Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. Pengaruh Upah Dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Kota Medan Nur Halimah1. Hablil Ikhwana2. Siti Ummi Arfa Nst3. Fahri Alamsyah4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi. Prodi Manajemen. Universitas Alwashliyah. Medan. Indonesia 1hnur87691@gmail. com, 2hablilikhawanabeniman@gmail. com, 3ummy. arafanst@gmail. 4alamsyahfahri63@gmail. Email Penulis Korespondensi : hablilikhawanabeniman@gmail. Abstract. Based on the results of primary data regression processed using SPSS 20, the multiple linear regression equation is obtained as follows: 14. 380 X1 0. 234 X2 e. Partially, the wage variable (X. has a significant influence on employee performance, as evidenced by the calculated t value > t table . 728 > 1. The work ethic variable (X. has a significant influence on employee performance, as evidenced by the calculated t value > t table . 216 > 1. Simultaneously, the wage variable (X. and work ethic (X. have a significant influence on employee performance. This means that the hypothesis in this study is accepted, as evidenced by the calculated F value > F table . 125 > 3. The wage variable (X. and work ethic (X. are able to contribute influence on employee performance variables by 20. 4% while livelihoods are 79. influenced by other variables not examined in this study. Keywords : Salaries. Work Ethic. Perfomance Abstrak. Berdasarkan hasil regresi data primer yang diolah dengan menggunakan SPSS 20, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut : 14,854 0,380 X1 0,234 X2 e. Secara parsial, variabel upah (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,728 > 1,. Variabel etos kerja (X . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,216 > 1,. Secara simultan, variabel upah (X. dan etos kerja (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel . ,125 > 3,. Variabel upah (X. dan etos kerja (X. mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja karyawan sebesar 20,4% sedangkan sisanya sebesar 79,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata Kunci : Upah. Etos Kerja. Kinerja PENDAHULUAN Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi suatu perusahaan untuk mencapai tujuannya, karena merupakan salah satu faktor yang menentukan tercapai tidaknya suatu perusahaan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola karyawan adalah dengan memperhatikan upah yang diberikan. Apalagi di era globalisasi, perusahaan sangat membutuhkan karyawan berbakat dan Setiap organisasi bisnis perlu siap untuk beradaptasi dan memperkuat agar dapat bersaing untuk memenuhi semua tantangan masa depan. Sumber daya manusia dalam hal ini adalah karyawan yang selalu berperan aktif dan dominan dalam segala aktivitas organisasi. Hal ini karena manusia merupakan perencana, pelaku, dan penentu pencapaian tujuannya. Upah pekerja merupakan sumber penghidupan keluarga, upah pekerja terdidik adalah hasil investasi mereka sendiri dalam sumber daya manusia . , dan kelompok upah tertentu adalah status sosial pekerja, merupakan elemen penting karena melambangkan rasa Bagi pengusaha, upah dan total biaya tenaga kerja merupakan biaya yang menentukan kelangsungan hidup suatu usaha dan mempengaruhi laba atas investasi. Investasikan kembali sebagian pendapatan yang akan menentukan asupan tenaga kerja di masa depan. Bagi pemerintah, upah adalah variabel makroekonomi seperti inflasi, kesempatan kerja. Copyright @ 2025 Author. Page 17 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. pengangguran, distribusi pendapatan dan pertumbuhan umum. Selain itu, upah adalah kebijakan ekonomi sosial dan politik. Faktanya, upah yang diterima pekerja di sebagian besar negara bagian berada di bawah kebutuhan akan kehidupan yang layak. Harga yang lebih tinggi menyebabkan peningkatan kebutuhan akan perumahan yang layak, yang selanjutnya meningkatkan upah minimum. Dari perspektif perusahaan, upah adalah biaya yang dibebankan kepada konsumen dalam bentuk UMP biasa digunakan sebagai acuan penentuan upah bagi pekerja di sektor formal. Oleh karena itu, peningkatan UMP yang lebih tinggi dari produktivitas pekerja berdampak negatif bagi perusahaan