Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN TEKANAN DARAH TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Kader Bangsa Palembang1,2 Alkhusari89@yahoo. Muhamad. andikasp@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Kualitas hidup merupakan suatu penilaian subyektif dari tingkat kebahagian dan kepuasan yang hanya dapat ditentukan menurut pasien itu sendiri dan bersifat multidimensi yang mencakup seluruh aspek kehidupan pasien secara holistik . io, psiko, sosial, kultural, spiritual. Bagi penderita gagal ginjal kronis, hemodialisa akan mencegah kematian. Namun demikian, hemodialisa tidak menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal dan tidak mampu mengimbangi hilangnya aktivitas matabolik atau endokrin yang dilaksanakan ginjal dan dampak dari gagal ginjal serta terapinya terhadap kualitas hidup seseorang. Tujuan : Diketahuinya hubungan kadar hemoglobin dan tekanan darah terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Muhamaddyah Palembang Tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional, teknik pengampilan sampel dengan cara purposive sampling dengan sampel sebanyak 48 orang. Hasil : penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa memiliki kadar hemoglobin tidak normal berjumlah 39 orang . ,3%), tekanan darah tidak normal berjumlah 34 orang . ,8%) dan kualitas hidup buruk berjumlah 39 orang . ,3%) dari 48 responden. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara kadar hemoglobin . =0,. dan tekanan darah . =0,. terhadap kualiatas hidup. Saran : diharapkan untuk petugas kesehatan khususnya perawat hemodialisa mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan bagi pasien hemodialisa serta melibatkan dan meningkatkan peran serta keluarga sebagai support system dalam rangka meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa. Kata Kunci : Kadar hemoglobin. Tekanan darah. Kualitas hidup ABSTRACT Background: Quality of life is a subjective assessment of the level of happiness and satisfaction that can only be determined according to the patient itself and is multidimensional in that it covers all aspects of the patient's life holistically . io, psycho, social, cultural, spiritual. For patients with chronic kidney failure, hemodialysis will prevent death. However, hemodialysis does not cure or restore kidney disease and is unable to compensate for the loss of kidney or endocrine activity carried out by the kidneys and the effects of kidney failure and its treatment on a person's quality of life. Objectives : life of patients with chronic renal failure undergoing hemodialysis in Muhamaddyah Palembang Hospital in 2019. Method: This study is a descriptive analytic study with cross sectional research design, sampling techniques using purposive sampling with a sample of 48 person. Results: this study found that most patients with chronic renal failure who underwent hemodialysis had abnormal hemoglobin levels of 39 people . 3%), abnormal blood pressure of 34 people . 8%) and poor quality of life of 39 people . 3%) of 48 respondents. The results of statistical tests using the chi square test showed that there was a significant relationship between hemoglobin levels . = 0,. and blood pressure . = 0,. on the quality of life. Suggestion: it is expected that health workers, especially hemodialysis nurses, consider the effects that can be caused for hemodialysis patients and involve and enhance family participation as a support system in order to improve the quality of life for hemodialysis patients. Keywords : Hemoglobin level. Blood pressure. Quality of life Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 13 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 PENDAHULUAN Beberapa tahun belakangan telah Indonesia, meningkatnya tren penyakit katastropik Penyakit merupakan penyakit berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat membahayakan jiwa penderitanya, diantaranya: penyakit jantung, penyakit syaraf, kanker, diabetes mellitus, haemofilia dan penyakit ginjal (Nurchayati,2. Data System tahun 2012 kasus gagal ginjal kronis menunjukkan pravelansi penyakit ginjal kronik di Amerika serikat sebesar 514 orang yang menjalani hemodialisa (USRDS, 2. Menurut Indonesia Renal Registry, suatu perhimpunan nefrologi Indonesia. GGK Indonesia menjalani hemodialisa dan tahun 2014 758 orang GGK yang mejalani hemodialisa (IRR, 2013 & IRR. Berdasarkan koordinator wilayah perhimpunan nefrologi Sumatera selatan, tahun 2013 terdapat 338 orang GGK yang meningkat tahun 2014 menjadi 1. orang GGK yang menjalani hemodialisa (Fahmi, 2. hemodialisa tidak menyembuhkan atau Klien GGK biasanya harus hidupnya . iasanya dilakukan 3 kali seminggu selam 3 atau 4 jam per har. atau sampai mendapat ginjal baru melalui transplantasi ginjal (Muttaqin, 2. Bagi penderita gagal ginjal kronis. Namun menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal dan tidak mampu mengimbangi endokrin yang dilaksanakan ginjal dan dampak dari gagal ginjal serta terapinya (Brunner & Suddarth, 2. Kualitas hidup merupakan suatu kebahagian dan kepuasan yang hanya dapat ditentukan menurut pasien itu sendiri dan bersifat multidimensi yang mencaup seluruh aspek kehidupan pasien secara holistik . io, psiko, sosial, kultural, spiritua. (Finkeistein. Fredic. Menurut World Health Organitazation (WHO) dimensi kualitas hidup yaitu dimensi fisik, dimensi psikologis, dimensi Pada pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK), hemodialisa akan mencegah kematian. Menurut United States Data Renal vital lainnya akibat akumulasi zat toksin menurunkan risiko kerusakan organ-organ Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan sosial, dan dimensi lingkungan. Keempat menggambarkan kualitas kehidupan pasien | 14 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Gagal Ginjal Kronik hemodialisa (Septiwi, 2. Pada tahun 1997. National Kidney Foundation (NKF) sekitar 70-80%. Hipertensi merupakan membuat sebuah acuan untuk mengukur faktor resiko untuk terjadinya penyakit sebuah kualitas hidup berupa Kidney kardiovaskular yang dapat meningkatkan Diseases Outcomes Quality Initiatives (NKDOQI) yang digunakan pada penyakit Umumnya ginjal kronis (PGK), dengan faktor yang menimbulkan stres fisik seperti kelelahan, dinilai adalah akses vaskular, adekuasi sakit kepala dan keluar keringat dingin dialisis, anemia, nutrisi, hipertensi, serta akibat tekanan darah yang menurun, selain penyakit tulang . ontrol phospat dan itu efek hemodialisa juga mempengaruhi kalsiu. (Andrian, 2. Adanya diet nutrisi yang tidak berpikir dan konsentrasi serta gangguan berpengaruh terhadap terjadinya anemia. dalam hubungan sosial. Semua itu akan Anemia menyebabkan menurunnya kualitas hidup mengalami penurunan 70 mL/menit pada pasien dengan hemodialisa (Sagala: 2. pria dan 50 mL/menit pada wanita. Data Nurchayati . melakukan penelitian epidemiologi menunjukkan sebanyak dua pertiga pasien PGK tahap awal mengalami berhubungan dengan kualitas hidup pasien anemia dengan kadar Hb kurang dari 11 penyakit ginjal kronik yang menjalani gr/dL (Nurchayati. PGK Pravelansinya Hemodialisa. Anemia faktor-faktor Rumah Sakit Islam merupakan temuan yang hampir selalu Fatimah Cilacap dan Rumah Sakit Umum ditemukan pada pasien penyakit ginjal Banyumas didapatkan hasil penelitian lanjut, dan hematokrit 18% hingga 20% bahwa responden yang berkualita hidup lazim terjadi. Penyebab anemia adalah baik . ,6%) dengan rata-rata usia 44 tahun sebanyak 82 orang dan usia 57 tahun 11 orang (Riyanto 2. Tidak diemukan sirkulasi yang tampaknya menghambat hubungan antara kualitas hidup dengan eritropoetin, defisiensi asam folat dan besi faktor demografi, kadar hemoglobin, akses dan kehilangan darah dari hemodialisa atau sampel uji laboratorium (Price, 2. Kualitas hidup memiliki hubungan dengan Selain itu hipertensi juga merupakan tekanan darah . dengan p value gambaran klinis yang sering menyertai Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan 0,02. Dan | 15 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 hemodialisa (Ou11 bula. dengan p value korelasi antara faktor-faktor risiko dengan 0,035. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efek, dengan cara pendekatan observasi, atau pengumpulan data sekaligus pada hemodialisa merupakan faktor independen suatu saat . oint time approac. Artinya, yang berhubungan dengan kualitas hidup tiap subjek penelitian hanya diobservasi (Nurchayati, 2. sekali saja dan pengukuran dilakukan Studi terhadap status atau variabel dilakukan di Rumah Sakit Muhamaddyah penelitian diamati pada waktu yang sama Palembang pada tahun 2019 sebanyak 116 (Notoadmodjo, 2. orang yang menjalani hemodialisa pada Penelitian ini dilakukan di Instalasi bulan Januari dan tercatat rata-rata ada 33 hemodialisa Rumah Sakit di Palembang pada tahap proposal dilakukan pada 12 Banyak faktor yang dapat Februari sampai 27 Maret dan penelitian dilakukan pada tanggal 19 April - 30 Mei kehidupan dan kualitas hidup pasien Populasi dalam penelitian ini adalah hemodialisa maka peneliti tertarik untuk seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa Rumah Sakit di hemoglobin dan tekanan darah terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Palembang sebanyak 90 orang. Sampel sebagian dari populasi yang merupakan wakil dari populasi. Sampel Berdasarkan masalah yang telah dalam penelitian ini adalah sebagian diuraikan diatas maka peneliti tertarik menentukan jumlah sampel yang diambil Auhubungan kadar hemoglobin dan tekanan dapat dilakukan dengan rumusan estimasi darah terhadap kualitas hidup pasien gagal proporsi dengan formula sebagai berikut ginjal kronik yang menjalani hemodialisa (Lameshow, 1. Untuk di Rumah Sakit Muhamaddyah Palembang Tahun 2019Ay. METODE PENELITIAN Penelitian analitik, metode penelitian yang digunakan adalah metode cross sectional yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 16 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Keterangan : n : Besar Sampel Z21-a/2 Nilai Analisa yang digunakan Analisa kemaknaan 95% . Univariat dan bivariat. Analisa univariat P : Proporsi terhadap populasi 34% . variabel yang akan ditampilkan dalam Derajat bentuk tabel distribusi frekuesi. Analisa populasi 10% . bivariat dilakukan untuk melihat hubungan Jadi, sampel antar variabel . ariabel dependen dan yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 48 orang. Untuk Teknik pengambilan sampel pada kemaknaan dilakukan uji statistik Chi penelitian ini adalah purposive sampling Square menggunakan program SPSS versi yaitu teknik penentuan sampel dengan 00 dengan derajat kepercayaan 95% dan batas kemaknaan = 0,05, jika p tujuan penelitian. yang memenuhi kriteria value < , artinya ada hubungan yang inklusi sebagai berikut: Menjalani terapi bermakna antara kedua variabel tersebut, hemodialisa regular 2 kali/minggu. Lama namun jika nilai p value > , artinya tidak Ou ada hubungan yang bermakna antara kedua Kesadaran Mampu variabel tersebut. membaca dan menulis. Bersedia menjadi menandatangani informed consent. HASIL PENELITIAN Krakteristik Responden Sedangkan kriteria eksklusi dalam Hasil penelitian pada variabel faktor penelitian ini adalah : Tidak menepati demografi sosial jenis kelamin, pekerjaan, jadwal terapi hemodialisa regular yang pendidikan, status pernikahan pada data telah ditetapkan. Mengalami penurunan kondisi sehinga tidak memungkinkan hemodialisa dapat dilihat pada tabel untuk ikut dalam penelitian ini. Menolak dibawah ini: Instalasi menjadi responden pada saat penelitian. Instrumen yang digunakan pada penelitian Penelitian memberikan aspek pertimbangan etik yang Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 17 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik Kategori Jumlah Persentase (%) - Muda - Tua - Laki-Laki - Perempuan - Bekerja - Tidak bekerja Umur : Jenis Kelamin : Pekerjaan Tabel 1 menunjukkan bahwa pada responden yang tidak bekerja lebih banyak distribusi responden pada karakteristik yaitu berjumlah 25 orang . ,1%) dari 48 umur, responden yang berumur tua lebih banyak yaitu berjumlah 36 orang . Kadar Hemoglobin dari 48 responden. Pada karakteristik jenis Distribusi Frekuensi Kadar kelamin, laki-laki lebih banyak yaitu Hemoglobin, dapat dilihat pada tabel berjumlah 34 orang . ,8%) dari 48 sebagai berikut. Pada karakteristik pekerjaan Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kadar Hemoglobin Table Kadar HB Jumlah Persentase (%) Normal Tidak Normal Jumlah responden memiliki kadar hemoglobin tidak normal lebih banyak yaitu berjumlah Tekanan Darah Distribusi Frekuensi Tekanan Darah, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. 39 orang . ,3%) dari 48 responden. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 18 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tekanan Darah Table Tekanan Darah Jumlah Persesntase (%) Normal Tidak Normal Jumlah Kualitas Hidup Distribusi Frekuensi responden yang memiliki tekanan darah Kualitas Hidup, dapat dilihat pada tabel sebagai tidak normal lebih banyak yaitu berjumlah 34 orang . ,8%) dari 48 responden. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kualitas Hidup Table Kualitas Hidup Jumlah Persentase (%) Berkualitas baik Berkualitas buruk Jumlah Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Hasil analisa bivariate anatra yang mempunyai kualitas hidup buruk lebih banyak yaitu berjumlah hubungan kadar hemoglobin terhadap 39 orang . ,3%) dari 48 responden. kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik Analisa Bivariat yang menjalani hemodialisa, dapat dilihat Hubungan Kadar Hemoglobin Terhadap Kualitas Hidup Pasien pada tabel sebagai berikut. Tabel 5. Hunungan Kadar Hemoglobin Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalankan Hemodialisa Kadar Hemoglobin Kualitas Hidup Berkualitas Baik Berkualitas Buruk Total Normal Tidak Normal Jumlah Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan P Value 0,000 | 19 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Berdasarkan tabel 5 menunjukan Dengan hemoglobin normal dengan kualitas hidup menyatakan bahwa ada hubungan yang baik lebih banyak yaitu berjumlah 7 orang . ,8%) dari 9 responden dibandingkan terhadap terhadap kualitas hidup pasien hemoglobin tidak normal dengan kualitas hidup baik berjumlah 2 orang . ,8%) dari 39 responden. Hubungan Tekanan Darah Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa Hasil Dari hasil uji Chi-Square didapatkan 0,000 . <). Hubungan menyatakan bahwa ada hubungan yang Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa, dapat dilihat Darah menunjukkan bahwa H0 ditolak yang Tekanan Terhadap pada tabel sebagai berikut. terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal Tabel 6. Hubungan Tekanan Darah Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis Kualitas Hidup Tekanan Berkualitas Baik Berkualitas Buruk Total Darah Normal Tidak Normal Jumlah Berdasarkan tabel 6 menunjukan P Value 0,012 Dari hasil uji Chi-Square didapatkan 0,012 . <), darah normal dengan kualitas hidup baik menunjukkan bahwa H0 ditolak yang lebih banyak yaitu berjumlah 6 orang menyatakan bahwa ada hubungan yang . ,9%) dari 14 responden dari responden signifikan antara tekananan darah terhadap yang memiliki tekanan darah tidak normal kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan kualitas hidup baik berjumlah 3 orang . ,8%) dari 34 responden. Dengan bahwa ada hubungan yang signifikan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 20 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 antara tekananan darah terhadap terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dijumpai pada penderita penyakit ginjal dibuktikan secara statistik. Dengan hasil penelitian ini peneliti PEMBAHASAN berasumsi bahwa efek dari penurunan Distribusi Kadar Hemoglobin Berdasarkan hasil analisis univariat penanganan dengan maksimal, sehingga akan dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari kadar hemoglobin yang berjumlah 9 orang . ,8%) lebih sedikit tidak normal. dibandingkan responden yang memiliki Tekanan Darah kadar hemoglobin tidak normal berjumlah Berdasarkan hasil analisis univariat 39 orang . ,3%) dari 48 responden. Sejalan dengan teori bahwa hemoglobin memiliki tekanan darah normal berjumlah ialah protein yang kaya akan zat besi. Hemoglobin . aya dibandingkan responden yang memiliki gabun. terhadap oksigen. dengan oksigen tekanan darah tidak normal berjumlah 34 itu membentuk oksihemoglobin didalam orang . ,8%) dari 48 responden. Sejalan sel darah merah. Dengan melalui fungsi ini dengan teori bahwa tekanan yang tinggi maka oksigen dibawa dari paru-paru ke ini bila berlangsung terus menerus dapat jaringan-jaringan. merusak atau mengganggu pembuluh- dalam darah normal ialah kira-kira 15 pembuluh darah kecil dalam ginjal yang gram setiap 100 ml darah (Price, 2. Jumlah Hal ini sejalan dengan penelitian Nurchayati . , menunjukkan hasil ,2%) kemampuan ginjal untuk menyaring darah (Mahdiana, 2. Hal ini sejalan dengan penelitian menderita anemia yaitu 58 orang . ,1%). Nurchayati . , menunjukkan hasil sedangkan sisanya berjumlah 37 orang bahwa pasien dengan tekanan darah tidak . ,9%) yang tidak menderita anemia. Kurangnya zat besi, kehilangan darah pada . ,9%) proses dialisis, perdarahan tersembunyi, darahnya normal . idak hipertens. yaitu terjadinya untuk pemeriksaan laboratorium Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan . ,1%). Penyakit | 21 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 menyebabkan naiknya tekanan darah dan dipadukan dengan berbagai cara seseorang sebaliknya tekanan darah tinggi dalam untuk mendapat kesehatan fisik, keadaan psikologis, hubungan sosial, dan hubungan mengganggu ginjal. Keadaan ini sulit dengan lingkungan sekitarnya. Dalam untuk dibedakan terutama pada penyakit penelitian ini untuk mendapatkan data tentang kualitas hidup responden gagal tekanan darah pada ginjal tergantung dari ginjal kronik yang menjalani hemodialisa, tingginya tekanan darah dan lamanya responden diminta untuk mengisi lembar menderita hipertensi. Makin tinggi tekanan pertanyaan tentang kualitas hisup pasein darah dalam waktu lama maka makin berat berdasarkan kuesioner (Septiwi, 2. Beratnya komplikasi yang dapat ditimbulkan. Dengan hasil penelitian ini peneliti Hal ini sejalan dengan penelitian Astrini . , menunjukkan hasil bahwa berasumsi bahwa pasien yang memiliki tekanan darah tinggi . menahun berkualitas berjumlah 40 orang . ,6%) dapat mempengaruhi kerja ginjal sehingga lebih banyak dibandingkan responden apabila terjadi dalam jangka yang lama yang hidupnya berkualitas baik berjumlah dapat menimbulkan masalah pada kerja 9 orang . ,4%). Dari hasil wawancara beberapa responden mengaku tidak bisa Kualitas Hidup melakukan pekerjaan seperti sediakala Berdasarkan hasil analisis univariat karena sering merasa kelelahan sehingga menunujukkan bahwa responden yang hanya menghabiskan waktu di rumah saja, berkualitas hidup baik berjumlah 9 orang . ,8%) sehingga dirinya merasa hidupnya kurang responden yang mempunyai kualitas hidup buruk berjumlah 39 orang . ,3%) dari 48 Dengan hasil penelitian ini peneliti Sejalan dengan teori World berasumsi