JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Vol, . No, . 20 p-ISSN: e-ISSN: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Ambon PENGGUNAAN MEDIA SABLON DALAM MITIGASI BENCANA BANJIR DI MIN 2 AMBON Iga Ayu Intan Candra1. Siti Nurjanah2 . Anasufi Banawi3 . Eman Wahyudi Kasim4 . Sri Rahmadhani Pulu5 PGMI IAIN AMBON Email: iga. candrayu@gmail. PGMI IAIN AMBON Email: sitimology@gmail. PGMI IAIN AMBON Email: anasufibanawi@gmail. PGMI IAIN AMBON Email: eman. wahyudi@iainambon. PGMI IAIN AMBON Email: srahmadanipulu@gmail. Abstract. The potential for flood disasters that occur in the city of Ambon requires the role of all aspects of society in disaster mitigation. The role of educators as facilitators related to disaster mitigation is also very much needed starting at the elementary school Screen printing media chosen as a media for socializing flood disaster mitigation is screen printing with simple tools, namely, wooden cutting boards, photocopy paper and topical insect repellent (Auta. This research was conducted at MIN 2 Ambon because the school is located in a watershed which is flooded every year. So it is very important for students to know information related to flood disaster mitigation in order to be able to apply it in everyday life. The research carried out is a type of qualitative descriptive research and domain classification to facilitate research, namely: How is the potential for disaster in the city of Ambon. The importance of disaster mitigation for students in Ambon city. Appropriateness of design in efforts to socialize disaster mitigation. Application of screen printing media as flood disaster mitigation. Selected screen printing designs are designs that have clear images related to disaster mitigation so that messages related to disaster awareness can be conveyed. The process of using media is applied to students directly so that students can understand the appeal given with great enthusiasm as shown by the students' ability to answer the facilitator's questions in the question and answer session and the conclusion of the material. Keywords: screen printing. Ambon Abstrak. Potensi bencana banjir yang terjadi di kota Ambon, membutuhkan peran dari semua aspek masyarakat dalam mitigasi bencana. Peran pendidik sebagai fasilitator terkait mitigasi bencana juga sangat diperlukan mulai jenjang sekolah dasar. Media sablon yang dipilih sebagai media sosialisasi mitigasi bencana banjir adalah sablon teknik cap dengan peralatan sederhana yaitu, talenan kayu, kertas fotocopy dan obat nyamuk oles (Auta. Penelitian ini dilaksanakan di MIN 2 Ambon karena sekolah tersebut berlokasi di DAS yang setiap tahun dilanda banjir. Maka sangat penting bagi peserta didik mengetahui informasi terkait mitigasi bencana banjir agar mampu menerapkannya di kehidupan sehari-hari. Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif serta pengklasifikasian domain untuk mempermudah penelitian yaitu: Bagaimana potensi bencana di kota Ambon. Pentingnya mitigasi bencana bagi peserta didik di kota Ambon. Kesesuaian desain dalam upaya sosialisasi mitigasi bencana. Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Penerapan media sablon sebagai mitigasi bencana banjir. Desain-desain sablon yang dipilih, adalah desain yang memiliki gambar yang jelas terkait mitigasi bencana sehingga pesan-pesan terkait awareness terhadap kebencanaan dapat tersampaikan. Proses Penggunaan media diterapkan kepada peserta didik secara langsung sehingga peserta didik dapat memahami himbauan yang diberikan dengan antusiasme tinggi ditunjukkan dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan fasilitator pada sesi tanya