JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 PERAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI DESA GIRIMUKTI KECAMATAN SAGULING Nur Lailatul Qodariah1. Nunu Mahmud Firdaus2. Dinno Mulyono3 1,2,3 IKIP Siliwangi. Cimahi. Jawa Barat. Indonesia nurlailatulqodariah68@gmail. com, 2Mahmudfirdaus@ikipsiliwangi. id, 3dinno@ikipsiliwangi. Received: Juli 2023. Accepted: September 2024 Abstract This study aims to analyze the role of women farmer groups in the utilization of the Sustainable Food Yard Program or P2L. Sustainable Food Yard or P2L is a joint activity carried out by community groups to make yard land a permanent or sustainable food source. Utilization of Sustainable Food Yard in Girimukti Village is still said to be not optimal, so it is necessary to increase the Utilization of Sustainable Food Yard Program with the role of Women Farmers Group in Girimukti Village. In this study, researchers used descriptive qualitative research, in collecting data researchers used observation techniques, documentation and interviews with a sample of 3 people who were part of the farm women's The results of this study indicate that the role of the farm women's group is in the high and good Strategies in an effort to increase the role of farmer groups as a place of learning by conducting counseling and conducting pilot plots. Keywords: Role of Community Figures. Sustainable Moral Values. School Age Children Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok wanita tani dalam pemanfaatan Program Pekarangan Pangan Lestari atau P2L. Pekarangan Pangan Lestari atau P2L merupakan kegitan bersama yang dilakukan oleh kelompok masyarakat untuk menjadikan lahan pekarangan menjadi sumber pangan yang permanen atau berkelanjutan. Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari di Desa Girimukti masih dikatakan belum optimal, sehingga perlu dilakukan peningkatkan Pemanfaatan Program Pekarangan Lestari dengan adanya peran Kelompok Wanita Tani di Desa Girimukti. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan Teknik observasi, dokumentasi serta wawancara dengan sempel 3 orang yang merupakan bagian dari kelompok wanita tani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran kelompok wanita tani masuk dalam kategori tinggi dan bagus. Strategi-strategi dalam upaya meningkatkan peran kelompok tani sebagai tempat pembelajaran dengan cara melakukan pelaksanaan penyuluhan serta melakukan petak percontohan. Kata Kunci: Peran Tokoh Masyarakat. Nilai Moral Berkelanjutan. Anak Usia Sekolah How to Cite: Qodariah. Firdaus. M, & Mulyono. Peran Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Desa Girimukti Kecamatan Saguling. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 341-349 PENDAHULUAN Negara Indonesia mempunyai banyak sumber daya alam, kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia menjadi sebuah modal untuk melaksanakan pembangunan dalam bidang ekonomi yang salah satunya melalui sector pertanian. Negara Indonesia adalah tempat atau wilayah tropis yang terbantu oleh cahaya matahari yang membuat tanah menjadi subur sehingga menjadikan Indonesia menjadi negara yang potensial dalam membangun daerah pertanian, hal ini tentu harus dekelola dan dirawat dengan baik untuk kebutuhan pangan masyarakat di Indonesia. 