RESEARCH PAPER published: 31-05-2022 doi: 10. 21070/sej. v%vi%i. The Effect of Discovery Models with Blended Learning Strategies Assisted by Crossword Puzzle Media on Understanding Physics Concepts Pengaruh Model Discovery dengan Strategi Blended Learning Berbantuan Media Crossword Puzzle terhadap Pemahaman Konsep Fisika Ois Bokingo1. Supartin2. Abdul Haris Odja*3 Jurusan Fisika. Universitas Negeri Gorontalo. Indonesia ISSN 2540 9859 . Edited by: Septi Budi Sartika *Correspondence Abdul Haris Odja abdulharis@ung. Received: 12-03-2022 Accepted: 23-05-2022 Published: 31-05-2022 Citation: Bokingo Ois. Supartin, & Abdul Haris Odja . The Effect of Discovery Learning Models with Blended Learning Strategies Assisted by Crossword Puzzle Media on Understanding Physics Concepts. Science Education Journal (SEJ). 6:1. doi: 10. 21070/sej. This study aims to see the effect of the application of discovery learning models with blended learning strategies assisted by Crossword Puzzle media on the ability to understand students' physics concepts by choosing. This study used a preexperimental method with a one-shot case study design consisting of 1 experimental class as a sample class which was carried out at SMP Negeri 1 Botupingge. The data obtained were in the form of understanding students' physics concepts on the material of vibration, waves, and sound which were netted using a multiple-choice test sheet as many as 20 items. The overall research results show that the application of discovery learning models with blended learning strategies assisted by Crossword Puzzle media has a significant effect on students' ability to understand physics concepts which is shown by proving the hypothesis test that the value of t table> t count which states that the lowest student learning outcomes are 75, where from the total sample of 69 respondents, 82. 61% or 57 respondents scored above Keywords: Discovery Learning. Blended Learning. Crossword Puzzle. Understanding Physics Concepts Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan model discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media Crossword Puzzle terhadap kemampuan pemahaman konsep fisika peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one-shot case study yang terdiri dari 1 kelas eksperimen sebagai kelas sampel yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Botupingge yang terdiri dari 23 siswa. Data pemahaman konsep fisika siswa pada materi getaran, gelombang, dan bunyi dijaring dengan menggunakan lembar tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dengan strategi blended Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2022 | Volume 6 | Issue 1 learning berbantuan media Crossword Puzzle berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemahaman konsep fisika peserta didik, karena hasil uji hipotesis diperoleh nilai ttabel>thitung yang berarti hasil belajar peserta didik paling rendah sebesar O75, dimana 82,61% peserta didik memperoleh skor di atas 75. Kata Kunci: Discovery Learning. Blended Learning. Crossword Puzzle. Pemahaman Konsep Fisika Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Bokingo Ois. Supartin, & Abdul Haris Odja The Effect of Discovery Learning Models with Blended Learning StrategiesA. menjadi dasar peserta didik dalam pembentukan pengetahuan baru yang dapat digunakan dalam memecahkan masalahmasalah lain yang berkaitan dengan pelajarannya, pelajaran fisika salah satunya (Novitasari et al. , 2. Pemahaman konsep siswa sangat kurang. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Sandra et al. , 2. yang menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam memahami konsep relatif Hasil penelitian (Widiyanto et al. , 2. juga menyatakan bahwa hasil pemahaman konsep siswa berada pada kategori lemah. Dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu memahami pembelajaran dengan baik dan mencapai hasil belajar yang baik. Akan tetapi, pada kenyataannya peserta didik masih belum dapat memahami pembelajaran dengan baik khususnya dalam mata pelajaran IPA. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya penguasaan materi IPA yang dipelajari oleh peserta didik. Kurangnya penguasaan materi disebabkan oleh kesulitan peserta didik dalam memahami hubungan antar konsep dalam pembelajaran IPA. Secara psikologis, jika peserta didik kurang tertarik dengan metode yang digunakan pendidik, maka peserta didik akan memberikan respon yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran. Selain itu, sebagian besar peserta didik pembelajaranIPAdengan mengantuk, membosankan, dan beranggapan bahwa pembelajaran ini menakutkan (Suprapti, 2. Pemahaman konsep siswa dapat ditingkatkan dengan melakukan beberapa upaya. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada guru dan siswa saja, tetapi semua aspek yang ada pada proses belajar tersebut, salah satunya adalah penggunaan bahan ajar. Bahan ajar sebaiknya dikembangkan sendiri oleh guru secara inovatif. Hal ini karena guru yang lebih mengetahui karakteristik siswanya, kemampuan awal, daya serap, dan lainlain (Mulyana et al. , 2. Hasil observasi peneliti disalah satu SMP di Kabupaten Bone Bolango, khususnya pada mata pelajaran IPA diperoleh informasi bahwa pemahaman konsep siswa masih dikarenakan proses pembelajaran yang berjalan kurang maksimal serta penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat. dan sistem yang belum mendukung untuk melakukan penemuan sendiri. Secara realitis, peserta didik didominasi dengan menerima materi secara langsung dari guru. Selain itu, keterbatasan waktu belajar di kelas, sementara peserta didik membutuhkan waktu yang lama untuk menemukan teori atau pemecahan dari suatu masalah. Akibatnya, peserta didik belum mampu menemukan konsep dari teori namun waktu tatap muka di kelas telah selesai. Hal ini berdampak pada rendahnya pemahaman konsep peserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh (Salim Nahdi et al. , 2. pemahaman konsep siswa mengenai materi IPA dalam pembelajaran masih rendah atau belum dapat memahami materi dengan baik, karena setalah mengikuti pembalajaran siswa belum dapat menjelaskan kembali materi yang telah dipelajari, siswa belum mampu memberikan contoh lain dari mengklasifikasikan materi dan siswa belum dapat menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan kaliamatnya sendiri. Proses pembelajaran yang masih berpusat PENDAHULUAN Pembelajaran sains sangat erat kaitannya dengan konsepkonsep ilmiah. Pemahaman konsep merupakan aspek terpenting dalam kegiatan belajar sains. Hal tersebut guna menghindari miskonsepsi pada siswa dan merupakan salah satu syarat dalam mencapai keberhasilan belajar sains. Pemahaman konsep yang salah akan membawa dampak negative pada konsep-konsep ilmiah selanjutnya, maka perlu dilakukan treatment guna menghindari miskonsepsi yang semakin banyak (Dewi & Ibrahim, 2. Kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan yang menjelaskan suatu pengetahuan atau konsep dengan kata-kata sendiri dan dapat mengartikan atau menarik kesimpulan dari penjelasan yang bisa berupa huruf, angka, gambar dan sebagainya. Menurut Anderson & Krathwol . 0: 106-. dalam (Novanto et al. , 2. , ada tujuh indikator aspek pemahaman diantaranya: . Menafsirkan, yaitu mengubah informasi dari satu bentuk kebentuk lain. Mencontohkan, yaitu proses identifikasi ciri-ciri pokok dari konsep atau prinsip umum. Mengklasifikasikan, yaitu melibatkan proses mendeteksi ciri-ciri atau pola-pola yang sesuai dengan contoh, konsep atau prinsip tertentu. Merangkum, yaitu mengemukakan satu kalimat yang Menyimpulkan, yaitu menyertakan proses menemukan pola dalam sejumlah contoh. Membandingkan, yaitu melibatkan proses mendeteksi persamaan dan perbedaan antara dua atau lebih objek. Menjelaskan, yaitu ketika siswa dapat membuat dan menggunakan model sebab-akibat dalam sebuah sistem. Melalui kemampuan pemahaman tersebut akan membantu siswa memahami dan menjelaskan suatu . Penjelasan tersebut sejalan dengan (Kilpatrick et al. , 2. dalam (Utami & Anitra, 2. kemampuan pemahaman konsep adalah kemampuan dalam memahami konsep saat Menurut Gardner dalam (Suhandi, 2. pemahaman adalah suatu proses mental terjadinya adaptasi dan transformasi