ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 Metodologi Studi Islam: Tinjauan Filosofis. Sejarah, dan Teologis dalam Pencarian Kebenaran Keagamaan Dina Wilda Sholikha1. Wilda Nayla Syahidah2. Najih Anwar3 1, 2,3 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Indonesia E-Mail: dinwilsholikha@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perkembangan metodologi studi islam dari tiga perspektif utama: filosofis, sejarah, dan teologis, menggunakan metode systematic literature review . Pendekatan filosofis memberikan kerangka analitis yang kuat untuk memahami prinsip-prinsip dasar agama dan pemikiran islam, memungkinkan peneliti untuk menggali pemahaman filosofis yang mendasari konsep-konsep kunci dalam islam. Pendekatan sejarah memungkinkan peneliti untuk melacak akar budaya dan perkembangan pemikiran islam dari masa lalu hingga saat ini, menempatkan pemahaman tentang islam dalam kerangka sejarah yang lebih luas. Sementara itu, pendekatan teologis memungkinkan peneliti untuk mendalami makna ajaran islam dari sudut pandang keyakinan dan iman, membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang aspek-aspek spiritual dan keagamaan dalam islam. Dengan mengintegrasikan ketiga pendekatan ini melalui slr, penelitian ini memberikan pemahaman holistik dan mendalam tentang agama islam, serta kontribusi terhadap pemahaman yang lebih kontekstual dalam menghadapi tantangan zaman modern. Keywords: Metodologi. Studi. Islamic. Sistematic Literature Review. Filosofis Islam Abstract This research aims to investigate the development of islamic study methodology from three main perspectives: philosophical, historical, and theological, using the systematic literature review . The philosophical approach provides a strong analytical framework for understanding the fundamental principles of religion and islamic thought, enabling researchers to delve into the philosophical understanding underlying key concepts in islam. The historical approach allows researchers to trace the cultural roots and development of islamic thought from the past to the present, placing the understanding of islam in a broader historical context. Meanwhile, the theological approach enables researchers to deepen their understanding of the meaning of islamic teachings from the perspective of faith and belief, opening doors to a deeper understanding of the spiritual and religious aspects of islam. By integrating these three approaches through slr, this research provides a holistic and in-depth understanding of islam, as well as a contribution to a more contextual understanding in the face of modern challenges. Keywords: Methodology. Study. Islamic. Systematic Literature Review. Islamic Philosophy PENDAHULUAN Studi islam memainkan peran yang sangat penting dalam pemahaman dunia islam. Ini adalah pendekatan interdisipliner yang melibatkan analisis mendalam terhadap ajaran, sejarah, dan praktek keagamaan dalam islam (Bahri, 2. Selama berabad-abad, studi ini telah mengalami evolusi yang signifikan. Pendekatan-pendekatan yang berbeda, termasuk filosofis, historis, dan teologis, telah digunakan untuk mendekati studi islam ini. Artikel ini akan menjelajahi perkembangan metodologi studi islam dari perspektif-perspektif ini dan menggali Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 bagaimana pendekatan-pendekatan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang agama islam. Pendekatan filosofis dalam studi islam telah memberikan kerangka kerja analitis yang kuat untuk memahami prinsip-prinsip dasar agama dan pemikiran islam (Syamsuddin & Hamami, 2. Melalui penelitian filosofis, para peneliti dapat mengidentifikasi pemahaman filosofis yang mendasari konsep-konsep keagamaan islam, seperti keadilan, etika, dan Analisis kritis terhadap pendekatan ini membantu membedakan aspek-aspek keagamaan yang mungkin perlu diselidiki lebih lanjut (Basuki et al. , 2. Selain pendekatan filosofis, pendekatan sejarah dalam studi islam membantu kita untuk mengidentifikasi akar budaya dan pemikiran islam . Ini melibatkan penelusuran sejarah perkembangan pemikiran keagamaan dan budaya islam dari masa lalu hingga saat ini. Sementara itu, pendekatan teologis memungkinkan kita untuk mendalami makna ajaran islam dari perspektif keyakinan dan iman. Ini membuka pintu bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang makna spiritual dan keagamaan dalam islam . adiyono & haq, 2. Dalam konteks perkembangan studi islam, sangat penting untuk menyadari bahwa dunia islam telah mengalami perubahan signifikan seiring berjalannya waktu . Dari masa kejayaan intelektual abbasiyah hingga periode pasca-kolonial, pemikiran islam telah melalui berbagai perubahan dan transformasi. Pergeseran budaya, perubahan politik, dan tantangan global telah memberikan dampak pada cara orang mengkaji dan memahami agama islam. Oleh karena itu, memahami konteks historis dan sosial di mana studi islam berkembang menjadi suatu kajian yang penting (M. Astuti et al. , 2. Pentingnya studi islam tidak hanya terbatas pada pemahaman sejarah dan tradisi islam, tetapi juga memiliki relevansi yang kuat dalam konteks masyarakat modern yang semakin kompleks (Zainuddin et al. , 2. Dalam era globalisasi ini, pemahaman yang mendalam tentang agama islam adalah kunci untuk memahami tantangan-tantangan seperti pluralisme agama, radikalisme, dan dialog antarbudaya. Melalui pendekatan filosofis, historis, dan teologis, kita dapat menghadapi berbagai isu kontemporer dengan landasan pengetahuan yang kuat (Masruroh et al. , 2. Selain itu, studi islam juga dapat membantu merentangkan jembatan antara tradisi keagamaan dan pengetahuan modern, menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang cara agama dan ilmu pengetahuan dapat berdampingan dalam dunia yang semakin kompleks ini. Pendekatan filosofis dalam studi islam memberikan keunggulan yang tak ternilai dalam memahami esensi agama dan pemikiran islam . itro, 2. Dengan mendalami pemikiran filosofis yang mendasari konsep-konsep keagamaan seperti keadilan, etika, dan metafisika, kita dapat mengungkap makna yang lebih dalam dalam ajaran islam. Analisis kritis terhadap pendekatan ini membuka pintu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan esensial yang muncul dalam pemahaman keagamaan, seperti konflik etis, pertentangan interpretasi, dan relevansi agama dalam kehidupan kontemporer. Melalui pendekatan filosofis ini, studi islam menjadi lebih dari sekadar analisis tekstual, melainkan juga refleksi mendalam tentang makna keagamaan (Sabarudin & Arif, 2. Sejarah pengembangan metodologi studi islam adalah jendela yang mengungkapkan perjalanan panjang dan beragam pemikiran islam (Saputra, 2. Dalam pemahaman ini, kita dapat menelusuri akar budaya dan pemikiran islam, mengamati bagaimana pemikiran intelektual telah berevolusi seiring waktu, dan memahami pengaruh peristiwa sejarah pada pemikiran keagamaan. Studi ini membantu kita meletakkan dasar pemahaman kita tentang islam dalam konteks sejarah yang lebih luas. Dengan mengeksplorasi perjalanan panjang ini, kita dapat lebih baik menghargai dinamika pemikiran dan perkembangan pemahaman islam yang membentuk realitas agama ini saat ini (Mukaromah, 2. Pendekatan teologis dalam studi islam membuka pintu bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran islam dari perspektif keyakinan dan iman (Ardilla et al. , 2. Ini adalah pendekatan yang sangat relevan dalam menggali makna spiritual dan keagamaan dalam islam. Dengan memahami bagaimana keyakinan dan iman memengaruhi interpretasi dan pengalaman agama, kita dapat melihat bagaimana islam menjadi lebih dari sekadar serangkaian ajaran, tetapi juga perjalanan pribadi yang mendalam dan bermakna bagi individu Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 Pendekatan ini memungkinkan kita untuk meresapi esensi agama islam melalui lensa keyakinan, yang merupakan bagian integral dari pengalaman keagamaan yang kaya dan mendalam (Saumantri & Bisri, 2. Pertimbangan dalam memilih tema metodologi studi islam sebagai objek penelitian sangat relevan mengingat perubahan dan pergeseran signifikan yang terjadi dari pendekatan tradisional ke metode yang lebih modern. Era saat ini telah menyaksikan berbagai inovasi dalam cara kita melakukan studi, dan perkembangan ini telah memperluas spektrum pendekatan dalam memahami islam (Saumantri & Bisri, 2. Dengan metode yang semakin beragam dan inklusif, kita memiliki peluang untuk lebih mendalam dalam menggali berbagai aspek studi islam. Hal ini juga memungkinkan kita untuk mengintegrasikan pemahaman tradisional dengan alat dan perspektif yang lebih kontemporer, menciptakan landasan yang