342 Qodariah. Firdaus, & Mulyono. Peran Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Desa Girimukti Kecamatan Saguling Dalam kehidupan, pangan menjadi sebuah bahan pokok, maka dari itu ke stabilitasan bahan pokok harus selalu terjaga. Sesuatu hal yang perlu diperhatikan dalam membangun sumber daya manusia pada masyarakat yaitu pengadaan pangan yang baik, berimbang, bergizi, beragam dan cukup baik secara kualitas maupun secara kuantitas. Pada UU No. 7 Tahun 1996 lalu kemudian berubah menjadi UU NO. 18 Tahun 2012 tentang pangan. Ketahanan pangan merupakan salah satu kondisi ketika seseorang serta rumah tangga mempunyai akses ekonomi, fisik serta ketersediaan pangan yang cukup, dan terjamin dalam memenuhi kebutuhan yang baik bagi kehidupan yang sehat dan aktif. Pangan merupakan segala hal yang asalnya bersumber dari hayati produk pertanian, periran, perternakan, perkebunan serta udara, baik yang tidak diolah maupun yang diolah yang selanjutnya digunakan untuk makanan maupun minuman yang akan dikonsumsi oleh manusia, termasuk diantaranya bahan baku pangan, bahan tambahan pangan, serta bahan-bahan lainnya yang diperuntukkan kepada proses pengolahan, penyiapan serta membuta minuman dan Ketahanan pangan merupakan suatu sistem dimana didalamnya terdapat atas subsistem ketersediaan dan pendistribusian pangan serta subsistem konsumsi. Ketersediaan dan pendistribusian memfasilitasi kiriman pangan yang merata serta stabil keseluruh daerah. Adapun subsistem konsumsi. Ketahanan pangan merupakan suatu sistem yang terdiri atas subsistem ketersediaan serta distribusi pada pangan dan subsistem dari konsumasi. Pendistribusian serta persediaan pangan harus didistribusikan secara baik dan merata kepada daerh-daerah jangan sampai ada yang terdapat kekurangan pasokan pangan, sementara itu subsistem konsumsi dapat menjadikan pada setiap keluarga ataupun rumah tangga mendapatkan pasokan pangan yang baik atau cukup serta dapat memanfaatkan dengan tanggung jawab bagi semua anggota dalam bentuk pemenuhan kebutuhan gizi. Dikutip dalam suryana . AuKetahanan pangan merupakan keadaan dimana orang-orang mengusahakan supaya menadapatkan pangan untuk dirinya sendiri maupun semua anggota keluarganya pada segala hal kondisi yang dapat diakses secara sosial, ekonomi serta fisik dengan tidak bertentangan dengan norma-norma budaya yang ada serta keyakinan beragamaAy. Dengan demikian ketahana pangan merupakan suatu permasalahan di setiap daerah atau wilayah pada tingkatan berkeluarga, yang didalamnya terdiri dari dua aspek yaitu persediaan pangan serta seseorang yang memiliki akses untuk mendapatkan pangan yang cukup. Kementrian Pertanian serta Badan Pusat Statistik atau BPS . Mencatat lahan pertanian ditahun 2019 mengalami penurunan yang menyusut, luas baku sawah nasional berjumlah 7,465 juta hectare, jumlah itu mengalami penurunan dari pada tahun 2013 dimana jumlahnya 7,775 juta hektar. Hal itu berarti terdapat lahan pada pertanian beralih fungsi arau menghilang dari tahun 2013 sampai 2019 yang berjumlah 285. 000 ataupun rata-ratanya beralih fungsi 47. hektar pada tiap tahunnya, bisa jadi lahan yang beralih fungsi itu berubah menjadi pemukiman atau bahan pembangunan. Suatu bangsa dan negara mempunyai tanggung jawab yang besar dalam pemenuhan kebutuhan pangan, yang senantiasa harus bisa membuat suatu kebijakan tentang pangan yang menjamin hak dari masyarakat atau rakyatnya untuk membuat suatu systemyang sesuai dengan kebutuhan dan potensi sumber dayanya. Oxfam . mengemukakan bahwa Auketahanan pangan merupakan dimana seseorang dalam kondisi serta segala waktunya mempunyai control dan akses terhadap kualitas dan kuantitas jumlah pangan demi terciptanya kehidupan yang sehat dan aktifAy. Terdapat dua makna yang tercantum disini yaitu ketersediaan yang berarti secara Volume 7 No. September 2024 pp 334-349 kuantitas dan kualitas serta akses atau haknya untuk mendapatkan pangan melalui pertukaran atau pembelian. Ketersediaan pangan merupakan suatu hal yang dinilai penting dikarnakan masyarakat sangat tergantung dalam kebutuhan