8491 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Pengaruh Gangguan Kecemasan dan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Akuntansi di SMKN 6 Makassar Kirana Azzahra1. Ridwan Tikollah2. Sitti Hajerah Hasyim3 Universitas Negeri Makassar. Indonesia E-mail: kiranaazzahra019@gmail. com1, m. tikollah@unm. id2, hajerah_hasyim@unm. 1,2,3 Article History: Received: 11 Mei 2025 Revised: 29 Juli 2025 Accepted: 20 Agustus 2025 Keywords: Gangguan Kecemasan. Efikasi Diri. Hasil Belajar Abstract: Penelitian menganalisis pengaruh gangguan kecemasan dan efikasi diri secara simultan, parsial, dan dominan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar. Variabel penelitian ini adalah gangguan kecemasan (X. , efikasi diri (X. , dan . hasil belajar (Y). Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi SMKN 6 Makassar sebanyak 106 siswa, sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI Akuntansi sebanyak 51 siswa yang diambil dengan teknik sampel purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi dan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil Penelitian menunjukkan gangguan kecemasan dan efikasi diri secara simultan berpengaruh terhadap hasil belajar. Gangguan kecemaan berpengaruh negatif terhadap hasil belajar. Efikasi diri berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Sedangkan variabel efikasi diri memberikan pengaruh dominan terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan variabel gangguan kecemasan. PENDAHULUAN Gangguan kecemasan siswa biasanya timbul karena tekanan dan trauma. Tekanan yang memicu kecemasan bisa berasal dari lingkungan sekolah, seperti tuntutan akademik, hubungan dengan teman atau ekspektasi orang tua. Selain tekanan, trauma juga dapat memicu gangguan Gangguan kecemasan ini dapat mengganggu proses belajar dan kehidupan sosial Siswa yang mengalami kecemasan berlebihan sering kali kesulitan berkonsentrasi, merasa tidak percaya diri dan cenderung menghindari tantangan akademik. Gangguan kecemasan merupakan salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan terhadap pelajaran akuntansi yang dihadapi di kelas nantinya merupakan salah satu bentuk gangguan yang dapat mempengaruhi hasil belajar akuntansi siswa. AuGangguan kecemasan adalah suatu pengalaman subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dan ketidakmampuan menghadapi masalah atau adanya rasa aman. Ay (Munasiah, 2015:. Gangguan kecemasan pada siswa akan berdampak terhadap hasil belajar siswa. AuHasil belajar ialah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Ay (Slameto, 2015:. Keberhasilan siswa dalam belajar dipengaruhi oleh faktor-faktor yang digolongkan dalam faktor internal dan faktor eksternal, gangguan kecemasan dan efikasi diri merupakan faktor psikologis yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Menurut Asmawati, dkk . AuFaktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar. Salah satunya adalah faktor psikologis yang meliputi intelegensi, minat, disiplin, bakat, gangguan kecemasan, dan Adapun faktor eksternalnya adalah faktor yang ada diluar individu seperti faktor keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ay Selain gangguan kecemasan, efikasi diri juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Efikasi diri mengacu pada keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam merencanakan, mengorganisasi, dan melaksanakan tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu atau menghadapi situasi tertentu. Efikasi diri (Self Efficac. penting dimiliki siswa dalam belajar terutama dalam mata pelajaran akuntansi. Mata pelajaran akuntansi merupakan mata pelajaran yang memerlukan analisis yang mendalam pada setiap transaksi semua siklusnya. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran akuntansi diperlukan efikasi diri dan pemahaman yang kuat akan tugas yang diberikan. Menurut Sihaloho, dkk . AuEfikasi diri akademik adalah keyakinan yang kuat yang dimiliki individu dalam mencapai hasil belajar. Oleh karena itu, apabila efikasi diri akademik disertai dengan tujuantujuan yang spesifik dan pemahaman mengenai hasil belajar, akan menjadi penentu suksesnya perilaku akademik dimasa yang akan datang. Ay Hasil belajar seringkali menjadi tolak ukur tercapainya tujuan dari pembelajaran yang dilaksanakan dan digunakan seringkali sebagai ukuran pemahaman siswa dalam menguasai mata Tinggi rendahnya hasil belajar siswa dilihat dari skor dan kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah melalui proses pembelajaran. AuEfikasi diri merupakan salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap pencapaian siswa. Efikasi diri juga berperan positif dalam meningkatkan kinerja belajar, hasil belajar dan kemampuan menulis siswa. Ay (Sandjaja, dkk. Kenyataannya masih ada siswa yang memiliki kecemasan yang tinggi dan efikasi diri yang rendah karena tidak percaya diri dan yakin akan kemampuannya sendiri dalam menghadapi tantangan belajar yang dihadapi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap siswa akuntansi di SMKN 6 Makassar bahwa sebagian dari siswa memiliki gangguan kecemasan yang tinggi dan efikasi diri yang rendah terutama saat menghadapi ulangan praktik akuntansi, mereka merasa tertekan karena ulangan akuntansi tergolong sulit dan mengharuskan mereka untuk berpikir secara logis dan analitis, serta merasa ragu dengan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan ulangan tersebut. Kondisi ini membuat mereka kesulitan untuk fokus, panik, gugup dan akhirnya kesulitan menyelesaikan ujian dengan baik yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar mereka. Tabel 1. Tingkat Gangguan Kecemasan. Efikasi Diri dan Nilai Rata-rata UTS Hasil Belajar Siswa Kelas XI Akuntansi Tahun Ajaran 2023/2024 di SMKN 6 Makassar. Variabel Aspek Persentase Rata-rata Persentase Gangguan Gejala Fisik Kecemasan (X. Gejala Kognitif Gejala Perilaku Efikasi Diri (X. Level Kekuatan Generalisasi a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Hasil Belajar (Y) Kognitif Afektif Psikomotorik Sumber: Data diolah Berdasarkan Tabel 1 data yang diperoleh dari jumlah responden sebanyak 34 siswa di SMKN 6 Makassar, sebanyak 66 persen siswa mengalami gangguan kecemasan saat belajar Hal ini akan berdampak negatif pada proses pembelajaran siswa, gangguan kecemasan yang tinggi dapat menghambat kemampuan siswa untuk belajar secara efektif sehingga perlu adanya pengurangan kecemasan. Selain itu, tingkat efikasi diri siswa mencapai 67 persen, menunjukkan bahwa siswa masih kurang percaya diri dalam menghadapi tantangan belajar, hal ini akan menjadi penyebab rendahnya hasil belajar mereka, sehingga keyakinan diri siswa dalam menghadapi tantangan masih perlu ditingkatkan. Sementara hasil belajar siswa berada pada angka 70 persen, yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebesar 78. Ini mengindikasikan bahwa banyak siswa tidak mencapai standar yang diperlukan untuk keberhasilan akademis, sehingga memerlukan upaya peningkatan. Penelitian ini didukung penelitian yang dilakukan oleh Al Barzanji dan Rahmat . menunjukkan bahwa kecemasan dan self efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa, baik secara individual maupun simultan. Hal ini dikarenakan rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh tingginya kecemasan siswa dalam belajar dan kurangnya keyakinan siswa dalam menyelesaikan proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Gangguan Kecemasan dan Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Akuntansi di SMKN 6 Makassar. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan pendekatan analisis statistik. Lokasi penelitian ini dilakukan di SMKN 6 Makassar. Variabel penelitian ini yaitu gangguan kecemasan sebagai variabel bebas 1, efikasi diri sebagai variabel bebas 2 dan hasil belajar sebagai variabel Populasi penelitian ini seluruh siswa kelas XI Akuntansi SMKN 6 Makassar berjumlah 106 siswa sedangkan sampel dalam penelitian ini siswa kelas XI Akuntansi SMKN 6 Makassar berjumlah 51 siswa yang diambil dengan teknik sampel purposive sampling dengan kriteria: . siswa kelas XI telah melewati masa penyesuaian dan belum memasuki tahap magang dan ujian akhir, . siswa yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran akuntansi di kelas sehingga memiliki pengalaman belajar yang cukup untuk dinilai hasil belajarnya, . siswa yang pernah menunjukkan respons atau kecenderungan terkait gangguan kecemasan akademik, serta memiliki tingkat efikasi diri yang bervariasi dalam proses belajar, yang diketahui melalui observasi guru. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji instrumen, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Data dianalisis dengan menggunakan bantuan SPSS version 26. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Responden Penelitian Responden pada penelitian ini adalah siswa program keahlian Akuntansi di kelas XI SMKN 6 Makassar. Populasi penelitian ini sebanyak 106 siswa kelas XI Akuntansi yang terdiri atas tiga kelas dan sampel penelitian sebanyak 51 siswa. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Tabel 2. Data Responden Responden Jumlah Persentase Laki-laki Perempuan Jumlah Berdasarkan Tabel 2 menunjukkan bahwa responden dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 6 orang atau 12 persen dan responden perempuan sebanyak 45 orang atau 88 persen. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa yang menjadi responden berjenis kelamin Analisis Deskriptif Deskripsi Gangguan Kecemasan Deskripsi jawaban responden terkait gangguan kecemasan disajikan pada tabel 3. Tabel 3. Rekapitulasi Tanggapan Responden tentang Gangguan Kecemasan Aspek Skor Skor Skor Keterangan Aktual Ideal Aktual (%) 1 Gejala Fisik Tinggi 2 Gejala Kognitif Sedang 3 Gejala Perilaku Tinggi Jumlah Tinggi Berdasarkan Tabel 3, variabel gangguan kecemasan menunjukkan bahwa gejala fisik dan gejala perilaku termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan gejala kognitif berada pada kategori Gejala fisik menunjukkan skor aktual sebesar 67 persen atau sebanyak 34 siswa mengalami gejala seperti tegang saat mengerjakan soal, gelisah, gugup, rasa tidak aman, takut, serta keringat dingin pada telapak tangan. Sementara itu, gejala perilaku menunjukkan skor aktual sebesar 74 persen atau sebanyak 38 siswa mengalami gejala seperti berdiam diri karena takut gagal, menghindari pelajaran yang dianggap sulit, gangguan tidur, serta penurunan nafsu makan saat menghadapi tugas sekolah. Adapun gejala kognitif menunjukkan skor aktual sebesar 57 persen atau sebanyak 29 siswa mengalami gejala seperti pesimis terhadap kemampuan diri dalam mengerjakan soal serta kekhawatiran terhadap hasil pekerjaannya. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami gangguan kecemasan yang berdampak tinggi pada aspek fisik dan perilaku, sedangkan gejala kognitif berada pada tingkat sedang. Kondisi ini mengindikasikan perlunya perhatian khusus terhadap penanganan aspek gejala fisik dan perilaku dalam upaya mengurangi tingkat gangguan kecemasan pada siswa. Deskripsi Efikasi Diri Deskripsi jawaban responden terkait efikasi diri disajikan pada tabel 4. Tabel 4. Kesimpulan Tanggapan Responden tentang Efikasi Diri Skor Skor Persentase Aspek Keterangan Aktual Ideal (%) 1 Level/Kesulitan Tinggi 2 Kekuatan Tinggi 3 Generalisasi Tinggi Jumlah Tinggi Berdasarkan Tabel 4, variabel efikasi diri menunjukkan bahwa aspek tingkat kesulitan, kekuatan, dan generalisasi berada pada kategori tinggi. Aspek tingkat kesulitan menunjukkan skor aktual sebesar 66 persen atau sebanyak 34 siswa memiliki efikasi diri yang tinggi dalam menghadapi beban kesulitan tugas serta kemampuan menyelesaikannya. Aspek kekuatan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 menunjukkan skor sebesar 73 persen atau sebanyak 37 siswa memiliki tingkat keyakinan yang kuat dalam melaksanakan tugas serta kegigihan dalam menyelesaikannya. Sementara itu, aspek generalisasi menunjukkan skor sebesar 67 persen atau sebanyak 34 siswa memiliki tingkat efikasi diri yang tinggi dalam menguasai berbagai tugas. Hal ini berarti siswa memiliki keyakinan yang tinggi terhadap kemampuan dirinya dalam menghadapi tantangan, menyelesaikan tugas, serta menerapkan kemampuan tersebut secara luas dalam berbagai situasi. Deskripsi Hasil Belajar Data hasil belajar diperoleh dari nilai rapor semester ganjil tahun 2024/2025 kelas XI Akuntansi SMKN 6 Makassar yang berjumlah 51 siswa yang menjadi sampel dalam penelitian. Berikut disajikan pengklasifikasian hasil penilaian akhir semester ganjil Kelas XI Akuntansi SMKN 6 Makassar tahun ajaran 2024/2025. Tabel 5. Pengklasifikasian Hasil Penilaian Akhir Semester Ganjil Kelas XI Akuntansi SMKN 6 Makassar Tahun Ajaran 2024/2025 Indikator Rata-rata Nilai Indikator Rata-rata Hasil Belajar Kognitif Afektif Baik Psikomotorik Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa hasil penilaian akhir semester ganjil kelas XI SMKN 6 Makassar tahun ajaran 2024/2025, rata-rata nilai pada aspek kognitif adalah 87, aspek afektif berada dalam kategori baik, dan psikomotorik 85. Jika mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah yaitu 78, maka ketiga aspek tersebut berada dalam kategori baik sesuai interval nilai yang berlaku . Ae. Rata-rata keseluruhan hasil belajar siswa adalah 86 yang juga tergolong dalam kategori baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa pencapaian hasil belajar siswa sudah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan sekolah. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Berikut disajikan uji normalitas pada tabel 6. Tabel 6. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean Parametersa,b Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 6 diketahui bahwa nilai signifikansi Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05 maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji Kolmogrov-Smirnov dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dengan demikian, asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi. Uji Multikolinieritas Berikut disajikan uji multikolinieritas pada tabel 7. Tabel 7. Uji Multikolinieritas a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Model Collinierity Statistics Tolerance VIF (Constan. Gangguan Kecemasan Efikasi Diri Berdasarkan Tabel 7 menunjukkan nilai VIF untuk variabel gangguan kecemasan 1,143 dan variabel efikasi diri 1,143 yang berarti kedua variabel memiliki VIF yang lebih kecil dari 10 . ,143 < . sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas terhadap data yang Uji Heteroskedastisitas Berikut disajikan uji heteroskedastisitas pada tabel 8. Tabel 8. Uji Heteroskedastisitas Gangguan Efikasi Unstandardi Kecemasan Diri zed Residual Spearman Gangguan Correlation 's Rho Kecemasan Coefficient Sig. -taile. Efikasi Diri Correlation Coefficient Sig. -taile. Unstandardiz Correlation ed Residual Coefficient Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 8 hasil uji heteroskedastisitas dengan teknik SpearmanAos Rho diperoleh Gangguan Kecemasan dengan nilai signifikansi . 2-taile. 0,922 > 0,05 atau variabel gangguan kecemasan tidak ada masalah heteroskedastisitas. Efikasi diri dengan nilai signifikansi . 2-taile. 0,602 > 0,05 atau variabel efikasi diri tidak ada masalah Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa data terbebas dari masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Berikut disajikan uji autokorelasi pada tabel 9. Tabel 9. Uji Autokorelasi Adjusted R Std. Error of DurbinModel R Square Square the Estimate Watson Berdasarkan Tabel 9 menunjukkan nilai statistik Durbin-Watson sebesar 1,750 dengan nilai batas bawah . L) dan nilai batas atas . U) dengan = 5% pada jumlah sampel . = 51 dan k = 2 yaitu dL sebesar 1,468 dan dU sebesar 1,630. Nilai Durbin-Watson hitung ini terletak di daerah antara dU < d < 4-dU atau 1,630 < 1,750 < 4-1,630 yang artinya tidak terdapat autokorelasi, dengan demikian dalam model regresi ini tidak terjadi autokorelasi. Uji Hipotesis a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Regresi Berganda Uji regresi berganda digunakan untuk mengetahui besaran pengaruh variabel bebas . terhadap variabel terikat . baik secara simultan maupun secara parsial. Tabel 10. Hasil Uji Regresi Berganda Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Gangguan Kecemasan Efikasi Diri Berdasarkan Tabel 10 hasil uji regresi berganda diperoleh persamaan seperti di bawah ini: YAo = 81,776 Ae 0,339X1 0,473X2 Penjelasan persamaan regresi tersebut adalah sebagai berikut: 1 Konstanta 81,776 menunjukkan bahwa jika gangguan kecemasan dan efikasi diri dianggap sama dengan nol, maka variabel hasil belajar sebesar 81,776. 2 Koefisien gangguan kecemasan . sama dengan Ae 0,339 dapat diartikan bahwa variabel gangguan kecemasan (X. berpengaruh negatif terhadap hasil belajar (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel gangguan kecemasan mengalami kenaikan satu satuan, sementara variabel efikasi diri dianggap tetap maka akan menyebabkan hasil belajar akan mengalami penurunan sebesar Ae 0,339 satuan. 3 Kofesien determinasi efikkasi diri . sama dengan 0,473 dapat diartikan bahwa efikasi diri (X. berpengaruh positif terhadap hasil belajar (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika variabel efikasi diri mengalami kenaikan satu satuan, sementara variabel gangguan kecemasan dianggap tetap maka akan menyebabkan hasil belajar mengalami peningkatan sebesar 0,473 satuan. Uji F Uji F bertujuan mengetahui pengaruh gangguan kecemasan dan efikasi diri terhadap hasil belajar secara simultan. Tabel 11. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Sig. Regression Residual Total Berdasarkan Tabel 11 diketahui bahwa nilai taraf signifikan diperoleh 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa gangguan kecemasan dan efikasi diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Sehingga hipotesis yang menyatakan gangguan kecemasan dan efikasi diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar, diterima. Koefesien Determinasi Simultan (R. Hasil perhitungan Koefesien Determinasi Simultan (R. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12. Hasil Koefisien Determinasi Simultan (R. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 12 diperoleh nilai R2 sebesar 0,313 atau 31,3 persen. Hal ini berarti bahwa besarnya pengaruh secara simultan gangguan kecemasan dan efikasi diri terhadap hasil belajar siswa adalah sebesar 31,3 persen sedangkan sisanya 68,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang ikut mempengaruhi dalam perencanaan naik atau turunnya hasil belajar siswa. Uji t Uji t dilakukan untuk menguji dan mengetahui seberapa signifikan pengaruh parsial gangguan kecemasan dan efikasi diri terhadap hasil belajar. Tabel 13. Hasil Uji Parsial (Uji . Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Gangguan Kecemasan Efikasi Diri Berdasarkan Tabel 13 dapat dilihat bahwa pada variabel gangguan kecemasan dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan gangguan kecemasan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar. Sehingga hipotesis yang menyatakan gangguan kecemasan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar. Sedangkan variabel efikasi diri dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Sehingga hipotesis yang menyatakan efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar, diterima. Koefesien Determinasi Parsial . Hasil perhitungan Koefesien Determinasi Parsial . dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 14. Hasil Koefisien Determinasi Parsial . Gangguan Kecemasan terhadap Hasil Belajar Siswa Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan Tabel 14 perhitungan koefisien determinasi parsial . yaitu 0,086 atau 8,6 persen hal ini berarti bahwa secara parsial pengaruh gangguan kecemasan terhadap hasil belajar sebesar 8,6 persen dan 91,4 persen dipengaruhi faktor lain. Tabel 15. Hasil Koefisien Determinasi Parsial . Efikasi Diri terhadap Hasil Belajar Siswa Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel 15 perhitungan koefisien determinasi parsial . ) yaitu 0,098 atau 9,8 persen hal ini berarti bahwa secara parsial pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar sebesar 9,8 persen dan 90,2 persen dipengaruhi faktor lain. Pembahasan Pengaruh Gangguan Kecemasan (X. dan Efikasi Diri (X. secara Simultan terhadap Hasil Belajar (Y) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil bahwa gangguan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 kecemasan (X. dan Efikasi Diri (X. secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05 berarti hipotesis Hasil perhitungan koefisien gangguan kecemasan dan efikasi terhadap hasil belajar (R. sebesar 0,313 atau 31,3 persen. Hal ini berarti bahwa besarnya pengaruh gangguan kecemasan dan efikasi diri terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar sebesar 31,3 persen sedangkan sisanya 68,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Al Barzanji dan Rahmat . yang menyatakan bahwa kecemasan dan efikasi diri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan gangguan kecemasan dan efikasi diri sangat penting dalam peningkatan hasil belajar siswa. Apabila gangguan kecemasan tinggi maka akan menghambat konsentrasi siswa dalam pembelajaran sementara rendahnya efikasi diri melemahkan kepercayaan siswa terhadap dirinya sendiri dalam menghadapi tugas akademik sehingga kedua faktor ini mempengaruhi kemampuan siswa untuk mencapai hasil belajar yang Salah satu bentuk gangguan yang perlu diperhatikan adalah kecemasan yang muncul selama proses belajar berlangsung. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Munasiah . AuGangguan kecemasan saat belajar adalah perasaan cemas saat seseorang belajar yang timbul karena adanya tekanan dan ketidakmampuan menghadapi masalah. Ay Kondisi ini dapat menyebabkan siswa kesulitan dalam berkonsentrasi, merasa tidak percaya diri, serta mudah merasa tertekan dalam menghadapi tugas-tugas akademik, yang pada akhirnya akan berdampak negatif terhadap pencapaian hasil belajar keseluruhan. Sementara itu efikasi diri juga terbukti memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Efikasi diri penting untuk menentukan sejauh mana siswa memiliki keyakinan terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik. Sesuai dengan pendapat Hidayat & Perdana . AuEfikasi diri itu sendiri merupakan penilaian diri mengenai kemampuan individu dalam melakukan suatu tindakan, apakah baik atau buruk, tepat atau salah, serta mampu atau tidak mampu menyelesaikan sesuatu sesuai dengan yang dipersyaratkan. Ay Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa dengan tingkat efikasi diri yang tinggi cenderung memiliki motivasi belajar yang kuat, mampu bertahan menghadapi kesulitan, dan lebih percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Sebaliknya siswa dengan efikasi diri yang rendah cenderung meragukan kemampuannya sendiri, mudah menyerah, dan kurang berpartisipasi aktif dalam kegiatan belajar, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar. Maka dari itu penting untuk memperhatikan gangguan kecemasan dan efikasi diri siswa untuk memperoleh hasil belajar yang baik. Pengaruh Gangguan Kecemasan (X. Secara Parsial terhadap Hasil Belajar (Y) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh signifikansi 0,00 < 0,05 berarti hipotesis diterima. Gangguan kecemasan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa di SMKN 6 Makassar. Hasil perhitungan koefisien gangguan kecemasan terhadap hasil belajar siswa . sebesar 0,086 atau 8,6 persen. Hal ini berarti bahwa besarnya pengaruh gangguan kecemasan terhadap hasil belajar adalah 8,6 persen, sedangkan sisanya sebesar 91,4 persen dipengaruhi oleh faktor Sesuai dengan pendapat Slameto . Ausiswa dengan tingkat gangguan kecemasan yang tinggi lebih banyak membuat kesalahan dibanding dengan siswa dengan tingkat gangguan kecemasan yang rendah sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Ay Hal ini menunjukkan bahwa gangguan kecemasan yang tinggi dapat menghambat konsentrasi dan fokus sehingga berdampak negatif pada hasil belajar mereka. Kondisi ini juga dapat menyebabkan siswa merasa a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 kurang percaya diri dalam menyelesaikan tugas atau menghadapi ujian. Selain itu, gangguan kecemasan yang tinggi sering kali membuat siswa sulit menyerap informasi secara efektif. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengelola gangguan kecemasan siswa agar hasil belajar mereka dapat ditingkatkan. Sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Apriani, dkk . AuGangguan kecemasan saat belajar merupakan pengalaman belajar yang subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas, tegang dan emosi yang dialami oleh Ay Kondisi ini sejalan dengan temuan dalam penelitian, di mana siswa yang mengalami gangguan kecemasan cenderung menunjukkan performa akademik yang lebih rendah. Hal ini memperkuat bukti bahwa gangguan kecemasan bukan hanya berdampak pada aspek emosional, tetapi juga secara langsung berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar siswa. Maka dari itu penting untuk memperhatikan siswa yang memiliki gangguan kecemasan saat belajar untuk memperoleh hasil belajar yang baik. Pengaruh Efikasi Diri (X. Secara Parsial terhadap Hasil Belajar (Y) Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh signifikansi 0,00 < 0,05 berarti hipotesis diterima. Efikasi diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa di SMKN 6 Makassar. Hasil perhitungan koefisien efikasi diri terhadap hasil belajar siswa . sebesar 0,098 atau 9,8 persen. Hal ini berarti besarnya pengaruh efikasi diri terhadap hasil belajar sebesar 9,8 persen sedangkan sisanya 90,2 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitriani & Pujiastuti . menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan antara self efficacy dengan hasil belajar. Hal ini memperkuat temuan dalam penelitian ini bahwa siswa yang memilki tingkat efikasi diri cenderung menunjukkan hasil belajar yang lebih baik karena mereka