http://journal. id/index. php/restorica KONSTRUKSI REALITAS PROGRAM ACARA MATA NAJWA TRANS7 (ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN PADA ACARA MATA NAJWA EDISI UU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA) Construction Reality Program Mata Najwa Trans7 (Analysis Framing Robert N. Entman At The Mata Najwa Edition Of The Omnibus Law Copyright Wor. Megi Ardiansyah* *1 Pascasarjana Universitas Lampung. Kota Bandar Lampung. Indonesia megiariansyah97@gmail. Kata Kunci: Talkshow Framing Kosntruksi Realitas Keywords: Talkshow Framing Reality Construction Accepted Juli 2021 Published October 2021 Abstrak Saat ini banyak sekali muncul talkshow-talkshow di televisi. Konsep talkshow pun sangat beragam. Salah satunya konsep talkshow Matanajwa ini merupakan Talkshow berita yang mengangkat mengenai suatu peristiwa atau isu. Setiap edisinya pun mempunyai tema yang sangat beragam salah satunya Au Omnibus Law Cipta KerjaAy yang mengangkat sebuah berita atau peristiwa yang ramai diperbincangkan. Jurnal ini meneliti tentang bagaimana konstruksi realitas pada talkshow Matanajwa edisi AuUjianReformasiAy di Trans7. Penelitian ini mengunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis framing model Robert N. Entman. Dalam penelitian ini yang menjadi focus penelitian adalah video talkshow Matanajwa edisi Au Omnibus Law Cipta KerjaAy yang juga digunakan penelitian sebagai data. Hasil penelitian ini menunjukan sudut pandang bahwa program talkshow Matanajwa melihat peristiwa aksi demontrasi mahasiswa terhadap penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja ini sebagai bentuk perjuangan mahasiswa demi mewakilkan suara rakyat. Secara garis besar dari segment yang dianalisis. Hampir keseluruhan segment yang ditayangkan oleh Matanajwa cenderung menampilkan citra negatif DPR dan memandang tindakan atau sikap pihak pemerintah sebagai penyebab masalah baik melalui prolog narasi, pertanyaan yang diajukan dan tayangan yang ditampilkkan. Matanajwa yang kini tayang di Trans7, terlihat tunduk pada kepentingan modal atau pasar, dan dari sisi realitas Matanajwa membuat konstruksi realitas keberpihakan pada mahasiswa. Abstract Currently, there are so many talk shows on television. The concept of talk shows is very One of them is the concept of the Matanajwa talk show, which is a news talk show that raises an event or issue. Each edition also has a very diverse theme, one of which is the "Job Creation Omnibus Law" which raises a news or event that is widely This journal examines how the construction of reality in the Matanajwa talk show "UjianReformasi" in Trans7. This study uses a constructivist paradigm with a qualitative approach and the Robert N. Entman framing analysis method. In this study, the focus of the research was the Matanajwa video talkshow edition of "UU Omnibus Law on Cipta Kerja" which was also used as data. The results of this study indicate the point of view that the Matanajwa talkshow program saw the events of student demonstrations against the rejection of the Omnibus Law on Cipta Kerja as a form of student struggle to represent the voice of the people. Broadly speaking, from the segment analyzed, almost all segments broadcast by Matanajwa tend to display a negative image of the DPR and view the actions or attitudes of the government as the cause of the problem either through the narrative prologue, the questions asked and the impressions shown. Matanajwa, which is currently broadcasting on Trans7, appears to be subject to the interests of capital or the market, and in terms of reality. Matanajwa constructs the reality of taking sides with students. Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi,Vol 7 No 2. October 2021. Page 51 - 56 PENDAHULUAN perbincangkan seperti isu politik, toleransi, dan isu Komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia dalam menyampaikan segala maksudnya, dari tahun ketahun mengalami kemajuan dari berbagai segi, perkembangan teknologi saat ini membuat setiap orang dapat menikmati produk media massa kapan saja dan dimana saja, baik itu anak-anak sampai orang dewasa. Agar kita lebih memahami definisinya dan ruang lingkup Sebagaimana yang diketahui bahwa media-media di seluruh dunia akan menjadi sebuah agen penyebar mencerminkan sebuah kebudayaan di masyarakat, informasi Ae informasi ini akan dihadirkan bersamaan pada khalayak luas yang beragam. Hal tersebut akan membuat media menjadi bagian dari salah satu agen penyebar pesan yang kuat di masyarakat. Media massa Tujuan informasi kepada khalayak luas. Proses penyampaian pesan atau informasinya ditujukan kepada khalayak luas menggunakan media massa sebagai alat sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara e-ISSN: 2655-8432 Komunikasi massa yang di tujukan kepada hal Pada kehidupan zaman global dan modern sekarang, televisi yang lebih unggul dari media lainnya dengan bentuk video-visualnya sangat dibutuhkan keberadaannya bagi setiap lapisan masyarakat, karena kedudukan televisi penting sebagai alat penyampaian berbagai informasi seperti bisnis, pendidikan, hingga hiburan, lebih tepatnya televisi juga digunakan sebagai alat propaganda politik. (Ardianto dkk, 2007:. Talkshow Matanajwa juga memiliki citra yang kuat sebagai salah satu program talkshow yang mengangkat isu atau fenomena penting yang sedang hangat di sosial masyarakat sehingga menjadi referensi saat ada isu tertentu. Salah satu konsep talkshow Matanajwa ini merupakan talkshow berita. Setiap episodenya pun mempunyai tema yang sangat beragam salah satunya Au Omnibus Law Cipta KerjaAy merupakan talkshow Karena mengenai peristiwa tersebut, maka banyak pula media yang tentunya memilki konstruksi yang berbeda dalam membingkai peristiwa tersebut. Berita aksi mahasiswa dalam menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja ini menjadi topik utama . di televisi nasional maupun swasta, salah satunya Trans7. Konstruksi yang dibuat itu dilengkapi dengan sumber kebenaran tertentu, bahwa apa yang dikatakan benar adanya, punya dasar yang kuat. Pemberitaan tentang aksi mahasiswa dalam menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja mengangkat berbagai polemik, yaitu memunculkan pro dan kontra terhadap pemerintah. Dalam pembentukan opini publik media berperan sangat penting karena media mengkonstruksi isu atau fenomena tersebut. Konstruksi Realitas Program Acara di Trans7. Penelitian ini mengarahkan kepada suatu konsep pendekatan bertujuan untuk mengetahui cara pandang yang dilakukan oleh wartawan dalam memilah isu dalam isi berita dengan persepektif untuk menentukan fakta yang akan dinaikkan serta bagian mana yang akan diberikan penekanan dalam menentukan kemana berita tersebut akan mengarah. Sebuah cara bagaimana peristiwa disajikan oleh media. Penyajian berita akan dilakukan dengan memberikan penekanan pada bagian memaksimalkan cara berita dari sebuah fakta. Media peristiwa sehingga makna dari periistiwa tersebut lebih mudah diingat oleh khalayak. Framing merupakan Ardiansyah M. Construction Reality Program Mata Najwa Trans7 (Analysis Framing Robert N. Entman At The Mata Najwa Edition Of The Omnibus Law Copyright Wor. metode penyajiian realitas dimana kebenaran tentang pengertian dengan jutaan orang yang tidak saling kenal suatu kejadian tidak diingkari secara total, melainkan atau mengetahui satu sama lain. diibelokkan secara halus, dengan menojolkan aspek- Jenis pekerjaan yang berbeda satu dengan lainnya, aspek tertentu, dengan menggunakan istilah-istilah yang usia adat, kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda. Sedangkan anonim adalah bahwa khalayak yang ada karikatur dan lainnya (Kriyantono, 2006:. terdiri dari orang-orang yang masing-masing tidak Sejatinya setiap individu memiliki ideologi dan Dalam kepentingan yang berbeda. Individu tersebut berusaha perkembangannya, memiliki beberapa fungsi dalam prosesnya menyebarkan sebuah informasi. Fungsi tujuannya memberikan makna terhadap objek wacana Informasi memberikan bahwa