Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 1, tahun 2026, hlm. ISSN: 2828-3031 STRATEGI OPERASIONAL UMKM IKAN BAKAR ARU LUBUK BEGALUNG UNTUK MENCIPTAKAN KEUNGGULAN BERSAING BERKELANJUTAN BISNIS LOKAL Eko Wiraspanggi1. Deri Candra2. Lusiana3 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang Info Artikel Sejarah artikel: Received: 27 Jan 2026 Revised: 10 Feb 2026 Accepted: 20 Jan 2026 Published: 25 Feb 2026 Kata kunci: Strategi Operasional. Keunggulan Bersaing. UMKM. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi operasional dalam menciptakan keunggulan bersaing pada UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai kondisi operasional UMKM, khususnya terkait pengelolaan bahan baku, proses produksi, manajemen operasional, pencatatan keuangan, dan pelayanan pelanggan. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur dengan pemilik usaha sebagai informan utama, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi operasional belum diterapkan secara optimal, yang ditandai dengan tidak adanya pencatatan stok yang sistematis, ketiadaan standar operasional prosedur (SOP), serta pencatatan keuangan yang masih sederhana. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi operasional dan konsistensi kualitas Namun demikian, penerapan solusi berupa pencatatan operasional sederhana, penyusunan SOP, dan perencanaan berbasis data dinilai mampu meningkatkan efisiensi internal dan memperkuat keunggulan bersaing UMKM secara berkelanjutan. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Eko Wiraspanggi Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia YPTK Padang. Padang. Indonesia Email: ekowiraspanggi185@gmail. PENDAHULUAN UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena kontribusinya yang besar terhadap aktivitas produksi, penyerapan tenaga kerja, dan perputaran ekonomi Dalam berbagai publikasi pemerintah. UMKM disebut sebagai pilar ekonomi nasional dengan jumlah pelaku yang sangat dominan, sehingga penguatan UMKM menjadi agenda strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Sembiring 2. Keunggulan bersaing pada UMKM tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran, tetapi juga sangat bergantung pada bagaimana proses operasional dikelola. Strategi operasional yang efektif memungkinkan UMKM mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan efisiensi proses, serta menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Pengelolaan operasional yang baik dapat Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index JOSEAMB ISSN: 2828-3031 menjadi pembeda utama antara UMKM yang mampu bersaing dan yang mengalami penurunan kinerja (Wiranata & Hiu 2. Keunggulan bersaing pada UMKM tidak hanya dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran, tetapi juga sangat bergantung pada bagaimana proses operasional dikelola. Strategi operasional yang efektif memungkinkan UMKM mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan efisiensi proses, serta menjaga kualitas produk yang dihasilkan. Pengelolaan operasional yang baik dapat menjadi pembeda utama antara UMKM yang mampu bersaing dan yang mengalami penurunan kinerja (Yamit 2. Perubahan kondisi bisnis pasca pandemi COVID-19 menuntut UMKM kuliner untuk melakukan penyesuaian strategi, terutama dalam aspek operasional dan model bisnis. Perubahan perilaku konsumen yang semakin menuntut kecepatan layanan dan kualitas produk mendorong UMKM untuk lebih adaptif. Oleh karena itu, strategi operasional yang dikombinasikan dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha kuliner (Setiawan 2. Sebagai salah satu pelaku UMKM kuliner lokal. Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung perlu mengelola strategi operasional secara optimal guna menciptakan keunggulan bersaing. Upaya seperti standarisasi proses kerja, peningkatan kualitas produk, dan konsistensi pelayanan dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan demikian, penelitian mengenai penerapan strategi operasional pada UMKM ini menjadi penting untuk memahami bagaimana daya saing usaha dapat ditingkatkan secara berkelanjutan (Graciafernandy et al. TINJAUAN LITERATUR Strategi Operasional Strategi operasional merupakan kerangka atau rancangan yang sistematis terhadap kegiatan operasional suatu organisasi atau usaha untuk menyusun dan memanfaatkan sumber daya secara efisien agar tujuan bisnis jangka panjang dapat tercapai. Dalam konteks UMKM, strategi operasional tidak hanya mencakup pengaturan proses produksi, penggunaan teknologi, serta alokasi sumber daya, tetapi juga mencerminkan bagaimana UMKM mengintegrasikan aktivitas operasional dengan strategi bisnis secara keseluruhan, sehingga dapat menghasilkan output yang konsisten, memenuhi kebutuhan konsumen, dan tahan terhadap tekanan persaingan pasar yang dinamis. Penerapan strategi operasional yang tepat memungkinkan UMKM meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta menjadi elemen penting yang memperkuat posisi kompetitif usaha dalam jangka panjang (Wiranata & Hiu 2. Keunggulan Bersaing Keunggulan bersaing merujuk pada kondisi di mana suatu usaha, termasuk UMKM, mampu menciptakan nilai tambah yang unik dan berbeda dibandingkan dengan pesaingnya sehingga dapat menarik pelanggan secara lebih efektif dan mempertahankan loyalitas pasar dalam jangka waktu Keunggulan ini berasal dari penerapan strategi yang tepatAibaik melalui kualitas produk, inovasi, pelayanan, maupun struktur biaya yang efisienAisehingga usaha mampu memberikan manfaat atau nilai lebih bagi konsumen yang tidak mudah ditiru oleh kompetitor. Dalam konteks UMKM di Indonesia, keunggulan bersaing seringkali dipandang sebagai kunci utama agar usaha kecil dan menengah tetap eksis, produktif, serta berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan perubahan preferensi pasar (Tresna & Nirmalasari 2. UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. UMKM adalah entitas usaha yang terdiri atas kelompok usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah yang berperan sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). UMKM mempunyai karakteristik khas, seperti skala usaha yang relatif kecil, struktur organisasi sederhana, serta fleksibilitas tinggi dalam adaptasi terhadap perubahan kondisi pasar. Dalam kerangka akademik dan kebijakan publik. UMKM sering dipahami sebagai sektor usaha yang memiliki potensi strategis untuk pemberdayaan ekonomi lokal dan nasional, namun juga menghadapi A ISSN: 2828-3031 tantangan signifikan terkait akses modal, teknologi, pemasaran, dan kemampuan manajerial yang memengaruhi daya saingnya (El & Azra 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai penerapan strategi operasional dalam menciptakan keunggulan bersaing pada UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggali secara komprehensif kondisi nyata, pengalaman, serta pandangan pelaku usaha terkait proses operasional yang dijalankan dalam aktivitas bisnis sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilaksanakan secara langsung dan melalui media daring, seperti aplikasi WhatsApp. Responden utama dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung, yang dipilih karena memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan operasional. Wawancara difokuskan pada berbagai aspek operasional, antara lain pengelolaan bahan baku, proses produksi, manajemen operasional, sistem pencatatan usaha, serta strategi yang diterapkan untuk meningkatkan daya saing usaha. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilaksanakan secara langsung dan melalui media daring, seperti aplikasi WhatsApp. Responden utama dalam penelitian ini adalah pemilik UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung, yang dipilih karena memiliki peran sentral dalam pengambilan keputusan operasional. Wawancara difokuskan pada berbagai aspek operasional, antara lain pengelolaan bahan baku, proses produksi, manajemen operasional, sistem pencatatan usaha, serta strategi yang diterapkan untuk meningkatkan daya saing usaha. Proses analisis data dilakukan dengan mendokumentasikan hasil wawancara dalam bentuk transkrip tertulis, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan ke dalam kategori-kategori utama, seperti kendala operasional yang dihadapi dan strategi operasional yang diterapkan oleh UMKM. Selanjutnya, data dianalisis untuk mengidentifikasi pola, hubungan antar tema, serta peluang perbaikan yang dapat meningkatkan keunggulan bersaing UMKM. Proses analisis data dilakukan dengan mendokumentasikan hasil wawancara dalam bentuk transkrip tertulis, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Data yang telah dikumpulkan dikelompokkan ke dalam kategori-kategori utama, seperti kendala operasional yang dihadapi dan strategi operasional yang diterapkan oleh UMKM. Selanjutnya, data dianalisis untuk mengidentifikasi pola, hubungan antar tema, serta peluang perbaikan yang dapat meningkatkan keunggulan bersaing UMKM. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana strategi operasional diterapkan oleh UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung dalam menciptakan keunggulan bersaing. Pendekatan kualitatif ini memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang mendalam, kontekstual, dan relevan sebagai dasar dalam merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan UMKM. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi operasional memiliki peran penting dalam mendukung penciptaan keunggulan bersaing pada UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung. Namun, implementasi strategi operasional masih menghadapi berbagai kendala yang berdampak pada efisiensi dan konsistensi kinerja usaha. Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik UMKM, aktivitas operasional masih dijalankan secara sederhana dan belum terdokumentasi secara sistematis, sehingga berpotensi menghambat upaya peningkatan daya saing usaha. Permasalahan utama yang ditemukan pada aspek pengelolaan bahan baku adalah tidak adanya sistem pencatatan stok yang rutin dan terstruktur. Pengendalian persediaan masih mengandalkan perkiraan berdasarkan pengalaman pemilik usaha. Kondisi ini berpotensi menimbulkan inefisiensi, seperti pemborosan bahan baku atau keterlambatan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan pencatatan stok sederhana, baik secara manual maupun digital, guna memastikan ketersediaan bahan baku sesuai dengan kebutuhan produksi. Pada proses produksi, belum terdapat standar operasional prosedur (SOP) tertulis yang mengatur tahapan kerja secara baku. Ketergantungan pada pengalaman pemilik usaha menjadi permasalahan ketika terjadi peningkatan volume produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 penyusunan SOP produksi yang mencakup pengolahan bahan baku, proses pemasakan, hingga penyajian, sehingga konsistensi kualitas produk dapat terjaga. Pada proses produksi, belum terdapat standar operasional prosedur (SOP) tertulis yang mengatur tahapan kerja secara baku. Ketergantungan pada pengalaman pemilik usaha menjadi permasalahan ketika terjadi peningkatan volume produksi. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan penyusunan SOP produksi yang mencakup pengolahan bahan baku, proses pemasakan, hingga penyajian, sehingga konsistensi kualitas produk dapat terjaga. Permasalahan lain yang ditemukan adalah pencatatan transaksi keuangan yang belum dilakukan secara sistematis. Hal ini menyulitkan pemilik usaha dalam memantau arus kas dan tingkat Untuk mengatasi permasalahan tersebut. UMKM disarankan untuk menerapkan pencatatan transaksi harian menggunakan buku kas atau aplikasi keuangan sederhana agar kondisi keuangan usaha dapat dipantau secara berkala. Tabel 1 Masalah dan Solusi Strategi Operasional UMK Aspek Operasional Masalah yang Ditemukan Solusi Pengelolaan stok Pencatatan tidak rutin Penerapan pencatatan stok Proses produksi Tidak ada SOP tertulis Penyusunan SOP produksi Manajemen operasional Keputusan intuitif Perencanaan berbasis data Pencatatan keuangan Tidak sistematis Pencatatan transaksi harian Pelayanan pelanggan Alur kerja belum jelas Pengaturan alur pelayanan Sumber: Pemilik Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung Berdasarkan Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar permasalahan operasional bersumber dari belum optimalnya penerapan strategi operasional. Penerapan solusi yang tepat diharapkan mampu meningkatkan efisiensi internal sekaligus mendukung penciptaan keunggulan bersaing UMKM. Dalam perspektif keunggulan bersaing, kualitas produk dan pelayanan merupakan faktor utama yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Permasalahan operasional seperti ketidakteraturan proses produksi dan pelayanan dapat menurunkan persepsi kualitas. Dengan menerapkan SOP dan pengaturan alur kerja yang lebih jelas. UMKM dapat meningkatkan konsistensi layanan kepada pelanggan. Strategi operasional yang terarah memungkinkan UMKM untuk memetakan kebutuhan usaha dan menetapkan tujuan operasional yang lebih jelas. Dengan demikian, solusi yang diterapkan tidak hanya bersifat reaktif terhadap permasalahan, tetapi juga preventif dalam mengantisipasi risiko operasional di masa mendatang. Penerapan pencatatan operasional dan keuangan yang sederhana merupakan langkah realistis bagi UMKM dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Informasi yang dihasilkan dari pencatatan tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja usaha dan menyusun strategi pengembangan yang lebih efektif. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara identifikasi masalah operasional dan penerapan solusi yang tepat dapat meningkatkan keunggulan bersaing UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung. Strategi operasional yang dikelola secara sistematis tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM kuliner secara berkelanjutan. DISKUSI Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterbatasan dalam sistem pencatatan stok dan keuangan pada UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung mencerminkan kondisi umum usaha kecil yang masih mengandalkan pengalaman dan intuisi pemilik dalam mengelola operasional. Ketidakteraturan dalam pencatatan tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi, terutama dalam perencanaan kebutuhan bahan baku dan pengelolaan arus kas. Ketika keputusan operasional tidak didukung oleh data yang memadai, kemampuan usaha untuk merespons perubahan permintaan pasar menjadi lebih terbatas. Oleh karena itu, pencatatan operasional yang sederhana namun dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal yang penting dalam membangun pengelolaan usaha yang lebih terstruktur dan terkontrol. Selain itu, belum adanya standar operasional prosedur (SOP) tertulis menunjukkan bahwa proses produksi dan pelayanan masih sangat bergantung pada peran langsung pemilik usaha. Kondisi ISSN: 2828-3031 ini dapat menjadi kendala ketika usahata mengalami peningkatan aktivitas atau ketika keterlibatan pemilik tidak dapat dilakukan secara optimal. Tanpa SOP yang jelas, konsistensi kualitas produk dan pelayanan berisiko mengalami penurunan. Penyusunan SOP produksi dan pelayanan dapat membantu menciptakan keseragaman proses kerja, mengurangi kesalahan operasional, serta menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan harapan pelanggan. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa strategi operasional yang sederhana dan mudah diterapkan lebih sesuai dengan karakteristik UMKM dibandingkan dengan sistem pengelolaan yang Pendekatan bertahap, seperti pencatatan transaksi harian dan pengaturan alur kerja yang jelas, memungkinkan pemilik usaha melakukan evaluasi kinerja secara lebih sistematis tanpa menambah beban operasional yang berlebihan. Strategi yang realistis dan sesuai dengan kapasitas usaha ini dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan efisiensi serta membantu UMKM dalam menghadapi persaingan pasar secara lebih adaptif. Lebih lanjut, perbaikan strategi operasional yang terintegrasi dengan peningkatan kualitas pelayanan memiliki peran penting dalam membangun keunggulan bersaing yang berkelanjutan. Dalam usaha kuliner, kepuasan pelanggan sangat dipengaruhi oleh kecepatan pelayanan, konsistensi rasa, serta pengalaman yang dirasakan selama berinteraksi dengan usaha. Pengelolaan operasional yang lebih tertata memungkinkan UMKM memberikan layanan yang lebih konsisten dan andal, sehingga mampu meningkatkan loyalitas pelanggan dan memperkuat posisi usaha di tengah persaingan bisnis yang semakin dinamis. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi operasional pada UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung masih belum berjalan secara optimal, terutama dalam aspek pengelolaan bahan baku, standarisasi proses kerja, serta sistem pencatatan Aktivitas operasional yang dijalankan masih bersifat sederhana dan bergantung pada pengalaman pemilik usaha, sehingga belum sepenuhnya mampu mendukung efisiensi internal dan konsistensi kualitas Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan pengelolaan operasional berpotensi menjadi hambatan dalam meningkatkan daya saing usaha, khususnya ketika menghadapi dinamika permintaan pasar dan persaingan yang semakin ketat di sektor kuliner. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan perbaikan strategi operasional yang bersifat sederhana, praktis, dan sesuai dengan kapasitas UMKM memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerja usaha secara bertahap. Upaya seperti pencatatan stok dan transaksi keuangan secara rutin, penyusunan standar operasional prosedur, serta pengaturan alur kerja yang lebih jelas dapat membantu pemilik usaha dalam mengendalikan proses operasional dan mengambil keputusan secara lebih terukur. Perbaikan tersebut tidak hanya berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan pengurangan risiko operasional, tetapi juga mendukung terciptanya kualitas produk dan pelayanan yang lebih konsisten bagi pelanggan. Secara keseluruhan, strategi operasional dapat dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun keunggulan bersaing UMKM kuliner secara berkelanjutan. Pengelolaan operasional yang lebih sistematis memungkinkan UMKM untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis, menjaga kepuasan pelanggan, serta memperkuat posisi usaha di pasar lokal. Dengan demikian, optimalisasi strategi operasional tidak hanya berperan dalam meningkatkan kinerja internal usaha, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan dan pengembangan UMKM Ikan Bakar Aru Lubuk Begalung dalam jangka panjang. BATASAN Penelitian ini memiliki keterbatasan yang terutama terletak pada ruang lingkup dan pendekatan yang digunakan, di mana pengumpulan data hanya dilakukan pada satu unit UMKM dengan menggunakan metode kualitatif yang berfokus pada perspektif pemilik usaha sebagai informan utama, sehingga temuan yang dihasilkan sangat bergantung pada pengalaman, penilaian subjektif, serta kondisi spesifik usaha yang diteliti dan belum dapat merepresentasikan secara menyeluruh kondisi UMKM sektor kuliner lainnya dengan karakteristik, skala usaha, serta lingkungan persaingan yang berbeda. REFERENSI