lebih kuat untuk studi islam di masa depan yang akan lebih holistik dan relevan dengan tantangan zaman ini . zukroni, 2. Terdapat beberapa penelitian terdahulu mengenai metodologi studi islam, penelitian pertama berjudul integrasi ilmu keislaman dan sosial humaniora dalam studi islam: kritik epistemologi muhammad arkoun terhadap metodologi studi islam. Temuan penelitian ini menggambarkan bagaimana nasr hamid abu zayd merespons stagnasi dalam studi agama islam dengan mengemukakan konsep-konsep seperti dekonstruksi, islamologi terapan, dan Meskipun kontroversial, pendekatan-pendekatan ini telah memberikan landasan yang lebih kuat dan relevan bagi studi islam dalam era modern, menghargai keragaman pemahaman dan meningkatkan pemahaman kontekstual terhadap agama islam . zukroni, 2. Penilitian kedua berjudul metodologi belajar mengajar dalam studi islam. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa para peneliti islam telah mengambil berbagai pendekatan untuk mengatasi tantangan dalam pengajaran dan pembelajaran studi islam, dengan fokus pada peningkatan relevansi, efektivitas, dan pemahaman siswa (Chaidira et al. Penilitian ketiga berjudul metode memahami sumber ajaran islam. pendidikan islam . tudi kasus masyarakat di kota medan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa islamic education memiliki dampak yang signifikan dalam pengembangan karakter dan identitas keagamaan di masyarakat perkotaan seperti medan (Surbakti & Chadavi, 2. Penilitian keempat berjudul studi islam interdisipliner dalam pendidikan islam berbasis moderasi beragama. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya studi islam interdisipliner sebagai langkah menuju pendidikan. Islam yang lebih moderat dan inklusif, serta perlunya kerjasama antar berbagai pihak untuk mencapai tujuan ini (Wahyudi & Kurniasih. Hingga saat ini, telah ada banyak analisis yang membahas berbagai aspek terkait metodologi studi islam, mulai dari respons terhadap stagnasi dalam studi agama islam, peningkatan relevansi, efektivitas, dan pemahaman siswa, hingga dampak signifikan dalam pengembangan karakter dan identitas keagamaan, serta pentingnya pendekatan interdisipliner dalam memahami studi islam . zizah, 2. Namun, belum banyak ditemukan analisis perbandingan antara metodologi studi islam tradisional dan modern di indonesia. Perbedaan utama penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penggunaan teori yang berbeda, meskipun keduanya tetap mengadopsi metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan kerangka penelitian "metodologi studi islam: tinjauan filosofis, sejarah, dan teologis dalam pencarian kebenaran keagamaan" untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan antara metodologi studi islam yang tradisional dan modern di Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang karakteristik dan pendekatan yang digunakan dalam studi islam, baik yang berakar pada tradisi lama maupun yang lebih kontemporer. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang perbandingan antara kedua pendekatan ini, diharapkan kita dapat melihat gambaran yang lebih komprehensif tentang perkembangan studi islam seiring berjalannya waktu di indonesia. Manfaat dari penelitian ini adalah membantu merespons perubahan dalam metodologi studi islam yang telah terjadi seiring perkembangan zaman. Dengan memahami perbedaan dan kesamaan antara kedua pendekatan, kita dapat merancang pendekatan yang lebih relevan Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 dan efektif dalam pemahaman islam yang sesuai dengan konteks zaman kita saat ini, serta mempromosikan pendidikan agama yang lebih inklusif dan moderat di indonesia. Metodologi penelitian berasal dari kata "metode," yang merujuk pada cara yang benar untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan pikiran secara cermat. "logos" yang juga terkandung dalam istilah ini mengacu pada pengetahuan. Jadi, metodologi adalah pendekatan atau cara yang digunakan untuk mencapai tujuan dengan cara yang terencana dan sistematis. Di sisi lain, "penelitian" adalah tindakan mencari, mencatat, merumuskan, dan menganalisis informasi untuk kemudian menyusun laporan. Kata "metode" sendiri berasal dari bahasa yunani "methodos," yang artinya adalah langkah-langkah sistematis atau prosedur untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang suatu hal. Demikian pula, kata "penelitian" atau "riset" berasal dari bahasa inggris "research," yang mengacu pada proses pengumpulan informasi dengan tujuan meningkatkan, mengubah, atau mengembangkan pemahaman atau pengetahuan, terutama melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur. Penelitian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis dan metodologis, bertujuan untuk menemukan hal-hal baru atau mengatasi masalah yang muncul dalam METODE penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menurut cresswell bertujuan melihat dan memahami suatu fenomena sosial secara komprehensif/menyeluruh, sebagai suatu fenomena yang terjadi serta suatu kesatuan tidak terpisahkan. Paradigma merupakan cara analisis ilmiah yang memungkinkan semua permasalahan penelitian dapat diselesaikan/dijawab dengan tepat (Creswell, 2. Metode penelitian adalah suatu proses ilmiah yang bertujuan untuk mengumpulkan data dengan maksud dan manfaat tertentu. Metode penelitian ini adalah serangkaian pendekatan, yang digunakan secara khusus untuk mendapatkan informasi secara sistematis dan terukur, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya yang terkait metodologi studi islam di indonesia (Sugiyono, 2. Metode kualitatif ini digunakan bertujuan mengeksplorasi dan memahami makna perilaku individu dan kelompok, serta memberikan gambaran mengenai isu-isu sosial atau masalah kemanusiaan (Sugiyono, 2. Sebagai instrumen penelitian, menggunakan peneliti sendiri /human instrument, yang memiliki tanggung jawab dalam menentukan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber informasi, mengumpulkan data, mengevaluasi kevalidan data, menganalisis, menginterpretasikan hasil, dan menarik kesimpulan dari temuan penelitian mereka (Sugiyono, 2. dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode literature review secara sistematis. Menurut triandini . , systematic literature review adalah sebuah proses penelitian yang dijalankan secara terstruktur dan sistematis. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dan mengevaluasi publikasi-publikasi yang relevan dengan topik penelitian. Metode ini berfokus pada pengumpulan bukti ilmiah secara obyektif dan komprehensif dengan mengikuti prosedurprosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam melakukan systematic literature review, peneliti harus memiliki kriteria yang jelas dalam pemilihan publikasi yang relevan dengan topik penelitian, melakukan penilaian terhadap kualitas publikasi yang dipilih, serta menyusun hasil penelitian secara terstruktur dan sistematis. Pendekatan ini sangat bermanfaat bagi peneliti dalam memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan menyeluruh tentang topik penelitian yang sedang diinvestigasi (Astuti Et Al. , 2. Penelitian ini akan difokuskan pada eksplorasi perbandingan metodologi studi islam tradisional dan modern di indonesia dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakteristik dan pendekatan yang digunakan dalam studi islam, baik yang berakar pada tradisi lama maupun yang lebih kontemporer. Data akan dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk jurnal ilmiah, dokumen pemerintah, buku, dan laporan yang berkaitan dengan perbandingan metodologi studi islam tradisional dan modern di indonesia. Selanjutnya, data yang terhimpun akan dianalisis dan diinterpretasikan untuk menghasilkan temuan yang relevan dan dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang topik tersebut. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN perkembangan metodologi studi islam telah menghasilkan sejumlah pendekatan yang kaya dan beragam untuk memahami agama ini. Salah satu perspektif utama dalam pengembangan metodologi studi islam adalah pendekatan filosofis . ayat, 2. Metodologi filosofis memberikan kerangka analitis yang sangat kuat untuk memahami prinsip-prinsip dasar agama dan pemikiran islam. Dalam penelitian filosofis, para ilmuwan agama dapat menggali pemahaman filosofis yang mendasari konsep-konsep kunci dalam islam, seperti konsep keadilan, etika, dan metafisika. Dengan memanfaatkan alat analisis filosofis, mereka dapat menyusun landasan yang kokoh untuk memahami aspek-aspek teologis dan moral dalam islam (Chairi, 2. Pendekatan filosofis juga memungkinkan untuk melakukan analisis kritis terhadap konsep-konsep tersebut. Ini membantu dalam membedakan aspek-aspek keagamaan yang mungkin memerlukan penelitian lebih lanjut atau penyelidikan mendalam. Misalnya, penelitian filosofis dapat membantu mengidentifikasi pertanyaan-pertanyaan yang relevan dalam konteks modern yang memerlukan pemikiran kritis dan analisis mendalam (Rohmat, 2. Pendekatan filosofis dalam studi islam bukan hanya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang agama ini, tetapi juga membuka pintu bagi refleksi filosofis yang lebih luas tentang kaitannya dengan isu-isu global, hak asasi manusia, dan etika sosial. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya memberikan wawasan teologis, tetapi juga berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang islam dalam konteks dunia modern (Camnahas et al. , 2. pendekatan sejarah dalam studi islam memberikan cahaya pada akar budaya dan pemikiran yang melandasi agama ini. Ini adalah sebuah jendela yang membuka pandangan ke masa lalu, memungkinkan kita untuk menyelusuri jejak perjalanan islam sejak awal munculnya hingga perkembangannya saat ini. Dengan memahami sejarah perkembangan pemikiran keagamaan dan budaya islam, kita dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana ajaran-ajaran islam telah berinteraksi dengan berbagai konteks sosial, politik, dan budaya selama berabad-abad . smardi & Pasaribu, 2. Melalui penelusuran sejarah ini, kita dapat menempatkan pemahaman kita tentang islam dalam kerangka yang lebih luas. Kita dapat melihat bagaimana agama ini telah berevolusi, beradaptasi, dan berinteraksi dengan berbagai perubahan dalam masyarakat dan Sejarah juga memberikan perspektif yang penting dalam memahami perbedaan dan keragaman dalam pemahaman islam di berbagai tempat dan waktu (Didih et al. , 2. Dengan demikian, pendekatan sejarah dalam studi islam memberikan landasan penting bagi pemahaman yang lebih kontekstual dan komprehensif tentang agama ini. Pendekatan sejarah juga membantu kita menghindari kesalahan interpretasi dan generalisasi yang sering terjadi dalam studi agama. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang konteks historis, kita dapat lebih berhati-hati dalam menganalisis teks-teks dan doktrin agama serta menghargai kompleksitas perkembangan pemikiran keagamaan. Dalam konteks studi islam, pendekatan sejarah memberikan landasan yang kuat untuk memahami perjalanan panjang islam dan bagaimana hal itu berdampak pada pemikiran dan praktik agama (Al Mustaqim, 2. pendekatan teologis dalam studi islam adalah landasan yang kuat untuk mendalami ajaran islam dari sudut pandang keyakinan dan iman. Ini merupakan perjalanan dalam merenungkan serta memahami aspek-aspek spiritual dan keagamaan yang terkandung dalam agama islam. Pendekatan ini membuka pintu bagi pemahaman yang lebih dalam tentang makna ajaran-ajaran agama yang memegang peranan sentral dalam kehidupan umat islam. Pendekatan teologis mengajarkan kita untuk mendekati agama ini dengan keyakinan dan penghormatan yang mendalam. Ini bukan hanya tentang analisis akademis, tetapi juga penghayatan dan pengalaman yang mendalam terhadap aspek-aspek keagamaan seperti ibadah, spiritualitas, dan moralitas. Melalui pendekatan ini, kita dapat memahami bagaimana keyakinan dan iman memengaruhi cara umat islam mempraktikkan agama mereka dalam kehidupan sehari-hari . & Bilo, 2. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 Pendekatan teologis juga sangat relevan dalam konteks pemahaman kebenaran Ini membantu kita menjawab pertanyaan-pertanyaan esensial tentang agama, seperti tujuan hidup, makna eksistensi, dan hubungan antara manusia dan yang maha kuasa. Dalam dunia yang semakin kompleks dan serba cepat ini, pendekatan teologis dapat memberikan pijakan dan panduan yang mendalam untuk individu yang mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang agama islam dan bagaimana hal itu relevan dengan kehidupan Dengan demikian, pendekatan teologis dalam studi islam bukan hanya merupakan pendekatan akademis, tetapi juga merupakan sebuah perjalanan spiritual yang penuh makna (Muwaffiqillah, 2. Dalam kesimpulan, perkembangan metodologi studi islam telah menghadirkan beragam pendekatan yang memperkaya pemahaman kita tentang agama ini. Pendekatan filosofis memberikan fondasi analitis yang kuat untuk memahami prinsip-prinsip