AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo PEMBIASAAN PIRING BERBAGI UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP DERMAWAN ANAK USIA DINI DI KB RA PERWANIDA Indah Rachmawati UIN Sunan Ampel Surabaya 06040921065@student. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo UIN Sunan Ampel Surabaya AlQudus@uinsa. Abstract: Artikel ini membahas penelitian tentang pembiasaan piring berbagi di KB RA Perwanida untuk meningkatkan sikap dermawan Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan observasi dan wawancara dengan guru Hasil penelitian menunjukkan adanya keberhasilan dalam meningkatkan sikap dermawan anak usia dini. Anak-anak mulai mengerti arti berbagi dan menolonng sesama teman. Anak yang awalnya masih memiliki sikap egois yang tinggi berubah menjadi memiliki sikap sosial terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini terfokus pada pentingnya meningkatkan sikap berbagi anak usia ini sejak usia ini. Melalui pembiasaan piring berbagi yang ada di KB RA Perwanida anak dapat meningkatkan sikap dermawan tersebut. Sikap dermawan berasal dari bahasa Yunani AuFilantropiAy yang memiliki arti dapat dikembangkan melalui pembiasaan, percontohan, dan interaksi. Pembiasaan piring berbagi tidak memaksakan anak untuk harus namun, anak akan meniru jika teman-temannya berbagi. sehingga anak tidak kesulitan dalam meningkatkan sikap Karena melalui pembiasaan ini anak tidak dituntut untuk berpikir keras. Hanya perlu melihat dan mencontoh apa yang sudah dicontohkan guru atau teman sekitarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pembiasaan piring erbagi tidak efektif hanya untuk meningkatkan sikap dermawan anak usia dini. Namun juga sikap Dengan ini, pembiasaan piring berbagi menjadi satu diantara metode yang cocok untuk meningkatkan sikap dermawan anak usia dini. Keywords: Dermawan. Anak Usia Dini. Pembiasaan. PENDAHULUAN Halaman 360 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pembiasaan Piring Berbagi untuk Mengembangkan Sikap Dermawan Anak Usia Dini di KB RA PERWANIDA Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat penting. Dimana Usia ini merupakan usia yang biasa disebut dengan Golden Age. Pada pendidikan Anak usia dini, anak usia 2 sampai 5 tahun mempelajari perilaku baik dengan cara mencontoh dari orang sekitarnya seperti halnya lingkungan Sikap baik yang dicontoh dan dipelajari anak usia dini tidak hanya tentang sikap beribadah, cara berbicara yang baik, atau cara berteman yang baik. Satu diantara sikap yang dapat dicontoh dan dipelajari anak usia dini di sekolah yakni sikap dermawan, suka berbagi dan ikhlas dalam membantu. Sikap dermawan merupakan sikap yang sangat penting untuk ditingkatkan pada jenjang pendidikan. Agar para peserta didik dapat memiliki sikap sosial yang baik. Pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang melahirkan generasi yang pintar dalam bidang akademik. Namun, kepekaan terhadap sosial juga merupakan satu diantara nilai unggul untuk generasi pendidikan yang berkualitas. Peserta didik merupakan sebuah amanat untuk pendidiknya. Jika diarahkan dan dibiasakan untuk bersikap baik maka akan baik tingkah lakunya. Namun, jika sebaliknya peserta didik dibiarkan untuk bersikap yang tidak baik maka dia akan seperti hewan gembala yang dilepaskan begitu saja tanpa arahan yang jelas. Banyak yang beranggapan bahwa Anak Usia Dini adalah orang dewasa yang hanya bertubuh kecil. Sehingga disikapi layaknya orang dewasa. Padahal di usia ini mereka sedang berada pada tahap perkembangan. Perkembangan adalah suatu proses pertumbuhan yang lebih maju. Perkembangan berpacu