidikan. Kitab TaAolim MutaAoallim memiliki keistimewaan. Meski kitabnya kecil dan judulnya terkesan hanya fokus pada metode pembelajaran saja, namun sebetulnya isi dari kitab ini memuat tujuan pembelajaran, prinsip pembelajaran, serta strategi pembelajaran berdasarkan moral agama. Walaupun ringkas, namun didalamnya mengandung pesan moral yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya dan dalam bidang pendidikan pada Syaikh Az-Zarnuji membagi kitab Ta'lim Muta'allim menjadi 13 topik bahasan. 13 topik pembahasannya meliputi hakikat dari ilmu, fiqih dan keutamaannya, niat menuntut ilmu, cara memilih ilmu, guru, maupun teman, cara menghargai ilmu dan guru, kesungguhsungguhan dalam menuntut ilmu, keistiqamahan dan cita-cita luhur, ukuran dan urutannya, tawakkal, waktu belajar ilmu, saling menyayangi dan saling menasihati, mencari penambahan ilmu pengetahuan, bersikap wara' ketika menuntut ilmu, hal-hal yang dapat menguatkan hafalan dan yang melemahkannya, dan pendorong dan penghambat datangnya rezeki, yang dapat memperpanjang dan mengurangi umur. Dari berbagai metode di atas Metode bandongan merupakan metode kuliah, dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling Kyai, santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. Irwan Saleh Dalimunthe dan Musdalipah Siregar. Penerapan Isi Kandungan Kitab Ta'lim Muta'allim Dalam Membentuk Akhlak Belajar Santri di Masa Kini. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan 4, no. 1, (September 2. https://journal. al-matani. com/index. php/jkip/article/view/625 24 Samdani. Konsep TaAolym Al-MutaAoallim dalam Kultur AdabA. 25 Ibid. , 3. 26 Irwan Saleh Dalimunthe dan Musdalipah Siregar. AuRekontekstualisasi Isi Kandungan Kitab TaAolim MutaAoallim A. 27Ibid. , 212-213. 28 Ariful Misbachudin. AuImplementasi Isi Kandungan Kitab TaAolim Al-MutaAoalim dalam Pembentukan Etika Belajar Santri Pondok Pesantren Al-AsAoariyyah Kalibeber WonosoboAy, (Skripsi: Universitas Islam Indonesia, 2. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani Metode bandongan, sering juga disebut wetonan, para santri duduk di sekitar kiai dengan membentuk lingkaran. Kyai maupun santri dalam halaqah tersebut memegang kitab masing-masing. Kyai membacakan teks kitab, kemudian menerjemahkannya kata demi kata, dan menerangkan maksudnya. Santri menyimak kitab masingmasing dan mendengarkan dengan seksama terjemahan dan penjelasanpenjelasan kyai. Kemudian, santri mengulang dan mempelajari kembali secara sendiri-sendiri. Meskipun pesantren tidak mengenal evaluasi secara formal, dengan pengajaran secara halaqah ini, kemampuan para santri dapat Berdasarkan hasil wawancara dengan pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan, bahwa pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim menggunakan metode bandongan, dimana sang ustadz berada di depan santri dan membacakan kitab TaAolim MutaAoallim lalu menjelaskan kepada para santri dan mencatat halAehal yang perlu dicatat. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Dalam faktor-faktor Seperti halnya dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan yang memiliki tujuan untuk membentuk adab santri. Faktor-faktor tersebut dibagi menjadi dua yaitu: Faktor pendukung pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim Pendidik yang sudah ahli di bidangnya Sesuai dengan isi kitab, bahwasannya dalam pemilihan guru harus yang lebih alim, yang lebih tua, yang berakhlaq mulia. KH. Muhammad Salim merupakan guru di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan sekaligus pengasuh pondok pesantren Al-Hikam. Beliau adalah orang yang ahli dalam bidang Dalam hal mengajar kitab itu benar-benar menjadi dunianya. Beliau betul-betul cinta dengan profesi tersebut sehingga malas tidak terasa, meskipun hanya sedikit yang berangkat tetap beliau mulai. Fasilitas pondok pesantren yang mewadahi Ruang mushollah yang nyaman dengan adanya microfon sehingga siswa bisa nyaman dalam proses pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim serta siswa bisa mendengarkan dengan jelas penjelasan dari guru. Sesuai dengan yang dijelaskan Syekh Az-Zarnuji bahwasannya AuIlmu tidak akan bisa diperoleh kecuali dengan 6 cerdas, semangat, sabar, ada biaya, ada guru, waktu yang lama. Tanpa adanya biaya proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar. Ay30 Mayoritas santri berasal dari pondok pesantren 29 Islachiyatul Asyrofiyah. Efektivitas Penerapan Metode Sorogan dan Bandongan dalam Pembelajaran Kitab KuningA 30 Syekh Az-Zarnuji. Terjemah TaAolim MutaAoallim (Surabaya: Mutiara Ilmu, 2. , 18-27. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Sebagian besar santri Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan adalah berasal dari pondok pesantren sehingga mereka sudah memahami tentang kitab meskipun ada beberapa yang tidak mondok. Faktor penghambat pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim Adanya santri yang datang terlambat Syekh Az-Zarnuji dalam kitab menjelaskan bahwa dijelaskan bahwa AuSantri harus bersungguh-sungguh dan tekun dalam belajar dan tekun. Ay Datang tepat waktu dianggap sebagai sifat tekun, akan tetapi di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan terdapat beberapa siswa yang terlambat31. Hal ini menjadi salah satu faktor penghambat dalam pembelajaran. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik disengaja maupun tidak, misalnya jarak rumah yang terlalu jauh, tidak ada kerdaraan sehingga harus jalan kaki, tidak bisa bangun pagi, dan lainlain. Meskipun ada beberapa yang terlambat, kesungguhan santri tetap ada, terbukti tidak ada yang ramai saat pembelajaran berlangsung. Jumlah siswa yang sedikit Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan memiliki 20 Siswa yang hanya sedemikian menyebabkan kurang semangat dalam proses Pembelajaran yang monoton Memang penting pada zaman sekarang, pembelajaran harus dilakukan dengan kreatif dan inovatif agar santri tidak merasa bosen. Berdasarkan hasil observasi, pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan monoton tanpa adanya inovasi atau perubahan dalam metode pembelajaran. Mungkin ketika ada metode pembelajaran yang berbeda maka siswa tidak akan merasa bosan. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Kitab Ta'lim Muta'allim merupakan salah satu kitab klasik yang penyusunnya adalah Syekh Az-Zarnuji kurang lebih pada abad ke-6 Hijriyah. Nama lengkap dari kitab ini adalah Talim Al-MutaAoalim Thariq At-TaAoalum, agar mudah diingat maka kitab ini biasanya disebut dengan kitab TaAolim MutaAoallim. Kitab ini membahas etika belajar yang selalu menomorsatukan adab demi tercapainya kemanfaatan ilmu, membahas kode etik bagi siswa baik ketika masih menuntut ilmu, maupun adab ketika mereka hidup bermasyarakat. Kitab ini sangat penting untuk dipelajari para pencari ilmu karena dengan mempelajarinya, mereka bisa mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan belajar. Mereka bida menghormati ilmu dan ahli ilmu atau guru. Pondok pesantren Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan merupakan salah satu lembaga pendidikan di Lamongan yang fokus pada program-program 31 Ibid, 18-27 Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani keagamaan dan memiliki program pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim. Pembelajaran ini diikuti oleh seluruh santri baik laki-laki maupun perempuan. Dalam bukunya yang berjudul Belajar dan Pembelajaran. Muhammad Andi Setiawan menjelaskan bahwasannya unsur utama yang harus ada dalam pembelajaran yakni perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran. Perencanaan dilakukan agar pembelajaran bisa terarah dan memiliki tujuan yang jelas. Setelah perencanaan maka ada pelaksanaan agar santri bisa menemukan pemahaman yang Sedangkan evaluasi bertujuan untuk menjadi tolak ukur keberhasilan santri dalam pembelajaran. Dengan evaluasi maka kita mengetahui hasil dari pembelajaranAy32 Berdasarkan kondisi di lapangan. Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan telah melakukan perencanaan dan pelaksanaan dengan baik, akan tetapi terdapat kekurangan yakni tidak adanya evaluasi pembelajaran. Dengan demikian, peneliti akan menguraikannya sebagai berikut: Perencanaan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan adalah program yang ditetapkan bersama dalam rapat kerja awal tahun. Pada hakikatnya dalam penetapan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dinilai cukup baik, dilihat dari segi perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan Akan tetapi, masih ada kekurangan yakni dalam segi evaluasi Perencanaan pembelajaran merupakan tahapan penting untuk mencapai tujuan akhir pembelajaran sehingga harus dipersiapkan secara cermat. Dengan perencanaan dan penyusunan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan, maka akan memperoleh tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan dilakukan oleh guru atau pihak pondok pesantren untuk mengembangkan kurikulum, khususnya dalam program keagamaan di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Seperti yang dikatakan kepala pondok pesantren, bahwasannya Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan merupakan lembaga yang fokus pada keagamaan, seperti yang tercantum dalam motto nya yakni progresif . roduktif, religius, inovati. , yakni program peningkatan mutu pondok pesantren berdasarkan nilai religius dan berakhlaqul karimah, yang berkembang secara inovatif dalam mewujudkan santri cerdas dan kompetitif berhaluan ahlusunnah wal jamaah. Tujuan diadakannya program pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di lembaga ini yakni karena adanya kesesuaian dengan visi dan misi pondok pesantren yakni untuk membentuk santri yang berakhlaqul karimah. gan dibekali ilmu dari kitab TaAolim 32 Andi Setiawan. Belajar dan Pembelajaran, (Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesi. , 20. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 MutaAoallim, santri diharapkan bisa meningkatkan kualitas personalnya yang religius dan berakhlaqul karimah, serta bisa mengamalkan ilmu yang mereka dapat dalam pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari baik saat ini maupun pada kehidupan yang akan datang. Berdasarkan isi kitab TaAolim MutaAoallim. Syekh Az-Zarnuji berkata bahwa AuSyekh Burhanuddin memulai mengaji pada hari rabu. Ay33 Disini terdapat perbedaan dengan kondisi di lapangan. Dulu, ketika periode kepemimpinan kepala pondok pesantren sebelumnya pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dilaksanakan hari rabu, akan tetapi pada periode saat ini dirubah menjadi hari sabtu karena faktor kesiapan dari pengasuh pondok Pembelajaran dilaksanakan setiap satu minggu sekali yakni pada hari sabtu di pondok pesantren dimulai yaitu pada pukul 06. 30 WIB di mushollah Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan berjalan dengan baik sampai sekarang karena perencanaan yang baik dan adanya dorongan dari seluruh pihak pondok pesantren. Pembelajaran ini didukung oleh bapak ibu guru pondok pesantren, terbukti ketika penulis melakukan observasi, terdapat guru yang ikut dalam pembelajaran tersebut. Dalam proses pembelajaran pun tidak ada yang rame dan mereka fokus pada pengajar. Dengan demikian maka siswa memiliki kesungguhan dalam mencari ilmu. Hal ini sesuai dengan isi kitab bahwa siswa harus bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Dalam pemilihan guru dan kitab Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan, pihak pondok pesantren memiliki beberapa alasan yang tentunya sesuai dengan isi kitab TaAolim MutaAoallim. Dipilihnya KH. Muhamad Salim sebagai pengasuhnya yakni karena beliau memiliki kemampuan di bidang kitab kuning, beliau adalah ustadz senior yang merupakan alumni pondok pesantren ternama di Jawa Timur, dan juga karena beliau adalah orang yang sangat mencintai dunia perkitaban. Sedangkan dipilihnya kitab TaAolim MutaAoallim adakah karena kitab tersebut sangatlah cocok dipelajari bagi kalangan pelajar karena kitab ini fokus pada pembentukan adab dalam belajar mengajar sehingga dengan belajar kitab ini siswa bisa menghargai ilmu, menghargai waktu, menghargai orang yang mempunyai ilmu, cara membawa kitab yang benar, dan Harapannya setelah belajar kitab ini siswa bisa sangat menghargai ilmu dan orang yang berilmu sehingga giat untuk belajar dan ilmunya bisa bermanfaat. Pelaksanaan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwasannya pelaksanaan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim berjalan dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan. Ada berbagai macam metode dalam pembelajaran kitab. Adapun di Pondok Pesantren AlKhoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan menggunakan metode bandongan. Menurut Ariful Misbachudin, ia menjelaskan bahwasannya AuMetode bandongan merupakan 33 Syekh Az-Zarnuji. Terjemah TaAolim MutaAoallim, 55. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani metode kuliah, dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk di sekeliling Kyai, santri menyimak kitab masing-masing dan membuat catatan padanya. Pelaksanaan metode pembelajaran yakni kyai membaca, menerjemahkan, menerangkan, dan mengulas Sedangkan santri melakukan pendhabitan harakat. Ay34 Adapun pelaksanaan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren AlKhoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan dengan metode bandongan yakni sebagai Guru datang kemudian mengucapkan salam. Guru memimpin doa dan membaca niat mencari ilmu sebelum memulai Guru membacakan setiap mufrodat dan terjemahannya. Kemudian siswa menirukan untuk membaca mufrodat dan terjemahannya. Guru memberikan penjelasan mengenai bab yang dipelajari agar siswa memahami isi kandungan kitab TaAolim MutaAoallim. Guru memberikan motivasi agar siswa mengamalkan isi kandungan kitab TaAolim MutaAoallim ini dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan yang akan datang, dan Guru mengajak siswa untuk berdoa mengakhiri pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dengan doAoa kafaratul majelis dan dilanjutkan salam. Terdapat perbedaan antara teori dan keadaan di lapangan. Berdasarkan di lapangan, santri menggunakan kitab yang sudah ada maknanya sehingga tidak perlu lagi melakukan pendhabitan. Santri hanya menirukan bacaan mufrodat dan terjemahannya Evaluasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Evaluasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Berdasarkan teori yang ada, seharusnya unsur-unsur pembelajaran terdapat evaluasi agar bisa mengukur kemampuan santri setelah melaksanakan pembelajaran, namun di lapangan berbeda. Dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren AlKhoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan tidak terdapat evaluasi pembelajaran. Pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim ini dilaksanakan seperti di pondok pesantren yakni dengan metode bandongan. Pengawasan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Berdasarkan teori yang ada, seharusnya unsur-unsur pembelajaran terdapat evaluasi agar bisa mengukur kemampuan santri setelah melaksanakan pembelajaran, namun di lapangan berbeda. Dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok 34 Ariful Misbachudin. AuImplementasi Isi Kandungan Kitab TaAolim Al-MutaAoalim dalam Pembentukan Etika Belajar Santri Pondok Pesantren Al-AsAoariyyah Kalibeber WonosoboAy, (Skripsi: Universitas Islam Indonesia, 2. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan tidak terdapat evaluasi Pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim ini dilaksanakan seperti di pondok pesantren yakni dengan metode bandongan. Meskipun tidak terdapat evaluasi, pihak pondok pesantren terus melakukan controlling yakni pengawasan atau pemantauan perubahan adab dan perilaku siswa ketika di pondok pesantren setelah melakukan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim untuk mengetahui apakah implementasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim untuk membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan sudah terlaksana atau belum. Bisa dijadikan bahan ketika rapat kerja tahun berikutnya, sehingga bisa diadakan evaluasi pembelajaran dan bisa mengetahui sejauh mana santri memahami cara membaca kitab dan memahami isi kitab tersebut. Syekh Az-Zarnuji menjelaskan bahwasannya siswa haruslah memperluas ilmu 35 Sesuai dengan kondisi di lapangan, selain belajar di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan, siswa juga belajar dan mengaji di tempat tinggalnya. Baik pondok pesantren maupun panti asuhan karena sebagian besar mondok. Komunikasi dengan pihak pondok pesantren maupun panti asuhan tempat tinggal santri juga dilakukan oleh pihak pondok pesantren sehingga ada hubungan antara pondok pesantren dengan pondok pesantren. Hal ini sesuai dengan isi kitab TaAolim MutaAoallim bahwa siswa harus selalu mencari tambahan ilmu. Hasil pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Dalam pengimplementasiannya, tolak ukurnya adalah adab santri yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari kepada kyai, ustadz, sesama teman, ilmu, ahli ilmu, dan sumber ilmu. Perubahan akhlak dan adab menjadi lebih baik dan benar-benar sesuai dengan isi kandungan kitab TaAolim MutaAoallim adalah yang diinginkan seorang ustadz sesuai konsep yang dibuat diawal. Dampak tersebut dapat berupa perubahan yang didapat setelah adanya pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan. Berdasarkan hasil temuan peneliti menemukan dampak positif yang terjadi pada santri. Perubahan tingkah laku menjadi baik adalah harapan secara umum dalam penerapan kandungan kitab TaAolim MutaAoallim. Tingkah laku seseorang akan berubah seiring dengan lingkungan yang akan ia dapati secara bersamaan dengan nilai-nilai agama yang ia dapat. Sikap dan sifat akan berubah sesuai dengan keadaan serta lingkungan yang mempengaruhinya. Adapun peningkatan adab santri setelah melakukan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim adalah sebagai berikut: Santri memiliki adab Menurut Kata Atabik Ali. Ahmad Zuhdi Muhdlor, dalam Kamus al-AoAshry Arab Indonesia, yang dikutip oleh Gutia Tahir bahwa adab berasal dari bahasa Arab 35 Syekh Az-Zarnuji. Terjemah TaAolim MutaAoallim, 87. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani dengan akar kata adaba. Dari akar kata ini dapat melahirkan arti yang banyak. Adab bisa berarti mengadakan jamuan . , sopan, beradab, berbudi baik, mendidik, memperbaiki akhlak, menghukum, pengajaran pendidikan, perbaikan, ilmu kesusasteraan, sastra . isiplin ilm. , moral, etika, adab, tata cara pergaulan, etiket. Dari aspek bahasa kata adab diungkapkan dari berbagai makna sesuai Berikut adab digambarkan sesuai masa masyarakat pemakainya: Pada masa Jahiliyah adab diartikan sebgai akhlak. Pada masa Islam adab diartikan sebagai pendidikan. Pada masa Bani Umayyah adab diartikan sebagai pengajaran. Pada masa Bani Abbasiyah adab menunjukkan sebagai peradaban. Pada masa modern adab diartikan seni. Pada abad ke 3 Hijriyah pengertian Adab lebih luas yaitu Adab mencakup segala ilmu, bukan hanya sebatas yang berkaitan dengan Arab, tetapi adab meliputi Litterature yang dimiliki Perancis pada masa modern. Pada abad ke 20 kata adab ini menjadi dikenal sebagai bahasa yang indah dari syiAoir dan prosa. Dari uraian di atas dapat dikatakan bahwa pengertian adab secara bahasa mengandung makna yang bermacam macam yang kesemuanya tidak terlepas dari adanya nilai-nilai yang tinggi dari muatan makna yang dikandungnya. Seperti akhlak, pendidikan, moral, mengadakan jamuan dan lain-lain. Kata adab ini pula mengalami dinamika dalam aspek makna sebagaimana dapat dilihat di atas dari perkembangan Sebagai contoh pada masa Abbasiyah adab diartikan sebagai peradaban karena ketika itu perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta kesusastraan berkembang pesat yang melahirkan peradaban. Pengertian adab menurut Ibn Qayyim bahwa kata adab berasal dari kata maAodubah yang berarti jamuan atau hidangan. Dalam tradisi Arab kuno merupakan simbol kedermawanan dimana pemilik hidangan mengundang banyak orang untuk makan bersama di rumahnya. Kata taAodib atau al-adab dipopulerkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab Adab al- Mufrad, al- Mawardi dalam kitabnya Adab al- Dunya wa al- Din. Ibn Shahnun dalam kitabnya Adab al-Muallimin wa al-Mutaallimin. Al-Khatib al- Baghdadi dalam al-JamiAo Lii al-Akhlak al-Rawi wa Adab al-SamiAo serta Ibn JamAoah dalam kitabnya Tadzkirah al-Sami wa al-Mutakallim fii Adab al-Alim wa al- MutaAoallim. 36 Gutia Tahir. Sinergitas Ilmu dan Adab dalam Perspektif Islam. Jurnal Adabiyah. Jilid 15 Nomor 1 Tahun 2015, https://journal. uin-alauddin. id/index. php/adabiyah/article/view/689. 37 Arif Karkhi Abu Hudhuri. Tadris al-Adab al-Arabiy li Gairi al-Arab. Jurnal Arabiyyt : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Universiti Islam Sultan Sharif Ali. Brunei Darussalam. Volume 2. Nomor 2. Tahun 2015, https://journal. id/index. php/arabiyat/article/view/2225/2169 38 Arif Karkhi Abu Hudhuri. Tadris al-Adab al-ArabiyA 39 Gutia Tahir. Sinergitas Ilmu dan Adab dalam Perspektif Islam. Jurnal Adabiyah. 