Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Aris Sunandes. Yuhanin Zamrodah. Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, & Fauziyah. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Journal Viabel Pertanian. , 16. PENGEMBANGAN YOUTH CENTER SEBAGAI DESTINASI WISATA BERBASIS SPORT PRENEUR DI DESA BANJARWARU KABUPATEN LUMAJANG Diterima: 15 November 2022 Revisi: 24 November 2022 Terbit: 27 November 2022 Aris Sunandes, 2Yuhanin Zamrodah, 3Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, 5Fauziyah 1,2,3 Universitas Islam Balitar Blitar Badan Riset Dan Inovasi Nasional (BRIN) Institut teknologi dan Bisnis Widyagama Lumajang Email: 1soenandez@gmail. com, 2yuhaninzamrodah@yahoo. palupi@gmail. com, 4rumanintya. putri@brin. zfauzya@gmail. ABSTRAK Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang memiliki potensi untuk dikembangkannya destinasi wisata berbasis sport preneur. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pembinaan dan pelatihan sumber daya manusia, memberikan pelatihan manajemen pariwisata dalam rangka memantapkan konsep pengembangan youth center sebagai destinasi wisata berbasis sport preneur dan pelatihan manajemen pemasaran untuk menunjang tercapainya pangsa pasar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan SDM masyarakat mulai bergeser dari yang dulunya hanya bekerja sebagai petani menjadi pelaku usaha . dibidang pariwisata, menjadi masyrakat yang terampil dan memiliki kreatifitas produk Desa Banjarwaru sudah melakukan perencanaan destinasi wisata dengan matang, yakni lokasi-lokasi sudah dipetakan untuk sarana olah raga seperti sarana sepak bola dan sungai yang digunakan untuk rafting dengan segala fasilitas yang ada serta membangun toko untuk masyarakat setempat berwirausaha di area sekitar sport preneur serta melakukan pemasaran wisata baik melalui web desa. Ig, fb, a dan brosur-brosur yang disebarkan sehingga dapat menarik wisatawan untuk berwisata di Desa banjarwaru. Kata Kunci: Destinasi, wisata. Youth center. Sport Preneur ABSTRACT Banjarwaru Village. Lumajang District has the potential to develop preneur sportbased tourist destinations. The purpose of this research is to provide guidance and training for human resources, provide tourism management training in order to strengthen the concept of developing a youth center as a sport preneur-based tourist destination and training in marketing management to support the achievement of market share. The research method uses a qualitative descriptive method. The results of the study show that the ability of the community's human resources has begun to shift from those who used to only work as farmers to become entrepreneurs . in the tourism sector, to become people who are skilled and have creativity in tourism products. Banjarwaru Village has carefully planned tourist destinations, namely the locations have been mapped for sports facilities such as soccer facilities and rivers used for rafting with all existing facilities and built shops for local people to be entrepreneurs in the area around sport preneurs and carry out Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Aris Sunandes. Yuhanin Zamrodah. Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, & Fauziyah. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Journal Viabel Pertanian. , 16. tourism marketing. either through the village web. Ig, fb, wa and brochures so that they can attract tourists to travel in Banjarwaru Village. Keywords: Destinations, tourism. Youth center. Sport Preneur PENDAHULUAN Jawa Timur memiliki potensi wisata dengan sejumlah destinasi wisata yang menarik, kekayaan alamnya yang unik dan memikat menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan baik domestik maupun internasional untuk datang dan menikmati sajian-sajian yang ada, sektor wisata ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari industri kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola dengan sungguhsungguh oleh setiap daerah. Dari tahun ke tahun propinsi Jawa Timur memiliki torehan kunjungan wisatawan yang selalu meningkat setiap tahunnya baik domestik maupun manca, hal ini tidak hanya capaian berdasarkan angka yang meningkat, namun dibalik itu terdapat kerja keras dari penjuan kelompok-kelompok penggerak sadar wisata