karena dapat meningkatkan biaya produksi. Biaya produksi yang tinggi berarti harga produksi tidak lagi kompetitif dan perusahaan mengurangi produksi. Penurunan produksi akan semakin mengurangi penggunaan faktor-faktor produksi tenaga kerja, terutama oleh pekerja yang berpendidikan rendah. Membayar upah yang adil dan layak akan mendongkrak produksi pekerja, dan mereka akan senang bila upah seimbang dengan apa yang telah mereka kerjakan. Gaji seimbang, motivasi karyawan untuk bekerja pada suatu perusahaan tentunya mempengaruhi pendapatan Upah berguna dan efisien untuk kinerja bisnis, tetapi perusahaan perlu menyadari kesulitan yang diakibatkan oleh skema upah yang ketat. Selain hak karyawan yang ingin terpenuhi, maka perusahaan juga ingin kewajiban seorang karyawan juga terlaksana dengan etos kerja yang baik. Etos kerja dianggap sebagai faktor penting dalam mencapai tujuan bagi individu, kelompok, lembaga bahkan negara. Etos kerja merupakan hal utama dalam melaksanakan pekerjaan untuk mencapai keunggulan moral, keunggulan karakter yang mengarah pada pekerjaan dan kinerja yang sangat baik. Tentu saja, manfaat ini berasal dari keabadian karya agung manusia. Kemampuan untuk menghargai pekerjaan sangat penting untuk menciptakan Untuk menjalani pekerjaan sebagai layanan, kita membutuhkan kemampuan transendental untuk melampaui ruang kecil pergerakan manusia. Semua itu terlihat dan diungkapkan dalam etos kerja. Etos kerja yang berkualitas harus menjadi identitas karyawan, etika, budaya, dan moral di perusahaan. Tanpa etos kerja yang berkualitas, karyawan seperti tidak bertanggung jawab kepada perusahaan. Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Kota Medan merupakan restoran yang menyediakan hidangan ayam goreng yang dipenyetkan serta dengan sambal khas daerah Surabaya. Makan Ayam Penyet banyak tersebar di Kota Medan sehingga menjadi makanan yang populer di kalangan masyarakat luas. Di Kota Medan. Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya memiliki sekitar 6 cabang yang terletak beberapa daerah sehingga memerlukan sistem manajemen yang baik. Berdasarkan observasi penulis dengan pihak manajemen dan beberapa pegawai bahwa ada beberapa permsalahan yang di alami dalam hal upah dan etos kerja karyawan yaitu, upah yang diberikan kepada karyawan tidak lagi sesuai dengan aturan dengan alasan pandemi. Masih adanya karyawan yang pasif dan memiliki hubungan kerja yang kurang baik antar rekan kerja. Menurunya kinerja karyawan hal ini dikarenakan sering terjadinya konflik antara atasan dan bawahan sehingga tidak memberikan feedback dengan benar, karyawan yang kinerjanya tidak memuaskan, sampai salah paham saat mengkomunikasikan sesuatu. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka judul penelitian ini adalah AuPengaruh Upah dan Etos Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Kota MedanAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Kota Medan yang beralamat di Jl. H Nasution No. 39 A. Pangkalan Masyur. Kecamatan Medan Johor. Kota Medan. Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Medan yang terdapat 6 outlet di Medan sebanyak 90 karyawan sedangkan teknik pengambilan sampelnya dengan menggunakan teknik sampling jenuh . Berdasarkan teknik Copyright @ 2025 Author. Page 18 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. pengambilan sampel tersebut maka jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 orang. Untuk menganalisis data informasi yang diperoleh penulis menggunakan metode analisis regresi linear berganda, uji parsial . , uji simultan . , dan uji koefisien determinasi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai maka digunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS dapat dilihat hasil empiris penelitian sebagai berikut: Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta 1 (Constan. 14,854 5,629 2,639 Upah ,380 ,102 ,362 3,728 Etos_Kerja ,234 ,106 ,215 2,216 Dependent Variable: Kinerja Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Sig. ,010 ,000 ,029 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,971 1,030 ,971 1,030 Diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 14,854 0,380 X1 0,234 X2 e Konstanta sebesar 14,854 artinya jika upah (X. dan etos kerja (X. nilainya 0, maka kinerja (Y) nilainya adalah 14,854. Koefisien regresi variabel upah (X. sebesar 0,380 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan upah mengalami kenaikan 1%, maka kinerja akan mengalami kenaikan sebesar 0,380. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara upah dengan kinerja, semakin naik upah maka semakin naik kinerja. Koefisien regresi variabel etos kerja (X. sebesar 0,234 artinya jika variabel independen lain nilainya tetap dan etos kerja mengalami kenaikan 1%, maka kinerja akan mengalami peningkatan sebesar 0,234. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara etos kerja dengan kinerja, semakin naik etos kerja maka semakin naik kinerja. Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Pada tabel Coefficientsa diperoleh juga nilai t hitung. Nilai t hitung tersebut selanjutnya dibandingkan dengan nilai t tabel pada = 0,05. Nilai t tabel pada df . dimana n adalah banyaknya sampel dan k adalah banyaknya variabel baik variabel bebas maupun terikat, maka 90-3 = 87. Pada df 87 dengan = 0,05 nilai t tabel adalah 1,987. Nilai t hitung variabel upah (X. adalah sebesar 3,728, dengan demikian t hitung > t tabel . ,728 > 1,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka H 0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel upah (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Nilai t hitung variabel etos kerja (X. adalah sebesar 2,216, dengan demikian t hitung > t tabel . ,216 > 1,. dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 . ,000 < 0,. , maka H 0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel etos kerja (X. berpengaruh signifikan terhadap Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) Anova atau analisis varian merupakan uji koefisien regresi secara bersama-sama . ji F) untuk menguji signifikansi pengaruh beberapa variabel independen terhadap variabel Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut: ANOVAb Copyright @ 2025 Author. Page 19 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. Model Sum of Squares df Mean Square Sig. Regression 610,170 305,085 11,125 ,000a Residual 2385,786 87 27,423 Total 2995,956 89 Predictors: (Constan. Etos_Kerja. Upah Dependent Variable: Kinerja Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Pada tabel Anovab diperoleh nilai F hitung sebesar 11,125 sedangkan nilai F tabel sebesar 3,13. Dengan demikian F hitung > F tabel . ,125 > 3,. artinya variabel upah dan etos kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Copyright @ 2025 Author. Page 20 Jurnal ILMAN (Jurnal Ilmu Manajeme. Vol. 13 No. 3 Bulan Oktober 2025. Hal. ISSN 2615-2932 (Media Onlin. Website https://journals. id/index. php/ilman DOI https://doi. org/10. 35126/ilman. Uji Koefisien Determinasi (R. Koefisien detreminasi (R. hasil regresi dapat dilihat pada tabel seperti bawah ini: Model Model Summaryb Adjusted R Std. Error of Square the Estimate ,185 5,23668 R Square Durbin-Watson ,451a ,204 2,096 Predictors: (Constan. Etos_Kerja. Upah Dependent Variable: Kinerja Sumber: Output SPSS Versi 20. Data Diolah 2022 Nilai koefisien determinasi (R. hasil regresi sebesar 0,204 artinya bahwa variabel upah dan etos kerja memberikan kontribusi pengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 20,4%. Hasil ini merupakan hasil dari (R2 x 100%), sedangkan sisanya 79,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dibahas dengan mengolah dan kuesioner dan menggunakan beberapa pengujian dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial, variabel upah (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,728 > 1,. Variabel etos kerja (X . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan, terbukti dari nilai t hitung > t tabel . ,216 > 1,. Secara simultan, variabel upah (X. dan etos kerja (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Artinya hipotesis pada penelitian ini diterima, terbukti dari nilai F hitung > F tabel . ,125 > 3,. Variabel upah (X. dan etos kerja (X. mampu memberikan kontribusi pengaruh terhadap variabel kinerja sebesar 20,4% sedangkan sisanya sebesar 79,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA