JPO: Jurnal Prestasi Olahraga Volume 5 Nomer 8 Tahun 2022 ISSN: 2338-7971 PERBANDINGAN HASIL TES KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS TAHUN 2021 KONI SITUBONDO Muhammad Zainuddien Aziz*. Oce Wiriawan* S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Surabaya email : *muhammad. 19016@mhs. id*ocewiriawan@unesa. Dikirim: 24-06-2022. Direview: 14 Ae 9 - 2022 Diterima: 15- 11 - 2022. Diterbitkan: 15 Ae 11 - 2022 Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hasil dan perbedaan kondisi fisik atlet PUSLATKAB Bulutangkis pada tahun 2021 setelah mengikuti tes dan pengukuran pada bulan Oktober dan Desember 2021 dalam persiapan PORPROV XIV. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan jenis pendekatan deskriptif ex post facto atau sekunder. Penggunaan subyek pada penelitian ini yaitu 6 orang atlet bulutangkis putra dari PORPROV KONI Situbondo. Metode pengambilan data dalam penelitian ini diambil dari hasil tes keseluruhan kondisi fisik atlet bulutangkis PUSLATKAB KONI Situbondo pada tahun 2021. Adapun beberapa jenis tes yang dilakukan dalam pengambilan data dalam penelitian ini antara lain: . sit and reach atau flexibility, . grip strength, . expanding dynamometer, . back and leg dynamometer, . , . shuttle run . gility tes. , . medicine ball, . push up, . sit up, . sprint, . multi level fitness test. Hasil penelitian dari hasil tes yang ada yaitu mengalami adanya perbedaan tinkat kondisi fisik atlet bulutangkis PUSLATKAB KONI Situbondo. Sehingga yang terjadi adalah peningkatan dan penurunan kondisi fisik pada bulan Oktober dan Desember. Kata Kunci : Bulutangkis. Kondisi Fisik. Tes dan Pengukuran Olahraga Abstract This study aims to determine the results and differences in the physical conditions of the Badminton PUSLATKAB athletes in 2021 after taking tests and measurements in October and December 2021 in preparation for PORPROV XIV. The type of research method used is quantitative research that uses an ex post facto or secondary descriptive approach. The use of the subjects in this study were 6 male badminton athletes from PORPROV KONI Situbondo. The data collection method in this study was taken from the results of the overall physical condition of the badminton athletes of PUSLATKAB KONI Situbondo in 2021. Several types of tests were carried out in collecting data in this study, including: . sit and reach or flexibility, . grip strength, . expand dynamometer, . back and leg dynamometer, . balance, . shuttle run . gility tes. , . medicine ball, . push ups, . sit ups, . sprint, . multi fitness level test. The results of the research from the existing test results are that there are differences in the level of physical condition of badminton athletes at PUSLATKAB KONI Situbondo. So that what happens is an increase and decrease in physical conditions in October and December. Keywords : Badminton. Physical Conditions. Exercise Tests and Measurements PENDAHULUAN Salah satu faktor penting pencapaian Core atau otot perut Abdominal, dan juga otot dada prestasi di dalam olahraga yaitu dari segi kondisi dan triceps. Persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang Terkait kondisi Fisik yang menunjang atlet yaitu kondisi fisik sebagai meningkatkan dan permainan Bulutangkis yang telah disebutkan, mengembangkan prestasi olahraga secara optimal. Untuk mencapai tujuan yaitu dengan mencapai sehingga harus ditingkatkan serta dikembangkan performa terbaik, semua unsur yang ada dalam sesuai ciri, karakteristik, dan kebutuhan masing- kondisi fisik