GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. EFEKTIFITAS AROMATERAPI MAWAR UNTUK MENGURANGI NYERI DADA DI IGD RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA EFFECTIVENESS OF ROSE AROMATHERAPY TO REDUCE CHEST PAIN IN THE IGD PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Refisyah Putri*1. Fitri Arofiati2. Puspito Warno3 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Jl. Lkr. Sel. Geblagan. Tamantirto. Bantul. Yogyakarta 55183. Indonesia (Email: fitri. arofiati@umy. ABSTRAK Pendahuluan : Nyeri dada dapat timbul pada pasien Normal Synus Rhytem, pada pasien dengan nyeri dada banyak penyebab yang belum diketahui pasti. Penyebab yang mungkin ada antara lain : masalah pada jantung, paru-paru, pencernaan, otot dan tulang, dan serangan pada psikologis. Pengurangan nyeri yang muncul dapat dilakukan dengan aromaterapi. Aromaterapi mawar sudah terbukti dalam menurunkan nyeri dada pada beberapa jurnal. Cara kerja aromaterapi mawar dimulai dengan dihirup dan menuju ke rangsangan pada otak sehingga akan memicu pelepasan neurotransmiter yang dapat meningkatkan Tujuan penelitian : memberikan analisis aromaterapi pada pasien dengan nyeri dada terhadap proses pelaksanaan asuhan keperawatan. Bahan dan Metode : penelitian ini menggunakan metode studi kasus menggunakan instrument aromaterapi mawar saat intervensi berlangsung. Intervensi keperawatan non-farmakologi yaitu aromaterapi nawar dapat membantu otak falam melepaskan neurotransmiter yang dapat membantu pasien menjadi lebih rileksHasil penelitian : berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukan bahwa klien mengalami penurunan rasa nyeri dada, sebelumnya skala nyeri 6 Kesimpulan : dari hasil penelitian membuktikan bahwa intervensi pemberian aromaterapi pada pasien dengan nyeri dada selama 60 menit dapat menurunkan rasa nyeri pada pasien. Kata kunci : Nyeri dada. Aromaterapi mawar. Pengurangan nyeri ABSTRACT Introduction: Chest pain can occur in patients with Normal Synus Rhytem, in patients with chest pain there are many causes that are not yet known for sure. Possible causes include: problems with the heart, lungs, digestion, muscles and bones, and psychological attacks. Reducing the pain that appears can be done with aromatherapy. Rose aromatherapy has been proven to reduce chest pain in several journals. How rose aromatherapy works starts with inhalation and goes to stimulation in the brain so that it will trigger the release of neurotransmitters that can increase relaxation. Purpose of the study: to provide an analysis of aromatherapy in patients with chest pain regarding the process of implementing nursing care. Materials and Methods: this study uses a case study method using a rose aromatherapy instrument during the intervention. Non-pharmacological nursing interventions, namely aromatherapy, can help the brain release neurotransmitters that can help patients become more relaxed. Results: based on the results JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. of the study obtained, it showed that the client experienced a decrease in chest pain, previously the pain scale was 6 to 4. Conclusion: the results of the study prove that the intervention of giving aromatherapy to patients with chest pain for 60 minutes can reduce pain in patients. Keywords: Chest pain. Rose aromatherapy. Pain relief PENDAHULUAN Nyeri dada merupakan rasa sakit yang tidak nyaman terasa seperti tekanan yang ada pada area Penyebab dari nyeri dada dapat dipengaruhi dari berbagai hal seperti penyakit jantung, paruparu, otot, tulang dada, saraf, atau karena organ Nyeri kardiovaskular . erhubungan dengan jantun. (Yuhartanti et al. , 2. Penyakit