pada fungsi-fungsi organ jasmaniyah. (Eliyyil Akbar, 2. Begitupun dengan melatih anak usia dini untuk memiliki sikap dermawan. KB RA Perwanida menggunakan pembiasaan piring berbagi di saat jam makan. Saat jadwal makan di kelas guru selalu meletakkan piring berbagi di tengah peserta didik. Agar peserta didik dapat membagikan snack atau makanan yang dia bawa dari rumah. Kegiatan ini sangat diterima oleh alam bawa sadar peserta sebagai buktinya saat kegiatan makan bersama guru lupa mengeluarkan piring berbagi peserta didik akan menanyakan piring berbagi kepada guru Bahkan beberapa kali yang menyiapkan piring berbagi tersebut adalah peserta didik. Tidak sedikit juga peserta didik yang turut serta membagikan makanan nya ke dalam piring berbagi. Pembiasaan di KB RA Perwanida ini sangat jarang dijumpai di sekolah lain. Pembeda dari pembiasaan ini adalah adanya piring berbagi. Sedangkan saat di sekolah lain hanya membiasakan anak bersikap dermawan melalui arahan dari Melalui piring ini anak paham tanpa ada arahan yang intens untuk berbagi 1 Fitri and Setiawati. AuMenumbuhkan Sikap Dermawan Pada Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Makan Bersama. Ay 2 Arif Rahman. AuMenumbuhkan Sikap Dermawab Pada Peserta Didik Di Lingkungan Sekolah. Ay 3 Darmiah. AuHakikat Anak Didik Dalam Pendidikan Islam. Ay Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 361 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo Makanan yang ada di pirin berbagi tidak hanya diberikan untuk anak yang tidak membawa makanan. Namun semua makanan yang ada di piring berbagi boleh diambil oleh siapa saja yang ingin mengambil makanan yang ada di piring berbagi dengan catatan makanan tersebut bukan makanan yang tidak diizinkan orang tua atau bahkan yang berbahaya jika sering dikonsumsi oleh anak usia dini, seperti permen, coklat, ciki yang bisa membuat peserta didik terkena penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi pembaca untuk menstimulasi sikap dermawan anak melalui pembiasaan piring berbagi. Dengan adanya penelitian ini pembaca atau guru anak usia dini menjadi tahu selain dengan permainan anak juga bisa mengolah sosial emosional mereka melalui kegiatan pembiasaan-pembiasaan yang dilaksanakan saat di sekolah. Dengan pembiasaan di sekolah yang dilaksanakan setiap hari anak mampu merekam dan mempelajari sikap-sikap yang seharusnya dimiliki sebagi seorang manusia yang pada dasarnya adalah makhluk sosial. PENGERTIAN ANAK USIA DINI Keadaan normal sebagai seorang manusia adalah mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah proses perubahan secara kuantitif yang dapat dilihat langsung oleh mata dan diukur dengan alat ukur. Seperti pertambahan tinggi badan, bertambahnya panjang rambut, bertambahnya berat badan, dan lain sebagainya. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan secara kualitatif yang tidak bisa dilihat langsung oleh mata namun bisa dirasakan perubahannya. Seperti perubahan sifat, yang awalnya kurang peduli dengan lingkungan sekitar menjadi peduli dengan hal-hal kecil yang terjadi di lingkungan sekitar. Ataupun bisa dicirikan seperti bertambah pintar dan berambah kematangan psikisnya. Anak usia dini merupakan masa dimana anak sedang menduduki fase pertumbuhan dan perkembangan. Para ahli menyebutnya dengan masa emas. Masa yang hanya satu kali seumur hidup. Sehingga harus sangat dimanfaatkan untuk mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Yuliani sujiono menyatakan bahwa anak usia dini adalah anak yang baru dilahirkan hingga usia 6 tahun. Pada usia ini anak berkembang dengan sangat Anak mampu mengasah kemampuan intelektualnya serta karakter dan kepribadiannya dengan baik. 6 Menurut NAEYC (National Assosiation Education for Young Chil. anak usia dini adalah anak yang berusia 0-8 tahun. 