bahwa kebanyakan kualitas Health Organization Quality of Life hidup pasien gagal ginjal kronik yang (WHOQoL) group . , meyatakan menjalani hemodialisa hidupnya kurang bahwa kualitas hidup adalah persepsi individu terhadap posisinya dalam konteks dalam menjalani hemodialisa seseorang budaya dan sistem nilai dimana individu akan mengalami masalah baru seperti tersebut hidup, dan hubungan terhadap tujuan, harapan, standar dan keinginan. Hal ini merupakan suatu konsep, yang kapasitas latihan fisik, sesak, gangguan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Hal | 22 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 imunitas sehingga dapat mengganggu diproduksi oleh ginjal, menstimulasi sum- dalam segi fisik, psikologis, sosial maupun sum tulang untuk menghasilkan sel darah Pada gagal ginjal kronik, produksi Hubungan Kadar Hemoglobin Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Menjalani Hemodialisa Berdasarkan hasil analisis bivariat eritropoetin menurun yang mengakibatkan menunjukan responden yang mempunyai mengalami anemia akan juga merasakan kadar hemoglobin normal dengan kualitas tampak pucat, kurang bertenaga, pusing, hidup baik lebih banyak yaitu berjumlah 7 ,8%) dibandingkan responden yang mempunyai anemia berat terjadi, disertai keletihan, angina dan napas sesak (Septiwi, 2. Dapat berdebar-debar (Astrini 2. kadar hemoglobin tidak normal dengan Berdasarkan uraian diatas bahwa kualitas hidup baik berjumlah 2 orang peneliti berasumsi kadar Hemoglobin . ,8%) dari 39 responden. Dari hasil uji Chi-Square didapatkan p value = 0,000 Pasien dengan Hb < 11 gr/dl cenderung . <), dapat disimpulkan bahwa terdapat memiliki kualitas hidup yang kurang baik 97,5%. Anemia terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal menyebabkan penurunan kualitas hidup kronik yag menjalani hemodialisa. serta meningkatkan mortalitas, hal tersebut ginjal adalah anemia,biasanya normmokromik dan normositik. Anemia kapasitas latihan akibat kurangnya oksigen ditemukan pada tahap awal biasanya yang dibawa ke jaringan tubuh, gangguan karena berkurangnya eritropoetin. Anemia imunitas, kemampuan kognitif berkurang. Efek hematologi utama pada gagal serta dapat meningkatkan beban kerja memendeknya usia sel darah merah, defesiensi nutrisi, dan kecenderungan untuk mengalami perdarahan akibat status uremik pasien, terutama dari saluran Penelitian Septiwi . , didapatkan ada hubungan Eritropoetin suatu substansi normal yang yang bermakna antara kadar Hemoglobin (Nurhacyati, dengan kualitas hidup pasien hemodialisa Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 23 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 . =0,. Penurunan kadar Hemoglobin hemoglobin terhadap kualitas hidup pasien dan albumin pada pasien hemodialisa menyebabkan penurunan level oksigen dan sediaan enegi dalam tubuh, yang Penyakit dalam melakukan aktivitas sehingga pada diakibatkan oleh hipertensi. Hipertensi akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik dapat Dengan hasil penelitian ini peneliti gejala-gejala walaupun tidak selalu, hipertensi dapat hemoglobin pada pasien gagal ginjal kardiovaskuler yang merupakan penyebab menyebabkan penurunan oksigen dan kematian paling banyak pada pasien hemodialisa (Astrini, 2. Tekanan darah tinggi atau hipertensi jika tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya komplikasi lain. Adanya proses imunitas yang akhirnya dapat menurunkan patologis akan mengakibatkan penurunan kualitas hidup pasien. Hubungan Tekanan Darah Terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Berdasarkan hasil analisis bivariat dimanifestasikan dengan kelemahan, rasa menunjukkan bahwa responden yamg mempunyai tekanan darah normal dengan kualitas hidup baik berjumlah 6 orang . ,9%) dari 14 responden lebih banyak dibandingkan responden yang memiliki