yang muncul biasanya Angina pektoris, infark miokar. Berdasarkan pernafasan : emboli paru. Berdasarkan gastrointertinal ada penyakit lambung atau gerd. Nyeri dada dapat disebabkan juga karena psikologis yakni karena serangan panik atau gangguan kecemasan yang berlebih. Menurut data organisasi kesehatan dunia (WHO) kardiovaskular menyebabkan kematian sebesar 17,5 juta atau sekitar 31% keseluruhan kematian secara global setiap tahunnya. Nyeri dada dapat mengarah ke- Sindrom koroner Akut (SKA) merupakan suatu masalah pada kardiovaskular. Keluhan yang muncul pada pasien dengan SKA berupa nyeri dada yang atipikal dan tipikal. Nyeri dada tipikal Nyeri berupa tertekan atau berat daerah restroternal, menjalar ke lengan kiri, leher rahang, area interscapular, bahu atau epigastrium. Keluhan ini akan muncul terus menerus kurang lebih selama 20 menit. Nyeri dada atipikal yaitu nyeri diarea penjalaran nyeri tipikal, gangguan pencernaan, sesak nafas yang tidak bisa diterangkan atau perasaan lemah secara mendadak (Sangadji, 2. Nyeri merupakan kejadian sensorik dan emosional yang terjadi bersamaan dan tidak menyenangkan, nyeri dapat muncul akibat kerusakan jaringan baik aktual maupun potensial atau digambarkan dalam kerusakan. Nyeri akut merupakan nyeri yang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu yang singkat, nyeri JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 akut biasanya bersifat tajam, menusuk, menekan. Penyebab nyeri yang muncul (Djunaid et al. penanganan nyeri ada dua cara, terapi non-farmakologi digunakan yaitu analgesik, terapi nonfarmakologi ada bermacam-macam salah satunya relaksasi dengan aromaterapi. Teknik relaksasi aromaterapi merupakan metode untuk membantu meredsakan nyeri dan membantu pasien dengan masalah kecemasan (Putra et ,2. Teknik relaksasi dengan aromaterapi mawar adalah metode pengurangan nyeri maupun kecemasan yang menggunakan minyak essential oil beraromakan bunga mawar yang dihirup melalui penciuman dan pernafasan . Terapi ini dapat membantu klien yang sedang mengalami nyeri dan kegelisahan akibat nyeri dada yang Aroma terapi mawar sudah terbukti klinis dan teruji dapat menurunkan nyeri pada pasien yang tidak hanya mengalami nyeri dada . Berdasarkan hasil penelitian (Mohebitabar et al. , 2. tentang pengaruh terapi Therapeutic efficacy of rose oil menunjukan bahwa ada pengaruh signifikan terhadap nyeri akut dengan hasil analisa berdasarkan 13 uji klinis dengan 772 peserta sebagian besar memiliki hasil rose oil dapat menurunkan tingkat nyeri. Pengaruh aromaterapi rose oil dapat berfokus pada beberapa hal. Beberapa studi berfokus pada efek antidepresan, berfokus sebagai analgesik pereda nyeri (Mohebitabar et al. , 2. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk keperawatan non-farmakologi guna membantu pasien mengurangi nyeri dan kecemasan pada pasien nyeri dada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana aromaterapi dapat membantu pasien dalam mengatasi nyeri I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. dada kecemasan yang dialami pasien (Sundara et , 2. Menilai dampak dari penggunaan aromaterapi mawar yang merupakan salah satu terapi non-farmakologis. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan cara allternatif dalam menangani masalah nyeri dilingkungan klinis yang aman, efektif, dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan. Oleh karena itu penulis menggunakan metode aromaterapi mawar dalam membantu pasien menurunkan nyeri dada (Yulianti & Awaludin, 2. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini dengan menggunakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus menggunakan teknik observasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 1 sample di IGD PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Studi kasus ini melibatkan 1 responden yang mengalami nyeri Dengan mengeluhkan nyeri area dada, mengeluh nyeri skala 6, tampak tegang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan wawacara sebelum dan sesudah intervensi. HASIL Ny. H, seorang pekerja dibahan textile berusia 48tahun, dengan diagnosa chest pain Sementara pasien dalam tahap observasi selama di IGD. Saat dilakukan pengkajian pasien tampak mengeluhkan nyeri dada diarea kiri menjalar dari depan ke area punggung. Pasien juga mengeluhkan terkait kesehatannya saat ini, pasien merasa cemas tidak akan bisa sembuh. Hasil pemeriksaan yang dilakukan yaitu tandatanda vital (TTV) dan EKG. Hasil EKG pasien sinus rhythrm menunjukan tidak adanya masalah pada jantung pasien. Berdasarkan lembar observasi PQRST yang dikaji langsung pada pasien, sebelum dilakukan intervensi pasien mengalami nyeri akut dan kecemasan ringan. Aroma terapi mawar merupakan metode pengurangan nyeri dengan nonfarmakologis yang digunakan untuk menurunkan tingkat nyeri dan Peneliti menggunakan aroma terapi JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Pengumpulan data dilakukan dengan pengkajian awal meliputi data demografi, keluhan saat ini, riwayat penyakit, tenda-tanda vital, sistem musculoskeletal dan sistem integumen. Setelah itu dilanjutkan wawancara lebih lanjut terkait nyeri yang dirasakan. Beberapa pertanyaan yang muncul dalam pengkajian nyeri yaitu dengan PQRST (Rizqi Hardhanti, 2. Implementasi memperhatikan kenyamanan dan memantau tingkat nyeri yang dialami pasien. Evaluasi dilakukan baik sejara subjektif maupun objektif. Analisa yang dilakukan untuk melihat tingkat keberhasilan penggunaan aromaterapi mawar yaitu dengan melihat raut wajah pasien tampak Dilanjutkan dengan subjektif yaitu dengan beberapa pertanyaan yang diajukan terkait efektifitas penggunaan aroma terapi, penurunan kadar nyeri, penurunan skala nyeri, perasaan setelah dilakukan pemberian aromaterapi. mawar karena jenis aromaterapi ini sudah terbukti dapat membantu mengurangi nyeri, aromaterapi ini merupakan aroma terapi yang digunakan melalui indra penciuman dan pernafasan lalu menuju ke otak membantu memberikan stimulus yang dapat meredakan Proses penggunaan aromaterapi dilakukan selama 60 menit dengan memberikan pasien posisi yang lebih nyaman agar pasien lebih rileks dan nyaman selama intervensi berlangsung. Setelah dilakukan intervensi aromaterapi mawar selama 60 menit, didapatkan hasil bahwa terjadi penurunan pada ekspresi wajah pasien. Sebelum dilakukan intervensi ekspresi wajah pasien tampak tegang. Namun setelah dilakukan intervensi aromaterapi mawar pasien menujukan respon lebih rileks dan nyaman terhadap intervensi yang dilakukan selama 60 menit. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Tabel 1. Hasil Penggunaan Aromateraapi Terhadap Ekspresi Wajah Sebelum Sesudah Tegang Rileks Ekspresi wajah Hasil dari pengkajian pada pasien nyeri dada dengan diagnosa nyeri akut didapatkan bahwa pasien pasien dibawa ke IGD satu jam yang lalu dengan keluhan nyeri dada. Pasien mengatakan nyeri menjalar sampai ke belakang dengan skala 6. Pasien tampak tegang dan meringis. Hasil pemeriksan fisik menunjukan adanya kelemahan ekstermitas bagian kaki kanan dan kiri dengan GCS E4V5M6, kesadaran Pasien terpasang O2 3LPM. Hasil pemeriksaan tanda-tanda vital TD : 112/79 Mmhg HR : 95x/m RR :24 Suhu : 37,9 oc Spo2 : Hasil EKG sinus rhythmdimana hal ini menunjukan pasien tidak mengalami masalah dalam jantung. Tabel 2 Hasil penggunaan aromaterapi terhadap skala nyeri Sebelum Sesudah