4 Tatminingsih. AuHakikat Anak Usia Dini. Ay 5 Priyanto. AuPengembangan Kreativitas Pada Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Bermain. Ay 6 Theory et al. AuTinjauan Mata Kuliah. Ay 7 Wijana. AuKonsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini (Pau. Ay Halaman 362 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pembiasaan Piring Berbagi untuk Mengembangkan Sikap Dermawan Anak Usia Dini di KB RA PERWANIDA Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo Menurut diana. Anak Usia Dini merupakan anak dari usia 0-6 bulan. Pada masa ini orang dewasa seperti guru, orang tua, dan orang sekitar yangblebih dewasa dari Anak usia dini sangat berperan penting untuk memberikan sebuah modal pengembangan dan pertumbuhan untuk anak. Karena Anak Usia dini akan meniru dan mengsmbil sebuah pembelajaran dari orang sekitarnya. Menurut The National Sociation for the Education, anak usia preschool merupakan anak usia toodler yang berusia sekitar 1 sampai 3 tahun. Menggunakan ungkpan pra sekolah karena menurutnya pra sekolah adalah anak yang berusia 3 sampai 6 tahun. Menurut agama Islam, anak merupakan titipan dari Allah yang harus dijaga dan dirawat dengan baik oleh kedua orang tua. Sejak usia dini Allah memberikan anak bermacam-macam potensi yang dapat dikembangakan saat Jika tidak dikembangkan dengan baik anak akan memiliki hambatan pada pertumbuhan dan perkembangannya. PENGERTIAN SIKAP DERMAWAN Kedermawanan berasal dari bahasa Yunani Filantropi yang terdiri dari kata philein dan antrophos. Philein memiliki arti cinta dan antrophos memiliki arti Jadi kedermawanan adalah manusia yang memiliki rasa cinta terhadap manusia lainnya. Sedangkan dalam kamus Bahasa Indonesia dermawan memiliki arti mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan orang lain tanpa adanya rasa terpaksa. Islam memerintahkan kepada umatnya untuk bersikap dermawan. Karena agar umat islam memiliki perasaan sosial yang tinggi, lebih bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan, dan juga dapat membersihkan jiwa umat manusia dari sesuatu hal yang mungkar. Sikap dermawan dapat ditumbuhkan sejak dini dengan berbagai macam cara yang mudah dipahami oleh anak usia dini. Seperti keteladanan, pembiasaan, atau memberikan nasehat kepada anak. PIRING BERBAGI 8 Izzah. Adhani, and Fitroh. AuPengembangan Media Buku Dongeng Fabel Untuk Mengenalkan Keaksaraan Anak Usia 5-6 Tahun Di Wonorejo Glagah. Ay 9 Nurhayati. AuPengertian Pendidikan Presekolah Sangat Simpang Siur Sehingga Akan Mengaburkan Arah Pembicaraan. Seperti Yang Dimaksud Dengan Early Chilhood ( Anak Masa Awa. Adalah Anak Berusia Sejak Lahir Sampai Usia Delapan Tahun2. Hal Ini Merupakan Pengertian Baku Ya. Ay 10 Hadisi. AuPendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini La Hadisi. Ay 11 Triani. AuUrgensi Sikap Dermawan Menurut Hadis. Ay 12 Arif Rahman. AuMenumbuhkan Sikap Dermawab Pada Peserta Didik Di Lingkungan Sekolah. Ay 13 Alapjyn-. AuSikap Dermawan. Ay Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 363 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo Piring berbagi merupakan sebutan pembiasaan yang dilakukan saat kegiatan makan bersama. Guru dan anak selalu menyebut dengan nama piring berbagi dikarenakan piring tersebut digunakan untuk meletakkan makanan yang akan dibagikan oleh anak-anak. Piring tersebut hanya piring biasa, namun hanya saja menjadi barang wajib yang ada dikelas. Pembiasaan