40 Ibid. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Hasyim AsyAoari memberikan pandangan tentang makna adab yaitu merupakan istilah yang khas dalam Islam. Adab terkait iman dan ibadah dalam Islam bukan hanya sekedar sopan santun, baik budi bahasa tetapi lebih dari itu adab mengangkat harkat dan martabat sesuatu berdasarkan ketentuan Allah. Sedangkan menurut Anisah Nur Afifah. AuAdab merupakan sikap, perilaku, atau tata cara hidup yang mencerminkan nilai kebaikan, budi pekerti, dan Ay42 Adab adalah hasil yang diharapkan dari pembelajaran ini. Seseorang akan terlihat terdidik ketika mampu merubah adab dan akhlak. Perubahan yang terlihat dari santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan setelah mempelajari kitab TaAolim MutaAoallim yakni cara siswa berbicara dengan guru. Ketika mereka berbicara dengan guru, mereka menggunakan bahasa jawa halus. Hal tersebut menandakan bahwa mereka telah mengimplementasikan isi kitab TaAolim MutaAoallim. Santri bisa memposisikan dirinya sebagai pencari ilmu Pendapat Syekh Az-Zarnuji dalam kitabnya mengatakan bahwa AuSiswa yang berhasil dalam menuntut ilmu adalah mereka yang benar-benar memuliakan ilmu dan Ay43 Sikap yang harus dimiliki oleh seorang pencari ilmu adalah menghormati ilmu dan ahli ilmu atau guru. Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan telah menerapkannya yakni menghormati guru dengan mengucapkan permisi ketika lewat di depannya, dan ketika ada yang telat dalam pembelajaran maka mereka akan permisi, mencium tangan, dan meminta maaf kepada guru. Sedangkan dalam hal menghormati ilmu yakni dengan membawa kitab dengan kedua tangan di depan dada. Kesimpulan Pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dalam membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan dilakukan dengan menggunakan teknik bandongan, dimana ustadz berada di depan santri dan membacakan kitab Ta'lim Muta'allim lalu menjelaskan kepada santri dan santri mencatat hal-hal yang perlu untuk Faktor pendukung implementasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dalam membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan yakni pendidik yang sudah ahli dibidangnya, fasilitas pondok pesantren yang mewadahi, dan mayoritas santri berasal dari pondok pesantren. Adapun faktor penghambatnya antara lain, adanya santri yang terlambat, jumlah siswa yang sedikit, dan pembelajaran yang 41 Ibid. 42 Anisa Nur Afifah. AuKonsep Adab Menuntut Ilmu Perspektif Syaikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan IslamAy, (Skripsi-Institut Agama Islam Negeri Ponorogo, 2. 43 Syekh Az-Zarnuji. Terjemah TaAolim MutaAoallim (Surabaya: Mutiara Ilmu, 2. , 27-39. Implementasi Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoallim dalam Membentuk Adab Santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan Ae Rokim. Abdul Manan. Muhammad Saifudin. Ninis Khumairoh Indriyani Implementasi pembelajaran kitab Ta'lim Muta'allim dalam membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan dan pelaksanaan nya sudah berjalan dengan baik akan tetapi terdapat kekurangan yakni tidak adanya evaluasi pembelajaran. Evaluasi disana diganti dengan pengawasan atau controlling terhadab peningkatan adab santri. Adapun hasil dari implementasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoallim dalam membentuk adab santri di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan memiliki tolak ukurnya adalah adab santri yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari kepada kyai, ustadz, sesama teman, ilmu, ahli ilmu, dan sumber ilmu. Perubahan akhlak dan adab menjadi lebih baik sesuai isi kandungan kitab TaAolim MutaAoallim adalah yang diinginkan seorang ustadz sesuai konsep yang dibuat diawal. Adapun implikasinya yakni santri memiliki adab dan santri bisa memposisikan dirinya sebagai pencari ilmu. Meskipun demikian, terdapat kekurangan seperti adanya santri yang terlambat, jumlah siswa yang sedikit, dan pembelajaran yang Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa peningkatan adab santri melalui pembelajaran kitab Ta'lim Muta'allim di Pondok Pesantren Al-Khoiriyah Desa Meluwur Glagah Lamongan belum 100% akan tetapi akan selalu tetap ditingkatkan. Daftar Pustaka