Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Analisis Pengendalian Internal Piutang dalam Meminimalisir Piutang tak Tertagih pada Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road Ni Made Rai Febri Adnyani Putri1. Putu Aristya Adi Wasita2 Program Studi Akuntansi. Fakultas Bisnis. Pariwisata. Pendidikan, dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Jl. Raya Padang Luwih Tegaljaya Dalung Kuta Utara. Bali. Indonesia *Corresponding Author: 22111501048@undhirabali. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian internal piutang usaha di Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road. Pengendalian internal yang baik sangat penting untuk memastikan bahwa standar operasional perusahaan berjalan dengan baik. Piutang adalah klaim terhadap aset seperti uang, barang, atau jasa yang harus diterima dari pelanggan. Piutang usaha di sektor perhotelan sering kali berkaitan dengan transaksi yang melibatkan pelanggan korporat dan agen perjalanan, sehingga pengelolaannya menjadi krusial untuk menjaga arus kas dan profitabilitas. Terkadang, piutang ini tidak dapat ditagihkan karena berbagai alasan, seperti ketidakmampuan atau ketidakmauan pelanggan untuk melunasi kewajibannya kepada perusahaan dan para pelanggan meminta waktu lebih untuk melakukan proses pembayaran. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat mengetahui bagaimana perkembangan proses penagihan piutang di Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, dengan melakukan pengumpulan data langsung, wawancara, observasi serta dokumentasi. Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road sudah melakukan pengendalian piutang dengan sangat baik, sehingga menghasilkan presentase penagihan piutang diatas 90%. Oleh karena itu. Pengendalian internal piutang di Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road harus tetap dipertahankan dan jika bisa ditingkatkan lagi dengan melakukan kontrol harga penjualan kamar di setiap harinya serta selalu mengingatkan kepada para klien atau agen perjalanan terkait pembayaran agar melakukan pembayaran sebelum tanggal jatuh Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi dan akademisi dalam memahami dinamika piutang usaha di industri perhotelan serta memberikan rekomendasi untuk praktik manajerial yang lebih baik. Kata Kunci: Piutang Usaha. Pengendalian Internal Pendahuluan Persaingan bisnis di dunia usaha semakin berkembang sehingga perusahaan dituntut untuk lebih bekerja keras dalam mempertahankan usaha dan meningkatkan laba. Untuk dapat melakukan hal tersebut, diperlukan adanya suatu strategi bisnis. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah dengan melakukan penjulan secara kredit. Secara umum hal yang akan timbul karena adanya transaksi penjualan barang atau jasa secara kredit adalah piutang yang akan berpengaruh terhadap modal kerja perusahaan. Semakin besar proporsi penjualan kredit terhadap modal kerja perusahaan berarti semakin besar pula proporsi penjualan dan memperbesar jumlah investasi dalam piutang. Dengan semakin besarnya jumlah piutang maka akan memperbesar resiko yang mungkin Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 saja bisa terjadi, dimana resiko piutang pada kenyataannya tidak dapat dihilangkan tapi hanya dapat sekedar diperkecil. Salah satu resiko yang mungkin saja bisa terjadi adalah resiko tidak tertagihnya piutang, baik itu secara keseluruhan maupun sebagian dan jika hal itu terjadi maka akan menghambat kelancaran kegiatan operasional perusahaan apalagi jika piutang perusahaan terlalu besar. Dengan semakin besarnya jumlah piutang maka akan memperbesar resiko yang mungkin saja bisa terjadi, dimana resiko piutang pada kenyataannya tidak dapat dihilangkan tapi hanya dapat sekedar diperkecil. Menurut Nurazizah . Piutang merupakan salah satu jenis aktiva lancar yang tercantum pada neraca. Pendapat juga dikemukakan oleh Rozikin Ainun . Piutang merupakan klaim aset baik berupa uang, barang atau jasa kepada pihak pelanggan. Untuk tujuan pelaporan keuangan, piutang diklasifikasikan sebagai piutang lancar atau piutang tidak lancar, piutang lancar . urrent receivable. diharapkan tertagih dalam satu tahun atau selama siklus operasi berjalan, mana yang lebih panjang. Semua piutang lain diklasifikasikan sebagai piutang tidak lanca . ong term Menurut Hery . dalam Ariyati . Piutang tak tertagih muncul karena adanya pelanggan yang tidak mampu membayar hutangnya kepada perusahaan, hal ini dikarenakan adanya penurunan omset penjualan sebagai akibat dari lemahnya perekonomian dan kebangkrutan yang dialami oleh