bulutangkis harus dapat dikembangkan masing dari cabang olahraga (Supriyoko & Mahardika, 2. dengan maksimal. Adapun unsur-unsur kondisi Sehingga diperlukan tes dan pengukuran guna untuk menentukan sejauh mana fisik, antara lain yaitu kekuatan . , daya kualitas kondisi fisik yang dimiliki oleh atlet tahan . , daya ledak . , kecepatan . , kelentukan . , keseimbangan Tes dan pengukuran merupakan suatu . , koordinasi . , dan reaksi istilah yang sering digunakan untuk instrumen yang . (Fadli, 2. Skala prioritas . nsur yang digunakan dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi berupa angka maupun bukan angka. Tes dibutuhkan di setiap cabang-cabang olahraga untuk dan pegukuran memiliki tujuan seperti menentukan mengembangkan unsur-unsur kondisi fisik. Gerakan status, klasifikasi, seleksi, motivasi, maupun tungkai yang kuat serta cepat guna untuk menunjang menjaga standart ataupun kepentingan penelitian. permainan yang baik dan kecepatan lengan yang Ketika melakukan tes dan pengukuran atlet di tuntut baik, gerakan tersebut sangat dibutuhkan dalam untuk melakukan tes dengan semaksimal mungkin permainan bulutangkis. Hal ini membuktikan agar hasil yang di peroleh pun maksimal dan dapat adanya beberapa prioritas unsur kondisi fisik pada diolah dengan benar sesuai dengan kebutuhan. , . , cabang olahraga Bulutangkis, karena pada saat ini Koni pola permainan bulutangkis lebih mengarah kepada Porprov ke VII dengan melewati PBSI Kab. and Power Smash. Situbondo mengirimkan beberapa atlet untuk mengikuti ajang Speed and Power. Speed Kabupaten Situbondo terkati mengirimkan atlet nya untuk dibutuhkan ketika Kecepatan, dan kelentukan di butuhkan ketika memaksimalkan hasil Porprov yang akan di gelar sedang berada di dalam rally harus cepat dan pada Bulan Juli, maka tangkas, daya tahan terbagi menjadi cardiovascular pengukuran kondisi fisik. Tujuan dari Tes dan endurance dan muscular endurance. Daya tahan Pengukuran tidak lain adalah untuk mengetahui diperlukan untuk menunjang atlet dalam bermain kondisi Fisik atlet dan juga untuk bahan evaluasi bulutangkis karena setiap game yang dilakukan pasti bagi para pelatih dan atlet sendiri, berdasarkan hasil Agility Porprov dari tahun yang lalu atlet bulutangkis diperlukan saat melakukan pukulan Shuttlecock Situbondo belum begitu memberikan hasil yang yang dikembalikan oleh lawan dengan pola yang baik dan belum menyumbangkan medali untuk berubah Ae ubah. Sebagai penunjang semua otot Kabupaten Situbondo. Kecepatan yang digunakan ketika bermian bulutangkis terdapat dilaksanakan tes dan Berdasarkan alasan tersebut maka peneliti Sriundy. Populasi yang digunakan pada ingin mengetahui ada atau tidak perbedaan yang penelitian kali ini adalah seluruh atlet bulutangkis dialami atlet setelah mengikuti seraingkaian Tes dan putra di Kabupaten Situbondo berjumlah 6 orang. Pengukuran yang sudah dilakukan. Dengan berkerja maka dari itu menurut (Siyoto & Sodik, 2. sama dengan Lembaga Sport Science. KONI dalam bukunya menyebutkan jika populasi relatif Situbondo kecil yaitu kurang dari 30 orang maka sampel yang memaksimalkan hasil prestasi Porprov ke XIV. digunakan adalah semua populasi yang ada pada Berkenaan dengan hal tersebut penulis merancang sebuah penelitian dengan judul Au Perbandingan bagian dari populasi yang sebagian ingin di teliti Hasil Tes Kondisi Fisik Atlet Bulutangkis tahun oleh peneliti, menurut (Sugiyono, 2. AuSampel 2021 KONI SitubondoAy. merupakan bagian dari beberapa jumlah yang dimiliki populasiAy . Dalam penelitian kali ini sampel METODE