Tingkat Kepuasan Pasien Pasca Perawatan Mahasiswa Profesi Di Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Saraswati Denpasar I Nyoman Panji Triadnya Palgunadi1. Gusti Ayu Yohanna Lily2 . Putu Hilda Wulan Maharani3 Departemen Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar ABSTRACT Background: Patient satisfaction with dental health services involves comparing the patient's perception of the received service with their expectations before receiving it. Patients who are satisfied with the care they receive are more likely to return for future health services and provide positive referrals to others. Purpose: . The purpose of the study was to determine the level of patient satisfaction with post-treatment of professional students in each section of the Dental and Oral Hospital Saraswati Denpasar. Method: The research design employed in this study was evaluation research, with a population of 515 patients who had undergone examinations at the Dental and Oral Hospital Saraswati Denpasar over the past 3 years. The sampling technique used was incidental sampling. The instrument used in this study was a questionnaire. Results: The study's results reveal differences in satisfaction levels across the five dimensions in each section at RSGM Saraswati Denpasar. These dimensions include reliability, responsiveness, assurance, empathy, and physical evidence. The satisfaction level at RSGM Saraswati Denpasar meets the criteria for being very satisfying. However, there are significant differences observed in several sections. The radiology department received the highest satisfaction score, while the conservation department received the lowest. Conclusion: In conclusion, this study demonstrates that the level of patient satisfaction across all sections at RSGM Saraswati Denpasar meets the criteria for being very satisfactory. Key word: The Dental and Oral Hospital, patient satisfaction, dental health services, treatment PENDAHULUAN RSGM Pendidikan merupakan RSGM yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, yang juga digunakan sebagai sarana proses pembelajaran, pendidikan dan penelitian bagi profesi tenaga kesehatan kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya, dan terikat melalui kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi (Permenkes, 2. Universitas Mahasaraswati Denpasar adalah salah satu universitas yang mempunyai fasilitas Rumah Sakit Gigi dan Mulut untuk menunjang sarana Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Denpasar merupakan RSGM Pendidikan yang menyediakan sarana proses akademik bagi mahasiswa tingkat profesi . o-as. Pendidikan klinik di tingkat profesi merupakan suatu fase yang harus dilalui oleh mahasiswa kedokteran gigi agar dapat menjadi seorang dokter gigi. Untuk mendapatkan gelar dokter gigi, mahasiswa harus mengikuti proses pendidikan profesi kedokteran gigi dengan melakukan perawatan kepada pasien sesuai dengan standar di RSGM. Dalam proses pendidikan pre-klinik, mahasiswa banyak mendapatkan teori mengenai pengetahuan dan keterampilan. Namun pengetahuan yang didapatkan di kelas saat masa pre-klinik sulit dipahami dengan mudah sebelum mahasiswa menjalani situasi nyata yang membutuhkan analisis, evaluasi, modifikasi dan proses penerapan dari yang sudah diketahui sebelumnya. Calon dokter gigi akanberkomunikasi secara langsung dengan pasien, tidak lagi dengan boneka uji coba. Lingkungan pembelajaran klinik memiliki empat komponen yang penting, yaitu kurikulum, dosen klinik, kesempatan belajar . asus yang tersedi. , dan fasilitas pendidikan (Hanindya. Fachrudin & Rahadiani, 2. Pasien yang datang ke RSGM tidak hanya dari masyarakat umum, tetapi juga dari mahasiswa profesi yang berada di lingkungan RSGM (Yuniko & Rahmatiqa, 2. Mahasiswa profesi melaksanakan pendidikan profesinya di bawah wewenang dokter penanggung jawab yang bertugas di rumah sakit pendidikan. Mahasiswa profesi akan melalui tahapan bimbingan dengan dokter penanggung jawab sebelum melakukan tindakan kepada pasien. Mahasiswa profesi selanjutnya akan didampingi dan diawasi oleh dokter penanggung jawab selama melakukan tindakan ke pasien (Widyayawati. Mahasiswa profesi tidak berhak melakukan tindakan medis tanpa persetujuan dari pembimbingnya karena mahasiswa profesi belum mendapatkan surat izin praktik kedokteran sesuai yang diatur dalam Pasal 36 Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Mahasiswa profesi sebagai seorang mahasiswa yang melaksanakan program pendidikan profesinya berada di bawah wewenang seorang dokter pembimbing yang bertanggung jawab terkait kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (Putri, 2. Terdapat 3 komponen yang terlibat dalam suatu proses pelayanan kesehatan, yaitu pelayanan sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan, siapa yang melakukan pelayanan serta konsumen yang menilai sesuatu pelayanan melalui harapan yang diinginkan (Putri, 2. Kepuasan konsumen atau pasien merupakan indikator yang sangat penting untuk mengukur keberhasilan suatu pelayanan kesehatan, karena tingkat kepuasan yang rendah dapat berdampak signifikan pada pengalaman pasien mengunjungi rumah sakit secara keseluruhan (Sirappa, 2. Pelayanan yang memuaskan dan berkualitas akan menciptakan loyalitas dari pasien atau konsumen. Tingkat kepuasan juga erat kaitannya dengan Auword of mouthAy, sehingga pelayanan yang memuaskan dapat menarik perhatian konsumen/pelanggan baru, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada terbentuknya citra pelayanan kesehatan yang lebih baik (Kuntoro & Istiono, 2. Memahami kebutuhan dan keinginan pasien adalah hal yang penting yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien. Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan gigi merupakan perbandingan antara persepsi pasien terhadap pelayanan yang diterima dengan harapan pasien sebelum mendapatkan pelayanan. Apabila harapan pasien terpenuhi, berarti pelayanan tersebut sudah memberikan kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu sehingga membuat suatu kualitas yang luar biasa dan juga akan menimbulkan kepuasan yang tinggi. Pasien yang merasa puas dengan perawatan yang diterimanya cenderung akan menunjukkan besarnya kemungkinan untuk kembali berkunjung ke pelayanan kesehatan tersebut serta memberikan referensi yang baik terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya kepada orang lain (Aulia dkk. Tingkat kepuasan pasien yang datang ke RSGM Saraswati Denpasar penting diketahui sebagai evaluasi agar dimasa yang akan datang RSGM Saraswati Denpasar dapat lebih meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan sehingga kepuasan pasien akan ikut meningkat dan pasien akan memanfaatkan ulang pelayanan kesehatan tersebut. Mahasiswa profesi juga perlu secara cermat menentukan kebutuhan pasien sebagai upaya untuk memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan atas pelayanan yang telah Menjalin hubungan dan melakukan penelitian terhadap pasien mahasiswa profesi perlu dilakukan agar pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini penting sebagai acuan dalam pembenahan pelayanan agar dapat memberikan kepuasan yang optimal kepada pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Denpasar. TUJUAN Untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pasca perawatan dan mengetahui perbedaan tingkat kepuasan pasien berdasarkan dimensi kepuasan dalam menerima pelayanan dari mahasiswa profesi di masing-masing bagian Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati. METODE Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah riset evaluasi. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan pemeriksaan ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Denpasar 3 tahun terakhir dengan jumlah 515 Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik Auincidental samplingAy. HASIL Responden pada penelitian ini merupakan pasien yang berkunjung ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Denpasar. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuisioner yang berisikan tentang identitas pasien. Tabel 1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel 4 Tabel Tingkat Kepuasan Berdasarkan Dimensi Bagian Bedah Mulut Gambar 1 Grafik dimensi bagian bedah mulut Tabel 5 Tabel tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Pedodonsia Gambar 2 Grafik dimensi bagian Pedodonsia Tabel 6 Tabel tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Konservasi Gambar 3 Grafik dimensi bagian Konservasi Tabel 7 Tabel tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Penyakit Mulut Gambar 4 Grafik dimensi bagian Penyakit mulut Tabel 8 tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Orthodonsia Gambar 5 Grafik dimensi bagian Orthodonsia Tabel 9 Tabel tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Periodonsia Gambar 6 Grafik dimensi bagian Periodonsia Tabel 10 Tabel tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Prosthodonsia Gambar 7 Grafik dimensi bagian Prothodonsia Tabel 11 Tabel tingkat kepuasan berdasarkan dimensi bagian Radiologi Gambar 8 Grafik dimensi bagian Radiologi Tabel 12 Distribusi tingkat kepuasan setiap bagian RSGM Saraswati Denpasar Gambar 9 Grafik tingkat kepuasan bagian RSGM Saraswati Denpasar Tabel 13 Uji Validitas Butir Pertanyaan Dimensi Keandalan (Reliabilit. Tabel 14 Uji Validitas Butir Pertanyaan Dimensi Daya Tanggap (Responsivenes. Tabel 15 Uji Validitas Butir Pertanyaan Dimensi Jaminan (Assuranc. Tabel 16 Uji Validitas Butir Pertanyaan Dimensi Empati (Emphat. Tabel 17 Uji Validitas Butir Pertanyaan Dimensi Bukti Fisik (Tangibl. Uji Reabilitas Uji Normalitas Tabel 18 Uji Normalitas Data Variabel Keandalan Tabel 19 Uji Normalitas Data Variabel Daya Tanggap Tabel 21 Uji Normalitas Data Variabel Empati Tabel 20 Uji Normalitas Data Variabel Jaminan Tabel 5. 22 Uji Normalitas Data Variabel Bukti Fisik Uji Homogenitas Uji Anova Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa berdasarkan jenis kelamin, responden perempuan lebih banyak yaitu 60 orang . ,5%) sedangkan responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 36 orang . ,5%). Data pada Tabel 2 dapat dilihat dari usia responden paling banyak dalam penelitian ini adalah responden berusia 21-30 tahun sebanyak 48 orang . %). Responden yang berusia 61-70 merupakan responden paling sedikit yaitu sebanyak 2 orang . ,1%). Berdasarkan dari hasil tabel 3, mayoritas pekerjaan responden adalah mahasiswa sebanyak 29 orang . ,2%). Responden yang tidak bekerja sebanyak 7 orang . ,3 %) dan lain-lain sebanyak 4 orang . ,2%). Dari tabel 4 dan gambar 1 di atas dapat dilihat dimensi keandalan dan daya tanggap menduduki skor terbesar dan emphati menduduki skor terkecil. Dari tabel 5 dan gambar 2 di atas dapat dilihat dimensi jaminan menduduki skor terbesar dan bukti fisik menduduki skor terkecil. Dari tabel 6 dan gambar 3 di atas dapat dilihat dimensi keandalan dan jaminan menduduki skor terbesar dan bukti fisik menduduki skor terkecil. Dari tabel 7 dan gambar 4 di atas dapat dilihat dimensi keandalan, empati dan bukti fisik menduduki skor terbesar dan jaminan menduduki skor Dari tabel 8 dan gambar 5 di atas dapat dilihat dimensi keandalan, menduduki skor terbesar dan bukti fisik menduduki skor terkecil. Dari tabel 9 dan gambar 6 di atas dapat dilihat dimensi keandalan, menduduki skor terbesar dan empati menduduki skor Dari tabel 10 dan gambar 7 di atas dapat dilihat dimensi keandalan dan empati menduduki skor terbesar dan jaminan menduduki skor terkecil. Dari tabel 11 dan gambar 8 di atas dapat dilihat dimensi jaminan menduduki skor terbesar dan emphati menduduki skor terkecil. Dari grafik pada tabel 12 dan gambar 9 di atas dapat dilihat bahwa semua bagian memperoleh kriteria sangat memuaskan. Namun demikian bagian radiologi memperoleh skor tingkat kepuasan tertinggi dan bagian konservasi memperoleh skor Berdasarkan tabel 13, diperoleh nilai r hitung untuk butir 1 sampai butir 5 lebih besar daripada r tabel. Dengan demikian, semua butir pertanyaan pada dimensi keandalan . dinyatakan valid. Berdasarkan tabel 14, diperoleh nilai r hitung untuk butir 1 sampai butir 5 lebih besar daripada r tabel. Dengan demikian, semua butir pertanyaan pada dimensi daya tanggap . dinyatakan valid. Berdasarkan tabel 15, diperoleh nilai r hitung untuk butir 1 sampai butir 5 lebih besar daripada r tabel. Dengan demikian, semua butir pertanyaan pada dimensi jaminan . dinyatakan valid. Berdasarkan tabel 16, diperoleh nilai r hitung untuk butir 1 sampai butir 5 lebih besar daripada r tabel. Dengan demikian, semua butir pertanyaan pada dimensi empati . dinyatakan Berdasarkan tabel 17, diperoleh nilai r hitung untuk butir 1 sampai butir 5 lebih besar daripada r tabel. Dengan demikian, semua butir pertanyaan pada dimensi bukti fisik . dinyatakan valid. Berdasarkan hasil analisis pada uji reabilitas, diperoleh hasil nilai koefisien reliabilitas dimensi masing-masing lebih besar daripada koefisien alpha 0,60. Hal ini berarti butir pertanyaan untuk dimensi pada kuesioner yang digunakan sudah reliabel. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 18, diketahui harga p-value data pada masingmasing kelompok lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, data variabel keandalan pada masing-masing kelompok berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 19, diketahui harga p-value data pada masingmasing kelompok lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, data variabel daya tanggap pada masing-masing kelompok berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 20, diketahui harga p-value data pada masingmasing kelompok lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, data variabel jaminan pada masing-masing kelompok berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 21, diketahui harga p-value data pada masing-masing kelompok lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, data variabel empati pada masing-masing kelompok berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas pada tabel 22, diketahui harga p-value data pada masing-masing kelompok lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi 0,05. Dengan demikian, data variabel bukti fisik pada masing-masing kelompok berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji homogenitas data, diketahui harga p-value untuk masingmasing varibel lebih besar daripada tingkat signifikansi 0,05. Hal ini berarti antara varians data pada ke delapan kelompok perawatan memiliki varians data yang homogen. Dari hasil penelitian ini, didapatkan hasil ada perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan dimensi kepuasan dari masing Ae masing bagian di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Denpasar PEMBAHASAN Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan tingkat kepuasan berdasarkan kelima dimensi dari masing-masing bagian di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Saraswati Denpasar baik itu dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti fisik. Dari kelima dimensi kepuasan, dimensi keandalan mayoritas menduduki nilai terbesar di setiap Sedangkan bukti fisik dan empati minoritas nilai paling kecil di setiap bagian RSGM Saraswati Denpasar. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Maila . yang mengatakan bahwa kualitas pelayanan kesehatan gigi dapat diartikan sebagai derajat kesempurnaan pelayanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pasien akan pelayanan kesehatan gigi yang sesuai dengan standar pelayanan profesi dan standar pelayanan dengan menggunakan potensi sumber daya yang tersedia secara wajar, efisien dan efektif serta diberikan secara aman dan memuaskan sesuai dengan norma, etika, hukum dan sosial budaya dengan memperhatikan keterbatasan dan kemampuan pemerintah dan masyarakat konsumen. Kualitas pelayanan . ervice qualit. dapat diketahui dengan cara membandingkan persepsi para pasien atas pelayanan yang pasien terima dengan pelayanan yang sesungguhnya diharapkan terhadap atribut-atribut pelayanan suatu Rumah sakit. Kualitas pelayanan dipersepsikan baik dan memuaskan jika jasa yang diterima atau dirasakan . erceived servic. sesuai dengan yang diharapkan, jika jasa yang diterima melampaui harapan pasien, maka kualitas pelayanan dipersepsikan sangat baik dan berkualitas. Kualitas pelayanan dipersepsikan buruk jika jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan. Penelitian ini juga sejalan dengan pendapat Astuti & Kustiyah . , yang mengatakan bahwa keandalan (Reabilit. adalah kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera, akurat, dan