dan berkat kerjasama dengan investor yang mampu menangkap peluang baik dalam undustri wisata, ditambah pula partisipasi aktif dari masyarakat yang selalu mendukung kegiatan wisata di Dari tahun 2018 ke tahun 2019 tercatat peningkatan wisatawan sebesar 29,68% menjadi 247166 wisatawan (BPS, 2. , sebelum pandemi yaitu awal tahun 2020 masih terjadi peningkatan pengunjung secara bulanan, namun ketika serangan covid-19 industri wisata ini menjadi lesu dalam kurun waktu tiga tahun hingga tahun 2022 yang tercatat selalu menurun angkanya hingga 9,62% pada 2021 dibandingkan dengan tiga tahun terakhir (BPS, 2. Jawa timur menjadi salah satu kawasan yang memiliki banyak destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Destinasi wisata di Jawa Timur tersebar diberbagai kota dan kabupaten, seperti di Kota Surabaya. Kota Blitar. Kabupaten lumajang dan masih banyak lagi lainnya. Kunjungan wisata di Kabupaten lumajang meningakat dari tahun ke tahun seperti tabel dibawah ini. Tabel 1. Jumlah Wisatawan Mancanegara dan Domestik di Kabupaten Lumajang, 2013Ae2018 Tahun Wisatawan Jumlah Domestik Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Lumajang Tabel 1, diatas menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Di kabupaten lumajang baik wisatawan domestic maupun mancanegara yang selalu menaglami peningkatan dari tahun ketahun. Pada tahun 2013 total wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Lumajang sebesar 580. 009 wisatawan dan naik secara signifikan pada tahun 2018 total wisatawan yang berkunjung sebesar 3. 705 wisatawan. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lumajang memiliki destinasi pariwisata yang sangat menarik untuk Angkat pertumbuhan wisatawan baik domestik maupun manca sangat menggembirakan di Kabupaten Lumajang, apalagi bila ditunjang dengan adanya satu destinasi wisata di tiap desa, sehingga merea kan bersaing secara sehat dalam menarik wisatawan untuk mengunjungi destinasi-destinasi wisata baru yang merupakan ide kreatif Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Aris Sunandes. Yuhanin Zamrodah. Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, & Fauziyah. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Journal Viabel Pertanian. , 16. dari masing-masing desa yang disesuaikan dengan kearifan dan sumberdaya lokal sehingga tidak sulit untuk mengangkat hal yang demikian, karena kearifan lokal dan sumberdaya lokal sudah ada dan tinggal mengembangkan dan memberi dorongan yang kuat dari semua pihak di lingkungan stakeholder. Dengan demikian banyak bermunculan destinasidestinasi wisata baru termasuk di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Banjarwaru merupakan nama Desa yang terletak di Kabupaten Lumajang, sebagian besar wilayah Desa ini adalah lahan pertanian. Desa Banjarwaru memiliki potensi alam yang dapat dinikmati masyarakat secara bebas. Beragam UMKM industri kreatif sampai sektor usaha besar tumbuh dan berkembang diantaranya home industri roti dan kue, bengkel motor klasik, sampai beragam warung milik warga. Pemerintah Desa Banjarwaru mendukung program Pemerintah Kabupaten Lumajang, dengan Pemerintahan Desa yang visioner dan terus mengikuti perubahan zaman dengan melibatkan generasi muda, diantaranya Kelompok Informasi Masyarakat, hingga inovasi youth center, telah merilis Sangku Mini Soccer yang berada tepat di belakang pasar kuliner Banjarwaru. Sangku Mini Soccer diharapkan akan menambah ragam aktivitas kepemudaan dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan sektor perekonomian masyarakat di bidang pariwisarta, khususnya Warga Desa Banjarwaru. Destinasi wisata di desa ini tidak seperti yang lain, yaitu menawarkan konsep yang berbeda dan unggul dalam hal keunikan, yaitu memiliki kebaruan konsep, menawarkan kenangan dan arti baru dari sebuah kunjungan yang positif yaitu olah raga sehingga tidak monoton seperti yang lain, meskipun destinaasi ini tergolong baru. Diharapkan dengan konsep yang berbeda, maka destinasi ini tidak segera redup namun mampu bertahan dalam situasi apapun karena memiliki daya tarik yang baru dan konsep yang seiring dengan pola hidup sehat saat ini (Hermawan, 2. Berdasakan uraian dan permasalahan diatas peneliti mengambil tema mengembangkan potensi desa yang ada dengan mengembangkan destinasi