piring berbagi merupakan pembiasaan yang dilakukan untuk membiasakan anak saling berbagi dengan orang sekitarnya. Anak dilatih untuk mengeluarkan atau memberikan sebagian dari makanan yang mereka punya untuk orang lain. Dengan sering melakukan pembiasaan ini anak akan terbiasa dengan sendirinya. Karena pembiasaan ini langsung dilakukan anak setiap Pembiasaan ini mampu membantu anak untuk memunculkan sikap dermawannya dengan sangat baik. Selain meningkatkan sikap dermawan melalui pembiasaan ini interaksi sosial anak akan semakin baik. Karena adanya komunikasi yang intens saat pembiasaan ini berlangsung. Anak akan dengan sendirinya mampu memahami perasaan orang lain dan memiliki rasa empati terhadap orang lain. Keluarga akan lebih mudah untuk membantu meningkatkan nilai-nilai karakter pada masa ini. Karena pada masa ini nilai-nilai karakter belum terpengaruhi hal negatif. Orang tua maupun guru akan lebih mudah dalam mengawasi dan memberikan arahan tentang sikap yang baik kepada anak. Karena sejatinya melatih sikap berbagi bisa dilakukan disekolah maupun di PEMBIASAAN PIRING BERBAGI DI KB RA PERWANIDA Pada proses pengamatan selama 2 bulan yang dilakukan oleh peneliti di KB-RA PERWANIDA khususnya pada kelompok A3 dengan objek penelitian yang berjumlah 27 anak. Terdapat perubahan sikap dermawan pada Anak Usia Dini yang begitu signifikan melalui pembiasaan yang ada di sekolah. Pembiasaan piring berbagi ini sudah terlaksana sangat lama. Adanya pembiasaan piring berbagi ini akan memunculkan rasa sosial anak untuk saling berbagi dengan teman juga memunculkan rasa dermawan dengan selalu berbagi apa yang dimiliki. Pembiasaan ini terjadi saat jam makan anak. Berbeda dengan jam istirahat. KB-RA PERWANIDA membedakan antara jam istirahat dan jam makan. Pada saat jam istirahat anak-anak dibebaskan untuk bermain di halaman dengan teman-teman selama lebih kurang 30 menit. Namun, saat jam makan anak tetap berada di dalam kelas dengan menikmati bekal yang sudah disiapkan dari rumah. 14 Evi Nur Khofifah and Siti Mufarochah. AuPenanaman Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Dan Keteladanan. Ay 15 Oktamia Anggraini Putri. AuJ. Pendidik. Dan Konseling. Ay Halaman 364 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pembiasaan Piring Berbagi untuk Mengembangkan Sikap Dermawan Anak Usia Dini di KB RA PERWANIDA Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo Tahapan pelaksanaan pembiasaan piring berbagi ini seperti sebagaimana sekolah-sekolah lain melaksanakan kegiatan makan bersama yakni diawali dengan mempersiapkan makan dan minum, berdoa bersama, dan melaksanakan makan bersama. Piring berbagi akan diberikan ketika anak-anak sudah mulai menikmati bekal yang mereka bawa dari rumah. Guru meletakkan piring berbagi di tengah anak atau bahkan terkadang anak yang menghampiri guru dan mengambil piring berbagi. Adanya piring berbagi ini bukan hanya untuk anak yang tidak membawa bekal saja. Melainkan untuk semua anak yang memang mau meminta makanan yang ada di piring berbagi tersebut. Guru bertugas untuk menyortir makanan yang diambil anak dari piring berbagi. Guru akan melarang dan menasehati jika anak mengambil makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan karena alasan Selama peneliti melakukan pengamatan dalam rentan waktu Agustus sampai September, penerapan pembiasaan piring berbagi ini memberikan dampak yang sangat baik kepada anak. Mereka yang awalnya hanya fokus pada diri sendiri dan tidak mengerti apa itu berbagi karena memang baru menginjak kelompok A dan belum mengenal apa itu sikap dermawan dan masih intens untuk