ilmu pengetahuan dan Longworth berpendapat juga bahwa pemahaman merupakan landasan bagi peserta didik untuk membangun insight dan wisdom. Kemampuan siswa dalam memahami konsep tentang fakta dan peristiwa diperoleh melalui pembelajaran dan pengalaman siswa Dalam sains, kemampuan memahami konsep merupakan salah satu indikator penting untuk mencapai keberhasilan belajar sains (Dewi & Ibrahim, 2. Pemahaman konsep adalah salah satu faktor kemampuan yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik, namun belum tentu hasil belajar yang baik membuktikan bahwa peserta didik tersebut paham betul dengan konsep yang dipelajari (Tsabit et al. , 2. Peserta didik dapat dikatakan paham konsep apabila mereka dapat mengkonstruksi makna dari pesan-pesan pembelajaran yang disampaikan melalui pengajaran, buku sampai layar komputer, baik yang bersifat lisan, tulisan maupun grafis (Irwandani, 2. Pemahaman konsep sendiri merupakan faktor terpenting yang harus dimiliki peserta didik dalam setiap proses pembelajaran. Mengapa? Pelajaran yang dipelajari dengan pemahaman akan Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Bokingo Ois. Supartin, & Abdul Haris Odja The Effect of Discovery Learning Models with Blended Learning Strategies A. pada guru sehingga pembelajaran hanya berjalan satu arah kurang adanya komunikasi anatara guru dan siswa sehingga motivasi dan keberanian siswa untuk mengungkapkan pendapat ketika pembelajaran masih kurang optimal. Siswa menganggap pembelajaran IPA tidak menyenangkan karena dalam pelaksanaa pembelajaran kurang bervariataif guru jarang menggunakan metode, model dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Salah satu solusi yang diharapkan mampu mengatasi masalah tersebut, yaitu penggunaan model pembelajaran yang tepat dan disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik SMP peserta didik SMP dalam upaya peningkatan pemahaman konsep, diperlukan cara-cara tertentu yang dapat membangkitkan rasa keingintahuan peserta didik tentang konsep IPA, khususnya topik fisika (Nuayi et al. , 2. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melibatkan peserta didik langsung dalam upaya penemuan konsep dasar Oleh karena itu, peneliti ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep fisika peserta didik dengan memilih model discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media Crossword Puzzle. Pemilihan model discovery learning ini dilandasi beberapa pertimbangan bahwa model ini lebih menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya belum diketahui. Discovery learning merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari informasi dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis agar mereka dapat menemukan pengetahuannya sendiri (Musdalifa et al. , 2. Hal ini dapat membutuhkan rasa ingin tahu yang besar dan kesiapan mental dari peserta didik. model ini juga terbukti dapat meningkatkan kemampuan proses sains mahasiswa (Esomar et al. , 2. Selain itu, media yang digunakan adalah Crosword Puzzle, karena penggunaan media ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran fisika (Yunus et al. Selain itu, discovery learning ternyata penyampaian materinya tidak sempurna (Maharani & Hardini, 2. , sehingga penggunaan media crossword puzzle menjadikan peserta didik lebih dekat dengan referensi belajarnya, sehingga mereka akan lebih terpacu kerena apa yang telah dipahaminya ditemukan oleh dirinya sendiri serta menambah pengalaman (Putrayasa et al. , 2. sampling dengan cara arisan, sehingga terpilih kelas Vi3 sebagai kelas eksperimen Instrumen yang digunakan berupa lembar tes pemahaman konsep dalam yang terdiri dari 15 butir soal pemahaman konsep fisika dari 6 indikator pembelajaran. Untuk melihat keberhasilan perlakuan yang diterapkan, maka dilihat dari pengujian hipotesis. Hipotesis penelitian yang ditetapkan adalah, terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media crossword puzzle terhadap pemahaman konsep fisika peserta didik. Adapun kriteriaA ditetapkan berdasarkan skor kriteria ketuntasan minimum yang berlaku di sekolah, yaitu sebesar 75. Teknik uji yang digunakan dalam penelitian yaitu uji rerata dengan statistik uji t, sehingga diperoleh hipotesis statistik dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh variabel eksperimen terhadap variabel kriteria atau terikat sebagai berikut: H0 : AA = 75 : hasil belajar peserta didik paling rendah sebesar H1 : AA < 75 : hasil belajar peseta didik lebih kecil dari 75 Kriteria hipotesis statistik penelitian menurut Sudjana . 5: . Jika t O -t1- maka hipotesis H0 kita tolak, dengan t1- didapat dari daftar distribusi sampel t menggunakan peluang . -) dan dk = . Untuk t > -t1-, hipotesis H0 HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Hasil Penelitian Hasil penelitian diperoleh dari pemberian tes pemahaman konsep mata pelajaran fisika pada materi Konsep getaran, gelombang dan bunyi yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 nomor soal. Data diperoleh setelah peserta didik di beri perlakuan atau treatment yaitu penggunaan media crossword puzzle serta media sosial dengan implementasi model pembelajaran discovery learning dengan strategi blended Hasil rata-rata yang diperoleh tiap kelas memiliki hasil yang tidak jauh berbeda. Hal ini dikarenakan setiap kelas mendapatkan perlakuan yang sama yakni diterapkan model pembelajaran discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media crossword puzzle serta media sosial selama proses pembelajaran. Pada kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata 81. Proses pelaksanaan pembelajaran ini dilakukan selama 3 kali pertemuan. Pertemuan pertama materi yang diajarkan adalah getaran, pertemuan kedua adalah gelombang, pertemuan ketiga yaitu materi bunyi serta pertemuan ke 3 diadakan tes untuk mengukur pemahaman konsep fisika peserta didik. Persentase keterlaksanaan pembelajaran pertemuan pertama ada beberapa aspek yang tidak terlaksana sehingga keterlaksaan pembelajaran hanya memperoleh hasil sebesar 92%, untuk pertemuan kedua mengalami peningkatan yakni 96% dan pada pertemuan ketiga persentase keterlaksanaan pembelajaran memperoleh hasil sebesar 100%, hal ini berarti aspek pada keterlaksanaan pembelajaran terlaksana METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan One Shot Case Study, dimana desain ini hanya menggunakan satu kelas eksperimen tanpa perbandingan dan juga tanpa tes Di dalam perlakuan belajar, kelas eksperimen adalah diberikan untuk menentukan efek perlakuan (Arikunto, 2. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Botupingge Kabupaten Bone Bolango. Tahun Ajaran 2021/2022 dengan populasi adalah 24 peserta didik kelas Vi3. Sampel ditentukan dengan menggunakan Teknik Cluster random May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index Bokingo Ois. Supartin, & Abdul Haris Odja The Effect of Discovery Learning Models with Blended Learning Strategies A. Selain itu juga dapat dilihat bahwa persentase aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan untuk setiap Untuk pertemuan pertama, pengamatan aktivitas belajar peserta didik memperoleh hasil persentase sebesar 86% baik pada pengamat 1 dan pengamat 2. Hasil itu berada pada kriteria sangat baik. Untuk pertemuan kedua memperoleh hasil berbeda dimana pengamat 1 melakukan penilaian sebesar 89% dan 93% nilai yang diperoleh dari pengamat 2, kedua hasil tersebut berada pada kriteria sangat Selanjutnya untuk pertemuan ketiga itu memperoleh hasil yang sama besar baik yang dilakukan oleh pengamat 1 dan pengamat 2 yakni sebesar 96%. Tentunya hasil tersebut berada pada kriteria sangat baik. Sehingganya dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media crossword puzzle serta media sosial mampu meningkatkan aktivitas belajar peserta didik didalam kelas. Hasil belajar yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang lebih luas mencakup bidang kognitif, efektif, dan psikomotorik (Mansur, 2. Secara sederhana, yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan Penggunaan angka pada hasil tes tertentu dimaksudkan untuk mengetahui daya serap siswa setelah menerima materi pelajaran (Isnaini et al. , 2. Hasil perhitungan nilai rata-rata, simpangan