pangan, yang menjadikan pangan menjadi kebutuhan yang paling dasar dari manusia. Dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat tentang ketersediaan pangan yang dapat mencukupinya, berkuaitas serta aman yang menjadi suatu tuntutan. Maka dari itu, harus berjalan terus menerus untuk peningkatan beutuhan atau ketersediaan pangan. Pemanfaatan pekarangan pada tingkat desa maupun perkotaan dapat menunjang ketahanan pangan secara nasional dengan melakukan pemberdayaan potensi pangan secara lokal yang dimiliki setiap daerahnya. Kementrian pertanian sejak tahun 2010 sudah melakukan upaya dalam menumbuh kembangkan ketahanan pangan yaitu melalui pemberdayaan kelompok wanita tani serta pengembangan perkebunan di area sekolah Program dalam kegiatan pekarangan pangan lestari atau P2L adalah suatu program untuk menumbuhkan aksebilitas, ketersediaan serta pangan rumah tangga menyeuaikan pada kebutuhan pangan yang bermacam-macam seimbang, aman dan bergizi dan mempunyai orientasi menjadikan tempat sumbernya pendapatan rumah tangga. Program P2L adalah suatu program untuk memberdayakan masyarakat ataupun kelompok wanita tani supaya bisa membudidayakan segala macam jenis tanaman dengan kebun bibit, demplot kelompok serta perkarangan anggota yang melakukannya pada lahan tidur ataupun perkarangan di sekitar tempat mereka diam yang menggunakan kantung kresek besar atau barang-barang yang tidak Program kegiatan pekarangan pangan lestari atau P2L dalam pelaksaannya melibatkan para ibu-ibu yang masuk atau keanggotan dari kelompok wanita tania tau KWT. Menurut Ashari . AuPekarangan pangan lestari atau P2L adalah program dari kementrian pertanian untuk dapat memaksimalkan lahan perkarangan yang ramah pada lingkungan untuk suatu wilayah atau KawasanAy. Untuk pelaksanakan program ini menumbuhkan keaneka ragaman komoditas pertanian yang berkelanjutan serta lestari. Tujuan kegiatan pekarangan pangan lestari ialah untuk meningkatkan akseblitas, ketersediaan serta memanfaatkan pangan dalam rumah tangga yang sesuai pada kebutuhan pangan yang bergizi, beragam, aman dan seimbang serta menumbuhkan pendapatan rumah tangga dalam menyediakan pangan yang beroriantasi pada pasar. Kelompok Wanita Tani atau KWT Mawar Putih merupakan anggota Kelompok Wanita Tani Mawar Putih di Wilayah Desa Girimukti yang mempunyai peranan untuk memanfaatkan Selain mengerjakan perawatan perkarangan dan lahan aggota dari kelompok tanipun mengerjakan perkerjaan rumah. Selain itu para kelompok wanita tani memiliki kesibukan masing-masing serta pekerjaan rumah yang bisa dikatakan menyibukan mereka maka dari itu para anggota kelompok wanita tanipun belum melaksanakan dengan optimal sebagai kelompok tani. Berdasarkan uraian tersebut terdapat berbagai problematika di berbagai daerah terutama daerah pedesaan dalam program P2L sehingga perlunya penelitian lebih dalam sama halnya penerapan yang dilakukan di Desa Girimukti Kecamatan Saguling, dimana adanya peran kelompok wanita dalam pemanfaatan program pekarangan pangan lestari (P2L) di Desa Girimukti Kecamatan Saguling. Adapun tujuan penelitian ini ialah menggambarkan, mengungkapkan 344 Qodariah. Firdaus, & Mulyono. Peran Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Desa Girimukti Kecamatan Saguling serta menyimpulkan sebuah hasil dari memecahkan suatu masalah dengan prosedur-prosedur yang ditempuh dalam penelitian. LANDASAN TEORI Konsep Peran Peran merupakan indikasi dari prilaku yang diharapkan dari seseoran yang sesuai dengan status serta posisinya. Peran merupakan suatu pola dalam prilaku yang komprehensif serta diakui secara sosial, menempatkan individu dalam lingkungan bermasyarakat serta menyediakan sarana untuk mengidentifikasi. Soerjono Soekanto . mengemukakan bahwa AuPeran adalah aspek yang dinamis dalam kedudukan atau status, jika seseorang melakukan kewajiban serta menerima haknya yang sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan suatu perananAy. Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulyana . mengemukakan bahwa Aukelompok tani adalah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama serta dapat berinteraksi antara satu orang dengan orang yang lainnya untuk terciptanya suatu tujuan tertentu, berkomunikasi untuk mengenal anggota antara satu sama yang lainnya dan memandang bahwa mereka adalah satu bagian dalam sebuah kelompokAy. Kelompok tani adalahkumpulan para petani, pekebun, peternak yang dibtuk untuk kepentingan Bersama serta kesamaan dengan kondisi lingkungan . konomi, sumberdaya dan sosia. serta keakraban untuk menumbuhkan usaha antar anggota kelompoknya. 20 sampai 25 merupakan jumlah dari anggota kelompok tania tau bisa juga menyesuaikan dengan kondisi usaha taninya serta kondisi lingkungannya (Pusat Penyuluhan Pertanian, 2. Kelompok tani adalah sebuah kelembagaan yang mencakup tentang para petani serta dibenuk untuk mengorganisir petani dalam urusan Bertani. Kelompo tani diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82 Tahun 2013 tentang pedoaman pembinaan kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang berbunyi Aukelompok tani merupakan kumpulan dari para petani, pekebun serta peternak yang dibentuk untuk kepentingan Bersama, kesamaan komoditas dan keakraban dalam upaya meningkatkan serta mengembangkan dalam usaha anggotaanggotanyaAy. Kelompok waita tania tau KWT adalah swadaya yang tumbuh dari,oleh serta untuk masyarakat. Pemanfaatan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Menurut Umpa . Aupekarangan merupakan bidang tanah yang memiliki batas yang jelas maupun tidak jelas yang ada pada sekitaran rumah serta kebanyakan orang menggunakannya untuk dijadikan usaha sampinganAy. Pekarangan adalah bidang tanah yang terdapat pada sekitaran rumah tinggal baik itu di posisi samping, belakang maupun depan dan terdapat batas-batasnya yang jelas. Pekarangan seringkali dajadikan oleh penghuni rumahnya dengan memanfaatkan waktu luang. Sugandy, . mengemukakan Aupemanfaatan perkarangan rumah yang baik adalah perkarangan rumah yang pengelolaannya memakai pendekatan terpadu serta mengintegrasikan macam-macam jenis ternak ataupun tanamanAy. Pekarangan dikelola secara terpadu dan baik dengan macam-macam tanaman, ternak serta perikanan yang dapat menjamin ketersediaan pangan yang bermacam-macam untuk memenuhi gizi keluarga. Volume 7 No. September 2024 pp 334-349 Penelitian Terdahulu Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dikemukakan oleh Harmah Wilayah Gunawan. Saikhu . yang berjudul "Peran anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan pekarangan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari di Desa pucangsari Kecamatan Purwasari Kabupaten Pasuruan Jawa Timur" mendapatkan hasil yaitu AuPeran anggota kelompok tani Mawar dalam pemanfaatan pekarangan berpengaruh positif terhadap adanya faktor eksternal dengan dimensi intensitas pelaksanaan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh. Dari sisi faktor internal dengan dimensi umur, pendidikan, luas lahan pekarangan, pendapatan jumlah anggota keluarga dan motivasi tidak berpengaruh terhadap peran anggota kelompok wanita tani Mawar dalam pelaksanaan pemanfaatan pekaranganAy. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan analisis deskriftif. Dimana dijadikan analisis guna untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan program pekarangan pangan lestari Desa Girimukti. Pemberdayaan masyarakat di Desa Girimukti mengajak masyarakat khusus nya Kelompok Wanita Tani untuk ikut berpartisipasi dalam segala kegiatan yang menyangkut dengan program pekarangan pangan lestari dengan melakukan perencanaan hingga pemanfaatan pekarangan yang ada. Adapun Teknik-teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data pada penelitian ini adalah melaksanakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan kondisi di lapangan dan konsep yang digunakan dalam penelitian, peneliti menggunakan 3 informan untuk melakukan penelitian yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung ke informan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian dilapangan dengan menganalisa kelompok wanita tani dalam meningkatkan pemanfaatan pekarangan pangan lestari yang ada di Desa Girimukti dapat digambarkan sebagai Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari atau P2L adalah suatu bentuk usaha untuk meningkatkan aksebilitas, keseidaan serta pangan dalam rumah tangga yang sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, seimbang, aman serta bergizi dan berorientasikan pada pendapatan rumah tangga yang meningkat. Berdasarkan hasil temuan penelitian dilapangan saat melaksankan observasi dan wawancara kepada narasumber di Kp. Cipait RT 01 RW 06 Desa Girimukti. Kecamatan Saguling. Kabupaten Bandung Barat, maka penulis mewawancarai kelompok wanita tani atau KWT. Jumlah dari kelompok wanita tani yang diwawancara yaitu berjumlah delapan orang. Dokumentasi, observasi dan wawancara merupakan Teknik dalam pengumpulan data pada penelitian ini. Peneliti menggunakan teknik data tersebut untuk mengetahui tempat yang dilaksanakannya penelitian. Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Pagan Lestari (P2L) Program kegiatan pada tahap pembangunan terjadi pada Tahun 2020 yang merupakan kegiatan Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Pagan Lestari atau P2L Bergerak yang dibutuhkan pada 2019, program tersebut mempunyai tujuan supaya fungsi serta kapasitas dari Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Pagan Lestari dapat meningkat. 346 Qodariah. Firdaus, & Mulyono. Peran Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Desa Girimukti Kecamatan Saguling Pelaksanaan Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Pagan Lestari atau P2L bertujuan supaya dapat mendukung dari program pemerintah dalam penanganan daerah prioritas intervensi stunting ataupun penanganan daerah prioritas rentan pangan ataupun menetapkannya daerah tahan pengan. Program ini dapat membantu ataupun dapat mengoptimalkan perkarangan ataupun lahan lahan yang ditempati supaya dapat lebih dimaksimalkan sehingga bisa lebih produktif. Sasaran serta tujuan pelaksanaan program Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Pagan Lestari atau P2L terdiri dari dua tujuan yaitu untuk meningkatkan pendapatan dalam rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar yang kedua yaituuntuk meningkatkan aksebilitas, ketersediaan dan pemanfaatan pangan dalam rumah tangga sesuai denga napa yang dibutuhkannya yang bergizi, aman dan Simbang. Untuk dapat mencapai tujuannya Pengembangan Pemanfaatan Pekarangan Pagan Lestari atau P2L melakukan pendekatan pertanian yang berlanjutan, pemberdayaan masyarakat, berorientasi pemasaran dan pemanfaatan sumber daya local. Tingkat Partisipasi Dalam Pengelolaan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari artisipasi masyarakat dalam pengelolaan Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) ini begitu sangat antusias, hal tersebut berdampak positif bagi kehidupan masyarakat yang ada dilingkungan pekarangan pangan lestari, seperti berikut serta meningkatkan persatuan gotong royong : Tingkat Partisipasi HasIl dari wawancara peneliti kepada beberapa kelompok wanita tani dan pengurus desa memanfaatkan pekarangan pangan lestari ini terungkap bahwa tingkat partisipasi dari kelompok wanita tani dan masyarakat lainnya untuk pengelolaan pemanfaatan pekarangan pangan lestari ini sangat tinggi. Kelompok wanita tani dengan cara menyiapkan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan. Partisipasi Kelompok Wanita Tani Terhadap Kehidupan Sosial Partisipasi masyarakat terhadap kehidupan sosial dan budaya dalam masyarakat pada kehidupan disetiap hari-harinya, terdapat upayanya dalam berkomunikasi atau berinteraksi dalam berkerja sama pada kegiatan soaial, darat istiadat yang turun temurun serta kegiatan Partisipasi dari masyarakat untuk membangun sosial budaya dapat terjadi dikarenakan masyarakat sangat tergantun kepada seseama masyarakat dalam kehidupannya serta mengandalkan pembangunan. Adapun tujuan yang dimaksud dari partisipasi ini untuk mengetahui sejauh mana partisipasi kelompok wanita tanidalam program pemanfaatan perkarangan pangan lestari pada desa girimukti ini. Partisipasi Kelompok Wanita Tani dalam Pelestarian Alam Masyarakat yang berpartisipasi pada kelompok pelestarian alam ini bisa dilihat dari aturanaturan yang tidak tertulis pada kelompok wanita tani seperti jika ada masyarakayt yang akan menebang satu pohon maka sebelum pelaksanaan pemotongan itu masyarakat harus sudah menanam pohon lain sehingga aka nada pengganti pohon yag akan menebang pohon pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan dalam berpartisipatif mencakup semua kegiatan secara komperhentif serta integrative dalam membangun suatu hubungan diantara lingkunga dan manusia. Volume 7 No. September 2024 pp 334-349 Pembahasan Pemberdayaan masyarakat di Desa Girimukti mengajak masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan yang menyangkut dengan program pekarangan pangan lestari dimana mereka melakukan perencanaan dari awal yang melibatkan masyarakat setempat dalam proses Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari Desa Girimukti. Bentuk pemberdayaan yang dilaksanakan untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus juga supaya bisa meningkatkan potensi ketahanan pangan Desa Girimukti. Ketahanan pangan adalah suatu kondisi yang pemenuhan pangan dalam rumah tangga yang terlihat dari ketersediaan panga yang baik serta cukup dalam hal jumlah ataupun kualitasnya, merata, terjangkau dan aman. Adapun dampaknya dari pemberdayaan masyarakat di desa girimukti memiliki dampak yang baik. Karena dengan adanya program ini diharapkan mampu membantu pendapatan dan ketahan pangan pada keluarga. Pekarangan pangan lestari dimaksudkan juga untuk membudidayakan masyarakat mengkonsumsi makanan yang bergizi, beragam, aman Perwujudan ketahanan pangan ini, sekaca kecil dapat dilaksanakan dengan cara memanfaatkan pekarangan di sekitar tempat tingga, sehingga dengan adanya pemanfaatan pekarangan akan mampu mewujudkan kemandirian pangan minimal di tingkat keluarga. Pembahasan yang akan di telaah lebih lanjut mengenai upaya menghubungkan data yang telah terkumpul lalu selanjutnya diolah menjadi konsepan teori yang relevan dengan masalah dan hasil yang diteliti selama di lapangan. Pelaksanaan diadakannya program pekarangan pangan lestari Diadakannya program perkarangan pangan lestari ini dinilai bagus yaitu supaya bisa mendorong pembangunan ketahanan pangan yang sedianya untuk mendukung adanya pembangunan dengan menyeluruh. Program perkarangan pangan lestari merupakan program yang sangat bagus karena sebagian besar mata pencaharian