memiliki keyakinan terhadap kemampuan mereka sendiri dalam menghadaoi tugas-tugas akademik. Efikasi diri yang tinggi memungkinkan siswa untuk menetapkan tujuan yang lebih menantang, berupaya lebih keras dalam menyelesaikan tugas, serta tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Sebaliknya siswa dengan efikasi diri rendah cenderung mudah merasa putus asa, meragukan kemampuannya sendiri, dan enggan untk mencoba menyelesaikan tugas secara mandiri sehingga hasil belajar yang dicapai cenderung lebih Sesuai dengan pendapat Chasanah . AuTingkat pendidikan yang rendah akan membuat seseorang tergantung dan berada dibawah kekuasaan orang lain. Sebaliknya orang yang berpendidikan tinggi memiliki tingkat efikasi diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang berpendidikan rendah. Ay Hal ini menunjukkan bahwa efikasi diri sangat penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa dengan efikasi diri yang baik memiliki keyakinan terhadap kemampuan mereka untuk mengatasi tantangan akademik, sehingga lebih termotivasi, tekun dan percaya diri dalam menyelesaikan tugas-tugas. Selain itu, efikasi diri yang tinggi membantu siswa menghadapi tekanan dan hambatan belajar dengan cara yang lebih positif dan Variabel yang Dominan Mempengaruhi Hasil Belajar (Y) Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan aplikasi diperoleh hasil koefisien gangguan kecemasan . 2 sebesar 0,086 atau 8,6 persen dan hasil koefisien efikasi diri . 2 sebesar 0,098 atau 9,8 persen. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa efikasi diri memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan gangguan kecemasan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar dengan demikian efikasi diri lebih dominan berpengaruh dibanding dengan gangguan Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki keyakinan diri terhadap a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 kemampuan mereka cenderung lebih mampu mengatasi tantangan akademik dan memanfaatkan potensi mereka secara maksimal. Sebaliknya, siswa dengan gangguan kecemasan yang tinggi sulit dalam menghadapi hambatan dalam berkonsentrasi dan menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, peningkatan efikasi diri siswa menjadi faktor yang penting dalam mendukung keberhasilan belajar, sementara upaya untuk mengurangi gangguan kecemasan juga tetap penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang diuraikan sebelumnya mengenai pengaruh gangguan kecemasan dan efikasi diri terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa: Gangguan kecemasan dan efikasi diri secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar. Gangguan Kecemasan secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar. Efikasi diri secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar. Efikasi diri berpengaruh dominan terhadap hasil belajar akuntansi di SMKN 6 Makassar dibandingkan dengan gangguan kecemasan berpengaruh negatif. DAFTAR REFERENSI Al Barzanji. , & Rahmat. Pengaruh Kecemasan Matematika dan Self Efficacy terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI MA Labuhanhaji Timur. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, 5 . Apriani, dkk. Hubungan Antara Kecemasan Belajar. Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Selama Studi From Home di Kabupaten Bantaeng. Pinisi Journal of Education , 1 . , 94. Asmawati. , dkk. Pengaruh Disiplin Belajar. Kecemasan dan Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Jurnal PRIMATIKA, 1 . , 94. Chasanah. Maksimalkan Prestasi Akademik dengan School Welbeing dan Self Efficacy. Jakarta Barat: CV. Adanu Abimata. Fitriani. , & Pujiastuti. Pengaruh Self Efficacy terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 5 . , 3. Hidayat. , & Perdana. Pengaruh Self Efficacy dan Self Esteem terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 4 . , 9. Munasiah. Pengaruh Kecemasan Belajar dan Pemahaman Konsep Matematika Siswa terhadap Kemampuan Penalaran Matematika. Jurnal Formatif, 5 . , 224. Sandjaja, & dkk. Buku Ajar Psikologi Pendidikan . Surabaya: Universitas Ciputra. Sihaloho. , & dkk. Pengaruh Efikasi Diri (Self Efficac. terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri Se-Kota Bandung . Jurnal Inovasi Pembelajaran , 4 . , 63. Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. ISSN : 2828-5298 .