kualitas hidup baik berjumlah 3 orang . ,8%) dari 34 responden. Secara statistik dari hasil uji chi-square p value sebesar 0,012 . <) dapat disimpulkan bahwa berdampak ke psikologis pasien dimana pasien merasa hidupnya tidak berarti akibat kelemahan dan proses penyakitnya Peningkatan diarea otak yang mengakibatkan pasien sulit untuk berkonsentrasi, mudah marah, merasa tidak nyaman dan berdampak pula pada aspek sosial dimana pasien tidak mau untuk bersosialisasi karena merasakan kondisinya yang tidak nyaman. Dengan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 24 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Dengan hasil penelitian ini peneliti kemampuan fisik, mental, serta sosial dan berasumsi bahwa hipertensi pada pasien gagal ginjal kronik harus diatasi segera berdampak terhadap kualitas hidupnya (Nurchayati, 2. Apabila dan seoptimal mungkin karena untuk mengurangi terjadinya komplikasi lain berkurang walaupun berat badan kering yang tidak diinginkan. Perawatan yang obat-obat cermat perlu dilakukan untuk menurunkan tekanan darah secara bertahap sehingga mengurangi terjadinya penurunan fungsi ginjal yang berdampak pada kualitas hidup Biasanya pembatasan natrium dan cairan, serta seseorang yang kurang baik. melalui ultrafiltrasi bial penderita sedang menjalani hemodialisa, karena lebih dari KESIMPULAN DAN SARAN 90% hipertensi bergantung pada volume. Kesimpulan Pada beberapa kasus dapat diberikan obat Pada antihipertensi . engan atau tanpa diureti. (Riyanto 2. Pada berjumlah 36 orang . ,0%), jenis kelamin laki-laki lebih banyak yaitu . ,8%), darahnya dan dicatat dalam catatan medik. responden yang tidak bekerja lebih Setelah banyak yaitu berjumlah 25 orang pengukuran kembali tekanan darahnya dan . ,1%), dicatat dalam catatan medik. Penelitian ini Pada pasien gagal ginjal kronik yang sejalan dengan penelitian Sagala . , menjalani hemodialisa sebagian besar bahwa pasien hipertensi yang memiliki memiliki kadar hemoglobin normal kualitas hidup kurang baik berjumlah 41 berjumlah 9 orang . ,1%) dari 48 orang . ,7%), non hipertensi dengan kualitas hidup kurang baik 4 orang . %). Pada pasien gagal ginjal kronik yang Analisis bivariat didapatkan p value= menjalani hemodialisa sebagian besar 0,020 dapat disimpulkan bahwa ada memiliki tekanan darah tidak normal berjumlah 39 orang . ,8%) dari 48 kualitas hidup. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 25 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 Pada pasien gagal ginjal kronik yang pasien hemodialisa. Selain itu perawat menjalani hemodialisa sebagian besar juga harus memberikan edukasi tentang sebanyak 39 orang . ,3%). hemodialisa untuk meningkatkan kualitas Ada hubungan yang bermakna antara hidup sehingga diperlukan pengaturan kadar hemoglobin terhadap kualiats frekuensi dan durasi hemodialisa, serta hidup pada pasien gagal ginjal kronik melibatkan dan meningkatkan peran serta yang menjalani hemodialisa dengan p keluarga sebagai support system dalam Value = 0,000. Ada hubungan yang bermakna antara pasien hemodialisa. tekanan darah terhadap kualiats hidup Sebagai pengetahuan dan informasi pada pasien gagal ginjal kronik yang penelitian selanjutnya tentang hubungan menjalani hemodialisa 6 dengan p kadar hemoglobin dan tekanan darah Value= 0,012. terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal Saran Mengingat pentingnya peran perawat Disarankan untuk peneliti selanjutnya tehadap perawatan yang ada di rumah dapat meneliti mengenai kualitas hidup sakit dengan banyaknya pasien yang mengalami perawatan diharapkan untuk petugas kesehatan khususnya perawat hemodialisa yang menjalankan mesin dampak yang dapat ditimbulkan bagi Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan | 26 Volume 10. Juni 2019. Nomor 1 Alkhusari1. Muhammad Andika Sasmita Saputra2 DAFTAR PUSTAKA