wisata dengan tema pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur, yang bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pelatihan SDM, memberikan pelatihan manajemen pariwisata dalam rangka memantapkan konsep pengembangan youth center sebagai destinasi wisata berbasis sport preneur dan pelatihan manajemen pemasaran untuk menunjang tercapainya pangsa pasar. Pembangunan sport tourism ini untuk mengangkat potensi wisata juga pengembangan UMKM didesa tersebut. Pengembangan ini tidak hanya berbentuk fisik semata, namun juga bersifat non fisik yang merupakan pengembangan dari segala sumberdaya dan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan industri kreatif dari ciri suatu masyarakat yang mampu berdiri dengan ekonomi dan sumberdaya mandiri yang memberikan semangat bagi warganya untuk berproduksi dengan kekuatan sumberdaya yang unggul dalam bidang tertentu sehingga memberikan daya tarik unik bagi pengunjung yang datang (Basiya & Rozak, 2. (Sopyan & Widiyanto, 2. dan (Nasution et al. Dengan harapan dapat mengembangkan destinasi wisata serta UMKM yang dapat memajukan potensi desa Banjarwaru Lumajang terwujud. METODE PENELITIAN Penelitian yang berlokasi di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang dengan skedul bulan Agustus sampai dengan September 2022, pemilihan tempat didasarkan pada kekayaan alam yang dimikili Desa Banjarwaru yang dapat dan cocock dijadikan destinasi wisata Berbasis Sport Preneur. Jenis penelitian kualitatif dengan narasumber Kepala Desa dan Ketua Bumdes dan Ketua Karang Taruna, pengumpulan data dengan pendekatan observasi dan fokus grup diskusi dalam memetakan kekuatan potensi yang ada dan kemungkinan pengembangan ke depan (Narimawati, 2. , pengumpulan data tersebut dangat efektif mengingat tidak semua masyarakat memiliki data yang akurat untuk Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Aris Sunandes. Yuhanin Zamrodah. Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, & Fauziyah. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Journal Viabel Pertanian. , 16. memetakan suatu wilayah, (Sanusi, 2. , data lain yang dibutuhkan adalah dari Biro Pusat Statistik lokal untuk mengetahui kondisi lingkungan (Sekaran, 2. Analisis data dengan cara pengumpulan data, mereduksi data, melakukan trangulasi data untuk menvalidasi data yang masuk. (Bogdan dkk, 1. Hasil dari valiasi data memberikan kesimpulan yang akan menghasilkan pemikiran baru dari kondisi di obyek penelitian (Nazir, 2. , dengan demikian penyajian data yang beragam akan terfragmentasi dengan jelas dan menghasilkan gambaran menyeluruh yang merupakan kombinasi angka dan narasi yang valid (Zamrodah, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang Desa Banjarwaru dengan luas 1,73 km2 memiliki potensi sumberdaya yang berkarakter baik, masih dalam lingkup Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang di Propinsi Jawa Timur Indonesia. Kondisi desa yang baik untuk pertanian, perkebunan dan kehutanan, curah hujan yang cukup sepanjang tahun, berada di ketinggian 1000 dpl. Banyak potensi yang belum dieksplor dengan baik dan optimal hal ini dikarenakan masyarakat yang sudah merasa nyaman dengan bertani dan buruh tani, meskipun dalam dekade terakhir terjadi peningkatan pada sektor sekunder dan tersier yang cukup signifikan. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang merupakan desa yang memiliki potensi untuk dikembangkannya destinasi wisata, dengan demikian salah satunya akan dikembangkan youth center sebagai destinasi wisata sport preneur. Selain mewadahi para pemuda untuk berinovasi dalam mengembangkan bakat mengenai sport preneur juga sekaligus mewadahi masyarakat setempat untuk berwisausaha yang berkaitan dengan sport preneur yang sedang dibangun di Desa banjarwaru. Dengan hal ini maka perlunya pembinaan baik terhadap remaja maupun masyarakat setempat agar terwujudnya youth center dalam pengembangan destinasi wisata sport preneur. Memberikan pembinaan dan pelatihan SDM, dalam pengembangan Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur yang lebih modern. Memberikan pelatihan manajemen pariwisata dalam rangka memantapkan konsep Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur. Memberikan pelatihan manajemen pemasaran untuk menunjang tercapainya pangsa