Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Induksi maturasi ikan komet (Carassius auratu. menggunakan ekstrak biji wijen (Sesamum indicum L. ) pada pakan sebagai fitoestrogen Induction of maturation of gold fish (Carassius auratu. using sesame seed extract (Sesamum indicum L. ) on feed as phytoestrogens Jullya Fratiwi Handayani1. Eko Rini Farastuti1. Fia Sri Mumpuni1. Mulyana1 Program Studi Akuakultur. Fakultas Pertanian. Universitas Djuanda. Jl Tol Ciawi No. Ciawi. Bogor, 16720. Jawa Barat. Indonesia *email : jullyafratiwihandayani@gmail. Abstrak Kematangan gonad pada ikan merupakan suatu faktor penting dalam budidaya ikan karena berkaitan dengan produksi Minyak wijen menjadi salah satu bahan sebagai suplemen pakan dalam stimulasi pematangan gonad ikan. Tujuan penelitian adalah mendapatkan dosis terbaik ekstrak biji wijen (Sesamum indicum L. ) pada pakan untuk meningkatkan kematangan gonad ikan komet (Carassius auratu. Penelitian ini dengan empat taraf perlakuan dan tiga kali ulangan. Taraf perlakuan pada penelitian ini adalah: P0 Tanpa pemberian ekstrak biji wijen (Kontro. P1 Pemberian ekstrak biji wijen 5 mL/kg pakan. P2 pemberian ekstrak biji wijen 10 mL/kg pakan. P3 Pemberian ekstrak biji wijen 15 mL/kg. Hasil penelitian selama 6 minggu menunjukan pada awal pemeliharaan berada di TKG I, minggu ke-3 memasuki TKG i, dan pada minggu ke-6 P1. P2. P3 memasuki TKG IV sedangkan P0 masih berada di TKG i. Indeks kematangan gonad tertinggi disetiap waktu pengamatan terjadi pada perlakuan P2 dengan pemberian pakan yang diberi ekstrak biji wijen sebanyak 10 mL/kg pakan. Pada minggu ke-1 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 sebesar 7. Pada minggu ke-3 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 sebesar 9. Pada minggu ke-6 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 sebesar 11. Fekunditas pada minggu ke-6 menunjukkan hasil tertinggi P2 4. Tingkat kematangan gonad dengan perlakuan yang diberi ekstrak wijen lebih cepat dengan waktu pemeliharaan selama 6 minggu. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa ekstrak wijen dapat digunakan sebagai suplemen untuk peningkatan kematangan gonad ikan komet. Kata kunci: biji wijen, fitoestrogen, histologi gonad, maturasi, vitelogenesis. Abstract Gonad maturity in fish is essential in fish farming because it is related to seed production. Sesame oil is one of the ingredients as a feed supplement to stimulate fish gonad maturation. The research aimed to obtain the best dose of sesame seed extract (Sesamum indicum L. ) in feed to increase the gonad maturity of comet fish (Carassius auratu. This research had four treatment levels and three repetitions. The treatment levels in this study were: P0 Without giving sesame seed extract (Contro. P1 Giving sesame seed extract 5 mL/kg feed. P2 giving sesame seed extract 10 mL/kg feed. P3 Giving sesame seed extract 15 mL/kg. The results of the six-week study showed that at the beginning of maintenance, they were in TKG I, in the 3rd week, they entered TKG i, and in the 6th week. P1. P2, and P3 entered TKG IV while P0 were still in TKG i. The highest gonad maturity index at each observation time occurred in treatment P2 with feed containing 10 mL/kg of sesame seed extract. In the 1st week, the highest gonad maturity index occurred at P2 at 7. In the 3rd week, the highest gonad maturity index occurred in P2 at 9. In the 6th week, the highest gonad maturity index occurred in P2 at 11. Fecundity at week 6 showed the highest result of P2 4,290. The level of gonad maturity with treatment given sesame extract was faster, with a maintenance time of 6 weeks. The results of this study illustrate that sesame extract can be used as a supplement to increase comet fish gonad