jawab dan kesimpulan materi. Kata Kunci: sablon. Ambon PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan dua musim yaitu musim panas dan musim Pernyataan tersebut berkaitan dengan kondisi astronomis Indonesia yang terletak di daerah lintang 0o atau tropis, sehingga mengalami 2 musim, yaitu, musim panas dan musim penghujan dalam satu tahun (Saptono :2. Berdasarkan kondisi tersebut dan maraknya penebangan pohon tanpa diikuti tindakan reboisasi. Menyebabkan indonesia menjadi negara yang sering mengalami bencana banjir dan tanah longsor. Perubahan iklim yang terjadi membuat meningkatnya frekuensi kejadian bencana alam di Indonesia diantaranya banjir (Klipper : 2. Isu perubahan iklim yang terjadi saat ini membuat tingginya intensitas hujan dan seringnya terjadi hujan dengan sangat lebat disertai cuaca buruk. Kejadian tersebut menyebabkan frekuensi bencana alam yang meningkat dengan Termasuk bencana banjir yang telah menjadi langganan setiap tahun di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya yang rendah membuat tingginya potensi banjir di Indonesia akibat sampah yang menyumbat saluran air dan sungai. Salah satu provinsi di Indonesia yaitu Maluku merupakan wilayah dengan agenda banjir tahunan terutama kota Ambon. Kondisi geografis Kota Ambon yang didominasi oleh perbukitan dan pegunungan membuat kota Ambon menjadi wilayah yang rawan terjadi tanah longsor dan banjir. Daerah perkotaan seperti Ambon, memiliki kerawanan banjir yang tinggi yaitu daerah yang berada pada elevasi dan bentuk lahan yang datar dan landai, sangat dekat dengan DAS, didominasi oleh jenis tutupan lahan permukiman dan terbuka, memiliki jenis tanah alluvial serta dipengaruhi oleh intensitas curah hujan yang tinggi dan tingkat kerawanan ini banyak tersebar di daerah pesisir Kota Ambon, begitupun sebaliknya dengan tingkat kerawanan sedang dan rendah dimana semakin jauh dari sungai dan berada pada topografi yang berbukit maka sangat tidak mungkin untuk terendam banjir (Rakuasa : 2. Karena kondisi tersebutlah dampak yang disebabkan banjir menyebabkan dampak pada sejumlah besar berupa kerugian material berupa kehilangan dan kerusakan harta benda akibat genangan Berdasarkan potensi bencana yang ada di kota Ambon, peran dari semua aspek sangat diperlukan dalam proses penanganan bencana tersebut. Peran dari berbagai pihak diantaranya, masyarakat dan pemerintah harus bersinergi dalam sosialisasi dan mitigasi bencana banjir. Selain itu peran pendidik juga sangat penting terkait memasukkan informasi mitigasi bencana dalam materi-materi pendidikan. Peran pendidik sebagai fasilitator terkait mitigasi bencana juga sangat diperlukan mulai jenjang sekolah dasar. JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Media merupakan alat saluran komunikasi. Kata media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak kata medium. Secara harfiah, media berarti perantara, yaitu perantara antara sumber pesan . dengan penerima pesan . Beberapa hal yang termasuk ke dalam media adalah film, televisi, diagram, media cetak . rinted materia. , computer, dan lain sebagainya (Indriana :2. Media pembelajaran dapat diartikan sebagai media perantara atau penyampai informasi kepada peserta didik. Dalam hal ini media sablon digunakan sebagai alat atau perantara penyampai informasi terkait mitigasi bencana banjir. Media sablon yang dipilih sebagai media sosialisasi mitigasi bencana banjir adalah sablon teknik cap dengan peralatan sederhana. Media sablon merupakan media yang menarik bagi anak-anak tingkat sekolah dasar karena penggunaan media pembelajaran diharapkan meningkatkan tingkat penyampaian informasi pada peserta didik. Media sablon yang