PENELITIAN yang digunakan adalah atlet Bulutangkis Porprov Penelitian ini akan dilaksanakan dengan Kabupaten Situbondo pada tahun 2021 dengan menggunakan metode deskriptif dan menggunakan orang yang sama. jenis penelitian kuantitatif. Metode deskriptif kali ini Teknik atau metode pengumpulan data menggunakan ex post facto atau data Sekunder yang yang digunakan adalah hasil tes keseluruhan dari merupakan metode penelitian yang membandingkan kondisi fisik atlet bulutangkis PUSLATKAB KONI dua variabel atau lebih yang sudah terjadi Situbondo pada tahun 2021. Terdapat beberapa item (Narbuko & Achmadi, 2. Menurut tes kondisi fisik yang digunakan untuk mengetahui Suharsini Arikunto . penelitian kuantitatif banyak dituntut menggunakan angka mulai dari Sedangkan (SOP), dengan cara yang benar dan memang sesuai dengan keadaan atlet pada saat itu. Adapun beberapa item metode deskriptif dilakukan untuk meneliti kondisi tes yang dilakukan antara lain: . Sit and Reach atau atau hal lain yang sudah disebutkan, dan hasilnya flexibility (Maksum Ali, 2. Memiliki tujuan berbentuk pemaparan dalam laporan penelitian. Maka akan hal itu penelitian ini akan menggunakan data yang telah ada sebelumnya, yang diambil ketika (Kemenpora,2. , tes kondisi fisik atlet Situbondo pada bulan Oktober mengaetahui kekuatan otot remas tangan atlet. dan Desember 2021. (Kemenpora,2. Memiliki tujuan untuk mengetahui kekuatan otot generalisasi atas subyek yang memiliki karakteristik dada dan bahu. back and leg dynamometer yang ditetapkan oleh peneliti untuk di teiliti lebih (Komaini Anton, 2. , memiliki tujuan untuk mengetahui kekauatan punggung dan kaki. diharapkan bisa memperoleh hasil yang maksimal . menyatakan bahwa, penelitian dengan kebutuhan atlet yang sudah di sesuaikan dengan digunakan yaitu deskriptif menurut Arikunto Populasi yang dilakukan. Sampel merupakan (Sugiyono, 2. Pada penelitian kali ini jumlah populasi terbatas dan sudah diketahui oleh bertujuan untuk mengukur keseimbangan atlet. peneliti dan yang disebut dengan finite (Mahardika. Peralatan yang digunakan stopwatch. shuttle run ( (Balanc. (Kemenpora, agility tes. (Komaini Anton, 2. , memiliki tujuan Kemudian data yang sudah dikonversi untuk melihat kelincahan serta kecepatan dalam menggunakan norma tersebut, diperoleh Untuk berubah arah 180A. medicine ball (Komaini mengetahui rataAerata, sedangkan untuk mengolah Anton, data yang sudah terkumpul menggunakan rumus kemampuan daya ledak otot lengan atas. push up sebagaimana dibawah ini (Sriundy,2015 :. (Komaini Anton, 2. , memiliki tujuan untuk Mean : mengukur kekuatan otot ekstrimitas atas. sit up (Kemenpora,2. Oc" AA= # mengukur kekuatan otot perut atau core seorang AA = . ibaca mi. rerata populasi = . jumlah X = data dalam populasi N = jumlah anggota dalam populasi . sprint (Kemenpora, 2. , memiliki tujuan untuk mengukur kecepatan atlet berlari dalam 30m. multi level fitness test, memiliki tujuan untuk mengukur daya tahan jantung dan volume paruAeparu HASIL DAN PEMBAHASAN dengan melakukan pengukuran oksigen maksimum. HASIL Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, yang bisa menggambarkan Flexibility Tabel 2 data Flexibility bulan Oktober dan keadaan kondisi fisik atlet bulutangkis KONI Desember Situbondo. Dengan data yang telah terkumpul dari NAMA tes dan pengukuran sebelumnya maka data tersebut OKTOBER FLEXIBILITY kemudian akan dikonversi menggunakan norma instrumen tes dan pengukuran yang kemudian akan AARON CUKUP BAIK BAGAS CUKUP CUKUP BIMA KURANG CUKUP FERLI BAIK CUKUP NABIL KURANG