2 IMPLEMENTASI KESENIAN KETOPRAK LANGEN BUDOYO SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI MASYARAKAT DUKUH REPAKING KECAMATAN WONOSAMODRO Devi Sabila. Atika Sabardilla Received: 10 December 2023. Accepted: 20 January 2024. Published: 30 March 2024 Ed. : 336 - 343 Abstract This research shows how the traditional art of Ketoprak Langen Budoyo as an effort to pre- serve the local culture of the Dukuh village community. Repaking. The background is the condition of the community that has artistic and cultural potential but has not been maximally developed so that new innovations are needed. This research uses a descriptive qualitative method using a case study design. Data collection techniques through direct observation in the field, namely located in Dukuh Village. Repaking and through direct interviews with members of the Ketoprak Langen Budyo art group and village leaders who know the existence of arts and culture in Dukuh Repaking. From the results of the research the author found that the formation of Ketoprak Langen Budoyo is very necessary in an effort to preserve the arts and culture of the community, especially in Repaking Dukuh Village. The formation of ketoprak cultural arts groups is very beneficial for the sustainability of community cultural arts, especially ketoprak art. Until now, the art of Langen Budoyo Ketoprak has existed in the community, but because it has not been maximally developed, it is feared that if it is not preserved, its existence will gradually disappear. The formation of the Ketoprak Art Group is very important to support the preservation of arts and culture and increase community income. Keywords: Ketoprak. Local Arts, and Culture. PENDAHULUAN Seni adalah tentang keindahan dan estetika. Keindahan adalah sebuah kata yang sepadan dengan kata indah. Terdapat tiga elemen mendasar untuk menciptakan sesuatu yang indah dalam seni yaitu: kesatuan, kompleksitas, dan Selain itu seni juga merupakan produk kebudayaan peradaban manusia yang dihasilkan dari keterampilan yang dihasilkan oleh sekelompok komunitas seni dan diartikan sebagai wujud kebudayaan manusia yang memenuhi syarat estetika. Kebudayaan adalah keseluruhan kekuatan pikiran, ciptaan emosi dan niat. Budaya mengacu pada pemikiran, akibat, alasan, dan kebiasaan yang sudah menjadi kebiasaan yang sulit diubah. Kebudayaan adalah cara hidup yang dianut oleh suatu kelompok yang terus berkembang. Konsep inilah yang diterapkan oleh para pemikir pendidikan dan kebudayaan Indonesia untuk mengembangkan konsep kebudayaan asli Indonesia. Ketika segala sesuatu dirumuskan dalam kaitannya satu sama lain, kita dapat menyimpulkan bahwa ide-ide tersebut ada dalam pikiran manusia dan merupakan hasil alami dari pemrosesan otak. Karena gagasan tidak terlihat oleh otak dan pikiran manusia, ciptaannya dapat ditulis dan disebarluaskan melalui media. Seperti kata pepatah AuHidup tanpa seni ibarat sayur tanpa garamAy, seni sangat penting bagi kehidupan manusia dan sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Pentingnya seni dan budaya dalam masyarakat sering kali terlupakan, namun seni membangkitkan kerinduan akan kehidupan yang abadi, dan seni dianggap penting bagi pencapaian kehidupan karena tujuan seni adalah kehidupan itu sendiri, dan oleh karena itu harus hidup agar seni dapat terus berlanjut. Dalam kehidupan manusia, seniman dianggap sebagai sosok dan teladan yang hebat. Seniman mampu dengan kesaktiannya mengangkat derajat bangsa ke arah keagungan dan mencapai keagungan yang lebih tinggi, dalam berkaryanya dan menginspirasi batin seniman pada orang lain, memuaskan semangatnya sehingga menjadi seorang seniman. Masyarakat yang menyenangi karya seni dan seniman. Untuk dapat mengembangkan tingkat apresiasi tertentu terhadap kesenian seniman, menerima pendidikan yang dimaksudkan, dan mengingat sejarah melalui seni. Menyampaikan pesan-pesan sejarah yang akan dikenang oleh generasi mendatang. Transmisi nilai seni dan budaya sangat penting bagi pelestarian seni budaya masyarakat Indonesia. Seiring berjalannya waktu, berbagai kesenian kerap bermunculan, termasuk