memuaskan. Dalam pelaksanaannya, dimensi ini memuat dua unsur utama, yaitu kemampuan institusi untuk memberikan pelayanan sebagaimana yang dijanjikannya dan keakuratan pelayanan yang diberikan atau seberapa jauh institusi mampu meminimalisir/mencegah terjadinya kesalahan/error dalam proses pelayanan yang diberikan. Dimensi ini telah dilakukan dengan sangat memuaskan di setiap bagian di RSGM Saraswati Denpasar. Daya tanggap (Responsivenes. adalah kemampuan para petugas untuk membantu para pasien dalam memberikan pelayanan yang tepat. RSGM Saraswati Denpasar telah merujuk pada ketanggapan dari petugas pelayanan dalam meningkatkan rasa kenyamanan pengguna layanan di RSGM Saraswati Denpasar. Jaminan (Assuranc. mencakup pengetahuan, kemampuan, kesopanan, dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki para petugas, bebas dari bahaya, resiko, dan keraguraguan. RSGM Saraswati Denpasar memang telah menambah tenaga spesialis untuk menjamin pasien, sehingga pasien yang berobat di RSGM Saraswati Denpasar. Hal ini sesuai dengan pendapat Pranata. Lanin & Mubarak . yang mengatakan bahwa pasien akan merasa ada jaminan bila merasakan tenaga kesehatan gigi lebih mempunyai keterampilan yang baik dalam memberikan pelayanan dan pasien memperoleh jaminan pelayanan yang aman dan nyaman. Pendapat Pranata dkk. juga berhubungan dengan kepedulian dan perhatian petugas kepada setiap pelanggan dengan mendengarkan keluhan dan memahami kebutuhan serta memberikan kemudahan bagi seluruh pelanggan dalam menghubungi petugas Dimensi empati adalah dimensi yang memberikan peluang besar untuk menciptakan pelayanan yang surprise yaitu sesuatu yang tidak diharapkan pengguna jasa tetapi ternyata diberikan oleh penyedia jasa. RSGM Saraswati sudah sering melakukan pelatihan untuk meningkat empati terhadap pasien yang berobat di RSGM Saraswati Denpasar. Pendapat Listiyono . , mengatakan fasilitas fisik, perlengkapan, pegawai, dan sarana komunikasi, kerapian penampilan karyawan, aspek ini berkaitan dengan halhal yang terlihat dalam pelayanan seperti fasilitas ruang tunggu, sistem komputerisasi yang berjaring sehingga memudahkan alur informasi dan lain sebagainya. Tentunya semakin baik bekerjanya alat-alat tersebut dan dapat diandalkan menurut persepsi pengguna layanan maka akan mempengaruhi penilaian terhadap kualitas pelayanan RSGM Saraswati Denpasar juga telah berbenah. Tingkat kepuasan RSGM Saraswati Denpasar untuk setiap bagian dengan kriteria sangat memuaskan. Namun dari beberapa bagian terdapat perbedaan yang bermakna. Skor tertinggi tingkat kepuasan di bagian radiologi dan skor terendah tingkat kepuasan di bagian konservasi. Ini disebabkan oleh karena pelayanan kesehatan sangat tergantung dari beberapa faktor . eperti kesesuaian antara harapan dan kenyataan, layanan selama proses menikmati jasa, perilaku personel, suasana dan kondisi fisik lingkungan, cost atau biaya dan promosi atau iklan yang sesuai dengan kenyataa. Semua faktor tersebut di RSGM Saraswati Denpasar berada di bawah satu manajemen, sedangkan untuk tenaga kesehatan gigi dan mulut di setiap bagian tidak sama, tergantung karaktristik masing-masing tenaga Untuk kedepannya sangat perlu dipertahankan tingkat kepuasan pasien agar RSGM Saraswati Denpasar tetap mendapatkan perhatian di hati masyarakat selaku konsumen sehingga mau berobat ke RSGM Saraswati Denpasar. KESIMPULAN Dari hasil Penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien di semua bagian di RSGM Saraswati Denpasar baik itu bagian Ilmu Bedah Mulut dan Maksilofasial. Ilmu Konservasi Gigi. Ilmu Kedokteran Gigi Anak. Ilmu Penyakit Mulut. Orthodonsia. Periodonsia. Prostodonsia dan Radiologi Kedokteran Gigi mempunyai kriteria sangat memuaskan. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien terhadap pasca perawatan mahasiswa profesi di masing-masing bagian RSGM Saraswati Denpasar. Tingkat kepuasan paling tinggi yaitu bagian Radiologi Kedokteran Gigi, kemudian diikuti dengan Ilmu Bedah Mulut dan Maksilofasial. Ilmu Kedokteran Gigi Anak. Prostodonsia. Orthodonsia. Ilmu Penyakit Mulut. Periodonsia dan skor yang paling rendah adalah Konservasi. DAFTAR PUSTAKA