KURANG SEKALI dikonversi sebagai berikut: Tabel 1 Rentang Score Kategori Kondisi Fisik Putra SEKALI NOERHAFIZ BAIK SEKALI BAIK SEKALI RATA-RATA CUKUP CUKUP NILAI NOERHAFIZ AARON TERBAIK KATEGORI Kuran Sekali Kurang Cuku Baik Baik Sekali Kesei Strok Stand KEKUATAN Otot Grip Rema Strenght Dynamom Tang Lenga Expanding n dan Dynamom Bahu Otot Leg Tung Dynamom Otot Back Pung Dynamom Otot Sit Up Perut Otot Push Up Lenga n dan Bahu KECEPATAN Sprin Lari 30 M FLEKSIBILITAS < 0,5 >=0,6-8,5 >=8,632,8 >=32,944,9 >45 <30,7 >=30,7-33 >=33, 1-37,9 >=3840,3 >40,3 Kelen Sit and Reach POWER Otot Lengan Medicine dan Bahu Ball DAYA TAHAN UMUM VO2Max Bleep Test Grafik 1 Hasil Perbandingan Flexibility BALANCE KETERANGAN (CM) SEKALI rentang nilai pada setiap variabel berdasarkan TEKNIK PENGUK URAN DESEMBER FLEXIBILITY (CM) yang sudah dikelompokkan berdasarkan pada KOMPONE KETERANGAN FLEXIBILITY <15,4 >=15,4-18,2 >=18, >=24,126,8 >26,8 <96,8 >=96,8111,5 >=141155,6 >155,6 <91,3 >=91,3-98,1 >=112118,9 >119 <21 >=21-26 DESEMBER >=16-23 >=3135 >=3239 >36 <15 >=111 ,6140,9 >=98, >=2730 >=2431 >40 OKTOBER >5,2 <=5,2-5 <=4,94,7 <=4,64,4 <4,3 <30,4 >=30,4-33 >=33, 1-38,6 >=38,741,4 >41,4 Berdasarkan data di atas dapat kita lihat bahwa <303,4 >=303,4341,9 >=342 -380,6 >=380, 7-419,2 >419,2 tingkat kelentukan atlet bulu tangkis Puslatkab <48,6 >=48,6-52 >=52, 1-55,4 >=55,558,8 >58,9 OKTOBERDESEMBER Keterangan : Situbondo pada bulan Oktober memiliki rata-rata Tabel 5 data Expanding bulan Oktober 36,8 dan pada bulan Desember di angka 35 NAMA Tabel 3 data Grip Strenght bulan Oktober NAMA AARON SANGA W BAGAS D P BIMA HADI FERLI ADE G NABIL RIFAT NOERHAFIZ H R. Rata-rata Nilai terbaik GRIP STRENGH T (KG) (Kana. KETERANGA KURANG GRIP STRENGH T (KG) (Kir. AARON SANGA W BAGAS D P BIMA HADI K FERLI A G KETERANGA KURANG CUKUP KURANG SEKALI BAIK SEKALI NABIL RIFAT A NOERHAFI ZH R. Rata-rata KURANG SEKALI Nilai terbaik CUKUP CUKUP CUKUP Ferli A G CUKUP Noerhafizh R B CUKUP CUKUP CUKUP CUKUP AARON SANGA W BAGAS D P BIMA HADI FERLI ADE G NABIL RIFAT NOERHAFIZ H R. Rata-rata Nilai terbaik GRIP STRENGH T (KG) (Kana. KETERANGA CUKUP CUKUP BAIK SEKALI GRIP STRENGH T (KG) (Kir. KETERANGA CUKUP BAIK SEKALI KURANG SEKALI CUKUP CUKUP KETERA NGAN CUKUP BAIK BAIK SEKALI BAIK BAIK SEKALI BAIK SEKALI KURANG BAIK SEKALI KURANG SEKALI CUKUP CUKUP Bagas D P BAIK Bagas D P CUKUP BIMA HADI FERLI ADE NABIL RIFAT A NOERHAFIZ H R. Rata-rata CUKUP KURANG SEKALI Ferli A G KETERANGA EXPANDIN G (TARIK) (KG) KETERANGA BAIK CUKUP KURANG SEKALI CUKUP CUKUP KURANG SEKALI KURANG SEKLAI BAIK SEKAKLI KURANG SEKALI KURANG SEKALI CUKUP CUKUP Aaron SW KURANG Ferli AG CUKUP Grafik 3 hasil perbandingan Expanding GRIP STRENGHT 41,8 44,8 CUKUP Grafik 2 Hasil Perbandingan Grip Strenght EXPANDIN (DORONG) (KG) Nilai Terbaik Bima H K CUKUP AARON SANGA W BAGAS D P CUKUP BAIK SEKALI EXPANDING (TARIK) (KG) NAMA KURANG KETERANG Tabel 6 data Expanding bulan Desember Tabel 4 data Grip Strenght bulan Desember NAMA EXPANDIN (DORONG) (KG) EXPANDING DYNAMOMETER 36,1 35 OKTOBER KANAN KIRI DESEMBER 21,7 20,7 TARIK OKTOBER DORON DESEMBER Keterangan: Keterangan: Berdasarkan data di atas ditunjukkan bahwa rata Ae rata atlet bulutangkis Puslatkab Situbondo lebih dominan menggunakan tangan kanan, hal itu terbukti dengan hasil tes Grip Strenght tangan kanan lebih baik daripada tangan kiri. Rata rata otot peras tangan kanan mengalami pengingkatan dari bulan Desember sedangkan pada tangan kiri mengalami Pada bulan Oktober rata Ae rata kekuatan otot peras tangan kanan berada pada angka 41,8 dan tangan kiri berada pada rata Ae rata 36,1. Namun pada bulan Desember rata Ae rata kekuatan otot peras tangan kanan mencapai 44,8dan 35 pada tangan kiri. Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa rataAe rata kekuatan atlet saat melakukan tes dan mendorong pada bulan Oktober berada pada angka 25,3 sedangkan pada bulan Desember mengalami penurunan di angka 21,7. Pada tes tarik kekuatan otot bahu pada bulan Oktober memiliki rataAerata 17,8 dan mengalami kenaikan pada bulan Desember dengan rata Ae 20,7. Tabel 7 data Back and Leg bulan Oktober Tabel 9 data keseimbangan Tabel 8 data Back and Leg bulan Desember Oktober NAMA BACK DYNAMOMETER (KG) AARON SANGA W BAGAS D P CUKUP CUKUP BIMA HADI K BAIK BAIK SEKALI FERLI ADE G BAIK CUKUP NABIL RIFAT KETERANGAN CUKUP KURANG LEG DYNAMOMETER (KG) KURANG Rata-rata CUKUP CUKUP Nilai Terbaik Noerhafizh R B Bima H K BAIK STAND (SEC) KETERANGAN (SEC) KETERANGAN AARON SANGA CUKUP Desember STORK STAND NAMA NOERHAFIZH BAIK SEKALI STORK KETERANGAN 25,04 CUKUP KURANG BAGAS D P 14,57 CUKUP 16,04 CUKUP BIMA HADI K BAIK 15,39 CUKUP FERLI ADE G 6,16 KURANG KURANG NABIL RIFAT A CUKUP KURANG NOERHAFIZH 94,26 BAIK SEKALI 13,39 CUKUP Rata-rata BAIK 8,42 CUKUP Nilai terbaik Noerhafizh 94,26 Bagas D P 16,04 Grafik 5 hasil perbandingan keseimbangan Grafik 4 hasil perbandingan back and leg BACK AND LEG DYNAMOMETER 99,6 110,7 120,7 131,9 KESEIMBANGAN OKTOBE DESEMBER OKTOBER BACK LEG DESEMBER OKTOBER 8,42 DESEMB 8,42 Berdasarkan grafik di atas rata Ae rata keseimbangan atlet puslatkab Koni Situbondo lebih baik pada bulan Oktober dengan rata Ae rata sebesar 33,1 sedangkan pada bulan Desember menunjukkan nilai sebesar 8,42. Keterangan: Berdasarkan data grafik di atas menunjukkan kekuatan otot punggung dan tungkai yang di ukur menggunakan tes back and leg dynamometer mengalami peningkatan dari tes pertama pada bulan Oktober yang memiliki rataAerata kekuatan punggung diangka 99,6 sedangkan pada bulan Desember dengan rata Ae rata diangka 110,7 dengan kategori cukup sedangkan pada kekuatan otot tungkai pada bulan Oktober memiliki rataAerata sebesar 120,7 dan mengalamm penigkatan pada bulan Desember diangka 131,9 dengan kategori Tabel 10 data Shuttle Run Oktober Desember SHUTTLE NAMA RUN (SEC) (SEC) KETERANGAN AARON SANGA W 11,39 CUKUP BAIK BAGAS D P 10,97 CUKUP 10,43 BAIK BIMA HADI K 11,42 CUKUP BAIK FERLI ADE G 11,88 KURANG 10,78 CUKUP NABIL RIFAT A 12,86 KURANG SEKALI 10,73 BAIK NOERHAFIZH 11,15 CUKUP 10,59 BAIK Rata-rata CUKUP CUKUP NAMA BACK Bagas D P DYNAMOMETER (KG) LEG Aaron SW 10,97 KETERANGAN KETERANGAN DYNAMOMETER (KG) AARON SANGA W KURANG SEKALI BAGAS D P CUKUP CUKUP BIMA HADI K CUKUP CUKUP FERLI ADE G BAIK SEKALI BAIK SEKALI NABIL RIFAT KURANG SEKALI KURANG SEKALI Nilai terbaik NOERHAFIZH Rata-rata Nilai terbaik SHUTTLE RUN KETERANGAN Ferli A G CUKUP CUKUP Ferli A G KURANG KURANG CUKUP MEDICINE BALL OKTOBE DESEM BER DESEMBER Grafik 6 hasil perbandingan Shuttle Run OKTOBER Keterangan: SHUTTLE RUN Berdasarkan data tersebut rata-rata tes power dengan medicine ball mengalami peningkatan pada bulan Desember dari bulan Oktober dengan nilai sebesar OKTOBER DESEMBER OKTOBER DESEMBE 355 dan pada bulan Desember dengan nilai sebesar 367,7 dengan kategori cukup. Keterangan: Tabel 13 data Push Up bulan Oktober Berdasarkan rerata data Suttle Run menunjukkan Oktober lebih baik pada bulan Desember dengan selisih 1 Desember PUSH UP NAMA pada bulan Oktober dengan nilai sebesar 11,6 dan pada bulan Desember dengan nilai 10,6 yang menunjukkan rata-rata pada