maturity. Keywords: gonad histology, maturation, phytoestrogens, sesame seeds, vitellogenesis Handayani. Farastuti. Mumpuni. , & Mulyana. Induksi maturasi ikan komet (Carassius auratu. menggunakan ekstrak biji wijen (Sesamum indicium L. ) pada pakan sebagai Jurnal Mina Sains. :45-53 Pendahuluan Ikan (Carassius termasuk kelompok famili cyprinid (Brown et 2. merupakan ikan hias air tawar yang cukup dikenal dan digemari oleh masyarakat yang sering dijadikan model dalam rekayasa genetika (Kusrini et al. Ikan ini juga menjadi ikan hias yang memiliki permintaan cukup tinggi dan memiliki harga yang relatif stabil (Subhan et al. Hal menarik penggemar ikan komet adalah karena 46 Handayani et al. ekstrak Sesamum indicium sebagai fitoestrogen keindahan dan pergerakan tubuh (Rahardjo & Izzah 2. Kematangan gonad pada ikan dapat ditingkatkan dilakukan dengan beragam cara, salah satunya adalah proses induksi pematangan gonad yang bertujuan untuk perkembangan reproduksi ikan. Menurut Faridz . , salah satu metode yang digunakan dalam stimulasi pematangan gonad adalah melalui penggunaan suplemen pakan yang mengandung bahan-bahan alami yang dapat merangsang proses reproduksi ikan. Wijen menjadi salah satu bahan yang menarik untuk dieksplorasi sebagai suplemen Minyak wijen mengandung asam arakidat . 12%), asam palmitat . 52%), asam stearat 95. 92%) dan asam oleat . (Saputra et al. Minyak wijen yang diekstraksi dari biji wijen (Sesamum indicu. , telah dikenal memiliki kandungan fitoestrogen. Fitoestrogen adalah senyawa alami yang berasal dari tanaman dan dapat berfungsi sebagai pengganti estrogen alami dalam tubuh. Beberapa jenis biji-bijian termasuk biji wijen, diketahui mengandung senyawa fitoestrogen yang tinggi. Sejumlah penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pemberian minyak wijen pada tikus dapat meningkatkan estrogen. Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan dan kematangan gonad serta Luteinizing Hormone (LH) berfungsi untuk merangsang pengeluaran sel telur dari ovarium (Al-Akaishi, 2. Penggunaan fitoestrogen di bidang budidaya ikan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik ekstrak biji wijen (Sesamum indicum L. ) pada pakan untuk meningkatkan kematangan gonad ikan komet (Carassius Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi penting mengenai potensi penggunaan biji wijen sebagai fitoestrogen stimulan pada ikan komet (Carassius auratu. untuk pengembangan budidaya ikan yang lebih baik dan efisien. Fakultas Pertanian Universitas Djuanda. Pembuatan preparat gonad dilakukan di Laboratorium Histopatologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Pengamatan preparat gonad dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Metode Waktu dan tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Agustus 2023, di Laboratorium Akuatik Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu RAL dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan: P0 : Tanpa pemberian ekstrak biji wijen (Kontro. P1 : Pemberian ekstrak biji wijen 5 mL/kg P2 : Pemberian ekstrak biji wijen 10 mL/kg P3 : Pemberian ekstrak biji wijen 15 mL/kg Persiapan wadah Wadah pemeliharaan yang digunakan adalah 4 buah akuarium yang berukuran 100 cm x 40 cm x 40 cm. Sebelum digunakan akuarium dibersihkan dahulu dengan sabun dan air Kemudian akuarium yang sudah dibersihkan diisi air setinggi 30 cm. Persiapan ikan uji dan kualitas air Induk betina ikan komet yang digunakan berasal dari Ilmi Fish Farm Bogor. Induk betina yang digunakan sebanyak 12 ekor dengan bobot induk 14-20. 5 g. Induk yang digunakan merupakan induk yang telah dipijahkan terlebih induk ikan yang digunakan adalah tujuh hari setelah proses pemijahan. Ikan yang di gunakan sebanyak tiga ekor/akuarium. Pergantian air dilakukan setiap tiga hari sekali sebanyak 50%. Pemeliharaan dilakukan selama enam minggu, dan diberi pakan dengan frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari pada jam 08. 