baku, dan varian disajikan pada tabel 1 berikut. Berdasarkan hasil uji t pada Tabel 3, model discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media crossword puzzle terbukti berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik khususnya untuk pemahaman konsep Fisika pada materi konsep getaran, gelombang dan bunyi. Pemahaman Konsep Peserta Didik Pemahaman konsep merupakan unsur yang sangat penting dalam fisika. Pemahaman konsep sendiri terdari dari dua kata yaitu AupemahamanAy dan AukonsepAy. Pemahaman konsep adalah penguasaan sejumlah materi pembelajaran, dimana peserta didiknya tidak hanya sekedar mengetahui dan mengenal tetapi juga mampu mengungkapkan kembali konsep dengan yang lebih mudah dimengerti serta mampu mengaplikasikannya (Fajar et al. , 2. Pemahaman konsep yang baik merupakan dasar dari kemampuan pemecahan masalah yang baik (Yana et , 2. Hasil analisis pemahaman konsep peserta didik disajikan pada Tabel 4. [Table 4 about here. Berdasarkan Tabel 4. hasil analisis pemahaman konsep peserta didik pada kelompok eksperimen memiliki persentase yang baik dimana sebanyak 3 peserta didik mendapatkan predikat sangat baik, 18 peserta didik mendapatkan predikat baik sedangkan sebanyak 2 peserta didik yang mendapatkan predikat cukup. Sesuai hasil analisis data pada pengujian hipotesis pemahaman konsep fisika setelah diberikan perlakuan model pembelajaran discovery learning berbantuan media crosswod puzzle diperoleh rata-rata hasil tes pemahaman konsep lebih besar dari 75 artinya memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Adapun hasil penelitian tentang pemahaman konsep didapatkan persentase ratarata pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA materi getaran,gelombang dan bunyi untuk kelompok eksperimendidapatkan sebesar 81. 09% untuk kelas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media crossword puzzle serta media sosial berpengaruh positif terhadap hasil belajaran pemahaman konsep fisika. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Jafaar, 2. dengan judul AuPengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Crossword Puzzle Berbasis Android Terhadap Pemahaman Konsep Getaran. Gelombang Dan BunyiAy penelitian ini menjelaskan bahwa pembelajaran discovery learning berbantuan media crossword puzzle berbasis android berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep fisika peserta [Table 1 about here. Berdasarkan Tabel 1. nilai dari rata-rata,simpangan baku dan varian yang sangat signifikan. Pengujian hipotesis penelitian didasarkan atas pengujian normalitas data. Dimana dalam penelitian ini. Teknik yang digunakan adalah pengujian normalitas data chi kuadrat (N. Teknik ini dilakukan berdasarkan komparatif kurva normal secara teoritis dengan kurva normal dari data penelitian, sedangkan dari perhitungan chi kuadrat sendiri, data dikatakan normal jika harga chi kuadrat hitung (N2 hitun. lebih kecil dari harga chi kuadrat tabel (N2 tabe. Hasil pengujian normalitas data sebagimana disajikan pada tabel 2. [Table 2 about here. Berdasarkan hasil pengujian normalitas data, yang mana seluruh data terdistribusi normal, maka untuk pengujian hipotesis statistik digunakan uji statistik parametrik berupa uji-t. Hasil pengujian hipotesis ditampilkan pada Tabel 3. Berdasarkan hasil yang dilakukan oleh (Hermanto, 2. bahwa Pembelajaran yang bersifat student centered akan membuat penguasaan konsep peserta didik lebih baik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membuat pembelajaran bersifat student centered adalah pembelajaran melalui eAe Dengan eAelearning peserta didik akan mendapat [Table 3 about here. May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index Bokingo Ois. Supartin, & Abdul Haris Odja The Effect of Discovery Learning Models with Blended Learning Strategies A. kedalaman materi yang peserta didik inginkan, peserta didik dapat berhenti dan atau melanjutkan sesuai dengan tingkat penguasaan peserta didik terhadap suatu konsep. Wawancara dengan peserta didik yang memiliki nilai terrendah dan tertinggi mengatakan bahwa peserta didik mendapat