JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 02 No. Oktober 2025 https://jurnal. id/index. php/JPK p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. PENGARUH PENERAPAN MODEL PJBL-STEM TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMPN 4 LUBUK ALUNG Salma Dewi Putri1. Febri Yanto 2 Universitas Negeri Padang. Padang. Indonesia Email: febri_ya nto@fmipa . a c. Artikel Info Abstrakj Sejarah Artikel Diterima: 03 Okt 2025 Direvisi: 13 Okt 2025 Dipublikasi: 15 Okt 2025 Penelitianjinijdilatarbelakangijolehjrendahnyajhasil belajar peserta didik pada matanpelajaran IPAndan masih dominannya penggunaan metode ceramah dalam pembelajaran. jTujuan penelitiannininadalahnuntuknmengetahuinpengaruhnmodel PjBL-STEM terhadapjhasil belajar pesertandidiknkelas VII SMPN 4 Lubuk Alung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi-Experiment dan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Pengambilannsampeljmenggunakannteknikjpurposivensampling khususnya pada kelas VII. 1 dan VII. Instrumen meliputi tes objektif pretest-posttest, lembar observasi keterlaksanaan, dan angket respon siswa. Teknik pengumpulan data dengan melakukan pretest dan posttest. Analisis Data Menggunakan uji prasyarat yaitu normalitas dan homogenitas, uji parametrik menggunakan uji t dengan bantuan Microsoft Excel. Berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t diperolehnnilainthitung sebesarj2,56 dan ttabeljsebesarj2,00. Hal ini menunjukkan nilai thitung Ou ttabel, dengan demikian H0 ditolak yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasilnbelajar kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Dapatndisimpulkannbahwanpenerapannmodel PjBL-STEM berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII SMPN 4 Lubuk Alung. Kata kunci: PjBL-STEM. Hasil Belajar. Pembelajaran Abad 21 Article Info Abstractj Article History Received: Oct 03st, 2025 Revised: Oct 13st, 2025 Published: Oct 15st, 2025 Thisjresearchjisjmotivated byjthe lowjlearning outcomesjofjstudents injscience subjectsjand the stilljdominantjuse ofjlecture methodsjinjlearning. Thejpurpose of this studyjis tojdetermine the effectjof the PjBL-STEM modeljonjthe learning outjcomesjof class VII students ofjSMPN 4 Lubuk Alung. Thisjstudy usesja quantitativejapproach with the QuasiExperimentjmethodjand the Non-equivalentnControl Group Design. Samplingjuses a purposivejsamplingjtechnique, especiallyjinjclasses VII. 1 and VII. jInstrumentsjinclude objective pretest-posttestjtests, implementationjobservationjsheets, and student response Data collection techniques include pretest and posttest. Data analysis uses prerequisitejtests, jnamely normality andjhomogeneity, parametric tests using the t-test with thejhelp of Microsoft Excel. Based on hypothesisjtesting usingjthejt-test, the t-value is 2. andjthejt-table is 2. This shows the t-value Ou t-table, thus H0 is rejected, indicating a thejexperimental class. jItjcanjbejconcluded that the application ofjthe PjBL-STEM model has an effect on the learningjoutcomesjofjclassjVII students at SMPN 4 Lubuk Alung. Keywords: PjBL-STEM. Learning Outcomes. 21st Century Learning PENDAHULUAN Perkembangan Era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, terutama di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan di Indonesia saat ini sudah menggunakan Kurikulum Merdeka yang mengacu pada pembelajaran abad 21. Sistem Pembelajaran abad 21 menuntut peserta didik untuk terampil dalam berbagai bidang pendidikan, seperti pengetahuan, keterampilan teknologi, literasi, dan spiritual (Putri et al, 2. Pengembangannkurikulum secara berkelanjutan dikembangkan menyesuaikan dengannperkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perkembangan zaman(Julaeha et al, 2. Salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam Kurikulum Merdeka yaitu mata pelajaran (IPA). IPA adalah mata pelajaran yang diterapkan di Sekolah Menengah Pertama juga merupakan