bulan Desember lebih cepat daripada bulan Oktober. SEC) X PUSH UP KETERANGAN SEC) X KETERANGAN KURANG CUKUP BAIK SEKALI CUKUP BIMA HADI K BAIK BAIK FERLI ADE G CUKUP CUKUP NABIL RIFAT A PUSH UPKURANG KURANG NOERHAFIZH R. KURANG SEKALI CUKUP Bima H K AARON SANGA W BAGAS D P BAIK Rata-rata CUKUP 30PUSH29,5UP . Nilai terbaik KETERANGAN 20 SEC) X OKTOBE DESEMBER Tabel 11 data Medicine Ball bulan Oktober NAMA AARON SANGA W BAGAS D P BIMA HADI K FERLI ADE G NABIL RIFAT NOERHAFIZH Rata-rata Nilai Terbaik MEDICINE BALL (CM) WAKTU (SEC) HASIL (Joul. 0,67 0,47 0,49 0,58 0,58 Bagas D P Baik Sekali KETERANGAN CUKUP BAIK SEKALI CUKUP CUKUP KURANG SEKALI OKTOBER Nilai Terbaik MEDICINE BALL (CM) WAKTU (SEC) HASIL (Joul. KETERANGAN 0,71 KURANG SEKALI 0,56 CUKUP 0,53 BAIK 0,84 KURANG SEKALI 0,41 BAIK SEKALI 0,55 CUKUP CUKUP Baik Sekali Nabil R A DESEMB CUKUP CUKUP Grafik 8 hasil perbandingan Push Up Tabel 12 data Medicine Ball bulan Desember NAMA AARON SANGA W BAGAS D P BIMA HADI K FERLI ADE G NABIL R. NOERHAFIZH Rata-rata Keterangan: Berdasarkandata di atas menunjukkan rata-rata data pada bulan Oktober yang sebesarnya 29,5 lebih besar daripada bulan Desember yang menunjukkan nilai sebesar 25,3 yang memiliki selisih 4,2 Grafik 7 hasil perbandingan Medicine Ball Tabel 14 data Sit Up Grafik 10 hasil perbandingan Sprint Oktober Desember SIT UP . SPRINT SIT UP . NAMA SEC) X KETERANGAN SEC) X KETERANGAN AARON SANGA W KURANG BAIK BAGAS D P CUKUP CUKUP BIMA HADI K CUKUP CUKUP FERLI ADE G KURANG CUKUP NABIL RIFAT A KURANG BAIK NOERHAFIZH R. KURANG BAIK SEKALI Rata-rata KURANG BAIK Nilai terbaik Cukup Baik Sekali DESEMBER OKTOBERDESEMBER OKTOBER Keterangan: Berdasarkan data di atas menunjukkan rata-rata Grafik 9 hasil perbandingan Sit Up waktu Sprint atlet Puslatkab Koni Situbondo bisa dikatakan relative hamper sama pada bulan Oktober SIT UP dengan nilai sebesar pada bulan Desember dengan OKTO BER DESE MBER DESEMBER OKTOBER nilai sebesar 4,9. Tabel 16 data VO2Max bulan Oktober Keterangan: Berdasarkan data tes dan pengukuran pada item tes Sit Up menunjukkan rata-rata pada bulan Oktober NAMA LEVEL BALIKAN VO2MAX KETERANGAN AARON SANGA W 57,98 BAIK BAGAS D P BAIK BIMA HADI K 53,18 CUKUP FERLI ADE G CUKUP NABIL R. 47,39 KURANG SEKALI NOERHAFIZH R. 53,98 CUKUP CUKUP Rata-rata dengan nilai 25,5 sedangkan pada bulan Desember Nilai Terbaik Aaron S 57,98 Baik menunjukkan nilai 31,5 yang lebih baik di bulan Desember dengan selisih sebesar 6. Tabel 17 data VO2Max bulan Desember NAMA AARON SANGA W Tabel 15 data Sprint bulan Oktober BAGAS D P BIMA HADI K FERLI ADE G NAMA AARON SANGA W SPRINT 30M KETERANGA SPRINT 30M (SEC) (SEC) 4,99 KURANG 5,01 NABIL RIFAT A KETERANGAN NOERHAFIZH R. BAGAS D P BAIK SEKALI 4,84 CUKUP 4,66 CUKUP KURANG FERLI ADE G 4,75 CUKUP 4,58 BAIK NABIL RIFAT A 4,97 KURANG 5,12 KURANG NOERHAFIZH R. 4,64 BAIK KURANG Rata-rata CUKUP KURANG Nilai terbaik Bagas D P Ferli A G 4,58 BALIKAN Rata-rata KURANG BIMA HADI K LEVEL Nilai Terbaik Bagas D 59,35 VO2MAX KETERANGAN 56,53 BAIK 59,35 BAIK SEKALI 53,47 CUKUP 51,12 KURANG 50,53 KURANG 50,53 KURANG CUKUP Baik Sekali berdasarkan mendapatkan nilai rata -rata pada tes Grip Grafik 11 hasil perbandingan VO2Max Strenght memiliki kecenderungan pada tangan kanan yang memiliki nilai rata Ae rata pada VO2MAX bulan Oktober sebesar 41,8 dan pada bulan Desember sebesar 44,8. Sedangkan rata Ae rata OKTOB DESEM BER DESEMBER OKTOBER pada tangan kiri memiliki rata Ae rata pada bulan Oktober 36,1 dan pada bulan Desember sebesar 35 dengan kategori Cukup. Pada tes Expanding