pasar. Pola, bentuk dan karakter yang tidak sama di setiap desa, menimbulkan kondisi yang berbeda dalam melahirkan bentuk orgnisasi di masyarakat, meskipun demikian secara teknik dan manajerial masih memliki kesamaan dalam hal tujuan yaitu membawa masyarakatnya menuju kemakmuran dan kesejahteraan khusunya pada pemuda sebagai harapan generasi yang akan datang sebagai bentuk dukungan pemerintahan desa dalam mengembangkan organisasi kepemudan seabagai wadah yang memiliki jiwa wirausaha dalam mempersiapkan masa depan sesuai dengan pilihan dan bidang yang diminati mereka (Zahra, 2. Synder . pengembangan youth center betujuan untuk memberiakn ruang dalam bermain secara positif bagi remaja untuk melakukan komunikasi dan sosialiasi antar mereka yang memiliki umur antara 10-30 tahun dengan passion dan kesenangan yang Sama halnya dengan Desa Banjarwaru Kecamatan Lumajang ini melaksanakan pengembangan youth preneur sebagai suau komunitas yang memiliki tujuan akhir bahwa pemuda mendapatkan manfaat dalam berkomunikasi dan bersosialisasi antar mereka untuk menumbuhkan jiwa kemandirian sesuai dengan perena mereka dalam menentukan pilihan di masa depan. Kegiatan Youth Center di Dsa Banjarwaru Kecamatan Lumajang sekaligus menjadi destinasi wisata sport preneur yang meliputi: sarana olahraga . epak bola dan arum Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Aris Sunandes. Yuhanin Zamrodah. Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, & Fauziyah. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Journal Viabel Pertanian. , 16. jeram yang menyusuri sungai desa tersebu. , sarna keseniaan, kegiatan sosial, bisnis . endirikan kegiatan wirausaha disekitar lapangan sepak bola dan sekitar lokasi arum Fungsi youth center diharapkan memberikan sifat yang novatif dan prospektif bagi remaja dalam mengembangkan berbagai bentuk kreasi mereka baik itu olahraga, seni dan bisnis sebagai bentuk menuju ke arah ekonomi kreatif (Plan, 2. Selain memberikan peluang kreatifitas para remaja juga memberikan peluang pada masyarakat setempat untuk dapat berwirausaha di sekitar area wisata sport preneur tersebut, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung di Desa Banjarwaru. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat setempat yang selama ini dominan memperoleh pendapatan dari hasil pertanian. Pembinaan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Sumber Daya Manusia menjadi hal yang penting dalam membangun atau mengembangkan destinasi wisata, dengan demikian perlu dilakukan pelatihan dan pembinaan terhadap sumber daya manusia secara berkala untuk adapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang lebih baik dan berkualitas. Keterbatasan sumber daya manusia salah satunya disebabkan oleh kondisi demografis daerah setempat. Kesiapan sumber daya manusia di Desa Wisata Banjarwaru selalu didampingi pihak akademis, pemerintah dalam berbagai pelatihan dan pengembangan serta pemberdayaan masyarakatnya disamping itu juga melibatkan stakeholder lain dalam mendukung kegiatan tersebut seperti halnya mitra swasta. Dengan pelatihan dan pengembangan yang dilakukan diharapakan masyarakat tidak hanya berkembang sesaat, namun mampu berkreasi dengan mengembangkan potensi yang ada dalam menghidupkan industri kreatif sehingga seiring penemuan kekurangan yang dimiliki menjadi lebih sadar untuk menemukan solusi bagi dirinya sendiri dengan demikian mereka menjadi berdaya dalam menjadikan dirinya lebih produktif dalam memajukan kehidupan mereka, hal ini akan menjadikan kreatifitas tersebut semangat bagi perubahan ke arah pengembangan di segala bidang, tidak hanya destinasi wisata saja namun pertanian, perkebunan dan sektor kreatif yang lain seperti peternakan dan teknik mesin yang telah ada di desa tersebut. (Dewani, dkk, 2. seiring dengan hal tersebut masyarakat akan bersama-sama bergerak menuju kegiatan yang produktif tidak hanya di sektor wisata baru saja namun olahraga dan kewirausahaan dalam mencipatkan nilai tambah dan kenaikan pendapatan mereka bagi setiap kegiatan untuk menuju Manajemen Pariwisata dan Manajemen Pemasaran Untuk Menunjang Tercapainya Pangsa Pasar. Destinasi wisata di Desa Banjarwaru yang bertema sport preneur patut untuk dikembangkan, karena memiliki infrastruktur serta sarana dan prasarana