pelanggan. Menurut . dalam Muhtaron . , pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem yang dirancang untuk membantu suatu organisasi mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Menurut E Chandra . AuHotel adalah bisnis dalam bidang akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh area bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan, minum, serta jasa lainnya bagi umum yang dikelola secara komersial. Hotel membutuhkan penjualan dengan opsi kredit, yang tujuanya memudahkan pihak pembeli untuk tetap menikmati fasilitas hotel. Sumber: Finance Dept Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road Piutang usaha yang terjadi hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan Company Ledger dan City Ledger. Company ledger itu sendiri berasal dari penjualan kamar dengan credit card serta penyewaan meeting room untuk beberapa perusahaan atau kementrian. Sedangkan City ledger berasal dari kerjasama dengan berbagai pihak travel agent. Metode Metode analisis data yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif. Metode analisis ini digunakan karena penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengendalian internal piutang usaha untuk meminimalkan piutang tak tertagih. Metode yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data yaitu Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 melalui survey lapangan dan wawancara dengan pihak terkait yaitu bagian Account Receivable dan Chief Accounting dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai topik yang dibahas pada penelitian ini. Lokasi penelitian ini adalah bertempat di Finance Departemen Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road dengan waktu penelitian Agustus-November 2024. Populasi yang akan digunakan dalam pengambilan data di Finance Departemen Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road berupa data keuangan dalam periode tiga bulan yaitu dari bulan Agustus sampai dengan Oktober 2024. Sedangkan sampel yang diambil adalah bagian Account Receivable dan Chief Accounting. Hasil dan Pembahasan Menurut Hery . dalam Ariyati . Piutang tak tertagih muncul karena adanya pelanggan yang tidak mampu membayar hutangnya kepada perusahaan, hal ini dikarenakan adanya penurunan omset penjualan sebagai akibat dari lemahnya perekonomian dan kebangkrutan yang dialami oleh pelanggan. Hal ini memerlukan pencatatan ayat jurnal yang tepat dalam akun keuangan perusahaan, penurunan pendapatan yang berdampak dari piutang usaha yang tidak dapat ditagih mengakibatkan perubahan laba dan ekuitas pemegang saham. Menurut . dalam Muhtaron . , pengendalian internal didefinisikan sebagai suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem yang dirancang untuk membantu suatu organisasi mencapai tujuan atau sasaran tertentu. Pendapat juga dikemukakan oleh Mulyadi . Pengendalian internal mencakup struktur organisasi, metode, dan tindakan yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, memeriksa keakuratan dan keandalan data akuntansi, meningkatkan efisiensi, dan mendorong kepatuhan terhadap kebijakan manajemen. Sumber : Finance Dept Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road Rasio Tunggakan Perhitungan menggunakan rasio tunggakan dilakukan guna mengetahui berapa banyak dalam bentuk persentase dari banyaknya utang yang seharusnya sudah dilunasi pada penjualan kredit yang dilakukan perusahaan dari piutang yang belum tertagih. Menurut Hayati pada Tadbir . Rasio tunggakan merupakan sebuah rasio yang digunakan untuk mengetahui berapa nominal dari piutang yang seharusnya sudah dilunasi oleh perusahaan atau individu yang melakukan pembelian berupa dari penjualan kredit dari piutang yang belum ditagih. Berdasarkan hasil perhitungan rasio tunggakan dimana hasil tersebut disajikan dalam bentuk Tabel, dapat terlihat adanya gerakan peningkatan dari rasio tunggakan tersebut dari bulan Agustus hingga bulan Oktober, dimana pada bulan Agustus terdapat rasio tunggakan sebesar 91% sedangkan pada bulan September terdapat rasio tunggakan sebesar 56% dan pada bulan Oktober terdapat rasio tunggakan sebesar 6%. Pada bulan Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Oktober terjadi penurunan rasio tunggakan yang sangat signifikan karena adanya pelunasan piutang yang dilakukan dibulan Oktober. ycIycaycycnycu ycNycycuyciyciycaycoycaycu = Piutang Tak Tertagih / Total Piutang ycU 100% Sumber : Finance Dept Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road Rasio Penagihan Dalam mengetahui seberapa besar persentase yang di dapatkan dalam melakukan penagihan piutang dari