JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x MENINGKATKAN LITERASI KEUANGAN SYARIAH DI ERA DIGITAL: TANTANGAN DAN SOLUSI Zainul Asror1 STAI Darul Hikmah Tulungagung1 zainulasror827@gmail. ABSTRACT Islamic financial literacy is essential to improving the Islamic economic system in Indonesia. In the digital era, the challenge of achieving this literacy is compounded by rapid technological changes and evolving methods of information sharing. This study seeks to identify key barriers to advancing Islamic financial literacy across Indonesia in the context of the digital environment and propose actionable strategies that can be The approach taken is qualitative-descriptive, relying on literature analysis, existing data, and a review of current digital financial education initiatives. The methodology reveals that the lack of public knowledge about Sharia principles, the lack of engaging educational resources, and inadequate collaboration between industry players and government agencies are key barriers. Suggested strategies include leveraging digital channels, developing dedicated applications for Islamic financial education, promoting training partnerships among key stakeholders, and enhancing workforce skills in this area. With the right strategies and support from various sectors, the digital era offers a great opportunity to revitalize Islamic financial literacy in Indonesia. The digital transformation process should be used to deliver educational, inclusive, and relevant teachings on Sharia that are in line with the attributes of a modern society. Keywords: financial literacy. Islamic finance, digital era, and education ABSTRAK Literasi keuangan Islam sangat penting untuk meningkatkan sistem ekonomi Islam di Indonesia. Di era digital, tantangan untuk mencapai literasi ini menjadi lebih rumit karena perubahan teknologi yang cepat dan metode berbagi informasi yang terus Penelitian ini berupaya untuk mengidentifikasi hambatan utama dalam memajukan literasi keuangan Islam di seluruh Indonesia dalam konteks lingkungan digital dan mengusulkan strategi yang dapat ditindaklanjuti yang dapat dipraktikkan. Pendekatan yang diambil adalah kualitatif-deskriptif, yang mengandalkan analisis literatur, data yang ada, dan tinjauan inisiatif edukasi keuangan digital saat ini. Metodologi ini mengungkap bahwa kurangnya pengetahuan publik tentang prinsipprinsip syariah, kurangnya sumber daya pendidikan yang menarik, dan kerja sama yang tidak memadai antara pelaku industri dan badan pemerintah merupakan rintangan utama. Strategi yang disarankan meliputi pemanfaatan saluran digital. Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x pengembangan aplikasi khusus untuk pendidikan keuangan Islam, promosi kemitraan pelatihan di antara para pemangku kepentingan utama, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja di bidang ini. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai sektor, era digital menawarkan peluang besar untuk merevitalisasi literasi keuangan Islam di Indonesia. Proses transformasi digital harus digunakan untuk menyampaikan ajaran-ajaran yang mendidik, inklusif, dan relevan tentang syariah yang selaras dengan atribut-atribut masyarakat modern. Kata kunci: literasi keuangan, keuangan Islam, era digital, dan edukasi PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki peluang besar untuk memajukan keuangan dan ekonomi Islam. Hal ini memposisikan negara ini untuk berkontribusi sebagai peserta utama . dalam ekonomi dunia dan bidang keuangan Islam global. Namun, potensi ini tidak diimbangi dengan tingkat literasi keuangan Islam yang memadai. Menurut data OJK tahun 2024, jika amati literasi keuangan Islam di Indonesia masih sekitar 39,11%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan literasi keuangan konvensional. (OJK, 2. Seberapa pentingkah pemahaman finansial, ketika masyarakat umum memahami literasi finansial, mereka