diperingatkan. Terkadang terjadi kericuhan antar siswa dikarenakan masih sering mengambil makanan milik teman tanpa izin. Dengan adanya pembiasaan ini mereka mulai mengerti dan mampu melakukannya dengan baik. Pembiasan ini mampu meningkatkan sikap dermawan anak. Dapat dilihat ketika anak mulai mampu membantu teman yang kesulitan, memberi teman apa yang mereka butuhkan, dan memberikan apa yang dimiliki ketika sesuatu itu dirasa terlalu banyak atau berlebihan untuknya. Saat melaksanakan wawancara dengan guru kelas kelompok A3. Peneliti mendapatkan sebuah hasil dimana terdapat perubahan yang drastis terhadap anak dalam peningkatan sikap dermawan anak. Guru menjelaskan bahwasannya saat pertama kali anak masuk sekolah, anak belum mampu berbagi dengan temannya dan terkadang juga asal mengambil makanan milik Saat sudah mulai terbiasa dengan pembiasaan tersebut anak mampu mengolah sikap dermawannya dan perilakunya saat ingin meminta makanan kepada temannya. Terdapat beberapa anak yang perkembangan sikap dermawannya sangat baik. Dia mampu berbagi dengan tanpa menunggu arahan dari guru. Peneliti menyimpulkan bahwa pembiasaan piring berbagi ini sangat efektif dalam membantu meningkatkan sikap dermawan anak usia dini. Karena dengan pembiasaan ini anak mampu mengambil sebuah pelajaran tanpa harus berfikir Hanya cukup dengan menirukan perilaku yang telah dicontohkan oleh guru dan terbiasanya diarahkan untuk bersikap dermawan. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 365 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Indah Rachmawati. AL-Qudus Noviandri Eko Sucipto Dwijo KESIMPULAN Anak Usia Dini merupakan fase yang sangat berharga dalam perkembangan hidup manusia. Saat seseorang menginjak fase ini, seseorang mampu menyerap lebih banyak ilmu daripada saat dia sudah dewasa. Memori Anak Usia Dini masih bersih dan belum terkontaminasi dengan hal-hal yang Itulah sebabnya Anak Usia Dini mampu merekam lebih banyak tingkah laku dan pembelajaran. Selain hal itu, dalam meningkatkan perkembangan usia dini diperlukan adanya pembiasaan. Pembiasaan dilaksanakan bertujuan untuk membantu anak dalam meningkatkan aspek-aspek yang perlu dikembangkan. Selain akademik hal yag perlu ditingkatkan adalah nilai karakter. Karakter yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah karakter dermawan. Peneliti menemukan satu kegiatan yang membantu Anak Usia Dini berlatih meningkatkan sikap dermawan. Kegiatan tetrsebut adalah AuPembiasaan Piring BerbagiAy yang dilaksanakan di KB RA Perwanida. KB RA Perwaida memiliki pembiasaan tersebut sudah cukup lama dan berhasil dalam meningkatan sikap dermawan Ank Usia Dini. Pembiasaan piring berbagi di KB RA Perwanida dilaksanakan setelah materi pagi di kelas. Sebelum istirahat siswa diberi kesempatan untuk makan bersama bekal yang sudah dibawa dari rumah. Dari kegiatan ini anak melatih dirinya untuk bersikap dermawan. Guru menyediakan sebuah piring yang selalu diletakkan di tengah siswa. Tidak ada paksaan kepada siswa untuk meletakkan makanan di piring Namun, sejatinya Anak Usia Dini suka meniru perlakuan yang dilakukan orang sekitarnya. Sehingga ketika melihat teman-teman mereka meletakkan makanan di piring berbagi mereka akan ikut berbagi. semua yang berawal dari hanya meniru akan berubah menjadi sebuah kebiasaan. Tugas guru saat kegiatan makan bersama adalah mensortir makanan yang dimakan oleh siswa baik dari bekal maupun mengambil dari piring berbagi. makanan yang ada dalam piring berbagi tidak hanya untuk anak yang tidak membawa bekal saja. Namun untuk semua anak yang ingin megambil makanan dari piring berbagi. DAFTAR PUSTAKA