00, 12. 00 dan 16. WIB, pakan diberikan dengan metode ad Selama pemeliharaan, dilakukan pengamatan pada hari ke-1, minggu ke-3, dan minggu ke-6. Kualitas air selama pengamatan dilakukan pengukuran parameter suhu. Do dan pH yang diukur menggunakan termometer. DO-meter, pH-meter. Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Persiapan pakan Pakan komersial yang digunakan dengan nilai protein 40% diberi ekstrak biji wijen dengan dosis 5 mL, 10 mL, 15 mL/kg pakan. Ekstrak biji wijen yang digunakan sebagai perlakuan adalah dalam bentuk minyak. Minyak wijen disatukan dengan kuning telur dan air sebanyak 10 mL hingga tercampur. Campuran bahan tersebut disemprotkan kepakan secara merata, kemudian didiamkan hingga kering ditempat yang tidak terpapar Teknik pencampuran suplemen . inyak wije. dan pakan mengikuti Arfah et al. Parameter yang diamati Tingkat Kematangan Gonad Tingkat kematangan gonad dengan diamati struktur histologis, ukuran gonad dalam ovarium, kejelasan bentuk gonad dan warna gonad (Effendie, 1. Histologi Gonad Pengamatan dilakukan melalui pembuatan preparat histologi Preparat histologi gonad bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh induksi hormon, khususnya terhadap perkembangan gonad ikan. Pengambilan sampel gonad untuk histologi dilakukan pada hari ke-1 minggu ke-3 minggu ke-6. Gonad yang diambil diawetkan terlebih dahulu menggunakan Buffer Neutral Formalin (BNF) untuk menjaga struktur jaringan gonad agar tidak mengalami kerusakan saat dibuat preparat (Mustikasari, 2. Preparat histologis gonad dibuat dengan metode pewarnaan hematoxylin dan eosin dengan ketebalan pengirisan 3-5 AAm pada posisi melintang. Pembuatan preparat gonad dilakukan di Laboratorium Histopatologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB. Preparat gonad diamati di bawah mikroskop berkamera . erbesaran 10 x. di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Indeks Kematangan Gonad (IKG) Nilai IKG dihitung menggunakan persamaan (Effendie 2. IKG = x 100% Keterangan : IKG = Indeks kematangan gonad (%) = Bobot gonad . = Bobot ikan total . Fekunditas Fekunditas dihitung secara gravimetric menggunakan pendekatan Jusmaldi et al. ycyc FT = n x ycyc Keterangan: = Fekunditas parsial = Jumlah telur yang diambil . = Bobot seluruh gonad . = Bobot sebagian gonad yang diambil . Kualitas Air Kualitas air merupakan parameter pendukung dalam penelitian ini, kualitas air yang optimal mendukung keberhasilan Media pemeliharaan diganti tiga kali Pengukuran kualitas air untuk pH menggunakan pH-meter. DO menggunakan DO-meter, dan suhu menggunakan termometer. Pengukuran kualitas air dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Analisis Data Hasil pengamatan TKG. IKG, histologi dan fekunditas disajikan secara deskriptif Hasil dan pembahasan Tingkat kematangan gonad Tingkat Kematangan Gonad selama masa pemeliharaan dilihat dari perkembangan gonad pada hari ke-1 minggu ke-3 dan ke-6. Hasil pengamatan histologi gonad menunjukkan, tingkat kematangan gonad (TKG) pada awal pemeliharaan berada di TKG I atau tidak ada ikan yang matang gonad. Pada pengukuran minggu ke-3, gonad setiap perlakuan sudah mulai berisi telur yang mengindikasikan memasuki TKG i, dan pada minggu ke-6 P1. P2, dan P3 memasuki matang gonad TKG IV sedangkan P0 masih berada di faseTKG i (Tabel . 48 Handayani et al. ekstrak Sesamum indicium sebagai fitoestrogen Klasifikasi TKG pada ikan komet belum ada acuan pada penelitian sebelumnya, tetapi klasifikasi yang digunakan dalam pengamatan ini merupakan klasifikasi tingkat kematangan gonad ikan secara umum dengan komparasi dengan klasifikasi tingkat kematangan gonad secara umum dari Holden dan Rait . dalam Suwarso dan Sadhotomo . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perkembangan gonad yang berbeda pada perlakuan kontrol (Tabel . Pada minggu ke-1 pada setiap perlakuan menunjukkan bahwa tahap awal pada fase TKG I perkembangan gonad dengan tanda ukuran ovarium kecil, tipis, berwarna jingga dan terlihat seperti minyak, dan butiran telur belum tampak. Hasil TKG pada pengamatan minggu ke-1 sama semua hal tersebut dikarenakan ikan dipijahkan terlebih dahulu yang bertujuan untuk menyeragamkan gonad yang akan diuji. Pada minggu ke-3 ukuran gonad ikan komet mengalami perkembangan memasuki tahap TKG i butiran telur terlihat dengan jelas, pada permukaan ovari telah tampak pembuluh darah telur masih berwarna putih bentuk telur tidak beraturan dan belum ada telur-telur yang Minggu ke-6 memasuki tahap TKG IV ditandai dengan warna telur sudah berubah warna menjadi kuning kecoklatan dan ada beberapa telur yang sudah berwarna putih bening transparan pada perlakuan P1. P2,dan P3 kecuali P0. Diduga hal tersebut karena P0 perlakuan yang tidak diberi ekstrak biji wijen sehingga gonad lebih lambat terbentuk. Hasil pengamatan Tingkat Kematangan Gonad ikan komet diduga hal ini disebabkan oleh pakan yang diberi ekstrak biji wijen mengandung fitoestrogen yang mempunyai cara kerja yang sama dengan penambahan hormon, kandungan fitoestrogen ini masuk secara oral melalui pakan, kemudian hipotalamus menerima rangsangan untuk menstimulasi hormon gonadotropin yang dilanjutkan ke hipofisis, setelah itu hipofisa FSH Follicle Stimulating Hormon untuk pembentukan selsel gonad, sehingga perkembangan gonad yang diberi ekstrak biji wijen pada pakan menjadi lebih cepat dari pada yang tidak diberi ekstrak biji wijen. Faktor yang mempengaruhi system mekanisme hormonal pada tubuh ikan. Mekanisme hormon reproduksi pada ikan diatur oleh otak, hipotalamus dan kelenjar hipofisis (Rottman et al. Hipotalamus merespon dengan melepaskan hormon gonadotropin (GnRH) dan dopamin yang bekerja pada kelenjar hipofisis. Selain itu, hormon gonadotropin mengandung hormon Follicle Stimulating Hormon (FSH) dan Luitenzing Hormon (LH), bekerja untuk gonad. Hormon FSH untuk merangsang proses pematangan gonad, sedangkan LH untuk merangsang proses ovulasi (Farastuti, 2. Peningkatan Tingkat Kematangan Gonad juga bisa dipengaruhi oleh pengaruh lain. Indeks Kematangan Gonad Indeks Kematangan Gonad ikan komet selama masa percobaan 6 minggu disajikan pada Gambar 2. Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan komet meningkat dari hari ke- 1, minggu ke-3, dan ke-6 pada waktu pemeliharaan (Gambar . Hasil pengamatan indeks kematangan gonad pada Gambar 2, menunjukan bahwa indeks kematangan gonad tertinggi disetiap waktu pengamatan terjadi pada perlakuan P2 dengan pemberian pakan yang diberi ekstrak biji wijen sebanyak 10 mL/kg pakan. Pada hari ke-1 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 sebesar 7,80% dan nilai terendah terjadi di P0 sebesar 5,71%. Pada minggu ke-3 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 sebesar 9,26% dan nilai terendah terjadi di P0 sebesar 6,03%. Pada minggu ke-6 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 sebesar 11,17% dan nilai terendah terjadi di P0 sebesar 6,78%. Tabel 1. Tingkat kematangan gonad Perlakuan Pengamatan minggu keP0 i i i i i Keterangan: P0: kontrol. P: ekstrak biji wijen 5 mL/kg. P2: ekstrak biji wijen 10 mL/kg. P3: ekstrak biji wijen 15 mL/kg. Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Gambar 2. Indeks kematangan gonad berdasarkan perlakuan selama penelitian Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan komet meningkat setiap saat melakukan sampling di hari ke-1 minggu ke-3, dan ke-6 pada waktu pemeliharan (Gambar . Hasil pengamatan indeks kematangan gonad pada Gambar 2, menunjukan bahwa indeks kematangan gonad tertinggi disetiap waktu pengamatan terjadi pada perlakuan P2 dengan pemberian pakan yang diberi ekstrak biji wijen sebanyak 10 mL/kg pakan. Pada minggu ke-1 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 80% dan nilai terendah terjadi di P0 Pada minggu ke-3 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 26% dan nilai terendah terjadi di P0 Pada minggu ke-6 indeks kematangan gonad yang tertinggi terjadi di P2 17% dan nilai terendah terjadi di P0 IKG yang meningkat dapat disebabkan karena perkembangan oosit yang sedang berkembang, maka pertumbuhan bobot ikan pun akan bertambah. Pada saat masa reproduksi sebagian energi yang dihasilkan dari pakan akan tertuju pada perkembangan gonad. Hal ini didukung oleh pernyataan Hutagalung et al. , penyebab bobot gonad bertambah dan nilai IKG meningkat adalah ketika proses vitelogenesis, granula kuning telur akan bertambah dalam ukuran dan jumlah yang membuat oosit mengalami pertambahan volume menjadi besar. Menurut Tampubolon et . , nilai IKG sejalan dengan perkembangan gonad, semakin besar bobot gonad maka semakin besar pula nilai IKG. Secara morfologis, kematangan gonad dapat diamati melalui peningkatan berat gonad akibat perkembangan sel gonad (Cortes, 2. Pengukuran Indeks Kematangan Gonad juga dapat digunakan untuk mengetahhui Tingkat Kematangan Gonad dengan melihat hubungan antara somatik dan perkembangan gonad (Wootton 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa IKG dalam stadia matang. Oktaviani . , menunjukkan bahwa penambahan tepung bayam pada pakan diakhir pengamatan selama satu bulan dengan tingkat kematangan gonad ikan komet memasuki TKG IV, dengan indeks kematangan gonad sebesar Histologi Gonad Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada minggu ke- 0 memasuki tahap oosit Pembelahan meosis terlihat di minggu ke-3 tahap kortikal alveoli dan juga ada yang sudah memasuki tahap vitelogenesis. Pada akhir pengamatan minggu ke-6 memasuki tahap matang. Hasil pengamatan histologi terhadap tahapan perkembangan oosit menunjukkan dalam satu perkembangan ovarium terdapat dua hingga tiga tahap perkembangan oosit dalam ovarium. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan oosit ikan komet berkembang tidak bersamaan semuanya. Ikan komet memiliki tipe pemijahan parsial atau asinkronous. Berdasarkan gambar telur ikan komet tersebut, maka serupa dengan yang 50 Handayani et al. ekstrak Sesamum indicium sebagai fitoestrogen dikemukakan oleh Farastuti . , bahwa pemijahan parsial terdapat 2 tahap oosit yang berada dalam stadia yang sama. Tahapan perkembangan oosit yang dilihat secara histologi dibagi menjadi pertumbuhan oosit primer, kortikal alveoli, vitelogenesis, dan matang (Ganias & Lowerre-Barbieri, 2. Hasil dari penelitian ini menunjukan pada hari ke-1 menunjukan adanya sel kecil dengan nucleus ditengah dan bentuk tidak beraturan memasuki tahapan awal ketika oogonia mengalami pembelahan meiosis profase. Hasil pembelahan meosis terlihat di minggu ke-3 berkembang memasuki tahap kortikal alveoli pada tahap ini adanya pembentukan butiran kuning telur di sekeliling nukleus dan juga ada yang sudah memasuki tahap vitelogenesis. Kortikal alveoli akan bermigrasi ke pinggiran oosit dan terjadi pertambahan ukuran serta jumlah butiran kuning telur tahap ini disebut awal vitelogenesis. Tahap akhir vitelogenesis terjadi pengendapan butiran kuning telur pada sisi tepi oosit yang matang dan kemudian menyebar ke seluruh sitoplasma mendekati Proses ini membuat ukuran nukleus semakin mengecil dengan bentuk yang tidak Minggu ke-6 memasuki tahap matang pada tahap ini, nukleus