warga Desa Girimukti adalah dan dibentuknya kelompok wanita tani, saya menilai bahwa terdapat potensi-potensi yang sebelumnya tidak berkembang menjadi berkembang sehingga para ibu-ibu bisa menghasilkan sesuatu hal yang baik serta dapat merealisasikan kemampuannya pada kelompok wanita tani tersebut. Dengan adanya program ini diharapkan supaya bisa mendorong maupun mendukung program-program pemerintah untuk menangani daerah prioritas. Intervensi stunting serta penanganan prioritas daerah yang rentan serta rawan akan ketersediaan pangan atau pemanfaatan daerah tahan pangan. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan memanfaatakn lahan pekarangan yang kosong, serta yang sebelumnya tidak produktif, yang dijadikan penghasil pangan dalam memenuhi pangan serta gizi rumah tangga, dan berorientasi untuk bisa mendapatkan pendapatan rumah tangga yang lebih baik lagi. Partisipasi warga/kelompok wanita tani pada program pekarangan pangan lestari Partisipasi yang tunjukan oleh kelompok wanita tani yang masih kurang dalam program ini mungkin karena mempunyai kesibukan masing-masing. Akan tetapi disayangkan dengan adanya ibu-ibu yang mempunyai bakat Bertani namun partisipasinya dalam program ini masih kurang dalam pemanfaatan program. Kedepannya semoga lebih baik lagi dalam partisipasi dalam mengembangkan kreativitas serta meningkatkan memampuan supaya dapat merealisasikan kemampuan di program tersebut. Para anggota diharapkan dapat berpartisipasi serta berkontribusi terhadap kegiatan pemanfaatan perkarangan pangan lestari atau P2L. Program Pekarangan Pangan Lestari atau P2L memiliki tujuan untuk menumbuhkan partisipasi kelompok wanita tani untuk penyediaan 348 Qodariah. Firdaus, & Mulyono. Peran Kelompok Tani dalam Pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Di Desa Girimukti Kecamatan Saguling pangan serta gizi keluarga dengan optimal dan pemandaatan perkarangan pangan lerstari sebagai sumber dari penghasil protein, vitamin, mineral dan karbohodrat. Pelaksanaan kegiatan tersebut membutuhkan partisipasi dari anggota Kelompok Wanita Tani atau KWT supaya dapat mencapai keberhasilan program. Harapan dengan adanya program pekarangan pangan lestari Melalui program pekarangan lestari ini harapannya untuk menjadi jalan alternatif dalam upayanya mendapatkan pendapatan dan menjaga ketahanan pangan keluarga. Melalui kegiatan juga masyarakat tani diharapkan bisa memanfaatkan perkarangan menjadi lahan bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Besar harapan dengan adanya kegiatan perkarangan pangan lestrasi atau P2L adalah supaya dapat menumbukan ketersediaan, pemanfaatan dan aksebilitas pangan untuk ketahanan pangan rumah tangga serta mendukung program pemerintah dalam upaya menangani prioritas interensi penurunan stunting. KESIMPULAN Kelompok Wanita Tani Mawar Putih berperan dalam memanfaatkan program perkerangan pangan lestari atau P2L karena dapat meningkatkan ketahanan pangan. Terpenuhinya kebutuhan pangan setelah adanya program perkarangan pangan lestari atau P2L dikarenakan adanya bantuan bibit dan penyaluran bibit yang merata pada kelompok wanita tania tau KWT sehingga dapat meningkatkan ketersediaan hasil yang dimanfaatkan oleh kelompok wanita tani dilahan perkarngan. Dalam upaya pemberdayaan ketahanan pangan, kelompok wanita tani mawar putih untuk dapat berpartisipasi lagi dalam halmenambah pengetahan, wawasan, motivasi pada dirinya, meningkatkan pengetahuan, melatih para anggotanya supaya bisa berkembang, tjuannya yaitu untuk meningkatkan keterampilan serta membuat para anggota kelompok mempunyai keterampilan untuk meningkatkan pengetahuan. Volume 7 No. September 2024 pp 334-349 DAFTAR PUSTAKA