yang mendukung seperti lapangan sepak bola dan sungai yang dapat digunakan untuk rafting seta lokasi kosong sekitar area destinasi akan dibangun toko-toko oleh masyarakat setempat untuk kegiatan kewirausaahaan produk-produk wisata maupun kuliner, sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dengan desa wisata di sekitar Desa Banjarwaru tersebut, sehingga dapat menarik wisatawan untuk berwisata di tempat tersebut. Destinasi wisata merupakan batas-batas wilayah tertentu yang secara geografis mempunyai daya tarik dengan segala fasilitas dan akses untuk menuju arahnya, mimiliki wilayah administrasi yang dikembangkan dengan memunculkan daya tarik dan ciri khas baik itu alami maupun artifisial yang didukung dengan infrastruktur yang aman bagi pengunjung disertai dengan pengelolaan yang profesional dengan segala komponen di dalamnya. (Prasiasa, 2. Potensi destinasi sport preneur yakni mengenai kegiatan berwisata olah raga yang sudah dimiliki Desa Banjarwaru memerlukan pengelolaan yang lebih baik, sehingga Jurnal Viabel Pertanian Vol. 16 No. 2 November 2022 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 http://ejournal. id/index. php/viabel Aris Sunandes. Yuhanin Zamrodah. Palupi Puspitorini. Rumanintya Lisaria Putri, & Fauziyah. Pengembangan Youth Center Sebagai Destinasi Wisata Berbasis Sport Preneur di Desa Banjarwaru Kabupaten Lumajang. Journal Viabel Pertanian. , 16. dipelukan system manajemen pariwisata yang tepat. Manajemen Pariwisata meliputi segala tindakan bisnis untuk tujuan mencari keuntungan dengan fokus bidang utama destinasi wisata yang merencanakan, menggerakkan seluruh komponen sember daya yang ada disertai pengendalian sumberdaya untuk mencapai tujuan tersebut. Desa Banjarwaru sudah melakukan perencanaan destinasi wisata dengan matang, yakni lokasi-lokasi sudah dipetakan untuk sarana olah raga seperti sarana sepak bola dan sungai yang digunakan untuk rafting dengan segala fasilitas yang ada serta membangun toko untuk masyarakat setempat berwirausaha di area sekitar sport preneur, pengorganisasian sudah terbentuk dalam satuan pok darwis yang pembagian tugasnya sudah teratur dan terencana. Pemuda dan masyarakat setempat bersemangat untuk mewujudkan destinasi wisata sport preneur ini karena selain desanya menjadi potensi dikunjungi banyak orang untuk berwisata juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan mereka. Selain manajemen pariwisata penting juga dilakukan manajemen pemasaran terhadap desa wisata Banjarwaru agar banyak dikenal dan dikunjungi para wisatawan. Dalam hal ini manajemen pemasaran yang dilakukan oleh desa Banjarwaru agar destinasi wisata ramai dikunjungi pengunjung adalah dengan cara membuat perencanaan promosi destinasi wisata dengan menambahkan pada website desa tentang destinasi wisata berbasis sport preneur, melakukan branding pada media sosial seperti Instagram. Facebook. WhatsApp yang berisikan foto-foto dan keterangan-keterangan yang menarik mengenai sport preneur serta mempromosikan melalui flyer dan brosur-bosur yang disebar luaskan di berbagai daerah sekitar Kabupaten lumajang, dengan hal ini pengunjung atau wisatawan akan tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut yang pada akhirnya mampu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Banjarwaru. KESIMPULAN Pelatihhan SDM masyarakat Desa Banjarwaru dapat meningkatkan kemampuan SDM masyarakat mulai bergeser dari yang dulunya hanya bekerja sebagai petani menjadi pelaku usaha . dibidang pariwisata sport preneur, menjadi masayrakat yang terampil dan memiliki kreatifitas produk wisata. Manajemen pariwisata sudah dilakukan dengan perencanaan destinasi wisata dengan matang sesuai dengan sarana dan prasaranayang ada, yakni lokasi-lokasi sudah dipetakan untuk sarana olah raga seperti sarana sepak bola dan sungai yang digunakan untuk rafting dengan segala fasilitas yang ada serta membangun area pertokoan yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk berwirausaha diarea sekitar sport preneur serta melakukan pemasaran wisata melalui berbagai sarana promosi baik melaui situs web. IG. FB. WA dan brosurbrosur yang disebarkan oleh pok darwis setempat sehingga dapat menarik wisatawan untuk berwisata di Desa banjarwaru dan dapat menigkatkan kesejahteraan mereka. DAFTAR PUSTAKA