menarik dan menuntut kreativitas diharapkan dapat membangun minat peserta didik dalam memahami mitigasi bencana banjir. Penelitian ini dilaksanakan di MIN 2 Ambon karena MIN 2 Ambon merupakan sekolah yang terletak di DAS. Sehingga setiap tahun ketika curah hujan yang tinggi di kota Ambon mengakibatkan terjadinya banjir di sekolah tersebut setiap tahun. Maka sangat penting bagi peserta didik mengetahui informasi terkait mitigasi bencana banjir agar mampu menerapkannya di kehidupan sehari-hari. METODE Penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode Penelitian akan mendeskripsikan hasil dari penggunaan media sablon dalam mitigasi bencana banjir di MIN 2 Ambon. Lokasi penelitian dilaksanakan di MIN 2 Ambon yang beralamat di Jl Laksdya Leo Wattimena Waiheru Kota Ambon Provinsi Maluku. Penelitian dilakukan pada peserta didik di MIN 2 Ambon yaitu peserta didik yang duduk di bangku kelas 5 dan 6. Sumber data penelitian dibagi menjadi dua yakni sumber data primer dan data Sumber data primer diperoleh dari proses observasi terhadap proses pembuatan sablon oleh peserta didik dipandu oleh dosen IAIN Ambon sebagai fasilitator. Sementara data sekunder dalam penelitian ini merupakan alat yang digunakan untuk mendukung analisis Data sekunder dalam penelitian ini adalah kajian terhadap arsip, dokumen maupun literatur yang berkaitan dengan sablon, mitigasi bencana, dan bencana banjir. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi partisipasi. Peneliti melakukan pengamatan terhadap proses penggunaan media di kelas, pemberian penjelasan terkait materi dan proses pembuatan media sablon oleh peserta didik. Peneliti sebagai observer berperan sebagai konseptor dan evaluator dalam proses penggunaan media sablon. Sementara fasilitator dilaksanakan oleh Siti Nurjannah dalam menjalankan proses penggunaan media sablon sebagai mitigasi bencana banjir di kelas. Selain dilakukan observasi partisipatif. Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Peneliti juga melakukan studi literatur terkait kajian teori, wawancara dan dokumentasi. Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan kajian dari jurnal-jurnal yang relevan dengan mitigasi bencana dan penggunaan media. Wawancara dilakukan pada peserta didik MIN 2 Ambon terkait kegiatan yang telah berlangsung. Dokumentasi yang dilakukan dalam penelitian berupa foto dan pengumpulan beberapa dokumen terkait seperti artikel surat kabar dan foto maupun video. Peneliti melakukan analisis taksonomi agar diperoleh domain-domain tertentu yang berkaitan dengan hasil penelitian yang diinginkan, adapun domain-domain tersebut diantaranya adalah: Bagaimana potensi bencana di kota Ambon. Pentingnya mitigasi bencana bagi peserta didik di kota Ambon. Kesesuaian desain dalam upaya sosialisasi mitigasi dan Penerapan media sablon sebagai mitigasi bencana banjir. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Bencana Akibat Perubahan Iklim di Kota Ambon dan Pentingnya Mitigasi bagi Peserta Didik Potensi bencana yang mengancam di kota Ambon dengan kondisi geografis pegunungan dan perbukitan yaitu maraknya terjadi bencana banjir dan tanah longsor. (Cabrera dan Lee, 2. Secara sederhana banjir didefinisikan sebagai peristiwa atau keadaan terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Perubahan iklim turut menjadi penyebab terjadinya hujan lebat yang terjadi di kota Ambon. Peristiwa hujan lebat mengakibatkan curah hujan tinggi pada wilayah kota Ambon menyebabkan banjir yang terjadi di beberapa lokasi sehingga menyebabkan akses jalan terputus dan menyebabkan tanah longsor. Pengolahan sampah yang buruk, dan ditebangnya kawasan hutan di pegunungan turut serta menjadi penyebab terjadinya banjir yang mengalir dari daerah pegunungan menuju daerah hulu sungai. Berdasarkan data Laporan Kajian Kerentanan dan Resiko Iklim Pulau Ambon dan Pulau Lease (USAID, 2. Kota Ambon memiliki potensi luasan banjir yang berada pada kelas sedang dan potensi penduduk yang terpapar berada pada kelas tinggi. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (RBI) di tahun 2021 tercatat 3. 115 kejadian bencana alam yang telah terjadi banjir mendominasi sebanyak 1. 310 kejadian. Kota Ambon masuk dalam kelas risiko bencana banjir sedang dengan skor 11. 85 (BNPB, 2021. Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Heru yang terletak di Desa Waiheru yang berada di Kecamatan Teluk Ambon Baguala yang memiliki siklus banjir tahunan yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dan buruknya kondisi sungai, dan tidak diimbangi dengan penyerapan air yang baik sehingga air meluap menimbulkan bencana banjir (Hermawan et al. Berdasarkan laporan BNPB Kota Ambon bulan juni tahun 2022 daerah Kota Ambon dilanda curah hujan yang tinggi hingga meluapnya DAS Wae Heru sehingga sejumlah rumah warga di Waiheru terendam banjir. Diperkirakan sebanyak 783 rumah dan 3. 126 jiwa terdampak banjir pada tahun 2022, ketinggian banjir yang mencapai 1,5 m sangat berdampak buruk bagi aktivitas kegiatan masyarakat (BNPB, 2. Kerusakan akibat banjir dan dampaknya sangat merugikan masyarakat sehingga upaya mitigasi bencana banjir sangat penting dilakukan bagi masyarakat di Wae Heru. JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Sekolah MIN 2 Ambon merupakan sekolah yang terletak di Wae Heru. Berdasarkan lokasi sekolah maka peserta didik di sekolah tersebut merupakan penyintas yang berdampak secara langsung bencana banjir di Kota Ambon. Sekolah tidak dapat beroperasi secara maksimal akibat banjir yang terjadi. Sehingga upaya-upaya mitigasi sangat penting dilakukan untuk peserta didik di MIN 2 Ambon. Sebagaimana menurut Setyowati . mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Serangkaian upaya yang dapat dilakukan selain pembangunan dan perbaikan kondisi fisik lingkungan maka upaya penyadaran terkait mitigasi bencana banjir sangat tepat dilakukan untuk siswa sekolah dasar di Wae Heru. Pendidikan mitigasi bencana banjir dimaksudkan agar peserta didik lebih sadar akan bahaya banjir dan upaya yang dapat digunakan sebagai pengendalian banjir sekaligus mengurangi dampak yang disebabkan banjir. Kesesuaian Desain Sablon Sebagai Upaya Sosialisasi Mitigasi Bencana Pendidikan bencana berupaya meningkatkan tindakan perlindungan, dengan menyajikan informasi tentang bahaya dan risiko yang ditimbulkannya. Jika direncanakan dengan efektif dan diterapkan dengan baik, pada akhirnya, orang akan terbiasa dengan praktik keselamatan dalam segala bentuk tindakan terkait kebencanaan. Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana harus dirancang untuk membangun budaya aman dan komunitas yang tangguh (Setyowati, 2. Berdasarkan pendapat tersebut kegiatan mitigasi berperan penting membangun kebiasaan di masyarakat dalam mengurangi resiko saat terjadi bencana. Pendidikan kebencanaan dapat dibiasakan sehingga masyarakat tidak gagap atau tidak cakap saat bencana terjadi di wilayahnya. Dikemukakan Setyowati . dalam The Ministry of Education . bahwa pendidikan kebencanaan tidak boleh terlepas dari empat konsep kunci pendekatan, yaitu . Saling ketergantungan (Interdependenc. Keberlanjutan (Sustainabilit. Keanekaragaman (Diversit. Tanggung jawab personal dan sosial aksi (Personal And Social Responsibility For Action. Bagian yang diambil dalam penelitian ini adalah bagaimana keberlanjutan yang dimulai dari