Jurnal Akuntansi dan Bisnis (Akuntans. Vol 3. No. Mei 2023, pp. 38 - 47 p-ISSN : 2808-9022 . e-ISSN : 2798-1789 . http://journal. politeknik-pratama. id/index. php/JIAB n page 38 SISTEM PENCATATAN AKUNTANSI PEMBAYARAN OBAT KEPADA APOTEK PARTNER BPJS DENGAN METODE ACCRUAL BERTEKNOLOGI WEB (STUDI PADA BPJS KESEHATAN CABANG UNGARAN) Efina Sari Progdi Komputerisasi Akuntansi-Universitas Sains dan Teknologi Komputer e-mail: efinasari242@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 3 May 2023 Received in revised form 12 May 2023 Accepted 14 May 2023 Available online 22 May 2023 ABSTRACT Health BPJS members with diseases that have longterm treatment challenges are confronted with Those who are supposed to undergo examinations every 3 or 6 months are compelled to refrain due to the fear of contracting the prevailing Covid-19 virus in Indonesia. In addressing these issues. BPJS Kesehatan offers a solution by allowing prescription medication to be obtained from BPJS partner pharmacies without the need for rechecking. Given the considerable number of BPJS Health members, the current drug verification system at BPJS Health is still carried out manually, consequently requiring an extended period. The verified drug invoices, along with the cumulative bills, are tracked using Excel. subsequently, these invoices are settled by BPJS's finance department, and payments are made via Because Excel is still the primary tool in use, the financial reports for each BPJS partner pharmacy sometimes exhibit inaccuracies. With technological advancements and the significant membership size, an enhanced verification and reporting system is Keywords: Accrual Basis. BPJS. Pharmacy Drug Payment System Abstrak Anggota BPJS Kesehatan yang menderita penyakit dengan pengobatan jangka panjang menghadapi kendala. Mereka yang seharusnya menjalani pemeriksaan setiap 3 atau 6 bulan, terpaksa tidak dapat melakukannya karena takut tertular virus Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia saat ini. Untuk mengatasi masalah ini. BPJS Kesehatan menyediakan solusi berupa pemberian resep obat kepada apotek mitra BPJS tanpa perlu pemeriksaan ulang. Dengan banyaknya jumlah anggota BPJS Kesehatan, saat ini sistem verifikasi obat di BPJS Kesehatan masih dilakukan secara manual, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Tagihan obat yang sudah diverifikasi bersama dengan total tagihan yang masih dicatat menggunakan excel, tagihan ini akan dibayarkan oleh departemen keuangan BPJS, kemudian pembayaran dilakukan melalui transfer. Karena pekerjaan masih menggunakan excel, laporan keuangan yang perlu dibayarkan kepada setiap apotek mitra BPJS terkadang masih tidak akurat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan jumlah anggota yang besar, diperlukan peningkatan sistem verifikasi dan pelaporan yang lebih efisien. Kata Kunci: Accrual Basis. BPJS. Pharmacy Drug Payment System Received May 3, 2023. Revised May 12, 2023. Accepted May 14, 2023 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang No. 24 Tahun 2011. BPJS Kesehatan berfungsi sebagai badan hukum yang didirikan untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Dengan mulai beroperasinya BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014, program ini menjadi salah satu dari lima program dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004. Cakupan peserta BPJS Kesehatan hingga 31 Mei 2020 mencapai 220,6 juta orang atau sekitar 83% dari total penduduk Indonesia. Namun, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, anggota BPJS Kesehatan yang menderita penyakit dengan pengobatan jangka panjang menghadapi tantangan. Mereka yang seharusnya menjalani pemeriksaan setiap 3 atau 6 bulan terpaksa menghindar karena khawatir tertular virus Covid-19 yang sedang mewabah di Indonesia. Dalam mengatasi masalah ini. BPJS Kesehatan menyediakan solusi berupa pengambilan obat di apotek mitra BPJS menggunakan resep yang telah diberikan sebelumnya tanpa perlu pemeriksaan ulang. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 semakin meluas. Biaya obat akan ditanggung oleh BPJS, dan setelahnya obat-obat ini perlu diverifikasi oleh pihak BPJS. Namun, dengan jumlah anggota BPJS Kesehatan yang besar, sistem verifikasi obat saat ini masih dilakukan secara manual, memakan waktu yang cukup lama. Karena tantangan ini, diperlukan pengembangan sistem yang dapat mempercepat proses verifikasi obat. Sistem verifikasi obat di BPJS Kesehatan diharapkan dapat menjadi lebih efisien dengan metode yang lebih modern. Sistem pembayaran obat saat ini melibatkan tagihan obat yang sudah diverifikasi beserta total tagihan yang dicatat menggunakan Excel. Tagihan ini akan dilunasi oleh bagian keuangan BPJS, dan pembayaran dilakukan melalui transfer. Meskipun demikian, penggunaan Excel dalam pekerjaan ini sering kali mengakibatkan laporan keuangan yang kurang akurat. Kekurangan lainnya adalah dalam hal penambahan jenis obat, apotek mitra, dan data pasien baru yang masih kompleks, memerlukan sistem yang lebih efisien. Dalam konteks ini, peneliti merancang sebuah aplikasi pembayaran obat dengan metode accrual berbasis web. Metode accrual digunakan saat apoteker memasukkan data resep tagihan obat, yang kemudian diakui sebagai hutang oleh BPJS hingga adanya verifikasi oleh petugas. Setelah diverifikasi, data ini akan disampaikan kepada bagian keuangan BPJS untuk pergantian dana. Aplikasi ini diharapkan dapat mempercepat proses verifikasi obat dengan memverifikasi data obat secara Selain itu, aplikasi ini juga memudahkan dalam penambahan jenis obat baru, memasukkan anggota dan pasien baru, serta menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan rapi. Aplikasi ini akan melibatkan tiga jenis pengguna: apotek mitra BPJS, petugas bagian penjaminan manfaat primer (PMP), serta kepala cabang atau bagian IT BPJS Kesehatan. Dengan implementasi aplikasi ini, diharapkan akan terjadi kemudahan dalam verifikasi obat, pembayaran, dan laporan keuangan yang lebih efisien. Seluruh proses yang lebih terotomatisasi diharapkan akan membantu BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan yang lebih baik kepada anggota serta mengoptimalkan pengelolaan data dan keuangan. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian sistem yang dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur yaitu kumpulan dari prosedur Ae prosedur yang mempunyai tujuan tertentu. Sistem juga dapat didefinisikan dengan pendekatan komponen yaitu kumpulan dari komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Secara umum, definisi sistem adalah kumpulan bagian - bagian atau subsistem-subsistem yang disatukan dan dirancang untuk mencapai suatu tujuan tertentu (Dewi. Pusphitasari, and Yazid 2. Pencatatan akuntansi terdiri dari dua metode yaitu cash basis dan accrual basis. Kedua metode pencatatan akuntansi memiliki perbedaan yang berkaitan dengan prinsip-prinsip akuntansi secara umum. Cash basis merupakan proses pencatatan transaksi akuntansi, dimana transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas. Pada cash basis, pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan biaya dicatat pada saat mengeluarkan kas. Accrual basis adalah proses pencatatan 6 transaksi akuntansi dimana transaksi dicatat pada saat terjadi, meskipun belum menerima ataupun mengeluarkan kas. Pada accrual basis, pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan meskipun kas belum diterima, sedangkan biaya dicatat pada saat biaya tersebut dipakai atau digunakan, meskipun belum mengeluarkan kas. Dengan demikian, pada metode accrual basis pendapatan dicatat pada saat terjadi penjualan, meskipun kas belum diterima. Ada dua pengertian pembayaran, yaitu pengertian secara sempit dan yuridis teknis. Pengertian pembayaran dalam arti sempit, adalah pelunasan oleh debitur kepada kreditur. Pembayaran seperti ini dilakukan dalam bentuk uang atau barang. Sedangkan pembayaran dalam arti yuridis tidak hanya dalam Sistem Pencatatan Akuntansi Pembayaran Obat Kepada Apotek Partner Bpjs Dengan Metode Accrual Berteknologi Web Studi Pada Bpjs Kesehatan Cabang Ungaran. (Efina Sar. Efina Sari. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 38 Ae 47 bentuk uang atau barang, tetapi juga dalam bentuk jasa, seperti jasa dokter bedah, tukang cukur atau guru privat dikutip pada penelitian (Wahyudi 2. HTML yaitu kepanjangan dari Hypertext Markup Language. Definisi HTML adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web. Fungsi utama HTML ialah memberi perintah pada browser untuk melakukan manipulasi tampilan melalui tag-tag yang ditulis dalam html (Rahmasari 2. PHP . ypertext preprocesso. adalah sebuah bahasa pemrograman yang berbentuk scripting, sistem kerja dari program ini adalah sebagai interpreter bukan compiler. Selain itu PHP merupakan bahasa pemrograman script server Ae side yang bersifat open source. Script digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis . p to dat. Script terintegrasi dengan HTML dan berada pada server . erver side HTML embedded scriptin. (Rostiani and Setiyani 2. MySQL atau dibaca My Sekuel adalah suatu RDBMS (Relational Database Management Syste. yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data. Selain itu MySQL adalah salah satu aplikasi DBMS yang sudah sangat banyak digunakan oleh para pemrogram aplikasi web. Contoh DBMS lainnya adalah: PostgreSQL . SQL METHOMIKA: Server. MS Access dari Microsoft. DB2 dari IMB. Oracle dan Oracle Crop. Dbase. FoxPro, dsb (Rostiani and Setiyani 2. CodeIgniter adalah Sebuah framework php yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model. View. Controlle. untuk memudahkan developer atau programmer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian adalah metode yang akan digunakan dalam melakukan penelitian. penyusunan skripsi ini akan digunakan metode sebagai berikut: Objek Penelitian Pembahasan objek yang akan di gunakan dalam penelitian ini yaitu data penjualan obat pada apotek partner BPJS Ungaran. Data yang digunakan diambil dalam kurun waktu tahun 2020, yang meliputi data obat-obatan, data data pengguna dan data laporan apotek. Penulis memilih penjualan obat pada apotek partner BPJS sebagai objek penelitian karena disana penulis mendapatkan sebuah permasalahan khususnya pada laporan yang dianggap layak dan cocok dengan metode yang akan digunakan oleh penulis, yaitu tentang penerapan metode accrual, yang dalam penelitian ini akan difokuskan untuk menganalisa laporan penjualan apotek yang terstruktur secara sistem. Metode Pengumpulan Data Hal penting lainnya yang harus disampaikan dalam sebuah penelitian yaitu teknik pengumpulan data. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan dibedakan menjadi dua yaitu wawancara dan studi dokumen. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing teknik pengumpulan data. Wawancara Melakukan wawancara dengan narasumber objek penelitian, wawancara meliputi permasalahan yang terjadi pada penjualan obat pada apotek serta solusi-solusi yang diinginkan. Selain itu juga membahas tentang obat-obat yang dijual pada apotek serta outputnya sebagai laporan apotek. Studi Pustaka Pengambilan data yang telah didokumentasikan oleh apotek. Data meliputi data obat apotek, data pengguna sistem, data laporan bulanan. Tentunya akan dijadikan uji coba untuk penerapan metode accrual yang berpengaruh pada hasil output laporan Kuisioner Kuisioner adalah metode pengumpulan data dengan menyerahkan daftar pertanyaan kepada Jenis Penelitian Penelitian dan pengembangan Research and Development (R&D) adalah suatu proses atau langkahlangkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan (Muqdamien et al. R&D merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut menurut (Haryati, 2. dalam jurnal (Muqdamien et al. , 2. Metode R&D ini yang menghasilkan inovasi baik suatu produk baru atau mengembangkan produk yang sudah ada untuk lebih menarik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dari pokok bahasan tertentu. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Vol. No. Mei 2023, pp. 38 - 47 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 Gambar 1. Langkah- langkah RnD (Maskur et al. , 2. Perancangan Sistem Use Case Diagram Gambar 2. Use Case Diagram Modelling Bisnis Sistem yang akan Dibuat Gambar 4. Modelling Bisnis Sistem Baru ERD (Entity Relationship Diagra. Sistem Pencatatan Akuntansi Pembayaran Obat Kepada Apotek Partner Bpjs Dengan Metode Accrual Berteknologi Web Studi Pada Bpjs Kesehatan Cabang Ungaran. (Efina Sar. Efina Sari. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 38 Ae 47 Gambar 5. ERD (Entity Relationship Diagra. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini dilakukan validasi dan uji coba produk. Ujicoba produk telah dilakukan oleh penulis pada lokasi objek penelitian. Ujicoba produk dilakukan oleh orang-orang yang berkepentingan pada Uji validasi dilakukan pada tanggal 5 Oktober 2021 oleh pakar internal yaitu dosen dan pakar eksternal yaitu objek, dengan memperoleh hasil AuSangat LayakAy. Revisi dilakukan sebelumnya pada rancangan web yang dikembangkan lebih lanjut. Penilaian dari validasi merupakan hasil dari penelitian. Form Login Gambar 6. Tampilan Form Login Halaman Dashboard Admin Halaman Data Apotek Gambar 7. Tampilan Halaman Dashboard Admin JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Vol. No. Mei 2023, pp. 38 - 47 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 Gambar 8. Tampilan Halaman Data Apotek Halaman Data Apoteker Gambar 9. Tampilan Halaman Data Apoteker Halaman Data Laporan Admin Gambar 10. Tampilan Halaman Data Laporan Admin Halaman Data User Gambar 11. Tampilan Halaman Data User Sistem Pencatatan Akuntansi Pembayaran Obat Kepada Apotek Partner Bpjs Dengan Metode Accrual Berteknologi Web Studi Pada Bpjs Kesehatan Cabang Ungaran. (Efina Sar. Efina Sari. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 38 Ae 47 Halaman Dashboard Petugas Gambar 12. Tampilan Halaman Dashboard Petugas Halaman Data Verfikasi Gambar 13. Tampilan Halaman Data Verfikasi Halaman Data Laporan Petugas Gambar 14. Tampilan Halaman Data Laporan Petugas Halaman Login Apotek Gambar 15. Tampilan Halaman Login Apotek Halaman Dashboard Apotek JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS (AKUNTANSI) Vol. No. Mei 2023, pp. 38 - 47 p-ISSN : 2808-9022 e-ISSN : 2798-1789 Gambar 16. Tampilan Dashboard Apotek Halaman Data Resep Gambar 17. Tampilan Halaman Data Resep Halaman Data Obat Gambar 18. Tampilan Halaman Data Obat Halaman Data Pasien Gambar 19. Tampilan Halaman Data Pasien Halaman Data Penginput/Aktor Sistem Pencatatan Akuntansi Pembayaran Obat Kepada Apotek Partner Bpjs Dengan Metode Accrual Berteknologi Web Studi Pada Bpjs Kesehatan Cabang Ungaran. (Efina Sar. Efina Sari. JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS. Vol. No. Mei 2023, pp. 38 Ae 47 Gambar 20. Tampilan Halaman Data Penginput/Aktor KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan analisa dan implementasi sistem pencatatan akuntansi pembayaran obat kepada apotek partner BPJS yang dilakukan peneliti telah mendapatkan hasil. Proses pembagian kuisioner, perhitungan data dan pembuatan produk hasil penelitian dapat diselesaikan peneliti dengan baik. Penggunaan produk didalam sistem juga sudah diterapkan oleh penulis. Perancangan sistem pada skripsi sudah dapat memberikan informasi kepada pembaca. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dari bab sebelumnya mengenai sistem Pencatatan Akuntansi Pembayaran Obat Kepada Apotek Partner BPJS Dengan Metode Accrual Basis Berteknologi Web, maka disimpulkan bahwa : Perancangan aplikasi untuk memverifikasi obat untuk pasien dapat dilakukan apoteker pada sistem ini, sehingga pengelolaan menjadi lebih mudah dan cepat. Seluruh kegiatan yang terhubung untuk data obat, data pasien, data admin dan data laporan dapat dikelola melalui sistem pencatatan akuntansi pembayaran obat yang menerapkan metode accrual basis sebagai format laporannya. Lambatnya penambahan kelola data obat yang menjadi masalah juga dapat teratasi dari dibuatnya sistem ini, karena apoteker bisa dengan mudah mengakses sistem. Bahkan sapat mengelola apotek rekanan dan data pasien baru. Dengan adanya fasilitas tambahan seperti laporan keuangan, laporan apotek, laporan pasien, laporan data resep, dan laporan data obat dapat disajikan dengan lebih mudah. Selain itu output tagihan dapat disajikan dengan baik menggunakan fasilitas sistem baru dengan penerapan metode accrual basis . Dalam validasi pengujian yang dilakukan pihak internal pelaporan pada apotek patner BPJS Ungaran, mendapatkan hasil 88% sedangkan pihak eksternal mendapatkan hasil 95%. Dengan kriteria penilaian Sangat Layak. DAFTAR PUSTAKA