informasi yang lebih dari internet dan menyatakan pembelajaran ini lebih praktis dan efisien karena peserta didik dapat bertanya kepada guru secara online ketika peserta didik di dalam kelas kurang bisa memahami. Pada pembelajaran online guru dapat melihat perhatian individu peserta didik dengan melihat pertanyaanAepertanyaan yang ditanyakan oleh peserta didik. PertanyaanAepertanyaan ini berkaitan dengan materi pada saat itu dan materi yang sudah peserta didik Kenyataannya peserta didik mengalami permasalahan walaupun peserta didik sudah menyelesaikan materi tersebut. Sebagai salah satu contoh peserta didik menanyakan materi tentang vektor, peserta didik masih mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal tentang vektor, dengan pembelajaran ini maka guru memberikan umpan balik langsung kepada peserta didik yang mengalami Dengan ini peserta didik dapat mengevaluasi dirinya sendiri tentang pembelajaran yang dilakukannya. Dengan model seperti ini peserta didik dapat terdorong untuk berpartisipasi dalam kelas dan guru dapat merefleksi pembelajaran secara online. E-learning selain memiliki kelebihan juga memiliki kelemahan (Rosenberg, 2. , yaitu: . proses pembelajaran cenderung kearah pelatihan daripada pendidikan, dan . kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau sosial antar peserta didik. Untuk mengatasi pembelajaran tersebut maka di gabungkan antara eAelearning dengan pembelajaran konvensional yang disebut blended learning. Fasilitas yang ada di pembelajaran online antara lain materi dalam bentuk teks, gambar, movie, simulasi, animasi yang interaktif, penugasan, chat, dan kuis. Dengan peserta didik menggunakan fasilitas yang ada di pembelajaran online berupa penugasan, chat, dan kuis maka pengetahuan atau wawasan yang mereka dapat lebih banyak. Dengan blended learning ini, penguasaan konsep peserta didik lebih baik hal ini terlihat dari penguasaan konsep pada kelas eksperimen yang memperoleh nilai diatas KKM. Penggunaan media crossword puzzle pada proses pembelajaran dilakukan perkelompok. Dimana dalam hal ini setiap kelompok menjawab setiap soal yang berbentuk teka teki silang dalam aplikasi tersebut. Setelah semua soal terjawab kelompok akan dibagikan LKPD yang didalamnya terdapat percobaan terkait materi getaran, gelombang dan Hal ini bertujuan untuk lebih melekatnya pemahaman konsep fisika pada peserta didik. Media crossword puzzle diyakini mampu meningkatkan pemahaman konsep fisika, seperti halnya yang dinyatakan oleh (Yunus et al. , 2. bahwa pembelajaran menggunakan media pembelajaran crossword puzzle dengan model discovery learning pada materi gelombang bunyi berpengaruh terhadap hasil belajar Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pemahaman konsep fisika setelah diberikan perlakuan model discovery learning berbantuan media crosswod puzzle diperoleh rata-rata hasil tes pemahaman konsep lebih besar dari 75, artinya memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Adapun hasil penelitian tentang pemahaman konsep didapatkan persentase rata-rata pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA materi getaran,gelombang dan bunyi untuk kelompok eksperimen memperoleh hasil yang signifikan yakni didapatkan sebesar 81,09%. Berarti. penggunaan model discovery learning berbantuan media crossword puzzle berbasis android berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep peserta Penggunaan model discovery learning diduga berperan dalam mengarahkan peserta didik menemukan konsep melalui berbagai informasi atau data yang diperoleh melalui pengamatan atau percobaan. Hal ini didukung oleh pendapat (Sani, 2. , yang menyatakan bahwa discovery learning proses dari inkuiri, metode balajar yang menuntut guru lebih kreatif menciptakan situasi yang membuat peserta didik belajar aktif menemukan jawabanya sendiri. Selain itu. Discovery learning merupakan proses pelaksanaan pembelajaran yang menyampaikan materinya secara tidak utuh atau hanya gambaran saja, karena peserta didik dituntut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan menemukan sendiri suatu konsep (Maharani & Hardini, 2. Keberhasilan penelitian ini didukung (Lubis et al. , 2. bahwa discovery learning berbantuan permainan teka-teki silang berpengaruh positif terhadap hasil belajar dengan hasil yang diperoleh paling rendah 75 dan telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Penerapan media crossword puzzle dalam proses pembelajaran membuat peserta didik lebih mudah memahami konsep-konsep IPA. Lebih lanjut, (Hisyam, 2. menjelaskan crossword puzzle merupakan salah satu permainan yang bisa dipakai sebagai strategi dalam pembelajaran yang baik dan menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar berlangsung serta dapat mengacu partisipasi peserta didik dengan aktif sejak awal. crossword puzzle dapat menghilangkan serta kejenuan dalam penyampaian materi dan menciptakan suasana belajar menyenangkan kerena terkesan santai. Permainan biasanya bisa menghilangkan rasa takut peserta didik berlatih dan berpartisipasi serta dapat menghilangkan perasaan malu dan dipaksa agar berbicara (Hafrison, 2. Keunggulan diterapkannya model pembelajaran discovery learning berbantuan media crossword puzzle berbasis android adalah peserta didik terlihat lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran serta mampu menimbulkan rasa senang pada peserta didik karena model pembelajaran yang digunakan mampu menumbuhkan rasa menyelidiki dan berhasil menguasi konsep-konsep yang susah untuk diingat. Selain model pembelajaran, media crossword puzzle yang digunakan sebagai alat bantu dalam pemebelajaran mampu membantu peserta didik untuk mengingat konsep-konsep serta materi yang diajarkan karena media crossword puzzle ini mengandung unsur permainan yang menyenangkan. Kelemahan dalam penelitian ini adalah waktu yang digunakan cukup lama, karena harus melakukan sosialisasi cara penggunaan media crossword puzzle dalam pembelajaran meskipun teleh diberikan pegangan berupa panduan. Selain May 2022 | Volume 6 | Issue 1 Science Education Journal (SEJ) | https://sej. id/index. php/sej/index Bokingo Ois. Supartin, & Abdul Haris Odja The Effect of Discovery Learning Models with Blended Learning Strategies A. menggunakan android digunakan juga Mesengger sebagai wadah atau tempat diskusi terkait materi yang diajarkan Adapun konstribusi untuk pendidikan penelitian ini bisa dijadikan rujukan sebagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik serta untuk media yang dihasilkan bisa digunakan sebagai alternatif penguatan untuk materi getaran, gelombang dan bunyi. Hikmah Bandar Lampung. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4. , 165Ae177. https://doi. org/10. 24042/jpifalbiruni. Isnaini. Wigati. , & Oktari. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Torso terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sistem Pencernaan pada Manusia di SMP Negeri 19 Palembang. Jurnal Biota, 2. Retrieved http://jurnal. id/index. php/biota/article/view/535. Jaapar. Odja. , & Buhungo. Validity Analysis Of Android-Based Discovery Learning Learning Model To Improve The Understanding Of The Physical Concepts. Insecta: Integrative Science Education And Teaching Activity Journal, 1. , 168Ae174. Https://Doi. Org/10. 21154/Insecta. V1i2. Kilpatrick. Swafford. , & Findell. The Standars of Mathematical Proficiency. Adding it up: Helping Children Learn Mathematics. Washington DC: National Academy Press. Lubis. Yalvema Miaz, & Indah Eka Putri. Influence of the Guided DiscoveryLearning Model on Primary School StudentsAo Mathematical Problem-solving Skills. Mimbar Sekolah Dasar, 6. , 253Ae266. doi:10. 17509/mimbar-sd. Maharani. , & Hardini. Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Benda Konkret Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa. E-Jurnalmitrapendidikan, 1. , 549Ae561. Mansur. Belajar Jalan Perubahan Menuju Kemajuan. Jurnal Vicratina, 3. , 145. http://w. id/index. php/fai/article/view/1075 Mulyana. Asrizal. , & Festiyed. Studi Deskriptif Meta Analisis Pengaruh Bahan Ajar Fisika dan IPA Terhadap Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal Pendidikan Fisika, 9. , 31. https://doi. org/10. 