menghilang. Pembentukan butiran kuning telur telah berhenti dan sitoplasma didominasi oleh butiran kuning telur. Pematangan telur diminggu ke-6 pada P0 menunjukan perkembangan berbeda. Hal tersebut diduga perlakuan P1. P2. P3 diberi ekstrak wijen pada pakan yang mengandung fitoestrogen mampu mempercepat perkembangan telur akan merangsang hati mensintesis vitelogenin, selanjutnya dibawa oleh aliran darah menuju gonad dan secara selektif akan diserap oleh lapisan folikel oosit akibat penyerapan vitelogenin, oosit akan tumbuh membesar sampai kemudian berhenti apabila telah mencapai ukuran maksimum. Fitoestrogen menurut Ravindran et al. memiliki kesamaan dengan estradiol dalam tubuh, peran estradiol adalah merangsang hati untuk Peningkatan konsentrasi estradiol-17 tersebut dikarenakan FSH Foliclle Stimulating Hormon bekerja dalam perkembangan oosit (Nagahama 2. Gambar 1. Histologi Gonad ikan komet masa pemeliharaan minggu ke-0, ke-3 dan ke-6. Vg: vitelogenesi. Oog: oogenesis. Os: oosit. N: nucleus. Ka: kortikal alveoli. Mo: matur oosit. Bkt: butiran kuning telur Jurnal Mina Sains ISSN: 2550-0759 Volume 10 Nomor 1. April 2024 Fekunditas pertumbuhan atau rasio konversi (Hematzadeh & Jalali, 2. Hasil pengamatan terhadap fekunditas ikan komet di akhir pemeliharaan pada minggu ke-6 menunjukkan fekunditas tertinggi terdapat pada perlakuan P2 4. 290 butir, selanjutnya diikuti P3 2. P1 2. 604 dan jumlah fekunditas terendah pada perlakuan P0 1. Fekunditas total ikan komet dengan pemberian ekstrak biji wijen pada perlakuan P0 pada perlakuan P0. Fekunditas P0 sebanyak 656 dengan bobot gonad 1. P1 2. dengan bobot gonad 2. P2 4. 290 dengan bobot gonad 3. 9g, dan P3 3. 042 dengan bobot Hal ini mendekati dengan pernyataan Subhan . , fekunditas relatif ikan komet yang didapat sebanyak 67-96 butir/g-1 selama pemeliharaan 30-60 hari. Hal ini diduga karena adanya pengaruh pemberian ekstrak biji wijen dapat mempengaruhi perkembanggan gonad sehingga semakin besar gonad maka akan semakin besar jumlah Hal ini didukung oleh pernyataan Suwarso et al. , yang menyatakan bahwa jumlah telur yang dihasilkan oleh ikan akan meningkat sejalan dengan semakin besarnya Hubungan linier antara fekunditas dengan bobot tubuh serta bobot gonad mengindikasikan bahwa jumlah telur di dalam ovarium mengikuti secara proporsional terhadap kedua variabel tersebut (Hariyanti. Namun diet minyak wijen tidak berpengaruh signifikan terhadap laju Kualitas air Kualitas air berperan penting dalam mendukung kelangsungan hidup ikan komet selama masa percobaan. Hasil pengukuran kualitas air selama 6 minggu disajikan pada Tabel 2. Kualitas air menjadi bagian penting dalam pemeliharaan ikan komet dimana faktor fisik dan kimia air menjadi bagian dalam peningkatan pertumbuhan dan kelangsungan Standar kualitas air yang digunakan dalam media hidup ikan komet harus memiliki sifat yang baik dalam menunjang kehidupan ikan komet dengan mengacu pada tingkat baku mutu kualitas air ikan komet. Kontrol terhadap kualitas air media pemeliharaan dilakukan guna menghindari terjadinya kematian pada ikan komet akibat kualitas air yang tidak mendukung ikan komet untuk dapat hidup. Tingkat keasaman air . H), oksigen terlarut dalam air (DO), amoniak, dan suhu menjadi faktor penunjang kualitas air ikan komet. Pada hasil penelitian suhu air pada masa pemeliharaan kisaran 25,2AC-28,21AC untuk semua perlakuan. Suhu tersebut masih berada pada kisaran layak untuk budidaya ikan komet sesuai dengan kebutuhan pemeliharaan ikan komet yaitu 25AC-30AC (BSN, 2. Pada penelitian ini pH air antara 7,5-8,1. Nilai tersebut masih dalam kisaran pemeliharaan ikan komet yaitu 6,5-8,5 (BSN, 20. Tabel 2. Hasil pengukuran parameter kualitas air Perlakuan Parameter DO . g/L) Suhu . C) Referensi