memperoleh kapasitas untuk memahami dan menilai data yang relevan, serta mengenali implikasi yang mungkin timbul. Di era digital ini, yang ditandai dengan penggunaan teknologi informasi yang luas, terdapat peluang besar untuk meningkatkan literasi keuangan Islam, tetapi juga menghadirkan banyak tantangan. Literasi keuangan Islam mencakup pemahaman konsep, produk, dan layanan keuangan yang dipandu oleh hukum Islam, termasuk larangan riba, gharar, dan maisir, beserta pentingnya keadilan dan transparansi. Literasi ini penting untuk mengembangkan masyarakat yang mampu membuat keputusan keuangan sesuai dengan prinsip syariah. (Trisadini & Shomad, 2. Era digital ditandai dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, penggunaan internet yang meluas, dan munculnya platform digital seperti fintech, media sosial, dan e-learning. Ini dapat berfungsi sebagai sarana untuk memperluas akses pendidikan keuangan Islam. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman tentang keuangan Islam di era digital tidak hanya penting, tetapi juga merupakan prioritas strategis yang mendesak untuk mendorong inklusi keuangan dan memperkuat ekonomi masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan strategi yang terstruktur, kooperatif, dan inventif, yang mencakup regulasi, pendidikan, teknologi, dan kemitraan di antara para pelaku Penelitian ini akan secara menyeluruh mengkaji berbagai kendala yang dihadapi dalam memajukan literasi keuangan Islam di era digital ini, sekaligus memberikan solusi yang layak dan relevan yang sejalan dengan tren kontemporer. METODE Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif Teknik pengumpulan data melibatkan dokumentasi, yang meliputi pemeriksaan laporan, jurnal, artikel, dan sumber daya pendidikan digital yang Analisis data menerapkan metode analisis isi, mengikuti prosedur terstruktur Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x dari reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penyajian. Kredibilitas data dipastikan melalui triangulasi sumber dengan memeriksa silang informasi dari berbagai referensi dan organisasi resmi yang dapat diandalkan. (Lubis, 2. Didasarkan pada penelitian kepustakaan, dengan tujuan untuk memahami masalah kurangnya literasi keuangan Islam dalam lanskap digital kontemporer dan merancang intervensi strategis. Informasi yang digunakan terdiri dari data sekunder yang bersumber dari dokumen resmi OJK. BI. KNEKS, jurnal akademik, artikel pers, dan platform yang berfokus pada fintech dan pendidikan Islam. HASIL DAN PEMBAHASAN Memahami keuangan penting tidak hanya untuk menangani pengeluaran sehari-hari, tetapi juga berfungsi sebagai dasar untuk menciptakan masa depan yang aman dan sejahtera. Pemahaman yang kuat tentang keuangan saat ini membantu menghindari masalah yang mendesak, sementara seiring waktu hal itu mendukung tercapainya aspirasi pribadi dan stabilitas keuangan. (Safitri et al. , 2. Pemahaman finansial sangat penting dan telah menjadi kebutuhan bagi setiap orang untuk bersikap bijaksana dalam mengelola keuangan mereka saat kita memasuki era 4. 0, yang sangat bergantung pada perangkat dan layanan keuangan berbasis teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik. Penawaran keuangan yang tersedia melalui platform digital dirancang untuk membantu mencapai tujuan inklusi keuangan di negara-negara yang sedang berkembang. Terlibat dengan keuangan digital dan melek finansial memberikan banyak keuntungan bagi pengguna layanan keuangan, penyedia di bidang keuangan digital, entitas pemerintah, dan ekonomi yang lebih luas. Peningkatan tingkat pemahaman dalam literasi keuangan digital dimulai dengan pemahaman bahwa populasi memiliki beberapa jenis rekening bank resmi dan membutuhkan konektivitas digital untuk memfasilitasi transaksi keuangan dasar dari jarak jauh. (Saputro et al. , 2. Penelitian ini menghasilkan beberapa wawasan penting mengenai kondisi literasi