media massa adalah dari keterlibatan individu dalam sebuah pembahasan penyebar informasi bagi pembaca, pendengar atau yang dipengaruhi oleh status, ilmu pengetahuan, serta Berbagai informasi dibutuhkan oleh khalayak pengalaman social masing Ae masing pihak. Bagian inilah pada media massa yang kemudian menjadi sebuah Khalayak sebagai makhluk sosial akan arena perang secara symboli antarin individu - individu selalu merasa haus akan informasi yang terjadi dan yang memiliki kepentingan terhadap sebuah wacana. fungsi Media massa merupakan sarana pendidikan bagi Perdebatan yang terjadi tentunya secara simbolik. Karena media massa banyak menyajikan hal- sehingga lumrah ditemukannya bermacam perangkat hal yang sifatnya mendidik. bahasa atau wacana yang melampirkan tendensi untuk Salah satu cara mendidik yang dilakukan media memberikan legitimasi terhadap diri sendiri dan massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta mendelegitimasi pihak lawan. aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau Dari hal tersebut terlihat bahwa framing tidak Secara implisit terdapat pada tajuk/editorial, hanya berkaitan dengan satu pihak . semata, features, iklan dan artikel. Khalayak dapat terpengaruh akan tetapi juga berhubungan dengan hal lain seperti oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi ataupun surat proses pembuatan berita, perangkat kerja, serta Tiada lain tujuannya adalah untuk megurangi ketegangan pikiran khalayak, karena dengan membaca menganalisis permasalahan. Secara garis besar tinjauan beritaberita ringan atau melihat tayangan hiburan di meliputi teori komunikasi massa, melalui media massa televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai (Ardianto. Komala. Karlinah, 2007: 17-. Tahapan sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum, dan film. Media merupakan sebuah sarana yang banyak digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan dari Komunikasi massa mendefiniskan Secara garis individu satu kepada individu lainnya, antar manusia, besar pemahaman konsep tentang komunikasi massa dengan media yang paling dominan adalah panca indera dilakukan dengan menggunakan media massa seperti seperti mata dan telinga. Pesan yang diterima oleh televisi dan radio yang ditujukan kepada khalayak yang panca indera tersebut akan diproses dalam pikiran luas,proses dalam sebuah sistem sehingga menimbulkan manusia sebagai komando untuk mengontrol dan efek dan diuji dalam sebuah teori yang menjadi menentukan sikap terhadap sesuatu, sebelum pada fenomena terkait dengan proses komunikasi secara akhirnya akan dinyatakan pada tindakan. Artinya komunikator dalam komunikasi massa dalam menyebarkan pesan-pesannya mencoba berbagi Konstruksi pemberitaan yang muncul di khayalak ramai bersumber Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi,Vol 7 No 2. October 2021. Page 51 - 56 e-ISSN: 2655-8432 pada cara pandang dari penentuan berita, dimana partisipan dari keragaman penafsiran dan subjetivitas bahasa menjadi suatu unsur paling utama untuk wartawan menulis berita bukan hanya sebagai penjelas, diterapkan mudah untuk dipahami dan dimaknakan. tetapi juga mengkonstruksi peristiwa melalui dirinya Framing hadir sebagai proses pemaknaan dan cara dari sendiri dengan realitas yang diamatinya. Analisis bagaimana suatu media tertentu untuk menyajikan framing adalah salah satu metode analisis teks yang berita, baik ditilik dari penekanan bagian tertentu dan berada dalam kategori penelitian konstruksionis. bagaimana media tersebut bercerita. Paradigma ini memandang realitas kehidupan sosial nilai-nilai Oleh Penelitian yang dilakukan menggunakan teknik bukanlah realitas yang natural, tetapi hasil dari analisis framing sebagai cara untuk melihat bagaimana Jadi setiap media massa dapat berbeda- beda dalammengkonstruksikan isu yang terjadi. Penyajian dimaksud merupakan penonjolan dari aspek tertentu. Fokus penelitian yaitu talkshow Matanajwa edisi memberikan maksimalisasi cara menyajikan berita Au Omnibus