Skala Berdasarkan hasil pengkajian kasus kelolaan didapAtkan hasil beberapa diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut. Berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan didaptkan hasil penurunan skala nyeri dari skala nyeri 6 menjadi 4, eksperesi tampak tegang menjadi rileks. Penurunan skala nyeri atau numeric rating scale dipengaruhi oleh proses dari keberhasilan pemberian intervensi dilakukan selama 60 menit. Hal ini dievaluasi dari observasi penulis yang langsung ditanyakan kepada pasien. PEMBAHASAN Studi kasus ini berfokus pada efektifitas aromaterapi mawar terhadap pengurangan nyeri teradap pasien dengan nyeri dada. Hasil intervensi menunjukan penurunan signifikan skala nyeri serta ekspresi pasien. Penurunan ini mengidentifikasikan bahwa aromaterapi mawar memberikan efek lebih rileks dan mengurangi nyeri pada pasien nyeri dada. Berdasarkan hasil intervensi yang dilakukan pada Ny. didapatkan hasil ekspresi wajah yang muncul sebelum dilakukan intervensi adalah tegang dan Hal ini desababkan oleh rasa nyeri yang Rasa nyeri Terapi relaksasi aromaterapi mawar dapat memberikan stimulus penurunan nyeri yang baik ke otak, sehingga otak menerima rangsang yang dapat merangsang sistem limbik diotak, sistem limbik berperan mengatur nyeri dan emosional. Hal ini memicu pelepasan neurotransmiter seperti serotonn dan endofin sehingga menimbulkan efek yang menenangkan dan analgesik bagi pasien yang mengalami nyeri dada (Yunita & Siwi, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Putra et al. , 2. didapatkan hasil setelah pemberian aromaterapi pada pasien dengan masalah kesehatan Unstable Angina Pectoris (UAP) didapatkan hasil pemberian aromaterapi selama 2x pertemuan setelah diberikan pasien tampak lebih rileks dan Hasil evaluasi yang didapatkan adalah pasien mengatakan Aupemberian aromaterapi memang menenangkan, membantu meringankan ketegangan otot dan rasa nyeri yang munculAy. Hal ini sejalan dengan hasil intervensi penulis, aromaterapi yang diberikan oleh Ny H 48 tahun didapatkan hasil jika aromaterapi yang diberikan berpengaruh pada nyeri dan kecemasan yang dirasakan oleh pasien. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam clomentary therapies in clinical practice . yang melibatkan sejumlah 60 responden mengalami nyeri dada , responden yang menghirup aromaterapi mawar selama 24 jam berpotensi dapat menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur pasien yang mengalami nyeri dada karena adanya masalah pada jantung. Mekanisme yang bekerja pada saat aromaterapi mawar diberikan yakni dengan melalui sistem penciuman. Dimana udara yang dihirup responden mengandung rose essential oil yang sangat berpengaruh terhadap sistem saraf di otak sehingga menimbulkan efek releks dan mempengaruhi rangsangan nyeri pada otak (Pratiwi & Subarnas, 2. Aromaterapi minyak seperti citronella, geraniol, dan nerol, komponen aktif ini memiliki efek samping yang baik untuk mengathasi kecemasan. Minyak mawar juga dapat dijadikan sebagai sadatif ringan untuk menurunkan aktiftas sistem saraf Minyak mawar juga dapat dijadikan antidepresan alami yang mengatur kadar serotonin maupun dopamin yang tidak seimbang ketika pasien merasa nyeri atau sedang mengalami kecemasan. Proses terjadinya penurunan nyeri setelah diberikan aromaterpi berefek pada ekspresi wajah seperti hasil yang sudah didapatkan setelah intervensi dilakukan. Pasien yang menghirup aromaterapi dari minyak rose essensial oil yang diberikan akan merangsang indra penciuman dirongga hidung, hidung akan menangkap molekul yang beraromakan rose essestial oil. Aroma yang dihirup akan mengirimkan sinyal kebulbus olfarikus dan diteruskan ke