Dynamometer atlet Koni Situbondo didapatkan hasil rata Ae rata saat mendorong pada bulan Oktober dengan nilai 25,3 dan pada Keterangan: bulan Desember sebesar 17,8 sedangkan pada Berdasarkan data tersebut rata Ae rata kondisi daya saat tarikan memiliki rata Ae rata pada bulan tahan VO2Max atlet Koni Situbondo menunjukkan Oktober dengan nilai 21,7 dan pada Bulan rata Ae rata pada bulan Oktober dengan nilai sebesar Desember sebesar 20,7 dengan Kategori 54 sedangkan pada bulan Desember menunjukkan Cukup. Pada tes back and leg ini bisa di ketahui nilai 53,6 dengan kategori Cukup dan bisa dikatakan kekuatan otot punggung dan tungkai yang bisa hampir tidak mengalami peningkatan. menunjang kemampuan bermain buluutangkis untuk melakukan gerakan jumping smash yang memerlukan kedua otot tersebut. Dalam hal itu PEMBAHASAN atlet Puslatkab Koni Situbondo memiliki rata Ae Strenght atau kekuatan merupakan salah satu rata kekuatan otot punggung pada bulan faktor pendukung pada setiap cabang olahraga. Oktober dengan nilai 99,6 dan mengalami dalam hal penelitian ini cabang olahraga peningkatan pada bulan Desember dengan rata bulutangkis membutuhkan komponen kondisi Ae rata nilai sebesar 110,7 dengan kategori Cukup. Pada tes Push Up yang dilakukan kemampuan kerja otot untuk menahan beban dengan waktu 30 detik didapatkan rata Ae rata latihan yang dilakukan (Muhammad, 2. pada bulan Oktober yang sebesar 29,5 lebih Dalam penelitian ini terdapat komponen tes dan pengukuran kondisi fisik untuk kekuatan menunjukkan nilai sebesar 25,3 yang memiliki meliputi Grip Strenght untuk mengetahui selisih 4,2. Dan yang terakhir tes Sit up yang kekuatan otot peras tangan. Expanding dilakukan selama 30 detik didapatkan rata Ae untuk mengetahui kekuatan rata pada bulan Oktober dengan nilai 25,5 otot lengan dan bahu, back and Leg sedangkan pada bulan Desember menunjukkan Dynamometer untuk mengetahui kekuatan otot nilai 31,5 yang lebih baik di bulan Desember punggung dan tungkai. Push Up untuk dengan selisih sebesar 6. Dynamometer Kekuatan mengetahui kekuatan otot lengan. Sit Up untuk Balance Desember mengetahui kekuatan otot Perut. Pada atlet komponen kondisi fisik yang dibutuhkan Bulutangkis Puslatkab Koni Situbondo mengimbangi pergerakan yang sangat cepat mengalirkan darah dan sistem pembuluh darah saat rally di pertandingan bulutangkis apabila untuk saling menunjang dalam penyampaian keseimbangan atlet kurang bagus maka saat oksigen ke seluruh tubuh. Daya tahan otot . uscle enduranc. juga penting di dalam kemungkinan terjatuh di tengah pertandingan olahraga bulutangkis ( Purnomo, 2. daya (Noviantoro & Purnomo, 2. rata Ae rata tahan otot di dalam olahraga bulutangkis keseimbangan atlet puslatkab Koni Situbondo dibutuhkan ketika play on atlet harus mampu lebih baik pada bulan Oktober dengan rata Ae bermain menyerang dan bertahan secara rata sebesar 33,1 sedangkan pada bulan Desember menunjukkan nilai sebesar 8,42. Berdasarkan data rata Ae rata kondisi daya tahan Kecepatan merupakan keadaan dimana atlet VO2Max atlet Koni Situbondo menunjukkan bisa menghasilkan gerakan tubuh dalam waktu rata Ae rata pada bulan Oktober dengan nilai yang singkat, gerakan yang bersifat lokomotor sebesar 54 sedangkan pada bulan Desember dan cenderung dalam gerakan berulang Ae ulang menunjukkan nilai 53,6 dengan kategori seperti lari atau melakukan gerakan kecepatan Cukup, dan bisa dikatakan hampir mengalami peningkatan pada bulan Desember. membutuhkan kecepatan tangan (Wedut & Sprint atlet Puslatkab Koni Situbondo bisa Berdasarkan