berbagai kesenian ketoptrak. Hal ini terbukti dengan masyarakat yang tinggal di Desa Duku Repaking Kecamatan Wonosamodoro mempunyai sebuah kesenian yang masih bertahan hingga saat ini yaitu kesenian tradisional Ketoprak. Kebudayaan daerah, khususnya seni tradisional, kini semakin terpinggirkan dan tergantikan oleh seni yang lebih modern. Akibat adanya perubahan sosial dalam masyarakat, keterbukaan terhadap budaya asing, modernisasi dan globalisasi, maka perkembangan yang ada mulai membuka diri terhadap masyarakat dan secara tidak langsung mengubah berbagai budaya Indonesia yaitu beragamnya kesenian tradisional yang ada di masyarakat. Indonesia. Transmisi nilai seni dan budaya sangat penting bagi pelestarian seni budaya masyarakat Indonesia sebagai bentuk upaya untuk menyampaiakan pesan-pesan sejarah yang akan dikenang oleh generasi mendatang. PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan disain studi kasus. Penelitian ini yang berfokus pada bentuk progam kesenian budaya ketoprak yang dijalankan oleh masyarakat dukuh Repaking kecamatan Wonosamodro untuk mengiplementasikan kesenian tradisional ketoprak Langen Budoyo sebagai upaya pelestarian budaya lokal dimasyarakat dukuh Repaking kecamatan Wonosamodro. Cara pelaksanaan untuk mencapai tujuan konservasi tersebut adalah dengan menjadikan anggota kelompok menjadi eksekutif. Anggota kelompoknya banyak yang sudah berusia lanjut, sehingga pembentukan kader dilakukan sejak usia lanjut hingga usia kerja. Ini adalah sesi pelatihan bersama antara anggota baru dan lama. Nantinya, sebagai tanda nyata bahwa proses pembentukan kader telah berhasil dilaksanakan, diadakan pertunjukan Langen Budoyo Ketoprak. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga metode utama yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tingkat antusiasme masyarakat terhadap seni tradisional Ketoprak dan mengetahui peran seni tradisional Ketoprak dalam konteks lokal. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi diolah melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan validasi. Survei ini dilakukan pada bulan Oktober 2022. Di dunia yang semakin mengglobal saat ini, penggunaan website sebagai media periklanan dan dengan masyarakat yang tinggal di Desa Dukuh Repaking Kecamatan WonoSamodoro mempunyai sebuah kesenian yang masih bertahan hingga saat ini yaitu kesenian tradisional Ketoprak. Desa Duk Lepaking merupakan desa dengan potensi seni yang beragam Na- Devi Sabila. Atika Sabardilla. Implementasi Kesenian Ketoprak Langen Budoyo . mun, ada beberapa faktor yang berperan ketika terjadi terlalu banyak pergerakan dan perubahan. Menurut beberapa orang, faktor terpenting adalah: Dalam perkembangan desa Dok Lepaking seni budaya memerlukan kontribusi turun temurun untuk menghidupkan kembali kesenian yang mengalami kemunduran karena beberapa faktor penghambat. Dari beberapa pernyataan warga, terlihat jelas bahwa persoalan media periklanan dan pemasaran seni menjadi faktor yang sangat berpengaruh dan tidak dikendalikan dengan baik oleh warga. Kurangnya materi dan metode periklanan yang menarik dan terfokus secara luas, modernisasi dan globalisasi mengubah budaya masyarakat yang ada. informasi memegang peranan Hal ini terlihat dari tingginya tingkat penggunaan internet di masyarakat Indonesia. Penulis melakukan penelitian di Desa Dukuh Repaking. Kecamatan Wonosamodro. Kabupaten Boyolali. Provinsi Jawa Tengah. Data dari penelitian ini terdiri dari transkrip wawancara, sedangkan sumber data dari penelitian ini adalah informasi dari kepala desa dan anggota kelompok kesenian Ketoprak Langen Budoyo. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara yang meliputi wawancara dengan kepala desa dan anggota Ketoprak Long Budyo. Wawancara yang digunakan bersifat semi terstruktur dan penulis telah menyiapkan draft pertanyaan untuk informan terlebih dahulu. Penulis menggunakan jenis triangulasi atau triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data dengan cara mengumpulkan data dari beberapa keterangan kepala desa dan anggota kelompok Ketoprak Langen Budoyo. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis data kualitatif yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. METODE PENELITIAN Berdirinya seni budaya ketoprak Langen Budoyo tahun 1970, terbentuknya ketoprak Langen Budoyo yaitu untuk melestarikan budaya jawa Tengah untuk meningkatkan ketrampilan seni tradisional agar Masyarakat dapat belajar budaya tradisi agar budaya tersebut tidak Seni budaya ketoprak Langen Budoyo yang ada di desa Dukuh Repaking Kecamataan Wonosamodro menalurikan berkaitan dengan seni budaya yang telah dibangun dari nenek moyang sampai sekarang. Masyarakat yang suka budaya berkontribusi untuk memajukan dan membangun seni budaya agar tidak punah. desa juga ikut serta mendukung dengan anggaran dari dana desa untuk mewujudkan Repaking cinta seni budaya ketoprak Langen Budoyo. Ketoprak sebuah kesenian teater rakyat paling populer di Jawa Tengah. Masyarakat Jawa Tengah pada umumnya terkenal dengan Ketoprak. Awalnya, ketprak hanya dipentaskan di lingkungan keraton, sehingga kesenian ini kurang dikenal masyarakat. Ketoprak yaitu salah satu bentuk budaya yang ada pada masyarakat Jawa sebagai penguat identitas budaya dan merupakan identitas yang menunjukkan bagaimana suatu daerah dipandang oleh masyarakat lokal lainnya, seperti desa Dukuh Repaking di kecamatan Wono Samodoro. Salah satunya adalah Kawasan perkotaan Boyolali. Jawa Tengah, kaya akan seni, budaya lokal yang menarik, dan kearifan lokal. Desa Duku Lepaking di kecamatan Wono Samodoro juga dikenal sebagai desa seni yang terdiri dari berbagai ketoprak. Namun pertunjukan budaya dan seni di Desa Dukuh Repaking Kecamatan Wonosamodoro saat ini mengalami naik turun dibandingkan dulu ketika masyarakat antusias mengikuti. Keikutsertaan dalam pertunjukan kesenian Ketoprak berarti menjadi penghambat hilangnya identitas seni dan budaya di desa tersebut. Tentu saja, menjaga keberlanjutan memerlukan pemasaran dan periklanan, termasuk do- Jurnal Budaya Nusantara Vol. 6 No. 3 (Maret 2. : 336 - 343 kumentasi. Di desa yang didedikasikan untuk seni dan budaya, dokumen memegang peranan penting sebagai wadah pelestarian seni. Dokumen ini mendukung berbagai aspek yang dapat digunakan untuk menghidupkan kembali seni yang telah tercipta namun telah Dapat disimpulkan bahwa dokumen itu sendiri merupakan kumpulan berbagai foto-foto yang dapat menjadi informasi atau bukti terkait dengan proses pengumpulan dan pengolahan dokumen serta penyebaran Peran dokumen dalam pelestarian adalah mengumpulkan, memperjelas, dan kemudian mendistribusikannya kepada pihak yang memerlukan. Harap dicatat bahwa dokumentasi adalah sumber informasi. Komunitas Dukuh Repaking yang notabenya merupakan komunitas seni, dapat memperkenalkan budaya seninya kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mencatat prestasi seni yang dihasilkan desa Dukuh Repaking. Manfaat yang diperoleh masyarakat dengan menyebarluaskan hasil dokumen tersebut ke seluruh pelosok tanah air adalah Desa Dukuh Repaking akan semakin dikenal di seluruh Indonesia, dan akan banyak masyarakat dari luar yang tertarik untuk mengikuti pertunjukan kesenian Langen Budoyo Ketoprak. seni adalah sesuatu yang dapat diwujudkan. Dokumentasi sebagai alat penyimpanan merupakan proses pendokumentasian suatu seni yang mampu meninggalkan kesan tersendiri bagi senimannya. Masyarakat Dukuh Repaking dapat memanfaatkan seni Ketoprak untuk mengabadikan kenangan dalam bentuk foto dan video. Dalam proses pendokumentasian kesenian yang dapat dianggap sebagai media pelestarian seni, yaitu dengan menggunakan media rekaman yang dapat menghasilkan video sebagai bukti otentik yang dapat disebarluaskan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Di zaman modern ini, sangat sulit untuk menjaga sesuatu yang tradisional. Hal ini juga berlaku pada kesenian desa Duku Lepaking kecamatan Wono Samodoro yang mana generasi muda kurang begitu tertarik dengan kesenian yang ada seperti ketoprak. Salah satu cara untuk tetap melestarikan budaya dan seni yang ada adalah melalui pertunjukan pada acara-acara tertentu seperti HUT ke-17. Tahun Baru, dan perayaan lainnya. Pertunjukan ini