Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. PELATIHAN ENTREPRENEURSHIP UNTUK MENUMBUHKAN JIWA BERWIRAUSAHA PADA SISWA/I SMK NEGERI 1 KABANJAHE Suci PertiwiA. Yola Yolanda. Purnaya Sari Tarigan Fakultas Bisnis. Universitas Mikroskil. Medan. Indonesia Email: suci. pertiwi@mikroskil. DOI: https://doi. org/10. 46880/methabdi. Vol4No1. ABSTRACT Entrepreneurship has become one of the main drivers of economic growth and social development in various countries. The ability of individuals to create, develop and manage their own businesses has opened up new opportunities for inclusive economic development. In Indonesia, the entrepreneurship sector is increasingly being considered as a way to reduce unemployment, improve community welfare and encourage innovation. The development of the creative economy cannot be separated from the young generation as a repository of creativity, namely that their creative ideas in entrepreneurship can help the government in its efforts to reduce the unemployment rate in Indonesia (Nawangpalupi et al. The partner's problem is the lack of knowledge related to entrepreneurship and the low interest in entrepreneurship among students in SMK Negeri 1 Kabanjahe. The solution we offer in this service is to provide knowledge about Entrepreneurship, especially to students who are still in class XI vocational school, with a focus on developing business ideas, business planning and implementation We believe that investing in increasing entrepreneurial understanding and related skills will help create future leaders who are able to innovate, create jobs, and contribute to sustainable economic Keyword: Entrepreneurship. Entrepreneurial Spirit. Vocational School Students. ABSTRAK Entrepreneurship . telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di berbagai negara. Kemampuan individu untuk menciptakan, mengembangkan, dan mengelola usaha mereka sendiri telah membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi yang inklusif. Di Indonesia, sektor kewirausahaan semakin diperhatikan sebagai cara untuk mengurangi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong inovasi. Perkembangan ekonomi kreatif tidak lepas dari generasi muda sebagai gudang kreatifitas, yaitu dengan ide kreatifnya dalam berwirausaha dapat membantu pemerintah dalam upaya mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia (Nawangpalupi et al. , 2. Adapun yang menjadi permasalahan mitra yaitu, minimnya pengetahuan terkait kewirausahaan serta rendahnya minat berwirausaha pada siswa/i SMK Negeri 1 Kabanjahe. Solusi yang kami tawarkan dalam pengabdian ini ialah untuk memberikan pengetahuan tentang Entrepreneurship terutama pada siswa yang masih duduk di bangku SMK kelas XI, dengan fokus pada pengembangan ide bisnis, perencanaan usaha, dan kemampuan pelaksanaan. Kami percaya bahwa investasi dalam peningkatan pemahaman kewirausahaan dan keterampilan yang terkait akan membantu menciptakan para pemimpin masa depan yang mampu berinovasi, menciptakan lapangan kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Kata Kunci: Entrepreneurship. Jiwa Wirausaha. Siswa/i SMK. Halaman 19 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. PENDAHULUAN Kewirausahaan atau istilah asing sering disebut Entrepreneurship merupakan elemen penting dalam pengembangan ekonomi dan Kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda dengan menggunakan waktu, modal, serta berani (Nurul. Kewirausahaan tidak hanya kegiatan menciptakan lapangan kerja tetapi juga memacu inovasi, meningkatkan daya saing bisnis, dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi lokal dan nasional. Di era yang terus berubah dan bergerak cepat ini, keterampilan yang terkait dengannya semakin penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan global. Kewirausahaan saat ini menjadi topik hangat yang sering dibicarakan. Pesatnya perkembangan teknologi dan persaingan usaha pada era saat ini, semakin terlihat jelas dan menuntuk para wirausaha atau entrepreneur mau tidak mau harus melibatkan peran teknologi tersebut dalam praktik bisnisnya sehingga dapat terus eksis di pasaran. Kewirausahaan juga tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang handal, kreatif dan inovatif (Febriandirza et al. , 2021. Rachmawati et , 2. Generasi produktifitas paling tinggi, namun sangat disayangkan mereka kurang dimanfaakan dengan baik, banyak generasi muda yang masih belum bisa mengembangkan ide kreatifnya dalam berwirausaha karena minimnya pengetahuan. Pentingnya memperkuat perekonomian Indonesia jika ditinjau secara makro, entrepreneur muda berperan dalam ekonomi nasional sebagai penggerak, pengendali, dan pemacu perekonomian bangsa (Rachmawati et al. , 2. Rendahnya pengetahuan generasi muda terkait entrepreneurship menjadi alasan untuk membantu para generasi muda terutama siswa dan siswi SMK agar mereka nantinya dapat mengeksplor ide kreatifnya dan diterapkan dalam dunia wirausaha. Dari hal ini nantinya generasi ISSN: 2809-0616 . edia onlin. muda dapat dibimbing dan diarahkan untuk memanfaatkan kelebihannya menjadi seorang wirausaha yang mampu menciptakan lapangan Karena semakin sering kegiatan usaha dilakukan, akan semakin membentuk suatu kemampuan dalam berwirausaha, seperti kemampuan berpikir kreatif sehingga bisa menciptakan banyak ide yang bisa menjadi peluang ekonomi. SMK Negeri 1 Kabanjahe merupakan sekolah yang