24127/jpf. Musdalifa. Ramdani. , & Danial. Pengaruh Blended Learning Berbasis Jejaring Sosial Edmodo pada Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangg. Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia Dan Pendidikan Kimia, 21. , 59. https://doi. org/10. 35580/chemica. Nuayi. Supartin, & Buhungo. Stimulation of Pressure on Liquid Concept in STAD Learning Model to Improve Rational Thinking Skills and Learning Outcomes Students. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 14 . , 8391 https://doi. 15294/jpfi. Novanto. Anitra. , & Wulandari. Pengaruh Model Pembelajaran Poe Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Ipa Siswa Sd. ORBITA: Jurnal Kajian. Inovasi Dan Aplikasi Pendidikan Fisika, 7. , 205. https://doi. org/10. 31764/orbita. Novitasari. Widyaningsih. , & Sebayang. Analisis Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik Kelas X IPA di SMA Negeri 1 Manokwari melalui Pembelajaran Online. Silampari Jurnal Pendidikan Ilmu Fisika, 3. , 39Ae57. https://doi. org/10. 31540/sjpif. Putrayasa. Syahruddin, & I Gede Margunayasa . Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar IPA Siswa. MIMBAR PGSD Undiksha, 2. https://doi. org/10. 23887/jjpgsd. Rosenberg. Marc. E-Learning : Strategies For Delivering Knowledge In The Digital Age. USA : McGraw-Hill Companies S. Sani. Pembelajaran saintifik untuk implementasi kurikulum 2013. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Salim Nahdi. Yonanda. , & Agustin. Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Pada Mata Pelajaran Ipa. Jurnal Cakrawala Pendas, 4. , https://doi. org/10. 31949/jcp. Sandra. Tandililing. , & Oktavianty. Analisis Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Hukum Newton Di Sma Negeri 3 Bengkayang. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 7. , 1Ae8. https://jurnal. id/index. php/jpdpb/article/view/29100http://jurnal. id/index. php/jpdpb/article/view/29100 Suhandi. Penyusunan dan analisis tes pemahaman . konsep fisika dasar mahasiswa calon guru. Prosiding Seminar Nasional. Universitas Negeri Yogyakarta. Suprapti. Meningkatkan Prestasi Belajar Irisan Kerucut Melalui Model Discoverylearning. 8, 70Ae81. Tsabit. Rizqia Amalia. , & Hamdani Maula. Analisis Pemahaman Konsep Ips Materi Kegiatan Ekonomi Menggunakan Video Pembelajaran Ips Sistem Daring Di Kelas Iv. 3 Sdn Pakujajar Cbm. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. V(Vol June https://doi. org/10. 23969/jp. Utami. , & Anitra. Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa Berdasarkan Gender pada Pembelajaran Realistic Mathematics Education Berbantuan Alat Peraga PANDU. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian Dan Kajian Kepustakaan Di Bidang Pendidikan. Pengajaran Dan Pembelajaran, 6. , 475. https://doi. org/10. 33394/jk. Widiyanto. Sujarwanto. , & Prihaningtiyas. Analisis pemahaman konsep peserta didik dengan instrumen. Prosiding Seminar Nasional KESIMPULAN Penggunaan model discovery learning dengan strategi blended learning berbantuan media crosswod puzzle berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep fisika. uji statistik t diperoleh harga t hitung lebih kecil daripada t tabel yang berarti rata-rata hasil dari kelas eksperimen diatas dari KKM 75, di mana peserta didik yang memperoleh nilai di atas 75 sebesar 82,61% . Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memaparkan beberapa saran yang kiranya bisa dipertimbangkan untuk perbaikan kedepannya yaitu Dalam rangka untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, alangkah baiknya menggunakan pre-test dan posttest agar bisa di analisis peningkatan nilai gain- nya dan Perlu penambahan waktu untuk sosialisai model pembelajaran discovery learning dengan strategi blended berbantuan media crossword puzzle serta media sosial , agar peserta didik lebih UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih saya ucapkan untuk Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Negeri Gorontalo yang telah Membimbing sampai selesainya studi ini serta SMPN 1 Botupingge yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian ini. REFERENCES