Law Cipta KerjaAy di Trans7 berdurasi tertentu dari sebuah fakta peristiwa. Media menjadi kurang lebih 90 menit yang membahas mengenai aksi penghubung dan penonjol sebuah wacana sehingga mahasiswa dalam tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. pengertian dari wacana tersebut diingat oleh khalayak Dalam penelitian ini adalah analisis framing oleh Seperti yang dikatakan oleh Frank D. Durham. Robert N. Entman, seperti apa konstruksi realitas tayangan program Matanajwa di mediaTrans7 seperti Dalam buku Mulyana, pandangan subjektif apa wartawan dalam melihat isu terhadap aksi menyebut realitas social sebagai sebuah kondisi yang mahasiswa dalam menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja. Saat ini telah banyak metode yang berpijak dari (Mulyana,2006: pendekatan analisis isi kualitatif seperti analisis framing, terhadap kehidupannya sehari-hari. analisis wacana, semiotika, analisis retorika, dan ideological criticism (Kriyantono, 2006:. Adapun METODOLOGI Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan prespektif paradigma konstruktivis. Eriyanto . , pendekatan konstruksionis yang ada pada analisis framing akan mencakup aspek etika, moral, dan nilai-nilai Wartawan bukanlah robot yang meliput apa adanya berdasarkan apa yang dia lihat namun berdasarkan etika dan moral yang dalam banyak hal berarti keberpihakan pada satu kelompok atau nilai tertentu yang umumnya dilandasi oleh keyakinan tertentu. Hal terpisahkan dalam membentuk dan mengkonstruksi Wartawan dalam hal ini bukan hanya sebagai pelapor, karena disadari atau tidak ia menjadi sumber data yang dikelompokkan atas dua bagian yaitu: Data primer diperoleh langsung dari objek penelitian yaitu talkshow Matanajwa edisi Au Omnibus Law Cipta KerjaAy dengan mengunduh tayangan Matanajwa dari internet. Dan data sekunder yaitu data pelengkap yang berkaitan dengan penelitian berupa sumber dari referensi, buku dan jurnal penelitian maupun internet. Peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi publik, yaitu televisi dan internet. Dari video tayangan Matanajwa tersebut, peneliti menggunakan analisis model framing Robert N. Entman dengan melakukan teknik analisis data melalui tahapan. Reduksi menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, sesuai dengan fokus penelitian. Ardiansyah M. Construction Reality Program Mata Najwa Trans7 (Analysis Framing Robert N. Entman At The Mata Najwa Edition Of The Omnibus Law Copyright Wor. Display data yaitu tahap menyajikan data dalam bentuk yang disesuaikan atau diklarifikasi untuk mempermudah peneliti dalam menguasai data dan menganalisis data sehingga mudah dipahami. Matanajwa mengkonstruksi citra buruk DPR dan anggap DPR sebagai penyebab masalah. Matanajwa mendifinisikan peristiwa demonstrasi ini sebagai bentuk perjuangan mahasiswa untuk rakyat. Verifikasi data yaitu data yang berguna untuk dengan menampilkan alur jalannya demonstrasi yang menguji relevansi antara display data dengan kerangka analisis serta tujuan penelitian yang telah ditetapkan. kericuhan yang perlihatkan mahasiswa menerobos Data pagar DPR dan bentrok antara mahasiswa dan aparat. keseluruhan data yang diteliti. Berkaitan dengan fungsi kontrol sosial membuktikan Matanajwa tayangan Matanajwa memperlihatkan kekerasan yang HASIL DAN PEMBAHASAN dilakukan aparat. Dalam penelitian ini sebanyak segment Melalui tayangan talkshow Matanajwa Au Omnibus Law disampaikan Najwa Shihab dipenghujung acara, sangat Cipta KerjaAy pada hari Rabu 14 Oktober 2020 20:00 jelas bahwa dengan penggunaan kalimat AuUndang- WIB telah dianalisis dengan maksud untuk melihat Undang disusun diam-diam Matanajwa mengajak publik pengemasan atau pembingkaian pada tayangan tersebut untuk membenarkan aksi mahasiswa ini karena terkait dengan peristiwa aksi demosnstrasi yang pemerintah yang tidak mendengar dan pedulikan dilakukan mahasiswa. Setelah dilakukan analisis dengan Matanajwa mengkonstruksi tayangan tersebut pembahasan, peristiwa aksi mahasiswa dalam menolak sebagai aksi perjuangan mahasiswa untuk rakyat UU Omnibus Law Cipta Kerja, penulis melihat adanya menyuarakan hal yang benar sehingga Matanajwa keberpihakan media Trans7 dalam menampilkan isu mengajak publik membela dan berada di pihak atau fakta. Dalam 7 segment pada talkshow Matanajwa edisi Au Omnibus Law Cipta KerjaAy. Secara garis Matanajwa yang kini tayang di Trans7 dengan keseluruhan segment yang ditayangkan oleh Matanajwa kepemilikan media yang bukan orang politik, terlihat tunduk pada kepentingan modal atau pasar, dan dari memandang tindakan atau sikap pihak pemerintah sisi realitas Matanajwa membuat konstruksi realitas sebagai penyebab masalah baik melalui prolog narasi, keberpihakan pada mahasiswa melalui pertanyaan dan tanggapan yang diajukan ke narasumber terlihat jelas Ditinjau dari ekonomi media, dapat di katakan Hampir DPR lebih menonjolkan citra negatif pemerintah. Matanajwa memperlihatkan ke publik mengenai Sebuah talkshow mengangkat mengenai suatu sikap pemerintah dan aparat yang menampilkan citra peritiwa sebuah tayangan, aksi mahasiswa matanajwa buruk di mata masyarakat. Sedangkan mengenai mahasiswa Matanajwa memperlihatkan ke publik mahasiswa dengan air sehingga menjadi penyebab bahwa mahasiswa yang berjuang mewakilkan suara Lewat bahasa prolog narasi yang dipakai, rakyat kepemerintah mengenai UU Omnibus Law Najwa Shihab menyebutkan bahwa aksi mahasiswa ini Cipta Kerja pemasyarakatan yang bermasalah malah adalah bentuk protes yang mewakili suara rakyat, ntuk menjadi korban kericuhan dan difitnah oleh DPR. menolak sebab pandangan konstruksionis, proses pemaknaan, ideology dari wartawan atau media. Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi,Vol 7 No 2. October 2021. Page 51 - 56 Dengan menayangkan alur demonstrasi yang diawali dengan damai kemudian terjadi kericuhan yang e-ISSN: 2655-8432 _____________. Dinamika Komunikasi (Edisi IV). Remaja Rosdakarya. perlihatkan mahasiswa menerobos pagar DPR dan Eriyanto. (Konsruksi dan Politik Medi. LKiiS. aparat yang lakukan kekerasan pada mahasiswa, hal ini Ikbar, memperkuat pernyataan yang memandang wartawan sebagai agen konstruksi, wartawan bukan hanya melaporkan peristiwa tapi terlibat dalam pendefinisian Yanuar. Metode Penelitian Sosial Kualitatif. Bandung: PT Rapika Aditama. Rachmat. Riset Komunikasi. Jakarta: Media Group. Moeleong. penelitian kualitatif (Cet. V). Remaja Rosdakarya. Nurhadi. Zikri Fachrul. Teori Komunikasi Dalam KESIMPULAN Penelitian Kualitatif. Ghalia Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Ruslan. Rosady. Metode Penelitian Public maka peneliti menyimpulkan beberapa hal sebagai Relation dan Komunikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo berikut:Bahwa talkshow Matanajwa mengkonstruksi Persada. penolakan Au Omnibus Law Cipta KerjaAy ini sebagai Tamburaka. Apriadi. Agenda Setting Media Massa. Jakarta. Rajawali Pers bentuk perjuangan mahasiswa demi rakyat, dan Matanajwa telah menunjukan keberpihkannya ke Sumber lain: mahasiswa melalui pemakaian kata pada prolog narasi Nastiti. Konstruksi Diskriminasi Perempuan Najwa, pertanyaan dan dalam menampilkan tayangan Dalam (Analisis Framing Robert Etman. mengajak publik untuk mendukung dan berada dipihak Pemberitaan Criminal Kompas. Com http://repositori. id/12651/1/KONSTRU KSI DISKRIMINASI PEREMPUAN%2 Pemilihan narasumber, pertanyaan, dan tayangan 0DALAM PEMBERITAAN KRIMINAL alur demonstrasi pada talkshow Matanajwa bukanlah DI KOMPAS. Oktober 2. realitas yang nyata melainkan sebuah konstruksi dari Faisal. (PROGRAMBREAKINGNEWS) http://repository. UINalauddin. id/12720/1/FAISALKo nstruksi berita aksi 212. Oktober Matanajwa yang kini tayang di Trans7 terlihat tunduk pada kepentingan modal atau pasar, yang lebih Rizal. Analisis Program Mata Najwa Episode mengedepankan rating dengan menampilkan apa yang Sengketa Iman DiMetroTV. Oktober 2. ingin dilihat oleh pemirsa. AuAnalisis Frame Pemberitaan Di Media Online (Studi Kasus Pada Pemberitaan Penyerangan Novel REFERENSI