terletak di Jl. Jln. Kota Cane No. Kabanjahe. Kacaribu. Kecamatan Kabanjahe. Kabupaten Karo. Sumatera Utara, 22153. Gambar 1. Lokasi SMK Negeri 1 Kabanjahe Permasalahan Mitra Siswa-siswi SMK Negeri 1 Kabanjahe sebenarnya memiliki potensi berwirausaha, namun karena masih minimnya pengetahuan dan pengalaman tentang wirausaha yang benar dan tepat sehingga menjadi kendala bagi mereka mengembangkan ide kreatif yang dimiliki. Mengacu kepada butir Analisis Situasi, uraian permasalahan prioritas mitra adalah: Siswa/i belum memiliki pengalaman terkait wirausaha karena minimnya pengetahuan mereka mengenai kewirausahaan Siswa/i belum memahami merumuskan ide bisnis yang tepat untuk memulai usaha Siswa/i belum memahami bagaimana konsep pemasaran yang efektif untuk memasarkan produk hasil usaha mereka. Berdasarkan uraian permasalahan mitra tersebut diatas, maka kami semakin terpacu untuk memberikan pelatihan dan pendidikan secara tepat, akurat dan benar mengenai pentingnya pengetahuan tentang Entrepreneurship kepada siswa/i SMK Negeri 1 Kabanjahe. Halaman 20 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. TUJUAN DAN MANFAAT Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan kedepannya siswa/i tidak mengalami ketakutan di masa yang akan datang dengan tingginya tingkat pengangguran dan tingginya tingkat persaingan dalam dunia kerja. Maka tujuan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Memberikan entrepreneurship . Melatih mental dan kreatifitas siswa dalam ilmu kewirausahaan Memberikan pengetahuan merumuskan ide bisnis yang tepat untuk memulai usaha Memberikan bekal dan memaparkan apa saja manfaat dari kewirausahaan di usia dini. Memberikan pengetahuan terkait konsep pemasaran yang efektif untuk memasarkan produk hasil usaha mereka. METODE PELAKSANAAN Dalam melaksanakan kegiatan ini, hal pertama yang dilakukan adalah mencari tahu alasan siswa/i SMK Negeri 1 Kabanjahe sebagai generasi muda tidak begitu paham dan tertarik mengenai pentingnya serta tujuan mempelajari entrepreneurship secara baik, tepat, dan benar sejak dibangku sekolah. Selanjutnya sebelum dilakukannya edukasi maka tim pengabdian akan terlebih dahulu memberikan Pre-Test. Lalu Setelah hal tersebut selesai maka akan dievaluasi dengan memberikan posttest kepada para siswa/i. Dalam mendukung pelaksanaan pengabdian ini, pihak sekolah memfasilitasi penyediaan ruangan kelas, dan segala jenis kebutuhan pendukung lainnya. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam waktu 2 hari yaitu Senin dan Selasa tanggal 08 dan 09 Januari 2024 yang bertempat di ruang kelas XII SMK Negeri 1 Kabanjahe. Persiapan pelaksanaan kegiatan ini dimulai dari pengajaran materi pelatihan dan persiapan pelaksanaan kegiatan lainnya. Pada saat pelaksanaan kegiatan pelatihan, peserta merupakan siswa dan siswi kelas XII SMK Negeri 1 Kabanjahe. Pelatihan dibawa oleh 3 orang pengajar yang telah memiliki bagian atau topik yang di bawakan. Materi yang disusun kemudian disampaikan kepada siswasiswi dalam bentuk hardcopy. Seacra umum rincian aktivitas kegiatan pelatihan sebagai Pemaparan Materi atau Modul pelatihan Pada hari pertama, pemaparan materi dimulai dari pengerjaan Pretest untuk mengukur pengetahuan awal, dilanjutkan dengan pengenalan entrepreneur dan menjelaskan menumbuhkan jiwa entrepreneur Penyelesaian Soal Latihan Pada bagian ini, penyelesaian soal latihan dilakukan permodul, selesai penjelasan dan pembahsan modul, selanjutnya soal latihan yang dipandu oleh pemateri. Diskusi. Tanya jawab Diskusi. Tanya jawab dilakukan dengan tujuan untuk mendorong peserta menyelesaikan halhal penting yang peserta kurang pahami terkait dengan topik yang disampaikan pada saat pelatihan berlangsung. Gambar 3. Diskusi dan Tanya Jawab dengan Peserta Pelatihan Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Pelatihan Halaman 21 Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol. 4 No. 1 (Juni 2. Dari hasil rekapitulasi kuesioner pretest dapat diketahui bahwa ternyata dari total 24 peserta belum pernah mengikuti pelatihan. Hasil penilaian pretest dari segi persepsi sebagai Grafik Hasil Penilaian Pre Test Berdasarkan data pada Grafik 2, hasil menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman oleh para peserta yang sebelumnya hanya 13% yang paham cara menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam berwirausaha meningkat menjadi 100%. Artinya para peserta pelatihan dapat memahami materi presentasi yang disampaikan tim dosen pengabdian. KESIMPULAN Dari kegiatan yang telah berlangsung dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship sangat berdampak positif untuk para siswa/i. Sehingga, dari kegiatan ini siswa/I SMK Negeri 1 Kabanjahe mendapatkan ilmu dan termotivasi untuk menjadi seorang wirausaha. ISSN: 2809-0616 . edia onlin. Tidak Gambar 3. Hasil Penilaian Persepsi Awal (Pre-Tes. Dari hasil pretest yang dilaksanakan terlihat bahwa 87% dari peserta tidak paham cara menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam Minimnya pengetahuan mereka terkait pembuatan entrepreneur didukung dengan fakta bahwa mereka belum pernah mendapatkan pelatihan menumbuhkan jiwa entrepreneurship dalam berwirausaha. Setelah dilaksanakan, para peserta pelatihan diminta kembali untuk mengisi kuisioner posttest tentang hasil dan pemahaman mereka selama pelaksanaan pelatihan, data hasil penilaian posttest tersaji pada grafik berikut: DAFTAR PUSTAKA