keuangan Islam di Indonesia, khususnya dalam kerangka era digital. Wawasan ini dibagi menjadi dua bagian utama: kendala utama yang dihadapi dan strategi efektif untuk meningkatkan literasi keuangan Islam. Kendala Utama dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Islam. Pemahaman Publik yang Kurang tentang Konsep Dasar Syariah. Sejumlah besar masyarakat masih belum menyadari prinsip-prinsip penting keuangan Islam, termasuk larangan riba . Gharar . Maisir . , dan kontrak yang sah . berdasarkan hukum syariah. Kesalahpahaman ini menyebabkan banyak orang keliru memandang produk keuangan Islam sebagai versi baru dari penawaran konvensional dengan label "syariah". (Ruwaidah, 2. Kelangkaan Materi yang Menarik dan Edukatif. Mayoritas konten edukasi tentang keuangan Islam cenderung menggunakan terminologi yang rumit dan penceritaan yang kaku. Konten jenis ini cenderung gagal menarik perhatian, khususnya di kalangan audiens muda yang lebih cenderung menyukai format visual, audio, dan partisipatif seperti video pendek, infografis, animasi, atau podcast. Kesenjangan Akses Digital di Daerah 3T (Tertinggal. Terdepan, dan Terlua. Meskipun teknologi digital berkembang pesat, kesenjangan digital yang signifikan Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x masih terjadi di Indonesia. Daerah yang dikategorikan sebagai 3T terus menghadapi akses internet dan perangkat digital yang tidak memadai, yang mengakibatkan banyak daerah tidak diikutsertakan dalam inisiatif literasi keuangan digital. Kekurangan Tenaga Profesional Pendidikan yang Terampil. Banyak guru, penyuluh, dan praktisi industri masih kurang memahami keuangan Islam dan kurang terampil dalam menyampaikan konten melalui platform daring. Akibatnya, komunikasi pendidikan yang diberikan tidak hanya kurang berdampak tetapi juga tidak selaras dengan tujuan yang diharapkan. (Suganda, 2. Tidak Adanya Kolaborasi antara Pemerintah. Lembaga Keuangan Islam, dan Teknologi. Masih terdapat tumpang tindih atau, terkadang, tidak adanya koordinasi sama sekali antara entitas seperti OJK. KNEKS. MUI, organisasi pendidikan, dan sektor fintech Islam. Inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan literasi berjalan sendiri-sendiri dan kurang memiliki kolaborasi yang tepat, sehingga pengaruhnya terhadap peningkatan tingkat literasi nasional menjadi minimal. Pendekatan Strategis untuk Meningkatkan Pengetahuan Keuangan Syariah mengingat berbagai isu tersebut. Pembentukan Pusat Pembelajaran Digital untuk Keuangan Syariah Penelitian menyoroti berbagai elemen yang dapat memengaruhi literasi ekonomi, literasi keuangan, literasi digital, dan perilaku keuangan. Baik literasi ekonomi maupun literasi digital berdampak signifikan terhadap perilaku dan pilihan keuangan yang dibuat oleh individu, kelompok, perusahaan, dan lingkungan yang lebih luas. Selain itu, cara kita menafsirkan dan terlibat dengan antarmuka baik di lingkungan offline maupun digital sangat membentuk masa kini dan masa depan ekonomi digital. Keterampilan digital di era ekonomi digital menghubungkan literasi digital sebagai kompetensi penting yang dibutuhkan oleh individu, bersama dengan literasi ekonomi dan keuangan untuk fungsi dan kemampuan beradaptasi yang efektif di era digital 4. (Susetyo & Firmansyah, 2. Dalam Pembelajaran dan pendidikan syariah, secara aktif melakukan mengelola dalam pemanfaatan smartphone. Pembelajaran daring dan pendidikan singkat melalui video singkat atau modul yang menarik. Tayangan audio dan konten video di platform seperti YouTube yang menjelaskan layanan keuangan syariah secara lugas. Keterlibatan melalui jejaring sosial, termasuk Instagram. TikTok, dan WhatsApp, untuk mempromosikan pendidikan dasar. Berbagai perusahaan fintech syariah telah mulai mengembangkan platform tersebut. namun, diperlukan implementasi yang lebih luas dengan dukungan pemerintah di seluruh negeri. Mempromosikan dan Mempermudah Akses