perpaduan dari pelajaran Fisika. Kimia dan Biologi (Nofziarni et al, 2. IPA juga merupakan mata pelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari yang membahas secara khusus tentang gejala alam yang disusun secara sistematis berdasarkan hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan manusia (Elisabet et al, 2. Pembelajaran IPA diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sehingga peserta didik dapat menerapkannya dalam menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan berdampak pada hasil JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X belajar peserta didik (Jufrida J et al. , 2. Menurut Nabillah et. , al . hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran karena memberikan sebuah informasi kepada guru tentang kemajuan peserta didik dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui proses kegiatan belajar mengajar berikutnya. Saat ini terdapat beberapa model pembelajaran yang bisa dimanfaatkan guru untuk mendorong ketercapaian tujuan pembelajaran salah satunya yaitu model pembelajaran PjBL-STEM. Menurut Yanto et al. , . mengemukakan bahwa guru berperan sebagai fasilitator, mediator yang menyediakan permasalahan dan perancah yang dibutuhkan peserta didik untuk membangun pengetahuan yang Model PjBL-STEM adalah proses pembelajaran berbasis proyek yang disusun dari program STEM yang telah dievaluasi dan terbukti efektif. Karakteristik PjBL-STEM menurut Afriana et al, . yaitu model PjBL-STEM lebih menekankan pada proses mendesain proyek. Model Pembelajaran PjBL-STEM menjadi model pembelajaran yang paling banyak diterapkan pada pembelajaran IPA. Proses pembelajaran dengan model PjBL-STEM dilaksanakan dalam 5 tahapan sintaks. Adapun sintaks PjBL-STEM tersebut yaitu Refleksi (Reflectio. Penelitian (Researc. Penemuan (Discover. Penerapan (Applicatio. Komunikasi (Communicatio. (Laboy Rush, 2. Model Pembelajaran PjBL-STEM menjadi model pembelajaran yang paling banyak diterapkan pada pembelajaran IPA. Hal ini dikarenakan STEM yang identik dengan proyek atau penemuan baru yang dapat dikembangkan oleh peserta didik (Ananda et al. , 2. Proyeknyangndilakukan oleh pesertandidiknmerupakan proyek dengan mengintegrasikan 4 komponen STEM yakni sains, teknologi, teknik, dan matematika. Sains berkaitan dengan pengetahuan yang digunakan dalam merancang proyek, teknologi berkaitan dengan penerapan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang dan mengembangkan proyek, teknik berkaitanndenganncaranataunteknikndalamnmenyelesaikan proyek, dan matematika berkaitanndengan logikanberpikirndalam menyelesaikannproyek. Model Pembelajaran PjBL memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat pada proyek nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. PjBL dan STEM memiliki tujuan yang sama yaitu membantu peserta didik menyelesaikan masalah dengan sebuah hasil atau produk sehingga diharapkan peserta didik mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki, hanya saja berbeda dalam proses pelaksanaan dan pemilihan PjBL dan STEM saling melengkapi dengan kekurangan dan kelebihannya sehingga peserta didik mampu memahami konsep pembuatan produk yang dibantunolehnmodel pembelajaran PjBL serta proses perancanganndanndesign . ngineering design proces. sehingga tercipta hasil produk yang sesuai (Lutfi et , 2. Menurut Elva et al, . penerapan model PjBL-STEM dapat meningkatkan, keterampilan bepikir kritis, kreatif, berkolaborasi, keterampilan komunikasi serta menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam menguasai konsep pembelajaran. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elsapita et. , al . yang menyimpulkan bahwa penerapan model PjBL-STEMnberpengaruh positifnterhadap hasil belajar Peserta didik. Demikian juga penelitian yang dilakukan oleh Rosytha et al, . juga menyimpulkan bahwa terjadinya peningkatan setelah diterapkannya model pembelajaran PjBL-STEM di SMPN 2 Bontang. Dari beberapa hasil penelitian sebelumnya dapat ditemukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran PjBL-STEM peserta didik mampu mengaplikasikan konsep-konsep ilmiah yang telah dipelajari ke dalam situasi nyata. Peserta didik dapat mengekspresikan pemahaman mereka tentang konsep konsep IPA dengan cara yang kreatif sehingga juga berpengaruh pada hasil belajar peserta didik. Faktanya berdasarkan hasil studi pendahuluan dan wawancara terhadap guru IPA di SMPN 4 Lubuk Alung guru sudah menggunakan teknologi dalam pembelajaran tetapi hanya dengan slide presentasi. Penggunaan slide presentasi lebih bersifat satu arah saja sehingga peserta didik hanya jadi pendengar tanpa ada umpan balik dari guru kepada peserta didik. Hal ininsesuaindengannpenelitiannyang dilakukan oleh Mira & Putri . yang mengungkapkan bahwa penerapan media slide presentasi kurang berpengaruh dalam hasil belajar. Karena beberapa hal yang sudah disebutkan, munculah permasalahan dimana masih banyak hasil belajar peserta didik di SMPN 4 Lubuk Alung yang berada di bawah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Sementara. KKTP mata pelajaran IPA di SMPN 4 Lubuk Alung yaitu 75. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan inovatif seperti model PjBL-STEM yang diyakini dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik secara mendalam. Demi terciptanya suasana belajar yang JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X diharapkan peserta didik dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi, mengembangkan keterampilan mengajar dan menggunakan pendekatan dalam menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Keterbaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian konsep STEM (Science. Technology. Engineering, and Mathematic. ke dalam model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learnin. Mespun penelitian tentang PjBL telah banyak dilakukan Sebagian besar hanya menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam menghasilkan suatu produk melalui tahapan proyek, maka pada penelitiannini pembelajaran diperkaya dengan integrasi konsep STEM yang menuntut peserta didik tidak hanya membuat produk, tetapi juga memahami sains secara mendalam, memanfaatkan teknologi, menerapkan prinsip rekayasa, serta melakukan perhitungan matematis yang relevan. Pada penelitian ini. PjBLndikembangkan menjadi PjBL-STEM, sehingganpesertandidik tidaknhanyanmenghasilkannproduk, tetapi juga belajar menerapkan konsep sains, menggunakan teknologi, berpikir rekayasa, serta menghitung secara matematis (Rahmawati & Ridwan, 2. Dengan demikian. PjBL-STEM memberikan pembaruan yang lebih bermakna karena dapat meningkatkan literasi sains, berpikir kritis, dan keterampilan abad ke-21 lebih baik dibandingkan PBL biasa (Wahyuni et al. , 2. Berdasarkan permasalahan yang telah dijabarkan, penelitininginnmengetahui lebih jauhnhasilndari penerapannmodelnpembelajarannPjBL-STEM untuk mengetahuinpengaruhnhasilnbelajarnpesertandidiknpada materi IPAnkhususnya pada materi Zat dan Perubahannya, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Penerapan Model PjBL-STEM terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di SMPN 4 Lubuk AlungAy METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakannpenelitiannkuantitatif dengannmetode Quasi Experiment denganndesain Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experiment dengan desain penelitiannya itu Non-equivalent Control Group Design. Prosedur penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Instrumen penelitian meliputi tes objektif pretest-posttest, lembar observasi keterlaksanaan, dan angket respon peserta didik. Teknik pengambilan data penelitian yaitu menggunakan pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat yaitu normalitas dan homogenitas dan uji parametrik menggunakan uji t. Tekniknpengambilannsampelnmenggunakannpurposive samplingnyaitunkelas VII. 1 sebagainkelas eksperimennyangnmenerapkan model pembelajaran PjBL-STEM dan kelasnVII. 