hasil penelitian yang telah di konversi ke dalam norma yang telah di hitung. Oktober dengan nilai sebesar 4,7 sedangkan dapat di simpulkan bahwa: pada bulan Desember dengan nilai sebesar 4,9 Kemampuan dengan kategori kurang. Simpulan di analisis menunjukkan rata Ae rata waktu PENUTUP Wiriawan, 2. Berdasarkan data yang telah dikatakan relatif hampir sama pada Atlet atau . merupakan hasil Bulutangkis Puslatkab Koni Situbondo pada tes dan kombinasi dari perhitungan kekuatan dan pengukuran yang dilakukan pada tahun 2021 di waktu yang terjadi ketika melakukan aktivitas Bulan Oktober dan Desember memiliki perbedaan akan tetapi terlihat tidak terlalu signifikan bulutangkis, power sangat dibutuhkan ketika perbedaan yang terjadi karena rentang waktu tes melakukan gerakan Pukulan Lob dan Smash dan pengukuran yang dilakukan hanya berselang 3 harus memiliki power yang besar supaya bisa Menurut (Septian & Jatmiko, 2. mematikan lawan bermain untuk mendapatkan pengaruh dari program latihan akan terlihat kemenangan (Putra & Wiriawan Oce, 2. minimal 2 bulan terjadi peningkatan, pada Daya tahan dibagi menjadi 2 kategori secara penelitian ini rentang waktu yang dilakukan umum yakni daya tahan kardio respiratori dan berselang 3 bulan dan itu sudah bisa dikatakan daya tahan otot . uscle enduranc. (Warni et cukup karena terbukti dengan adanya peningkatan , 2. menjelaskan bahwa kapasitas daya pada hasil tes dan pengukuran pada bulan tahan kardio respiratori yang baik sangat Desember lebih tinggi daripada bulan Oktober akan berhubungan erat dengan kapasitas volume tetapi peningkatan itu hanya terihat relatif kecil. paru Ae paru dan kinerja jantung yang Perbedaan hasil tes dan pengukuran kondisi fisik Daya ledak atlet Puslatkab Koni Situbondo pada bulan Oktober ini atlet Bulutangkis supaya pada porprov dan Desember terlihat pada kedepannya bisa lebih baik lagi. beberapa item tes seperti: tes kekuatan pada Grip Strenght . ekuatan Expanding dan lebih di sempurnakan lagi melalui Dynamometer. ekuatan otot lengan dan bah. , penelitian lain dengan variabel yang lebih Back banyak dan berbeda. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan Leg Dynamometer. ekuatan punggung dan otot tungka. Push Up . ekuatan otot lenga. Sit Up. ekuatan core atau otot peru. DAFTAR PUSTAKA Terdapat juga kondisi dimana hasil dari tes Abhimasta. skripsi devangga cetak a5 . 1Ae99. dan pengukuran mengalami penurunan pada komponen kondisi fisik Flexibility. Expanding Adam. Mahasiswa. Pendidikan. -1, Olahraga. Wiriawan. , & Kes. ANALISIS PERTANDINGAN BULUTANGKIS ANTAR MAHASISWA (STUDI PADA PERTANDINGAN BULUTANGKIS FAKULTAS ILMU OLAHRAGA DALAM TURNAMEN DIES NATALIS UNESA KE-55 TAHUN 2. Strenght dynamometer, keseimbangan, dan push up dan terdapat juga hasil yang tidak mengalami kenaikan maupun penurunan yang signifikan dari hasil tes dan pengukuran medicine ball . ower lenga. Sprint 30m ( kecepata. , dan Bleep Test (VO2Max atau Daya taha. Berdasarkan peningkatan dan penurunan Dr. Wahidmurni. Mp. PEMAPARAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF. yang terjadi pada kondisi fisik pada bulan Oktober dan Desember tersebut, sehingga dapat di Fadli. Profil Kondisi Fisik Atletik Hoki Tim Putra Sumut Persiapan Kejurnas Hoki Antar Pengda SeIndonesia 2005. In Jurnal Ilmu Keolahragaan (Vol. Issue . bahwa adanya perbedaan tingkat kondisi fisik pada atlet Bulutangkis Puslatkab Koni Situbondo pada tes dan pengukuran dilakukan dalam rangka persiapan Porprov 2022. Kardjono. KONDISI_FISIK UPI. Pembinaan Kondisi Fisik, 1Ae52. Saran