Layanan Keuangan Digital Untuk memastikan bahwa. Konektivitas digital menjangkau masyarakat pedesaan dan terpencil. Sumber daya pendidikan diproduksi dalam bahasa asli dan disesuaikan dengan dinamika budaya setempat. Program yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keuangan syariah dirancang untuk kelompok berisiko seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Peningkatan Pengembangan Keterampilan dan Pelatihan bagi Pendidik Digital Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x Syariah. Ada permintaan untuk pelatihan dan sertifikasi yang komprehensif bagi: Pendidik yang mengkhususkan diri dalam ekonomi Islam dan instruktur universitas. Penasihat dan relawan yang berfokus pada literasi keuangan syariah. Influencer dan kreator Muslim yang dapat mengomunikasikan konsep syariah secara efektif dengan cara yang inovatif dan kontemporer. (Rusliani, 2. Untuk memanfaatkan sepenuhnya keunggulan kemajuan syariah digital, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan layanan digital sesuai dengan pedoman Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan inisiatif edukasi keuangan daring, menyelenggarakan webinar, dan terlibat dalam proyek-proyek komunitas. Salah satu metode untuk memanfaatkan teknologi digital dalam perbankan syariah adalah dengan memperluas ketersediaan penawaran keuangan yang mematuhi hukum Dengan berinovasi melalui solusi perbankan seluler seperti aplikasi perbankan dan layanan dompet digital, pengguna dapat mengakses sumber daya keuangan tanpa kendala lokasi. Akibatnya, penyederhanaan akses dan edukasi akan menumbuhkan pemahaman dan minat yang lebih besar terhadap organisasi keuangan, khususnya yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah. Memasukkan Literasi Keuangan Islam ke dalam Kerangka Pendidikan Nasional. Memperoleh tingkat pendidikan yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan literasi keuangan. Orang-orang dengan landasan pendidikan yang kuat cenderung memiliki keterampilan pengelolaan keuangan yang unggul karena mereka memiliki pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang diperlukan untuk membuat pilihan keuangan yang tepat dan berpartisipasi aktif dalam perencanaan Akibatnya, pendidikan lanjutan dapat memfasilitasi pemahaman dan penerapan teknologi keuangan kontemporer dan terbukti efektif dalam (Apriliani, 2. Riwayat pendidikan, pemahaman agama, dan konteks sosial siswa dapat memengaruhi keberhasilan inisiatif pengajaran. Pembelajar yang memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep agama dan didukung oleh komunitas yang mendukung pemahaman keuangan Islam umumnya merespons inisiatif pendidikan dengan lebih baik. Oleh karena itu, analisis kasus ini menentukan bahwa inisiatif pendidikan merupakan cara yang layak untuk meningkatkan literasi keuangan Islam. Penerapan program pendidikan yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dapat menjadi kerangka kerja yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan Islam di berbagai lingkungan pendidikan. Selain itu, perguruan tinggi harus didorong untuk mengembangkan program atau kelas yang berfokus pada ekonomi digital Islam. (Iswandi, 2. Upaya Kolaborasi dan Persatuan Nasional Kolaborasi diperlukan di antara berbagai entitas, termasuk: Lembaga pemerintah (OJK. Kementerian Keuangan. KNEKS). Lembaga keuangan Islam . ank, perusahaan fintech, penyedia asurans. Perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Islam. Media dan platform teknologi. Melalui kolaborasi ini, inisiatif literasi keuangan Islam dapat dilaksanakan dalam skala besar, terorganisasi, dan berkelanjutan. Dengan inisiatif ini akan berampak positif pelaksanaan solusi. Jika solusi-solusi tersebut Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x dilaksanakan secara sistematis dan terpadu, maka dampak positif yang dapat diharapkan : Pertama. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap layanan keuangan Islam dan prinsip-prinsip yang mendasarinya. Kedua. Meningkatnya inklusi keuangan Islam di ranah formal dan digital. Ketiga. Meningkatnya perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan layanan keuangan Islam secara Keempat. Meningkatnya daya saing sektor keuangan Islam Indonesia di kancah internasional. SIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan syariah di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah, meskipun potensi pertumbuhan industri keuangan syariah sangat besar. Hal ini menjadi tantangan serius mengingat Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan memiliki ambisi untuk menjadi pusat keuangan syariah global. Perkembangan teknologi digital semestinya menjadi peluang emas untuk menjangkau masyarakat lebih luas melalui pendekatan yang modern, inklusif, dan efisien. Adapun tantangan utama dalam meningkatkan literasi keuangan syariah meliputi: kurangnya pemahaman masyarakat, terbatasnya konten edukatif, keterbatasan akses digital, kurangnya tenaga edukator dalam menyampaikan dimedia digital, dan Lemahnya kolaborasi antara stakeholder . Namun demikian, era digital juga membuka peluang besar untuk mempercepat peningkatan literasi keuangan syariah, terutama melalui: memanfaatan media sosial, pelatihan SDM dan integrasi materi keuangan syariah, dan pembangunan ekosistem kolaboratif antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dunia pendidikan, dan industri teknologi. Dengan pendekatan yang tepat dan kerja sama antar pemangku kepentingan, transformasi digital dapat menjadi katalisator utama dalam membangun masyarakat yang melek keuangan syariah, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga dalam praktik dan pengambilan keputusan ekonomi sehari-hari yang sesuai syariah. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah bukan hanya tugas sektor keuangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi umat, dan penguatan sistem keuangan nasional berbasis nilai-nilai Islam. DAFTAR RUJUKAN Apriliani. literasi Keuangan Berbasis Teknologi Digital. Literasi Nusantara Abadi. Iswandi. Efektivitas Intervensi Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Islam pada Mahasiswa: Studi Kasus di Universitas PTIQ Jakarta. Al-Tasyree: Jurnal Bisnis. Keuangan Dan Ekonomi Syariah, 15. , 10Ae18. Lubis. Metodologi Penelitian. Deepublish. OJK. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024. https://doi. org/https://w. Rusliani. Peran Masyarakat Ekonomi Syariah Dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Provinsi Jambi. Jurnal Publikasi Manajemen Informatika, 1. , 112Ae119. Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi JUMHURIA : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah https://ejournal. id/index. php/jumhuria/index Volume . Nomor . e-ISSN x-x p-ISSN x-x Ruwaidah. Pengaruh literasi keuangan syariah dan shariah governance terhadap keputusan mahasiswa dalam menggunakan jasa perbankan syariah. Muhasabatuna: Jurnal Akuntansi Syariah, 2. , 79Ae106. Safitri. Permadi. , & Fathussyaadah. Literasi Keuangan Digital. Keberlanjutan Usaha Industri Kecil Dan Menengah Serta Dampaknya Terhadap Kesejahteraan Keuangan. Jurnal Ilmiah Manajemen. Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 6. , 1203Ae1214. Saputro. Purnama. Nugroho. Toro. Pamungkas. Prameswari. , & Trinugroho. Literasi Keuangan Digital untuk mendorong Wirausaha Berbasis Digital. Manajemen Dewantara, 7. , 46Ae51. Suganda. Analisis Terhadap Peluang Dan Tantangan Perbankan Syariah Pada Era Digital. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9. , 677Ae683. Susetyo. , & Firmansyah. Literasi ekonomi, literasi keuangan, literasi digital dan perilaku keuangan di era ekonomi digital. Economics and Digital Business Review, 4. , 261Ae279. Trisadini, & Shomad. Transaksi Bank Syariah. Grafika Offset. Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Di Era Digital: Tantangan Dan Solusi