2 sebagainkelasnkontrolnyangnmenerapkannmetodenceramah. Populasi Penelitian ini yaitu seluruh peserta didik SMPN 4 Lubuk Alung Tahun Pelajaran 2025/2026. Jumlah Sampel penelitian ini yaitu terdapat 64 peserta didik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Keterlaksanaan Model PjBL-STEM Lembar Observasi keterlaksanaan digunakan untuk mengetahui sejauh mana sintaks model PjBLSTEM diterapkan oleh peneliti selama proses pembelajaran. Pengamatan dilakukan oleh observer saat peneliti melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Instrumennobservasi ini menggunakan skala Guttman dannasilnyandapatndilihatnpadantabel 1: Tabel. 1 Keterlaksanaan Sintaks Sintaks j Persentase Keterlaksanaan Reflectionn Researchh Discoveryy Applicationn Communicationn Totaln 97,5%j Berdasarkan tabel dilihat bahwa rata-rata persentase keterlaksanaan model pembelajaran PJBLSTEM sebanyak 2 siklus yang dibagi menjadi 8 pertemuan pada kelas eksperimen sudah terlaksana dengan kriteria sangat baik yaitu dengan rata-rata 97,5%. Hal Ini menunjukkan bahwa guru maupun JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X peserta didik telah mampu melaksanakan sebagian besar tahapan PjBL-STEM sesuai dengan Menurut Hamdayama . nyangnmenyatakannbahwanbantuan terarah dari guru akan membantunpeserta didik mencapai pemahaman yang lebih tinggi secara bertahap. Keterlaksanaan Yang tinggi ini mencerminkan bahwa pendekatan berbasis proyek yang terintegrasi dengan STEM mampu diimplementasikan secara optimal di kelas, terutama pada aspek identifikasi masalah, perencanaan proyek, kolaborasi, dan presentasi hasil. Pada tahap Reflection dan tahap Research diperoleh persentase keterlaksanaan yaitu 100%. Menurut Nurdiana et al, . implementasi PjBL-STEM berbasis lesson study mendorong siswa untuk lebih aktif dalam melakukan penelitian kecil . ini researc. terkait proyek yang diberikan. Namun, pada sintaks Discovery persentase keterlaksanaan hanya mencapai 88%, lebihnrendahndibandingkan Hal inindapatndisebabkannoleh beberapanfaktor. Pertama, tahap Discovery menuntut peserta didik untuk menemukan konsep secara mandirinmelaluineksplorasi, pengamatan, dan penarikan Tahap Application dannCommunication juganmemperoleh persentase 100%. Menurut Fitriyani et al. , . bahwa implementasi PjBL-STEM pada tahap aplikasinmampu meningkatkan kreativitas peserta didikndalamnmenghasilkan produk inovatif sekaligus memperdalam pemahaman konsep sains. Dalam fase presentasi, pesertandidikndilatihnuntuknmengemukakan alasan, menyajikanndata, serta menghubungkannproduknyang dihasilkanndengannkonsep-konsep STEM yang Integrasi PjBL-STEM secara signifikannmeningkatkan hasil belajar siswa, termasuk keterampilan berpikir kritis, kreatif, dannkemampuan komunikasin(Dhini D. A, 2. AngketnResponnPesertanDidik Setelahnpesertandidiknselesainmengerjakan soal posttest, pesertandidikndimintanuntuk mengisi angketnrespon pesertandidik terhadap model PjBL-STEM yang telah diterapkan. Berdasarkannhasil analisis angket responnpeserta didik menunjukkannpersentasenrata-ratankeseluruhannrespon peserta didik terhadap pembelajarannIPA adalah 91,82% dengankriteria sangatnbaik. Dari hasil perolehan angket respon peserta didik dapatndisimpulkannbahwanrata-rata pesertandidik senang denganpelaksanaan modelnpembelajaran PjBL-STEM. Model PjBL-STEM dinilai mampunmenciptakannsuasana belajar yang lebih menarik,b ermakna, dan menantang karena menuntutnketerlibatannaktif siswandalam memecahkan masalah nyata melalui proyek yangnmengintegrasikannkonsep sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (Aribowo, 2. Namun, masihnterdapatnsebagiannkecilnpeserta didik yang memberikannresponnkurangnpositif. Berdasarkannanalisis data, sekitar 8,18% peserta didik menyatakan kurang senang ataunmengalami kesulitanndalam mengikutipembelajaran berbasis proyek. Beberapa kendala yang dirasakan