aksi individu dalam lingkungan dapat menjadi agent of change dalam mitigasi bencana. Peserta didik di MIN 2 Ambon diarahkan agar memiliki wawasan pendidikan terkait kebencanaan dengan memasukkan materi yang berhubungan dengan penanggulangan dan penyebab banjir. Desain yang digunakan sebagai media penyampaian pesan terkait pendidikan kebencanaan dan mitigasi bencana berhubungan dengan himbauan-himbauan pencegahan Himbauan-himbauan yang dibuat adalah himbauan sederhana yang dapat dimengerti anak-anak. Adapun desain desain tersebut adalah sebagai berikut. Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Gambar 1. Himbauan pembuangan sampah Sumber : dokumentasi pribadi Dalam desain tersebut memberikan pesan bahwa masalah yang terjadi di Ambon adalah tidak adanya kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Maka dibuatlah desain tersebut agar peserta didik memiliki kesadaran terhadap kewajiban membuang sampah pada Kebiasaan yang wajib diterapkan karena mengingat masyarakat yang telah terbiasa membuang sampah plastik di selokan adalah salah satu penyebab banjir. Gambar 2. Himbauan Jangan Menebang Pohon Secara Liar Sumber : dokumentasi pribadi Himbauan diatas memberikan pesan bahwa penebangan liar pohon-pohon di lereng pegunungan dan pendirian bangunan diatasnya mengurangi penyerapan air tanah dan dapat mengakibatkan longsor. Dengan desain tersebut diharapkan peserta didik memiliki pemahaman terkait menjaga keberadaan pohon dengan sistem tebang pilih agar terhindar dari kemungkinan banjir akibat penggundulan hutan. JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Gambar 3. Ajakan Reboisasi Sumber : dokumentasi pribadi Menanam pohon adalah cara untuk mencegah terjadinya hutan gundul. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa peserta didik haruslah membantu program reboisasi dengan menanam pohon. Menanam pohon dapat dimulai dengan kegiatan menanam di sekitar lingkungan kita dan skala yang lebih besar untuk dilanjutkan di masyarakat. Berdasarkan desain-desain diatas dapat disimpulkan bahwa himbauan-himbauan harus terus dilakukan melalui berbagai media termasuk media sablon yang dilakukan peneliti. Media ini merupakan pembentuk mindset peserta didik terkait kehidupan berkelanjutan . Proses Pembuatan Karya Sablon Sebagai Media Mitigasi Bencana Sebagaimana permasalahan yang telah dikemukakan, bahwa peserta didik di sekolah dasar MIN 2 Ambon memiliki awareness atau kesadaran terhadap mitigasi bencana yang Kerap terjadinya kejadian anak yang hanyut dalam kejadian banjir di kota ambon menjadi indikator kurangnya pengetahuan terkait mitigasi bencana banjir bagi anak usia sekolah dasar. Membangun kesadaran peserta didik dapat dilaksanakan dengan membuat media interaktif dengan memasukkan unsur-unsur mitigasi di dalamnya. Sebagaimana fungsi yang dimiliki media pembelajaran yakni fungsi kebermaknaan menurut Aghni . ,Melalui penggunaan media, pembelajaran bukan hanya dapat meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kognitif tahap rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis dan mencipta sebagai aspek kognitif tahap tinggi. Bahkan lebih dari itu dapat meningkatkan aspek sikap dan keterampilan. Sehingga penghadiran media yang menarik diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kognitif dan proses pemaknaan terhadap mitigasi bencana banjir secara dan upaya-upaya pencegahan korban jika terjadi bencana. Penelitian dilakukan pada peserta didik kelas V di Madrasah Islam Negeri 2 Ambon. Media yang dipilih dalam penelitian ini adalah seni sablon dengan memanfaatkan Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan dan mudah untuk dikerjakan oleh anak usia sekolah dasar. Proses penyampaian materi merupakan kegiatan interaktif yang melibatkan peserta didik untuk membuat seni sablon sekaligus memaknai kegiatan yang dilaksanakan secara berkelompok. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan adalah , . Obat nyamuk oles . , . Gambar bencana banjir dan mitigasi . ang di foto copy mirror/terbalik di kertas HVS), . Talenan kayu. Obat nyamuk oles dipergunakan sebagai alat yang berfungsi menyablonkan gambar yang terdapat dalam gambar ataupun tulisan yang telah di fotocopy ke dalam media talenan. Hal yang perlu diperhatikan atau menjadi catatan adalah memastikan bahwa gambar yang akan disablon adalah hasil fotocopy yang sudah dibuat terbalik atau mirror. Proses pelaksanaan kegiatan melalui beberapa proses atau tahapan kegiatan yaitu : Pertama, kegiatan pertama yang dilaksanakan adalah pembuatan sablon menggunakan secara berkelompok. Pembuatan sablon dimulai dengan memperhatikan beberapa tahapan. tahapan yang dijelaskan dan akan dilaksanakan oleh peserta didik adalah : . Aplikasikan obat nyamuk oles . pada bagian kertas yang telah di fotocopy secara merata dan pastikan mengoleskan secara merata pada gambar yang terdapat tinta fotocopy. Oleskan secukupnya dan hati-hati agar kertas tidak sobek. Tempelkan bagian bergambar yang telah diolesi obat nyamuk oles pada bagian talenan kayu yang kosong. Pastikan semua bagian kertas yang diolesi obat nyamuk oles tertempel sempurna pada talenan kayu dengan menggosok-gosok secara perlahan bagian belakang kertas. Tunggu 10 menit sambil menggosok bagian belakang gambar yang tertempel. Lepaskan kertas yang menempel di talenan dan pastikan gambar telah menempel sempurna pada talenan. Gambar 4. Proses demonstrasi pengolesan obat nyamuk oles pada permukaan gambar mirror di kertas. Sumber : dokumentasi pribadi JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Gambar 5. Mahasiswa memberikan asistensi pada siswa yang mengalami kendala dalam proses pembuatan sablon Sumber : dikumentasi pribadi Kedua, kegiatan kedua adalah pameran hasil karya dan penjelasan masing-masing makna dari gambar-gambar yang telah disiapkan. Pada kegiatan kedua adalah proses penjelasan gambar-gambar yang ada pada talenan terkait mitigasi bencana banjir beserta hal-hal yang menyebabkan bencana banjir. Gambar 6. Pemberian kesimpulan dan penjelasan makna dari gambar mitigasi bencana Sumber : dokumentasi pribadi Ketiga, kegiatan terakhir adalah pemberian kesimpulan terkait kegiatan yang Kesimpulan disampaikan dengan menghubungkan konsep-konsep yang ada pada gambar-gambar yang dibuat dengan nilai-nilai mitigasi bencana. Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Gambar 7. Hasil karya sablon oleh peserta didik MIN 2 Ambon Sumber : dokumentasi pribadi Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan yaitu pembuatan sablon oleh peserta didik kelas 5 dan 6 di MIN 2 Ambon dapat diketahui bahwa peserta didik memiliki antusiasme yang tinggi ditunjukkan dengan keseriusan peserta didik dalam membuat sablon dan antusiasme yang kembali ditunjukkan saat keberhasilan membuat hasil karya sablon pada Timbal balik yang yang ditunjukkan peserta didik setelah materi menunjukkan media telah berhasil disampaikan kepada peserta didik ditunjukkan dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan fasilitator pada sesi tanya jawab dan kesimpulan materi. SIMPULAN DAN SARAN Potensi bencana yang mengancam di kota Ambon dengan kondisi geografis pegunungan dan perbukitan yaitu maraknya terjadi bencana banjir dan tanah longsor. Secara sederhana banjir didefinisikan sebagai peristiwa atau keadaan terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Perubahan