dasar islam dan pemikiran di dalamnya, membantu kita menggali konsep-konsep seperti keadilan, etika, dan metafisika (Hidayatullah et al. , 2. Pendekatan sejarah memungkinkan kita untuk mengidentifikasi akar budaya dan perkembangan pemikiran islam, menempatkan pemahaman kita tentang agama ini dalam konteks sejarah yang lebih luas. Sementara itu, pendekatan teologis memungkinkan kita untuk menjelajahi makna ajaran islam dari perspektif keyakinan dan iman, membuka pintu untuk pengalaman spiritual yang mendalam (Putri & Gaffar, 2. Semua pendekatan ini memiliki relevansi yang unik dalam pemahaman islam, mulai dari analisis filosofis yang mendalam hingga penelusuran sejarah yang melibatkan perkembangan islam sepanjang waktu. Pendekatan teologis memberikan dimensi spiritual yang dalam dalam studi agama, membantu individu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang eksistensi, moralitas, dan makna hidup. Dalam dunia yang semakin kompleks, pemahaman yang mendalam tentang islam dari berbagai perspektif ini menjadi semakin penting (Mudak & Manafe, 2. Dengan menggabungkan ketiga pendekatan ini, kita dapat memiliki pemahaman yang lebih holistik dan mendalam tentang agama islam. Ini membuka peluang untuk refleksi filosofis yang lebih luas tentang ajaran islam dalam konteks global yang beragam, membantu kita merespons tantangan zaman modern dengan cara yang sesuai. Dengan demikian, studi islam tidak hanya menjadi pengembangan akademis, tetapi juga sebuah perjalanan yang mendalam dan makna untuk memahami agama dan diri kita sendiri. Dalam era yang terus berubah dan semakin kompleks ini, penggabungan ketiga pendekatan tersebut memberikan pandangan yang lebih komprehensif dan relevan terhadap Pendekatan filosofis memberikan kerangka kerja analitis yang diperlukan untuk memahami konsep-konsep fundamental dalam agama ini, seperti konsep keadilan, etika, dan metafisika (Sabil, 2. Ini memungkinkan kita untuk menjalani refleksi filosofis yang mendalam tentang ajaran islam dalam konteks global yang beragam, sehingga kita dapat merespons tantangan zaman modern dengan cara yang sesuai. Sementara pendekatan sejarah membantu kita melihat bagaimana islam telah beradaptasi dan berkembang dalam berbagai konteks zaman, sejak awal munculnya hingga perkembangannya saat ini. Dengan memahami sejarah perkembangan pemikiran keagamaan dan budaya islam, kita dapat menggali lebih dalam tentang bagaimana ajaran-ajaran islam telah berinteraksi dengan berbagai perubahan dalam masyarakat dan dunia. Sejarah juga memberikan perspektif yang penting dalam pemahaman perbedaan dan keragaman dalam pemahaman islam di berbagai tempat dan waktu. Gabungan ketiga pendekatan ini memungkinkan kita untuk tidak hanya memahami islam sebagai sebuah entitas akademis, tetapi juga sebagai suatu pengalaman yang mendalam dan penuh makna dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, studi islam bukan hanya tentang menggali pengetahuan, tetapi juga tentang merenungkan makna ajaran agama dan bagaimana hal itu menghubungkan kita dengan dunia yang semakin kompleks dan beragam. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 26557-26565 Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023 SIMPULAN penelitian ini telah mengungkap bahwa perkembangan metodologi studi islam telah membawa beragam pendekatan yang relevan dan berharga untuk memahami agama ini. Pendekatan filosofis memberikan fondasi analitis yang kuat, memungkinkan eksplorasi konsep-konsep kunci dalam islam dan analisis kritis terhadapnya, membuka pintu bagi refleksi filosofis yang lebih luas tentang relevansinya dalam konteks global. Pendekatan sejarah memberikan wawasan tentang akar budaya dan pemikiran yang melandasi islam, memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang interaksi ajaran-ajaran islam dengan konteks sosial, politik, dan budaya. Sementara itu, pendekatan teologis membawa dimensi spiritual yang mendalam dalam studi agama, membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan esensial tentang eksistensi dan makna hidup. Menggabungkan ketiga pendekatan ini memberikan pemahaman yang holistik dan mendalam tentang islam, tidak hanya sebagai entitas akademis, tetapi juga sebagai pengalaman yang mendalam dalam kehidupan seharihari dan sebagai respons terhadap tantangan zaman modern. DAFTAR PUSTAKA