antara lain adalah kompleksitas tugas proyek yang membutuhkan waktu lebih banyakndibandingkanndengan Selain itu, beberapa pesertandidik merasa kurang terbiasandengan model pembelajarannyangnmenekankannkemandirian dan eksplorasi, sehingganmenimbulkannrasa canggung dan kebingungan padanawalnpelaksanaan. Pengaruh Model PjBL-STEM terhadap Hasil Belajar Peserta Didik 1 Inferensial Uji Normalitasn Uji Normalitasnyangndigunakanndalamnpenelitiannininadalah uji Liliefors dengan tarafnsignifikan BerikutndatanhasilnUjinnormalitasnhasil pretest-posttest kelasneskperimenndannkelasnkontrol Tabel 2. UjinNormalitasn Kelasn Tesn Lmaksn Ltabeln Keterangann Eksperimenn Pretestn Terdistribusin Posttestn Normaln Kontroln Pretestn Posttestn JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X Uji Homogenitas UjinHomogenitasndalamnpenelitiannininmenggunakannuji Fisher (F) denganntarafnsignifikasnn0. Tesn Pretestn Posttestn Kelasn Eksperimen Kontrolnn Eksperimen Kontrolnn Tabel 3. UjinHomogenitasn Fhitungn Ftabeln Keterangann Variansnn Homogenn Berdasarkan hasil uji prasyarat yang telah dilakukan sebelumnyandidapatkan bahwanhasil pretest terdistribusinnormalndengannvariansnhomogennmakandigunakan uji t sama halnya dengannhasil posttest datanterdistribusinnormalndannvariansnhomogennmakanselanjutnyanmenggunakannuji t. UjinHipotesisn Datan Pretestn Posttestn Tabel 4. UjinHipotesisn Keterangann Kesimpulann thitungnO ttabeln TidaknTerdapatnPerbedaan yang signifikann thitungnOu ttabeln TerdapatnPerbedaannyang Berdasarkan tabel, hasil pretest tidak terdapatnperbedaannkemampuan awal pesertandidik antara kelasnkontrolndannkelasneksperimenndengan thitung = 0. 39 sedangkan ttabel = 2. Setelah diberikan perlakuan kepadandua kelas sampel kemudian diberikan Posttest, diperolehnhasil thitung = 2. 56 dan ttabel = 2. artinyanterdapat perbedaannkemampuannpeserta didik antara kelasneksperimen dan kelas kontrol, sehingganterdapat pengaruhnmodel PjBL-STEM terhadapnhasilnbelajarnpeserta didiknkelas VII SMPN 4 Lubuk Alung. 2 HasilnPretestnPosttestnPeserta Didik Tabel 5. Hasil Pretest Posttest Peserta Didik Data Kelas Rata-rata Skor Sampel Pretestn Eksperimenn Kontroln Posttestn Eksperimenn Kontroln Skor Berdasarkanntabelndi atas, nilainrata-ratanpretest kelasneksperimen dan kelas kontrol hampir sama. Rara- rata pretest kelasneksperimen adalah 32. 91 sedangkannkelas kontrolnyaitu 34. Halntersebut menunjukannbahwa antaranpesertandidik kelasneksperimenndan kelas control memilikinkemampuan yang hamper sama sebelum diberikan perlakuan pada materi zat dan Setelah melakukan analisis nilai pretest, kemudian diberikan perbedaan perlakuan pada kedua kelas sampel. Rata- ratanhasil posttest kelasneksperimenadalah 75. 56 sedangkan kelasnkontrol adalah 67. 50 Selisih rata-ratankelas eksperimenndannkelasnkontrolnadalah 8. dimananrata-ratanhasil posttest kelas ekperimen lebih tinggindibandingkannrata-rata hasil posttest kelas kontrol. JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan https://jurnal. id/index. php/JPK Doi: https://doi. org/10. 56842/jpk. Vol. 02 No. Oktober 2025 p-ISSN: 3031-6421 | e-ISSN: 3031-643X KESIMPULAN Berdasarkannpenelitian yang telah dilaksanakandi SMPN 4 Lubuk Alung yangbertujuan untuknmengetahui pengaruhnmodel Pembelajaran PjBL-STEM terhadap hasil belajar peserta didik kelas VII padanmateri zatndan perubahannya. Hasilnpenelitiannmenunjukan bahwa, hasil darinlembar observasi keterlaksanaannmodel PBL-STEMndidapatkan hasilnpersentase 97. 5% dengan kategori keterlaksanaan sangat baik dan angket respon siswandidapatkannhasil 91. 83% dengan kategorinsangat baik. Uji hipotesis menunjukkan thitungn> ttabel diperoleh 2. 56 > 2. 00, sehingga H0 ditolakndannHanditerima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruhnpenerapan model PjBL-STEM memiliki pengaruh signifikan terhadap hasilnbelajar pesertandidik kelasnVII SMPN 4 Lubuk Alungnpada materi nzat dan perubahannya. DAFTAR PUSTAKA