mampu menghidupkan kembali eksistensi desa Dukuh Repaking di kecamatan Wonosamodoro untuk melestarikan keseniannya. Untuk memberikan jati diri Desa DukuhRLepakun di Kecamatan Wonosamodro sebagai desa seni, kami akan memajukan seni, warisan budaya dan kearifan lokal, khususnya dengan menularkan semangat seni kepada masyarakat luas serta ikut serta dan menyokong pembangunan daerah tersebut. Dalam bentuk dokumen. Penting untuk memanfaatkannya sebagai bahan khas desa. Duku Repaking di Kecamatan Wono Samodoro yaitu melalui kegiatan seni dan budaya serta dokumentasi kearifan lokal yang dapat dijadikan sebagai strategi promosi. Manfaat mendokumentasikan kegiatan promosi Membantu masyarakat khususnya masyarakat Kelurahan Boyori memahami bahwa Desa Duku Lepaking di Kecamatan Wono Samodoro mempunyai potensi yang sangat besar dan memerlukan dukungan. Mendukung nilai-nilai dan melestarikan budaya agar tidak ketinggalan zaman. Dalam mendesain objek pusat seni di Desa Dukuh Repaking Kecamatan Wonosamodro. Anda bisa memulainya dari fungsi dan lokasi seni, kemudian mendesain seni itu sendiri. Sebagai solusi konkritnya dapat digunakan desain pelestarian seni melalui kemasan multimedia, dan jenis pertunjukan yang disajikan adalah kesenian tradisional ketoprak untuk mengapresiasi Masyarakat luas. Implementasi rencana konservasi ini dapat diwujudkan oleh berbagai elemen masyarakat yang terpanggil untuk mendukung upaya konservasi dengan mengoptimalkan media rekaman seni. Dimulai dari pengolahan dan penyajian hasil dokumen dalam berbagai format pengolahan hingga pemasarannya kepada masyarakat umum di wilayah Desa Dukuh Repaking Kecamatan Wonosa- Devi Sabila. Atika Sabardilla. Implementasi Kesenian Ketoprak Langen Budoyo . Implementasi masyarakat ini dapat difasilitasi dengan kehadiran masyarakat dan mendukung dari perangkat desa tersebut dan pemerintah daerah Dukuh Repaking. Kebaruan pengekalan seni tradisional ketoprak di Desa Dukuh Repaking Kecamatan Wonosamodro merupakan perkembangan kecil karena beberapa benda seni dilestarikan dengan melalui media online, seperti ketoprak yang dilestarikan di media sosial YouTube. Banyak kendala dalam cara ketoplak, seperti kebanyakan orang yang belum mudah membiasakan diri, masih enggan untuk bangun karena alasan pekerjaan, dan kesulitan dalam memelihara ketoplak. KESIMPULAN Ketoprak Langen Budoyo, kesenian tradisional Desa Dukuh Repaking. Kecamatan Wonosamodro, sepertinya sudah jarang dipentaskan. Hal ini disebabkan karena daya saingnya lebih rendah dibandingkan bidang ketoplak lainnya, serta anggotanya berusia lebih tua. Seandainya Ketoprak Langen Budyo bisa lebih aktif lagi, maka akan lebih dikenal masyarakat luas, memajukan kesenian daerah itu sendiri, dan memberikan penghidupan bagi para anggotanya. Komunitas Duku Lepaking yang notabene merupakan komunitas seni, dapat memperkenalkan budaya seninya kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mencatat prestasi seni yang dihasilkan desa Duku Lepaking. Ketoprak Langen Budoyo, kesenian tradisional Desa Dukuh Repaking. Kecamatan Wonosamodro, sepertinya sudah jarang dipentaskan. Hal ini disebabkan karena daya saingnya lebih rendah dibandingkan bidang ketoplak lainnya, serta anggotanya berusia lebih tua. Seandainya Ketoprak Langen Budyo bisa lebih aktif lagi, maka akan lebih dikenal masyarakat luas, memajukan kesenian daerah itu sendiri, dan memberikan penghidupan bagi para anggotanya. Komunitas Dukuh Repaking yang notabene merupakan komunitas seni, dapat memperkenalkan budaya seninya kepada seluruh masyarakat Indonesia dengan mencatat prestasi seni yang dihasilkan desa Dukuh Repaking. Dalam penelitian ini penulis berperan sebagai pihak yang memperkenalkan budaya ketoprak di desa Dukuh Repaking kecamatan Wonosamodro, dan bertujuan agar budaya ketoprak dikenal masyarakat luas melalui studi kasus . Keterbatasan penelitian ini adalah data yang diperoleh mungkin tidak relevan karena kurangnya sumber data dari informan langsung pendiri Ketoprak Langen Budoyo. Selain itu, wawancara dengan mantan anggota aktif Ketoprak Langen Budoyo juga hilang. DAFTAR PUSTAKA