iklim turut menjadi penyebab terjadinya hujan lebat yang terjadi di kota Ambon. Peristiwa hujan lebat mengakibatkan curah hujan tinggi pada wilayah kota Ambon menyebabkan banjir yang terjadi di beberapa lokasi sehingga menyebabkan akses jalan terputus dan menyebabkan tanah longsor. Pengolahan sampah yang buruk, dan ditebangnya kawasan hutan di pegunungan turut serta menjadi penyebab terjadinya banjir yang mengalir dari daerah pegunungan menuju daerah hulu Kegiatan mitigasi berperan penting membangun kebiasaan di masyarakat dalam mengurangi resiko saat terjadi bencana. Pendidikan kebencanaan dapat dibiasakan sehingga masyarakat tidak gagap atau tidak cakap saat bencana terjadi di wilayahnya. Mitigasi bencana yang dilaksanakan di MIN 2 Ambon menggunakan media Sablon bertujuan memberikan pendidikan kebencanaan yang sesuai dengan kondisi wilayah dan bencana yang sering terjadi di wilayah kota Ambon. Desain-desain sablon yang dipilih, adalah desain yang memiliki gambar yang jelas terkait mitigasi bencana sehingga pesan-pesan terkait awareness terhadap kebencanaan dapat Proses Penggunaan media diterapkan kepada peserta didik secara langsung JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar sehingga peserta didik dapat memahami himbauan yang diberikan dengan antusiasme tinggi ditunjukkan dengan kemampuan siswa menjawab pertanyaan fasilitator pada sesi tanya jawab dan kesimpulan materi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait media-media yang disukai anak-anak dalam menyampaikan materi seperti media sablon di Selain itu besar harapan penulis agar setiap elemen di masyarakat selalu memberikan pendidikan kebencanaan sehingga kerugian terhadap bencana dapat di minimalisir. DAFTAR RUJUKAN Aghni. Rizqi Ilyasa. Fungsi Dan Jenis Media Pembelajaran Dalam Pembelajaran Akuntansi. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. Vol. XVI. No. 1 hal 98-107 BNPB. Indeks Risiko Bencana Indonesia (RBI) Tahun 2021. Pusat Data. Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. BNPB. Satu Korban Jiwa Akibat Banjir di Kota Ambon. BNPB. Cabrera. and Lee. Flood Risk Assessment For Davao Oriental In The Philippines Using Geographic Information SystemAabased MultiAacriteria Analysis And The Maximum Entropy Model. Journal of Flood Risk Management 13. Em Griffin. A First Look at Communication Theory. McGrawHill International Edition. New York Fahriyani. Silfi. & Dian Hermaningsih dkk. Penggunaan Media Sosial Twitter Untuk Mitigasi Bencana Di Indonesia. Jurnal IKRA-ITH Humaniora Vol 4 No 2 Bulan Juli Hermawan. Jaya. and Kosasih. Flood Risk Assessment for Ambon City. 7th International Seminar of HATHI, 1Ae12. Indriana. Dian. Ragam Alat Bantu Pengajaran,cet pertama. Jogjakarta : Diva Press Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Klipper. Zipf. , & Lautenbach. Flood Impact Assessment on Road Network and Healthcare Access at the example of Jakarta. Indonesia. AGILE: GIScience Series, 2, 1Ae11. Putro. Saptono, & Rahma Hayati. Dampak Perkembangan Permukiman Terhadap Perluasan Banjir Genangan Di Kota Semarang. Jurnal Geografi. Volume 4 No. Januari 2007 Rakuasa. Henrich. & Joseba Kristina Helwend dkk. Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kota Ambon Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Geografi 19. Setyowati. Dewi L. Pendidikan Kebencanaan. Universitas Negeri Semarang : Semarang USAID. Laporan Kajian Kerentanan dan Resiko Iklim Pulau Ambon dan Pulau Leasa. Wibowo. Bagus. & Ika Febrianti dkk. Disaster Mitigation Pop-Up Book Sebagai Media Pembelajaran Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Bagi Siswa Sekolah Dasar. Geomedia Volume 15 Nomor 1 Mei 2017