total jumlah piutang yang dimiliki oleh Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road. Perhitungan menggunakan metode Rasio Penagihan sangatlah penting dimana perusahaan dapat mengetahui berapa persen piutang yang dapat ditagih dan sisa berapa persen lagi piutang yang belum ditagih oleh perusahaan. Mitayani pada Tadbir . , menjelaskan mengenai rasio penagihan yang dapat diartikan sebagai rasio yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui kegiatan penagihan yang telah dilakukan dari jumlah keseluruhan piutang yang dimiliki, sehingga perusahaan dapat mengetahui berapa besar piutang yang dapat di tagih. Dari hasil perhitungan rasio penagihan yang disajikan melalui Tabel di atas, dapat dilihat bahwa adanya penurunan dalam penagihan piutang yang dilakukan oleh pihak Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road. Dari bulan Agustus Sampai dengan Oktober, dimana pada bulan Agustus rasio penagihan hanya mencapai 9% sedangkan pada bulan September rasio penagihan piutang meningkat menjadi 44% dan pada bulan Oktober rasio penagihan sangat meningkat menjadi 94%. Hal ini terjadi dikarenakan ada pelunasan piutang di bulan Oktober dengan jumlah yang sangat besar. ycIycaycycnycu ycEyceycuycayciycnEaycaycu = Piutang Tertagih / Total Piutang ycU 100% Sumber : Finance Dept Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road Pembahasan Pada bulan September dan Oktober penjualan secara kredit yang dilakukan oleh Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road mengalami penurunan, dimana pada bulan September penjualan secara kredit sebesar Rp. 739 dan pada bulan Oktober sebesar Rp. 562 Karena hal tersebut mengakibatkan piutang yang dihasilkan pada Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 bulan September dan Oktober juga menurun dari bulan-bulan sebelumnya. Bisa dilihat dari rasio penagihan piutang yang meningkat di bulan September dan Oktober. Dimana pada bulan Agustus rasio penagihan piutang hanya mencapai 9% sedangkan pada bulan September rasio penagihan piutang mencapai 44% dan bulan Oktober hanya mencapai 94%. Peningkatan ini terjadi karena pihak hotel melakukan penengihan dengan lebih cepat agar pembayaran piutang tersebt lebih cepat dan tepat Dalam kegiatan sehari-harinya staff piutang perusahaan akan melakukan tindakan seperti membuat bukti pembayaran berupa invoice yang nantinya akan dikirimkan kepada para travel agent dan pihak pihak kementrian yang bekerja sama dengan hotel. Selain itu, proses pencatatan piutang di Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road dilakukan setiap hari pada saat terjadinya penjualan kredit. Piutang usaha dikonfirmasi saat tamu check out dengan sistem logging yang diadopsi oleh Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road adalah logging harian. Ada beberapa prosedur yang dijalankan pada saat terjadinya piutang usaha, seperti laporan piutang, yaitu laporan yang mencantumkan jumlah kewajiban pelanggan pada tanggal tertentu atau sebelum jatuh tempo pembayaran dengan informasi rinci. Penilaian risiko piutang menurut hasil penelitian Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road dilakukan untuk menghindari risiko hilangnya piutang atau piutang tak tertagih dalam pencatatan. Untuk membantu mengkonfirmasi saldo piutang pelanggan, perusahaan mengambil langkah-langkah untuk menggunakan sub-buku besar piutang, yang diperbarui setiap hari. Untuk meminimalisir piutang tak tertagih yang ditimbulkan oleh Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road, pihak hotel telah menerapkan sistem penagihan dan realisasi pembayaran dengan lebih ketat dan terus mengkonfirmasi ke pihak pihak terkait. Simpulan Pada penelitian ini Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road sudah melakukan pengendalian piutang semaksimal mungkin, namun presentase penagihan masih tergolong tinggi untuk beberapa bulan terakhir karena mencapai 90%. Hal ini disebabkan karena adanya pelunasan piutang yang cukup tinggi oleh bebrerapa pihak. Untuk saat ini pihak Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road telah melakukan pembaharuan dalam menghindari terjadinya resiko piutang tak tertagih dengan cara memberlakukan perketatan dalam penjualan kredit, jadi pengendalian internal yang sudah dilakukan Hotel Fairfield by Marriott Bali Kuta Sunset Road mengantisipasi piutang tak tertagih serta untuk piutang yang sudah berjalan, dilakukan metode penyisihan kerugian piutang dengan cara terus menkonfirmasi terkait jumlh piutang yang belum dilunasi oleh beberapa pihak melalui email dan whatsaap. Ucapan Terima Kasih