sistem limbik yang ada diotak. Sistem limbik yang bekerja untuk regulasi rangsangan emosi, stress, nyeri adalah Aromaterapi sendiri akan memberikan efek relaksasi dan pengurangan ketegangan yang secara tidak langsung akan berefek pada penurunan presepsi nyeri (Prkachin, 2. Ketika aromaterapi diberikan otak akan melepaskan neurotransmiter seperti endorfin dan JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Efek yang akan timbul adalah penurunan aktivitas sistem saraf simpatis yang dapat menurunkan ketegangan otot yang menyebabkan ekspresi wajah menjadi tegang (Nascimento el al. , 2. Sejalan dilakukan oleh (Sukma et al. , 2. Perbedaan penelitian hanya terletak pada pasien, masalah keperawatan yang muncul sama dengan penelitian yang dilakukan Sukma yakni nyeri Penggunaan aromaterapi mawar terbukti mampu menurunkan nyeri pada pasien dengan masalah keperawatan nyeri akut. Hasil uji statistic dari intervensi yang dilakukan memperlihatkan bahwa rata-rata intensitas nyeri persalinan sebelum diberikan aromaterapi mawar yaitu 6,67 dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 1,345. Sedangkan nilai rata-rata skala intensitas nyeri persalinan setelah diberikan aromaterapi mawar yaitu 5,80 dengan nilai standar deviasi (SD) sebesar 1,568. Hasil uji statistik memperlihatkan nilai uji T Paired sebesar 3,666 dan nilai P value 0,003 yang artinya ada pengaruh skala nyeri persalinan sebelum dan setelah diberikan aromaterapi mawar pada ibu bersalin di Praktek Mandiri Bidan Jawiriyah S. ST Punge Blang Cut Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun penelitian ini juga menyoroti tentang Penggunaan aromaterapi dapat dilakukan secara mandiri oleh orang yang mengalami nyeri. Intervensi secara mandiri ini dapat dilakukan tanpa adanya memperhatikan penggunaan jenis aroma terapi yang tidak membuat rasa nyeri lebih kuat. Aromaterapi yang diberikan dapat dapat berjenis Lavender, papermint, rosemary, eucyalyptus. Penelitian oleh (Langingi et al. ,2. aromaterapi bukan hanya untuk psikologis dan fisiologi namun aromaterapi dapat mengatasi masalah emosional maupun spiritual. Tidak hanya itu, aroma terapi juga dapat membantu mengatasi masalh kesehatan seperti gangguan pencernaan, insomnia, nyeri otot, nyeri disminore, dan lainya. Aromaterapi berfungsi GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. sebagai antiinflamsi, relaksasi, anti stress, antidepresi, dan dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh penggunanya (Buckle, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil studi kasus yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa aromaterapi mawar merupakan tindakan non-farmakologi untuk membantu mengurangi rasa nyeri pada pasien dengan nyeri dada. Setelah dilakukan intervensi selama 60 menit menunjukan adanya penurunan skala nyeri melalui ekspresi wajah. Hasil intervensi menujukan sebelum diberikan aromaterapi mawar pasien tampak tegang dan meringis, setelah diberikan pasien tampak lebih Aromaterpi mawar sudah terbukti klinis dalam membantu meringankan nyeri tidak hanya pada pasien nyeri dada. Aromaterapi mawar mengandung citronellol, geraniol. Pheny ethanol, eugenol, semua kandungan yang ada dalam aromaterapi mawar ini berfungsi untuk penurun kortisol dan meningkatkan serotonin maupun dopamin dalam tubuh. Hasil intervensi lebih maksimal jika pasien ditempatkan dalam suatu ruangan dalam keadaan tenang. Beberapa hal juga harus diperhatikan selama intervensi berlangsung mencakup frekuensi pemberian yakni dengan durasi optimal selama 30-60 menit. Selain aromaterapi mawar seperti menjelaskan sedikit terkait manfaat aromaterapi mawar sebelum dilakukan intervensi. DAFTAR PUSTAKA